BELAJAR DAN PEMBELAJARAN
KELOMPOK 3
TEORI BELAJAR MENURUT
ALIRAN KONSTRUKTIVISME
DAN LANDASAN FILOSOFISNYA
Pengertian Teori Kontruktivisme
bersifat
membina, memperbai
ki, dan membangun
paham atau aliran
Konstruktivisme merupakan aliran filsafat
pengetahuan yang menekankan bahwa
pengetahuan kita merupakan hasil
konstruksi kita sendiri
Konstruktivisme adalah sebuah
teori yang memberikan kebebasan
terhadap manusia yang ingin belajar
atau mencari kebutuhannya dengan
kemampuan untuk menemukan
keinginan atau kebutuhannya tersebut
dengan bantuan fasilitasi orang lain.
Belajar adalah proses di mana
pembelajar secara aktif
mengkonstruksi atau membangun
gagasan-gagasan atau konsep-konsep
baru yang didasarkan atas pengetahuan
yang telah dimiliki di masa lalu atau ada
pada saat itu.
Belajar Menurut Teori Konstruktivisme
Pengetahuan yang didapat oleh siswa tidak
diberikan begitu saja secara mentah-
mentah, tetapi siswa sendirilah yang
membangun atau mengonstruksi
pengetahuan itu dari semua informasi yang
masuk atau ada dilingkuangan
belajarnya, menjadi sebuah informasi yang
tersusun dan utuh.
Teori Belajar Konstruktivisme
Tokoh-tokoh dalam Teori Belajar
Konstruktivisme
Jean Piaget
Teori Vigosky
Konstruktivisme
individual (Individual
constructivist theory)
Konstruktivisme sosial
(social constructivist
theory)
Jean Piaget
Konsep-konsep utama di bidang psikologi perkembangan
dan berkenaan dengan pertumbuhan intelegensi
Kemampuan untuk secara lebih akurat
merepresentasikan dunia, dan mengerjakan operasi-
operasi logis dari representasi-representasi konsep
realitas dunia
Tidak seperti teorinativis ataupun teori empiris
Mengkonstruksi kemampuan kognitif kita melalui
kegiatan motivasi diri dalam dunia nyata
Empat Konsep Dasar Yang
Diperkenalkan oleh Piaget
1. Skema
2. Asimilasi
3. Akomodasi
4. Equilibrium (keseimbangan)
Skema adalah suatu struktur kognitif yang slalu
berkembang dan berubah, karena proses
asimiliasi dan proses akomodasi aktif serta
dinamis.
1. Skema
Proses penyesuian informasi yang akan
diterima sehingga menjadi sesuatu yang dikenal
oleh siswa.
2. Asimilasi
4. Equilibrium (keseimbangan)
3. Akomodasi
Penempatan informasi yang sudah di ubah
dalam skema yang sudah ada, untuk
penempatan tersebut skema perlu
menyesuiakan diri.
Sebuah proses adaptasi oleh individu
terhadap lingkungan individu, agar berusaha
untuk mencapai struktural mental atau
skema yang stabil atau seimbang antara
asimilasi dan akomodasi.
Zone Of Proximal Development (ZPD) adalah jarak
antara perkembangan sesungguhnya dengan tingkat
perkembangan potensial dimana siswa mampu
mengkonstruksikan pengetahuan dibawah
bimbingan orang dewasa.
Scaffolding merupakan pemberian kepada peserta
didik selama tahap-tahap awal
pembelajaran, kemudian mengurangi bantuan dan
memberikan kesempatan untuk mengambil alih
tanggung jawab yang semakin besar setelah dapat
melakukannya sendiri.
Interaksi sosial, unsur budaya, dan aktivitas yang
membentuk pengembangan dan pembelajaran
individu.
Membedakan dua macam konsep yaitu konsep
spontan dan konsep ilmiah.
Pengetahuan dibentuk oleh realitas dan kebenaran
serta faktor eksternal dan internal
Kesiapan individu untuk belajar sangat bergantung
pada stimulus lingkungan
Prinsip-prinsip dalam Teori Belajar
Konstruktivisme
1. Pembelajaran Sosial (social leaning).
2. ZPD (Zone of Proximal Development)
3. Masa Magang Kognitif (Cognitif Apprenticeship)
4. Pembelajaran Termediasi (mediated learning)
Proses Belajar Menurut Teori
Konstruktivistik
1. Proses belajar konstruktivistik
2. Peran Siswa (Si-Belajar)
3. Peranan Guru
4. Sarana belajar
5. Evaluasi
Kelebihan Teori Belajar Konstruktivisme
1. Murid berfikir untuk menyelesaikan
masalah, menggali ide dan membuat keputusan.
2. Lebih faham dan mampu mengapliksikannya
dalam semua situasi
3. Murid akan mengingat lebih lama konsep dan
dapat meningkatkan kefahaman mereka.
4. Kemahiran sosial
Kelemahan Teori Belajar Konstruktivisme
1. Hasil konstruksi siswa tidak cocok dengan hasil
konstruksi sesuai dengan kaidah ilmu pengetahuan
2. Membutuhkan waktu yang lama dan setiap siswa
memerlukan penanganan yang berbeda-beda
3. Tidak semua sekolah memiliki sarana prasarana
yang dapat membantu keaktifan dan kreatifitas
siswa.
4. Guru hanya menjadi pemotivasi dan memediasi
jalannya proses belajar
5. Peran guru sebagai pendidik itu sepertinya
kurang begitu mendukung
Kontruktivisme

Kontruktivisme

  • 2.
