Tugas makalah kimia
Fungsi larutan penyangga
Disusun oleh:
Nama : ld abdul syawal
Jurusan : kehutanan
Nim : 913 02 015
Kata Pengantar
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat
serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan Makalah ini yang
alhamdulillah tepat pada waktunya yang berjudul “Sistem Larutan Penyangga”
Makalah ini berisikan tentang fungsi larutan penyangga, macam-macam larutan
penyangga alami, cara kerja larutan penyangga, akibatnya jika PH larutan penyangga
dalam tubuh terganggu.
Diharapkan Makalah ini dapat memberikan informasi kepada kita semua tentang
Larutan Penyangga.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu
kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi
kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan
serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT
senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.
BAB 1
PENDAHULUAN
1. LATAR BELAKANG
Larutan penyangga, larutan dapar, atau buffer adalah larutan
yang digunakan untuk mempertahankan nilai pH tertentu agar tidak
banyak berubah selama reaksi kimia berlangsung. Sifat yang khas dari
larutan penyangga ini adalah pH-nya hanya berubah sedikit dengan
pemberian sedikit asam kuat atau basa kuat.
Dalam hal ini kami ingin melakukan suatu pengamatan pada
beberapa zat kimia yang bisa dikatakan larutan penyangga. Selain itu
kami juga ingin membuktikan larutan penyangga itu benar-benar bisa
mempertahankan pH-nya atau tidak dengan menggunakan alat
pengukur pH yaitu dengan Indikator Universal. Karena dasar itulah
kami melakukan pratikum larutan penyangga dengan mengambil
sampel yaitu larutan asam lemah dengan basa konjugasinya
(CH3COOH + CH3COONa) dan larutan basa lemah dengan asam
konjugasinnya (NH3 + NH4Cl) dengan cara menambahkan larutan HCl
, NaOH dan Air suling .
2. RUMUSAN MASALAH
1. Apa pengertian dari larutan penyangga?
2. Bagaimana cara mengetahui larutan suatu zat kimia dapat
mempertahankan pH-nya?
3. TUJUAN
Adapun tujuan dai pratikum ini adalah :
1. Untuk mengetahui apa saja zat kimi yang bisa sebagai larutan
penyangga.
2. Untuk mengetahui larutan penyangga itu dapat mempertahankan
pH-nya atau tidak
4. Dugaan Sementara
Dalam pengamatan kali ini kami memprediksikan kalau larutan
asam lemah dengan basa konjugasinya dan basa lemah dengan asam
kojugasinya dapat mempertahankan pH-nya jika di tambahkan suatu
larutan HCl , NaOH dan Air suling .
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
5. DESKRIPSI TEORI
Larutan penyangga, larutan dapar, atau buffer adalah larutan yang
digunakan untuk mempertahankan nilai pH tertentu agar tidak
banyak berubah selama reaksi kimia berlangsung. Sifat yang khas dari
larutan penyangga ini adalah pH-nya hanya berubah sedikit dengan
pemberian sedikit asam kuat atau basa kuat atau dengan kata lain
Larutan penyangga adalah satu zat yang menahan perubahan pH
ketika sejumlah kecil asam atau basa ditambahkan kedalamnya.
Komponen Larutan Penyangga
Secara umum, larutan penyangga digambarkan sebagai
campuran yang terdiri dari:
ď‚· Asam lemah (HA) dan basa konjugasinya (ion A-), campuran ini
menghasilkan larutan bersifat asam.
ď‚· Basa lemah (B) dan asam konjugasinya (BH+), campuran ini
menghasilkan larutan bersifat basa.
ď‚· Komponen larutan penyangga terbagi menjadi:
ď‚· Larutan penyangga yang bersifat asam
Larutan ini mempertahankan pH pada daerah asam (pH < 7).
Untuk mendapatkan larutan ini dapat dibuat dari asam lemah dan
garamnya yang merupakan basa konjugasi dari asamnya. Adapun cara
lainnya yaitu mencampurkan suatu asam lemah dengan suatu basa
kuat dimana asam lemahnya dicampurkan dalam jumlah berlebih.
