Kelompok 6:
1.Cintia Agtasia Putri (4201412030)
2.Nurul Faizah (4201412040)
LISTRIK DINAMIS
Listrik mengalir
Klik
Klik
Klik
Menentukan arus listrik dan arus elektron.
Arah elektronArah arus listrik
Arus elektron adalah aliran elektron dari potensial
rendah ke potensial tinggi
Arus lisrik adalah aliran muatan positif dari potensial
tinggi ke potensial rendah
Klik
Klik Klik
Menentukan syarat arus listrik dapat mengalir
pada suatu rangkaian
• Mengapa Lampu mati ?
Rangkaian Terbuka
• Mengapa Lampu menyala ?
Rangkaian Tertutup
Dalam rangkaian apa agar Arus listrik dapat mengalir ?
Klik
Klik
Klik
Klik
Klik
Beda Potensial
hA > hB
EPA > EPB
hA = hB
EPA = EPB
Potensial A = Potensial B
Air dapat mengalir jika ada perbedaan potensial
Klik
Klik
Apa yang akan terjadi
ketika kran diantara kedua
bejana dibuka ?
hA
hB
hA hB
Klik
Klik
Apakah air yang mengalir
dari bejana A ke bejana B
sampai air di bejana A
habis ?
Klik
Benda A Potensial tinggi Benda B Potensial rendah
Arus listrik dapat mengalir jika ada beda potensial
Konduktor
Arus elektron
Arus listrik
Klik
Klik
Klik
Kesimpulan
Dua syarat apa yang harus dipenuhi agar arus listrik dapat
mengalir dalam suatu rangkaian ?
Arus listrik analok dengan arus air
Apakah ketika
terjadi aliran
muatan listrik dari B
ke A sampai
muatan di B habis ?
Ketika benda A dan B memiliki jumlah dan jenis muatan
muatan yang sama maka kedua benda dapat dikatakan telah
memiliki potensial yang bagaimana ?
Kuat Arus Listrik
Kuat arus listrik adalah banyaknya muatan
yang mengalir pada penghantar tiap detik.
I = Kuat arus listrik ( Ampere )
Q = muatan ( Coulomb )
t = waktu ( secon )t
Q
I =
Klik
Klik
P
Hitung berapa banyak
muatan positif yang melewati
titik P dalam 10 sekon
Klik warna hijau ( mulai )
Klik warna merah ( berhenti )
Klik
Klik
Klik
Klik
Satu Ampere didefinisikan sebagai muatan listrik sebesar 1 coulomb
yang mengalir dalam penghantar selama satu sekon
1 A = 1 C/sKlik
Pengukuran Kuat arus listrik
Amperemeter adalah alat yang digunakan untuk
mengukur kuat arus listrik
Pemasangan Amperemeter dalam rangkaian
listrik disusun secara seri ( tidak bercabang )
Klik
Klik
Klik
Klik
Nilai yang terukur =
Cara membaca Amperemeter
skala maksimum
skala yang ditunjuk jarum
skala batas ukur
Nilai yang ditunjuk jarum
Nilai maksimum
34
100
X 1 = 0,34 A
Klik
Klik
Klik
x Batas ukur
Beda Potensial
Klik Klik
Klik
Apa yang dapat kita
lakukan agar air
selalu dapat mengalir
dari bejana A ke
bejana B ?
Klik
Klik Dengan mengangkat air dari bejana B dan
memasukkan ke bejana A maka air yang ada di
bejana A selalu memiliki energi lebih tinggi.
Benda A
Potensial tinggi
Benda B
Potensial rendah
KonduktorArus elektron
Arus listrik
Klik
Klik
Beda Potensial Listrik
Energi yang diperlukan untuk
memindah muatan listrik tiap
satuan muatan
Benda C
Potensial rendah
Benda D
Potensial tinggi
Konduktor
Arus listrik
Arus elektron
Klik
Q
W
V =
Definisi Beda potensial listrik
V = Beda Potensial ( Volt )
W = Energi ( Joule )
Q = Muatan ( Coulomb )
1 Volt = 1J/C
Satu volt didefinisikan
untuk memindah muatan
listrik sebesar 1 Coulumb
memerlukan energi
sebesar 1 Joule.
Benda C
Potensial rendah
Benda D
Potensial tinggi
Konduktor
Arus listrik
Arus elektron
Klik
Klik
Pengukuran Beda Potensial
• Voltmeter adalah alat
yang digunakan untuk
mengukur beda
potensial listrik
( tegangan )
• Pemasangan voltmeter
dalam rangkaian listrik
disusun secara parallel
seperti gambar.
