 Adalah semua senyawa yang terdapat di dalam
 sel hidup.

 Senyawa  tersebut saling berinteraksi secara
 terarah dan teratur sehingga menampakkan ciri
 hidup.
Ada tiga ciri hidup yang dapat diidentifikasi ,yaitu bahwa
sel hidup :

1. Sangat terorganisasi dan sangat kompleks; tiap
komponen mempunyai fungsi yang sangat spesifik.
2. Mempunyai kemampuan untuk mengekstrak energi dari
sekelilingnya.
3. Dapat menurunkan sifat atau dapat mereplikasi dirinya
sendiri dengan tepat dan terencana.
Kuliah Biokimia Jurusan Farmasi
      Poltekkes Kemenkes Aceh
   Komponen struktural membran
   Bahan bakar
   Lapisan pelindung
   Vitamin dan hormon
Menurut Bloor :
1. Lipida sederhana :
   lemak, lilin
2. Lipida Kompleks (majemuk) :
   triasil gliserol, fosfolipida, sfingolipida
3. derivat lipid: steroid, karotenoid, vitamin yang
   larut lemak
   Menurut Lehninger:

    1. asam lemak prostaglandin
    2. ester gliseril
    3. spingolipid
    4. derivat sterol
    5. terpen
Klasifikasi lipida berdasarkan ada tidaknya ikatan
rangkap :

- lemak jenuh : tidak berikatan rangkap (misal :
tristearin, tributirin, trilaurin dsb)
- lemak tidak jenuh : berikatan rangkap
(misal :triolein, tripalmitin, trilinolein dsb)
Klasifikasi lipida berdasarkan asam lemak
penyusun :

1. Berasam satu : R1 = R2 = R3
2. Berasam dua : R1 = R2 ≠ R3
                   R1 ≠ R2 = R3
                 R1 ≠ R3 = R2
Klasifikasi lipida berdasarkan konsistensi
(bentuknya) :

 lemak padat (fat) : pada temperatur tertentu
 berbentuk padat
 lemak cair (minyak) : pada temperatur tertentu
 berbentuk cair

 Konsistensi tergantung : iklim, panjang pendek rantai
 asam lemak penyusun, banyak sedikitnya ikatan
 rangkap.
SIFAT-SIFAT LIPIDA (LEMAK)
Sifat Fisis :
 Titik lebur relatif rendah, tetapi masih lebih tinggi daripada

  temperatur pada saat menjadi padat kembali.
 Makin panjang rantai C asam lemak penyusun →titik lebur

  >>>
 Tidak larut dalam air. Larut dalam pelarut organik (ether,

  chloroform, PE, CCl4, alkohol panas), sedikit larut dalam
  alkohol dingin.
 Berat jenis lemak padat 0,86

 Berat jenis lemak cair 0,915-0,940
 Lemak murni tidak berbau, tidak berwarna, tidak berasa,

  bersifat netral.
Ester antara gliserol dan asam lemak dengan
ketiga radikal hidroksil yang terdapat pada gliserol
diesterkan.
Contoh :
                       O

   CH2         O       C    C17H35

  HC       O       C       C17H35

                O
   CH2         O C           C17H35

                       O
                                     tristearin
                                     gliseril tristearat
O

CH2       O       C    C17H35

HC    O       C       C17H33

           O
CH2       O C           C15H31

                  O    1 stearo-2-oleo-3-palmitin
                       gliseril-1-stearo-2-oleo-3-
                            palmitat
Sifat Kimia lipida (trigliserida = lemak)
1. Reaksi
        hidrolisa
 a. Dengan katalis oksida (ZnO) tekanan 8 – 10
 atm suhu 180oC. Hasil hidrolisa berupa asam
 lemak dan gliserol

 b. Dengan katalis basa (KOH/NaOH) : Mula2
 terbentuk gliserol dan asam lemak.
 Selanjutnya asam lemak bereaksi dengan
 basa membentuk garam sabun
c. Dengan katalis enzim
    Berlangsung pada pH 7,5-8,5, suhu
36oC-40oC. Reaksi hidrolisa berlangsung       tidak
spontan. Mula2 trigliserida terhidrolisa menjadi
digliserida →         monogliserida terhidrolisa
menghasilkan asam lemak dan gliserol.

