Kelompok 2
KETERATURAN
SOSIAL
Nama:
Piyantoro
Siti Munawaroh
Galuh Ayu N
Iin Isna Nurhakiki
Novita Dewi Anggraini
• Keteraturan sosial adalah hubungan yang
selaras dan serasi antara interaksi sosial, nilai,
dan norma social.
Artinya, hak dan kewajiban dalam satu interaksi
sosial diwujudkan dan diselaraskan dengan nilai
dan norma serta tata aturan yang berlaku dalam
masyarakat.
APA ITU KETERATURAN SOSIAL
???
Tahapnya???
• Sebelum munculnya keteraturan sosial itu terdapat tahap-
tahap yang dasar, yaitu berawal dari interaksi sosial,
norma, aturan-aturan. Interaksi sosial adalah hubungan
antar dua individu atau lebih yang menimbulkan sebuah
aksi dan reaksi. Dalam interaksi sosial memiliki syarat
adanya komunikasi dan kontak sosial. Kontak sosial
merupakan hubungan-hubungan sosial yang dinamis yang
menyangkut hubungan antara orang (perorangan), antar
kelompok manusia, maupun antara orang perorangan
dengan kelompok manusia. Didalam interaksi sosial
terdapat bentuk-bentuknya, berupa kerja sama
(cooperation), persaingan (competition), dan bahkan
dapat juga berbentuk pertentangan atau pertikaian
(conclict).
Interaksi Masyarakat
1.Interaksi antara individu dan individu Dalam hubungan
ini bisa terjadi interaksi positif ataupun negatif. Interaksi
positif, jika jika hubungan yang terjadi saling
menguntungkan. Interaksi negatif, jika hubungan timbal
balik merugikan satu pihak atau keduanya (bermusuhan).
2.Interaksi antara individu dan kelompok Interaksi ini pun
dapat berlangsung secara positif maupun negatif. Bentuk
interaksi sosial individu dan kelompok bermacam-macam
sesuai situasi dan kondisinya.
3. Interaksi sosial antara kelompok dan kelompok
Interaksi sosial kelompok dan kelompok terjadi sebagai
satu kesatuan bukan kehendak pribadi. Misalnya, kerja
sama antara dua perusahaan untuk membicarakan suatu
proyek.
Bentuk Interaksi
• Bersifat Asosiatif
a.Kerjasama
Adalah suatu usaha bersama antara
orang perorangan atau kelompok untuk
Mencapai tujuan bersama.
b.Akomodasi
Adalah suatu proses penyesuaian sosial
dalam interaksi antara pribadi dan
kelompok-kelompok manusia untuk
meredakan pertentangan.
• c.Asimilasi
Adalah proses sosial yang timbul bila ada kelompok
masyarakat dengan latar belakang kebudayaan
yang berbeda, saling bergaul secara intensif dalam
jangka waktu lama, sehingga lambat laun
kebudayaan asli mereka akan berubah sifat dan
wujudnya membentuk kebudayaan baru sebagai
kebudayaan campuran.
• d.Akulturasi
Adalah proses sosial yang timbul, apabila suatu
kelompok masyarakat manusia dengan suatu
kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur -
unsur dari suatu kebudayaan asing sedemikian rupa
sehingga lambat laun unsur-unsur kebudayaan
asing itu diterima dan diolah ke dalam kebudayaan
sendiri, tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian
dari kebudayaan itu sendiri.
• Disasosiatif
• a.Persaingan
Adalah suatu perjuangan yang dilakukan perorangan atau
kelompok sosial tertentu, agar memperoleh kemenangan
atau hasil secara kompetitif, tanpa menimbulkan ancaman
atau benturan fisik di pihak lawannya.
• b.Kontravensi
Adalah bentuk proses sosial yang berada di antara
persaingan dan pertentangan atau konflik. Wujud kontravensi
antara lain sikap tidak senang, baik secara tersembunyi
maupun secara terang - terangan yang ditujukan terhadap
perorangan atau kelompok atau terhadap unsur - unsur
kebudayaan golongan tertentu. Sikap tersebut dapat berubah
menjadi kebencian akan tetapi tidak sampai menjadi
pertentangan atau konflik.
• c. Konflik
Adalah proses sosial antar perorangan atau kelompok
masyarakat tertentu, akibat adanya perbedaan paham dan
kepentingan yang sangat mendasar, sehingga menimbulkan
adanya semacam gap atau jurang pemisah yang mengganjal
interaksi sosial di antara mereka yang bertikai tersebut.