Campuran akan menghasilkan garam yang mengandung basa
konjugasi dari asam lemah yang bersangkutan. Pada umumnya basa
kuat yang digunakan seperti natrium (Na), kalium, barium, kalsium,
dan lain-lain. Contoh yang biasa merupakan campuran asam etanoat
dan natrium etanoat dalam larutan. Pada kasus ini, jika larutan
mengandung konsentrasi molar yang sebanding antara asam dan
garam, maka campuran tersebut akan memiliki pH 4.76. Ini bukan
suatu masalah dalam hal konsentrasinya, sepanjang keduanya
memiliki konsentrasi yang sama.
Larutan penyangga yang bersifat basa
Larutan ini mempertahankan pH pada daerah basa (pH > 7).
Untuk mendapatkan larutan ini dapat dibuat dari basa lemah dan
garam, yang garamnya berasal dari asam kuat. Adapun cara lainnya
yaitu dengan mencampurkan suatu basa lemah dengan suatu asam
kuat dimana basa lemahnya dicampurkan berlebih. Seringkali yang
digunakan sebagai contoh adalah campuran larutan amonia dan
larutan amonium klorida. Jika keduanya dalam keadaan perbandingan
molar yang sebanding, larutan akan memiliki pH 9.25. Sekali lagi, hal
itu bukanlah suatu masalah selama konsentrasi yang anda pilih
keduanya sama.
Cara kerja larutan penyangga
Larutan penyangga mengandung komponen asam dan basa
dengan asam dan basa konjugasinya, sehingga dapat mengikatbaik
ion H+ maupun ion OH-. Sehingga penambahan sedikit asam kuat
atau basa kuat tidak mengubah pH-nya secara signifikan. Berikut ini
cara kerja larutan penyangga:
Larutan penyangga asam
Adapun cara kerjanya dapat dilihat pada larutan penyangga yang
mengandung CH3COOH dan CH3COO- yang mengalami
kesetimbangan. Dengan proses sebagai berikut:
Pada penambahan asam
Penambahan asam (H+) akan menggeser kesetimbangan ke kiri.
Dimana ion H+ yang ditambahkan akan bereaksi dengan ion
CH3COO- membentuk molekul CH3COOH.
CH3COO-(aq) + H+(aq) → CH3COOH(aq)
ď‚· Pada penambahan basa
Jika yang ditambahkan adalah suatu basa, maka ion OH- dari basa itu
akan bereaksi dengan ion H+ membentuk air. Hal ini akan
menyebabkan kesetimbangan bergeser ke kanan sehingga
konsentrasi ion H+ dapat dipertahankan. Jadi, penambahan basa
menyebabkan berkurangnya komponen asam (CH3COOH), bukan ion
H+. Basa yang ditambahkan tersebut bereaksi dengan asam
CH3COOH membentuk ion CH3COO- dan air.
CH3COOH(aq) + OH-(aq) → CH3COO-(aq) + H2O(l)
Larutan penyangga basa
Adapun cara kerjanya dapat dilihat pada larutan penyangga yang
mengandung NH3 dan NH4+ yang mengalami kesetimbangan.
Dengan proses sebagai berikut:
ď‚· Pada penambahan asam
Jika ditambahkan suatu asam, maka ion H+ dari asam akan mengikat
ion OH-. Hal tersebut menyebabkan kesetimbangan bergeser ke
kanan, sehingga konsentrasi ion OH- dapat dipertahankan. Disamping
itu penambahan ini menyebabkan berkurangnya komponen basa
(NH3), bukannya ion OH-. Asam yang ditambahkan bereaksi dengan
basa NH3 membentuk ion NH4+.
NH3 (aq) + H+(aq) → NH4+ (aq)
ď‚· Pada penambahan basa
Jika yang ditambahkan adalah suatu basa, maka kesetimbangan
bergeser ke kiri, sehingga konsentrasi ion OH- dapat dipertahankan.
Basa yang ditambahkan itu bereaksi dengan komponen asam (NH4+),
membentuk komponen basa (NH3) dan air.
