BERDASARKAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN

       RIZAL M SUHARDI – SMPN 1 PRINGGABAYA
LISTRIK DINAMIS

                        Home                         Keluar
Pendahuluan

  Standar
Komp etensi          FISIKA      SMP
   Materi                 Untuk kelas IX semester Gasal

  Soal-soal

    Daftar                         KTSP
   Pustaka



              RIZAL M SUHARDI – SMPN 1 PRINGGABAYA
STANDAR KOMPETENSI

3.   Memahami konsep kelistrikan dan penerapannya dalam kehidupan sehari-
     hari

KOMPETENSI DASAR

3.2 Menganalisis percobaan listrik dinamis dalam suatu rangkaian       serta
   penerapannya dalam kehidupan sehari-hari

INDIKATOR
1.   Menjelaskan konsep arus listrik dan beda potensial listrik
2.   Membuat rangkaian komponen listrik dengan berbagai variasi baik seri
     maupun paralel
3.   Menyelidiki hubungan antara arus listrik dan beda potensial dalam suatu
     rangkaian (Hukum Ohm)
4.   Menggambarkan arus listrik dan beda potensial dalam bentuk tabel dan
     grafik.
5.   Menggunakan Hukum Kirchoff I untuk menghitung V dan I dalam rangkaian
6.   Menghitung hambatan pengganti rangkaian listrik seri dan paralel




             RIZAL M SUHARDI – SMPN 1 PRINGGABAYA
Pernahkah kalian :
1. Menyalakan lampu dirumah
2. Menyalakan kipas angin
3. Menyalakan radio
4. Menyalakan Komputer
5. Dll



  Bagaimana perlengkapan tersebut dapat
  menyala, apa yang sebenarnya terjadi ??
  Wah…. Bagaimana bisa seperti itu
  ya. ??????????
Arus Listrik




 Arus listrik adalah banyaknya muatan listrik yang
 mengalir dalam suatu penghantar per satuan waktu.
Secara matematis dinyatakan sebagai :


           q
        I
           t
      q= muatan listrik ( Coulomb )
      I = Kuat arus listrik (Ampere)
      t = waktu (sekon)


1 A = 1 C/s
 1 mA = 0,001 A
               µA (Mikroampere)= 0,000001 A
              Satu Ampere didefinisikan sebagai
               muatan listrik sebesar 1 coulomb
               yang mengalir dalam penghantar
               selama satu sekon

1 A = 1 C/s
Contoh
 Kuat arus pada sebuah muatan listrik sebesar 300 mA.
  Berapa besar muatan listrik yang mengalir pada
  rangkaian itu setiap menitnya ?
Dik : I = 300 mA = 300x 0,001 A = 0,3 A
      t = 1 menit = 60 s
Dit : q =........?
Jb :
           q
        I
           t
q=Ixt
q = 0,3 A 60 s = 18 C
Arus listrik di dalam suatu rangkaian hanya dapat
  mengalir di dalam suatu rangkaian tertutup.
Menentukan syarat arus listrik dapat mengalir pada suatu
   rangkaian
Klik
                                     Rangkaian Tertutup
Klik
    Rangkaian Terbuka               Klik




       • Mengapa Lampu mati ?           • Mengapa Lampu menyala ?
       Dalam rangkaian apa agar Arus listrik dapat mengalir ?
       INGAT >>>
Klik   Lampu Menyala Menunjukkan Adanya Arus Listrik.. Arus
       Listrik.Timbul Pada Rangkai Tertutup,,,,,,, Jadi Sakelar
Klik   Digunakan Untuk Membuat Rangkaian Listrik Menjadi
       Terbuka Atau Tertutup.
Rangkaian Terbuka           Rangkaian Tertutup
1.Rangkaian terbuka (tidak ada arus listrik
mengalir)
2.Rangkaian tertutup (ada arus listrik mengalir)
Aliran muatan listrik dalam suatu rangkaian dapat dianalogikan
                 (diumpakan) seperti aliran air.
Arah aliran elektron dari potensial rendah (kutub - ) ke potensial
tinggi ( kutub + ).
Arah arus listrik (sesuai konvensi) dari potensial tinggi (kutub   +)
ke potensial rendah ( kutub - ).