Tahap Munculnya Keteraturan sosial
• 1. Tertib Sosial (Sosial Order)
Suatu masyarakat dinyatakan telah
mencapai kondisi tertib sosial apabila dalam
masyarakat telah terjadi keselarasan antara
tindakan masyarakat dengan nilai dan norma
yang berlaku.
Ciri – ciri tertib sosial :
• a. Ada sistem nilai dan norma yang jelas
• b. Seluruh masyarakat mengetahui dan
memahami dengan benar norma dan
nilai sosial yang berlaku.
• c. Seluruh masyarakat menyesuaikan
tindakan-tindakannyadengan norma dan nilai
sosial yang berlaku
• 2. Order
Suatu keadaan dimana suatu sistem atau tatanan
normadan niali sosial diakui dan dipatuhi oleh warga
masyarakat
• 3. Keajegan
Suatu keadaan yang memperlihatkan kondisi
keteraturan sosial yang tetap dan berlangsung terus
menerus
• 4. Pola
Bentuk umum dari interaksi sosial yang menunjukkan
adanya keteraturan yang lebih baku apabila
dibandingkan dengan tertib sosial maupun keajegan.
Pola Dapat dicapai bila keajegan dapat terpelihara
dalam berbagai situasi dan kondisi.
• Terdapat tiga persyaratan yang mendasari
terciptanya keteraturan sosial dalam
masyarakat, yaitu :
• 1. Adanya kesadaran warga masyarakat
tentang pentingnya menciptakan keteraturan.
• 2. Adanya norma sosial yang sesuai dengan
kebutuhan serta peradaban manusia.
• 3. Adanya aparat penegak hukum yang
konsisten dalam menjalankan tugas, fungsi, dan
wewenangnya.
a. Faktor-faktor pendorong
keteraturan sosial
Terbentuknya keteraturan sosial dalam
kehidupan masyarakat di dorong oleh
adanya kerjasama dan akomodasi.
b. Faktor penghambat keteraturan
sosial
Adapun factor yang menghambat
terbentuknya keteraturan sosial adalah
adanya persaingan, kontroversi, dan
Faktor-faktor yang mendorong dan
menghambat keselarasan sosial :
SEKIAN PRESENTASI DARI KAMI
Atas Perhatiannya
TERIMAKASIH

Kelompok 2

  • 1.
    Kelompok 2 KETERATURAN SOSIAL Nama: Piyantoro Siti Munawaroh GaluhAyu N Iin Isna Nurhakiki Novita Dewi Anggraini
  • 2.
    • Keteraturan sosialadalah hubungan yang selaras dan serasi antara interaksi sosial, nilai, dan norma social. Artinya, hak dan kewajiban dalam satu interaksi sosial diwujudkan dan diselaraskan dengan nilai dan norma serta tata aturan yang berlaku dalam masyarakat. APA ITU KETERATURAN SOSIAL ???
  • 3.
    Tahapnya??? • Sebelum munculnyaketeraturan sosial itu terdapat tahap- tahap yang dasar, yaitu berawal dari interaksi sosial, norma, aturan-aturan. Interaksi sosial adalah hubungan antar dua individu atau lebih yang menimbulkan sebuah aksi dan reaksi. Dalam interaksi sosial memiliki syarat adanya komunikasi dan kontak sosial. Kontak sosial merupakan hubungan-hubungan sosial yang dinamis yang menyangkut hubungan antara orang (perorangan), antar kelompok manusia, maupun antara orang perorangan dengan kelompok manusia. Didalam interaksi sosial terdapat bentuk-bentuknya, berupa kerja sama (cooperation), persaingan (competition), dan bahkan dapat juga berbentuk pertentangan atau pertikaian (conclict).
  • 4.
    Interaksi Masyarakat 1.Interaksi antaraindividu dan individu Dalam hubungan ini bisa terjadi interaksi positif ataupun negatif. Interaksi positif, jika jika hubungan yang terjadi saling menguntungkan. Interaksi negatif, jika hubungan timbal balik merugikan satu pihak atau keduanya (bermusuhan). 2.Interaksi antara individu dan kelompok Interaksi ini pun dapat berlangsung secara positif maupun negatif. Bentuk interaksi sosial individu dan kelompok bermacam-macam sesuai situasi dan kondisinya. 3. Interaksi sosial antara kelompok dan kelompok Interaksi sosial kelompok dan kelompok terjadi sebagai satu kesatuan bukan kehendak pribadi. Misalnya, kerja sama antara dua perusahaan untuk membicarakan suatu proyek.
