Dosen Pembimbing :
Sylvina Tebriani, S.Si, M.Si
A. Relativitas Klasik
1. Transformasi Galileo
Transformasi
Galileo
mempelajari
bagaimana peristiwa fisika didalam suatu
sistem koordinat S yang bergerak dengan
kecepatan tetap terlihat dari kacamata suatu
sistem S’ yang bergerak dengan kecepatan
tetap yang lain.
• jarak merupakan besaran yang invarian terhadap transformasi
Galileo

• Di peroleh dari percobaan pengamatan
Untuk pengamat diam
Untuk pengamat bergerak
Sehingga

x’ = x - vt
y’ = y
z’ = z
t’ = t
Ux = Ux-V
Uy = Uy
Uz = Uz

O : x, y, z, t
O’: x’, y’, z’

Trans. Koord. Galilei

Trans. Kecepatan Galilei
2. Kerangka acuan mutlak
Dengan menarik anologi dari gelombang
mekanik,maka gelombang elektro magnetik
merambat dalam medium ,yaitu medium yang
di hipotesiskan sebagai “eter”.
Bila eter ada dalam keadaan tak bergerak
mutlak,maka zat perantara ini sangat baik
Jadi disimpulkan bahwa eter itu tidak
pernah ada dan sekaligus tidak ada kerangka
acuan mutlak.
B. Postulat Enstein
• Postulat pertama :
Hukum-hukum fisika dapat dinyatakan dalam
persamaan-persamaan matematika yang sama
bentuknya bagi semua kerangka acuan inersial.
• Postulat kedua :
Cepat rambat cahaya dalam ruang bebas sama
harganya bagi semua pengamat, dan tidak
bergantung pada keadaaan gerak pengamat.
2. Transformasi Lorentz
Ditemukan oleh seorang Fisikawan Belanda H.A. Lorentz
yang
menunjukkan
bahwa
rumusan
dasar
dari
keelektromagnetan sama dalam semua kerangka acuan yang
dipakai.
> transformasi lorentz

x =

y’ = y
z’ = z

t’ =
 Transformasi balikan lorentz
x=

y = y’
z = z’

t=
C. Gejala Relativitas Khusus Einstein
1. Dilatasi waktu
Dilatasi berasal dari kata dilation yang berarti
memuai atau mengambang. Dilatasi atau pemuaian
waktu merupakan konsekuensi dari postulatpostulat einstein.
2. Kontraksi panjang
Kontraksi panjang dinyatakan dg:
3. Efek Doppler Relativistik
radiasi tegak arah gerak

untuk sumber dan pengamat saling menjauh

untuk sumber dan pengamat saling mendekat
D. Dinamika Relativistik
1.

Hubungan Momentum dan Energi
Dari hubungan energi :
E =

dan momentum
Maka

p=

E=

dan persamaan momentum relativistik :
P2c2 =

P2 =
Dengan mengurangi p2c2 dari E2
menghasilkan
E =

Menurut rumusan itu, bila ada
partikel dengan m0 = 0, maka
hubungan antara energi dan
momentumnya harus diberikan
dengan
Partikel tak bersama.
E = pc
2. Kesetaraan massa dan energi
Hubungan yang paling terkenal yang di peroleh Enstein dari Postulat
relativitas khusus ialah mengenai massa dan energi., yaitu :

E = m.c2
Hubungannya dapat diturunkan secara langsung dari defenisi energy
kinetic K dari suatu benda yang bergerak.
K=
dan

F=

sehingga energi kinetik :

K =
TEORI RELATIVITAS KHUSUS

TEORI RELATIVITAS KHUSUS

  • 1.
    Dosen Pembimbing : SylvinaTebriani, S.Si, M.Si
  • 2.
    A. Relativitas Klasik 1.Transformasi Galileo Transformasi Galileo mempelajari bagaimana peristiwa fisika didalam suatu sistem koordinat S yang bergerak dengan kecepatan tetap terlihat dari kacamata suatu sistem S’ yang bergerak dengan kecepatan tetap yang lain.
  • 3.
    • jarak merupakanbesaran yang invarian terhadap transformasi Galileo • Di peroleh dari percobaan pengamatan Untuk pengamat diam Untuk pengamat bergerak Sehingga x’ = x - vt y’ = y z’ = z t’ = t Ux = Ux-V Uy = Uy Uz = Uz O : x, y, z, t O’: x’, y’, z’ Trans. Koord. Galilei Trans. Kecepatan Galilei
  • 4.
    2. Kerangka acuanmutlak Dengan menarik anologi dari gelombang mekanik,maka gelombang elektro magnetik merambat dalam medium ,yaitu medium yang di hipotesiskan sebagai “eter”. Bila eter ada dalam keadaan tak bergerak mutlak,maka zat perantara ini sangat baik Jadi disimpulkan bahwa eter itu tidak pernah ada dan sekaligus tidak ada kerangka acuan mutlak.
  • 5.
    B. Postulat Enstein •Postulat pertama : Hukum-hukum fisika dapat dinyatakan dalam persamaan-persamaan matematika yang sama bentuknya bagi semua kerangka acuan inersial. • Postulat kedua : Cepat rambat cahaya dalam ruang bebas sama harganya bagi semua pengamat, dan tidak bergantung pada keadaaan gerak pengamat.
  • 6.
    2. Transformasi Lorentz Ditemukanoleh seorang Fisikawan Belanda H.A. Lorentz yang menunjukkan bahwa rumusan dasar dari keelektromagnetan sama dalam semua kerangka acuan yang dipakai. > transformasi lorentz x = y’ = y z’ = z t’ =
  • 7.
     Transformasi balikanlorentz x= y = y’ z = z’ t=
  • 8.
    C. Gejala RelativitasKhusus Einstein 1. Dilatasi waktu Dilatasi berasal dari kata dilation yang berarti memuai atau mengambang. Dilatasi atau pemuaian waktu merupakan konsekuensi dari postulatpostulat einstein. 2. Kontraksi panjang Kontraksi panjang dinyatakan dg:
  • 9.
    3. Efek DopplerRelativistik radiasi tegak arah gerak untuk sumber dan pengamat saling menjauh untuk sumber dan pengamat saling mendekat
  • 10.
    D. Dinamika Relativistik 1. HubunganMomentum dan Energi Dari hubungan energi : E = dan momentum Maka p= E= dan persamaan momentum relativistik : P2c2 = P2 =
  • 11.
    Dengan mengurangi p2c2dari E2 menghasilkan E = Menurut rumusan itu, bila ada partikel dengan m0 = 0, maka hubungan antara energi dan momentumnya harus diberikan dengan Partikel tak bersama. E = pc
  • 12.
    2. Kesetaraan massadan energi Hubungan yang paling terkenal yang di peroleh Enstein dari Postulat relativitas khusus ialah mengenai massa dan energi., yaitu : E = m.c2 Hubungannya dapat diturunkan secara langsung dari defenisi energy kinetic K dari suatu benda yang bergerak. K= dan F= sehingga energi kinetik : K =