1
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Istilah kromatografi berasal dari bahasa latin chroma yang berarti warna
dan grafhien yang berarti menulis. Kromatografi pertama kali diperkenalkan oleh
Michael Tswest (1930) seorag ahli botani dari rusia. Michel Tswest dalam
percobaannya ia berhasil memisahkan klorofil dab pigmen-pigmen warna lain
dalam ekstrak tumbuhan engan menggunakan serbuk kalsium karbonat yang
diisikan ke dalam kolom kaca dan petroleum eter sebagai pelarut. Proses
pemisahan itu diawali dengan menempatkan larutan cuplikan pada permukaan
atas kalsium karbonat, kemudian dialirkan pelarut petroleum eter. Hasilnya
berupa pita-pita berwarna tersebut yang terlihat sepanjang kolom sebagai hasil
pemisahan komponen-komponen dalam ekstrak tumbuhan. Berdasarkan pita-pita
berwarna tersebut muncul istilah kromatografi.1
Pemisahan dan pemurnian kandungan tumbuhan terutama dilakukan
dengan menggunakan salah satu dari empat teknik kromatografi atau gabungan
teknik tersebut. Keempat teknik kromatografi itu terdiri atas : kromatografi kertas
(KK), kromatografi lapis tipis (KLT), kromatografi gas cair (KGC), dan
kromatografi cair kinerja tinggi (KCKT).2
1Alimin M. S., Muh. Yunus dan Irfan Idris, Kimia Analitik (Makassar: Alauddin Press,
2007), h. 73
2J. B., Harborne, Phytochemical methods, terj. Kosasih Padmawinata, Metode Fitokimia
(Bandung: ITB, 1987), h. 9.
1
2
Berdasarkan latar belakang di atas maka dilakukanlan percobaan tentang
kromatografi kertas untuk mengetahui cara pemisahan dengan metode pemisahan
kromatografi kertas dan mengetahui pigmen warna dalam tinta.
B. Rumusan Masalah
Rumusan masalah dari percobaan ini adalah sebagai berikut:
1. Bagaimanakah cara pemisahan dengan menggunakan metode kromatografi
kertas (KK)?
2. Bagaimana cara pemisahan pigmen warna dari tinta dengan menggunakan
metode kromatografi kertas (KK)?
C. Tujuan Percobaan
Tujuan percobaan ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui cara pemisahan dengan menggunakan metode
kromatografi kertas (KK).
2. Untuk mengetahui cara pemisahan pigmen warna dari tinta dengan
menggunakan metode kromatografi kertas (KK).
3
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Pengertian kromatografi menyangkut metode pemisahan yang didasarkan
atas distribusi diferensial komponen sampel di antara dua fasa, yaitu fasa diam
(stationary fhase) dan fase gerak (mobil fhase). Fasa diam dapat berupa padatan
atau cairan yang terikat pada permukaan padatan (kertas atau suatu absorben),
sedangkan fasa gerak dapat berupa cairan atau gas yang biasa disebut sebagai
eluen atau pelarut. Gerakan fasa gerak ini mengakibatkan terjadinya migrasi
diferensial komponen-komponen dalam sampel.3
Istilah kromatografi diturunkan dari kata-kata Yunani yang berarti
“warna” dan “tulis”, warna senyawa-senyawa itu jelas merupakan suatu kebetulan
dalam proses pemisahan. Tswett mengatisipasi penerapan-penerapannya ke
berbagai sistem kimia. Karya Tswett didalami dan diperluas secepatnya, bebepara
ilmu pengetahuan telah berkembang lebih pesat. Namun, kromatografi tetap
terbengkalai tahun 1931. Ketika pemisahan pigmen-pigmen tumbuhan karotin
dilaporkan oleh seorang ahli kimia organic terkemuka Kuhn. Perhatian ini
menarik lebih banyak perhatian dan kromatografi adsorpsi menjadi lebih luas dan
digunakan dalam bidang kimia produk alam.4
Proses kromatografi selalu terdapat salah satu kecenderungan sebagai
berikut: (a) kecenderungan molekul-molekul komponen untuk melarut dalam
cairan, (b) kecenderungan molekul-molekul komponen untuk melekat pada
3Alimin M. S., Muh. Yunus dan Irfan Idris, Kimia Analitik,h.73.
4R.A. Day dan L. Underwood. Quantitative Analysis, terj. Iis Sopyan. Analisis Kimia
Kuantitatif,h. 486.
3
4
permukaan padatan halus (adsorpsi = penyerapan), (c) kecenderungan molekul
komponen untuk bereaksi secara kimia (penukar ion) dan (d) kecenderungan
molekul-molekul terekslusi pada pori-pori fasa diam.5
Pada prinsipnya, teknik untuk memisahkan suatu persenyawaan dengan
struktur sama atau berbeda sedikit, dengan cara adsorpsi secara selektif pada
adsorben yang berbeda. Dikenal dua fasa pada kromatografi yaitu fasa mobil atau
fasa gerak yang membawa sampel dan fasa stasioner atau fasa diam yang
menahan sampel. Fasa gerak dapat berupa cairan atau gas, sedangkan fasa diam
dapat berupa padatan atau cairan. Jika fasa mobilnya berupa cairan, maka disebut
kromatografi cairan dan jika asa mobilnya berupa gas, maka disebut kromatografi
gas.6
Komponen yang dipisahkan harus larut dalam fasa gerak dan harus
mempunyai kemampuan untuk berinteraksi dengan fasa diam dengan cara melarut
didalamnya, teradsorbsi, atau bereaksi secara kimia (penukar ion). Pemisahan
terjadi berdasarkan perbedaan migrasi zat-zat yang menyusun suatu sampel. Hasil
pemisahan dapat digunakan untuk keperluan identifikasi (analisis kuantitatif),
penetapan kadar (analisis kuantitatif) dan pemurnian suatu senyawa (pekerjaan
preparatif).7
Salah satu keuntungan dari kromatografi kertas adalah kemudahan dan
kesederhanaannya pada pelaksanaan pemisahan, yaitu hanya pada lembaran kertas
saring yang berlaku sebagai medium pemisahan dan juga sebagai penyangga.
5Alimin M. S., Muh. Yunus dan Irfan Idris, Kimia Analitik,h.73.
6Maria Bintang, Biokimia Teknik Penelitian (Jakarta: Erlangga, 2010), h. 141.
7Alimin M. S., Muh. Yunus dan Irfan Idris, Kimia Analitik,h.73.
5
Keuntungan lain yaitu keterulangan Rf merupakan parameter yang berharga
dalam memaparkan senyawa tumbuhan baru. Salah satu contohnya untuk
memisahkan senyawa antosianin yang tidak mempunyai ciri fisik lain yang jelas,
Rf adalah sarana yang penting dalam memaparkan dan membedakan pigmen yang
satu dengan yang lain8
Kromatografi kertas semula hanya dianggap sebagai suatu bentuk
sederhana dari partisi cair-cair. Serat-serat selulosa hidrofilik dari kertas dapat
mengikat air setelah berada di udara yang lembab, kertas penyaring yang
nampak kering sebenarnya dapat mengandung persentase air yang besar9
Kromatografi partisi, senyawa-senyawa dengan perbedaan jenis jumlah
gugus fungsi biasanya dipisahkan. Kehebatan kromatografi adsorbsi yang
tidak dimiliki oleh metode lain adalah kemampuan untuk memisahkan
campuran-campuran isomer10
Kromatografi pada kertas biasanya melibatkan kromatografi pembagian
atau penyerapan. Pada kromatografi pembagian, senyawa terbagi dalam pelarut
alkohol yang sebagian besar tidak becampur dengan air, misalnya n-butanol.
