MEDAN MAGNET 
DAN INDUKSI 
N S ELEKTROMAGNETIK 
FISIKA
MEDAN MAGNETIK 
Medan magnet merupakan daerah di sekitar magnet yang 
mendapat pengaruh dari magnet tersebut. Medan magnet 
biasanya dinyatakan dengan garis-garis khayal yang disebut 
garis medan magnet atau garis gaya magnet. Garis-garis ini 
mempunyai arah yang keluar dari kutub utara magnet dan 
masuk ke kutub selatan magnet seperti ditunjukkan gambar di 
bawah ini. 
N S 
S N 
Hal.: 2 Isi dengan Judul Halaman Terkait Adaptif
MEDAN MAGNETIK 
SSILAHKAN KLIK SINNI 
Gambar ini menunjukkan bagaimana medan magnet pada 
magnet batang mempengarui jarum kompas. 
Hal.: 3 Isi dengan Judul Halaman Terkait Adaptif
MEDAN MAGNETIK 
Ada tiga aturan garis-garis medan magnet, yaitu : 
a. Garis - garis medan magnet tidak pernah saling berpotongan 
(bersilangan). 
b. Garis-garis medan magnet selalu keluar dari kutub utara dan 
masuk ke kutub selatan serta membentuk kurva tertutup. 
c. Jika garis-garis medan magnet pada suatu tempat rapat, maka 
medan magnet pada tempat tersebut kuat, sebaliknya jika garis-garis 
medan magnet pada suatu tempat renggang, maka medan 
magnet pada tempat tersebut lemah. 
Hal.: 4 Isi dengan Judul Halaman Terkait Adaptif
INDUKSI MAGNETIK 
U 
S 
U 
S 
U 
S 
Hasil percobaan Oersted 
Pada dasarnya, sumber magnet tidak 
hanya berupa magnet permanen, 
tetapi dapat juga berupa 
elektromagnet, yaitu magnet yang 
dihasilkan oleh arus listrik atau 
muatan-muatan listrik yang bergerak. 
Induksi magnetik sering didefinisikan 
sebagai timbulnya medan magnetik 
akibat arus listrik yang mengalir dalam 
suatu penghantar (elektromagnet). 
Oersted menemukan bahwa arus 
listrik menghasilkan medan magnetik. 
Hal.: 5 Isi dengan Judul Halaman Terkait Adaptif
HUKUM BIOT-SAVART 
Bila terdapat arus listrik yang mengalir dalam kawat lurus, maka besarnya 
medan magnet yang ada pada titik P di samping kawat tersebut sebesar: 
I B op 
r 
m 
2 
= 
P 
Keterangan: 
B = induksi magnet (T) 
mo = permeabilitas ruang hampa 
(4p x 107 Wb/Am) 
I = arus listrik (A) 
r = jari-jari lintasan lingkaran (m) 
Hal.: 6 Isi dengan Judul Halaman Terkait Adaptif
HUKUM BIOT-SAVART 
Bila kawatnya berbentuk lingkaran maka induksi 
magnet di titik O dapat ditentukan dengan persamaan 
berikut: 
O 
Keterangan: 
N = jumlah lilitan 
r = jari-jari kawat (m) 
B =m 
I 
o O 2 
Jika terdapat N lilitan kawat 
melingkar, maka persamaan-nya 
menjadi. 
B = m 
I 
o O 2 
r 
N 
r 
r 
Hal.: 7 Isi dengan Judul Halaman Terkait Adaptif
HUKUM BIOT- SAVART 
Sementara itu, induksi magnet pada 
titik S sebagai berikut: 
B mo I r sinq 
S = 
2a2 
S 
a 
q 
O r 
P 
Keterangan: 
a = jarak antara titik p dengan titik s (m) 
r = jari-jari kawat ( m ) 
q = sudut antara SP dengan SO 
Hal.: 8 Isi dengan Judul Halaman Terkait Adaptif
INDUKSI MAGNET PADA 
SOLENOIDA 
Induksi magnet di tengah-tengah 
solenoid dapat ditentukan dengan 
persamaan sebagai berikut: 
i B o m 
N 
l 
= 
Induksi magnet di kedua ujung 
solenoida sebagai berikut. 
