LISTRIK DINAMIS Listrik mengalir Oleh : MUHAIMIN, S.Pd. HP. 085859051888
ARUS LISTRIK + + ++ ++ + +  ++ Jumlah muatan A = Jumlah muatan B = Jumlah muatan A = Jumlah muatan B Potensial A = Potensial B Arus Listrik mengalir dari Arus elektron mengalir dari ke ke 6 muatan 4 muatan Lebih besar Lebih besar Potensial tinggi Potensial tinggi Potensial rendah Potensial rendah I B A Arus listrik Arus elektron
+ + ++  + +  ++ Jumlah muatan C = Jumlah muatan D = Jumlah muatan C = Jumlah muatan D Potensial C = Potensial D Apakah Arus Listrik dapat mengalir ? 4 muatan 4 muatan sama sama II D C Mengapa ? Tidak Tidak ada beda potensial Jadi arus listrik dapat mengalir jika ada bedapotensial
Menentukan arus listrik dan arus elektron .   Arah elektron Arah arus listrik Arus elektron adalah aliran elektron dari potensial rendah ke potensial tinggi Arus lisrik adalah aliran muatan positif dari potensial tinggi ke potensial rendah
Menentukan syarat arus listrik dapat mengalir pada suatu rangkaian Lampu mati Arus listrik tidak mengalir Rangkaian Terbuka Lampu menyala Arus listrik mengalir Rangkaian Tertutup Arus listrik dapat mengalir jika dalam rangkaian tertutup
Arus listrik identik dengan arus air h A h B h A  > h B EP A  > EP B A B h A  = h B EP A  = EP B Potensial A = Potensial B Arus air dapat mengalir jika ada perbedaan energi potensial   A B A B
A B Benda A Potensial tinggi Benda B Potensial rendah Arus listrik dapat mengalir jika ada beda potensial Konduktor Arus elektron Arus listrik
Kuat Arus Listrik Kuat arus listrik adalah banyaknya muatan  yang mengalir pada penghantar tiap detik. I  = Kuat arus listrik ( Ampere ) Q  = muatan ( Coulomb ) t  = waktu ( secon )
Contoh   Sebuah penghantar mengalir muatan listrik sebesar 12 C selama 2 Secon. Berapakah kuat arus listrik yang mengalir ? Pada sebuah penghantar mengalir arus listrik sebesar 5 A. dibutuhkan waktu 2 menit berapakah jumlah muatan listrik yang mengalir ?. Pada sebuah alat listrik mengalir muatan listrik sebanyak 720 C, mengalir arus listrik sebesar 6 A. Berapa menitkah waktu yang diperlukan untuk memindahkan muatan tersebut ?.
KERJAKAN SEPERTI CONTOH di buku catatan dikumpulkan ! Sebuah penghantar mengalir muatan listrik sebesar 180 C selama 3 Menit. Berapakah kuat arus listrik yang mengalir ? Pada sebuah penghantar mengalir arus listrik sebesar 4 A. dibutuhkan waktu 5 menit berapakah jumlah muatan listrik yang mengalir ?. Pada sebuah alat listrik mengalir muatan listrik sebanyak 360 C, mengalir arus listrik sebesar 3 A. Berapa menitkah waktu yang diperlukan untuk memindahkan muatan tersebut ?.
Pengukuran Kuat arus listrik Amperemeter adalah alat yang digunakan untuk mengukur kuat arus  listrik Pemasangan Amperemeter dalam rangkaian listrik disusun secara seri  -5  0  10  20  30  40  50 -10  0  20  40  60  80  100 A 100 m A 1  A 1 0 A 5 A A
Cara membaca Amperemeter Nilai yang terukur =     x  Batas ukur skala maksimum skala yang ditunjuk jarum skala batas ukur   Nilai yang ditunjuk jarum Nilai maksimum -5  0  10  20  30  40  50 -10  0  20  40  60  80  100 100 m A 1  A 1 0 A 5 A A 34 100 X 1 = 0,34 A
Beda Potensial  Energi yang diperlukan untuk memindah muatan listrik tiap satuan muatan   V = Beda Potensial ( Volt ) W = Energi ( Joule ) Q = Muatan ( Coulomb ) 1 Volt = 1J/C Satu volt adalah untuk memindah muatan listrik sebesar 1 Coulumb   memerlukan energi sebesar 1 Joule.