                                  Potensial
                                  tinggi




                                                          Potensial rendah
 Beda Potensial
Beda potensiallistrik adalah energi yang di
 gunakan untuk memindahkan muatan listrik tiap
 satu muatan
 Rumus

   W       V= Beda potensial ( volt )
V         W = Energi (joule)
   Q
           Q = Muatan listrik (coulomb)
Mengukur kuat arus listrik


 Alat untuk mengukur kuat arus listrik adalah amperemeter
  atau ammeter.
 Amperemeter disusun seri dengan komponen yang akan
  diukur kuat arusnya.
Cara membaca Amperemeter
Klik      skala maksimum
          skala yang ditunjuk jarum
          skala batas ukur
                                  Klik




  Klik
                        Nilai yang ditunjuk jarum
 Nilai yang terukur =                               x Batas ukur
                        Nilai maksimum
                             34
                                           X1       = 0,34 A
                             100
Saklar dan Sekering
   Saklar adalah alat untuk menyambung atau
           memutus aliran arus listrik.
                Saklar ada dua jenis :
  1. Saklar manual : menutup / membuka rangkaian
                listrik dengan tangan
2. . Saklar otomatis : bekerja dengan bantuan perlatan
                          listrik.
Sekering adalah alat untuk membatasi kuat
arus listrik maksimum yang mengalir.




                   ground
                                        arus

                                       sekering
                   netral



                                     penjepit
                     isolator
Sumber Tegangan
Sumber tegangan adalah alat
  yang dapat membuat beda
  potensial.
Berdasarkan arus yang
  ditimbulkan sumber tegangan
  dibedakan atas :
1. Sumber tegangan arus bolak
   balik ( AC)
Contoh : generator, dinamo
   sepeda, stop kontak PLN
2. Sumber tegangan arus searah
   ( DC)
Contoh : elemen volta,
   baterai,akumulator , sel surya
1. Elemen Volta




       -         +

                             Batang tembaga
                             Lempeng seng

                             Larutan asam
                             sulfat encer


Tersusun atas plat tembaga sebagai elektrod positif,
plat seng sebagai elektrod negatif dan larutan asam
sulfat sebagai larutan yaitu larutan yang dapat
menghantarkan arus listrik.
2. Elemen Kering ( batu baterai )




                                    Beda potensial = 1,5 V



Tersusun batang karbon sebagai elektrod positif, bon
yang terbuat dari seng sebgai elektrode negatif dan
larutan alumunium klorida sebagai larutan elektrolit .
3. Akkumulator (aki )


                       Bagian –
                       bagian
                       dari aki



Tersusun atas plat timbal sebagai elektrod positif dan
larutan elektrolit dibatasi dengan bahan isolator agar
kedua elektrod tidak bersentuhaan
Pada saat aki digunakan terjadi perubahan energi kimia
menjadi energi listrik.
Pada saat akki diisi ulang terjadi perubahan energi listrik
menjadi energi kimia
Stop kontak
stop kontak merupakan sumber tegangan listrik yang
berasal dari PLN. Energi listrik dihasilkan oleh generator
listrik yang akan mengubah bentuk energi lain.
 Gaya gerak listrik (ggl)
Gaya gerak listrik adalah beda potensial
 antara kutub-kutub sumber tegangan
 sebelum dipasang pada rangkaian listrik.
Tegangan jepit adalah beda potensial antara
 kutub-kutub sumber tegangan setelah
 dipasang pada rangkaian listrik.tegangan
 jepit.
GGL lebih besar dari pada tegangan jepit
GGL diberi simbol “ E ”
Mengukur Beda Potensial
                 ( tegangan listrik )
 Alat pengukur tegangan listrik adalah voltmeter
 Voltmeter dipasang paralel dengan komponen
  yang akan diukur beda potensialnya.
 Kutub positif voltmeter dihubungkan dengan positif
 sumber tegangan sedangkan Kutub negatif voltmeter
 dihubungkan dengan negatif sumber tegangan
Mengukur arus listrik dan beda potensial
HUBUNGAN ANTARA V , I dan R


