KEMATIAN DAN KEHIDUPAN 
ALAM BARZAKH 
MUHAMMAD IDRUS RAMLI
HAKIKAT KEMATIAN 
Kematian hanyalah perubahan suasana 
saja, sedangkan ruh manusia setelah 
berpisah dari jasad akan tetap kekal, 
adakalanya dalam kungkungan azab dan 
ada kalanya dalam kenikmatan
HAKIKAT KEMATIAN 
Kematian bukanlah 
ketiadaan murni, akan 
tetapi terputusnya 
hubungan ruh dari 
badan, dan 
perpindahan dari satu 
tempat ke tempat lain.
KEHIDUPAN PARA NABI 
Kehidupan Nabi dan nabi-nabi lainnya di dalam 
kubur mereka, menjadi keyakinan kami secara 
definitif karena dalil-dalil yang tegas 
menyatakannya dan hadits-hadits mutawatir yang 
menunjukkannya.
KEHIDUPAN PARA NABI 
Diyakini secara pasti, bahwa jasad Nabi 
di dalam tanah masih segar bugar. Nabi 
bersabda: “Sesungguhnya Allah melarang 
tanah merusak jasad para nabi.”
KEHIDUPAN PARA NABI 
Kematian bukanlah ketiadaan murni, akan tetapi 
perpindahan dari satu tempat ke tempat lain. 
Dipastikan bahwa kematian para nabi hanyalah karena 
keberadaan mereka tersembunyi dan tidak kita ketahui, 
meskipun sebenarnya mereka ada dan hidup, seperti 
halnya Malaikat, ada dan hidup, tetapi tidak kita lihat.
DALIL KEHIDUPAN PARA NABI 
Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang 
yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan 
mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan 
mendapat rezki. 
Dan janganlah kamu mengatakan terhadap 
orang-orang yang gugur di jalan Allah, 
(bahwa mereka itu) mati; bahkan 
(sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu 
tidak menyadarinya.
DALIL KEHIDUPAN PARA NABI 
Kedua ayat di atas menunjukkan pada 
kehidupan orang-orang yang dibunuh di jalan 
Allah, yaitu para syuhada’. Tentu saja para 
nabi memiliki kehidupan yang lebih sempurna 
di alam barzakh dari pada syuhada’, karena 
derajat mereka yang lebih tinggi.
DALIL KEHIDUPAN PARA NABI 
Nabi : “Tak seorang 
pun mengucapkan 
salam kepadaku, 
kecuali Allah 
kembalikan rohku, 
sehingga aku 
membalas salamnya”.
DALIL KEHIDUPAN PARA NABI 
Nabi : “Tak seorang 
pun mengucapkan 
salam kepadaku, 
kecuali Allah 
kembalikan rohku, 
sehingga aku membalas 
salamnya”.
DALIL KEHIDUPAN PARA NABI 
Rasulullah : “Para nabi itu 
hidup di alam kubur 
mereka, senantiasa 
menunaikan sholat.”
DALIL KEHIDUPAN PARA NABI 
Rasulullah : “Allah 
melarang tanah, 
merusak jasad para 
nabi.”
DALIL KEHIDUPAN PARA NABI 
Rasulullah : “Demi Dzat yang menguasai Abul Qasim 
(Nabi ), Isa bin Maryam akan turun sebagai pemimpin 
dan hakim yang adil, akan memecah salib, membunuh 
babi, mendamaikan permusuhan, menghilangkan 
kebencian, ia akan ditawari harta, lalu menolaknya. 
Lalu seandainya ia berdiri makamku dan berkata: 
“Wahai Muhammad”, aku pasti menjawabnya.”
DALIL KEHIDUPAN PARA NABI 
Rasulullah : “Barang siapa yang membaca 
shalawat di dekat makamku, maka aku 
mendengarnya. Dan barang siapa yang 
membaca shalawat dari tempat yang jauh, 
maka aku mengetahuinya”. Hadits ini 
dishahihkan oleh al-Hafizh Ibn Hajar.
DALIL KEHIDUPAN PARA NABI 
Sa’id bin al-Musayyab (ulama tabi’in): “Pada 
malam-malam peperangan Harrah, aku 
sendirian di masjid Rasulullah . Setiap 
datang waktu shalat, aku mendengar suara 
adzan dari arah makam Nabi .”
DALIL KEHIDUPAN PARA NABI 
Sa’id bin al-Musayyab (ulama tabi’in) 
sendirian di masjid Rasulullah pada 
waktu peperangan Harrah. Setiap datang 
waktu shalat, ia mendengar suara adzan 
dari arah makam Nabi .”
KITAB KHUSUS TENTANG 
KEHIDUPAN PARA NABI 
Imam al- 
Baihaqi, wafat 
tahun 458 H, 
menulis kitab 
khusus tentang 
kehidupan para 
nabi di alam 
barzakh 
berjudul, Hayat 
al-Anbiya’ 
ba’da 
Wafatihim.