Contoh soal : Energi yang dibutuhkan untuk memindahkan muatan listrik sebesar 420 c adalah 1.260 Joule. Berapakah beda potensialnya ? Muatan listrik yang mampu dipindahkan sebesar 180 Coulomb. Terjadi beda potensial 12 Volt. Berapakah Energi listrik yang dibutuhkan ?. Arus listrik yang mengalir sebesar 6 Ampere. Selama 2 menit membutuhkan energi listrik sebesar 720 Joule. Berapakah Beda potensialnya ?.
Contoh Sebuah baterai memiliki beda potensial sebesar 1,5 volt jika baterai digunakan untuk menyalakan lampu maka sejumlah 50 coulomb muatan listrik yang melewati lampu. Berapakah besar energi yang dikeluarkan baterai  Diketahui V =  …………………  Jawab Q = …………………. W = ………….. X …………….. Ditanya   = ………….. X …………….. W = ?   = ………………… J
Pengukuran Beda Potensial Voltmeter adalah alat yang digunakan untuk mengukur beda potensial listrik ( tegangan ) Pemasangan voltmeter dalam rangkaian listrik disusun secara parallel seperti gambar.  -5  0  10  20  30  40  50 -10  0  20  40  60  80  100 v 100 m V 1  V 1 0 V 5 V V
Cara Membaca Voltmeter Skala yang ditunjuk jarum  Skala maksimum  Batas ukur  Nilai yang terukur = …. -5  0  10  20  30  40  50 -10  0  20  40  60  80  100 v 100 m V 1  V 1 0 V 5 V
HUKUM OHM 1,2 0,20 2,6 0,40 4,0 0,54 Dari tabel data dapat kita ketahui jika beda potensial diperbesar maka kuat arus listriknya juga turut membesar. Hubungan yang didapatkan antara beda potensial dengan kuat adalah Beda potensial sebanding dengan kuat arus listrik -5  0  10  20  30  40  50 -10  0  20  40  60  80  100 v 100 m V 1  V 1 0 V 5 V -5  0  10  20  30  40  50 -10  0  20  40  60  80  100 A 100 m A 1  A 1 0 A 5 A Jml Batrai V I 1 2 3 V    ~
Grafik Hubungan Beda potensial (V) terhadap kuat arus listrik ( I ) 0,1 I( A) V(volt) 0,2 0,3 0,4 0,5 0,6 1,0 2,0 3,0 4,0 5,0 V    ~ V  R   = V  R   = Beda potensial ( volt  ) = Kuat arus listrik ( A ) = Hambatan (  Ω   ) R V   = I   V    R
Grafik Hubungan Hambatan (R) terhadap kuat arus listrik ( I ) 0,25 I( A) R( Ω ) 0,50 0,75 1,0 1,5 10 20 30 40 50 Data Jika V dibuat tetap = 10 V I 1  =  V R I 1  =  10 10 I 1  = 1,0 A I 2  =  V R I 2  =  10 20 I 2  = 0,5 A I 3  =  V R I 3  =  10 30 I 3  = 0,3 A I 4  =  V R I 4  =  10 40 I 4  = 0,25 A R 10 20 30 40 I 1,0 0,5 0,3 0,25
Contoh Soal Hukum Ohm  Tentukan hambatan listriknya jika mengalir arus listrik sebesar 4 Ampere dan diberi tegangan 12 Volt Sebuah lampu berhambatan 40 Ohm. Dialiri tegangan listrik 220 Volt. Berapakah arus listrik yang mengalir pada lampu tersebut Sebuah Alat listrik berhambatan 55 Ohm pada alat tersebut mengalir arus listrik 4 Ampere, Berapakah Beda Potensial yang harus diberikan pada alat listrik  tersebut ?
RUMUSAN HUKUM OHM R = R V ___ I Hambatan ( Ohm ) I V KETERANGAN = = = Beda Potensial / Tegangan  ( Volt  ) Kuat Arus Listrik  ( Ampere )
Tujuan :  Menyelidiki faktor yang  mempengaruhi  besar hambatan kawat Semakin panjang kawat maka hambatan kawat semakin besar 1 Variabel   manipulasi : panjang  kawat Variabel respon : hambatan kawat Variabel kontrol : jenis kawat, luas penampang kawat A B I A  > I B R A  < R B l A  <  l B R ~ ℓ Hambatan kawat sebanding dengan panjang kawat .