Hukum Ohm
menyatakan bahwa besar arus yang mengalir
pada suatu konduktor pada suhu tetap
sebanding dengan beda potensial antara
kedua ujung-ujung konduktor




           GEORGE SIMON OHM
GAMBAR RANGKAIAN HUKUM OHM
Simbol Komponen Listrik
        : sumber tegangan atau beda potensial
        : penghantar berarus listrik; arah panah
        menunjukkan arah aliran arus listrik.

        : hambatan listrik atau resistor

        : sakelar
        : alat ukur amperemeter
        : alat ukur voltmeter
        : alat ukur ohmmeter
Rangkaian Hambatan Listrik
1. Rangkaian Seri
1   2             3




        Diganti
 Pada rangkaian Seri tersebut berlaku :

 V AB  V1  V2  V3
 V AB  IR1  IR2  IR3
 dengan ,
 V AB  IRto ta l
 IRto ta l  IR1  IR2  IR3
 Rto ta l  R1  R2  R3
  Sehingga pada Rangkaian Seri berlaku,

Rseri  R1  R2  R3  ......  Rn
 Dengan n = jumlah resistor
Contoh Soal
 Tiga buah hambatan, masing-masing
  sebesar 30 ohm, 40 ohm, dan 50 ohm
  dirangkai seri dengan sumber tegangan 60
  volt.
 a. Berapa hambatan penggantinya?
 b. Berapa kuat arus pada rangkaian
  tersebut?
 Penyelesaian :
 Diketahui :
   R1  30        R3  50
   R2  40 V  60V
 Ditanya : a. Rs = …?     b. I = …?
 Jawab :
  a.
       Rs  R1  R2  R3
       Rs  30  40  50
       Rs  120
  b.      V   60V  1
       I         A  0,5 A
          Rs 120 2
Jadi hambatan penggantinya adalah 120Ω dan kuat arusnya
  adalah 0,5 A
2. Rangkaian Paralel
Pada rangkaian paralel berlaku :




                   V
Contoh Soal
 Tiga buah hambatan dipasang secara
 paralel. Masing – masing sebesar 60Ω.
 Jika sumber tegangan 12 volt, tentukan
 :
 a. Berapa hambatan penggantinya ?
 b. Berapa kuat arus yang mengalir ?
 Penyelesaian :
 Diketahui :
  R1  R2  R3  60
  V  12V
 Ditanya : a. Rp = …?   b. I = …?
 Jawab :
  a. 1   1 1   1                b.      V    12V
                                  I          0,6 A
     R p R1 R2 R3                       R p 20
     1    1   1   1
              
     R p 60 60 60
     1    3         60
             Rp       20
     R p 60         3
Jadi hambatan penggantinya adalah 20Ω dan kuat arusnya
  adalah 0,6 A
 RangkaianSeri-Paralel tersebut bisa
 diganti menjadi :
Contoh soal




  Dari rangkaian di atas, tentukan :
  a. Hambatan penggantinya ?
  b. Kuat arus listrik yang mengalir ?
 Penyelesaian :
 Diketahui :
    R1  3         R3  6
    R2  6         V  6V
 Ditanya : a. Rp = …?       b. I = …?
 Jawab :
  a. Rs  R1  R2
     Rs  3  6  9
     1 1 1
         
     R p Rs R3
     1    1   1
           
     R p 9 6
     1    2   3   5         18
                   Rp       3,6
     R p 18 18 18         5
b.
        V    6V
     I          1,67 A
        R p 3,6

