Ketenagakerjaan
adalah sistem, persoalan,
dan segala sesuatu yang
berhubungan dengan
tenaga kerja baik sebelum,
selama, dan sesudah masa
kerja
Angkatan Kerja
adalah penduduk yang
sudah masuk usia
produktif, baik sedang
bekerja atau pun mencari
pekerjaan
Kesempatan
erja
adalah ketersediaan lapangan
pekerjaan bagi masyarakat, baik
yang sudah ditempati ataupun
masih kosong
adalah setiap orang yang
sedang melakukan suatu
pekerjaan
JENIS JENIS
T E N A G A K E R J A
BERDASARKAN KEAHLIAN
TERDIDIK adalah tenaga kerja yang
mempunya latar belakang akademis
tapi belum berpengalaman contoh
sarjana teknik
TERLATIH adalah tenaga kerja
yang mempunyai keahlian
tertentu dan berpengalaman
seperti tukang las
TIDAK TERDIDIK DAN TIDAK
TERLATIH adalah tenaga kerja yang
tidak mempunyai latar belakang
akademis dan keahlian tertentu
BERDASARKAN SIFATNYA
JASMANI (FISIK) adalah tenaga
kerja yang mengandalkan tenaga
dalam bekerja seperti atlit,
olahragawan, kuli, mekanik dan
sebagainya
ROHANI (NON FISIK) adalah
tenaga kerja yang mengandalkan
keahlian yang bersifat jasa/rohani
dalam bekerja seperti penyanyi,
pendeta, ustadz, psikiater dan
sebagainya
Usaha-usaha meningkatkan kesempatan kerja yang dilakukan
pemerintah antara lain :
1. Menggalakkan pendidikan SMK
2. Mendirikan kursus-kursus
3. Mendirikan balai latihan kerja
4. Mengadakan pembangunan yang bersifat padat karya
5. Mendirikan usaha industri di daerah-daerah
6. Pengiriman TKI ke luar negeri
7. Program transmigrasi
8. Mengadakan pameran bursa kerja
9. Memberikan pinjaman lunak dengan bunga rendah
10. Membina UKM
11. Menggalakkan pemakaian produksi dalam negeri
USAHA MENINGKATKAN KUALITAS
T E N A G A K E R J A
DAYA SERAP TENAGA KERJA
DI INDONESIA
DESKRIPSI TENAGA KERJA
DI INDONESIA
SISTEM UPAH
Upah tenaga kerja yang diberikan
tergantung pada:
1. Biaya keperluan hidup minimum
pekerja dan keluarganya.
2. Peraturan undang-undang yang
mengikat tentang upah minimum
pekerja (UMR).
3. Produktivitas marginal tenaga kerja.
4. Tekanan yang dapat diberikan oleh
serikat buruh dan serikat pengusaha.
5. Perbedaan jenis pekerjaan.
BESARAN UPAH
Upah Nominal, yaitu sejumlah upah yang dinyatakan dalam
bentuk uang yang diterima secara rutin oleh para pekerja.
Upah Riil, adalah kemampuan upah nominal yang diterima
oleh para pekerja jika ditukarkan dengan barang dan jasa,
yang diukur berdasarkan banyaknya barang dan jasa yang
didapatkan dari pertukaran tersebut
Upah Minimum Regional adalah suatu upah minimum yang
digunakan oleh para pelaku pengusaha untuk memberikan
upah dalam bentuk uang kepada pekerja/buruh ,di dalam
lingkungan usaha atau kerjanya..
J E N I S – J E N I S
UPAH
Sistem upah
dimana besarnya upah
didasarkan pada lama
bekerja seseorang.
Satuan waktu dihitung
per jam, per hari, per
minggu atau per bulan.
Misalnya pekerja
bangunan dibayar per
hari / minggu.
SISTEM UPAH MENURUT
WAKTU
Menurut sistem ini, besarnya
upah didasarkan pada jumlah
barang yang dihasilkan oleh
seseorang. Satuan hasil
dihitung per potong barang,
per satuan panjang, atau per
satuan berat. Misal upah
pemetik daun teh dihitung
per kilo
SISTEM UPAH MENURUT
PRESTASI
Menurut sistem ini pembayaran upah berdasarkan
atas kesepakatan bersama antara pemberi dan
penerima pekerjaan. Misalnya upah untuk
memperbaiki mobil yang rusak, membangun rumah
dan lain-lain.
