GAYA
KEPEMIMPINAN
Binti Wasi’atul Aziizah
1402460024
Gaya kepemimpinan
– Gaya artinya sikap, gerakan, tingkah laku, sikap yang elok,
gerak gerik yang bagus, kekuatan, kesanggupan untuk
berbuat baik
– Gaya kepemimpinan adalah pola menyeluruh dari tindakan
seorang pemimpin, baik yang tampak maupun yang tidak
tampak oleh bawahannya
01
03
Demokratis
(Democratic Leadership)
Kepemimpinan Partisipatif
02
04
Otoriter
(Authoritarian Leadership)
Kepemimpinan Bebas
(Laisez Faire Leadership)
Kepemimpinan Demokratis
– Gaya kepemimpinan demokratis adalah gaya kepemimpinan
menempatkan manusia sebagai faktor pendukung terpenting dalam
kepemimpinan yang dilakukan berdasarkan dan mengutamakan
orientasi pada hubungan dengan anggota organisasi.
– Ciri-ciri kepemimpinan ini :
Berpartisipasi aktif dalam kegiatan organisasi
Terbuka dengan saran ataupun ide-ide baru guna pencapaian
tujuan organisasi
Musyawarah untuk mufakat
Menghargai potensi setiap individu
Pimpinan sering turun ke bawah melakukan pembinaan dan
penyuluhan, serta evaluasi
Kelemahan
Kepemimpinan Demokratis
Kelebihan
– Hubungan antara pemimpin dan bawahan
harmonis dan tidak kaku
– Keputusan dan kebijaksanaan diambil melalui
diskusi sehingga bawahan akan merasa
dihargai dan dibutuhkan peranannya
– Mengembangkan daya kreatif dari bawahan
karena dapat mengajukan pendapat dan
saran
– Bawahan akan merasa percaya diri dan
nyaman sehingga bisa mengeluarkan
kemampuan terbaiknya untuk menyelesaikan
tugasnya
– Bawahan akan merasa bersemangat karena
merasa diperhatikan
– Tidak mudah lahir kubu oposisi karena
pemimpin dan bawahan sejalan
– Proses pengambilan keputusan
akan berlangsung lama karena
diambil secara musyawarah
– Sulitnya dalam pencapaian kata
mufakat karena pendapat setiap
orang jelas berbeda
– Akan memicu konflik apabila
keputusan yang diambil tidak
sesuai dan apabila ego masing-
masing anggota tinggi
Kepemimpinan Otoriter
– Kekuasaan otoriter adalah gaya kepemimpinan yang
berdasarkan pada kekuasaan yang mutlak dan penuh.
– Artinya segala ketentuan dan keputusan berada di tangan si
pemimpin.
– Keputusan dipaksakan, dan bila ada komunikasi, maka
hanya bersifat top down (atas-bawah), bawahan ditekan,
karena itu menjadi takut dan tidak leluasa dalam
berprakarsa.
Kelemahan
Kepemimpinan Otoriter
Kelebihan
– Keputusan akan dapat diambil
dengan cepat karena mutlak hak
pemimpin, tak ada bantahan dari
bawahan
– Pemimpin yang bersifat otoriter
pasti bersifat tegas, sehingga
apabila terjadi kesalahan dari
bawahan maka pemimpin tak
segan untuk menegur
– Mudah dilakukan pengawasan
– Suasana kaku, mencekam, dan
menakutkan karena sifat keras dari
pemimpin
– Kreativitas dari bawahan sangatlah minim
karena tidak diberikan kesempatan
mengajukan pendapat
– Mudahnya melahirkan kubu oposisi karena
dominasi pemimpin yang berlebihan
– Disiplin yang terjadi seakan-akan karena
ketakutan dan hukuman bahkan
pemecatan dari atasan
– Pengawasan dari pemimpin hanya bersifat
mengontrol, apakah perintah yang
diberikan sudah dijalankan dengan baik
oleh anggotanya
Kepemimpinan Partisipatif
– Kepemimpinan Partisipatif adalah apabila dalam
kepemimpinannya dilakukan dengan cara persuasif,
menciptakan kerja sama yang serasi, menumbuhkan
loyalitas, dan partisipasi para bawahan.
