KELOMPOK
BAWEL
NAMA KELOMPOK :
ANNISA DIAN PRATIWI
ADAM FADILLAH SANDI
FEBRILLIAN KUSUMA RAAFI
MERRY NURCHAHYANI
DEFINISI KEPRIBADIAN
FAKTOR KEPRIBADIAN

TAHAP-TAHAP
KEPRIBADIAN
DEFINISI KEPRIBADIAN
Definisi Kepribadian Menurut Para Ahli
Carl Gustav Jung ( 1875-1959)
Kepribadian adalah suatu Totalitas segala peristiwa psikis yang disadari ataupun yang tidak
disadari
Alport (1951, p.48 )
Kepribadian adalah organisasi dinamis dalam individu sebagai sistem psikofisis yang
menentukan caranya yang khas dalam menyesuaikan diri terhadap lingkungan
Kurt Lewin
Kepribadian adalah totalitas reality psikologis yang berisikan semua fakta yang dapat
mempengaruhi tingkah laku individu pada suatu saat
Gordon Allport
Kepribadian sebagai “sesuatu” yang terdapat dalam diri individu yang membimbing dan memberi
arah kepada seluruh tingkah laku individu yang bersangkutan
Sigmund Freud
kepribadian sebagai suatu struktur yang terdiri dari tiga sistem yaitu Id, Ego dan Superego.
• Koentjaraningrat, dalam bukunya yang berjudul "Pengantar Antropologi I",
Kepribadian adalah susunan dari unsur-unsur akal dan jiwa yang
menentukan tingkah laku atau tindakan seseorang.
M. A. W. Brower, berpendapat bahwa kepribadian adalah corak tingkah laku
sosial seorang individu yang meliputi kekuatan, dorongan, keinginan, opini,
dan sikap-sikap seseorang.
Theodore M. Newcomb,
Kepribadian adalah organisasi sikap yang dimiliki seseorang sebagai latar
belakang dari perilakunya. Hal ini berarti bahwa kepribadian menunjukkan
organisasi dari sikap-sikap seorang individu untuk berbuat, mengetahui,
berpikir, dan merasakan secara khusus apabila ia berhubungan dengan
orang lain atau ketika ia menghadapi suatu masalah atau keadaan.
Kepribadian adalah keseluruhan cara
seorang individu bereaksi dan berinteraksi
dengan individu lain. Kepribadian paling sering
dideskripsikan dalam istilah sifat yang bisa
diukur yang ditunjukkan oleh seseorang.
KEPRIBADIAN SECARA UMUM
Kepribadian secara umum
Personality atau kepribadian berasal dari kata persona, kata
persona merujuk pada topeng yang biasa digunakan para pemain
sandiwara di Zaman Romawi. Secara umum kepribadian menunjuk pada
bagaimana individu tampil dan menimbulkan kesan bagi individuindividu lainnya. Pada dasarnya definisi dari kepribadian secara umum
ini adalah lemah karena hanya menilai perilaku yang dapat diamati saja
dan tidak mengabaikan kemungkinan bahwa ciri-ciri ini bisa berubah
tergantung pada situasi sekitarnya selain itu definisi ini disebut lemah
karena sifatnya yang bersifat evaluatif (menilai), bagaimanapun pada
dasarnya kepribadian itu tidak dapat dinilai “baik” atau “buruk” karena
bersifat netral.
FAKTOR-FAKTOR PEMBENTUK KEPRIBADIAN
a.
b.
c.
d.
e.

Faktor Biologis
Faktor Geografis
Faktor Kebudayaan
Faktor Pengalaman Kelompok
Faktor Pengalaman Unik
TAHAP-TAHAP KEPRIBADIAN
1. Fase Pertama
1.
Fase pertama dimulai sejak anak berusia satu sampai dua
tahun, ketika anak mulai mengenal dirinya sendiri. Pada fase ini, kita
dapat membedakan kepribadian seseorang menjadi dua bagian
penting, yaitu sebagai berikut:
Bagian yang pertama berisi unsur-unsur dasar atas berbagai sikap
yang disebut denganattitudes yang kurang lebih bersifat permanen
dan tidak mudah berubah di kemudian hari. Unsur-unsur itu adalah
struktur dasar kepribadian (basic personality structure) dan capital
personality. Kedua unsur ini merupakan sifat dasar dari manusia
yang telah dimiliki sebagai warisan biologis dari orangtuanya.