    BELAJAR DAN PEMBELAJARAN KELOMPOK3 TEORI BELAJAR MENURUT ALIRAN KONSTRUKTIVISME DAN LANDASAN FILOSOFISNYA
  • 4.
    Pengertian Teori Kontruktivisme bersifat membina,memperbai ki, dan membangun paham atau aliran Konstruktivisme merupakan aliran filsafat pengetahuan yang menekankan bahwa pengetahuan kita merupakan hasil konstruksi kita sendiri
  • 5.
    Konstruktivisme adalah sebuah teoriyang memberikan kebebasan terhadap manusia yang ingin belajar atau mencari kebutuhannya dengan kemampuan untuk menemukan keinginan atau kebutuhannya tersebut dengan bantuan fasilitasi orang lain.
  • 6.
    Belajar adalah prosesdi mana pembelajar secara aktif mengkonstruksi atau membangun gagasan-gagasan atau konsep-konsep baru yang didasarkan atas pengetahuan yang telah dimiliki di masa lalu atau ada pada saat itu. Belajar Menurut Teori Konstruktivisme
  • 7.
    Pengetahuan yang didapatoleh siswa tidak diberikan begitu saja secara mentah- mentah, tetapi siswa sendirilah yang membangun atau mengonstruksi pengetahuan itu dari semua informasi yang masuk atau ada dilingkuangan belajarnya, menjadi sebuah informasi yang tersusun dan utuh. Teori Belajar Konstruktivisme
  • 8.
    Tokoh-tokoh dalam TeoriBelajar Konstruktivisme Jean Piaget Teori Vigosky Konstruktivisme individual (Individual constructivist theory) Konstruktivisme sosial (social constructivist theory)
  • 9.
    Jean Piaget Konsep-konsep utamadi bidang psikologi perkembangan dan berkenaan dengan pertumbuhan intelegensi Kemampuan untuk secara lebih akurat merepresentasikan dunia, dan mengerjakan operasi- operasi logis dari representasi-representasi konsep realitas dunia Tidak seperti teorinativis ataupun teori empiris Mengkonstruksi kemampuan kognitif kita melalui kegiatan motivasi diri dalam dunia nyata
  • 10.
    Empat Konsep DasarYang Diperkenalkan oleh Piaget 1. Skema 2. Asimilasi 3. Akomodasi 4. Equilibrium (keseimbangan)
  • 11.
    Skema adalah suatustruktur kognitif yang slalu berkembang dan berubah, karena proses asimiliasi dan proses akomodasi aktif serta dinamis. 1. Skema Proses penyesuian informasi yang akan diterima sehingga menjadi sesuatu yang dikenal oleh siswa. 2. Asimilasi
  • 12.
    4. Equilibrium (keseimbangan) 3.Akomodasi Penempatan informasi yang sudah di ubah dalam skema yang sudah ada, untuk penempatan tersebut skema perlu menyesuiakan diri. Sebuah proses adaptasi oleh individu terhadap lingkungan individu, agar berusaha untuk mencapai struktural mental atau skema yang stabil atau seimbang antara asimilasi dan akomodasi.
  • 13.
    Zone Of ProximalDevelopment (ZPD) adalah jarak antara perkembangan sesungguhnya dengan tingkat perkembangan potensial dimana siswa mampu mengkonstruksikan pengetahuan dibawah bimbingan orang dewasa. Scaffolding merupakan pemberian kepada peserta didik selama tahap-tahap awal pembelajaran, kemudian mengurangi bantuan dan memberikan kesempatan untuk mengambil alih tanggung jawab yang semakin besar setelah dapat melakukannya sendiri.
  • 14.
    Interaksi sosial, unsurbudaya, dan aktivitas yang membentuk pengembangan dan pembelajaran individu. Membedakan dua macam konsep yaitu konsep spontan dan konsep ilmiah. Pengetahuan dibentuk oleh realitas dan kebenaran serta faktor eksternal dan internal Kesiapan individu untuk belajar sangat bergantung pada stimulus lingkungan
  • 15.
    Prinsip-prinsip dalam TeoriBelajar Konstruktivisme 1. Pembelajaran Sosial (social leaning). 2. ZPD (Zone of Proximal Development) 3. Masa Magang Kognitif (Cognitif Apprenticeship) 4. Pembelajaran Termediasi (mediated learning)
  • 16.
    Proses Belajar MenurutTeori Konstruktivistik 1. Proses belajar konstruktivistik 2. Peran Siswa (Si-Belajar) 3. Peranan Guru 4. Sarana belajar 5. Evaluasi
  • 17.
    Kelebihan Teori BelajarKonstruktivisme 1. Murid berfikir untuk menyelesaikan masalah, menggali ide dan membuat keputusan. 2. Lebih faham dan mampu mengapliksikannya dalam semua situasi 3. Murid akan mengingat lebih lama konsep dan dapat meningkatkan kefahaman mereka. 4. Kemahiran sosial
  • 18.
    Kelemahan Teori BelajarKonstruktivisme 1. Hasil konstruksi siswa tidak cocok dengan hasil konstruksi sesuai dengan kaidah ilmu pengetahuan 2. Membutuhkan waktu yang lama dan setiap siswa memerlukan penanganan yang berbeda-beda 3. Tidak semua sekolah memiliki sarana prasarana yang dapat membantu keaktifan dan kreatifitas siswa. 4. Guru hanya menjadi pemotivasi dan memediasi jalannya proses belajar 5. Peran guru sebagai pendidik itu sepertinya kurang begitu mendukung