NH4+ (aq) + OH-(aq) → NH3 (aq) + H2O(l)
Perhitungan pH Larutan Penyangga
Larutan penyangga asam
Dapat digunakan tetapan ionisasi dalam menentukan konsentrasi ion
H+ dalam suatu larutan dengan rumus berikut:
[H+] = Ka x a/valxg
atau
pH = p Ka - log a/g
dengan, Ka = tetapan ionisasi asam lemah
a = jumlah mol asam lemah
g = jumlah mol basa konjugasi
Larutan penyangga basa
Dapat digunakan tetapan ionisasi dalam menentukan
konsentrasi ion H+ dalam suatu larutan dengan rumus berikut:
[OH-] = Kb x b/valxg
atau
pH = p Kb - log b/g
dengan, Kb = tetapan ionisasi basa lemah
b = jumlah mol basa lemah
g = jumlah mol asam konjugasi
Fungsi Larutan Penyangga
Adanya larutan penyangga ini dapat kita lihat dalam kehidupan
sehari-hari seperti pada obat-obatan, fotografi, industri kulit dan zat
warna. Selain aplikasi tersebut, terdapat fungsi penerapan konsep
larutan penyangga ini dalam tubuh manusia seperti pada cairan
tubuh. Cairan tubuh ini bisa dalam cairan intrasel maupun cairan
ekstrasel. Dimana sistem penyangga utama dalam cairan intraselnya
seperti H2PO4- dan HPO42- yang dapat bereaksi dengan suatu asam
dan basa. Adapun sistem penyangga tersebut, dapat menjaga pH
darah yang hampir konstan yaitu sekitar 7,4. Selain itu penerapan
larutan penyangga ini dapat kita temui dalam kehidupan sehari-hari
seperti pada obat tetes mata. Pada obat tetes mata mempunyai pH
yang sama dengan cairan tubuh kita, agar tidak menimbulkan efek
samping.
BAB III
6. ALAT DAN BAHAN
ALAT
  Indikator Universal
ď‚· Skala pH
  Gelas Ukur 10 ml
  Gelas Beker 100 ml
ď‚· Gelas Beker 50 ml
ď‚· Pipet tetes
BAHAN
  HCl 0,1 M
ď‚· NaOH 0,1 M
ď‚· CH3COOH 0,1 M
  CH3COONa 0, M
ď‚· NH3
ď‚· NH4Cl
  Air suling
7. CARA KERJA
Percobaan 1
1) Campurkan 10 ml CH3COOH 0,1 M dengan CH3COONa 0,1 M
2) Ukur pH larutan campuran dengan Indikator Universal
3) Siapkan 3 gelas beker 30 ml yang bersih kemudian isi dengan
campuran masing-masing 0 ml,kemudian:
a) Masukan 5 tetes HCl 0,1 M kedalam gelas beker 1
b) Masukan 5 tetes NaOH 0,1 M kedalam gelas beker 2
c) Masukan 5 tetes Air Suling kedalam gelas beker 3
4) Ukur pH pada ketiga larutan tersebut dengan Indikator Universal
Percobaan 2
1) Campurkan 10 ml NH4 dengan NH4Cl
2) Ukur pH larutan campuran dengan Indikator Universal
3) Siapkan 3 gelas beker 30 ml yang bersih kemudian isi dengan
campuran masing-masing 10 ml,kemudian :
1. Masukan 5 tetes HCl 0,1 M kedalam gelas beker 1
2. Masukan 5 tetes NaOH 0,1 M kedalam gelas beker 2
3. Masukan 5 tetes Air Suling kedalam gelas beker 3
BAB IV
HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN
8. HASIL PENGAMATAN
Dari pratikum kami memperoleh data sebagai berikut :
Data pengamatan percobaan 1
Preaksi pH
awal
pH setelah
penambahan
HCl NaOH Air
suling
CH3COOH +
CH3COONa
4 4 4 4
Data pengamatan percobaan 2
Preaksi pH awal pH setelah
penambahan
HCl NaOH Air
suling
NH3 + NH4Cl 8 8 8 8
9. PEMBAHASAN
Pada larutan CH3COOH + CH3COONa 10 ml ,Memiliki pH awal
4 dan setelah ditambahkan 5 tetes HCl , pH nya tetap dan tidak
berubah yaitu 4.