Jadi hambatan penggantinya sebesar 3,6Ω dan kuat
  arus listriknya adalah 1,67A
Contoh soal




 Jika sumber tegangan pada rangkaian di atas 15
 V, tentukan :
 a. Hambatan penggantinya ?
 b. Kuat arus listriknya ?
 Penyelesaian :
 Diketahui :
       R1  15     R3  4
       R2  10     V  15V
 Ditanya : a. Rp = …?    b. I = …?
 Jawab :
  a.    1 1 1
            
        R p R1 R2
        1    1   1
              
        R p 15 10
        1    2   3   5         30
                      Rp       6
        R p 30 30 30         5
        Rs  R p  R3
        Rs  6  4  10
b.       V     15V
     I             1,5 A
         Rs 10
Jadi hambatan penggantinya sebesar 10Ω dan kuat arus
  listriknya adalah 1,5A
Hk. Khirchoff I ► I masuk = I keluar




           KHIRRCHOFF
 Contoh Soal




    Jika I = 10 A, I1=I3=3 A, Berapakah besar kuat
   arus I2 ?
 Penyelesaian :
 Diketahui :
                       I  10 A
                       I1  I 3  3 A
 Ditanya : I2 = ….?
 Jawab :

  I masuk  I keluar                I 2  10 A  (3 A  3 A)
  I  I1  I 2  I 3                  I 2  10 A  6 A
  I 2  I  ( I1  I 3 )              I2  4A
 Jadi besar kuat arus I2 adalah 4A
Faktor-faktor yang mempengaruhi
    nilai hambatan suatu penghantar
 Panjang kawat penghantar ( l )               A
  Semakin panjang kawat semakin besar
  besar pula nilai hambatannya.
 Luas penampang kawat penghantar (A)
                                           l
  Semakin besar penampang penghantar,
  semakin kecil nilai hambatannya.
                                               ρ
 Hambat jenis kawat penghantar ( ρ )
  Semakin besar hambat jenis penghantar,
  semakin besar nilai hambatannya.
 Secara matematis ditulis :
                                l
                            R
                                A
Pemutus Arus
Untuk mencegah hubungan singkat, maka listrik
 harus dalam rangkaian terbuka (arus tidak
 mengalir) begitu terjadi hubungan singkat.
 Caranya adalah memasanag kawat pengantar
 yang relatif mudah terputus pada rangkaian
                          

 listrik.
Pemutus arus (sekering) terdiri atas logam yang
 dapat bengkok jika logam kena panas akibatnya
 aliran listrik terputus. Rangkaian dapat
 difungsikan kembali dengan mengembalikan
 sakelar pemutus arus ke posisi semula.
SOAL
 1. Jumlah muatan listrik yang mengalir dalam
   penghantar setiap sekon disebut …….

              A. Energi listrik                 salah
              B. Daya listrik                   salah

              C. Kuat arus listrik              benar

               D. Tegangan listrik              salah
SOAL
2. Jika tegangan pada ujung-ujung resistor 4 ohm
  adalah 12 volt, kuat arus melalui resistor adalah
   ……….


            A. 0,33 A                             salah

            B. 4,0 A                              salah
            C. 48 A                               salah

            D. 3,0 A                             benar
SOAL
3. Berikut ini yang termasuk bahan isolator
   listrik adalah …….


         A. batang karbon                     salah

         B. mika                              benar

         C. emas                              salah

         D. Aluminium                         salah
SOAL
 4. Perhatikan gambar di
    samping.
   Bila I1 = I3    , maka I4
   adalah ……


          A. 11 A              salah
          B. 6.A               salah
          C. 7 A               benar
          D. 3 A               salah
5. Perhatikan gambar :
   Bila R1 = 6 ohm,
   R2 = R3 = 2 ohm
  dan beda potensial
  14 volt, maka kuat
  arusnya (I) ………
             A. 1 A      salah