B m 
= 
oi 
N 
l 
2 
Source: www.societyofrobots.com 
Keterangan: 
i = arus listrik ( A ) 
l = panjang solenoida ( m ) 
N = jumlah lilitan 
Hal.: 9 Isi dengan Judul Halaman Terkait Adaptif
INDUKSI MAGNET PADA 
TOROIDA 
r 
B 
Induksi magnet pada toroida dapat 
ditentukan dengan persamaan sebagai 
berikut: 
I B op 
N 
r 
m 
2 
= 
Keterangan: 
r = jari-jari toroida ( m ) 
l = arus listrik ( A ) 
N = jumlah lilitan 
Source: http://rocky.digikey.com 
Hal.: 10 Isi dengan Judul Halaman Terkait Adaptif
INDUKSI MAGNETIK 
Contoh Soal 
Berapa induksi magnetik pada jarak 5 cm dari pusat sebuah kawat 
lurus yang berarus 3A? 
Penyelesaian 
mp o = 4 x 107 Tm/A 
m 
I = 3 A 
2 
p 
r = 5 cm = 0.05 m 
(4 p 
´ 
10 7 
)(3 ) 
B = …? 
p 
2 (0,05 ) 
T 
A A 
m 
Tm 
B o I 
r 
5 
= 
= 
= ´ 
1,2 10 
Jadi, induksi magnetik yang dihasilkan adalah 1,2 x 105 T. 
Hal.: 11 Isi dengan Judul Halaman Terkait Adaptif
GAYA LORENTZ (gaya magnet) 
Gaya Lorentz pada kawat lurus berarus listrik 
Jika kawat panjang l 
dialiri arus listrik I 
berada dalam medan 
magnet B, maka kawat 
tersebut akan 
mengalami gaya 
Lorentz atau gaya 
magnet yang arahnya 
dapat ditentukan 
dengan aturan tangan 
kanan. 
S N 
Hal.: 12 Isi dengan Judul Halaman Terkait Adaptif
GAYA LORENTZ 
Source :http://ima.dada.net/image/medium/4080766.jpg 
Ibu jari menyatakan arah arus 
listrik, arah jari-jari menyatakan 
arah induksi magnet dan hadap 
telapak menyatakan arah gaya 
Lorentz. 
F B I  sina L = 
Keterangan: 
FL= gaya lorentz (N) 
B = induksi magnet (T) 
a = sudut antara B dan I 
I = arus listrik (A) 
l = panjang kawat (m) 
Hal.: 13 Isi dengan Judul Halaman Terkait Adaptif
GAYA LORENTZ 
Gaya Lorentz pada dua kawat sejajar berarus listrik 
I1 I2 
F1 F2 B2 B1 
r 
X 
I1 I2 
F1 X B2 
F2 B1 X 
r 
I I 
1 2 
 
r 
p 
2 
F F O 
p 
1 2 = = 
Keterangan: 
r = jarak kedua kawat (m) 
I = arus listrik (A) 
l = panjang kawat (m) 
Hal.: 14 Isi dengan Judul Halaman Terkait Adaptif
GAYA LORENTZ 
Gaya lorentz pada muatan bergerak 
Jika sebuah muatan listrik bergerak dalam medan magnet, maka 
muatan tersebut akan mengalami gaya Lorentz yang besarnya 
dapat ditentukan dengan persamaan sebagai berikut: 
F B q v sina L = 
Keterangan: 
B = induksi magnet (T) 
a = sudat antara B dan v 
q = muatan listrik (C) 
v = kecepatan partikel (m/s) 
X X X 
FL B 
X X X 
X X X 
X + 
X v 
X 
X X X 
X X X 
- v 
X X X 
X X X 
X X X 
FL 
B 
X X X 
Muatan positif Muatan negatif 
Hal.: 15 Isi dengan Judul Halaman Terkait Adaptif
GAYA LORENTZ 
Jika arah v sejajar dengan arah induksi magnet B, maka gaya 
Lorentz pada partikel bermuatan adalah nol, sehingga partikel 
bergerak lurus, tetapi jika arah v tegak lurus terhadap induksi 
magnet B maka, maka gaya Lorentz pada partikel bermuatan 
adalah FL = Bqv dan mengikuti lintasan lingkaran berjari-jari R. 