– Ciri-ciri kepemimpinan partisipatif, antara lain :
 Wewenang pemimpin tidak mutlak;
 Pimpinan bersedia melimpahkan sebagian wewenang kepada
bawahan;
 Keputusan dan kebijakan dibuat bersama antara pimpinan dan
bawahan;
 Komunikasi berlangsung secara timbal balik, baik yang terjadi
antara pimpinan dan bawahan maupun sesama bawahan;
 Pengawasan terhadap sikap, tingkah laku, perbuatan atau
kegiatan para bawahan dilakukan secara wajar;
 Banyak kesempatan bagi bawahan untuk menyampaikan
saran, pertimbangan atau pendapat;
 Tugas-tugas kepada bawahan diberikan dengan lebih
bersifat permintaan dari pada intruksi;
 Pimpinan memperhatikan dalam bersikap dan bertindak,
adanya saling percaya, saling menghormati
Kelemahan
Kepemimpinan Partisipatif
Kelebihan
– Bawahan turut serta dalam
pengambilan keputusan
– Pemimpin bersifat terbuka dalam
pelaksanaan tugas
– Bawahan mudah mengeluarkan
semua kemampuannya (their
power) yang telah dimotivasi, serta
berjuang untuk, tujuan yang telah di
ciptakan sendiri (melalui keputusan
bersama)
– Kontrol dalam pemecahan
masalah dilakukan secara
bergantian sehingga dapat
menimbulkan ketidakcocokan
pendapat.
– Waktu yang kurang efisien,
sehingga dapat mengakibatkan
kehilangan kendali managerial.
Kepemimpinan Bebas
(Laisez Faire Leadership)
– Dalam kepemimpinan jenis ini, pemimpin biasanya
menunjukkan suatu gaya dan perilaku yang pasif dan juga
sering kali menghindari dirinya dari tanggung jawab.
– Pimpinan yang memiliki gaya ini tidak memberikan
motivasi, pengarahan dan petunjuk, dan segala pekerjaan
diserahkan kepada anak buahnya.
Kelemahan
Kepemimpinan Bebas (Laisez
Faire Leadership)
Kelebihan
– Keputusan ada di tangan bawahan
sehingga bawahan bisa bersikap
mandiri dan memiliki inisiatif
– Pemimpin tidak memiliki dominasi
besar
– Terciptanya hubungan yang
harmonis antara pimpinan dengan
bawahan
– Bawahan tidak akan merasa
tertekan dalam menjalankan tugas
– Pemimpin membiarkan bawahan
untuk bertindak sesuka hati karena
tidak ada kontrol
– Mudah terjadi kekacauan dan
bentrokan
– Tujuan organisasi akan sulit tercapai
apabila bawahan tidak memiliki
inisiatif yang tepat dan dedikasi tinggi
– Pemimpin membutuhkan waktu
untuk mempertimbangkan berbagai
masukan dan saran dari bawahan,
sehingga berdampak pada kurang
sesuainya waktu pelaksanaan
pekerjaan dengan rencana
sebelumnya
Kriteria pemimpin ideal
menurut saya, yaitu :
1. Berpartisipasi aktif dalam kegiatan organisasi
2. Terbuka
3. Memberikan kesempatan anggota untuk memberikan saran ataupun ide-ide
baru guna pencapaian tujuan organisasi
4. Mengutamakan musyawarah untuk mufakat
5. Menghargai potensi setiap individu
6. Disiplin
7. Tegas tapi tidak kaku
8. Saling menghormati dan saling percaya
9. Memiliki kestabilan emosi
10. Dapat membimbing anggota organisasi tanpa bersifat mengguruinya
11. Mendahulukan kepentingan organisasi daripada kepentingan pribadi
12. Bersikap adil dan bijaksana
13. Bertanggung jawab terhadap tugas dan perannya
14. Semangat kerja yang tinggi
Komentar beberapa teman
tentang totalitas saya sbg
pemimpin bdsk kriteria :
Menurut saya, gaya kepemimpinan
yang dimiliki oleh saudara binti adalah
gaya kepemimpinan demokratis.