Semakin besar hambatan jenis kawat maka hambatan kawat semakin besar Variabel manipulasi  : jenis kawat Variabel respon : Hambatan Variabel kontrol : panjang, luas penampang kawat 2 I A  < I B R A  > R B  A  >   B Hambatan kawat sebanding dengan hambatan jenis kawat .   A B R    ~
Semakin besar luas penampang kawat maka hambatan kawat semakin kecil 3 Variabel manipulasi : luas penampang kawat Variabel respon : hambatan kawat Variabel kontrol : jenis kawat, panjang kawat I A  < I B R A  > R B A A  <  A B Hambatan kawat berbanding terbalik dengan luas penampang kawat .   A B R 1   A   ~
Faktor yang mempengaruhi besar hambatan pada kawat adalah : 1. Panjang kawat (  l ) 2. Luas penampang kawat ( A ) 3. Hambatan jenis kawat (   R  = Hambatan (Ω ) l   =  Panjang kawat ( m )  Luas penampang kawat ( m 2  )      = Hambatan jenis kawat ( Ω  m  )
Konduktor dan Isolator kayu plastik alluminium besi tembaga Kayu   isolator Plastik   isolator Alluminium konduktor Besi konduktor Tembaga konduktor
Hukum I Kirchoff -5  0  10  20  30  40  50 -10  0  20  40  60  80  100 A 100 m A 1  A 1 0 A 5 A -5  0  10  20  30  40  50 -10  0  20  40  60  80  100 A Pada rangkaian tidak bercabang ( seri ) kuat arus listrik dimana-mana sama L 1 L 2 Rangkaian seri 100 m A 1  A 1 0 A 5 A
Σ  I masuk  =  Σ  I keluar   -5  0  10  20  30  40  50 -10  0  20  40  60  80  100 A 100 m A 1  A 1 0 A 5 A -5  0  10  20  30  40  50 -10  0  20  40  60  80  100 A Pada rangkaian bercabang (Paralel) Jumlah kuat arus listrik yang masuk pada titik cabang sama dengan jumlah kuat arus yang keluar dari titik cabang L 1 L 2 Rangkaian Paralel -5  0  10  20  30  40  50 -10  0  20  40  60  80  100 A 100 m A 1  A 1 0 A 5 A 100 m A 1  A 1 0 A 5 A
Contoh Perhatikan rangkaian di bawah dan tentukan nilai I 1 , I 2 , I 3  ? 10A 40 A  P Q S 25A I 1 I 2 I 3 2. Tentukanlah kuat arus I 1  sampai dengan I 6  ?   50 mA I 1 I 2 I 3 30mA I 4 I 5 15 mA I 6 23mA 3.  Perhatikan rangkaian di bawah dan tentukan nilai I 1  sampai I 7  ? 12 A I 1 I 2 I 7 I 3 I 4 I 5 I 6 Jika I 1  = I 2 I 3  : I 4   =  1 : 2 dan I 5  =  2 I 6
Susunan seri pada Hambatan a b c d R 1 R 2 R 3 V ab V bc V cd V ad  = V ab  + V bc  + V cd R s a d I R s  = I R 1 I R 2 I R 3 + + V ad R s  = R 1 R 2 R 3 + +
Susunan Paralel pada Hambatan a b R 1 R 2 R 3 I = I 1  + I 2  + I 3 R p a R P R 1 R 2 R 3 + + Vab R P R 1 R 2 R 3 + + b I I 1 I 2 I 3 I V ab V ab V ab V ab = = 1 1 1 1
Contoh Tentukan hambatan pengganti pada rangkaian di bawah R s  = R 1 +R 2 +R 3 +R 4 +R 5 +R 6 +R 7 R s  =2+4+3+2+4+5+3 R s  =23  Ω   2 4  Ω 3  Ω 3  Ω 6  Ω R s  = R 1 +R P +R 2 R s  = 4+2+3 R s  = 9  Ω   2  Ω 4  Ω 3  Ω 2  Ω 3  Ω 5  Ω 4  Ω 1 R 2 1 R P R 1 + = 1 1 R P 6 3 + = 1 1 1 R P 6 6 + = 1 1 2 R P 6 = 1 3 = R P 2  Ω 4  Ω 3  Ω R P:  2  Ω