Pada larutan CH3COOH + CH3COONa 10 ml memiliki pH awal 4 dan
setelah di tambakan 5 tetes NaOH maka pH nya tidak juga
mengalami perubahan yaitu tetap 4. Pada larutan CH3COOH +
CH3COONa 10 ml memiliki pH awal 4 dan ketika di tambahkan 5
tetes Air suling maka larutan ini tidak juga mengalami perubahan PH
, yaitu tetap 4.hal ini dapat kita ketahui bahwa larutan CH3COOH +
CH3COONa Walaupun di tambahkan 5 tetes HCl , 5 tetes NaOH dan
5 tetes Air suling pH nya tidak mengalami perubahan dari pH awal
yaitu 4.
Begitu juga pada larutan NH3 + NH4Cl 10 ml juga mengalami hal
yang sama yaitu tetap mempertahankan pH-nya mesikipun di
tambahkan 5 tetes HCl , 5 tetes NaOH dan 5 tetes Air suling pH-
nya tidak mengalami perubahan dari pH awalnya yaitu 8 .
BAB V
PENUTUP
10. Kesimpulan
Dari hasil pengamatan kita dapat menyimpulkan bahwa larutan
CH3COOH + CH3COONa Walaupun di tambahkan 5 tetes HCl , 5
tetes NaOH dan 5 tetes Air suling pH nya tidak mengalami
perubahan dari pH awal yaitu 4.
Dan pada larutan NH3 + NH4Cl 10 ml juga mengalami hal yang sama
yaitu tetap mempertahankan pH-nya mesikipun di tambahkan 5 tetes
HCl , 5 tetes NaOH dan 5 tetes Air suling pH-nya tidak mengalami
perubahan dari pH awalnya yaitu 8. dan terbukti bahwa kedua larutan
tersebut adalah larutan penyangga dalam hal ini sama dengan
pengertiannya dimana Larutan penyangga adalah satu zat yang
menahan perubahan pH ketika sejumlah kecil asam atau basa
ditambahkan kedalamnya.
11. Saran
Saran kami kepada siswa-siswi yang lain yang penasaran
dengan larutan penyangga supaya bisa membuktikannya dengan
pengamatan seperti yang kami lakukan, dan ketika menemui suatu
masalah sebaiknya di tanyakan langsung kepada guru yang
bersangkutan dan semoga hasil pengamatan kami bisa bermanfaat
bagi kita semua. Amin…..
Daftar pustaka
Dari Lks kelas XI IPA tentang materi Larutan penyangga.
Telahselesai
Pada tgl 17-04-2014

Tugas makalah kimia

  • 1.
    Tugas makalah kimia Fungsilarutan penyangga Disusun oleh: Nama : ld abdul syawal Jurusan : kehutanan Nim : 913 02 015
  • 2.
    Kata Pengantar Puji syukurkami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan Makalah ini yang alhamdulillah tepat pada waktunya yang berjudul “Sistem Larutan Penyangga” Makalah ini berisikan tentang fungsi larutan penyangga, macam-macam larutan penyangga alami, cara kerja larutan penyangga, akibatnya jika PH larutan penyangga dalam tubuh terganggu. Diharapkan Makalah ini dapat memberikan informasi kepada kita semua tentang Larutan Penyangga. Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini. Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.
  • 3.
    BAB 1 PENDAHULUAN 1. LATARBELAKANG Larutan penyangga, larutan dapar, atau buffer adalah larutan yang digunakan untuk mempertahankan nilai pH tertentu agar tidak banyak berubah selama reaksi kimia berlangsung. Sifat yang khas dari larutan penyangga ini adalah pH-nya hanya berubah sedikit dengan pemberian sedikit asam kuat atau basa kuat. Dalam hal ini kami ingin melakukan suatu pengamatan pada beberapa zat kimia yang bisa dikatakan larutan penyangga. Selain itu kami juga ingin membuktikan larutan penyangga itu benar-benar bisa mempertahankan pH-nya atau tidak dengan menggunakan alat pengukur pH yaitu dengan Indikator Universal. Karena dasar itulah kami melakukan pratikum larutan penyangga dengan mengambil sampel yaitu larutan asam lemah dengan basa konjugasinya (CH3COOH + CH3COONa) dan larutan basa lemah dengan asam konjugasinnya (NH3 + NH4Cl) dengan cara menambahkan larutan HCl , NaOH dan Air suling .
  • 4.