Karena selalu melibatkan orang lain
dalam mengambil keputusan. Binti
menghormati dan menghargai apapun
pendapat dari orang lain, tidak
memaksakan kehendak orang lain.
Namun kelemahan darinya adalah
kurang ada ketegasan.
Siska H.F
Menurut saya binti memiliki sikap terbuka
terhadap saran, ide, dan kritikan dari orang
lain dan melakukan musyawarah untuk
mengambil keputusan. Binti menghargai
kemampuan orang lain, dapat mengontrol
emosi, adil dan bertanggung jawab. Tetapi
kurang bisa memanajemen waktu dengan
baik, lebih mengedepankan perasaan dalam
memimpin sebuah organisasi sehingga dinilai
kurang tegas oleh anggotanya.
Putri R.A
Binti mempunyai jiwa periang jadi ia
dapat terbuka dengan bawahannya
sehingga bawahannya dapat memberikan
saran dan ide yang mendukung. Lalu
binti juga mempunyai kepribadian yang
tenang sehingga dapat mendukung
kestabilan emosinya. Serta binti
mempunyai pribadi yang bertanggung
jawab sehingga dia dapat bekerjasama
dengan bawahannya tanpa menyuruh
bawahan seenaknya sendiri.
Adilla Y.F
Menurut saya anda memiliki sebagian besar
kriteria pemimpin ideal yang anda buat, seperti
dapat menerima saran dari orang lain,
musyawarah, memberi teladan, jujur, adil, dapat
dipercaya, menghargai potensi orang lain, disiplin
dan bertanggung jawab serta dapat mengontrol
emosi dengan baik. Namun kekurangan anda
yaitu kurang tegas namun mungkin sikap itu
karena sulitnya permasalahan yang akan
diselesaikan sehingga anda ingin lebih melihat
saran dari semua anggota sehingga tidak akan ada
yang merasa keberatan dalam pengambilan
keputusan.
Yeni F.O
Gaya kepemimpinan

Gaya kepemimpinan

  • 1.
  • 2.
    Gaya kepemimpinan – Gayaartinya sikap, gerakan, tingkah laku, sikap yang elok, gerak gerik yang bagus, kekuatan, kesanggupan untuk berbuat baik – Gaya kepemimpinan adalah pola menyeluruh dari tindakan seorang pemimpin, baik yang tampak maupun yang tidak tampak oleh bawahannya
  • 3.
  • 4.
    Kepemimpinan Demokratis – Gayakepemimpinan demokratis adalah gaya kepemimpinan menempatkan manusia sebagai faktor pendukung terpenting dalam kepemimpinan yang dilakukan berdasarkan dan mengutamakan orientasi pada hubungan dengan anggota organisasi. – Ciri-ciri kepemimpinan ini : Berpartisipasi aktif dalam kegiatan organisasi Terbuka dengan saran ataupun ide-ide baru guna pencapaian tujuan organisasi Musyawarah untuk mufakat Menghargai potensi setiap individu Pimpinan sering turun ke bawah melakukan pembinaan dan penyuluhan, serta evaluasi
  • 5.
    Kelemahan Kepemimpinan Demokratis Kelebihan – Hubunganantara pemimpin dan bawahan harmonis dan tidak kaku – Keputusan dan kebijaksanaan diambil melalui diskusi sehingga bawahan akan merasa dihargai dan dibutuhkan peranannya – Mengembangkan daya kreatif dari bawahan karena dapat mengajukan pendapat dan saran – Bawahan akan merasa percaya diri dan nyaman sehingga bisa mengeluarkan kemampuan terbaiknya untuk menyelesaikan tugasnya – Bawahan akan merasa bersemangat karena merasa diperhatikan – Tidak mudah lahir kubu oposisi karena pemimpin dan bawahan sejalan – Proses pengambilan keputusan akan berlangsung lama karena diambil secara musyawarah – Sulitnya dalam pencapaian kata mufakat karena pendapat setiap orang jelas berbeda – Akan memicu konflik apabila keputusan yang diambil tidak sesuai dan apabila ego masing- masing anggota tinggi
  • 6.