Campuran pelarut klasik yaitu n-butanol dan asam asetat serta air dengan
perbandingan 4 : 1: 511
8J. B., Harborne, Phytochemical methods, terj. Kosasih Padmawinata, Metode Fitokimia,
h. 10.
9 R. A. Day dan A. L. Underwood, Quantitatif Analiysis, terj. Hitarius Wibi H dan
Lemeda Simarmata, Analisis Kimia Kuantitatif (Jakarta: Erlangga, 2002), h. 551.
10 Suminar, Hendayana, Kimia Pemisahan (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2010),
h.103.
11Harborne, J.B, Phytochemical methods, terj. Kosasih Padmawinata, Metode Fitokimia,
h.10.
6
Analisis sampel zat warna dengan kromatografi kertas pada sampel zat
warna dan Sampel zat warna sintetik untuk makanan diidentifikasi dengan
menggunakan zat warna pembanding dan sampel zat warna tekstil yang sesuai.
Jika sampel tersebut berupa campuran zat warna, maka untuk identifikasi,
digunakan zat warna pembanding dan sampel zat warna tekstil yang merupakan
komponen warna pembentuknya. Contohnya untuk sampel zat warna sintetik yang
berwarna hijau, dibandingkan dengan zat warna pembanding dan sampel zat
warna tekstil hijau, kuning, dan biru.12
Pengidentifikasian noda-noda sering dikarakteristiskan berdasarkan nilai
Rf nya. Nilai Rf adalah rasio jarak yang dipindahkan oleh suatu zat terlarut
terhadap jarak yang dipindahkan oleh garis depan pelarut selama waktu yang
sama. Nila Rf yang identik suatu senyawa yang diketahui dan yang tidak
diketahui dengan menggunakan beberapa system pelarut yang berbeda
memberikan bukti yang kuat bahwa nilai untuk kedua senyawa tersebut adalah
identil, terutama jika senyawa tersebut dijalankan secara berdampingan di seluruh
pita kertas yang sama.13
Bilangan Rf adalah jarak yang ditempuh kromatografi nisbi terhadap garis
depan. Bilangan Rf diperoleh dengan mengukur jarak antara titik awal dan pusat
bercak yang dihasilkan senyawa dan jarak ini kemudian dibagi dengan jarak
12Azizahwati, dkk, “Analisis Zat Warna Sintesis Terlarang oleh Makanan yan Beredar
Dipasar”, Departemen Farmasi-Depok-Universitas Indonesia,vol IV, No. 1 (April 2007), h.5.
13R.A. Day dan L. Underwood. Quantitative Analysis, terj. Iis Sopyan. Analisis Kimia
Kuantitatif, h. 550.
7
antara titik awal dan garis depan (yaitu jarak yang ditempuh cairan pengembang).
Bilangan ini selalu berupa pecahan dan terletak antara 0,01 dan 0,99.14
Tinta adalah bahan berwarna yang mengandung pigmenwarna yang
digunakan untuk mewarnai suatu permukaan.Tinta bersama pena dan
pensildigunakan untuk menulis dan menggambar. Tinta merupakan sebuah media
yang sangat kompleks, berisikan pelarut, pigmen, celupan, resin dan pelumas,
sollubilizer (semacam senyawa yang membentuk ion-ion polimer polar dengan
resin tahan air). Selain itu, ada surfaktan yang merupakan unsur basah yang
menurunkan tekanan permukaan dari sebuah cairan yang memungkinkan
penyebaran dengan mudah, surfaktan juga menurunkan tekanan antar permukaan
antara dua cairan). Dalam tinta juga terdapat materi-materi partikuler, pemijar,
dan material-material lainnya. Komponen-komponen tinta tersebut menjalankan
banyak fungsi seperti unsur pembawa tinta, pewarna, dan bahan-bahan tambahan
lainnya yang digunakan untuk mengatur aliran, ketebalan, dan bentuk tinta ketika
kering.15
Tinta adalah cairan yang berisikan bermacam pigmen dan atau celupan
yang digunakan untuk mewarnai bidang atau untuk menghasilkan suatu gambar,
teks ataupun sebuah desain.Tinta juga digunakan untuk mengambar dan atu
menulis menggunakan pena, kuas atau quill (semacam kuas berbulu lembut).
Tinta yang lebih kental dalam bentuk pasta digunakan secara luas pada penerbitan
14 J. B., Harborne, Phytochemical methods, terj. Kosasih Padmawinata, Metode Fitokimia,
h. 11.
15“Tinta”, Wikipedia the free encyclopedia.http://id.wikepedia.org/wiki/tinta (2014).
8
dan percetakan litografis (sebuah metode pencetakan menggunakan pelat yang
memiliki permukaan yang sangat halus).16
Heksana adalah sebuah senyawa hidrokarbon alkana dengan rumus kimia
C6H14 (isomer utama n-heksana memiliki rumus (CH3(CH2)4CH3). Awalan heks-
merujuk pada enam karbon atom yang terdapat pada heksana dan akhiran -ana
berasal dari alkana, yang merujuk pada ikatan tunggal yang menghubungkan
atom-atom karbon tersebut. Seluruh isomer heksana amat tidak reaktif, dan sering
digunakan sebagai pelarut organik yang inert. Heksana juga umum terdapat pada
bensin dan lem sepatu, kulit dan tekstil. Dalam keadaan standar senyawa ini
merupakan cairan tak berwarna yang tidak larut dalam air.17
16“Tinta”, Wikipedia the free encyclopedia.http://id.wikepedia.org/wiki/tinta (2014).
17 “n-heksan” Wikipedia the free encyclopedia.http://id.wikepedia.org/wiki/n-heksan
(2014).
9
BAB III
METODE PRAKTIKUM
A.Waktu dan Tempat
Hari / Tanggal : Senin / 19 Mei 2014
Pukul : 08.00 – 10.00 WITA
Tempat : Laboratorium Kimia Analitik Fakultas Sains dan
Teknologi UIN Alauddin Makassar.
B. Alat dan Bahan
1. Alat
Alat-alat yang digunakan pada percobaan ini yaitu, chamber, pipet
volum 5 mL, pipet volum 10 mL, kimia 250 ml, gunting, mistar dan pensil.
2. Bahan
Bahan–bahan yang digunakan pada percobaan ini yaitu aquades (H2O),
kertas saring wothman, n-heksan (C6H14), tinta biru, hitam, merah dan ungu.
9
10
C. Prosedur Percobaan
Prosedur kerja dalam percobaan ini yaitu sebagai berikut:
1. Menyiapkan empat lembar kertas saring dengan ukuran panjang 7 cm dan
lebar 2 cm.
2. Mengoven kertas saring ke dalam oven.
3. Memberi tanda batas pada bagian atas dan bawah 0,5 cm.
4. Memipet 2 ml n-heksan (C6H14) ke dalam chamber.
5. Menambahkan 2 ml air (H2O) ke dalam chamber yang berisi n-heksan
(C6H14) kemudian menghomogenkan campuran.