Jadi besar gaya Lorentz FL sama dengan gaya sentripetal FS. 
F = 
FL S 
Bq v mv 
R 
2 
= 
Sehingga, Keterangan: 
R mv 
q B 
q B 
B 
= 
= 
w 
R = jari-jari lintasan (m) 
m = massa partikel (kg) 
q = kecepatan sudut partikel (rad/s) 
Hal.: 16 Isi dengan Judul Halaman Terkait Adaptif
GAYA LORENTZ 
Momen gaya Lorentz 
Apabila suatu kawat penghantar berbentuk kumparan dengan 
luas penampang A dialiri arus listrik dalam medan magnet, maka 
kumparan tersebut akan mengalami momen gaya Lorentz. 
t = N I B Asina 
Keterangan: 
t = moment gaya (Nm) 
I = arus listrik pada kumparan (A) 
B = induksi magnet (T) 
A = luas kumparan (m2) 
a = sudut antara B dengan bidang kumparan 
Hal.: 17 Isi dengan Judul Halaman Terkait Adaptif
GAYA LORENTZ 
Contoh 
Seutas kawat mempunyai panjang 2 meter dialiri arus listrik sebe-sar 
50 A. Jika kawat tersebut mengalami gaya magnet sebesar 1,5 
N dalam medan magnet yang serba sama dengan B = 0,03 T, maka 
tentukan sudut antara B dan I? 
Penyelesaian 
FL = 1,5 N 
B = 0.03 T 
I = 50 A 
l = 2 m 
a = …? o 
F B I 
 a 
sin 
= 
L 
N = 
T A m 
1,5 (0,03 )(50 )(2 ) sin 
0,5 
sin 1,5 
= = 
3 
a 
a - 
1 
sin (0,5) 
30 
= 
= 
a 
Jadi, sudut antara B dan I adalah 30o. 
Hal.: 18 Isi dengan Judul Halaman Terkait Adaptif
SIFAT KEMAGNETAN BAHAN 
Berdasarkan pada bagaimana bahan bereaksi dengan me-dan 
magnet, maka bahan-bahan magnet dibedakan menjadi 
bahan diamagnetik, bahan paramagnetik dan bahan ferro 
magnetik. 
Bahan diamagnetik marupakan bahan yang sedikit ditolak 
oleh medan magnet, contohnya adalah emas, tembaga, dll. 
Bahan para magnetik merupakan bahan yang ditarik 
dengan gaya yang sangat lemah dalam medan magnet, 
contohnya adalah alumunium, magnesium, dll. 
Bahan ferromagnetik merupakan bahan yang ditarik dengan 
kuat dalam medan magnet. 
Hal.: 19 Isi dengan Judul Halaman Terkait Adaptif
Adaptif 
INDUKSI ELEKTROMAGNETIK 
Fluks magnetik adalah banyaknya 
garis medan magnetik yang 
menembus permukaan bidang dalam 
arah tegak lurus. 
Induksi elektromagnetik adalah 
gejala timbulnya gaya gerak listrik di 
dalam suatu konduktor bila terdapat 
perubahan fluks magnetik pada 
konduktor tersebut 
Hal.: 20 Isi dengan Judul Halaman Terkait
INDUKSI ELEKTROMAGNETIK 
Fluks magnet 
N B 
a 
A 
f = ABcosa 
Keterangan: 
F = fluks magnet (Wb) 
B = induksi magnet (T) 
A = luas permukaan (m2) 
a = sudut antara B dengan garis normal bidang 
Hal.: 21 Isi dengan Judul Halaman Terkait Adaptif
INDUKSI ELEKTROMAGNETIK 
e =- Df 
N ind D 
t 
Keterangan: 
eind = gaya gerak listrik induksi (volt) 
DF = perubahan fluks magnet (Wb) 
N = jumlah lilitan 
  Dt = selang waktu (s) 
Hukum Faraday-Lenz’s 
Source: www.radioelectronicschool.net 
Hal.: 22 Isi dengan Judul Halaman Terkait Adaptif
INDUKSI ELECTROMAGNETIK 
Contoh 
Sebuah kumparan mempunyai 100 lilitan dan dalam waktu 0,01 s 
menimbulkan perubahan fluk magnetik sebesar 10-4 Wb, hitung 
gaya gerak listrik induksi pada ujung-ujung kumpatan? 