Klik
Klik
Cara Membaca Voltmeter
Skala yang ditunjuk jarum
Skala maksimum
Batas ukur
Nilai yang terukur = ….
Klik
HUKUM OHM
Jml
Baterai
V I
1
2
3
1,20,20 2,60,40 4,00,54
Dari tabel data dapat kita
ketahui jika beda potensial
diperbesar maka kuat arus
listriknya juga turut
membesar.
Hubungan apa yang
didapatkan antara beda
potensial dengan kuat
arus listrik?
Buatlah grafik hubungan
antara beda potensial
dengan kuat arus listrik.
Klik
KlikKlik
Klik
KlikKlik
Klik
Klik
Klik
Klik
Grafik Hubungan
Beda potensail (V) terhadap
kuat arus listrik ( I )
0,1
I( A)
V(volt)
0,2 0,3 0,4 0,5 0,6
1,0
2,0
3,0
4,0
5,0
V Ι~
V Ι R=
V
Ι
R
= Beda potensial ( volt )
= Kuat arus listrik ( A )
= Hambatan ( Ω )
Klik
Klik V I
1,2 0,2
2,6 0,4
4,0 0,54
Data
Klik
Klik
Grafik Hubungan Hambatan (R)
terhadap kuat arus listrik ( I )
0,25
I( A)
R(Ω)
0,50 0,75 1,0 1,5
10
20
30
40
50
Data
R 10 20 30 40
I 1,0 0,5 0,3 0,25
Jika V dibuat tetap = 10 V
I1 =
V
R
I1 =
10
10
I1 = 1,0 A
I2 =
V
R
I2 =
10
20
I2 = 0,5 A
I3 =
V
R
I3 =
10
30
I3 = 0,3 A
I4 =
V
R
I4 =
10
40
I4 = 0,25 A
R
V
=
I
Klik Klik
Klik
Tujuan : Menyelidiki faktor yang mempengaruhi
besar hambatan kawat
1
Variabel manipulasi : panjang kawat
Variabel respon : hambatan kawat
Variabel kontrol : jenis kawat, luas penampang kawat
A
B
IA > IB
RA < RB
lA < lB
Semakin panjang kawat maka hambatan kawat semakin besar
R ~ ℓ
Hambatan kawat sebanding dengan panjang kawat.
Klik
Klik
Klik
Klik
Variabel manipulasi : jenis kawat
Variabel respon : Hambatan
Variabel kontrol : panjang, luas penampang kawat
2
IA < IB
RA > RB
ρAℓ > ρCu
Semakin besar hambatan jenis kawat maka hambatan kawat semakin besar
Hambatan kawat sebanding dengan hambatan jenis kawat.
R ρ~
A B
Klik
Klik
Tembaga
Alluminium
3
Variabel manipulasi : luas penampang kawat
Variabel respon : hambatan kawat
Variabel kontrol : jenis kawat, panjang kawat
IA < IB
RA > RB
AA < AB
Semakin besar luas penampang kawat maka hambatan kawat semakin kecil
Hambatan kawat berbanding terbalik dengan luas penampang kawat.
R 1
A~
A B
Klik
Faktor yang mempengaruhi besar
hambatan pada kawat adalah :
1. Panjang kawat ( l )
2. Luas penampang kawat ( A )
3. Hambatan jenis kawat ( ρ )
A
ρR

=
R = Hambatan (Ω )
l = Panjang kawat ( m )
Α = Luas penampang kawat ( m2
)
ρ = Hambatan jenis kawat ( Ω m )
Klik
Konduktor dan Isolator
kayu
plastik
alluminium
besi
tembaga
Kayu isolator
Plastik isolator
Alluminium konduktor
Besi konduktor
Tembaga konduktor
Klik
Klik
Klik Klik
Klik
Klik
Klik
Klik
Klik
Klik
Klik
Klik
Klik
Hukum I Kirchoff
Pada rangkaian tidak bercabang ( seri ) kuat arus listrik
dimana-mana sama
L1 L2
Rangkaian seri
Berapakah kuat arus yang mengalir pada lampu 1 dan lampu 2
Klik
Klik
Klik
Klik
Klik
Pada rangkaian bercabang (Paralel) Jumlah kuat arus
listrik yang masuk pada titik cabang sama dengan
jumlah kuat arus yang keluar dari titik cabang
L1
L2
Rangkaian Paralel
Σ Imasuk = Σ Ikeluar
Apakah ketiga amperemeter menunjukkan angka yang sama ?