   CH2OH
   ∣
   CHOH         gliserol (propana triol-1,2,3)
   ∣
   CH2OH
ASAM LEMAK CnH2n+1-COOH
(asam mono karboksilat dengan rantai C lurus, dan
   radikal karboksil di ujung rantai karbon, jumlah atom
   C genap).
1. Asam lemak jenuh : rantai C tidak berikatan
   rangkap.
2. Asam lemak tidak jenuh : rantai C berikatan
   rangkap.
3. Asam lemak esensial : diperlukan, tetapi tubuh tidak
   dapat mensintesis (asam lemak linoleat, linolenat,
   arakhidonat)
4. Asam lemak non esensial : diperlukan, dan tubuh
   mampu mensintesis.
 Asam lemak jenuh terbanyak adalah yang
  beratom C 16 dan 18.
 Asam lemak tidak jenuh terbanyak yang beratom

  C18. Apabila asam lemak hanya memiliki satu
  ikatan rangkap, maka ikatan gandanya terletak
  pada atom C no 9. Apabila memiliki lebih dari satu
  ikatan ganda, maka ikatan tsb terletak pada atom
  C no 9, 12, 15 dst.
  Antar ikatan ganda tsb dipisahkan oleh gugus
  metilen -CH2-
  Ikatan rangkapnya adalah cis
Asam lemak yang umum terdapat di alam :

Jml C           Nama                    Rumus
        trivial    sistematik           molekul

2    as. asetat      as. binoat        CH3(CH2)COOH
4    as butirat     as tetranoat       CH3(CH2)2COOH
6    as kaproat     as heksanoat       CH3(CH2)4COOH
8    as kaprilat    as oktanoat        CH3(CH2)6COOH
10   as kaprat      as dekanoat        CH3(CH2)8COOH
12   as laurat      as dodekanoat      CH3(CH2)10COOH
14   as miristat    as tetradekanoat   CH3(CH2)12COOH
16   as palmitat    as heksadekanoat    CH3(CH2)14COOH
18   as stearat     as oktadekanoat    CH3(CH2)16COOH
20   as arachidat   as eikosanoat       CH3(CH2)18COOH
Asam lemak tidak jenuh :
 Asam oleat (9-oktadekaenoat) : jumlah C 18

 Asam linoleat (9, 12-oktadekadienoat) : jumlah C

  18
 Asam linolenat (9,12,15-oktadekatrienoat : jumlah

  C 18
 Asam arakhidonat (5,8,11,14 eikosatetraenoat) :

  jumlah C 20
2. Reaksi addisi. Lipida tidak jenuh dapat mengadisi
  hidrogen atau halogen.

 a. Addisi dengan hidrogen
 - Lipida tidak jenuh mengaddisi hidrogen     `→ lemak
 jenuh.
     - Proses disebut hidrogenasi katalitik (pada reaksi
 addisi memerlukan katalis Ni)
     - Disebut proses penjenuhan lemak.
 - Disebut proses pemadatan/pengerasan lemak (pada
 proses ini lemak tidak jenuh yang berbentuk cair menjadi
 jenuh bentuk        padat/keras.
     Misal : triolein + 3H2 → tristearin
b. Addisi halogen
    Brom dan Iod dapat diaddisi lipida tak
jenuh pada ikatan rangkapnya.
    Dalam reaksinya, warna brom dapat
dilunturkan.
    Misal : tripalmitolein + 3Br2 →
                heksabromotripalmitin
3. Rancidity (ketengikan)
   Bau tengik pada lemak/minyak disebabkan
  karena adanya senyawa campuran asam keto
  dan asam hidroksi keto yang berasal dari
  dekomposisi asam lemak.
  Reaksi menjadi tengik dikenal sebagai reaksi
  radikal asam lemak tidak jenuh.
  Faktor penyebab rancidity : suhu yang meningkat,
  sinar matahari, oksidasi, kemasan.
Rancidity pada lemak jenuh (asam lemak
penyusun mempunyai rantai pendek) disebabkan
oleh hidrolisis
Contoh : lemak mentega (1-butiro-3-kaprilo-2-
kaproin) dihidrolisa menghasilkan gliserol dan
asam butirat, asam kaproat, asam kaprilat.
     O
      ∥
H2C-O-C-C3H7
        O                       H2C-OH
        ∥                          ∣
 HC-O-C-C5H11 + 3H2O             HC-OH +
        O                            ∣
         ∥                         H2C-OH
H2C-O-C-C7H15                  gliserol
    C3H7-COOH    C5H11-COOH   C7H15-COOH
    as.butirat   as.kaproat   as.kaprilat
   Rancidity pada lemak tidak jenuh disebabkan oleh
    oksidasi dan hidrolisis.