3 5 2 Ω 2 Ω 4 Ω 4 Ω 2 Ω 2 Ω 2 Ω 2 Ω 2 Ω 4 Ω 4 Ω 4 Ω 6 Ω 2 Ω 2 Ω 8 Ω 2 Ω 2 Ω 24 Ω 2 Ω 2 Ω 4 8 Ω 2 Ω 2 Ω 12 Ω 2 Ω 2 Ω 24 Ω
Perhatikan gambar di bawah Tentukan  Kuat arus total Kuat arus I 1  dan I 2 Tegangan  ab dan tegangan bc R s  = R 3  + R p R s  = 4 + 2 R s  = 6 Ω a x6 I 1  : I 2  = 1 : 2 I 1  = 1 A I 2  = 2 A b c V ab  = I R 3 V ab  = 3 x 4 V ab  = 12 V V bc  = I 1  R 1 V bc  = 1 x 6 V bc  = 6 V atau V bc  = I 2  R 2 V bc  = 2 x 3 V bc  = 6 V R 2 1 R P R 1 + = 1 1 R P 6 3 + = 1 1 1 R P 6 = 1 3 = R P 2  Ω R V I  I  18 volt 6 Ω I  3 A 6Ω 3Ω a b c 4Ω I 2 I 1 I V = 18 volt R 1 R 2 R 3 I 1  : I 2  =  R 1 R 2 : 1 1 I 1  : I 2  =  6 3 : 1 1 I 1  = 3 1 x I I 1  = 3 1 x 3 I 2  = 3 2 x I I 2  = x 3 3 2
Latihan Tentukan  a. Hambatan pengganti b. Kuat arus total c. Kuat arus I1 dan I2 d. Tegangan Vab Tentukan  a. Hambatan pengganti b. Kuat arus tiap hambatan c. Tegangan tiap hambatan 1 2 3Ω 2 Ω 4Ω 5Ω 4Ω 1Ω I 2 I 1 12 V I b a 2 Ω 2 Ω 4 Ω 4 Ω 2 Ω 2 Ω 2 Ω 2 Ω 2 Ω a b c d e V = 12 V f
GAYA GERAK LISTRIK (E) Gaya gerak listrik adalah beda potensial antara ujung-ujung sumber tegangan pada saat tidak mengalirkan arus listrik atau dalam rangkaian terbuka.  Pengukura ggl  -5  0  10  20  30  40  50 -10  0  20  40  60  80  100 v 100 m V 1  V 1 0 V 5 V V
TEGANGAN JEPIT (V) Tegangan jepit adalah beda potensial antara ujung – ujung sumber tegangan saat mengalirkan arus listrik atau dalam rangkaian tertutup .  Pengukura Tegangan Jepit -5  0  10  20  30  40  50 -10  0  20  40  60  80  100 v 100 m V 1  V 1 0 V 5 V V
Susunan Seri GGL E total  = n E r total  = n r E = ggl ( volt) r = hambatan dalam (  Ω   ) n = jumlah baterai Susunan Paralel GGL E total  = E E r E E r r E r E E r r r total  =  r n
Hukum Ohm dalam rangkaian tertutup Untuk sebuah ggl Kuat arus yang mengalir dalam rangkaian I  = Kuat arus ( A ) E  = ggl ( volt ) R  = hambatan luar ( Ω ) r  = hambatan dalam ( Ω ) V pq  = tegangan jepit ( volt )   Tegangan jepit Hubungan ggl dengan tegangan jepit E , r p q R I V pq  = I R E = V pq  + I r
LATIHAN Tiga buah elemen yang dirangkai seri masing – masing memiliki GGL 4 V dan hambatan dalam 0,2  Ω , dirangkai dengan hambatan luar seperti gambar Tentukan : Hambatan luar Kuat arus total ( I ) Kuat arus I 1  dan I 2 Tegangan V ab , V bc Tegangan jepit E r E E r r 3  Ω 6  Ω 4  Ω a b c V = 4 V r = 0,2  Ω I I 1 I 2
Tank You……!!!!!! See You Next again. Good Bye.

Listrik dinamis

  • 1.
    LISTRIK DINAMIS Listrikmengalir Oleh : MUHAIMIN, S.Pd. HP. 085859051888
  • 2.