  • 5.
    Bentuk Interaksi • BersifatAsosiatif a.Kerjasama Adalah suatu usaha bersama antara orang perorangan atau kelompok untuk Mencapai tujuan bersama. b.Akomodasi Adalah suatu proses penyesuaian sosial dalam interaksi antara pribadi dan kelompok-kelompok manusia untuk meredakan pertentangan.
  • 6.
    • c.Asimilasi Adalah prosessosial yang timbul bila ada kelompok masyarakat dengan latar belakang kebudayaan yang berbeda, saling bergaul secara intensif dalam jangka waktu lama, sehingga lambat laun kebudayaan asli mereka akan berubah sifat dan wujudnya membentuk kebudayaan baru sebagai kebudayaan campuran. • d.Akulturasi Adalah proses sosial yang timbul, apabila suatu kelompok masyarakat manusia dengan suatu kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur - unsur dari suatu kebudayaan asing sedemikian rupa sehingga lambat laun unsur-unsur kebudayaan asing itu diterima dan diolah ke dalam kebudayaan sendiri, tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian dari kebudayaan itu sendiri.
  • 7.
    • Disasosiatif • a.Persaingan Adalahsuatu perjuangan yang dilakukan perorangan atau kelompok sosial tertentu, agar memperoleh kemenangan atau hasil secara kompetitif, tanpa menimbulkan ancaman atau benturan fisik di pihak lawannya. • b.Kontravensi Adalah bentuk proses sosial yang berada di antara persaingan dan pertentangan atau konflik. Wujud kontravensi antara lain sikap tidak senang, baik secara tersembunyi maupun secara terang - terangan yang ditujukan terhadap perorangan atau kelompok atau terhadap unsur - unsur kebudayaan golongan tertentu. Sikap tersebut dapat berubah menjadi kebencian akan tetapi tidak sampai menjadi pertentangan atau konflik. • c. Konflik Adalah proses sosial antar perorangan atau kelompok masyarakat tertentu, akibat adanya perbedaan paham dan kepentingan yang sangat mendasar, sehingga menimbulkan adanya semacam gap atau jurang pemisah yang mengganjal interaksi sosial di antara mereka yang bertikai tersebut.
  • 8.
    Tahap Munculnya Keteraturansosial • 1. Tertib Sosial (Sosial Order) Suatu masyarakat dinyatakan telah mencapai kondisi tertib sosial apabila dalam masyarakat telah terjadi keselarasan antara tindakan masyarakat dengan nilai dan norma yang berlaku.
  • 9.
    Ciri – ciritertib sosial : • a. Ada sistem nilai dan norma yang jelas • b. Seluruh masyarakat mengetahui dan memahami dengan benar norma dan nilai sosial yang berlaku. • c. Seluruh masyarakat menyesuaikan tindakan-tindakannyadengan norma dan nilai sosial yang berlaku
  • 10.
    • 2. Order Suatukeadaan dimana suatu sistem atau tatanan normadan niali sosial diakui dan dipatuhi oleh warga masyarakat • 3. Keajegan Suatu keadaan yang memperlihatkan kondisi keteraturan sosial yang tetap dan berlangsung terus menerus • 4. Pola Bentuk umum dari interaksi sosial yang menunjukkan adanya keteraturan yang lebih baku apabila dibandingkan dengan tertib sosial maupun keajegan. Pola Dapat dicapai bila keajegan dapat terpelihara dalam berbagai situasi dan kondisi.
  • 11.
    • Terdapat tigapersyaratan yang mendasari terciptanya keteraturan sosial dalam masyarakat, yaitu : • 1. Adanya kesadaran warga masyarakat tentang pentingnya menciptakan keteraturan. • 2. Adanya norma sosial yang sesuai dengan kebutuhan serta peradaban manusia. • 3. Adanya aparat penegak hukum yang konsisten dalam menjalankan tugas, fungsi, dan wewenangnya.
  • 12.
    a. Faktor-faktor pendorong keteraturansosial Terbentuknya keteraturan sosial dalam kehidupan masyarakat di dorong oleh adanya kerjasama dan akomodasi. b. Faktor penghambat keteraturan sosial Adapun factor yang menghambat terbentuknya keteraturan sosial adalah adanya persaingan, kontroversi, dan Faktor-faktor yang mendorong dan menghambat keselarasan sosial :
  • 13.
    SEKIAN PRESENTASI DARIKAMI Atas Perhatiannya TERIMAKASIH