             B. 2 A      benar

             C. 6 A      salah

             D. 7 A      salah
DAFTAR PUSTAKA


1. Buku paket fisika depdikbud,
   budikase, jakarta.
2. Buku fisika ganeca exact, bandung.
3. Buku fisika erlangga, jakarta.
4. www..Ednik.Com
DAFTAR PUSTAKA


1. Buku paket fisika depdikbud,
   budikase, jakarta.
2. Buku fisika ganeca exact, bandung.
3. Buku Sains Fisika SMP erlangga,
   jakarta.
4. www..Ednik.Com
Listrik dinamis

Listrik dinamis

  • 1.
    BERDASARKAN KURIKULUM TINGKATSATUAN PENDIDIKAN RIZAL M SUHARDI – SMPN 1 PRINGGABAYA
  • 2.
    LISTRIK DINAMIS Home Keluar Pendahuluan Standar Komp etensi FISIKA SMP Materi Untuk kelas IX semester Gasal Soal-soal Daftar KTSP Pustaka RIZAL M SUHARDI – SMPN 1 PRINGGABAYA
  • 3.
    STANDAR KOMPETENSI 3. Memahami konsep kelistrikan dan penerapannya dalam kehidupan sehari- hari KOMPETENSI DASAR 3.2 Menganalisis percobaan listrik dinamis dalam suatu rangkaian serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari INDIKATOR 1. Menjelaskan konsep arus listrik dan beda potensial listrik 2. Membuat rangkaian komponen listrik dengan berbagai variasi baik seri maupun paralel 3. Menyelidiki hubungan antara arus listrik dan beda potensial dalam suatu rangkaian (Hukum Ohm) 4. Menggambarkan arus listrik dan beda potensial dalam bentuk tabel dan grafik. 5. Menggunakan Hukum Kirchoff I untuk menghitung V dan I dalam rangkaian 6. Menghitung hambatan pengganti rangkaian listrik seri dan paralel RIZAL M SUHARDI – SMPN 1 PRINGGABAYA
  • 4.
    Pernahkah kalian : 1.Menyalakan lampu dirumah 2. Menyalakan kipas angin 3. Menyalakan radio 4. Menyalakan Komputer 5. Dll Bagaimana perlengkapan tersebut dapat menyala, apa yang sebenarnya terjadi ?? Wah…. Bagaimana bisa seperti itu ya. ??????????
  • 5.
    Arus Listrik Aruslistrik adalah banyaknya muatan listrik yang mengalir dalam suatu penghantar per satuan waktu.
  • 6.
    Secara matematis dinyatakansebagai : q I t q= muatan listrik ( Coulomb ) I = Kuat arus listrik (Ampere) t = waktu (sekon) 1 A = 1 C/s
  • 7.
     1 mA= 0,001 A µA (Mikroampere)= 0,000001 A Satu Ampere didefinisikan sebagai muatan listrik sebesar 1 coulomb yang mengalir dalam penghantar selama satu sekon 1 A = 1 C/s
  • 8.
    Contoh  Kuat aruspada sebuah muatan listrik sebesar 300 mA. Berapa besar muatan listrik yang mengalir pada rangkaian itu setiap menitnya ? Dik : I = 300 mA = 300x 0,001 A = 0,3 A t = 1 menit = 60 s Dit : q =........? Jb : q I t q=Ixt q = 0,3 A 60 s = 18 C
  • 9.
    Arus listrik didalam suatu rangkaian hanya dapat mengalir di dalam suatu rangkaian tertutup.
  • 10.
    Menentukan syarat aruslistrik dapat mengalir pada suatu rangkaian Klik Rangkaian Tertutup Klik Rangkaian Terbuka Klik • Mengapa Lampu mati ? • Mengapa Lampu menyala ? Dalam rangkaian apa agar Arus listrik dapat mengalir ? INGAT >>> Klik Lampu Menyala Menunjukkan Adanya Arus Listrik.. Arus Listrik.Timbul Pada Rangkai Tertutup,,,,,,, Jadi Sakelar Klik Digunakan Untuk Membuat Rangkaian Listrik Menjadi Terbuka Atau Tertutup.