    ARUS LISTRIK ++ ++ ++ + + ++ Jumlah muatan A = Jumlah muatan B = Jumlah muatan A = Jumlah muatan B Potensial A = Potensial B Arus Listrik mengalir dari Arus elektron mengalir dari ke ke 6 muatan 4 muatan Lebih besar Lebih besar Potensial tinggi Potensial tinggi Potensial rendah Potensial rendah I B A Arus listrik Arus elektron
  • 3.
    + + ++ + + ++ Jumlah muatan C = Jumlah muatan D = Jumlah muatan C = Jumlah muatan D Potensial C = Potensial D Apakah Arus Listrik dapat mengalir ? 4 muatan 4 muatan sama sama II D C Mengapa ? Tidak Tidak ada beda potensial Jadi arus listrik dapat mengalir jika ada bedapotensial
  • 4.
    Menentukan arus listrikdan arus elektron . Arah elektron Arah arus listrik Arus elektron adalah aliran elektron dari potensial rendah ke potensial tinggi Arus lisrik adalah aliran muatan positif dari potensial tinggi ke potensial rendah
  • 5.
    Menentukan syarat aruslistrik dapat mengalir pada suatu rangkaian Lampu mati Arus listrik tidak mengalir Rangkaian Terbuka Lampu menyala Arus listrik mengalir Rangkaian Tertutup Arus listrik dapat mengalir jika dalam rangkaian tertutup
  • 6.
    Arus listrik identikdengan arus air h A h B h A > h B EP A > EP B A B h A = h B EP A = EP B Potensial A = Potensial B Arus air dapat mengalir jika ada perbedaan energi potensial A B A B
  • 7.
    A B BendaA Potensial tinggi Benda B Potensial rendah Arus listrik dapat mengalir jika ada beda potensial Konduktor Arus elektron Arus listrik
  • 8.
    Kuat Arus ListrikKuat arus listrik adalah banyaknya muatan yang mengalir pada penghantar tiap detik. I = Kuat arus listrik ( Ampere ) Q = muatan ( Coulomb ) t = waktu ( secon )
  • 9.
    Contoh Sebuah penghantar mengalir muatan listrik sebesar 12 C selama 2 Secon. Berapakah kuat arus listrik yang mengalir ? Pada sebuah penghantar mengalir arus listrik sebesar 5 A. dibutuhkan waktu 2 menit berapakah jumlah muatan listrik yang mengalir ?. Pada sebuah alat listrik mengalir muatan listrik sebanyak 720 C, mengalir arus listrik sebesar 6 A. Berapa menitkah waktu yang diperlukan untuk memindahkan muatan tersebut ?.
  • 10.
    KERJAKAN SEPERTI CONTOHdi buku catatan dikumpulkan ! Sebuah penghantar mengalir muatan listrik sebesar 180 C selama 3 Menit. Berapakah kuat arus listrik yang mengalir ? Pada sebuah penghantar mengalir arus listrik sebesar 4 A. dibutuhkan waktu 5 menit berapakah jumlah muatan listrik yang mengalir ?. Pada sebuah alat listrik mengalir muatan listrik sebanyak 360 C, mengalir arus listrik sebesar 3 A. Berapa menitkah waktu yang diperlukan untuk memindahkan muatan tersebut ?.
  • 11.
    Pengukuran Kuat aruslistrik Amperemeter adalah alat yang digunakan untuk mengukur kuat arus listrik Pemasangan Amperemeter dalam rangkaian listrik disusun secara seri -5 0 10 20 30 40 50 -10 0 20 40 60 80 100 A 100 m A 1 A 1 0 A 5 A A
  • 12.
    Cara membaca AmperemeterNilai yang terukur = x Batas ukur skala maksimum skala yang ditunjuk jarum skala batas ukur Nilai yang ditunjuk jarum Nilai maksimum -5 0 10 20 30 40 50 -10 0 20 40 60 80 100 100 m A 1 A 1 0 A 5 A A 34 100 X 1 = 0,34 A
  • 13.
    Beda Potensial Energi yang diperlukan untuk memindah muatan listrik tiap satuan muatan V = Beda Potensial ( Volt ) W = Energi ( Joule ) Q = Muatan ( Coulomb ) 1 Volt = 1J/C Satu volt adalah untuk memindah muatan listrik sebesar 1 Coulumb memerlukan energi sebesar 1 Joule.
