TEORI BELAJAR KONSTRUKTIVISTIK
MULAI
TEORI BELAJAR
KONSTRUKTIVISTIK
MULAI
TEORI BELAJAR KONSTRUKTIVISTIK
NEGARA MAJU
Teori Belajar
konstruktivisme
KESIMPILAN
Kesimpulan
KELOMPOK II
NEGARA MAJU
Menurut Jean Piaget
TEORI BELAJAR KONSTRUKTIVISTIK
NEGARA MAJU
Teori Belajar
Konstruktivisme
KESIMPILAN
KESIMPULAN
KELOMPOK II
NEGARA MAJU
Menurut Jean Piaget
TEORI BELAJAR KONSTRUKTIVISTIK
NEGARA MAJU
Teori belajar
konstruktivisme
KESIMPILAN
KESIMPULAN
KELOMPOK II
NEGARA MAJU
Menurut Jean Piaget
TEORI BELAJAR KONSTRUKTIVISTIK
NEGARA MAJU
Teori Belajar
Konstruktivisme
KESIMPILAN
KESIMPULAN
KELOMPOK II
NEGARA MAJU
Menurut Jean Piaget
TEORI BELAJAR KONSTRUKTIVISTIK
NEGARA MAJU
Pengertian Teori
Belajar
Konstruktivisme
Kontruktivisme adalah proses membangun atau menyusun pengetahuan
baru dalam stuktur kognitif siswa berdasarkan pengalaman. Pengetahuan
itu terbentuk bukan dari objek semata, akan tetapi juga dari kemampuan
individu sebagai subjek yang menangkap setiap objek yang di amatinya.
Menurut konstruktivisme, pengetahuan itu memang berasal dari luar akan
tetapi dikontruksi dalam diri seseorang.
TEORI BELAJAR KONSTRUKTIVISTIK
NEGARA MAJU
Pengertian Teori Belajar
Konstruktivisme
Teori yang melandasi pembelajaran kooperatif adalah teori konstruktivisme.
Pada dasarnya pendekatan teori konstruktivisme dalam belajar adalah suatu
pendekatan di mana siswa harus secara individual menemukan dan
menstransformasikan informasi yang kompleks, memeriksa informasi dengan
aturan yang ada dan merevisinya bila perlu.
TEORI BELAJAR KONSTRUKTIVISTIK
NEGARA MAJU
Pengertian Teori
Belajar
konstruktivisme
Belajar menurut konstruktivisme adalah suatu proses
mengasimilasikan dan mengkaitkan pengalaman atau pelajaran yang
dipelajari dengan pngertian yang sudah dimilikinya, sehingga
pengetahuannya dapat dikembangkan.
TEORI BELAJAR KONSTRUKTIVISTIK
Teori Belajar Konstruktivisme menurut Jean piaget
Piaget yang dikenal sebagai konstruktivis pertama (Dahar, 1989: 159)
menegaskan bahwa penekanan teori kontruktivisme pada proses untuk
menemukan teori atau pengetahuan yang dibangun dari realitas lapangan.
Piaget menyatakan bahwa ilmu pengetahuan dibangun dalam pikiran seorang
anak dengan kegiatan asimilasi dan akomodasi sesuai dengan skemata yang
dimilikinya.
TEORI BELAJAR KONSTRUKTIVISTIK
Proses mengkonstruksi, sebagaimana dijelaskan Jean Piaget
adalah sebagai berikut:
a) Skemata
Sejak kecil anak sudah memiliki struktur kognitif yang kemudian
dinamakan skema (schema). Skema terbentuk karena pengalaman.
Misalnya, anak senang bermain dengan kucing dan kelinci yang sama-
sama berbulu putih. berkat pengalaman itulah dalam struktur kognitif anak
terbentuk skema tentang binatang berkaki empat dan binatang berkaki
dua. Semakin dewasa anak, maka semakin sempunalah skema yang
dimilikinya. Proses penyempurnaan sekema dilakukan melalui proses
asimilasi dan akomodasi.
TEORI BELAJAR KONSTRUKTIVISTIK
b) Asimilasi
Asimilasi adalah proses kognitif dimana seseorang mengintegrasikan
persepsi, konsep ataupun pengalaman baru ke dalam skema atau pola yang
sudah ada dalam pikirannya. Asimilasi dipandang sebagai suatu proses
kognitif yang menempatkan dan mengklasifikasikan kejadian atau
rangsangan baru dalam skema yang telah ada.
