Dokumen tersebut membahas tentang pengertian angkatan kerja, tenaga kerja, dan kesempatan kerja serta jenis dan penyebab pengangguran beserta upaya-upaya untuk mengatasinya seperti peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pembangunan daerah.
KETENAGAKERJAAN mengidentifikasi macam– macam sistem upah mendeskripsikan angkatan kerja, tenaga kerja dan kesempatan kerja mendeskripsikan pengangguran , jenis dan sebab-sebabnya membedakan angkatan kerja, tenaga kerja dan kesempatan kerja mendeskripsikan cara – cara mengatasi pengangguran mengidentifikasi upaya peningkatan kualitas kerja KOMPETENSI YANG HARUS DICAPAI
2.
MATERI KETENAGAKERJAAN BAHASAN Defenisi Angkatan Kerja, Tenaga Kerja dan Kesempatan Kerja Usaha-Usaha Meningkatkan kualitas Sumber daya manusia Indonesia Jenis-Jenis Pengangguran Sebab-sebab Pengangguran Cara Mengatasi Pengangguran Dampak Pengangguran terhadap Perekonomian
3.
PENGERTIAN Angkatan KerjaAngkatan kerja adalah penduduk yang berumur 15 sampai dengan 64 tahun yang sedang bekerja atau mencari pekerjaan Susunan penduduk menurut umurnya dapat dikelompokkan sebagai berikut : a) Penduduk produktif (usia kerja): umur 15 – 64 tahun b) Penduduk nonproduktif (dibawah usia kerja): umur 0 – 14 tahun c) Penduduk nonproduktif (diatas usia kerja : umur 64 tahun keatas
4.
ANGKA KETERGANTUNGAN Jumlahpenduduk nonproduktif dalam setiap 100 orang penduduk produktif disebut angka ketergantungan. Dilihat dari segi ekonomi, makin tinggi angka ketergantungan penduduk makin berat beban penduduknya. Angka ketergantungan (DR) DR = Jumlah penduduk usia nonproduktif Jumlah penduduk usia produktif X 100 %
5.
TINGKAT PARTISIPASI ANGKAKERJA Tingkat partisipasi angka kerja adalah angka perbandingan antara jumlah angkatan kerja dengan jumlah penduduk usia kerja yang dinyatakan dalam presentase. TPAK = Angkatan Kerja Jumlah penduduk usia 10 than ke atas X 100 %
6.
TENAGA KERJA 1. Angkatan kerja (labour force) yaitu golongan yang bekerja dan golongan penganggur pencari kerja 2. Bukan angkatan kerja (potential labour force) yaitu golongan yang bersekolah, golongan yang mengurus rumah tangga, dan golongan lain-lain penerima pendapatan. Tenaga kerja adalah penduduk yang siap melakukan pekerjaan, penduduk yang telah memasuki usia kerja (working age population)
7.
Usaha – usahapeningkatan kesempatan kerja. Pendidikan umum melalui pendidikan formal guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia Kursus-kursus keterampilan, baik yang dilaksanakan pemerintah atau masyarakat Pelatihan pendidikan Penataran-penataran, seminar, lokakarya Meningkatkan kegiatan pembangunan yang banyak diserap tenaga kerja dan mendirikan industri di daerah
8.
Pengangguran Pengangguran adalah penduduk usia kerja yang belum mendapatkan lowongan untuk bekerja. Orang semacam ini merugikan negara dan secara khusus memberatkan keluarga karena kebutuhan menjadi beban atau tanggungan keluarga yang sudah bekerja. Indikator tingkat beban disebut dependency ratio (DR).
JENIS-JENIS PENGANGGURAN 1. Pengangguran terbuka (open unemployment) adalah penduduk usia kerja : yang belum pernah bekerja dan sedang berusaha mendapat pekerjaan yang sudah pernah bekerja namun berhenti yang dibebastugaskan, baik akan dipanggil kembali atau tidak
11.
JENIS-JENIS PENGANGGURAN 2. Setengah menganggur (under employment) Menurut u kuran jam kerja yaitu penduduk yang bekerja 14-35 jam/pekan, dikenal dengan penganggur terselubung yang terdiri dari berikut ini : Setengah penganggur kentara Setengah penganggur tidak kentara Setengah penganggur potensial
12.
JENIS-JENIS PENGANGGURAN 3. Pengangguran tersamar atau tersembunyi (invisible unemployment) yaitu suatu keadaan di mana seseorang tampak bekerja, tetapi kemampuan untuk menghasilkan kecil
JENIS-JENIS PENGANGGURAN 1. Pengangguran friksional adalah pengangguran yang terjadi karena kesulitan temporer. Pengangguran ini terjadi secara tiba-tiba karena adanya pergeseran pada penawaran dan permintaan tenaga kerja. Pengangguran ini bukan sebagai akibat ketidakmampuan memperoleh pekerjaan tetapi akibat dari keinginan untuk memperoleh kerja yang lebih baik, sehingga pengangguran ini tidak serius karena bersifat sementara. Ada juga yang memberi istilah pengangguran normal atau pengangguran mencari (search employment).