  • 14.
    Contoh soal :Energi yang dibutuhkan untuk memindahkan muatan listrik sebesar 420 c adalah 1.260 Joule. Berapakah beda potensialnya ? Muatan listrik yang mampu dipindahkan sebesar 180 Coulomb. Terjadi beda potensial 12 Volt. Berapakah Energi listrik yang dibutuhkan ?. Arus listrik yang mengalir sebesar 6 Ampere. Selama 2 menit membutuhkan energi listrik sebesar 720 Joule. Berapakah Beda potensialnya ?.
  • 15.
    Contoh Sebuah bateraimemiliki beda potensial sebesar 1,5 volt jika baterai digunakan untuk menyalakan lampu maka sejumlah 50 coulomb muatan listrik yang melewati lampu. Berapakah besar energi yang dikeluarkan baterai Diketahui V = ………………… Jawab Q = …………………. W = ………….. X …………….. Ditanya = ………….. X …………….. W = ? = ………………… J
  • 16.
    Pengukuran Beda PotensialVoltmeter adalah alat yang digunakan untuk mengukur beda potensial listrik ( tegangan ) Pemasangan voltmeter dalam rangkaian listrik disusun secara parallel seperti gambar. -5 0 10 20 30 40 50 -10 0 20 40 60 80 100 v 100 m V 1 V 1 0 V 5 V V
  • 17.
    Cara Membaca VoltmeterSkala yang ditunjuk jarum Skala maksimum Batas ukur Nilai yang terukur = …. -5 0 10 20 30 40 50 -10 0 20 40 60 80 100 v 100 m V 1 V 1 0 V 5 V
  • 18.
    HUKUM OHM 1,20,20 2,6 0,40 4,0 0,54 Dari tabel data dapat kita ketahui jika beda potensial diperbesar maka kuat arus listriknya juga turut membesar. Hubungan yang didapatkan antara beda potensial dengan kuat adalah Beda potensial sebanding dengan kuat arus listrik -5 0 10 20 30 40 50 -10 0 20 40 60 80 100 v 100 m V 1 V 1 0 V 5 V -5 0 10 20 30 40 50 -10 0 20 40 60 80 100 A 100 m A 1 A 1 0 A 5 A Jml Batrai V I 1 2 3 V  ~
  • 19.
    Grafik Hubungan Bedapotensial (V) terhadap kuat arus listrik ( I ) 0,1 I( A) V(volt) 0,2 0,3 0,4 0,5 0,6 1,0 2,0 3,0 4,0 5,0 V  ~ V  R = V  R = Beda potensial ( volt ) = Kuat arus listrik ( A ) = Hambatan ( Ω ) R V = I V  R
  • 20.
    Grafik Hubungan Hambatan(R) terhadap kuat arus listrik ( I ) 0,25 I( A) R( Ω ) 0,50 0,75 1,0 1,5 10 20 30 40 50 Data Jika V dibuat tetap = 10 V I 1 = V R I 1 = 10 10 I 1 = 1,0 A I 2 = V R I 2 = 10 20 I 2 = 0,5 A I 3 = V R I 3 = 10 30 I 3 = 0,3 A I 4 = V R I 4 = 10 40 I 4 = 0,25 A R 10 20 30 40 I 1,0 0,5 0,3 0,25
  • 21.
    Contoh Soal HukumOhm Tentukan hambatan listriknya jika mengalir arus listrik sebesar 4 Ampere dan diberi tegangan 12 Volt Sebuah lampu berhambatan 40 Ohm. Dialiri tegangan listrik 220 Volt. Berapakah arus listrik yang mengalir pada lampu tersebut Sebuah Alat listrik berhambatan 55 Ohm pada alat tersebut mengalir arus listrik 4 Ampere, Berapakah Beda Potensial yang harus diberikan pada alat listrik tersebut ?
  • 22.
    RUMUSAN HUKUM OHMR = R V ___ I Hambatan ( Ohm ) I V KETERANGAN = = = Beda Potensial / Tegangan ( Volt ) Kuat Arus Listrik ( Ampere )
  • 23.
    Tujuan : Menyelidiki faktor yang mempengaruhi besar hambatan kawat Semakin panjang kawat maka hambatan kawat semakin besar 1 Variabel manipulasi : panjang kawat Variabel respon : hambatan kawat Variabel kontrol : jenis kawat, luas penampang kawat A B I A > I B R A < R B l A < l B R ~ ℓ Hambatan kawat sebanding dengan panjang kawat .