Penyelesaian 
e = - D 
f 
N ind 
N = 100 
Df = 10-4 Wb 
Dt = 0,01 s 
eind = …..? volt 
Wb 
s 
t 
D 
æ 
100 10 
= - 
= - 
1 
4 
- 
0,01 
ö 
÷ ÷ø 
ç çè 
Jadi, gaya gerak listrik induksi pada ujung-ujung 
kumparan adalah 1 volt. 
Hal.: 23 Isi dengan Judul Halaman Terkait Adaptif
GENERATOR LISTRIK 
N AB t ind e = - w cosw 
Keterangan: 
N = jumlah lilitan 
B = induksi magnet (T) 
A = luas bidang kumparan (m2) 
w = kecepatan sudut (rad/s) 
t = waktu (s) 
Source: http://members.shaw.ca/len92/acdc_inside_generator.gif 
Hal.: 24 Isi dengan Judul Halaman Terkait Adaptif
GENERATOR LISTRIK 
Source: http://www.ncert.nic.in/html 
2 
3 
Skema generator AC 
4 
1. cincin 
2. kumparan 
3. rangkaian luar 
4. sikat 
5. Rotor luar 
1 
5 
Hal.: 25 Isi dengan Judul Halaman Terkait Adaptif
GENERATOR LISTRIK 
Skema generator DC 
1 
2 
3 
1. sikat 
2. pelindung 
3. komutator 
Hal.: 26 Isi dengan Judul Halaman Terkait Adaptif
INDUKTANSI 
Nilai gaya gerak listrik induksi diri yang terjadi pada rang-kaian 
atau kumparan tergantung pada laju perubahan arus. 
L I i D 
e =- D 
t 
Keterangan: 
eind = gaya gerak listrik insduksi diri (volt) 
  DI = perubahan arus listrik (A) 
L = induktansi 
  Dt = selang waktu (s) 
Hal.: 27 Isi dengan Judul Halaman Terkait Adaptif
INDUKTANSI 
Contoh 
Sebuah kumparan mempunyai induktansi 5 H dan sebuah resistor 
yang mempunyai hambatan 20 W. Keduanya dipasang pada sumber 
tegangan 100 volt. Hitung energi yang tersimpan pada kumparan 
jika arus mencapai nilaimaksimum? 
Penyelesaian 
Arus maksimum 
= e = 
R 
I 
100 
sehingga 
volt A 
W 
1 
1 
5 
20 
= 
2 2 
W = L I = 
H A 
J 
2 
63 
(5 )(5 ) 
2 
= 
Jadi, energi yang tersimpan pada kumparan adalah 63 J 
e = 100 volt 
R = 20 W 
L = 5 H 
W = ….? 
Hal.: 28 Isi dengan Judul Halaman Terkait Adaptif
TRANSFORMATOR 
Keterangan: 
Vp = tegangan primer (volt) 
Vs = tegangan sekunder (volt) 
Np = jumlah lilitan primer 
Ns = jumlah lilitan sekunder 
Ip = arus listrik primer (A) 
Is = arus listrik sekunder (A) 
Hal.: 29 Isi dengan Judul Halaman Terkait Adaptif
TRANSFORMATOR 
Efisiensi transformator 
P h = 
1 x 
P 
100% 
2 
Keterangan : 
h = transformator 
P1 = daya primer (watt) 
P2 = daya sekunder (watt) 
Hal.: 30 Isi dengan Judul Halaman Terkait Adaptif
LATIHAN 
1. Salah satu kutub sebuah magnet digerakkan masuk ke dalam 
sebuah kumparan. Arah arus induksi yang timbul pada kumpa-ran 
berlawanan dengan arah putaran jarum jam. 
a. kutub apa yang dimasukkan? 
b. bagaimana arah arus induksi jika magnet ditarik keluar? 