    Kepemimpinan Otoriter – Kekuasaanotoriter adalah gaya kepemimpinan yang berdasarkan pada kekuasaan yang mutlak dan penuh. – Artinya segala ketentuan dan keputusan berada di tangan si pemimpin. – Keputusan dipaksakan, dan bila ada komunikasi, maka hanya bersifat top down (atas-bawah), bawahan ditekan, karena itu menjadi takut dan tidak leluasa dalam berprakarsa.
  • 7.
    Kelemahan Kepemimpinan Otoriter Kelebihan – Keputusanakan dapat diambil dengan cepat karena mutlak hak pemimpin, tak ada bantahan dari bawahan – Pemimpin yang bersifat otoriter pasti bersifat tegas, sehingga apabila terjadi kesalahan dari bawahan maka pemimpin tak segan untuk menegur – Mudah dilakukan pengawasan – Suasana kaku, mencekam, dan menakutkan karena sifat keras dari pemimpin – Kreativitas dari bawahan sangatlah minim karena tidak diberikan kesempatan mengajukan pendapat – Mudahnya melahirkan kubu oposisi karena dominasi pemimpin yang berlebihan – Disiplin yang terjadi seakan-akan karena ketakutan dan hukuman bahkan pemecatan dari atasan – Pengawasan dari pemimpin hanya bersifat mengontrol, apakah perintah yang diberikan sudah dijalankan dengan baik oleh anggotanya
  • 8.
    Kepemimpinan Partisipatif – KepemimpinanPartisipatif adalah apabila dalam kepemimpinannya dilakukan dengan cara persuasif, menciptakan kerja sama yang serasi, menumbuhkan loyalitas, dan partisipasi para bawahan. – Ciri-ciri kepemimpinan partisipatif, antara lain :  Wewenang pemimpin tidak mutlak;  Pimpinan bersedia melimpahkan sebagian wewenang kepada bawahan;  Keputusan dan kebijakan dibuat bersama antara pimpinan dan bawahan;  Komunikasi berlangsung secara timbal balik, baik yang terjadi antara pimpinan dan bawahan maupun sesama bawahan;
  • 9.
     Pengawasan terhadapsikap, tingkah laku, perbuatan atau kegiatan para bawahan dilakukan secara wajar;  Banyak kesempatan bagi bawahan untuk menyampaikan saran, pertimbangan atau pendapat;  Tugas-tugas kepada bawahan diberikan dengan lebih bersifat permintaan dari pada intruksi;  Pimpinan memperhatikan dalam bersikap dan bertindak, adanya saling percaya, saling menghormati
  • 10.
    Kelemahan Kepemimpinan Partisipatif Kelebihan – Bawahanturut serta dalam pengambilan keputusan – Pemimpin bersifat terbuka dalam pelaksanaan tugas – Bawahan mudah mengeluarkan semua kemampuannya (their power) yang telah dimotivasi, serta berjuang untuk, tujuan yang telah di ciptakan sendiri (melalui keputusan bersama) – Kontrol dalam pemecahan masalah dilakukan secara bergantian sehingga dapat menimbulkan ketidakcocokan pendapat. – Waktu yang kurang efisien, sehingga dapat mengakibatkan kehilangan kendali managerial.
  • 11.
    Kepemimpinan Bebas (Laisez FaireLeadership) – Dalam kepemimpinan jenis ini, pemimpin biasanya menunjukkan suatu gaya dan perilaku yang pasif dan juga sering kali menghindari dirinya dari tanggung jawab. – Pimpinan yang memiliki gaya ini tidak memberikan motivasi, pengarahan dan petunjuk, dan segala pekerjaan diserahkan kepada anak buahnya.
