Materi :   INTEGRAL
           -Aturan Trapesium
           -Aturan Simpson
           Polinomial
           -Metode Iterasi
           -Metode Newton Repshon
           Persamaan Simultan
           -Metode Iterasi Gaus Siedel

                                         NOVARINI
                                         JOHANES OHOIWUTUN
                                         SEMUEL TAMBING
                                         HARMAN
                                         AMRULLAH
                                         ARIYANTO
Pandang Integral (5.1), yang menyatakan luas daerah yang di arsir
dalam gambar tersebut




 Luas daerah dibawah kurva y= f(x) diantara X1
 dan X2 adalah

  Jika h cukup kecil, maka Ii dapat didekati, secara cukup baik dengan memakai luas
    Trapesiun ABCD
  Jika kita tuliskan yi = f(xi), luas empat persegi panjang ABED adalah yih, dan luas segitiga BEC
    adalah ½ h(yi+1-yi) sehingga :

                          Ii = 1/2h(yi + yi+1)
Karena :

Maka :
            I=
Dimana xo = a dan xn=b. kemudian dari (5.2) dan (5.3) didapat
             I = Ih =   ( y0 + 2y1 + 2y2 +∙∙∙∙∙∙∙∙+ 2yn-2 + 2yn-1 + yn )

Ini adalah aturan Trapesiun yang terkenal, disebut demikian karena integral 5.1
Didekati dengan n buah trapesium

   Menggunakan 4 buah Trapesium
                    n=4
                    [ a,b ]

     A=    (b1 +b2)h = h




                                   A=

                                               [ f(xo)+2f(x1)+2f(x2)+2f(x3)+f(x4) ]
Contoh
         Gunakan aturan trapesium untuk mendekati integral tertentu
         dibawah seperti pada kurva, dimana n = 4
             n=4
             [ a,b ]



            X2)dx= ?




              x)dx          [f(xo)+2f(x1)+2f(x2)+2f(x3)+f(x4)]

                            [f(1)+2f(1,5)+2f(2)+2f(2,5)+f(3)]

                       = 0,25 (37)
                       = 9,25
Et = (b-a)3 f”( )
       E1=-                         f ” ( ) ; a<

       E1=-      f”( )                     ; a<


       E2= -     f” (           )         ; a+h<

       Ei= -      f”(           )     ; a+(1-1)h<


Et =


  =            f”(      )


  =-            f”(         )

  =-             f”(            )


  =-                                      =-        f”   Et= -   f”
Contoh
Dengan menggunakan aturan trapesium perkiraan luas daerah di bawah kurva f (x) = (1 + x)
atas (0,2) dengan n = 4 trapesium ,Perkirakan kesalahan dengan menggunakan rumus kesalahan

                                                      Nialai f(x)
                                                      f (0) = 1
                                                      f (1/2) = 2,25
                                                      f(1) =4
                                                      f (3/2) = 6,25
                                                      f(2) =9



    Aturan Trapesium

                        ( f(x0) + 2f(x1) + ∙∙∙∙∙∙∙∙+ 2f(x-2 + 2fx-1 + f (xn) ]

                         (1 + 2(2,25) + + 2(4) + 2(6,25) + 9 ]



   Kesalahan Aturan Trapesium
                Et= -                 f”              f’ = 2x+2
                                                      f”= 2

                  = 0,0833
Klp 1  metode numerik lanjut
Klp 1  metode numerik lanjut
Klp 1  metode numerik lanjut
Klp 1  metode numerik lanjut
Klp 1  metode numerik lanjut
Klp 1  metode numerik lanjut
Klp 1  metode numerik lanjut
Klp 1  metode numerik lanjut
Klp 1  metode numerik lanjut
Klp 1  metode numerik lanjut
Klp 1  metode numerik lanjut
Klp 1  metode numerik lanjut
Klp 1  metode numerik lanjut
Klp 1  metode numerik lanjut
Klp 1  metode numerik lanjut
Klp 1  metode numerik lanjut

Klp 1 metode numerik lanjut

  • 1.
    Materi : INTEGRAL -Aturan Trapesium -Aturan Simpson Polinomial -Metode Iterasi -Metode Newton Repshon Persamaan Simultan -Metode Iterasi Gaus Siedel NOVARINI JOHANES OHOIWUTUN SEMUEL TAMBING HARMAN AMRULLAH ARIYANTO
  • 3.
    Pandang Integral (5.1),yang menyatakan luas daerah yang di arsir dalam gambar tersebut Luas daerah dibawah kurva y= f(x) diantara X1 dan X2 adalah Jika h cukup kecil, maka Ii dapat didekati, secara cukup baik dengan memakai luas Trapesiun ABCD Jika kita tuliskan yi = f(xi), luas empat persegi panjang ABED adalah yih, dan luas segitiga BEC adalah ½ h(yi+1-yi) sehingga : Ii = 1/2h(yi + yi+1)
  • 4.
    Karena : Maka : I= Dimana xo = a dan xn=b. kemudian dari (5.2) dan (5.3) didapat I = Ih = ( y0 + 2y1 + 2y2 +∙∙∙∙∙∙∙∙+ 2yn-2 + 2yn-1 + yn ) Ini adalah aturan Trapesiun yang terkenal, disebut demikian karena integral 5.1 Didekati dengan n buah trapesium Menggunakan 4 buah Trapesium n=4 [ a,b ] A= (b1 +b2)h = h A= [ f(xo)+2f(x1)+2f(x2)+2f(x3)+f(x4) ]
  • 5.
    Contoh Gunakan aturan trapesium untuk mendekati integral tertentu dibawah seperti pada kurva, dimana n = 4 n=4 [ a,b ] X2)dx= ? x)dx [f(xo)+2f(x1)+2f(x2)+2f(x3)+f(x4)] [f(1)+2f(1,5)+2f(2)+2f(2,5)+f(3)] = 0,25 (37) = 9,25
  • 6.
    Et = (b-a)3f”( ) E1=- f ” ( ) ; a< E1=- f”( ) ; a< E2= - f” ( ) ; a+h< Ei= - f”( ) ; a+(1-1)h< Et = = f”( ) =- f”( ) =- f”( ) =- =- f” Et= - f”
  • 7.
    Contoh Dengan menggunakan aturantrapesium perkiraan luas daerah di bawah kurva f (x) = (1 + x) atas (0,2) dengan n = 4 trapesium ,Perkirakan kesalahan dengan menggunakan rumus kesalahan Nialai f(x) f (0) = 1 f (1/2) = 2,25 f(1) =4 f (3/2) = 6,25 f(2) =9 Aturan Trapesium ( f(x0) + 2f(x1) + ∙∙∙∙∙∙∙∙+ 2f(x-2 + 2fx-1 + f (xn) ] (1 + 2(2,25) + + 2(4) + 2(6,25) + 9 ] Kesalahan Aturan Trapesium Et= - f” f’ = 2x+2 f”= 2 = 0,0833