2. Jelaskan prinsip kerja generator dan apa perbedaan antara 
generator arus bolak-balik dengan generator arus searah? 
Pada rangkaian seperti gambar di 
samping, tentukan tetapan waktu 
rangkaian dan energi yang tersim-pan 
pada induktor, ketika arus 
mencapai nilai maksimum? 
3. 8 W 4 H 
24 volt 
S 
Hal.: 31 Isi dengan Judul Halaman Terkait Adaptif
Hal.: 32 Isi dengan Judul Halaman Terkait Adaptif

Magnet dan Elektromagnet

  • 1.
    MEDAN MAGNET DANINDUKSI N S ELEKTROMAGNETIK FISIKA
  • 2.
    MEDAN MAGNETIK Medanmagnet merupakan daerah di sekitar magnet yang mendapat pengaruh dari magnet tersebut. Medan magnet biasanya dinyatakan dengan garis-garis khayal yang disebut garis medan magnet atau garis gaya magnet. Garis-garis ini mempunyai arah yang keluar dari kutub utara magnet dan masuk ke kutub selatan magnet seperti ditunjukkan gambar di bawah ini. N S S N Hal.: 2 Isi dengan Judul Halaman Terkait Adaptif
  • 3.
    MEDAN MAGNETIK SSILAHKANKLIK SINNI Gambar ini menunjukkan bagaimana medan magnet pada magnet batang mempengarui jarum kompas. Hal.: 3 Isi dengan Judul Halaman Terkait Adaptif
  • 4.
    MEDAN MAGNETIK Adatiga aturan garis-garis medan magnet, yaitu : a. Garis - garis medan magnet tidak pernah saling berpotongan (bersilangan). b. Garis-garis medan magnet selalu keluar dari kutub utara dan masuk ke kutub selatan serta membentuk kurva tertutup. c. Jika garis-garis medan magnet pada suatu tempat rapat, maka medan magnet pada tempat tersebut kuat, sebaliknya jika garis-garis medan magnet pada suatu tempat renggang, maka medan magnet pada tempat tersebut lemah. Hal.: 4 Isi dengan Judul Halaman Terkait Adaptif
  • 5.
    INDUKSI MAGNETIK U S U S U S Hasil percobaan Oersted Pada dasarnya, sumber magnet tidak hanya berupa magnet permanen, tetapi dapat juga berupa elektromagnet, yaitu magnet yang dihasilkan oleh arus listrik atau muatan-muatan listrik yang bergerak. Induksi magnetik sering didefinisikan sebagai timbulnya medan magnetik akibat arus listrik yang mengalir dalam suatu penghantar (elektromagnet). Oersted menemukan bahwa arus listrik menghasilkan medan magnetik. Hal.: 5 Isi dengan Judul Halaman Terkait Adaptif
  • 6.
    HUKUM BIOT-SAVART Bilaterdapat arus listrik yang mengalir dalam kawat lurus, maka besarnya medan magnet yang ada pada titik P di samping kawat tersebut sebesar: I B op r m 2 = P Keterangan: B = induksi magnet (T) mo = permeabilitas ruang hampa (4p x 107 Wb/Am) I = arus listrik (A) r = jari-jari lintasan lingkaran (m) Hal.: 6 Isi dengan Judul Halaman Terkait Adaptif
  • 7.
    HUKUM BIOT-SAVART Bilakawatnya berbentuk lingkaran maka induksi magnet di titik O dapat ditentukan dengan persamaan berikut: O Keterangan: N = jumlah lilitan r = jari-jari kawat (m) B =m I o O 2 Jika terdapat N lilitan kawat melingkar, maka persamaan-nya menjadi. B = m I o O 2 r N r r Hal.: 7 Isi dengan Judul Halaman Terkait Adaptif
  • 8.