KITAB KHUSUS TENTANG 
KEHIDUPAN PARA NABI 
Imam as-Suyuthi, wafat tahun 911 H, menulis kitab 
khusus tentang kehidupan para nabi di alam 
barzakh berjudul, Anba’ al-Adzkiya’ bi-Hayat al- 
Anbiya’
KEHIDUPAN SEORANG MUKMIN 
Tak seorang pun melewati 
makam saudaranya yang 
mukmin yang dikenalnya di 
dunia, lalu mengucapkan salam 
kepadanya, kecuali ia 
mengetahui dan menjawab 
salamnya.
KEHIDUPAN SEORANG MUKMIN 
Seorang wanita mengucapkan salam 
kepada ahli kubur di makam para 
syuhada’ perang Uhud, ia pun 
mendengar jawaban salam dari bawah 
tanah, sehingga bulu roma nya bangun 
semua.
KEHIDUPAN SEORANG MUKMIN 
“Sesungguhnya amal perbuatan kalian 
diperlihatkan kepada kerabat dan keluarga 
jauh kalian yang telah meninggal, jika amal 
kalian baik, mereka merasa senang, dan jika 
tidak baik, mereka berkata: “Ya Allah, jangan 
Engkau matikan mereka sebelum Engkau 
beri hidayah seperti halnya kami.”
KEHIDUPAN SEORANG MUKMIN 
Ulama salaf bersepakat bahwa orang 
yang telah meninggal dunia 
mengetahui kunjungan orang yang 
masih hidup kepadanya serta merasa 
senang dengannya.
KEHIDUPAN SEORANG MUKMIN 
Fadhal bin Muwaffaq (ulama salaf) rutin mengunjungi makam 
ayahnya. Suatu ketika ia mengantarkan jenazah ke dekat 
makam ayahnya, karena terburu-buru, ia segera pergi, tidak 
mengunjungi makam ayahnya. Malam harinya, ia bermimpi, 
ayahnya berkata: “Anakku, mengapa tidak mengunjungiku?” 
Ia menjawab: “Ayah tahu kalau aku berkunjung?” Ia 
menjawab: “Ya nak, aku tahu sejak kamu muncul dari 
jembatan, lalu duduk di dekatku sampai kamu pergi dan 
melewati jembatan.”
KEHIDUPAN SEORANG MUKMIN 
Orang mati akan 
mengetahui para 
pengunjungnya pada 
hari Jum’at, sehari 
sebelumnya dan 
sehari sesudahnya.
KEHIDUPAN SEORANG MUKMIN 
Ibn Abi al-Dunya meriwayatkan dengan sanad yang hasan dari Rasyid bin 
Sa’ad, berkata: “Ada seorang laki-laki yang istrinya meninggal. Malam 
harinya ia bermimpi melihat banyak perempuan yang sudah meninggal, 
kecuali istrinya yang tidak kelihatan bersama mereka. Lalu ia bertanya 
kepada mereka tentang istrinya yang tidak nampak bersama mereka. 
Mereka menjawab: “Kalian telah memberinya kafan yang kurang bagus, 
sehingga ia malu untuk keluar bersama kami”. Lalu laki-laki tersebut 
datang kepada Nabi dan menceritakan tentang istrinya yang meninggal 
serta mimpi yang dialaminya. Lalu Nabi bersabda: “Coba lihat, apakah 
ada orang yang dipercaya untuk menyampaikannya?” Lalu laki-laki itu 
mendatangi seorang lelaki Anshar yang sedang menghadapi detik-detik 
kematian dan menyampaikan keinginannya untuk menitipkan kain 
kafan kepada istrinya nanti kalau ia sudah meninggal. Lelaki Anshar 
menjawab: “Kalau memang, orang yang sudah meninggal dapat 
menyampaikan titipan kepada orang yang juga sudah meninggal, tentu 
titipanmu akan saya sampaikan.” Lalu lelaki Anshar itu pun meninggal. 
Kemudian laki-laki tadi datang membawa dua kain kafan yang dilengkapi 
dengan za’faran (cat pewarna kuning) dan kemudian diletakkannya di 
dalam kafan lelaki Anshar yang baru meninggal itu. Malam harinya, laki-laki 
tersebut bermimpi melihat perempuan-perempuan yang sudah 
meninggal, dan istrinya juga tampak bersama mereka dengan 
mengenakan dua baju berwarna kuning.”
KEHIDUPAN SEORANG MUKMIN 
Ibnu Taimiyah berkata: “Riwayat bahwa suatu 
kaum mendengar jawaban salam dari dalam 
makam Nabi atau makam orang-orang shaleh, 
Sa’id bin al-Musayyab mendengar suara adzan dari 
dalam makam Nabi pada hari-hari peperangan 
Harrah, itu benar. Bahkan aku tahu kejadian yang 
serupa pada orang-orang di bawah Nabi .”

Kehidupan alam barzakh

  • 1.
    KEMATIAN DAN KEHIDUPAN ALAM BARZAKH MUHAMMAD IDRUS RAMLI
  • 2.