SISTEM UPAH MENURUT
BORONGAN
Sistem bonus adalah
pembayaran tambahan
diluar upah atau gaji
yang ditujukan untuk
merangsang (memberi
insentif) agar pekerja
dapat menjalankan
tugasnya lebih baik dan
penuh tanggungjawab,
dengan harapan
keuntungan lebih tinggi.
SISTEM UPAH MENURUT
BONUS
Dalam sistem ini
pembayaran upah sebagian
diberikan dalam bentuk
saham perusahaan, tetapi
saham tersebut tidak
diberikan kepada
perorangan melainkan
pada organisasi pekerja di
perusahaan tersebut.
Dengan demikian
hubungan kerja antara
perusahaan dengan pekerja
dapat ditingkatkan menjadi
hubungan antara
perusahaan dan mitra kerja
SISTEM UPAH MENURUT
PARTISIPASI
Merupakan sebuah sistem
dengan pemberian upah
didasarkan pada skala hasil
penjualan yang selalu
berubah. Jika terjadi
peningkatan hasil penjualan
maka jumlah balas jasa yang
dibayarkan akan bertambah
dan sebaliknya
SISTEM UPAH MENURUT
SKALA
Merupakan sebuah sistem upah dimana dalam pemberian
upah disesuaikan dengan peningkatan atau penurunan jumlah
produksi barang atau jasa secara keseluruhan. Jika terjadi
peningkatan jumlah produksi misalnya meningkat sebesar 10%,
maka besarnya balas jasa juga meningkat sebesar 10% dan
sebaliknya
SISTEM UPAH MENURUT
JUMLAH PRODUKSI
Merupakan sistem
upah dimana dalam
pemberian upah
berdasarkan pada
tinggi-rendahnya biaya
hidup. Semakin tinggi
biaya hidup maka
semakin tinggi juga
besarnya upah yang
dibayarkan
SISTEM UPAH MENURUT
INDEKS BIAYA HIDUP
Merupakan sistem upah
dimana dalam pemberian
upah dilakukan dengan
memberikan bagian tertentu
kepada karyawan dari hasil
keuntungan yang didapatkan.
Sistem ini sering dipakai
dalam sektor pertanian.
Contohnya petani penggarap
menggarap sawah orang lain
dengan kesepakatan bagi
hasil 50%.
SISTEM UPAH MENURUT
BAGI HASIL
PENGANGGURAN
Pengangguran adalah penduduk yang tidak bekerja tetapi sedang
mencari pekerjaan atau mempersiapkan suatu usaha baru atau
penduduk yang tidak mencari pekerjaan karena merasa tidak
mungkin mendapatkan pekerjaan atau penduduk yang tidak mencari
pekerjaan karena sudah diterima bekerja/ mempunyai pekerjaan
tetapi belum mulai bekerja
SEBAB-SEBAB TIMBULNYA
1. Pertumbuhan penduduk yang
cepat
2. Ketidakberhasilan sektor
industri.
3. Angkatan kerja tidak dapat
memenuhi kualifikasi
4. Ketidakstabilan
perekonomian, politik, dan
keamanan negara.
5. Pajak penghasilan(PPn) yang
tinggi (progresif)
6. Perkembangan teknologi tinggi
7. Tidak ada kecocokkan upah
8. Tidak memiliki kemauan
wirausaha.
9. Adanya diskriminasi ras,
gender, orang disklesia.
DESKRIPSI PENGANGGURAN
BERDASARKAN GENDER
PENGANGGURAN
JENIS-JENIS
Pengangguran terselubung
(Disguised unemployment)
merupakan tenaga kerja yang
tidak bekerja secara optimal
karena sesuatu alasan tertentu,
misalnya:
1. - Kurang terampil dalam
pekerjaannya karena
pendidikannya rendah.