Klik
Klik
Klik
Klik
Klik
Klik
Susunan seri pada Hambatan
a b c d
R1
R2 R3
Vab Vbc Vcd
Vad = Vab + Vbc + Vcd
Rsa d
I Rs = I R1 I R2 I R3++
Vad
Rs = R1 R2 R3++
Susunan Paralel pada Hambatan
a b
R1
R2
R3
I = I1 + I2 + I3
Rpa
RP
R1 R2
R3
++
Vab
RP R1 R2 R3
++
b
I
I1
I2
I3
I
VabVab VabVab
=
=
1 1 1 1
GAYA GERAK LISTRIK (E)
• Gaya gerak listrik adalah beda potensial antara ujung-
ujung sumber tegangan pada saat tidak mengalirkan
arus listrik atau dalam rangkaian terbuka.
V
Pengukura ggl
TEGANGAN JEPIT (V)
• Tegangan jepit adalah beda potensial antara ujung –
ujung sumber tegangan saat mengalirkan arus listrik
atau dalam rangkaian tertutup .
V
Pengukura Tegangan Jepit
Susunan Seri GGL
E
r
E E
r r
Etotal = n E
rtotal = n r
E = ggl ( volt)
r = hambatan dalam ( Ω )
n = jumlah baterai
Susunan Paralel GGL
E
r
E
E
r
r
Etotal = E
rtotal =
r
n
Hukum Ohm dalam rangkaian tertutup
Untuk sebuah ggl
Kuat arus yang mengalir dalam rangkaian
I = Kuat arus ( A )
E = ggl ( volt )
R = hambatan luar ( Ω )
r = hambatan dalam ( Ω )
Vpq
= tegangan jepit ( volt )
E , r
p qR
I
Tegangan jepit
rR
E
I
+
=
Vpq = I R
E = Vpq + I r
Hubungan ggl dengan tegangan jepit
Hukum Kirchoff
I
Pada rangkaian tak bercabang, kuat arus di
titik manapun dalam rangkaian adalah sama
besar (Hk. Kirchoff 1)
Hukum Kirchoff
I
I1
I2
I3Pada rangkaian bercabang kuat arus
yang masuk ke titik percabangan sama
dengan jumlah kuat arus yang
keluar dari titik percabangan tersebut.
(Hk. Kirchoff II)
Sumber Tegangan
• Supaya arus listrik dapat terus
mengalir dalam suatu
penghantar, maka pada ujung
– ujung penghantar itu harus
selalu ada beda potensial.
• Alat yang dapat mengadakan
selisih atau beda potensial
disebut sumber tegangan
atau sumber arus listrik.
• Beberapa macam sumber
tegangan antara lain :
• Elemen Primer
( Sumber tegangan yang tidak dapat “diisi ulang)
1. Elemen Volta, terdiri dari komponen :
Larutan asam
sulfat encer
Lempeng seng
Batang tembaga
2. Elemen Kering ( batu baterai )
Beda potensial = 1,5 V
Elemen Sekunder ( dapat “diisi” kembali )
 Akkumulator (aki )
Pada saat aki digunakan terjadi perubahan energi kimia
menjadi energi listrik.
Pada saat akku diisi ulang terjadi perubahan energi listrik
menjadi energi kimia
Bagia
n –
bagia
n dari
aki
Pengertian Energi Listrik
• Energi listrik adalah
besarnya usaha
untuk memindahkan
muatan Q pada
beda potensial V
• W = Q V
• Karena Q = It, maka
W = V I t satuan = Joule
V
Dengan menggunakan Hukum Ohm
V = I R, maka persamaan energi
listrik juga dapat ditulis :
t
R
V
W
RtIW
2
2
=
=
Energi listrik dapat diubah
menjadi energi lain, seperti :
• Energi Panas / Kalor
• Energi Gerak
• Energi Cahaya
• Energi Bunyi
• Dll
Daya Listrik
• Daya listrik adalah
besarnya energi listrik per
satuan waktu.
• P = W / t ( Joule/sekon )
• Dari persamaan energi
listrik di depan, maka
daya listrik, dapat ditulis :
R
V
W
RIP
VIP
2
2
=
=
=
Satuan daya listrik dan energi
listrik
• Satuan daya = joule/sekon
sering disebut sebagai watt
• Satuan energi juga dapat
dinyatakan dalam waat, yaitu
watt-jam atau Wh
• 1 Wh = 1 J/s x 3600 s = 3600 J
• 1 KWh = 1000 Wh = 3600 kJ
• 20 V, 50 W

listrik dinamis

  • 1.