    HUKUM BIOT- SAVART Sementara itu, induksi magnet pada titik S sebagai berikut: B mo I r sinq S = 2a2 S a q O r P Keterangan: a = jarak antara titik p dengan titik s (m) r = jari-jari kawat ( m ) q = sudut antara SP dengan SO Hal.: 8 Isi dengan Judul Halaman Terkait Adaptif
  • 9.
    INDUKSI MAGNET PADA SOLENOIDA Induksi magnet di tengah-tengah solenoid dapat ditentukan dengan persamaan sebagai berikut: i B o m N l = Induksi magnet di kedua ujung solenoida sebagai berikut. B m = oi N l 2 Source: www.societyofrobots.com Keterangan: i = arus listrik ( A ) l = panjang solenoida ( m ) N = jumlah lilitan Hal.: 9 Isi dengan Judul Halaman Terkait Adaptif
  • 10.
    INDUKSI MAGNET PADA TOROIDA r B Induksi magnet pada toroida dapat ditentukan dengan persamaan sebagai berikut: I B op N r m 2 = Keterangan: r = jari-jari toroida ( m ) l = arus listrik ( A ) N = jumlah lilitan Source: http://rocky.digikey.com Hal.: 10 Isi dengan Judul Halaman Terkait Adaptif
  • 11.
    INDUKSI MAGNETIK ContohSoal Berapa induksi magnetik pada jarak 5 cm dari pusat sebuah kawat lurus yang berarus 3A? Penyelesaian mp o = 4 x 107 Tm/A m I = 3 A 2 p r = 5 cm = 0.05 m (4 p ´ 10 7 )(3 ) B = …? p 2 (0,05 ) T A A m Tm B o I r 5 = = = ´ 1,2 10 Jadi, induksi magnetik yang dihasilkan adalah 1,2 x 105 T. Hal.: 11 Isi dengan Judul Halaman Terkait Adaptif
  • 12.
    GAYA LORENTZ (gayamagnet) Gaya Lorentz pada kawat lurus berarus listrik Jika kawat panjang l dialiri arus listrik I berada dalam medan magnet B, maka kawat tersebut akan mengalami gaya Lorentz atau gaya magnet yang arahnya dapat ditentukan dengan aturan tangan kanan. S N Hal.: 12 Isi dengan Judul Halaman Terkait Adaptif
  • 13.
    GAYA LORENTZ Source:http://ima.dada.net/image/medium/4080766.jpg Ibu jari menyatakan arah arus listrik, arah jari-jari menyatakan arah induksi magnet dan hadap telapak menyatakan arah gaya Lorentz. F B I  sina L = Keterangan: FL= gaya lorentz (N) B = induksi magnet (T) a = sudut antara B dan I I = arus listrik (A) l = panjang kawat (m) Hal.: 13 Isi dengan Judul Halaman Terkait Adaptif
  • 14.
    GAYA LORENTZ GayaLorentz pada dua kawat sejajar berarus listrik I1 I2 F1 F2 B2 B1 r X I1 I2 F1 X B2 F2 B1 X r I I 1 2  r p 2 F F O p 1 2 = = Keterangan: r = jarak kedua kawat (m) I = arus listrik (A) l = panjang kawat (m) Hal.: 14 Isi dengan Judul Halaman Terkait Adaptif
  • 15.
    GAYA LORENTZ Gayalorentz pada muatan bergerak Jika sebuah muatan listrik bergerak dalam medan magnet, maka muatan tersebut akan mengalami gaya Lorentz yang besarnya dapat ditentukan dengan persamaan sebagai berikut: F B q v sina L = Keterangan: B = induksi magnet (T) a = sudat antara B dan v q = muatan listrik (C) v = kecepatan partikel (m/s) X X X FL B X X X X X X X + X v X X X X X X X - v X X X X X X X X X FL B X X X Muatan positif Muatan negatif Hal.: 15 Isi dengan Judul Halaman Terkait Adaptif
  • 16.