2. - Baru mulai bekerja atau
kurang pengalaman dalam
bekerja.
3. - keterpaksa yang membuat
orang bekerja tidak sesuai
dengan bakat dan
keterampilannya.
P E N G A N G G U R A N
TERSELUBUNG
P E N G A N G G U R A N
TERBUKA
Pengangguran terbuka (Open
unemployment) adalah tenaga
kerja yang sungguh sungguh tidak
mempunyai pekerjaan.
Penyebabnya antara lain:
1. Tidak tersedianya lapangan
kerja.
2. Lapangan kerja yang tidak
sesuai dengan latar belakang
3. Tidak berusaha mencari
pekerjaan secara keras karena
memang malas.
P E N G A N G G U R A N
STRUKTURAL
P E N G A N G G U R A N
VOLUNTARI
Pengangguran struktural
adalah pengangguran
yang terjadi karena
perubahan dalam struktur
perekonomian.
Pengangguran suka rela adalah
pengangguran yang menganggur
untuk sementara waktu karna
ingin mencari pekerjaan lain
yang lebih baik
P E N G A N G G U R A N
FRIKSIONAL
P E N G A N G G U R A N
KONJUNGTUR
Pengangguran friksional adalah
pengangguran yang terjadi karena
kesulitan temporer dalam
mempertemukan pencari kerja dan
lowongan kerja, yang disebabkan
oleh kondisi geografis, informasi
yang tidak sempurna, dan proses
perekrutan yang lama
Pengangguran konjungtur adalah
pengangguran yang disebabkan oleh
adanya siklus konjungtur (perubahan
kegiatan perekonomian). Misalnya: pada
masa 1960 -1980 an titik berat
pembangunan nasional Indonesia
ditekankan pada bidang pertanian,
sehingga insinyur-insinyur pertanian
mudah mendapatkan pekerjaan
P E N G A N G G U R A N
TEKNOLOGI
Pengangguran teknologi yaitu
pengangguran yang disebabkan
penggunaan teknologi seperti
mesin-mesin modern, sehingga
mengurangi penggunaan
tenaga kerja manusia.
P E N G A N G G U R A N
MUSIMAN
Pengangguran musiman, yaitu
pengangguran yang terjadi
karena pergantian
waktu/trend. Misalnya tukang
membuat kopiah, pada saat
bulan puasa dan menjelang
hari Idul Fitri, pesanan akan
produk kopiah meningkat
tajam. Sedangkan masa
sesudah bulan puasa
permintaan produk kopiah
kembali turun sehingga dia
harus menganggur lagi
D A M P A K N E G A T I F
PENGANGGURAN
1. Pengangguran dapat
mengurangi pendapatan
perkapita
2. Pengangguran dapat
menurunkan tingkat
kemakmuran
3. Pengangguran akan
menimbulkan ketidakstabilan
sosial politik.
4. Bertambahnya tingkat
kemiskinan
5. Timbulnya kriminalitas di
kalangan masyarakat
PENGANGGURAN
CARA MENGATASI
Untuk mengatasi pengangguran
jenis ini, cara yang digunakan
adalah :
1. Peningkatan mobilitas modal
dan tenaga kerja
2. Memindahkan kelebihan tenaga
kerja
3. Mengadakan pelatihan tenaga
kerja
4. Mendirikan industri padat karya
di wilayah yang mengalami
pengangguran
CARA MENGATASI
PENGANGGURAN STRUKTURAL
1. Perluasan kesempatan kerja dengan
cara mendirikan industri-industri
baru, terutama yang bersifat padat
karya
2. Deregulasi dan Debirokratisasi di
berbagai bidang industri untuk
merangsang timbulnya investasi
baru
3. Menggalakkan pengembangan
seKtor Informal
4. Menggalakkan program transmigrasi
5. Pembukaan proyek-proyek umum
oleh pemerintah
CARA MENGATASI
PENGANGGURAN FRIKSIONAL
Cara mengatasi Pengangguran
Siklus
1. Mengarahkan permintaan
masyarakat terhadap barang
dan jasa
2. Meningkatkan daya beli
Masyarakat.