    Kelompok 6: 1.Cintia AgtasiaPutri (4201412030) 2.Nurul Faizah (4201412040) LISTRIK DINAMIS Listrik mengalir Klik Klik Klik
  • 2.
    Menentukan arus listrikdan arus elektron. Arah elektronArah arus listrik Arus elektron adalah aliran elektron dari potensial rendah ke potensial tinggi Arus lisrik adalah aliran muatan positif dari potensial tinggi ke potensial rendah Klik Klik Klik
  • 3.
    Menentukan syarat aruslistrik dapat mengalir pada suatu rangkaian • Mengapa Lampu mati ? Rangkaian Terbuka • Mengapa Lampu menyala ? Rangkaian Tertutup Dalam rangkaian apa agar Arus listrik dapat mengalir ? Klik Klik Klik Klik Klik
  • 4.
    Beda Potensial hA >hB EPA > EPB hA = hB EPA = EPB Potensial A = Potensial B Air dapat mengalir jika ada perbedaan potensial Klik Klik Apa yang akan terjadi ketika kran diantara kedua bejana dibuka ? hA hB hA hB Klik Klik Apakah air yang mengalir dari bejana A ke bejana B sampai air di bejana A habis ? Klik
  • 5.
    Benda A Potensialtinggi Benda B Potensial rendah Arus listrik dapat mengalir jika ada beda potensial Konduktor Arus elektron Arus listrik Klik Klik Klik Kesimpulan Dua syarat apa yang harus dipenuhi agar arus listrik dapat mengalir dalam suatu rangkaian ? Arus listrik analok dengan arus air Apakah ketika terjadi aliran muatan listrik dari B ke A sampai muatan di B habis ? Ketika benda A dan B memiliki jumlah dan jenis muatan muatan yang sama maka kedua benda dapat dikatakan telah memiliki potensial yang bagaimana ?
  • 6.
    Kuat Arus Listrik Kuatarus listrik adalah banyaknya muatan yang mengalir pada penghantar tiap detik. I = Kuat arus listrik ( Ampere ) Q = muatan ( Coulomb ) t = waktu ( secon )t Q I = Klik Klik P Hitung berapa banyak muatan positif yang melewati titik P dalam 10 sekon Klik warna hijau ( mulai ) Klik warna merah ( berhenti ) Klik Klik Klik Klik Satu Ampere didefinisikan sebagai muatan listrik sebesar 1 coulomb yang mengalir dalam penghantar selama satu sekon 1 A = 1 C/sKlik
  • 7.
    Pengukuran Kuat aruslistrik Amperemeter adalah alat yang digunakan untuk mengukur kuat arus listrik Pemasangan Amperemeter dalam rangkaian listrik disusun secara seri ( tidak bercabang ) Klik Klik Klik Klik
  • 8.
    Nilai yang terukur= Cara membaca Amperemeter skala maksimum skala yang ditunjuk jarum skala batas ukur Nilai yang ditunjuk jarum Nilai maksimum 34 100 X 1 = 0,34 A Klik Klik Klik x Batas ukur
  • 9.
    Beda Potensial Klik Klik Klik Apayang dapat kita lakukan agar air selalu dapat mengalir dari bejana A ke bejana B ? Klik Klik Dengan mengangkat air dari bejana B dan memasukkan ke bejana A maka air yang ada di bejana A selalu memiliki energi lebih tinggi.
  • 10.
    Benda A Potensial tinggi BendaB Potensial rendah KonduktorArus elektron Arus listrik Klik Klik Beda Potensial Listrik Energi yang diperlukan untuk memindah muatan listrik tiap satuan muatan Benda C Potensial rendah Benda D Potensial tinggi Konduktor Arus listrik Arus elektron Klik Q W V = Definisi Beda potensial listrik V = Beda Potensial ( Volt ) W = Energi ( Joule ) Q = Muatan ( Coulomb ) 1 Volt = 1J/C Satu volt didefinisikan untuk memindah muatan listrik sebesar 1 Coulumb memerlukan energi sebesar 1 Joule. Benda C Potensial rendah Benda D Potensial tinggi Konduktor Arus listrik Arus elektron Klik Klik
  • 11.