15.
Pengangguran struktural adalah pengangguran yang disebabkan adanya perubahan struktur perekonomian sebagai akibat perkembangan ekonomi. Dengan adanya perubahan itu dituntut juga perubahan dalam keterampilan tenaga kerja. Pengangguran voluntary atau voluntary unemployment adalah pengangguran karena adanya orang yang sebenarnya masih bisa bekerja tetapi dengan sukarela tidak bekerja JENIS-JENIS PENGANGGURAN
16.
4. Pengangguranmusiman adalah pengangguran yang disebabkan adanya pergantian musim. Misalnya dibidang pertanian, pekerjaan yang paling padat hanya pada waktu musim tanam dan musim panen, sehingga selama menunggu panen banyak tenaga kerja yang menganggur 5. Pengangguran teknologi adalah pengangguran yang disebabkan adanya kemajuan teknologi akibat digunakannya tenaga mesin untuk mengganti tenaga manusia JENIS-JENIS PENGANGGURAN
17.
6. Penganggurankonjungtur (cyclical unemployment) adalah penganggur-an yang disebabkan adanya perubahan-perubahan dalam tingkat kegiatan ekonomi. Misalnya pada waktu perekonomian sedang mengalami kemunduran, akibatnya banyak perusahaan yang harus mengurangi produksinya, sehingga akan menaikkan jumlah dan tingkat pengangguran. JENIS-JENIS PENGANGGURAN
PENYEBAB PENGANGGURAN Informasiyang tidak lengkap Angkatan kerja yang terus meningkat jumlahnya dan pertumbuhan kesempatan kerja yang tidak seimbang dengan pertumbuhan angkatan kerja Tingkat investasi rendah sehingga perusahaan dalam negeri sulit mengembangkan dan memperluas usahaanya Angkatan kerja yang sedang mencari kerja tidak dapat memenuhi persyaratan-persyaratan yang diminta dunia usaha Tidak ada kecocokan upah Tidak memiliki kemauan wirausaha
26.
Upaya-upaya peningkatan kualitas pe kerja Indonesia Pada dasarnya ada beberapa upaya peningkatan kualitas kerja, antara lain sebagai berikut : Magang di suatu lembaga-lembaga atau instansi pemerintah maupun swasta Pelatihan-pelatihan atau job training agar mempunyai kesempatan kerja yang baik. Belajar di BLK (Balai Latihan Kerja) di suatu daerah atau kota Kursus-kursus keterampilan Penataran dan seminar atau lokakarya Menekuni ilmu yang dipelajari untuk meningkatkan kualitas diri dengan menekuni bidang yang diminati Meningkatkan tenaga kerja terampil dengan meningkatkan pendidikan formal maupun informal bagi setiap penduduk.
27.
SISTEM UPAH Upahmenurut Prestasi Upah menurut waktu Upah menurut skala Upah menurut premi Upah menurut indeks Upah co partnership
28.
JENIS UPAH YANGBERLAKU DI INDONESIA Upah menurut waktu, misalnya seperti upah harian, upah mingguan, dan upah bulanan Upah menurut prestasi adalah upah berdasarkan hasil prestasi karyawan Upah skala adalah upah berdasarkan perubahan hasil produksi Upah indeks adalah upah berdasarkan pada perubahan-perubahan harga barang-barang kebutuhan sehari-hari Upah premi adalah upah selain yang diterima setiap bulan oleh karyawan juga ditambah dengan premi yang diterima setiap akhir tahun Upah co partnership adalah di samping menerima upah, pekerja juga diberi pemilikan saham, sehingga karyawan berhak menerima keuntungan atau deviden perusahaan.
29.
UNEMPLOYMENT SOLUTION Mengintensifkanpekerjaan di daerah pedesaan yang bersifat padat karya untuk mengurangi pengangguran tenaga kerja kasar di pedesaan Mendirikan pusat-pusat atau balai latihan kerja, untuk menyapkan tenaga terampil dan kreatif Meningkatkan transmigrasi untuk mengurangi pengangguran di daerah padat penduduk dan memeratakan tenaga kerja. Industrialisasi untuk menyerap tenaga kerja Menggiatkan program keluarga berencana, untuk mengurangi atau menghambat pertambahan jumlah penduduk sehingga pertambahan jumlah angkatan kerja bisa terkendali.
30.
Mengadakan proyek SP3untuk menyerap lulusan perguruan tinggi yang diharapkan jadi pelopor pembangunan dan pembaharuan di pedesaan. SP3 singkatan dari Sarjana Penggerak Pembangunan Pedesaan. Mendorong pembangunan di daerah pedesaan untuk bisa menyerap tenaga kerja di pedesaan. Penyediaan dana kredit secara lebih meluas dan merata bagi peningkatan kegiatan produksi padat karya. Tingkat kurs devisa yang realistis dan memberikan intensif bagi peningkatan ekspor. Pengeluaran pemerintah ditujukan untuk memperluas kesempatan kerja produktif sebanyak mungkin UNEMPLOYMENT SOLUTION