TEORI BELAJAR KONSTRUKTIVISTIK
c) Akomodasi
Dalam menghadapi rangsangan atau pengalaman baru seseorang tidak
dapat mengasimilasikan pengalaman yang baru dengan skemata yang telah
dipunyai
d) Keseimbangan
Ekuilibrasi adalah keseimbangan antara asimilasi dan akomodasi sedangkan
diskuilibrasi adalah keadaan dimana tidak seimbangnya antara proses
asimilasi dan akomodasi, ekuilibrasi dapat membuat seseorang menyatukan
pengalaman luar dengan struktur dalamnya.
TEORI BELAJAR KONSTRUKTIVISTIK
Teori Belajar Kognitif Ausabel
Istilah “Cognitive” berasal dari kata “Cognitiôn” yang padanannya
“Knowing” berarti mengetahui. Dalam arti yang luas cognition ialah :
perolehan, penataàn, dan penggunaan pengetahuan (Neisser, 1976).
Dalam perkembangan selanjutnya, istilah cognitive menjadi populer
sebagai’ salah satu domain (wilayah/ranah) psikologis manusia,
pemahaman, pertimbangan, pengolahan informasi, pemecahan
masalah, kesenjangan dan keyakinan.
TEORI BELAJAR KONSTRUKTIVISTIK
Teori Belajar Konstruktivisme Vygotsky
Ratumanan (2004:45) mengemukakan bahwa karya Vygotsky didasarkan
pada dua ide utama. Pertama, perkembangan intelektual dapat dipahami
hanya bila ditinjau dari konteks historis dan budaya pengalaman anak.
Kedua, perkembangan bergantung pada sistem-sistem isyarat mengacu
pada simbol-simbol yang diciptakan oleh budaya untuk membantu orang
berfikir, berkomunikasi dan memecahkan masalah.
TEORI BELAJAR KONSTRUKTIVISTIK
B. Implikasi Teori Belajar Dan Pembelajaran Konstruktivistik
Implikasi konstruktivisme dalam pembelajaran terbagi menjadi
beberapa fase, yaitu :
- Orientasi, merupakan fase untuk memberikan kesempatan
kepada peserta didik, memerhatikan dan mengembangkan motivasi
terhadap topic materi pembelajaran
- Elicitasi, merupakan fase membantu peserta didikmeggali ide-ide
yang dimilikinya dengan member kesempatan kepada peserta didik untuk
mendiskusikan atau menggambarkan pengetahuan dasar atau ide mereka.
TEORI BELAJAR KONSTRUKTIVISTIK
- Restruksi ide, dalam hal ini peserta didik melakukan klarifikasi
ide dengan cara mengontraskan ide-idenya dengan ide orang lain
- Aplikasi ide, dalam fase ini, idea tau pengetahuan yang telah
dibentuk peserta didik perlu diaplikasikan pada bermacam-macam situasi
yang dihadapi.
- Reviu, dalam fase ini memungkinkan peserta didik
mengaplikasikan pengetahuannya pada situasi yang dihadapi sehari-hari,
TEORI BELAJAR KONSTRUKTIVISTIK
C. Prinsip-prinsip Utama Konstruktivistik dalam Pembelajaran
• The best learning is situated learning.
• Mengkaitkan semua kegiatan belajar ke dalam tugas atau problema yang lebih besar.
• Membantu pembelajar dalam mengembangkan rasa memiliki atas semua masalah dan
tugasnya.
• Mendesain tugas yang autentik.
• Mendesain tugas dan lingkungan belajar yang merefleksikan
• Memberi kesempatan bagi pembelajar untuk memiliki dan menemukan proses
mendapatkan solusi.
• Mendesain lingkungan pembelajar yang mendukung dan menantang pemikiran
pembelajar.
TEORI BELAJAR KONSTRUKTIVISTIK
D. Kelebihan dan Kekurangan Teori Konstruktivistik
a. Kelebihan :
• Pembelajaran konstruktivistik memberikan kesempatan kepada siswa untuk
mengungkapkan gagasan secara eksplisit dengan menggunakan bahasa siswa sendiri.
• Pembelajaran konstruktivistik memberi pengalaman yang berhubungan dengan
gagasan yang telah dimiliki siswa sehingga siswa terdorong untuk membedakan dan
memadukan gagasan tentang fenomena yang menantang siswa.