    2. RUMUSAN MASALAH 1.Apa pengertian dari larutan penyangga? 2. Bagaimana cara mengetahui larutan suatu zat kimia dapat mempertahankan pH-nya? 3. TUJUAN Adapun tujuan dai pratikum ini adalah : 1. Untuk mengetahui apa saja zat kimi yang bisa sebagai larutan penyangga. 2. Untuk mengetahui larutan penyangga itu dapat mempertahankan pH-nya atau tidak 4. Dugaan Sementara Dalam pengamatan kali ini kami memprediksikan kalau larutan asam lemah dengan basa konjugasinya dan basa lemah dengan asam kojugasinya dapat mempertahankan pH-nya jika di tambahkan suatu larutan HCl , NaOH dan Air suling . BAB II KAJIAN PUSTAKA 5. DESKRIPSI TEORI Larutan penyangga, larutan dapar, atau buffer adalah larutan yang digunakan untuk mempertahankan nilai pH tertentu agar tidak banyak berubah selama reaksi kimia berlangsung. Sifat yang khas dari larutan penyangga ini adalah pH-nya hanya berubah sedikit dengan pemberian sedikit asam kuat atau basa kuat atau dengan kata lain
  • 5.
    Larutan penyangga adalahsatu zat yang menahan perubahan pH ketika sejumlah kecil asam atau basa ditambahkan kedalamnya. Komponen Larutan Penyangga Secara umum, larutan penyangga digambarkan sebagai campuran yang terdiri dari: ď‚· Asam lemah (HA) dan basa konjugasinya (ion A-), campuran ini menghasilkan larutan bersifat asam. ď‚· Basa lemah (B) dan asam konjugasinya (BH+), campuran ini menghasilkan larutan bersifat basa. ď‚· Komponen larutan penyangga terbagi menjadi: ď‚· Larutan penyangga yang bersifat asam Larutan ini mempertahankan pH pada daerah asam (pH < 7). Untuk mendapatkan larutan ini dapat dibuat dari asam lemah dan garamnya yang merupakan basa konjugasi dari asamnya. Adapun cara lainnya yaitu mencampurkan suatu asam lemah dengan suatu basa kuat dimana asam lemahnya dicampurkan dalam jumlah berlebih. Campuran akan menghasilkan garam yang mengandung basa konjugasi dari asam lemah yang bersangkutan. Pada umumnya basa kuat yang digunakan seperti natrium (Na), kalium, barium, kalsium, dan lain-lain. Contoh yang biasa merupakan campuran asam etanoat dan natrium etanoat dalam larutan. Pada kasus ini, jika larutan mengandung konsentrasi molar yang sebanding antara asam dan garam, maka campuran tersebut akan memiliki pH 4.76. Ini bukan suatu masalah dalam hal konsentrasinya, sepanjang keduanya memiliki konsentrasi yang sama. Larutan penyangga yang bersifat basa
  • 6.
    Larutan ini mempertahankanpH pada daerah basa (pH > 7). Untuk mendapatkan larutan ini dapat dibuat dari basa lemah dan garam, yang garamnya berasal dari asam kuat. Adapun cara lainnya yaitu dengan mencampurkan suatu basa lemah dengan suatu asam kuat dimana basa lemahnya dicampurkan berlebih. Seringkali yang digunakan sebagai contoh adalah campuran larutan amonia dan larutan amonium klorida. Jika keduanya dalam keadaan perbandingan molar yang sebanding, larutan akan memiliki pH 9.25. Sekali lagi, hal itu bukanlah suatu masalah selama konsentrasi yang anda pilih keduanya sama. Cara kerja larutan penyangga Larutan penyangga mengandung komponen asam dan basa dengan asam dan basa konjugasinya, sehingga dapat mengikatbaik ion H+ maupun ion OH-. Sehingga penambahan sedikit asam kuat atau basa kuat tidak mengubah pH-nya secara signifikan. Berikut ini cara kerja larutan penyangga: Larutan penyangga asam Adapun cara kerjanya dapat dilihat pada larutan penyangga yang mengandung CH3COOH dan CH3COO- yang mengalami kesetimbangan. Dengan proses sebagai berikut: Pada penambahan asam Penambahan asam (H+) akan menggeser kesetimbangan ke kiri. Dimana ion H+ yang ditambahkan akan bereaksi dengan ion CH3COO- membentuk molekul CH3COOH. CH3COO-(aq) + H+(aq) → CH3COOH(aq)
  • 7.