6. Menotol masing-masing kertas saring dengan tinta hitam, merah, biru dan
ungu.
7. Memasukkan kertas saring yang telah ditotol ke dalam chamber yang
berisi pelarut dari campuran n-heksan (C6H14) dan air (H2O).
8. Mengoven kertas saring ke dalam oven.
9. Mengamati jarak tempuh pelarut dan noda hingga pelatunya berada pada
tanda batas atas kertas saring.
10. Mengeluarkan kertas saring dari chamber.
11. Mengukur jarak pelarut.
12. Mengeringkan kertas saring dengan menggunakan oven.
13. Jarak noda dan tinta.
14. Menghitung harga Rf noda dan tinta
11
BAB 4
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Pengamatan
1. Tabel Pengamatan
a. Air (H2O) + n-heksan (C6H14) (1:1)
No
.
Warna
Tinta
Jarak
Pelarut
Warna
Noda
Jarak Tinta Rf Gambar
1. Hitam 6 cm Hitam
Biru
2 cm
1 cm
0,3
0,17
2. Merah
Muda
6 cm Biru Muda 6 cm 1
3. Biru Muda 6 cm Biru Muda 5,8 cm 0,96
4. Biru Tua 6 cm
Ungu
Biru
1,8 cm
6 cm
0,3
1
11
12
b. Air (H2O) dan Etanol (C2H5OH) (1:1)
No. Warna
Jarak
Eluen
(cm)
Noda
Jarak
Noda
(cm)
Rf Gambar
1. Hitam 5
Hitam
Hijau tua
3,5
0,7
0,7
0,14
Ungu
0,5 0,1
2.
Merahm
uda
5
Merah
muda
4,7 0,94
3. Biru 5 Biru 4,8 0,96
4. Ungu 5
Ungu
Biru
4
1
0,8
0,2
13
c. Air (H2O) dan kloroform (CHCl3) (1:1)
No. Warna
Jarak Eluen
(cm)
Noda
Jarak
Noda
(cm)
Rf
Gambar
1 Hitam 6
Hitam
Kuning
Biru
0,9
0,2
0,5
0,15
0,3
0,08
2 Pink 6
Merah-
muda
0,4 0,07
3 Biru 6
Biru 6,4 0,5
4 Ungu 6
Merah
Biru
Ungu
1
3
2
0,17
0,5
0,33
14
d. Air (H2O) dan Etanol (C2H5OH) (1:1)
No Sampel Jarak Eluen
(cm)
Jarak Noda
(cm)
Rf Gambar
1
Hitam
5,5 3,4 0,61
2
Pink
5,5 1,0 0,18
3
Biru
5,5 3,5 0,63
4 Ungu 5,5 3,7 0,67
15
2. Analisi Data
a. Air (H2O) + n-heksan (C6H14) (1:1)
1. Warna Hitam
Hitam: Rf =
Jarak yang di tempuh zat terlarut
𝑗𝑎𝑟𝑎𝑘𝑦𝑎𝑛𝑔𝑑𝑖𝑡𝑒𝑚𝑝𝑢ℎ
Rf =
2 cm
6 𝑐𝑚
= 0.33
Biru: Rf =
Jarak yang di tempuh zat terlarut
𝑗𝑎𝑟𝑎𝑘𝑦𝑎𝑛𝑔𝑑𝑖𝑡𝑒𝑚𝑝𝑢ℎ
Rf =
1 cm
6 𝑐𝑚
= 0.17
2. Warna Merah
Merah: Rf =
Jarak yang di tempuh zat terlarut
𝑗𝑎𝑟𝑎𝑘𝑦𝑎𝑛𝑔𝑑𝑖𝑡𝑒𝑚𝑝𝑢ℎ
Rf =
6 cm
6 𝑐𝑚
= 1
3. Warna Biru Muda
Biru Muda: Rf =
Jarak yang di tempuh zat terlarut
𝑗𝑎𝑟𝑎𝑘𝑦𝑎𝑛𝑔𝑑𝑖𝑡𝑒𝑚𝑝𝑢ℎ
Rf =
3,5 cm
6 𝑐𝑚
= 6,3
4. Warna Biru Tua
Ungu: Rf =
Jarak yang di tempuh zat terlarut
𝑗𝑎𝑟𝑎𝑘𝑦𝑎𝑛𝑔𝑑𝑖𝑡𝑒𝑚𝑝𝑢ℎ
Rf =
1,8cm
6 𝑐𝑚
= 0.3
Biru: Rf =
Jarak yang di tempuh zat terlarut
𝑗𝑎𝑟𝑎𝑘𝑦𝑎𝑛𝑔𝑑𝑖𝑡𝑒𝑚𝑝𝑢ℎ
Rf =
6 cm
6 𝑐𝑚
= 1
16
b. Air (H2O) dan Etanol (C2H5OH) (1:1)
1. Warna Hitam
Hitam: Rf =
Jarak yang di tempuh zat terlarut
𝑗𝑎𝑟𝑎𝑘 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑡𝑒𝑚𝑝𝑢ℎ
Rf =
3,5
5
= 0,7
Hijau: Rf =
Jarak yang di tempuh zat terlarut
𝑗𝑎𝑟𝑎𝑘 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑡𝑒𝑚𝑝𝑢ℎ
Rf =
0,7
5
= 0,14
Ungu: Rf =
Jarak yang di tempuh zat terlarut
𝑗𝑎𝑟𝑎𝑘 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑡𝑒𝑚𝑝𝑢ℎ
Rf =
0,5
5
= 0,1
2. Warna Pink
Pink: Rf =
Jarak yang di tempuh zat terlarut
𝑗𝑎𝑟𝑎𝑘 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑡𝑒𝑚𝑝𝑢ℎ
Rf =
4,7
5
= 0,94
3. Warna Biru
Biru: Rf =
Jarak yang di tempuh zat terlarut
𝑗𝑎𝑟𝑎𝑘 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑡𝑒𝑚𝑝𝑢ℎ
Rf =
0,48
5
= 0,96
4. Warna Ungu
Ungu: Rf =
Jarak yang di tempuh zat terlarut
𝑗𝑎𝑟𝑎𝑘 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑡𝑒𝑚𝑝𝑢ℎ
Rf =
4
5
= 0,8
Biru: Rf =
Jarak yang di tempuh zat terlarut
𝑗𝑎𝑟𝑎𝑘 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑡𝑒𝑚𝑝𝑢ℎ
Rf =
1
5
= 0,2
17
c. Air (H2O) dan kloroform (CHCl3) (1:1)
1. Tinta hitam
Hitam 𝑅𝑓 =
Jarak tempuh zat terlarut
Jarak tempuh zat pelarut
𝑅𝑓 =
0,9 cm
6 cm
= 0,15
Kuning 𝑅𝑓 =
Jarak tempuh zat terlarut
Jarak tempuh zat pelarut
𝑅𝑓 =
0,2 cm
6 cm
= 0,03
Biru 𝑅𝑓 =
Jarak tempuh zat terlarut
Jarak tempuh zat pelarut
𝑅𝑓 =
0,5 cm
6 cm
= 0,08
2. Tinta Pink
Pink 𝑅𝑓 =
Jarak tempuh zat terlarut
Jarak tempuh zat pelarut
𝑅𝑓 =
0,4 cm
6 cm
= 0,07
3. Tinta biru
Biru 𝑅𝑓 =
Jarak tempuh zat terlarut
Jarak tempuh zat pelarut
𝑅𝑓 =
6,4 cm
6 cm
= 1,07
18
4. Tinta ungu
Merah 𝑅𝑓 =
Jarak tempuh zat terlarut
Jarak tempuh zat pelarut
𝑅𝑓 =
1 cm
6 cm
= 0,17
Biru 𝑅𝑓 =
Jarak tempuh zat terlarut
Jarak tempuh zat pelarut
𝑅𝑓 =
3 cm
6 cm
= 0,5
Ungu 𝑅𝑓 =
Jarak tempuh zat terlarut
Jarak tempuh zat pelarut
𝑅𝑓 =
2 cm
6 cm
= 0,33
d. Air (H2O) dan Etanol (C2H5OH) (1:1)
1. Tinta hitam
Hitam 𝑅𝑓 =
Jarak tempuh zat terlarut
Jarak tempuh zat pelarut
𝑅𝑓 =
3,4 cm
5,5 cm
= 0,61
2. Tinta Pink
Pink 𝑅𝑓 =
Jarak tempuh zat terlarut
Jarak tempuh zat pelarut
𝑅𝑓 =
1,0 cm
5,5 cm
= 0,18
19
3. Tinta biru
Biru 𝑅𝑓 =
Jarak tempuh zat terlarut
Jarak tempuh zat pelarut
𝑅𝑓 =
3,5cm
5,5 cm
= 0.63
4. Tita ungu
Merah 𝑅𝑓 =
Jarak tempuh zat terlarut
Jarak tempuh zat pelarut
𝑅𝑓 =
3,7 cm
5,5 cm
= 0,67
B. Pembahasan
Kromatografi adalah suatu teknik pemisahan molekul berdasarkan