   Pada proses hidrolisis : lemak tidak jenuh diubah
    menjadi gliserol dan asam lemak tidak jenuh.

   Pada proses oksidasi : oksidasi asam lemak tidak
    jenuh rantai panjang membentuk asam karboksilat
    rantai pendek.
    Katalisator : wadah (Cu, Pb, Zn)
Untuk lemak tak jenuh,
Mula-mula terjadi gliserol dan asam lemak tidak
jenuh. Selanjutnya asam lemak tidak jenuh
mengalami hidrogenasi katalitik sehingga
terbentuk alkohol jenuh.
Misal :
tripalmitolein + 6H2       gliserin +
                                  3C15H29CH2OH
                          palmitoleilalkohol

palmitoleilalkohol + H2    palmitilalkohol
4. Reaksi Hidrogenolisis
  Diartikan pembongkaran lemak menjadi alkohol
  oleh pengaruh hidrogen.
  Contoh :
  Untuk lemak jenuh,
  tristearin + 6H2  gliserol + 3C17H35CH2OH
                            stearilalkohol
   Phospholipida atau phosphatida adalah lipida
    majemuk yang struktur kimia mengandung
    phosphor dalam bentuk phosphat.

   Termasuk phopholipida :
       lechitine (phosphatidylcholine)
       cephaline (phosphatidyletanolamin)
       plasmalogen (phosphatidaletanolamin)
       phosphatidylserine
   Plasmalogen (phosphatidaletanolamine), apabila
    terhidrolisa akan diperoleh asam-asam lemak,
    etanolamina dan aldehida.

   Phosphatidylserine, mempunyai struktur kimia
    yang identik dengan lechitine atau cephaline,
    hanya pada phosphatidylserine senyawa
    nitrogennya adalah asam amino serine.
   Merupakan lipida majemuk (kompleks) dengan
    alkohol penyusunnya adalah sphingol
    (sphingosine) :
            OH NH2
                         ∣ ∥
     H3C-(CH2)12-CH=CH-CH-CH-CH2-OH

    Termasuk sphingolipida : phosphospingolipida
    (phosphosphingosida), glycosphingolipida
    (glycolipida), sulfosphingolida
1. ABSORBSI OBAT
Faktor-faktor yang mempengaruhi :
a. KELARUTAN OBAT
b. KEMAMPUAN OBAT BERDIFUSI MELALUI MEMBRAN SEL
c. KADAR YANG DIBERIKAN
d. LUAS PERMUKAAN KONTAK OBAT
e. BENTUK SEDIAAN OBAT
f. ROUTE PEMBERIAN OBAT
2. METABOLISME (BIOTRANSFORMASI)
     PERUBAHAN STRUKTUR KIMIA OBAT DALAM TUBUH , OLEH
      ENZIM (HATI, GINJAL, PARU-PARU, EPITEL SALURAN
      PENCERNAAN)
                                           ELIMINASI LEBIH
     TUJUAN : METABOLIT LEBIH POLAR       CEPAT

• OBAT POLAR             FILTRASI (GLOMERULUS GINJAL) :

  tanpa reabsorbsi             ekskresi cepat
• OBAT LARUT LEMAK            MELEWATI MEMBRAN SEL :