     Pada penambahanbasa Jika yang ditambahkan adalah suatu basa, maka ion OH- dari basa itu akan bereaksi dengan ion H+ membentuk air. Hal ini akan menyebabkan kesetimbangan bergeser ke kanan sehingga konsentrasi ion H+ dapat dipertahankan. Jadi, penambahan basa menyebabkan berkurangnya komponen asam (CH3COOH), bukan ion H+. Basa yang ditambahkan tersebut bereaksi dengan asam CH3COOH membentuk ion CH3COO- dan air. CH3COOH(aq) + OH-(aq) → CH3COO-(aq) + H2O(l) Larutan penyangga basa Adapun cara kerjanya dapat dilihat pada larutan penyangga yang mengandung NH3 dan NH4+ yang mengalami kesetimbangan. Dengan proses sebagai berikut:  Pada penambahan asam Jika ditambahkan suatu asam, maka ion H+ dari asam akan mengikat ion OH-. Hal tersebut menyebabkan kesetimbangan bergeser ke kanan, sehingga konsentrasi ion OH- dapat dipertahankan. Disamping itu penambahan ini menyebabkan berkurangnya komponen basa (NH3), bukannya ion OH-. Asam yang ditambahkan bereaksi dengan basa NH3 membentuk ion NH4+. NH3 (aq) + H+(aq) → NH4+ (aq)  Pada penambahan basa Jika yang ditambahkan adalah suatu basa, maka kesetimbangan bergeser ke kiri, sehingga konsentrasi ion OH- dapat dipertahankan.
  • 8.
    Basa yang ditambahkanitu bereaksi dengan komponen asam (NH4+), membentuk komponen basa (NH3) dan air. NH4+ (aq) + OH-(aq) → NH3 (aq) + H2O(l) Perhitungan pH Larutan Penyangga Larutan penyangga asam Dapat digunakan tetapan ionisasi dalam menentukan konsentrasi ion H+ dalam suatu larutan dengan rumus berikut: [H+] = Ka x a/valxg atau pH = p Ka - log a/g dengan, Ka = tetapan ionisasi asam lemah a = jumlah mol asam lemah g = jumlah mol basa konjugasi Larutan penyangga basa Dapat digunakan tetapan ionisasi dalam menentukan konsentrasi ion H+ dalam suatu larutan dengan rumus berikut: [OH-] = Kb x b/valxg atau pH = p Kb - log b/g dengan, Kb = tetapan ionisasi basa lemah b = jumlah mol basa lemah g = jumlah mol asam konjugasi Fungsi Larutan Penyangga Adanya larutan penyangga ini dapat kita lihat dalam kehidupan sehari-hari seperti pada obat-obatan, fotografi, industri kulit dan zat warna. Selain aplikasi tersebut, terdapat fungsi penerapan konsep
  • 9.
    larutan penyangga inidalam tubuh manusia seperti pada cairan tubuh. Cairan tubuh ini bisa dalam cairan intrasel maupun cairan ekstrasel. Dimana sistem penyangga utama dalam cairan intraselnya seperti H2PO4- dan HPO42- yang dapat bereaksi dengan suatu asam dan basa. Adapun sistem penyangga tersebut, dapat menjaga pH darah yang hampir konstan yaitu sekitar 7,4. Selain itu penerapan larutan penyangga ini dapat kita temui dalam kehidupan sehari-hari seperti pada obat tetes mata. Pada obat tetes mata mempunyai pH yang sama dengan cairan tubuh kita, agar tidak menimbulkan efek samping. BAB III 6. ALAT DAN BAHAN ALAT   Indikator Universal  Skala pH   Gelas Ukur 10 ml   Gelas Beker 100 ml  Gelas Beker 50 ml  Pipet tetes BAHAN   HCl 0,1 M  NaOH 0,1 M  CH3COOH 0,1 M   CH3COONa 0, M  NH3  NH4Cl   Air suling
  • 10.