perbedaan pola pergerakan antara fase gerak dan fase diam untuk memisahkan
komponen yang berada pada larutan atau prosedur pemisahan zat terlarut oleh
suatu proses migrasi diferensial dinamis dalam system yang terdiri dari dua fase
atau lebih, salah satunya bergerak secara berkesinambungan dalam arah tetentu
dan didalamya zat – zat itu menunjukkan perbedaan mobilitas yang disebabkan
dengan adanya perbedaan dalam adsorben, partisi, kelarutan, tekanan uap, ukuran
molekul atau kerapatan muatan ion. Sehingga masing - masing zat dapat
diidentifikasi atau ditetapkan dengan metode.
Pada percobaan ini menggunakan 4 sampel yaitu tinta merah, tinta biru,
tinta hitam dan tinta ungu dengan menggunakan pelarut berupa campuran akuades
(H2O) dan n-heksan (C6H14) Setelah mengikuti prosedur percobaan yang ada,
diperoleh perbedaan jarak antara noda yang ada dalam pelarut antara lain untuk
tinta hitam, merah muda, biru muda dan biru tua sebesar 6 cm sedangkan jarak
noda untuk tinta hitam dengan warna noda hitam dan biru sebesar 2 cm dan 1 cm.
20
Jarak noda untuk tinta merah muda sebesar 6 cm untuk tinta biru muda diperoleh
jarak noda sebesar 5.8 cm dan untuk tinta biru tua dengan warna noda yaitu ungu
dan biru diperoleh jarak noda sebesar 1.8 cm dan 6 cm. Harga Rf untuk tinta
hitam dengan warna noda yaitu hitam, hijau dan ungu sebesar 0.33 dan 0.17 dan
0,2 untuk tinta merah muda diperoleh Rf sebesar 1, tinta biru muda diperoleh Rf
sebesar 0,96 an untuk tinta biru tua diperoleh Rf sebesar 0.3 dan 1 dengan warna
noda berupa ungu dan biru.
Percobaan kromatografi selalu berkaitan dengan harga Rf. Besarnya jarak
yang ditempuh noda tergantung pada beberapa hal antara lain kelarutan antara
noda dan pelarutnya, jika noda dan pelarutnya bekerja dengan prinsip
likedissolves like (saling melarut karena memiliki sifat yang sama) maka noda
tersebut akan lebih mudah bergerak. Selain tu kemampuan pelarut untuk bergerak
merambat pada kertas saring atau sifat kapilaritas tinggi maka harga Rfnya akan
lebih rendah. Pada praktikum ini jarak noda tidak terlalu tinggi dikerenakan
ukuran kertas saring yang kurang memadai sehingga warna noda yang dihasilkan
pun tidak dapat diperoleh secara maksimal.
21
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Kesimpulan yang diperoleh pada percobaan ini, yaitu sebagai berikut:
1. Prinsip kromatografi kertas adalah adsorbsi dan kepolaran, dimana
adsorbsi didasarkan pada banyaknya komponen dalam campuran yang
diadsorbsi pada permukaan fase diam. dan kepolaran komponen
berpengaruh kerena komponen akan larut dan terbawa oleh pelarut jika
memiliki kepolaran yang sama serta kecepatan jarak tempuh pada fase
diam dan fase gerak.
2. Pigmen warna pada tinta hitam yaitu hijau, hitam, dan ungu untuk tinta
pink diperoleh warna pigmen pink, tinta biru diperoleh warna pigmen
yaitu biru serta untuk tinta ungu diperoleh warna pigmen ungu dan biru.
B. Saran
Saran yang dapat diberikan pada percobaan ini yaitu sebaiknya pada
percobaan berikutnya dapat digunakan sampel dari warna ekstra tumbuhan seperti
eksrak daun pandan atau ekstrak bayam sebagai pembanding dari sampel tinta.
21
22
DAFTAR PUSTAKA
Azizahwati, dkk. “Analisis Zat Warna Sintesis Terlarang oleh Makanan yan
Beredar Dipasar”. Departemen Farmasi-Depok-Universitas Indonesia, vol
IV, No. 1 (April 2007).
Bintang, Maria. Biokimia Teknik Penelitian. Jakarta: Erlangga, 2010.
Day, R. A., dkk, Quantitative Analysis, terj. Iis Sofyan. analisis kimia kuantitatif.
Jakarta: Erlangga, 2002.
Harborne, J. B. Phytochemical methods, terj. Kosasih Padmawinata. Metode
Fitokimia. Bandung: ITB, 1987.
Hendayana, Suminar. Kimia Pemisahan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2010.
M. S., Alimin, Muh. Yunus dan Irfan Idris. Kimia Analitik. Makassar: Alauddin
Press, 2007.
“n-heksan” Wikipedia the free encyclopedia.http://id.wikepedia.org/wiki/n-
heksan (2014).
“Tinta”, Wikipedia the free encyclopedia.http://id.wikepedia.org/wiki/tinta
(2014).
22
23
LEMBAR PENGESAHAN
Laporan Lengkap Praktikum Dasar–dasar Pemisahan Kimia dengan Judul
“Kromatografi Kertas (KK)” disusun oleh
Nama : Riskayanti
Nim : 60500112028
Kelompok : III (Tiga)
telah diperiksa oleh Asisten/ Koordinator Asisten dan dinyatakan diterima sebagai
laporan lengkap.
Samata, Mei 2014
Koordinator Asisten Asisten
Siti Hardiyanti R. L Indah ayu Risnah
Nim: 60500110027 Nim: 60500111025
Mengetahui,
Dosen penanggung Jawab
Dra. Sitti Chadijah, M.Si
Nip. 19680216 199903 2 001

Kromatografi kertas (kk)

  • 1.