    GAYA LORENTZ Jikaarah v sejajar dengan arah induksi magnet B, maka gaya Lorentz pada partikel bermuatan adalah nol, sehingga partikel bergerak lurus, tetapi jika arah v tegak lurus terhadap induksi magnet B maka, maka gaya Lorentz pada partikel bermuatan adalah FL = Bqv dan mengikuti lintasan lingkaran berjari-jari R. Jadi besar gaya Lorentz FL sama dengan gaya sentripetal FS. F = FL S Bq v mv R 2 = Sehingga, Keterangan: R mv q B q B B = = w R = jari-jari lintasan (m) m = massa partikel (kg) q = kecepatan sudut partikel (rad/s) Hal.: 16 Isi dengan Judul Halaman Terkait Adaptif
  • 17.
    GAYA LORENTZ Momengaya Lorentz Apabila suatu kawat penghantar berbentuk kumparan dengan luas penampang A dialiri arus listrik dalam medan magnet, maka kumparan tersebut akan mengalami momen gaya Lorentz. t = N I B Asina Keterangan: t = moment gaya (Nm) I = arus listrik pada kumparan (A) B = induksi magnet (T) A = luas kumparan (m2) a = sudut antara B dengan bidang kumparan Hal.: 17 Isi dengan Judul Halaman Terkait Adaptif
  • 18.
    GAYA LORENTZ Contoh Seutas kawat mempunyai panjang 2 meter dialiri arus listrik sebe-sar 50 A. Jika kawat tersebut mengalami gaya magnet sebesar 1,5 N dalam medan magnet yang serba sama dengan B = 0,03 T, maka tentukan sudut antara B dan I? Penyelesaian FL = 1,5 N B = 0.03 T I = 50 A l = 2 m a = …? o F B I  a sin = L N = T A m 1,5 (0,03 )(50 )(2 ) sin 0,5 sin 1,5 = = 3 a a - 1 sin (0,5) 30 = = a Jadi, sudut antara B dan I adalah 30o. Hal.: 18 Isi dengan Judul Halaman Terkait Adaptif
  • 19.
    SIFAT KEMAGNETAN BAHAN Berdasarkan pada bagaimana bahan bereaksi dengan me-dan magnet, maka bahan-bahan magnet dibedakan menjadi bahan diamagnetik, bahan paramagnetik dan bahan ferro magnetik. Bahan diamagnetik marupakan bahan yang sedikit ditolak oleh medan magnet, contohnya adalah emas, tembaga, dll. Bahan para magnetik merupakan bahan yang ditarik dengan gaya yang sangat lemah dalam medan magnet, contohnya adalah alumunium, magnesium, dll. Bahan ferromagnetik merupakan bahan yang ditarik dengan kuat dalam medan magnet. Hal.: 19 Isi dengan Judul Halaman Terkait Adaptif
  • 20.
    Adaptif INDUKSI ELEKTROMAGNETIK Fluks magnetik adalah banyaknya garis medan magnetik yang menembus permukaan bidang dalam arah tegak lurus. Induksi elektromagnetik adalah gejala timbulnya gaya gerak listrik di dalam suatu konduktor bila terdapat perubahan fluks magnetik pada konduktor tersebut Hal.: 20 Isi dengan Judul Halaman Terkait
  • 21.
    INDUKSI ELEKTROMAGNETIK Fluksmagnet N B a A f = ABcosa Keterangan: F = fluks magnet (Wb) B = induksi magnet (T) A = luas permukaan (m2) a = sudut antara B dengan garis normal bidang Hal.: 21 Isi dengan Judul Halaman Terkait Adaptif
  • 22.
    INDUKSI ELEKTROMAGNETIK e=- Df N ind D t Keterangan: eind = gaya gerak listrik induksi (volt) DF = perubahan fluks magnet (Wb) N = jumlah lilitan Dt = selang waktu (s) Hukum Faraday-Lenz’s Source: www.radioelectronicschool.net Hal.: 22 Isi dengan Judul Halaman Terkait Adaptif
  • 23.