    7. CARA KERJA Percobaan1 1) Campurkan 10 ml CH3COOH 0,1 M dengan CH3COONa 0,1 M 2) Ukur pH larutan campuran dengan Indikator Universal 3) Siapkan 3 gelas beker 30 ml yang bersih kemudian isi dengan campuran masing-masing 0 ml,kemudian: a) Masukan 5 tetes HCl 0,1 M kedalam gelas beker 1 b) Masukan 5 tetes NaOH 0,1 M kedalam gelas beker 2 c) Masukan 5 tetes Air Suling kedalam gelas beker 3 4) Ukur pH pada ketiga larutan tersebut dengan Indikator Universal Percobaan 2 1) Campurkan 10 ml NH4 dengan NH4Cl 2) Ukur pH larutan campuran dengan Indikator Universal 3) Siapkan 3 gelas beker 30 ml yang bersih kemudian isi dengan campuran masing-masing 10 ml,kemudian : 1. Masukan 5 tetes HCl 0,1 M kedalam gelas beker 1 2. Masukan 5 tetes NaOH 0,1 M kedalam gelas beker 2 3. Masukan 5 tetes Air Suling kedalam gelas beker 3 BAB IV HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN 8. HASIL PENGAMATAN Dari pratikum kami memperoleh data sebagai berikut : Data pengamatan percobaan 1
  • 11.
    Preaksi pH awal pH setelah penambahan HClNaOH Air suling CH3COOH + CH3COONa 4 4 4 4 Data pengamatan percobaan 2 Preaksi pH awal pH setelah penambahan HCl NaOH Air suling NH3 + NH4Cl 8 8 8 8 9. PEMBAHASAN Pada larutan CH3COOH + CH3COONa 10 ml ,Memiliki pH awal 4 dan setelah ditambahkan 5 tetes HCl , pH nya tetap dan tidak berubah yaitu 4. Pada larutan CH3COOH + CH3COONa 10 ml memiliki pH awal 4 dan setelah di tambakan 5 tetes NaOH maka pH nya tidak juga mengalami perubahan yaitu tetap 4. Pada larutan CH3COOH + CH3COONa 10 ml memiliki pH awal 4 dan ketika di tambahkan 5 tetes Air suling maka larutan ini tidak juga mengalami perubahan PH , yaitu tetap 4.hal ini dapat kita ketahui bahwa larutan CH3COOH + CH3COONa Walaupun di tambahkan 5 tetes HCl , 5 tetes NaOH dan 5 tetes Air suling pH nya tidak mengalami perubahan dari pH awal yaitu 4.
  • 12.
    Begitu juga padalarutan NH3 + NH4Cl 10 ml juga mengalami hal yang sama yaitu tetap mempertahankan pH-nya mesikipun di tambahkan 5 tetes HCl , 5 tetes NaOH dan 5 tetes Air suling pH- nya tidak mengalami perubahan dari pH awalnya yaitu 8 . BAB V PENUTUP 10. Kesimpulan Dari hasil pengamatan kita dapat menyimpulkan bahwa larutan CH3COOH + CH3COONa Walaupun di tambahkan 5 tetes HCl , 5 tetes NaOH dan 5 tetes Air suling pH nya tidak mengalami perubahan dari pH awal yaitu 4. Dan pada larutan NH3 + NH4Cl 10 ml juga mengalami hal yang sama yaitu tetap mempertahankan pH-nya mesikipun di tambahkan 5 tetes HCl , 5 tetes NaOH dan 5 tetes Air suling pH-nya tidak mengalami perubahan dari pH awalnya yaitu 8. dan terbukti bahwa kedua larutan tersebut adalah larutan penyangga dalam hal ini sama dengan pengertiannya dimana Larutan penyangga adalah satu zat yang menahan perubahan pH ketika sejumlah kecil asam atau basa ditambahkan kedalamnya. 11. Saran Saran kami kepada siswa-siswi yang lain yang penasaran dengan larutan penyangga supaya bisa membuktikannya dengan pengamatan seperti yang kami lakukan, dan ketika menemui suatu masalah sebaiknya di tanyakan langsung kepada guru yang bersangkutan dan semoga hasil pengamatan kami bisa bermanfaat bagi kita semua. Amin…..
  • 13.
    Daftar pustaka Dari Lkskelas XI IPA tentang materi Larutan penyangga. Telahselesai Pada tgl 17-04-2014