  • 24.
    Semakin besar hambatanjenis kawat maka hambatan kawat semakin besar Variabel manipulasi : jenis kawat Variabel respon : Hambatan Variabel kontrol : panjang, luas penampang kawat 2 I A < I B R A > R B  A >  B Hambatan kawat sebanding dengan hambatan jenis kawat . A B R  ~
  • 25.
    Semakin besar luaspenampang kawat maka hambatan kawat semakin kecil 3 Variabel manipulasi : luas penampang kawat Variabel respon : hambatan kawat Variabel kontrol : jenis kawat, panjang kawat I A < I B R A > R B A A < A B Hambatan kawat berbanding terbalik dengan luas penampang kawat . A B R 1 A ~
  • 26.
    Faktor yang mempengaruhibesar hambatan pada kawat adalah : 1. Panjang kawat ( l ) 2. Luas penampang kawat ( A ) 3. Hambatan jenis kawat (  R = Hambatan (Ω ) l = Panjang kawat ( m )  Luas penampang kawat ( m 2 )  = Hambatan jenis kawat ( Ω m )
  • 27.
    Konduktor dan Isolatorkayu plastik alluminium besi tembaga Kayu isolator Plastik isolator Alluminium konduktor Besi konduktor Tembaga konduktor
  • 28.
    Hukum I Kirchoff-5 0 10 20 30 40 50 -10 0 20 40 60 80 100 A 100 m A 1 A 1 0 A 5 A -5 0 10 20 30 40 50 -10 0 20 40 60 80 100 A Pada rangkaian tidak bercabang ( seri ) kuat arus listrik dimana-mana sama L 1 L 2 Rangkaian seri 100 m A 1 A 1 0 A 5 A
  • 29.
    Σ Imasuk = Σ I keluar -5 0 10 20 30 40 50 -10 0 20 40 60 80 100 A 100 m A 1 A 1 0 A 5 A -5 0 10 20 30 40 50 -10 0 20 40 60 80 100 A Pada rangkaian bercabang (Paralel) Jumlah kuat arus listrik yang masuk pada titik cabang sama dengan jumlah kuat arus yang keluar dari titik cabang L 1 L 2 Rangkaian Paralel -5 0 10 20 30 40 50 -10 0 20 40 60 80 100 A 100 m A 1 A 1 0 A 5 A 100 m A 1 A 1 0 A 5 A
  • 30.
    Contoh Perhatikan rangkaiandi bawah dan tentukan nilai I 1 , I 2 , I 3 ? 10A 40 A P Q S 25A I 1 I 2 I 3 2. Tentukanlah kuat arus I 1 sampai dengan I 6 ? 50 mA I 1 I 2 I 3 30mA I 4 I 5 15 mA I 6 23mA 3. Perhatikan rangkaian di bawah dan tentukan nilai I 1 sampai I 7 ? 12 A I 1 I 2 I 7 I 3 I 4 I 5 I 6 Jika I 1 = I 2 I 3 : I 4 = 1 : 2 dan I 5 = 2 I 6
  • 31.
    Susunan seri padaHambatan a b c d R 1 R 2 R 3 V ab V bc V cd V ad = V ab + V bc + V cd R s a d I R s = I R 1 I R 2 I R 3 + + V ad R s = R 1 R 2 R 3 + +
  • 32.
    Susunan Paralel padaHambatan a b R 1 R 2 R 3 I = I 1 + I 2 + I 3 R p a R P R 1 R 2 R 3 + + Vab R P R 1 R 2 R 3 + + b I I 1 I 2 I 3 I V ab V ab V ab V ab = = 1 1 1 1
  • 33.
    Contoh Tentukan hambatanpengganti pada rangkaian di bawah R s = R 1 +R 2 +R 3 +R 4 +R 5 +R 6 +R 7 R s =2+4+3+2+4+5+3 R s =23 Ω 2 4 Ω 3 Ω 3 Ω 6 Ω R s = R 1 +R P +R 2 R s = 4+2+3 R s = 9 Ω 2 Ω 4 Ω 3 Ω 2 Ω 3 Ω 5 Ω 4 Ω 1 R 2 1 R P R 1 + = 1 1 R P 6 3 + = 1 1 1 R P 6 6 + = 1 1 2 R P 6 = 1 3 = R P 2 Ω 4 Ω 3 Ω R P: 2 Ω
  • 34.