  MUDAH DIREABSORBSI           KEMBALI KE
  OLEH TUBULI GINJAL           SIRKULASI DARAH

Lipida,

  • 1.
     Adalah semuasenyawa yang terdapat di dalam sel hidup.  Senyawa tersebut saling berinteraksi secara terarah dan teratur sehingga menampakkan ciri hidup.
  • 2.
    Ada tiga cirihidup yang dapat diidentifikasi ,yaitu bahwa sel hidup : 1. Sangat terorganisasi dan sangat kompleks; tiap komponen mempunyai fungsi yang sangat spesifik. 2. Mempunyai kemampuan untuk mengekstrak energi dari sekelilingnya. 3. Dapat menurunkan sifat atau dapat mereplikasi dirinya sendiri dengan tepat dan terencana.
  • 3.
    Kuliah Biokimia JurusanFarmasi Poltekkes Kemenkes Aceh
  • 4.
    Komponen struktural membran  Bahan bakar  Lapisan pelindung  Vitamin dan hormon
  • 5.
    Menurut Bloor : 1.Lipida sederhana : lemak, lilin 2. Lipida Kompleks (majemuk) : triasil gliserol, fosfolipida, sfingolipida 3. derivat lipid: steroid, karotenoid, vitamin yang larut lemak
  • 6.
    Menurut Lehninger: 1. asam lemak prostaglandin 2. ester gliseril 3. spingolipid 4. derivat sterol 5. terpen
  • 7.
    Klasifikasi lipida berdasarkanada tidaknya ikatan rangkap : - lemak jenuh : tidak berikatan rangkap (misal : tristearin, tributirin, trilaurin dsb) - lemak tidak jenuh : berikatan rangkap (misal :triolein, tripalmitin, trilinolein dsb)
  • 8.
    Klasifikasi lipida berdasarkanasam lemak penyusun : 1. Berasam satu : R1 = R2 = R3 2. Berasam dua : R1 = R2 ≠ R3 R1 ≠ R2 = R3 R1 ≠ R3 = R2
  • 9.
    Klasifikasi lipida berdasarkankonsistensi (bentuknya) :  lemak padat (fat) : pada temperatur tertentu berbentuk padat  lemak cair (minyak) : pada temperatur tertentu berbentuk cair Konsistensi tergantung : iklim, panjang pendek rantai asam lemak penyusun, banyak sedikitnya ikatan rangkap.
  • 10.
    SIFAT-SIFAT LIPIDA (LEMAK) SifatFisis :  Titik lebur relatif rendah, tetapi masih lebih tinggi daripada temperatur pada saat menjadi padat kembali.  Makin panjang rantai C asam lemak penyusun →titik lebur >>>  Tidak larut dalam air. Larut dalam pelarut organik (ether, chloroform, PE, CCl4, alkohol panas), sedikit larut dalam alkohol dingin.  Berat jenis lemak padat 0,86 Berat jenis lemak cair 0,915-0,940  Lemak murni tidak berbau, tidak berwarna, tidak berasa, bersifat netral.
  • 11.
    Ester antara gliseroldan asam lemak dengan ketiga radikal hidroksil yang terdapat pada gliserol diesterkan.
  • 12.
    Contoh : O CH2 O C C17H35 HC O C C17H35 O CH2 O C C17H35 O tristearin gliseril tristearat
  • 13.
    O CH2 O C C17H35 HC O C C17H33 O CH2 O C C15H31 O 1 stearo-2-oleo-3-palmitin gliseril-1-stearo-2-oleo-3- palmitat
  • 14.
    Sifat Kimia lipida(trigliserida = lemak) 1. Reaksi hidrolisa a. Dengan katalis oksida (ZnO) tekanan 8 – 10 atm suhu 180oC. Hasil hidrolisa berupa asam lemak dan gliserol b. Dengan katalis basa (KOH/NaOH) : Mula2 terbentuk gliserol dan asam lemak. Selanjutnya asam lemak bereaksi dengan basa membentuk garam sabun