2.
Bagian kedua berisi unsur-unsur yang terdiri atas keyakinankeyakinan atau anggapan-anggapan yang lebih fleksibel yang
sifatnya mudah berubah atau dapat ditinjau kembali di kemudian
hari.
2. Fase Kedua
• Fase ini merupakan fase yang sangat efektif dalam
membentuk dan mengembangkan bakat-bakat yang ada
pada diri seorang anak. Fase ini diawali dari usia dua
sampai tiga tahun. Fase ini merupakan fase perkembangan
di mana rasa aku yang telah dimiliki seorang anak mulai
berkembang karakternya sesuai dengan tipe pergaulan
yang ada di lingkungannya, termasuk struktur tata nilai
maupun struktur budayanya.
• Fase ini berlangsung relatif panjang hingga anak menjelang
masa kedewasaannya sampai kepribadian tersebut mulai
tampak dengan tipe-tipe perilaku yang khas yang tampak
dalam hal-hal berikut ini.
1. Dorongan-dorongan (drives). Unsur ini merupakan pusat
dari kehendak manusia untuk melakukan suatu aktivitas
yang selanjutnya akan membentuk motif-motif tertentu
untuk mewujudkan suatu keinginan. Drives ini dibedakan
atas kehendak dan nafsu-nafsu. Kehendak merupakan
dorongan-dorongan yang bersifat kultural, artinya sesuai
dengan tingkat peradaban dan tingkat perekonomian
seseorang. Sedang nafsu-nafsu merupakan kehendak yang
terdorong oleh kebutuhan biologis, misalnya nafsu makan,
seksual, amarah, dan yang lainnya.’
2. Naluri (instinct). Naluri adalah suatu dorongan yang
bersifat kodrati yang melekat dengan hakikat makhluk
hidup. Misalnya seorang ibu mempunyai naluri yang kuat
untuk mempunyai anak, mengasuh, dan membesarkan
hingga dewasa. Naluri ini dapat dilakukan pada setiap
makhluk hidup tanpa harus belajar terlebih dahulu seolaholah telah menyatu dengan hakikat makhluk hidup.
3. Getaran hati (emosi). Emosi atau getaran hati adalah
sesuatu yang abstrak yang menjadi sumber perasaan
manusia. Emosi dapat menjadi pengukur segala sesuatu
yang ada pada jiwa manusia, seperti senang, sedih, indah,
serasi, dan yang lainnya.
4. Perangai. Perangai adalah perwujudan dari perpaduan
antara hati dan pikiran manusia yang tampak dari raut
muka maupun gerak-gerik seseorang. Perangai ini
merupakan salah satu unsur dari kepribadian yang mulai
riil, dapat dilihat, dan diidentifikasi oleh orang lain
5. Intelegensi (IQ). Intelegensi adalah tingkat kemampuan
berpikir yang dimiliki oleh seseorang. Sesuatu yang
termasuk dalam intelegensi adalah IQ, memori-memori
pengetahuan, serta pengalaman-pengalaman yang telah
diperoleh seseorang selama melakukan sosialisasi.
6. Bakat (talent). Bakat pada hakikatnya merupakan sesuatu
yang abstrak yang diperoleh seseorang karena warisan
biologis yang diturunkan oleh leluhurnya, seperti bakat seni,
olahraga, berdagang, berpolitik, dan lainnya. Bakat
merupakan sesuatu yang sangat mendasar dalam
pengembangkan keterampilan-keterampilan yang ada pada
seseorang. Setiap orang memiliki bakat yang berbeda-beda,
walaupun berasal dari ayah dan ibu yang sama.
• 3. Fase Ketiga
Pada proses perkembangan kepribadian seseorang, fase
ini merupakan fase terakhir yang ditandai dengan semakin
stabilnya perilaku-perilaku yang khas dari orang tersebut.
Pada fase ketiga terjadi perkembangan yang relatif tetap,
yaitu dengan terbentuknya perilaku-perilaku yang khas
sebagai perwujudan kepribadian yang bersifat abstrak.
Setelah kepribadian terbentuk secara permanen, maka dapat
diklasifikasikan tiga tipe kepribadian, yaitu sebagai berikut:
• Kepribadian normatif (normative man).
• Kepribadian otoriter (otoriter man).