    1 BAB I PENDAHULUAN A. LatarBelakang Istilah kromatografi berasal dari bahasa latin chroma yang berarti warna dan grafhien yang berarti menulis. Kromatografi pertama kali diperkenalkan oleh Michael Tswest (1930) seorag ahli botani dari rusia. Michel Tswest dalam percobaannya ia berhasil memisahkan klorofil dab pigmen-pigmen warna lain dalam ekstrak tumbuhan engan menggunakan serbuk kalsium karbonat yang diisikan ke dalam kolom kaca dan petroleum eter sebagai pelarut. Proses pemisahan itu diawali dengan menempatkan larutan cuplikan pada permukaan atas kalsium karbonat, kemudian dialirkan pelarut petroleum eter. Hasilnya berupa pita-pita berwarna tersebut yang terlihat sepanjang kolom sebagai hasil pemisahan komponen-komponen dalam ekstrak tumbuhan. Berdasarkan pita-pita berwarna tersebut muncul istilah kromatografi.1 Pemisahan dan pemurnian kandungan tumbuhan terutama dilakukan dengan menggunakan salah satu dari empat teknik kromatografi atau gabungan teknik tersebut. Keempat teknik kromatografi itu terdiri atas : kromatografi kertas (KK), kromatografi lapis tipis (KLT), kromatografi gas cair (KGC), dan kromatografi cair kinerja tinggi (KCKT).2 1Alimin M. S., Muh. Yunus dan Irfan Idris, Kimia Analitik (Makassar: Alauddin Press, 2007), h. 73 2J. B., Harborne, Phytochemical methods, terj. Kosasih Padmawinata, Metode Fitokimia (Bandung: ITB, 1987), h. 9. 1
  • 2.
    2 Berdasarkan latar belakangdi atas maka dilakukanlan percobaan tentang kromatografi kertas untuk mengetahui cara pemisahan dengan metode pemisahan kromatografi kertas dan mengetahui pigmen warna dalam tinta. B. Rumusan Masalah Rumusan masalah dari percobaan ini adalah sebagai berikut: 1. Bagaimanakah cara pemisahan dengan menggunakan metode kromatografi kertas (KK)? 2. Bagaimana cara pemisahan pigmen warna dari tinta dengan menggunakan metode kromatografi kertas (KK)? C. Tujuan Percobaan Tujuan percobaan ini adalah sebagai berikut: 1. Untuk mengetahui cara pemisahan dengan menggunakan metode kromatografi kertas (KK). 2. Untuk mengetahui cara pemisahan pigmen warna dari tinta dengan menggunakan metode kromatografi kertas (KK).
  • 3.
    3 BAB II TINJAUAN PUSTAKA Pengertiankromatografi menyangkut metode pemisahan yang didasarkan atas distribusi diferensial komponen sampel di antara dua fasa, yaitu fasa diam (stationary fhase) dan fase gerak (mobil fhase). Fasa diam dapat berupa padatan atau cairan yang terikat pada permukaan padatan (kertas atau suatu absorben), sedangkan fasa gerak dapat berupa cairan atau gas yang biasa disebut sebagai eluen atau pelarut. Gerakan fasa gerak ini mengakibatkan terjadinya migrasi diferensial komponen-komponen dalam sampel.3 Istilah kromatografi diturunkan dari kata-kata Yunani yang berarti “warna” dan “tulis”, warna senyawa-senyawa itu jelas merupakan suatu kebetulan dalam proses pemisahan. Tswett mengatisipasi penerapan-penerapannya ke berbagai sistem kimia. Karya Tswett didalami dan diperluas secepatnya, bebepara ilmu pengetahuan telah berkembang lebih pesat. Namun, kromatografi tetap terbengkalai tahun 1931. Ketika pemisahan pigmen-pigmen tumbuhan karotin dilaporkan oleh seorang ahli kimia organic terkemuka Kuhn. Perhatian ini menarik lebih banyak perhatian dan kromatografi adsorpsi menjadi lebih luas dan digunakan dalam bidang kimia produk alam.4 Proses kromatografi selalu terdapat salah satu kecenderungan sebagai berikut: (a) kecenderungan molekul-molekul komponen untuk melarut dalam cairan, (b) kecenderungan molekul-molekul komponen untuk melekat pada 3Alimin M. S., Muh. Yunus dan Irfan Idris, Kimia Analitik,h.73. 4R.A. Day dan L. Underwood. Quantitative Analysis, terj. Iis Sopyan. Analisis Kimia Kuantitatif,h. 486. 3
  • 4.
    4 permukaan padatan halus(adsorpsi = penyerapan), (c) kecenderungan molekul komponen untuk bereaksi secara kimia (penukar ion) dan (d) kecenderungan molekul-molekul terekslusi pada pori-pori fasa diam.5 Pada prinsipnya, teknik untuk memisahkan suatu persenyawaan dengan struktur sama atau berbeda sedikit, dengan cara adsorpsi secara selektif pada adsorben yang berbeda. Dikenal dua fasa pada kromatografi yaitu fasa mobil atau fasa gerak yang membawa sampel dan fasa stasioner atau fasa diam yang menahan sampel. Fasa gerak dapat berupa cairan atau gas, sedangkan fasa diam dapat berupa padatan atau cairan. Jika fasa mobilnya berupa cairan, maka disebut kromatografi cairan dan jika asa mobilnya berupa gas, maka disebut kromatografi gas.6 Komponen yang dipisahkan harus larut dalam fasa gerak dan harus mempunyai kemampuan untuk berinteraksi dengan fasa diam dengan cara melarut didalamnya, teradsorbsi, atau bereaksi secara kimia (penukar ion). Pemisahan terjadi berdasarkan perbedaan migrasi zat-zat yang menyusun suatu sampel. Hasil pemisahan dapat digunakan untuk keperluan identifikasi (analisis kuantitatif), penetapan kadar (analisis kuantitatif) dan pemurnian suatu senyawa (pekerjaan preparatif).7 Salah satu keuntungan dari kromatografi kertas adalah kemudahan dan kesederhanaannya pada pelaksanaan pemisahan, yaitu hanya pada lembaran kertas saring yang berlaku sebagai medium pemisahan dan juga sebagai penyangga. 5Alimin M. S., Muh. Yunus dan Irfan Idris, Kimia Analitik,h.73. 6Maria Bintang, Biokimia Teknik Penelitian (Jakarta: Erlangga, 2010), h. 141. 7Alimin M. S., Muh. Yunus dan Irfan Idris, Kimia Analitik,h.73.
  • 5.