    3 5 2Ω 2 Ω 4 Ω 4 Ω 2 Ω 2 Ω 2 Ω 2 Ω 2 Ω 4 Ω 4 Ω 4 Ω 6 Ω 2 Ω 2 Ω 8 Ω 2 Ω 2 Ω 24 Ω 2 Ω 2 Ω 4 8 Ω 2 Ω 2 Ω 12 Ω 2 Ω 2 Ω 24 Ω
  • 35.
    Perhatikan gambar dibawah Tentukan Kuat arus total Kuat arus I 1 dan I 2 Tegangan ab dan tegangan bc R s = R 3 + R p R s = 4 + 2 R s = 6 Ω a x6 I 1 : I 2 = 1 : 2 I 1 = 1 A I 2 = 2 A b c V ab = I R 3 V ab = 3 x 4 V ab = 12 V V bc = I 1 R 1 V bc = 1 x 6 V bc = 6 V atau V bc = I 2 R 2 V bc = 2 x 3 V bc = 6 V R 2 1 R P R 1 + = 1 1 R P 6 3 + = 1 1 1 R P 6 = 1 3 = R P 2 Ω R V I  I  18 volt 6 Ω I  3 A 6Ω 3Ω a b c 4Ω I 2 I 1 I V = 18 volt R 1 R 2 R 3 I 1 : I 2 = R 1 R 2 : 1 1 I 1 : I 2 = 6 3 : 1 1 I 1 = 3 1 x I I 1 = 3 1 x 3 I 2 = 3 2 x I I 2 = x 3 3 2
  • 36.
    Latihan Tentukan a. Hambatan pengganti b. Kuat arus total c. Kuat arus I1 dan I2 d. Tegangan Vab Tentukan a. Hambatan pengganti b. Kuat arus tiap hambatan c. Tegangan tiap hambatan 1 2 3Ω 2 Ω 4Ω 5Ω 4Ω 1Ω I 2 I 1 12 V I b a 2 Ω 2 Ω 4 Ω 4 Ω 2 Ω 2 Ω 2 Ω 2 Ω 2 Ω a b c d e V = 12 V f
  • 37.
    GAYA GERAK LISTRIK(E) Gaya gerak listrik adalah beda potensial antara ujung-ujung sumber tegangan pada saat tidak mengalirkan arus listrik atau dalam rangkaian terbuka. Pengukura ggl -5 0 10 20 30 40 50 -10 0 20 40 60 80 100 v 100 m V 1 V 1 0 V 5 V V
  • 38.
    TEGANGAN JEPIT (V)Tegangan jepit adalah beda potensial antara ujung – ujung sumber tegangan saat mengalirkan arus listrik atau dalam rangkaian tertutup . Pengukura Tegangan Jepit -5 0 10 20 30 40 50 -10 0 20 40 60 80 100 v 100 m V 1 V 1 0 V 5 V V
  • 39.
    Susunan Seri GGLE total = n E r total = n r E = ggl ( volt) r = hambatan dalam ( Ω ) n = jumlah baterai Susunan Paralel GGL E total = E E r E E r r E r E E r r r total = r n
  • 40.
    Hukum Ohm dalamrangkaian tertutup Untuk sebuah ggl Kuat arus yang mengalir dalam rangkaian I = Kuat arus ( A ) E = ggl ( volt ) R = hambatan luar ( Ω ) r = hambatan dalam ( Ω ) V pq = tegangan jepit ( volt ) Tegangan jepit Hubungan ggl dengan tegangan jepit E , r p q R I V pq = I R E = V pq + I r
  • 41.
    LATIHAN Tiga buahelemen yang dirangkai seri masing – masing memiliki GGL 4 V dan hambatan dalam 0,2 Ω , dirangkai dengan hambatan luar seperti gambar Tentukan : Hambatan luar Kuat arus total ( I ) Kuat arus I 1 dan I 2 Tegangan V ab , V bc Tegangan jepit E r E E r r 3 Ω 6 Ω 4 Ω a b c V = 4 V r = 0,2 Ω I I 1 I 2
  • 42.
    Tank You……!!!!!! SeeYou Next again. Good Bye.