• Kepribadian perbatasan (marginal man).
TERIMAKASIH SUDAH
MENYIMAK DAN
MENDENGARKAN
PERSENTASI KAMI

Kepribadian

  • 1.
    KELOMPOK BAWEL NAMA KELOMPOK : ANNISADIAN PRATIWI ADAM FADILLAH SANDI FEBRILLIAN KUSUMA RAAFI MERRY NURCHAHYANI
  • 2.
  • 3.
    DEFINISI KEPRIBADIAN Definisi KepribadianMenurut Para Ahli Carl Gustav Jung ( 1875-1959) Kepribadian adalah suatu Totalitas segala peristiwa psikis yang disadari ataupun yang tidak disadari Alport (1951, p.48 ) Kepribadian adalah organisasi dinamis dalam individu sebagai sistem psikofisis yang menentukan caranya yang khas dalam menyesuaikan diri terhadap lingkungan Kurt Lewin Kepribadian adalah totalitas reality psikologis yang berisikan semua fakta yang dapat mempengaruhi tingkah laku individu pada suatu saat Gordon Allport Kepribadian sebagai “sesuatu” yang terdapat dalam diri individu yang membimbing dan memberi arah kepada seluruh tingkah laku individu yang bersangkutan Sigmund Freud kepribadian sebagai suatu struktur yang terdiri dari tiga sistem yaitu Id, Ego dan Superego.
  • 4.
    • Koentjaraningrat, dalambukunya yang berjudul "Pengantar Antropologi I", Kepribadian adalah susunan dari unsur-unsur akal dan jiwa yang menentukan tingkah laku atau tindakan seseorang. M. A. W. Brower, berpendapat bahwa kepribadian adalah corak tingkah laku sosial seorang individu yang meliputi kekuatan, dorongan, keinginan, opini, dan sikap-sikap seseorang. Theodore M. Newcomb, Kepribadian adalah organisasi sikap yang dimiliki seseorang sebagai latar belakang dari perilakunya. Hal ini berarti bahwa kepribadian menunjukkan organisasi dari sikap-sikap seorang individu untuk berbuat, mengetahui, berpikir, dan merasakan secara khusus apabila ia berhubungan dengan orang lain atau ketika ia menghadapi suatu masalah atau keadaan.
  • 5.
    Kepribadian adalah keseluruhancara seorang individu bereaksi dan berinteraksi dengan individu lain. Kepribadian paling sering dideskripsikan dalam istilah sifat yang bisa diukur yang ditunjukkan oleh seseorang.
  • 6.
    KEPRIBADIAN SECARA UMUM Kepribadiansecara umum Personality atau kepribadian berasal dari kata persona, kata persona merujuk pada topeng yang biasa digunakan para pemain sandiwara di Zaman Romawi. Secara umum kepribadian menunjuk pada bagaimana individu tampil dan menimbulkan kesan bagi individuindividu lainnya. Pada dasarnya definisi dari kepribadian secara umum ini adalah lemah karena hanya menilai perilaku yang dapat diamati saja dan tidak mengabaikan kemungkinan bahwa ciri-ciri ini bisa berubah tergantung pada situasi sekitarnya selain itu definisi ini disebut lemah karena sifatnya yang bersifat evaluatif (menilai), bagaimanapun pada dasarnya kepribadian itu tidak dapat dinilai “baik” atau “buruk” karena bersifat netral.
  • 7.
    FAKTOR-FAKTOR PEMBENTUK KEPRIBADIAN a. b. c. d. e. FaktorBiologis Faktor Geografis Faktor Kebudayaan Faktor Pengalaman Kelompok Faktor Pengalaman Unik
  • 8.
    TAHAP-TAHAP KEPRIBADIAN 1. FasePertama 1. Fase pertama dimulai sejak anak berusia satu sampai dua tahun, ketika anak mulai mengenal dirinya sendiri. Pada fase ini, kita dapat membedakan kepribadian seseorang menjadi dua bagian penting, yaitu sebagai berikut: Bagian yang pertama berisi unsur-unsur dasar atas berbagai sikap yang disebut denganattitudes yang kurang lebih bersifat permanen dan tidak mudah berubah di kemudian hari. Unsur-unsur itu adalah struktur dasar kepribadian (basic personality structure) dan capital personality. Kedua unsur ini merupakan sifat dasar dari manusia yang telah dimiliki sebagai warisan biologis dari orangtuanya. 2. Bagian kedua berisi unsur-unsur yang terdiri atas keyakinankeyakinan atau anggapan-anggapan yang lebih fleksibel yang sifatnya mudah berubah atau dapat ditinjau kembali di kemudian hari.
