Carl Gustav Jung, lahir 1875 di Swiss, mengembangkan psikologi analitis dengan teori mengenai kesadaran dan ketidaksadaran, termasuk ketidaksadaran kolektif yang diwarisi dari pengalaman leluhur. Ia menekankan pentingnya eksplorasi sisi gelap kepribadian serta arketipe yang mempengaruhi pikiran dan perilaku individu, termasuk konsep anima dan animus. Jung juga mengidentifikasi dua cara pendekatan hidup, yaitu ekstroversi dan introversi, yang berperan dalam membantu orang memahami diri mereka.