• Pembelajaran konstruktivistik memberi siswa kesempatan untuk berpikir tentang
pengalamannya. Ini dapat mendorong siswa berpikir kreatif, imajinatif, mendorong
refleksi tentang model dan teori, mengenalkan gagasan-gagasan pada saat yang
tepat.
• Pembelajaran konstruktivistik memberi kesempatan kepada siswa untuk mencoba
gagasan baru agar siswa terdorong untuk memperoleh kepercayaan diri dengan
menggunakan berbagai konteks.
TEORI BELAJAR KONSTRUKTIVISTIK
D. Kelebihan dan Kekurangan Teori Konstruktivistik
b. Kelemahan :
• Siswa mengkonstruksi pengetahuannya sendiri, tidak jarang bahwa hasil
konstruksi siswa tidak cocok dengan hasil konstruksi para ahli sehingga
menyebabkan miskonsepsi.
• Konstruktivistik menanamkan agar siswa membangun pengetahuannya sendiri,
hal ini pasti membutuhkan waktu yang lama dan setiap siswa memerlukan
penanganan yang berbeda-beda.
• Situasi dan kondisi tiap sekolah tidak sama, karena tidak semua sekolah
memiliki sarana prasarana yang dapat membantu keaktifan dan kreativitas
siswa.
TEORI BELAJAR KONSTRUKTIVISTIK
KESIMPULAN
Terbatasnya alat-alat teknologi pendidikan yang dipakai di kelas diduga merupakan
salah satu sebab lemahnya mutu studi pelajar atau masyarakat pada umumnya.
Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, teknologi komunikasi
mengalami kemajuan yang sangat pesat dan untuk selanjutnya berpengaruh terhadap
pola komunikasi dimasyarakat. Sistem pembelajaran jarak jauh ini merupakan suatu
perubahan besar dalam dunia pendidikan. Perkembangan komputer dan media
komunikasi telah menghapus batasan ruang dan waktu yang ada. Terobosan ini
membuat kita dapat mendapatkan ilmu pengetahuan dimanapun dan kapanpun
(anytime-anywhere). Sebagai salah satu bahan ajar cetak, modul merupakan suatu
paket belajar yang berkenaan dengan satu unit bahan pelajaran.
KESIMPULAN
SELESAI
Dosen:
Abna Hidayati, S,pd.,M.pd
Di Susun Oleh:
FIGO ADISTYA 18004171
JIHAN SALMA MUBARAK 18004182
AMELIA SYAMITA 18004149
Pertanyaan

Teori Belajar Kelompok 2.pptx

  • 1.
  • 2.
  • 3.
    TEORI BELAJAR KONSTRUKTIVISTIK NEGARAMAJU Teori Belajar konstruktivisme KESIMPILAN Kesimpulan KELOMPOK II NEGARA MAJU Menurut Jean Piaget
  • 4.
    TEORI BELAJAR KONSTRUKTIVISTIK NEGARAMAJU Teori Belajar Konstruktivisme KESIMPILAN KESIMPULAN KELOMPOK II NEGARA MAJU Menurut Jean Piaget
  • 5.
    TEORI BELAJAR KONSTRUKTIVISTIK NEGARAMAJU Teori belajar konstruktivisme KESIMPILAN KESIMPULAN KELOMPOK II NEGARA MAJU Menurut Jean Piaget
  • 6.
    TEORI BELAJAR KONSTRUKTIVISTIK NEGARAMAJU Teori Belajar Konstruktivisme KESIMPILAN KESIMPULAN KELOMPOK II NEGARA MAJU Menurut Jean Piaget
  • 7.
    TEORI BELAJAR KONSTRUKTIVISTIK NEGARAMAJU Pengertian Teori Belajar Konstruktivisme Kontruktivisme adalah proses membangun atau menyusun pengetahuan baru dalam stuktur kognitif siswa berdasarkan pengalaman. Pengetahuan itu terbentuk bukan dari objek semata, akan tetapi juga dari kemampuan individu sebagai subjek yang menangkap setiap objek yang di amatinya. Menurut konstruktivisme, pengetahuan itu memang berasal dari luar akan tetapi dikontruksi dalam diri seseorang.
  • 8.
    TEORI BELAJAR KONSTRUKTIVISTIK NEGARAMAJU Pengertian Teori Belajar Konstruktivisme Teori yang melandasi pembelajaran kooperatif adalah teori konstruktivisme. Pada dasarnya pendekatan teori konstruktivisme dalam belajar adalah suatu pendekatan di mana siswa harus secara individual menemukan dan menstransformasikan informasi yang kompleks, memeriksa informasi dengan aturan yang ada dan merevisinya bila perlu.