  • 9.
    2. Fase Kedua •Fase ini merupakan fase yang sangat efektif dalam membentuk dan mengembangkan bakat-bakat yang ada pada diri seorang anak. Fase ini diawali dari usia dua sampai tiga tahun. Fase ini merupakan fase perkembangan di mana rasa aku yang telah dimiliki seorang anak mulai berkembang karakternya sesuai dengan tipe pergaulan yang ada di lingkungannya, termasuk struktur tata nilai maupun struktur budayanya. • Fase ini berlangsung relatif panjang hingga anak menjelang masa kedewasaannya sampai kepribadian tersebut mulai tampak dengan tipe-tipe perilaku yang khas yang tampak dalam hal-hal berikut ini.
  • 10.
    1. Dorongan-dorongan (drives).Unsur ini merupakan pusat dari kehendak manusia untuk melakukan suatu aktivitas yang selanjutnya akan membentuk motif-motif tertentu untuk mewujudkan suatu keinginan. Drives ini dibedakan atas kehendak dan nafsu-nafsu. Kehendak merupakan dorongan-dorongan yang bersifat kultural, artinya sesuai dengan tingkat peradaban dan tingkat perekonomian seseorang. Sedang nafsu-nafsu merupakan kehendak yang terdorong oleh kebutuhan biologis, misalnya nafsu makan, seksual, amarah, dan yang lainnya.’
  • 11.
    2. Naluri (instinct).Naluri adalah suatu dorongan yang bersifat kodrati yang melekat dengan hakikat makhluk hidup. Misalnya seorang ibu mempunyai naluri yang kuat untuk mempunyai anak, mengasuh, dan membesarkan hingga dewasa. Naluri ini dapat dilakukan pada setiap makhluk hidup tanpa harus belajar terlebih dahulu seolaholah telah menyatu dengan hakikat makhluk hidup.
  • 12.
    3. Getaran hati(emosi). Emosi atau getaran hati adalah sesuatu yang abstrak yang menjadi sumber perasaan manusia. Emosi dapat menjadi pengukur segala sesuatu yang ada pada jiwa manusia, seperti senang, sedih, indah, serasi, dan yang lainnya. 4. Perangai. Perangai adalah perwujudan dari perpaduan antara hati dan pikiran manusia yang tampak dari raut muka maupun gerak-gerik seseorang. Perangai ini merupakan salah satu unsur dari kepribadian yang mulai riil, dapat dilihat, dan diidentifikasi oleh orang lain
  • 13.
    5. Intelegensi (IQ).Intelegensi adalah tingkat kemampuan berpikir yang dimiliki oleh seseorang. Sesuatu yang termasuk dalam intelegensi adalah IQ, memori-memori pengetahuan, serta pengalaman-pengalaman yang telah diperoleh seseorang selama melakukan sosialisasi. 6. Bakat (talent). Bakat pada hakikatnya merupakan sesuatu yang abstrak yang diperoleh seseorang karena warisan biologis yang diturunkan oleh leluhurnya, seperti bakat seni, olahraga, berdagang, berpolitik, dan lainnya. Bakat merupakan sesuatu yang sangat mendasar dalam pengembangkan keterampilan-keterampilan yang ada pada seseorang. Setiap orang memiliki bakat yang berbeda-beda, walaupun berasal dari ayah dan ibu yang sama.
  • 14.
    • 3. FaseKetiga Pada proses perkembangan kepribadian seseorang, fase ini merupakan fase terakhir yang ditandai dengan semakin stabilnya perilaku-perilaku yang khas dari orang tersebut. Pada fase ketiga terjadi perkembangan yang relatif tetap, yaitu dengan terbentuknya perilaku-perilaku yang khas sebagai perwujudan kepribadian yang bersifat abstrak. Setelah kepribadian terbentuk secara permanen, maka dapat diklasifikasikan tiga tipe kepribadian, yaitu sebagai berikut:
  • 15.
    • Kepribadian normatif(normative man). • Kepribadian otoriter (otoriter man). • Kepribadian perbatasan (marginal man).
  • 16.