  • 11.
    Rangkaian Terbuka Rangkaian Tertutup 1.Rangkaian terbuka (tidak ada arus listrik mengalir) 2.Rangkaian tertutup (ada arus listrik mengalir)
  • 12.
    Aliran muatan listrikdalam suatu rangkaian dapat dianalogikan (diumpakan) seperti aliran air.
  • 13.
    Arah aliran elektrondari potensial rendah (kutub - ) ke potensial tinggi ( kutub + ). Arah arus listrik (sesuai konvensi) dari potensial tinggi (kutub +) ke potensial rendah ( kutub - ). Potensial tinggi Potensial rendah
  • 14.
     Beda Potensial Bedapotensiallistrik adalah energi yang di gunakan untuk memindahkan muatan listrik tiap satu muatan Rumus W V= Beda potensial ( volt ) V W = Energi (joule) Q Q = Muatan listrik (coulomb)
  • 15.
    Mengukur kuat aruslistrik  Alat untuk mengukur kuat arus listrik adalah amperemeter atau ammeter.  Amperemeter disusun seri dengan komponen yang akan diukur kuat arusnya.
  • 16.
    Cara membaca Amperemeter Klik skala maksimum skala yang ditunjuk jarum skala batas ukur Klik Klik Nilai yang ditunjuk jarum Nilai yang terukur = x Batas ukur Nilai maksimum 34 X1 = 0,34 A 100
  • 17.
    Saklar dan Sekering Saklar adalah alat untuk menyambung atau memutus aliran arus listrik. Saklar ada dua jenis : 1. Saklar manual : menutup / membuka rangkaian listrik dengan tangan 2. . Saklar otomatis : bekerja dengan bantuan perlatan listrik.
  • 18.
    Sekering adalah alatuntuk membatasi kuat arus listrik maksimum yang mengalir. ground arus sekering netral penjepit isolator
  • 19.
    Sumber Tegangan Sumber teganganadalah alat yang dapat membuat beda potensial. Berdasarkan arus yang ditimbulkan sumber tegangan dibedakan atas : 1. Sumber tegangan arus bolak balik ( AC) Contoh : generator, dinamo sepeda, stop kontak PLN 2. Sumber tegangan arus searah ( DC) Contoh : elemen volta, baterai,akumulator , sel surya
  • 20.
    1. Elemen Volta - + Batang tembaga Lempeng seng Larutan asam sulfat encer Tersusun atas plat tembaga sebagai elektrod positif, plat seng sebagai elektrod negatif dan larutan asam sulfat sebagai larutan yaitu larutan yang dapat menghantarkan arus listrik.
  • 21.
    2. Elemen Kering( batu baterai ) Beda potensial = 1,5 V Tersusun batang karbon sebagai elektrod positif, bon yang terbuat dari seng sebgai elektrode negatif dan larutan alumunium klorida sebagai larutan elektrolit .
  • 22.
    3. Akkumulator (aki) Bagian – bagian dari aki Tersusun atas plat timbal sebagai elektrod positif dan larutan elektrolit dibatasi dengan bahan isolator agar kedua elektrod tidak bersentuhaan Pada saat aki digunakan terjadi perubahan energi kimia menjadi energi listrik. Pada saat akki diisi ulang terjadi perubahan energi listrik menjadi energi kimia
  • 23.