  • 12.
    Kelemahan Kepemimpinan Bebas (Laisez FaireLeadership) Kelebihan – Keputusan ada di tangan bawahan sehingga bawahan bisa bersikap mandiri dan memiliki inisiatif – Pemimpin tidak memiliki dominasi besar – Terciptanya hubungan yang harmonis antara pimpinan dengan bawahan – Bawahan tidak akan merasa tertekan dalam menjalankan tugas – Pemimpin membiarkan bawahan untuk bertindak sesuka hati karena tidak ada kontrol – Mudah terjadi kekacauan dan bentrokan – Tujuan organisasi akan sulit tercapai apabila bawahan tidak memiliki inisiatif yang tepat dan dedikasi tinggi – Pemimpin membutuhkan waktu untuk mempertimbangkan berbagai masukan dan saran dari bawahan, sehingga berdampak pada kurang sesuainya waktu pelaksanaan pekerjaan dengan rencana sebelumnya
  • 13.
    Kriteria pemimpin ideal menurutsaya, yaitu : 1. Berpartisipasi aktif dalam kegiatan organisasi 2. Terbuka 3. Memberikan kesempatan anggota untuk memberikan saran ataupun ide-ide baru guna pencapaian tujuan organisasi 4. Mengutamakan musyawarah untuk mufakat 5. Menghargai potensi setiap individu 6. Disiplin 7. Tegas tapi tidak kaku 8. Saling menghormati dan saling percaya 9. Memiliki kestabilan emosi 10. Dapat membimbing anggota organisasi tanpa bersifat mengguruinya 11. Mendahulukan kepentingan organisasi daripada kepentingan pribadi 12. Bersikap adil dan bijaksana 13. Bertanggung jawab terhadap tugas dan perannya 14. Semangat kerja yang tinggi
  • 14.
    Komentar beberapa teman tentangtotalitas saya sbg pemimpin bdsk kriteria : Menurut saya, gaya kepemimpinan yang dimiliki oleh saudara binti adalah gaya kepemimpinan demokratis. Karena selalu melibatkan orang lain dalam mengambil keputusan. Binti menghormati dan menghargai apapun pendapat dari orang lain, tidak memaksakan kehendak orang lain. Namun kelemahan darinya adalah kurang ada ketegasan. Siska H.F Menurut saya binti memiliki sikap terbuka terhadap saran, ide, dan kritikan dari orang lain dan melakukan musyawarah untuk mengambil keputusan. Binti menghargai kemampuan orang lain, dapat mengontrol emosi, adil dan bertanggung jawab. Tetapi kurang bisa memanajemen waktu dengan baik, lebih mengedepankan perasaan dalam memimpin sebuah organisasi sehingga dinilai kurang tegas oleh anggotanya. Putri R.A
  • 15.
    Binti mempunyai jiwaperiang jadi ia dapat terbuka dengan bawahannya sehingga bawahannya dapat memberikan saran dan ide yang mendukung. Lalu binti juga mempunyai kepribadian yang tenang sehingga dapat mendukung kestabilan emosinya. Serta binti mempunyai pribadi yang bertanggung jawab sehingga dia dapat bekerjasama dengan bawahannya tanpa menyuruh bawahan seenaknya sendiri. Adilla Y.F Menurut saya anda memiliki sebagian besar kriteria pemimpin ideal yang anda buat, seperti dapat menerima saran dari orang lain, musyawarah, memberi teladan, jujur, adil, dapat dipercaya, menghargai potensi orang lain, disiplin dan bertanggung jawab serta dapat mengontrol emosi dengan baik. Namun kekurangan anda yaitu kurang tegas namun mungkin sikap itu karena sulitnya permasalahan yang akan diselesaikan sehingga anda ingin lebih melihat saran dari semua anggota sehingga tidak akan ada yang merasa keberatan dalam pengambilan keputusan. Yeni F.O