  • 9.
    TEORI BELAJAR KONSTRUKTIVISTIK NEGARAMAJU Pengertian Teori Belajar konstruktivisme Belajar menurut konstruktivisme adalah suatu proses mengasimilasikan dan mengkaitkan pengalaman atau pelajaran yang dipelajari dengan pngertian yang sudah dimilikinya, sehingga pengetahuannya dapat dikembangkan.
  • 10.
    TEORI BELAJAR KONSTRUKTIVISTIK TeoriBelajar Konstruktivisme menurut Jean piaget Piaget yang dikenal sebagai konstruktivis pertama (Dahar, 1989: 159) menegaskan bahwa penekanan teori kontruktivisme pada proses untuk menemukan teori atau pengetahuan yang dibangun dari realitas lapangan. Piaget menyatakan bahwa ilmu pengetahuan dibangun dalam pikiran seorang anak dengan kegiatan asimilasi dan akomodasi sesuai dengan skemata yang dimilikinya.
  • 11.
    TEORI BELAJAR KONSTRUKTIVISTIK Prosesmengkonstruksi, sebagaimana dijelaskan Jean Piaget adalah sebagai berikut: a) Skemata Sejak kecil anak sudah memiliki struktur kognitif yang kemudian dinamakan skema (schema). Skema terbentuk karena pengalaman. Misalnya, anak senang bermain dengan kucing dan kelinci yang sama- sama berbulu putih. berkat pengalaman itulah dalam struktur kognitif anak terbentuk skema tentang binatang berkaki empat dan binatang berkaki dua. Semakin dewasa anak, maka semakin sempunalah skema yang dimilikinya. Proses penyempurnaan sekema dilakukan melalui proses asimilasi dan akomodasi.
  • 12.
    TEORI BELAJAR KONSTRUKTIVISTIK b)Asimilasi Asimilasi adalah proses kognitif dimana seseorang mengintegrasikan persepsi, konsep ataupun pengalaman baru ke dalam skema atau pola yang sudah ada dalam pikirannya. Asimilasi dipandang sebagai suatu proses kognitif yang menempatkan dan mengklasifikasikan kejadian atau rangsangan baru dalam skema yang telah ada.
  • 13.
    TEORI BELAJAR KONSTRUKTIVISTIK c)Akomodasi Dalam menghadapi rangsangan atau pengalaman baru seseorang tidak dapat mengasimilasikan pengalaman yang baru dengan skemata yang telah dipunyai d) Keseimbangan Ekuilibrasi adalah keseimbangan antara asimilasi dan akomodasi sedangkan diskuilibrasi adalah keadaan dimana tidak seimbangnya antara proses asimilasi dan akomodasi, ekuilibrasi dapat membuat seseorang menyatukan pengalaman luar dengan struktur dalamnya.
  • 14.
    TEORI BELAJAR KONSTRUKTIVISTIK TeoriBelajar Kognitif Ausabel Istilah “Cognitive” berasal dari kata “Cognitiôn” yang padanannya “Knowing” berarti mengetahui. Dalam arti yang luas cognition ialah : perolehan, penataàn, dan penggunaan pengetahuan (Neisser, 1976). Dalam perkembangan selanjutnya, istilah cognitive menjadi populer sebagai’ salah satu domain (wilayah/ranah) psikologis manusia, pemahaman, pertimbangan, pengolahan informasi, pemecahan masalah, kesenjangan dan keyakinan.
  • 15.
    TEORI BELAJAR KONSTRUKTIVISTIK TeoriBelajar Konstruktivisme Vygotsky Ratumanan (2004:45) mengemukakan bahwa karya Vygotsky didasarkan pada dua ide utama. Pertama, perkembangan intelektual dapat dipahami hanya bila ditinjau dari konteks historis dan budaya pengalaman anak. Kedua, perkembangan bergantung pada sistem-sistem isyarat mengacu pada simbol-simbol yang diciptakan oleh budaya untuk membantu orang berfikir, berkomunikasi dan memecahkan masalah.
  • 16.
    TEORI BELAJAR KONSTRUKTIVISTIK B.Implikasi Teori Belajar Dan Pembelajaran Konstruktivistik Implikasi konstruktivisme dalam pembelajaran terbagi menjadi beberapa fase, yaitu : - Orientasi, merupakan fase untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik, memerhatikan dan mengembangkan motivasi terhadap topic materi pembelajaran - Elicitasi, merupakan fase membantu peserta didikmeggali ide-ide yang dimilikinya dengan member kesempatan kepada peserta didik untuk mendiskusikan atau menggambarkan pengetahuan dasar atau ide mereka.