    Stop kontak stop kontakmerupakan sumber tegangan listrik yang berasal dari PLN. Energi listrik dihasilkan oleh generator listrik yang akan mengubah bentuk energi lain.  Gaya gerak listrik (ggl) Gaya gerak listrik adalah beda potensial antara kutub-kutub sumber tegangan sebelum dipasang pada rangkaian listrik. Tegangan jepit adalah beda potensial antara kutub-kutub sumber tegangan setelah dipasang pada rangkaian listrik.tegangan jepit. GGL lebih besar dari pada tegangan jepit GGL diberi simbol “ E ”
  • 24.
    Mengukur Beda Potensial ( tegangan listrik )  Alat pengukur tegangan listrik adalah voltmeter  Voltmeter dipasang paralel dengan komponen yang akan diukur beda potensialnya.  Kutub positif voltmeter dihubungkan dengan positif sumber tegangan sedangkan Kutub negatif voltmeter dihubungkan dengan negatif sumber tegangan
  • 25.
    Mengukur arus listrikdan beda potensial
  • 26.
    HUBUNGAN ANTARA V, I dan R Hukum Ohm menyatakan bahwa besar arus yang mengalir pada suatu konduktor pada suhu tetap sebanding dengan beda potensial antara kedua ujung-ujung konduktor GEORGE SIMON OHM
  • 28.
  • 29.
    Simbol Komponen Listrik : sumber tegangan atau beda potensial : penghantar berarus listrik; arah panah menunjukkan arah aliran arus listrik. : hambatan listrik atau resistor : sakelar : alat ukur amperemeter : alat ukur voltmeter : alat ukur ohmmeter
  • 30.
  • 31.
    1 2 3 Diganti
  • 32.
     Pada rangkaianSeri tersebut berlaku : V AB  V1  V2  V3 V AB  IR1  IR2  IR3 dengan , V AB  IRto ta l IRto ta l  IR1  IR2  IR3 Rto ta l  R1  R2  R3  Sehingga pada Rangkaian Seri berlaku, Rseri  R1  R2  R3  ......  Rn Dengan n = jumlah resistor
  • 33.
    Contoh Soal  Tigabuah hambatan, masing-masing sebesar 30 ohm, 40 ohm, dan 50 ohm dirangkai seri dengan sumber tegangan 60 volt.  a. Berapa hambatan penggantinya?  b. Berapa kuat arus pada rangkaian tersebut?
  • 34.
     Penyelesaian : Diketahui : R1  30 R3  50 R2  40 V  60V  Ditanya : a. Rs = …? b. I = …?  Jawab : a. Rs  R1  R2  R3 Rs  30  40  50 Rs  120 b. V 60V 1 I   A  0,5 A Rs 120 2 Jadi hambatan penggantinya adalah 120Ω dan kuat arusnya adalah 0,5 A
  • 35.
  • 36.
  • 38.
    Contoh Soal  Tigabuah hambatan dipasang secara paralel. Masing – masing sebesar 60Ω. Jika sumber tegangan 12 volt, tentukan : a. Berapa hambatan penggantinya ? b. Berapa kuat arus yang mengalir ?
  • 39.
     Penyelesaian : Diketahui : R1  R2  R3  60 V  12V  Ditanya : a. Rp = …? b. I = …?  Jawab : a. 1 1 1 1 b. V 12V    I   0,6 A R p R1 R2 R3 R p 20 1 1 1 1    R p 60 60 60 1 3 60   Rp   20 R p 60 3 Jadi hambatan penggantinya adalah 20Ω dan kuat arusnya adalah 0,6 A
  • 41.
     RangkaianSeri-Paralel tersebutbisa diganti menjadi :
  • 42.
    Contoh soal Dari rangkaian di atas, tentukan : a. Hambatan penggantinya ? b. Kuat arus listrik yang mengalir ?
  • 43.
     Penyelesaian : Diketahui : R1  3 R3  6 R2  6 V  6V  Ditanya : a. Rp = …? b. I = …?  Jawab : a. Rs  R1  R2 Rs  3  6  9 1 1 1   R p Rs R3 1 1 1   R p 9 6 1 2 3 5 18     Rp   3,6 R p 18 18 18 5
  • 44.
    b. V 6V I   1,67 A R p 3,6 Jadi hambatan penggantinya sebesar 3,6Ω dan kuat arus listriknya adalah 1,67A