Cara Mengatasi Pengangguran
Musiman.
1. Pemberian informasi yang
cepat jika ada lowongan kerja
di seKtor lain
2. Melakukan pelatihan di
bidang ketrampilan lain
Ketenagakerjaan
Ketenagakerjaan

Ketenagakerjaan

  • 3.
    Ketenagakerjaan adalah sistem, persoalan, dansegala sesuatu yang berhubungan dengan tenaga kerja baik sebelum, selama, dan sesudah masa kerja Angkatan Kerja adalah penduduk yang sudah masuk usia produktif, baik sedang bekerja atau pun mencari pekerjaan
  • 4.
    Kesempatan erja adalah ketersediaan lapangan pekerjaanbagi masyarakat, baik yang sudah ditempati ataupun masih kosong
  • 5.
    adalah setiap orangyang sedang melakukan suatu pekerjaan
  • 6.
    JENIS JENIS T EN A G A K E R J A
  • 7.
    BERDASARKAN KEAHLIAN TERDIDIK adalahtenaga kerja yang mempunya latar belakang akademis tapi belum berpengalaman contoh sarjana teknik TERLATIH adalah tenaga kerja yang mempunyai keahlian tertentu dan berpengalaman seperti tukang las TIDAK TERDIDIK DAN TIDAK TERLATIH adalah tenaga kerja yang tidak mempunyai latar belakang akademis dan keahlian tertentu
  • 8.
    BERDASARKAN SIFATNYA JASMANI (FISIK)adalah tenaga kerja yang mengandalkan tenaga dalam bekerja seperti atlit, olahragawan, kuli, mekanik dan sebagainya ROHANI (NON FISIK) adalah tenaga kerja yang mengandalkan keahlian yang bersifat jasa/rohani dalam bekerja seperti penyanyi, pendeta, ustadz, psikiater dan sebagainya
  • 9.
    Usaha-usaha meningkatkan kesempatankerja yang dilakukan pemerintah antara lain : 1. Menggalakkan pendidikan SMK 2. Mendirikan kursus-kursus 3. Mendirikan balai latihan kerja 4. Mengadakan pembangunan yang bersifat padat karya 5. Mendirikan usaha industri di daerah-daerah 6. Pengiriman TKI ke luar negeri 7. Program transmigrasi 8. Mengadakan pameran bursa kerja 9. Memberikan pinjaman lunak dengan bunga rendah 10. Membina UKM 11. Menggalakkan pemakaian produksi dalam negeri USAHA MENINGKATKAN KUALITAS T E N A G A K E R J A
  • 10.
    DAYA SERAP TENAGAKERJA DI INDONESIA
  • 11.
  • 12.
  • 13.
    Upah tenaga kerjayang diberikan tergantung pada: 1. Biaya keperluan hidup minimum pekerja dan keluarganya. 2. Peraturan undang-undang yang mengikat tentang upah minimum pekerja (UMR). 3. Produktivitas marginal tenaga kerja. 4. Tekanan yang dapat diberikan oleh serikat buruh dan serikat pengusaha. 5. Perbedaan jenis pekerjaan. BESARAN UPAH
  • 14.
    Upah Nominal, yaitusejumlah upah yang dinyatakan dalam bentuk uang yang diterima secara rutin oleh para pekerja. Upah Riil, adalah kemampuan upah nominal yang diterima oleh para pekerja jika ditukarkan dengan barang dan jasa, yang diukur berdasarkan banyaknya barang dan jasa yang didapatkan dari pertukaran tersebut Upah Minimum Regional adalah suatu upah minimum yang digunakan oleh para pelaku pengusaha untuk memberikan upah dalam bentuk uang kepada pekerja/buruh ,di dalam lingkungan usaha atau kerjanya.. J E N I S – J E N I S UPAH
  • 15.
    Sistem upah dimana besarnyaupah didasarkan pada lama bekerja seseorang. Satuan waktu dihitung per jam, per hari, per minggu atau per bulan. Misalnya pekerja bangunan dibayar per hari / minggu. SISTEM UPAH MENURUT WAKTU
  • 16.