    5 Keuntungan lain yaituketerulangan Rf merupakan parameter yang berharga dalam memaparkan senyawa tumbuhan baru. Salah satu contohnya untuk memisahkan senyawa antosianin yang tidak mempunyai ciri fisik lain yang jelas, Rf adalah sarana yang penting dalam memaparkan dan membedakan pigmen yang satu dengan yang lain8 Kromatografi kertas semula hanya dianggap sebagai suatu bentuk sederhana dari partisi cair-cair. Serat-serat selulosa hidrofilik dari kertas dapat mengikat air setelah berada di udara yang lembab, kertas penyaring yang nampak kering sebenarnya dapat mengandung persentase air yang besar9 Kromatografi partisi, senyawa-senyawa dengan perbedaan jenis jumlah gugus fungsi biasanya dipisahkan. Kehebatan kromatografi adsorbsi yang tidak dimiliki oleh metode lain adalah kemampuan untuk memisahkan campuran-campuran isomer10 Kromatografi pada kertas biasanya melibatkan kromatografi pembagian atau penyerapan. Pada kromatografi pembagian, senyawa terbagi dalam pelarut alkohol yang sebagian besar tidak becampur dengan air, misalnya n-butanol. Campuran pelarut klasik yaitu n-butanol dan asam asetat serta air dengan perbandingan 4 : 1: 511 8J. B., Harborne, Phytochemical methods, terj. Kosasih Padmawinata, Metode Fitokimia, h. 10. 9 R. A. Day dan A. L. Underwood, Quantitatif Analiysis, terj. Hitarius Wibi H dan Lemeda Simarmata, Analisis Kimia Kuantitatif (Jakarta: Erlangga, 2002), h. 551. 10 Suminar, Hendayana, Kimia Pemisahan (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2010), h.103. 11Harborne, J.B, Phytochemical methods, terj. Kosasih Padmawinata, Metode Fitokimia, h.10.
  • 6.
    6 Analisis sampel zatwarna dengan kromatografi kertas pada sampel zat warna dan Sampel zat warna sintetik untuk makanan diidentifikasi dengan menggunakan zat warna pembanding dan sampel zat warna tekstil yang sesuai. Jika sampel tersebut berupa campuran zat warna, maka untuk identifikasi, digunakan zat warna pembanding dan sampel zat warna tekstil yang merupakan komponen warna pembentuknya. Contohnya untuk sampel zat warna sintetik yang berwarna hijau, dibandingkan dengan zat warna pembanding dan sampel zat warna tekstil hijau, kuning, dan biru.12 Pengidentifikasian noda-noda sering dikarakteristiskan berdasarkan nilai Rf nya. Nilai Rf adalah rasio jarak yang dipindahkan oleh suatu zat terlarut terhadap jarak yang dipindahkan oleh garis depan pelarut selama waktu yang sama. Nila Rf yang identik suatu senyawa yang diketahui dan yang tidak diketahui dengan menggunakan beberapa system pelarut yang berbeda memberikan bukti yang kuat bahwa nilai untuk kedua senyawa tersebut adalah identil, terutama jika senyawa tersebut dijalankan secara berdampingan di seluruh pita kertas yang sama.13 Bilangan Rf adalah jarak yang ditempuh kromatografi nisbi terhadap garis depan. Bilangan Rf diperoleh dengan mengukur jarak antara titik awal dan pusat bercak yang dihasilkan senyawa dan jarak ini kemudian dibagi dengan jarak 12Azizahwati, dkk, “Analisis Zat Warna Sintesis Terlarang oleh Makanan yan Beredar Dipasar”, Departemen Farmasi-Depok-Universitas Indonesia,vol IV, No. 1 (April 2007), h.5. 13R.A. Day dan L. Underwood. Quantitative Analysis, terj. Iis Sopyan. Analisis Kimia Kuantitatif, h. 550.
  • 7.
    7 antara titik awaldan garis depan (yaitu jarak yang ditempuh cairan pengembang). Bilangan ini selalu berupa pecahan dan terletak antara 0,01 dan 0,99.14 Tinta adalah bahan berwarna yang mengandung pigmenwarna yang digunakan untuk mewarnai suatu permukaan.Tinta bersama pena dan pensildigunakan untuk menulis dan menggambar. Tinta merupakan sebuah media yang sangat kompleks, berisikan pelarut, pigmen, celupan, resin dan pelumas, sollubilizer (semacam senyawa yang membentuk ion-ion polimer polar dengan resin tahan air). Selain itu, ada surfaktan yang merupakan unsur basah yang menurunkan tekanan permukaan dari sebuah cairan yang memungkinkan penyebaran dengan mudah, surfaktan juga menurunkan tekanan antar permukaan antara dua cairan). Dalam tinta juga terdapat materi-materi partikuler, pemijar, dan material-material lainnya. Komponen-komponen tinta tersebut menjalankan banyak fungsi seperti unsur pembawa tinta, pewarna, dan bahan-bahan tambahan lainnya yang digunakan untuk mengatur aliran, ketebalan, dan bentuk tinta ketika kering.15 Tinta adalah cairan yang berisikan bermacam pigmen dan atau celupan yang digunakan untuk mewarnai bidang atau untuk menghasilkan suatu gambar, teks ataupun sebuah desain.Tinta juga digunakan untuk mengambar dan atu menulis menggunakan pena, kuas atau quill (semacam kuas berbulu lembut). Tinta yang lebih kental dalam bentuk pasta digunakan secara luas pada penerbitan 14 J. B., Harborne, Phytochemical methods, terj. Kosasih Padmawinata, Metode Fitokimia, h. 11. 15“Tinta”, Wikipedia the free encyclopedia.http://id.wikepedia.org/wiki/tinta (2014).
  • 8.
    8 dan percetakan litografis(sebuah metode pencetakan menggunakan pelat yang memiliki permukaan yang sangat halus).16 Heksana adalah sebuah senyawa hidrokarbon alkana dengan rumus kimia C6H14 (isomer utama n-heksana memiliki rumus (CH3(CH2)4CH3). Awalan heks- merujuk pada enam karbon atom yang terdapat pada heksana dan akhiran -ana berasal dari alkana, yang merujuk pada ikatan tunggal yang menghubungkan atom-atom karbon tersebut. Seluruh isomer heksana amat tidak reaktif, dan sering digunakan sebagai pelarut organik yang inert. Heksana juga umum terdapat pada bensin dan lem sepatu, kulit dan tekstil. Dalam keadaan standar senyawa ini merupakan cairan tak berwarna yang tidak larut dalam air.17 16“Tinta”, Wikipedia the free encyclopedia.http://id.wikepedia.org/wiki/tinta (2014). 17 “n-heksan” Wikipedia the free encyclopedia.http://id.wikepedia.org/wiki/n-heksan (2014).
  • 9.
    9 BAB III METODE PRAKTIKUM A.Waktudan Tempat Hari / Tanggal : Senin / 19 Mei 2014 Pukul : 08.00 – 10.00 WITA Tempat : Laboratorium Kimia Analitik Fakultas Sains dan Teknologi UIN Alauddin Makassar. B. Alat dan Bahan 1. Alat Alat-alat yang digunakan pada percobaan ini yaitu, chamber, pipet volum 5 mL, pipet volum 10 mL, kimia 250 ml, gunting, mistar dan pensil. 2. Bahan Bahan–bahan yang digunakan pada percobaan ini yaitu aquades (H2O), kertas saring wothman, n-heksan (C6H14), tinta biru, hitam, merah dan ungu. 9
  • 10.