    Pengukuran Beda Potensial •Voltmeter adalah alat yang digunakan untuk mengukur beda potensial listrik ( tegangan ) • Pemasangan voltmeter dalam rangkaian listrik disusun secara parallel seperti gambar. Klik Klik
  • 12.
    Cara Membaca Voltmeter Skalayang ditunjuk jarum Skala maksimum Batas ukur Nilai yang terukur = …. Klik
  • 13.
    HUKUM OHM Jml Baterai V I 1 2 3 1,20,202,60,40 4,00,54 Dari tabel data dapat kita ketahui jika beda potensial diperbesar maka kuat arus listriknya juga turut membesar. Hubungan apa yang didapatkan antara beda potensial dengan kuat arus listrik? Buatlah grafik hubungan antara beda potensial dengan kuat arus listrik. Klik KlikKlik Klik KlikKlik Klik Klik Klik Klik
  • 14.
    Grafik Hubungan Beda potensail(V) terhadap kuat arus listrik ( I ) 0,1 I( A) V(volt) 0,2 0,3 0,4 0,5 0,6 1,0 2,0 3,0 4,0 5,0 V Ι~ V Ι R= V Ι R = Beda potensial ( volt ) = Kuat arus listrik ( A ) = Hambatan ( Ω ) Klik Klik V I 1,2 0,2 2,6 0,4 4,0 0,54 Data Klik Klik
  • 15.
    Grafik Hubungan Hambatan(R) terhadap kuat arus listrik ( I ) 0,25 I( A) R(Ω) 0,50 0,75 1,0 1,5 10 20 30 40 50 Data R 10 20 30 40 I 1,0 0,5 0,3 0,25 Jika V dibuat tetap = 10 V I1 = V R I1 = 10 10 I1 = 1,0 A I2 = V R I2 = 10 20 I2 = 0,5 A I3 = V R I3 = 10 30 I3 = 0,3 A I4 = V R I4 = 10 40 I4 = 0,25 A R V = I Klik Klik Klik
  • 16.
    Tujuan : Menyelidikifaktor yang mempengaruhi besar hambatan kawat 1 Variabel manipulasi : panjang kawat Variabel respon : hambatan kawat Variabel kontrol : jenis kawat, luas penampang kawat A B IA > IB RA < RB lA < lB Semakin panjang kawat maka hambatan kawat semakin besar R ~ ℓ Hambatan kawat sebanding dengan panjang kawat. Klik Klik Klik Klik
  • 17.
    Variabel manipulasi :jenis kawat Variabel respon : Hambatan Variabel kontrol : panjang, luas penampang kawat 2 IA < IB RA > RB ρAℓ > ρCu Semakin besar hambatan jenis kawat maka hambatan kawat semakin besar Hambatan kawat sebanding dengan hambatan jenis kawat. R ρ~ A B Klik Klik Tembaga Alluminium
  • 18.
    3 Variabel manipulasi :luas penampang kawat Variabel respon : hambatan kawat Variabel kontrol : jenis kawat, panjang kawat IA < IB RA > RB AA < AB Semakin besar luas penampang kawat maka hambatan kawat semakin kecil Hambatan kawat berbanding terbalik dengan luas penampang kawat. R 1 A~ A B Klik
  • 19.
    Faktor yang mempengaruhibesar hambatan pada kawat adalah : 1. Panjang kawat ( l ) 2. Luas penampang kawat ( A ) 3. Hambatan jenis kawat ( ρ ) A ρR  = R = Hambatan (Ω ) l = Panjang kawat ( m ) Α = Luas penampang kawat ( m2 ) ρ = Hambatan jenis kawat ( Ω m ) Klik
  • 20.
    Konduktor dan Isolator kayu plastik alluminium besi tembaga Kayuisolator Plastik isolator Alluminium konduktor Besi konduktor Tembaga konduktor Klik Klik Klik Klik Klik Klik Klik Klik Klik Klik Klik Klik Klik
  • 21.
    Hukum I Kirchoff Padarangkaian tidak bercabang ( seri ) kuat arus listrik dimana-mana sama L1 L2 Rangkaian seri Berapakah kuat arus yang mengalir pada lampu 1 dan lampu 2 Klik Klik Klik Klik Klik
  • 22.
    Pada rangkaian bercabang(Paralel) Jumlah kuat arus listrik yang masuk pada titik cabang sama dengan jumlah kuat arus yang keluar dari titik cabang L1 L2 Rangkaian Paralel Σ Imasuk = Σ Ikeluar Apakah ketiga amperemeter menunjukkan angka yang sama ? Klik Klik Klik Klik Klik Klik
  • 23.