    Menurut sistem ini,besarnya upah didasarkan pada jumlah barang yang dihasilkan oleh seseorang. Satuan hasil dihitung per potong barang, per satuan panjang, atau per satuan berat. Misal upah pemetik daun teh dihitung per kilo SISTEM UPAH MENURUT PRESTASI
  • 17.
    Menurut sistem inipembayaran upah berdasarkan atas kesepakatan bersama antara pemberi dan penerima pekerjaan. Misalnya upah untuk memperbaiki mobil yang rusak, membangun rumah dan lain-lain. SISTEM UPAH MENURUT BORONGAN
  • 18.
    Sistem bonus adalah pembayarantambahan diluar upah atau gaji yang ditujukan untuk merangsang (memberi insentif) agar pekerja dapat menjalankan tugasnya lebih baik dan penuh tanggungjawab, dengan harapan keuntungan lebih tinggi. SISTEM UPAH MENURUT BONUS
  • 19.
    Dalam sistem ini pembayaranupah sebagian diberikan dalam bentuk saham perusahaan, tetapi saham tersebut tidak diberikan kepada perorangan melainkan pada organisasi pekerja di perusahaan tersebut. Dengan demikian hubungan kerja antara perusahaan dengan pekerja dapat ditingkatkan menjadi hubungan antara perusahaan dan mitra kerja SISTEM UPAH MENURUT PARTISIPASI
  • 20.
    Merupakan sebuah sistem denganpemberian upah didasarkan pada skala hasil penjualan yang selalu berubah. Jika terjadi peningkatan hasil penjualan maka jumlah balas jasa yang dibayarkan akan bertambah dan sebaliknya SISTEM UPAH MENURUT SKALA
  • 21.
    Merupakan sebuah sistemupah dimana dalam pemberian upah disesuaikan dengan peningkatan atau penurunan jumlah produksi barang atau jasa secara keseluruhan. Jika terjadi peningkatan jumlah produksi misalnya meningkat sebesar 10%, maka besarnya balas jasa juga meningkat sebesar 10% dan sebaliknya SISTEM UPAH MENURUT JUMLAH PRODUKSI
  • 22.
    Merupakan sistem upah dimanadalam pemberian upah berdasarkan pada tinggi-rendahnya biaya hidup. Semakin tinggi biaya hidup maka semakin tinggi juga besarnya upah yang dibayarkan SISTEM UPAH MENURUT INDEKS BIAYA HIDUP
  • 23.
    Merupakan sistem upah dimanadalam pemberian upah dilakukan dengan memberikan bagian tertentu kepada karyawan dari hasil keuntungan yang didapatkan. Sistem ini sering dipakai dalam sektor pertanian. Contohnya petani penggarap menggarap sawah orang lain dengan kesepakatan bagi hasil 50%. SISTEM UPAH MENURUT BAGI HASIL
  • 26.
  • 27.
    Pengangguran adalah pendudukyang tidak bekerja tetapi sedang mencari pekerjaan atau mempersiapkan suatu usaha baru atau penduduk yang tidak mencari pekerjaan karena merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan atau penduduk yang tidak mencari pekerjaan karena sudah diterima bekerja/ mempunyai pekerjaan tetapi belum mulai bekerja
  • 28.
    SEBAB-SEBAB TIMBULNYA 1. Pertumbuhanpenduduk yang cepat 2. Ketidakberhasilan sektor industri. 3. Angkatan kerja tidak dapat memenuhi kualifikasi 4. Ketidakstabilan perekonomian, politik, dan keamanan negara. 5. Pajak penghasilan(PPn) yang tinggi (progresif) 6. Perkembangan teknologi tinggi 7. Tidak ada kecocokkan upah 8. Tidak memiliki kemauan wirausaha. 9. Adanya diskriminasi ras, gender, orang disklesia.
  • 29.
  • 30.
  • 31.
    Pengangguran terselubung (Disguised unemployment) merupakantenaga kerja yang tidak bekerja secara optimal karena sesuatu alasan tertentu, misalnya: 1. - Kurang terampil dalam pekerjaannya karena pendidikannya rendah. 2. - Baru mulai bekerja atau kurang pengalaman dalam bekerja. 3. - keterpaksa yang membuat orang bekerja tidak sesuai dengan bakat dan keterampilannya. P E N G A N G G U R A N TERSELUBUNG
  • 32.