  • 45.
    Contoh soal  Jikasumber tegangan pada rangkaian di atas 15 V, tentukan : a. Hambatan penggantinya ? b. Kuat arus listriknya ?
  • 46.
     Penyelesaian : Diketahui : R1  15 R3  4 R2  10 V  15V  Ditanya : a. Rp = …? b. I = …?  Jawab : a. 1 1 1   R p R1 R2 1 1 1   R p 15 10 1 2 3 5 30     Rp   6 R p 30 30 30 5 Rs  R p  R3 Rs  6  4  10
  • 47.
    b. V 15V I   1,5 A Rs 10 Jadi hambatan penggantinya sebesar 10Ω dan kuat arus listriknya adalah 1,5A
  • 48.
    Hk. Khirchoff I► I masuk = I keluar KHIRRCHOFF
  • 50.
     Contoh Soal Jika I = 10 A, I1=I3=3 A, Berapakah besar kuat arus I2 ?
  • 51.
     Penyelesaian : Diketahui : I  10 A I1  I 3  3 A  Ditanya : I2 = ….?  Jawab : I masuk  I keluar I 2  10 A  (3 A  3 A) I  I1  I 2  I 3 I 2  10 A  6 A I 2  I  ( I1  I 3 ) I2  4A  Jadi besar kuat arus I2 adalah 4A
  • 54.
    Faktor-faktor yang mempengaruhi nilai hambatan suatu penghantar  Panjang kawat penghantar ( l ) A Semakin panjang kawat semakin besar besar pula nilai hambatannya.  Luas penampang kawat penghantar (A) l Semakin besar penampang penghantar, semakin kecil nilai hambatannya. ρ  Hambat jenis kawat penghantar ( ρ ) Semakin besar hambat jenis penghantar, semakin besar nilai hambatannya. Secara matematis ditulis : l R A
  • 55.
    Pemutus Arus Untuk mencegahhubungan singkat, maka listrik harus dalam rangkaian terbuka (arus tidak mengalir) begitu terjadi hubungan singkat. Caranya adalah memasanag kawat pengantar yang relatif mudah terputus pada rangkaian  listrik. Pemutus arus (sekering) terdiri atas logam yang dapat bengkok jika logam kena panas akibatnya aliran listrik terputus. Rangkaian dapat difungsikan kembali dengan mengembalikan sakelar pemutus arus ke posisi semula.
  • 56.
    SOAL 1. Jumlahmuatan listrik yang mengalir dalam penghantar setiap sekon disebut ……. A. Energi listrik salah B. Daya listrik salah C. Kuat arus listrik benar D. Tegangan listrik salah
  • 57.
    SOAL 2. Jika teganganpada ujung-ujung resistor 4 ohm adalah 12 volt, kuat arus melalui resistor adalah ………. A. 0,33 A salah B. 4,0 A salah C. 48 A salah D. 3,0 A benar
  • 58.
    SOAL 3. Berikut iniyang termasuk bahan isolator listrik adalah ……. A. batang karbon salah B. mika benar C. emas salah D. Aluminium salah
  • 59.
    SOAL 4. Perhatikangambar di samping. Bila I1 = I3 , maka I4 adalah …… A. 11 A salah B. 6.A salah C. 7 A benar D. 3 A salah
  • 60.
    5. Perhatikan gambar: Bila R1 = 6 ohm, R2 = R3 = 2 ohm dan beda potensial 14 volt, maka kuat arusnya (I) ……… A. 1 A salah B. 2 A benar C. 6 A salah D. 7 A salah
  • 61.
    DAFTAR PUSTAKA 1. Bukupaket fisika depdikbud, budikase, jakarta. 2. Buku fisika ganeca exact, bandung. 3. Buku fisika erlangga, jakarta. 4. www..Ednik.Com
  • 62.
    DAFTAR PUSTAKA 1. Bukupaket fisika depdikbud, budikase, jakarta. 2. Buku fisika ganeca exact, bandung. 3. Buku Sains Fisika SMP erlangga, jakarta. 4. www..Ednik.Com