  • 15.
    c. Dengan katalisenzim Berlangsung pada pH 7,5-8,5, suhu 36oC-40oC. Reaksi hidrolisa berlangsung tidak spontan. Mula2 trigliserida terhidrolisa menjadi digliserida → monogliserida terhidrolisa menghasilkan asam lemak dan gliserol. CH2OH ∣ CHOH gliserol (propana triol-1,2,3) ∣ CH2OH
  • 16.
    ASAM LEMAK CnH2n+1-COOH (asammono karboksilat dengan rantai C lurus, dan radikal karboksil di ujung rantai karbon, jumlah atom C genap). 1. Asam lemak jenuh : rantai C tidak berikatan rangkap. 2. Asam lemak tidak jenuh : rantai C berikatan rangkap. 3. Asam lemak esensial : diperlukan, tetapi tubuh tidak dapat mensintesis (asam lemak linoleat, linolenat, arakhidonat) 4. Asam lemak non esensial : diperlukan, dan tubuh mampu mensintesis.
  • 17.
     Asam lemakjenuh terbanyak adalah yang beratom C 16 dan 18.  Asam lemak tidak jenuh terbanyak yang beratom C18. Apabila asam lemak hanya memiliki satu ikatan rangkap, maka ikatan gandanya terletak pada atom C no 9. Apabila memiliki lebih dari satu ikatan ganda, maka ikatan tsb terletak pada atom C no 9, 12, 15 dst. Antar ikatan ganda tsb dipisahkan oleh gugus metilen -CH2- Ikatan rangkapnya adalah cis
  • 18.
    Asam lemak yangumum terdapat di alam : Jml C Nama Rumus trivial sistematik molekul 2 as. asetat as. binoat CH3(CH2)COOH 4 as butirat as tetranoat CH3(CH2)2COOH 6 as kaproat as heksanoat CH3(CH2)4COOH 8 as kaprilat as oktanoat CH3(CH2)6COOH 10 as kaprat as dekanoat CH3(CH2)8COOH 12 as laurat as dodekanoat CH3(CH2)10COOH 14 as miristat as tetradekanoat CH3(CH2)12COOH 16 as palmitat as heksadekanoat CH3(CH2)14COOH 18 as stearat as oktadekanoat CH3(CH2)16COOH 20 as arachidat as eikosanoat CH3(CH2)18COOH
  • 19.
    Asam lemak tidakjenuh :  Asam oleat (9-oktadekaenoat) : jumlah C 18  Asam linoleat (9, 12-oktadekadienoat) : jumlah C 18  Asam linolenat (9,12,15-oktadekatrienoat : jumlah C 18  Asam arakhidonat (5,8,11,14 eikosatetraenoat) : jumlah C 20
  • 20.
    2. Reaksi addisi.Lipida tidak jenuh dapat mengadisi hidrogen atau halogen. a. Addisi dengan hidrogen - Lipida tidak jenuh mengaddisi hidrogen `→ lemak jenuh. - Proses disebut hidrogenasi katalitik (pada reaksi addisi memerlukan katalis Ni) - Disebut proses penjenuhan lemak. - Disebut proses pemadatan/pengerasan lemak (pada proses ini lemak tidak jenuh yang berbentuk cair menjadi jenuh bentuk padat/keras. Misal : triolein + 3H2 → tristearin
  • 21.
    b. Addisi halogen Brom dan Iod dapat diaddisi lipida tak jenuh pada ikatan rangkapnya. Dalam reaksinya, warna brom dapat dilunturkan. Misal : tripalmitolein + 3Br2 → heksabromotripalmitin
  • 22.
    3. Rancidity (ketengikan) Bau tengik pada lemak/minyak disebabkan karena adanya senyawa campuran asam keto dan asam hidroksi keto yang berasal dari dekomposisi asam lemak. Reaksi menjadi tengik dikenal sebagai reaksi radikal asam lemak tidak jenuh. Faktor penyebab rancidity : suhu yang meningkat, sinar matahari, oksidasi, kemasan.