    10 C. Prosedur Percobaan Prosedurkerja dalam percobaan ini yaitu sebagai berikut: 1. Menyiapkan empat lembar kertas saring dengan ukuran panjang 7 cm dan lebar 2 cm. 2. Mengoven kertas saring ke dalam oven. 3. Memberi tanda batas pada bagian atas dan bawah 0,5 cm. 4. Memipet 2 ml n-heksan (C6H14) ke dalam chamber. 5. Menambahkan 2 ml air (H2O) ke dalam chamber yang berisi n-heksan (C6H14) kemudian menghomogenkan campuran. 6. Menotol masing-masing kertas saring dengan tinta hitam, merah, biru dan ungu. 7. Memasukkan kertas saring yang telah ditotol ke dalam chamber yang berisi pelarut dari campuran n-heksan (C6H14) dan air (H2O). 8. Mengoven kertas saring ke dalam oven. 9. Mengamati jarak tempuh pelarut dan noda hingga pelatunya berada pada tanda batas atas kertas saring. 10. Mengeluarkan kertas saring dari chamber. 11. Mengukur jarak pelarut. 12. Mengeringkan kertas saring dengan menggunakan oven. 13. Jarak noda dan tinta. 14. Menghitung harga Rf noda dan tinta
  • 11.
    11 BAB 4 HASIL DANPEMBAHASAN A. Hasil Pengamatan 1. Tabel Pengamatan a. Air (H2O) + n-heksan (C6H14) (1:1) No . Warna Tinta Jarak Pelarut Warna Noda Jarak Tinta Rf Gambar 1. Hitam 6 cm Hitam Biru 2 cm 1 cm 0,3 0,17 2. Merah Muda 6 cm Biru Muda 6 cm 1 3. Biru Muda 6 cm Biru Muda 5,8 cm 0,96 4. Biru Tua 6 cm Ungu Biru 1,8 cm 6 cm 0,3 1 11
  • 12.
    12 b. Air (H2O)dan Etanol (C2H5OH) (1:1) No. Warna Jarak Eluen (cm) Noda Jarak Noda (cm) Rf Gambar 1. Hitam 5 Hitam Hijau tua 3,5 0,7 0,7 0,14 Ungu 0,5 0,1 2. Merahm uda 5 Merah muda 4,7 0,94 3. Biru 5 Biru 4,8 0,96 4. Ungu 5 Ungu Biru 4 1 0,8 0,2
  • 13.
    13 c. Air (H2O)dan kloroform (CHCl3) (1:1) No. Warna Jarak Eluen (cm) Noda Jarak Noda (cm) Rf Gambar 1 Hitam 6 Hitam Kuning Biru 0,9 0,2 0,5 0,15 0,3 0,08 2 Pink 6 Merah- muda 0,4 0,07 3 Biru 6 Biru 6,4 0,5 4 Ungu 6 Merah Biru Ungu 1 3 2 0,17 0,5 0,33
  • 14.
    14 d. Air (H2O)dan Etanol (C2H5OH) (1:1) No Sampel Jarak Eluen (cm) Jarak Noda (cm) Rf Gambar 1 Hitam 5,5 3,4 0,61 2 Pink 5,5 1,0 0,18 3 Biru 5,5 3,5 0,63 4 Ungu 5,5 3,7 0,67
  • 15.
    15 2. Analisi Data a.Air (H2O) + n-heksan (C6H14) (1:1) 1. Warna Hitam Hitam: Rf = Jarak yang di tempuh zat terlarut 𝑗𝑎𝑟𝑎𝑘𝑦𝑎𝑛𝑔𝑑𝑖𝑡𝑒𝑚𝑝𝑢ℎ Rf = 2 cm 6 𝑐𝑚 = 0.33 Biru: Rf = Jarak yang di tempuh zat terlarut 𝑗𝑎𝑟𝑎𝑘𝑦𝑎𝑛𝑔𝑑𝑖𝑡𝑒𝑚𝑝𝑢ℎ Rf = 1 cm 6 𝑐𝑚 = 0.17 2. Warna Merah Merah: Rf = Jarak yang di tempuh zat terlarut 𝑗𝑎𝑟𝑎𝑘𝑦𝑎𝑛𝑔𝑑𝑖𝑡𝑒𝑚𝑝𝑢ℎ Rf = 6 cm 6 𝑐𝑚 = 1 3. Warna Biru Muda Biru Muda: Rf = Jarak yang di tempuh zat terlarut 𝑗𝑎𝑟𝑎𝑘𝑦𝑎𝑛𝑔𝑑𝑖𝑡𝑒𝑚𝑝𝑢ℎ Rf = 3,5 cm 6 𝑐𝑚 = 6,3 4. Warna Biru Tua Ungu: Rf = Jarak yang di tempuh zat terlarut 𝑗𝑎𝑟𝑎𝑘𝑦𝑎𝑛𝑔𝑑𝑖𝑡𝑒𝑚𝑝𝑢ℎ Rf = 1,8cm 6 𝑐𝑚 = 0.3 Biru: Rf = Jarak yang di tempuh zat terlarut 𝑗𝑎𝑟𝑎𝑘𝑦𝑎𝑛𝑔𝑑𝑖𝑡𝑒𝑚𝑝𝑢ℎ Rf = 6 cm 6 𝑐𝑚 = 1
  • 16.
    16 b. Air (H2O)dan Etanol (C2H5OH) (1:1) 1. Warna Hitam Hitam: Rf = Jarak yang di tempuh zat terlarut 𝑗𝑎𝑟𝑎𝑘 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑡𝑒𝑚𝑝𝑢ℎ Rf = 3,5 5 = 0,7 Hijau: Rf = Jarak yang di tempuh zat terlarut 𝑗𝑎𝑟𝑎𝑘 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑡𝑒𝑚𝑝𝑢ℎ Rf = 0,7 5 = 0,14 Ungu: Rf = Jarak yang di tempuh zat terlarut 𝑗𝑎𝑟𝑎𝑘 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑡𝑒𝑚𝑝𝑢ℎ Rf = 0,5 5 = 0,1 2. Warna Pink Pink: Rf = Jarak yang di tempuh zat terlarut 𝑗𝑎𝑟𝑎𝑘 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑡𝑒𝑚𝑝𝑢ℎ Rf = 4,7 5 = 0,94 3. Warna Biru Biru: Rf = Jarak yang di tempuh zat terlarut 𝑗𝑎𝑟𝑎𝑘 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑡𝑒𝑚𝑝𝑢ℎ Rf = 0,48 5 = 0,96 4. Warna Ungu Ungu: Rf = Jarak yang di tempuh zat terlarut 𝑗𝑎𝑟𝑎𝑘 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑡𝑒𝑚𝑝𝑢ℎ Rf = 4 5 = 0,8 Biru: Rf = Jarak yang di tempuh zat terlarut 𝑗𝑎𝑟𝑎𝑘 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑡𝑒𝑚𝑝𝑢ℎ Rf = 1 5 = 0,2
  • 17.
    17 c. Air (H2O)dan kloroform (CHCl3) (1:1) 1. Tinta hitam Hitam 𝑅𝑓 = Jarak tempuh zat terlarut Jarak tempuh zat pelarut 𝑅𝑓 = 0,9 cm 6 cm = 0,15 Kuning 𝑅𝑓 = Jarak tempuh zat terlarut Jarak tempuh zat pelarut 𝑅𝑓 = 0,2 cm 6 cm = 0,03 Biru 𝑅𝑓 = Jarak tempuh zat terlarut Jarak tempuh zat pelarut 𝑅𝑓 = 0,5 cm 6 cm = 0,08 2. Tinta Pink Pink 𝑅𝑓 = Jarak tempuh zat terlarut Jarak tempuh zat pelarut 𝑅𝑓 = 0,4 cm 6 cm = 0,07 3. Tinta biru Biru 𝑅𝑓 = Jarak tempuh zat terlarut Jarak tempuh zat pelarut 𝑅𝑓 = 6,4 cm 6 cm = 1,07
  • 18.