    INDUKSI ELECTROMAGNETIK Contoh Sebuah kumparan mempunyai 100 lilitan dan dalam waktu 0,01 s menimbulkan perubahan fluk magnetik sebesar 10-4 Wb, hitung gaya gerak listrik induksi pada ujung-ujung kumpatan? Penyelesaian e = - D f N ind N = 100 Df = 10-4 Wb Dt = 0,01 s eind = …..? volt Wb s t D æ 100 10 = - = - 1 4 - 0,01 ö ÷ ÷ø ç çè Jadi, gaya gerak listrik induksi pada ujung-ujung kumparan adalah 1 volt. Hal.: 23 Isi dengan Judul Halaman Terkait Adaptif
  • 24.
    GENERATOR LISTRIK NAB t ind e = - w cosw Keterangan: N = jumlah lilitan B = induksi magnet (T) A = luas bidang kumparan (m2) w = kecepatan sudut (rad/s) t = waktu (s) Source: http://members.shaw.ca/len92/acdc_inside_generator.gif Hal.: 24 Isi dengan Judul Halaman Terkait Adaptif
  • 25.
    GENERATOR LISTRIK Source:http://www.ncert.nic.in/html 2 3 Skema generator AC 4 1. cincin 2. kumparan 3. rangkaian luar 4. sikat 5. Rotor luar 1 5 Hal.: 25 Isi dengan Judul Halaman Terkait Adaptif
  • 26.
    GENERATOR LISTRIK Skemagenerator DC 1 2 3 1. sikat 2. pelindung 3. komutator Hal.: 26 Isi dengan Judul Halaman Terkait Adaptif
  • 27.
    INDUKTANSI Nilai gayagerak listrik induksi diri yang terjadi pada rang-kaian atau kumparan tergantung pada laju perubahan arus. L I i D e =- D t Keterangan: eind = gaya gerak listrik insduksi diri (volt) DI = perubahan arus listrik (A) L = induktansi Dt = selang waktu (s) Hal.: 27 Isi dengan Judul Halaman Terkait Adaptif
  • 28.
    INDUKTANSI Contoh Sebuahkumparan mempunyai induktansi 5 H dan sebuah resistor yang mempunyai hambatan 20 W. Keduanya dipasang pada sumber tegangan 100 volt. Hitung energi yang tersimpan pada kumparan jika arus mencapai nilaimaksimum? Penyelesaian Arus maksimum = e = R I 100 sehingga volt A W 1 1 5 20 = 2 2 W = L I = H A J 2 63 (5 )(5 ) 2 = Jadi, energi yang tersimpan pada kumparan adalah 63 J e = 100 volt R = 20 W L = 5 H W = ….? Hal.: 28 Isi dengan Judul Halaman Terkait Adaptif
  • 29.
    TRANSFORMATOR Keterangan: Vp= tegangan primer (volt) Vs = tegangan sekunder (volt) Np = jumlah lilitan primer Ns = jumlah lilitan sekunder Ip = arus listrik primer (A) Is = arus listrik sekunder (A) Hal.: 29 Isi dengan Judul Halaman Terkait Adaptif
  • 30.
    TRANSFORMATOR Efisiensi transformator P h = 1 x P 100% 2 Keterangan : h = transformator P1 = daya primer (watt) P2 = daya sekunder (watt) Hal.: 30 Isi dengan Judul Halaman Terkait Adaptif
  • 31.
    LATIHAN 1. Salahsatu kutub sebuah magnet digerakkan masuk ke dalam sebuah kumparan. Arah arus induksi yang timbul pada kumpa-ran berlawanan dengan arah putaran jarum jam. a. kutub apa yang dimasukkan? b. bagaimana arah arus induksi jika magnet ditarik keluar? 2. Jelaskan prinsip kerja generator dan apa perbedaan antara generator arus bolak-balik dengan generator arus searah? Pada rangkaian seperti gambar di samping, tentukan tetapan waktu rangkaian dan energi yang tersim-pan pada induktor, ketika arus mencapai nilai maksimum? 3. 8 W 4 H 24 volt S Hal.: 31 Isi dengan Judul Halaman Terkait Adaptif
  • 32.
    Hal.: 32 Isidengan Judul Halaman Terkait Adaptif