  • 17.
    TEORI BELAJAR KONSTRUKTIVISTIK -Restruksi ide, dalam hal ini peserta didik melakukan klarifikasi ide dengan cara mengontraskan ide-idenya dengan ide orang lain - Aplikasi ide, dalam fase ini, idea tau pengetahuan yang telah dibentuk peserta didik perlu diaplikasikan pada bermacam-macam situasi yang dihadapi. - Reviu, dalam fase ini memungkinkan peserta didik mengaplikasikan pengetahuannya pada situasi yang dihadapi sehari-hari,
  • 18.
    TEORI BELAJAR KONSTRUKTIVISTIK C.Prinsip-prinsip Utama Konstruktivistik dalam Pembelajaran • The best learning is situated learning. • Mengkaitkan semua kegiatan belajar ke dalam tugas atau problema yang lebih besar. • Membantu pembelajar dalam mengembangkan rasa memiliki atas semua masalah dan tugasnya. • Mendesain tugas yang autentik. • Mendesain tugas dan lingkungan belajar yang merefleksikan • Memberi kesempatan bagi pembelajar untuk memiliki dan menemukan proses mendapatkan solusi. • Mendesain lingkungan pembelajar yang mendukung dan menantang pemikiran pembelajar.
  • 19.
    TEORI BELAJAR KONSTRUKTIVISTIK D.Kelebihan dan Kekurangan Teori Konstruktivistik a. Kelebihan : • Pembelajaran konstruktivistik memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan gagasan secara eksplisit dengan menggunakan bahasa siswa sendiri. • Pembelajaran konstruktivistik memberi pengalaman yang berhubungan dengan gagasan yang telah dimiliki siswa sehingga siswa terdorong untuk membedakan dan memadukan gagasan tentang fenomena yang menantang siswa. • Pembelajaran konstruktivistik memberi siswa kesempatan untuk berpikir tentang pengalamannya. Ini dapat mendorong siswa berpikir kreatif, imajinatif, mendorong refleksi tentang model dan teori, mengenalkan gagasan-gagasan pada saat yang tepat. • Pembelajaran konstruktivistik memberi kesempatan kepada siswa untuk mencoba gagasan baru agar siswa terdorong untuk memperoleh kepercayaan diri dengan menggunakan berbagai konteks.
  • 20.
    TEORI BELAJAR KONSTRUKTIVISTIK D.Kelebihan dan Kekurangan Teori Konstruktivistik b. Kelemahan : • Siswa mengkonstruksi pengetahuannya sendiri, tidak jarang bahwa hasil konstruksi siswa tidak cocok dengan hasil konstruksi para ahli sehingga menyebabkan miskonsepsi. • Konstruktivistik menanamkan agar siswa membangun pengetahuannya sendiri, hal ini pasti membutuhkan waktu yang lama dan setiap siswa memerlukan penanganan yang berbeda-beda. • Situasi dan kondisi tiap sekolah tidak sama, karena tidak semua sekolah memiliki sarana prasarana yang dapat membantu keaktifan dan kreativitas siswa.
  • 21.
    TEORI BELAJAR KONSTRUKTIVISTIK KESIMPULAN Terbatasnyaalat-alat teknologi pendidikan yang dipakai di kelas diduga merupakan salah satu sebab lemahnya mutu studi pelajar atau masyarakat pada umumnya. Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, teknologi komunikasi mengalami kemajuan yang sangat pesat dan untuk selanjutnya berpengaruh terhadap pola komunikasi dimasyarakat. Sistem pembelajaran jarak jauh ini merupakan suatu perubahan besar dalam dunia pendidikan. Perkembangan komputer dan media komunikasi telah menghapus batasan ruang dan waktu yang ada. Terobosan ini membuat kita dapat mendapatkan ilmu pengetahuan dimanapun dan kapanpun (anytime-anywhere). Sebagai salah satu bahan ajar cetak, modul merupakan suatu paket belajar yang berkenaan dengan satu unit bahan pelajaran. KESIMPULAN SELESAI
  • 22.
    Dosen: Abna Hidayati, S,pd.,M.pd DiSusun Oleh: FIGO ADISTYA 18004171 JIHAN SALMA MUBARAK 18004182 AMELIA SYAMITA 18004149
  • 23.