    Susunan seri padaHambatan a b c d R1 R2 R3 Vab Vbc Vcd Vad = Vab + Vbc + Vcd Rsa d I Rs = I R1 I R2 I R3++ Vad Rs = R1 R2 R3++
  • 24.
    Susunan Paralel padaHambatan a b R1 R2 R3 I = I1 + I2 + I3 Rpa RP R1 R2 R3 ++ Vab RP R1 R2 R3 ++ b I I1 I2 I3 I VabVab VabVab = = 1 1 1 1
  • 25.
    GAYA GERAK LISTRIK(E) • Gaya gerak listrik adalah beda potensial antara ujung- ujung sumber tegangan pada saat tidak mengalirkan arus listrik atau dalam rangkaian terbuka. V Pengukura ggl
  • 26.
    TEGANGAN JEPIT (V) •Tegangan jepit adalah beda potensial antara ujung – ujung sumber tegangan saat mengalirkan arus listrik atau dalam rangkaian tertutup . V Pengukura Tegangan Jepit
  • 27.
    Susunan Seri GGL E r EE r r Etotal = n E rtotal = n r E = ggl ( volt) r = hambatan dalam ( Ω ) n = jumlah baterai Susunan Paralel GGL E r E E r r Etotal = E rtotal = r n
  • 28.
    Hukum Ohm dalamrangkaian tertutup Untuk sebuah ggl Kuat arus yang mengalir dalam rangkaian I = Kuat arus ( A ) E = ggl ( volt ) R = hambatan luar ( Ω ) r = hambatan dalam ( Ω ) Vpq = tegangan jepit ( volt ) E , r p qR I Tegangan jepit rR E I + = Vpq = I R E = Vpq + I r Hubungan ggl dengan tegangan jepit
  • 29.
    Hukum Kirchoff I Pada rangkaiantak bercabang, kuat arus di titik manapun dalam rangkaian adalah sama besar (Hk. Kirchoff 1)
  • 30.
    Hukum Kirchoff I I1 I2 I3Pada rangkaianbercabang kuat arus yang masuk ke titik percabangan sama dengan jumlah kuat arus yang keluar dari titik percabangan tersebut. (Hk. Kirchoff II)
  • 31.
    Sumber Tegangan • Supayaarus listrik dapat terus mengalir dalam suatu penghantar, maka pada ujung – ujung penghantar itu harus selalu ada beda potensial. • Alat yang dapat mengadakan selisih atau beda potensial disebut sumber tegangan atau sumber arus listrik. • Beberapa macam sumber tegangan antara lain :
  • 32.
    • Elemen Primer (Sumber tegangan yang tidak dapat “diisi ulang) 1. Elemen Volta, terdiri dari komponen : Larutan asam sulfat encer Lempeng seng Batang tembaga
  • 33.
    2. Elemen Kering( batu baterai ) Beda potensial = 1,5 V
  • 34.
    Elemen Sekunder (dapat “diisi” kembali )  Akkumulator (aki ) Pada saat aki digunakan terjadi perubahan energi kimia menjadi energi listrik. Pada saat akku diisi ulang terjadi perubahan energi listrik menjadi energi kimia Bagia n – bagia n dari aki
  • 35.
    Pengertian Energi Listrik •Energi listrik adalah besarnya usaha untuk memindahkan muatan Q pada beda potensial V • W = Q V • Karena Q = It, maka W = V I t satuan = Joule V
  • 36.
    Dengan menggunakan HukumOhm V = I R, maka persamaan energi listrik juga dapat ditulis : t R V W RtIW 2 2 = =
  • 37.
    Energi listrik dapatdiubah menjadi energi lain, seperti : • Energi Panas / Kalor • Energi Gerak • Energi Cahaya • Energi Bunyi • Dll
  • 38.
    Daya Listrik • Dayalistrik adalah besarnya energi listrik per satuan waktu. • P = W / t ( Joule/sekon ) • Dari persamaan energi listrik di depan, maka daya listrik, dapat ditulis : R V W RIP VIP 2 2 = = =
  • 39.
    Satuan daya listrikdan energi listrik • Satuan daya = joule/sekon sering disebut sebagai watt • Satuan energi juga dapat dinyatakan dalam waat, yaitu watt-jam atau Wh • 1 Wh = 1 J/s x 3600 s = 3600 J • 1 KWh = 1000 Wh = 3600 kJ • 20 V, 50 W