    18 4. Tinta ungu Merah𝑅𝑓 = Jarak tempuh zat terlarut Jarak tempuh zat pelarut 𝑅𝑓 = 1 cm 6 cm = 0,17 Biru 𝑅𝑓 = Jarak tempuh zat terlarut Jarak tempuh zat pelarut 𝑅𝑓 = 3 cm 6 cm = 0,5 Ungu 𝑅𝑓 = Jarak tempuh zat terlarut Jarak tempuh zat pelarut 𝑅𝑓 = 2 cm 6 cm = 0,33 d. Air (H2O) dan Etanol (C2H5OH) (1:1) 1. Tinta hitam Hitam 𝑅𝑓 = Jarak tempuh zat terlarut Jarak tempuh zat pelarut 𝑅𝑓 = 3,4 cm 5,5 cm = 0,61 2. Tinta Pink Pink 𝑅𝑓 = Jarak tempuh zat terlarut Jarak tempuh zat pelarut 𝑅𝑓 = 1,0 cm 5,5 cm = 0,18
  • 19.
    19 3. Tinta biru Biru𝑅𝑓 = Jarak tempuh zat terlarut Jarak tempuh zat pelarut 𝑅𝑓 = 3,5cm 5,5 cm = 0.63 4. Tita ungu Merah 𝑅𝑓 = Jarak tempuh zat terlarut Jarak tempuh zat pelarut 𝑅𝑓 = 3,7 cm 5,5 cm = 0,67 B. Pembahasan Kromatografi adalah suatu teknik pemisahan molekul berdasarkan perbedaan pola pergerakan antara fase gerak dan fase diam untuk memisahkan komponen yang berada pada larutan atau prosedur pemisahan zat terlarut oleh suatu proses migrasi diferensial dinamis dalam system yang terdiri dari dua fase atau lebih, salah satunya bergerak secara berkesinambungan dalam arah tetentu dan didalamya zat – zat itu menunjukkan perbedaan mobilitas yang disebabkan dengan adanya perbedaan dalam adsorben, partisi, kelarutan, tekanan uap, ukuran molekul atau kerapatan muatan ion. Sehingga masing - masing zat dapat diidentifikasi atau ditetapkan dengan metode. Pada percobaan ini menggunakan 4 sampel yaitu tinta merah, tinta biru, tinta hitam dan tinta ungu dengan menggunakan pelarut berupa campuran akuades (H2O) dan n-heksan (C6H14) Setelah mengikuti prosedur percobaan yang ada, diperoleh perbedaan jarak antara noda yang ada dalam pelarut antara lain untuk tinta hitam, merah muda, biru muda dan biru tua sebesar 6 cm sedangkan jarak noda untuk tinta hitam dengan warna noda hitam dan biru sebesar 2 cm dan 1 cm.
  • 20.
    20 Jarak noda untuktinta merah muda sebesar 6 cm untuk tinta biru muda diperoleh jarak noda sebesar 5.8 cm dan untuk tinta biru tua dengan warna noda yaitu ungu dan biru diperoleh jarak noda sebesar 1.8 cm dan 6 cm. Harga Rf untuk tinta hitam dengan warna noda yaitu hitam, hijau dan ungu sebesar 0.33 dan 0.17 dan 0,2 untuk tinta merah muda diperoleh Rf sebesar 1, tinta biru muda diperoleh Rf sebesar 0,96 an untuk tinta biru tua diperoleh Rf sebesar 0.3 dan 1 dengan warna noda berupa ungu dan biru. Percobaan kromatografi selalu berkaitan dengan harga Rf. Besarnya jarak yang ditempuh noda tergantung pada beberapa hal antara lain kelarutan antara noda dan pelarutnya, jika noda dan pelarutnya bekerja dengan prinsip likedissolves like (saling melarut karena memiliki sifat yang sama) maka noda tersebut akan lebih mudah bergerak. Selain tu kemampuan pelarut untuk bergerak merambat pada kertas saring atau sifat kapilaritas tinggi maka harga Rfnya akan lebih rendah. Pada praktikum ini jarak noda tidak terlalu tinggi dikerenakan ukuran kertas saring yang kurang memadai sehingga warna noda yang dihasilkan pun tidak dapat diperoleh secara maksimal.
  • 21.
    21 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Kesimpulanyang diperoleh pada percobaan ini, yaitu sebagai berikut: 1. Prinsip kromatografi kertas adalah adsorbsi dan kepolaran, dimana adsorbsi didasarkan pada banyaknya komponen dalam campuran yang diadsorbsi pada permukaan fase diam. dan kepolaran komponen berpengaruh kerena komponen akan larut dan terbawa oleh pelarut jika memiliki kepolaran yang sama serta kecepatan jarak tempuh pada fase diam dan fase gerak. 2. Pigmen warna pada tinta hitam yaitu hijau, hitam, dan ungu untuk tinta pink diperoleh warna pigmen pink, tinta biru diperoleh warna pigmen yaitu biru serta untuk tinta ungu diperoleh warna pigmen ungu dan biru. B. Saran Saran yang dapat diberikan pada percobaan ini yaitu sebaiknya pada percobaan berikutnya dapat digunakan sampel dari warna ekstra tumbuhan seperti eksrak daun pandan atau ekstrak bayam sebagai pembanding dari sampel tinta. 21
  • 22.
    22 DAFTAR PUSTAKA Azizahwati, dkk.“Analisis Zat Warna Sintesis Terlarang oleh Makanan yan Beredar Dipasar”. Departemen Farmasi-Depok-Universitas Indonesia, vol IV, No. 1 (April 2007). Bintang, Maria. Biokimia Teknik Penelitian. Jakarta: Erlangga, 2010. Day, R. A., dkk, Quantitative Analysis, terj. Iis Sofyan. analisis kimia kuantitatif. Jakarta: Erlangga, 2002. Harborne, J. B. Phytochemical methods, terj. Kosasih Padmawinata. Metode Fitokimia. Bandung: ITB, 1987. Hendayana, Suminar. Kimia Pemisahan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2010. M. S., Alimin, Muh. Yunus dan Irfan Idris. Kimia Analitik. Makassar: Alauddin Press, 2007. “n-heksan” Wikipedia the free encyclopedia.http://id.wikepedia.org/wiki/n- heksan (2014). “Tinta”, Wikipedia the free encyclopedia.http://id.wikepedia.org/wiki/tinta (2014). 22
  • 23.
    23 LEMBAR PENGESAHAN Laporan LengkapPraktikum Dasar–dasar Pemisahan Kimia dengan Judul “Kromatografi Kertas (KK)” disusun oleh Nama : Riskayanti Nim : 60500112028 Kelompok : III (Tiga) telah diperiksa oleh Asisten/ Koordinator Asisten dan dinyatakan diterima sebagai laporan lengkap. Samata, Mei 2014 Koordinator Asisten Asisten Siti Hardiyanti R. L Indah ayu Risnah Nim: 60500110027 Nim: 60500111025 Mengetahui, Dosen penanggung Jawab Dra. Sitti Chadijah, M.Si Nip. 19680216 199903 2 001