  • 23.
    Rancidity pada lemakjenuh (asam lemak penyusun mempunyai rantai pendek) disebabkan oleh hidrolisis Contoh : lemak mentega (1-butiro-3-kaprilo-2- kaproin) dihidrolisa menghasilkan gliserol dan asam butirat, asam kaproat, asam kaprilat.
  • 24.
    O ∥ H2C-O-C-C3H7 O H2C-OH ∥ ∣ HC-O-C-C5H11 + 3H2O HC-OH + O ∣ ∥ H2C-OH H2C-O-C-C7H15 gliserol C3H7-COOH C5H11-COOH C7H15-COOH as.butirat as.kaproat as.kaprilat
  • 25.
    Rancidity pada lemak tidak jenuh disebabkan oleh oksidasi dan hidrolisis.  Pada proses hidrolisis : lemak tidak jenuh diubah menjadi gliserol dan asam lemak tidak jenuh.  Pada proses oksidasi : oksidasi asam lemak tidak jenuh rantai panjang membentuk asam karboksilat rantai pendek. Katalisator : wadah (Cu, Pb, Zn)
  • 26.
    Untuk lemak takjenuh, Mula-mula terjadi gliserol dan asam lemak tidak jenuh. Selanjutnya asam lemak tidak jenuh mengalami hidrogenasi katalitik sehingga terbentuk alkohol jenuh. Misal : tripalmitolein + 6H2 gliserin + 3C15H29CH2OH palmitoleilalkohol palmitoleilalkohol + H2 palmitilalkohol
  • 27.
    4. Reaksi Hidrogenolisis Diartikan pembongkaran lemak menjadi alkohol oleh pengaruh hidrogen. Contoh : Untuk lemak jenuh, tristearin + 6H2 gliserol + 3C17H35CH2OH stearilalkohol
  • 28.
    Phospholipida atau phosphatida adalah lipida majemuk yang struktur kimia mengandung phosphor dalam bentuk phosphat.  Termasuk phopholipida : lechitine (phosphatidylcholine) cephaline (phosphatidyletanolamin) plasmalogen (phosphatidaletanolamin) phosphatidylserine
  • 30.
    Plasmalogen (phosphatidaletanolamine), apabila terhidrolisa akan diperoleh asam-asam lemak, etanolamina dan aldehida.  Phosphatidylserine, mempunyai struktur kimia yang identik dengan lechitine atau cephaline, hanya pada phosphatidylserine senyawa nitrogennya adalah asam amino serine.
  • 31.
    Merupakan lipida majemuk (kompleks) dengan alkohol penyusunnya adalah sphingol (sphingosine) : OH NH2 ∣ ∥ H3C-(CH2)12-CH=CH-CH-CH-CH2-OH Termasuk sphingolipida : phosphospingolipida (phosphosphingosida), glycosphingolipida (glycolipida), sulfosphingolida
  • 32.
    1. ABSORBSI OBAT Faktor-faktoryang mempengaruhi : a. KELARUTAN OBAT b. KEMAMPUAN OBAT BERDIFUSI MELALUI MEMBRAN SEL c. KADAR YANG DIBERIKAN d. LUAS PERMUKAAN KONTAK OBAT e. BENTUK SEDIAAN OBAT f. ROUTE PEMBERIAN OBAT
  • 33.
    2. METABOLISME (BIOTRANSFORMASI)  PERUBAHAN STRUKTUR KIMIA OBAT DALAM TUBUH , OLEH ENZIM (HATI, GINJAL, PARU-PARU, EPITEL SALURAN PENCERNAAN) ELIMINASI LEBIH  TUJUAN : METABOLIT LEBIH POLAR CEPAT • OBAT POLAR FILTRASI (GLOMERULUS GINJAL) : tanpa reabsorbsi ekskresi cepat • OBAT LARUT LEMAK MELEWATI MEMBRAN SEL : MUDAH DIREABSORBSI KEMBALI KE OLEH TUBULI GINJAL SIRKULASI DARAH