    P E NG A N G G U R A N TERBUKA Pengangguran terbuka (Open unemployment) adalah tenaga kerja yang sungguh sungguh tidak mempunyai pekerjaan. Penyebabnya antara lain: 1. Tidak tersedianya lapangan kerja. 2. Lapangan kerja yang tidak sesuai dengan latar belakang 3. Tidak berusaha mencari pekerjaan secara keras karena memang malas.
  • 33.
    P E NG A N G G U R A N STRUKTURAL P E N G A N G G U R A N VOLUNTARI Pengangguran struktural adalah pengangguran yang terjadi karena perubahan dalam struktur perekonomian. Pengangguran suka rela adalah pengangguran yang menganggur untuk sementara waktu karna ingin mencari pekerjaan lain yang lebih baik
  • 34.
    P E NG A N G G U R A N FRIKSIONAL P E N G A N G G U R A N KONJUNGTUR Pengangguran friksional adalah pengangguran yang terjadi karena kesulitan temporer dalam mempertemukan pencari kerja dan lowongan kerja, yang disebabkan oleh kondisi geografis, informasi yang tidak sempurna, dan proses perekrutan yang lama Pengangguran konjungtur adalah pengangguran yang disebabkan oleh adanya siklus konjungtur (perubahan kegiatan perekonomian). Misalnya: pada masa 1960 -1980 an titik berat pembangunan nasional Indonesia ditekankan pada bidang pertanian, sehingga insinyur-insinyur pertanian mudah mendapatkan pekerjaan
  • 35.
    P E NG A N G G U R A N TEKNOLOGI Pengangguran teknologi yaitu pengangguran yang disebabkan penggunaan teknologi seperti mesin-mesin modern, sehingga mengurangi penggunaan tenaga kerja manusia. P E N G A N G G U R A N MUSIMAN Pengangguran musiman, yaitu pengangguran yang terjadi karena pergantian waktu/trend. Misalnya tukang membuat kopiah, pada saat bulan puasa dan menjelang hari Idul Fitri, pesanan akan produk kopiah meningkat tajam. Sedangkan masa sesudah bulan puasa permintaan produk kopiah kembali turun sehingga dia harus menganggur lagi
  • 36.
    D A MP A K N E G A T I F PENGANGGURAN 1. Pengangguran dapat mengurangi pendapatan perkapita 2. Pengangguran dapat menurunkan tingkat kemakmuran 3. Pengangguran akan menimbulkan ketidakstabilan sosial politik. 4. Bertambahnya tingkat kemiskinan 5. Timbulnya kriminalitas di kalangan masyarakat
  • 37.
  • 38.
    Untuk mengatasi pengangguran jenisini, cara yang digunakan adalah : 1. Peningkatan mobilitas modal dan tenaga kerja 2. Memindahkan kelebihan tenaga kerja 3. Mengadakan pelatihan tenaga kerja 4. Mendirikan industri padat karya di wilayah yang mengalami pengangguran CARA MENGATASI PENGANGGURAN STRUKTURAL
  • 39.
    1. Perluasan kesempatankerja dengan cara mendirikan industri-industri baru, terutama yang bersifat padat karya 2. Deregulasi dan Debirokratisasi di berbagai bidang industri untuk merangsang timbulnya investasi baru 3. Menggalakkan pengembangan seKtor Informal 4. Menggalakkan program transmigrasi 5. Pembukaan proyek-proyek umum oleh pemerintah CARA MENGATASI PENGANGGURAN FRIKSIONAL
  • 40.
    Cara mengatasi Pengangguran Siklus 1.Mengarahkan permintaan masyarakat terhadap barang dan jasa 2. Meningkatkan daya beli Masyarakat. Cara Mengatasi Pengangguran Musiman. 1. Pemberian informasi yang cepat jika ada lowongan kerja di seKtor lain 2. Melakukan pelatihan di bidang ketrampilan lain