    HAKIKAT KEMATIAN Kematianhanyalah perubahan suasana saja, sedangkan ruh manusia setelah berpisah dari jasad akan tetap kekal, adakalanya dalam kungkungan azab dan ada kalanya dalam kenikmatan
  • 3.
    HAKIKAT KEMATIAN Kematianbukanlah ketiadaan murni, akan tetapi terputusnya hubungan ruh dari badan, dan perpindahan dari satu tempat ke tempat lain.
  • 4.
    KEHIDUPAN PARA NABI Kehidupan Nabi dan nabi-nabi lainnya di dalam kubur mereka, menjadi keyakinan kami secara definitif karena dalil-dalil yang tegas menyatakannya dan hadits-hadits mutawatir yang menunjukkannya.
  • 5.
    KEHIDUPAN PARA NABI Diyakini secara pasti, bahwa jasad Nabi di dalam tanah masih segar bugar. Nabi bersabda: “Sesungguhnya Allah melarang tanah merusak jasad para nabi.”
  • 6.
    KEHIDUPAN PARA NABI Kematian bukanlah ketiadaan murni, akan tetapi perpindahan dari satu tempat ke tempat lain. Dipastikan bahwa kematian para nabi hanyalah karena keberadaan mereka tersembunyi dan tidak kita ketahui, meskipun sebenarnya mereka ada dan hidup, seperti halnya Malaikat, ada dan hidup, tetapi tidak kita lihat.
  • 7.
    DALIL KEHIDUPAN PARANABI Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezki. Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya.
  • 8.
    DALIL KEHIDUPAN PARANABI Kedua ayat di atas menunjukkan pada kehidupan orang-orang yang dibunuh di jalan Allah, yaitu para syuhada’. Tentu saja para nabi memiliki kehidupan yang lebih sempurna di alam barzakh dari pada syuhada’, karena derajat mereka yang lebih tinggi.
  • 9.
    DALIL KEHIDUPAN PARANABI Nabi : “Tak seorang pun mengucapkan salam kepadaku, kecuali Allah kembalikan rohku, sehingga aku membalas salamnya”.
  • 10.
    DALIL KEHIDUPAN PARANABI Nabi : “Tak seorang pun mengucapkan salam kepadaku, kecuali Allah kembalikan rohku, sehingga aku membalas salamnya”.
  • 11.
    DALIL KEHIDUPAN PARANABI Rasulullah : “Para nabi itu hidup di alam kubur mereka, senantiasa menunaikan sholat.”
  • 12.
    DALIL KEHIDUPAN PARANABI Rasulullah : “Allah melarang tanah, merusak jasad para nabi.”
  • 13.
    DALIL KEHIDUPAN PARANABI Rasulullah : “Demi Dzat yang menguasai Abul Qasim (Nabi ), Isa bin Maryam akan turun sebagai pemimpin dan hakim yang adil, akan memecah salib, membunuh babi, mendamaikan permusuhan, menghilangkan kebencian, ia akan ditawari harta, lalu menolaknya. Lalu seandainya ia berdiri makamku dan berkata: “Wahai Muhammad”, aku pasti menjawabnya.”
  • 14.
    DALIL KEHIDUPAN PARANABI Rasulullah : “Barang siapa yang membaca shalawat di dekat makamku, maka aku mendengarnya. Dan barang siapa yang membaca shalawat dari tempat yang jauh, maka aku mengetahuinya”. Hadits ini dishahihkan oleh al-Hafizh Ibn Hajar.
  • 15.
    DALIL KEHIDUPAN PARANABI Sa’id bin al-Musayyab (ulama tabi’in): “Pada malam-malam peperangan Harrah, aku sendirian di masjid Rasulullah . Setiap datang waktu shalat, aku mendengar suara adzan dari arah makam Nabi .”
  • 16.
    DALIL KEHIDUPAN PARANABI Sa’id bin al-Musayyab (ulama tabi’in) sendirian di masjid Rasulullah pada waktu peperangan Harrah. Setiap datang waktu shalat, ia mendengar suara adzan dari arah makam Nabi .”
  • 17.
    KITAB KHUSUS TENTANG KEHIDUPAN PARA NABI Imam al- Baihaqi, wafat tahun 458 H, menulis kitab khusus tentang kehidupan para nabi di alam barzakh berjudul, Hayat al-Anbiya’ ba’da Wafatihim.
  • 18.
    KITAB KHUSUS TENTANG KEHIDUPAN PARA NABI Imam as-Suyuthi, wafat tahun 911 H, menulis kitab khusus tentang kehidupan para nabi di alam barzakh berjudul, Anba’ al-Adzkiya’ bi-Hayat al- Anbiya’
  • 19.
    KEHIDUPAN SEORANG MUKMIN Tak seorang pun melewati makam saudaranya yang mukmin yang dikenalnya di dunia, lalu mengucapkan salam kepadanya, kecuali ia mengetahui dan menjawab salamnya.
  • 20.
    KEHIDUPAN SEORANG MUKMIN Seorang wanita mengucapkan salam kepada ahli kubur di makam para syuhada’ perang Uhud, ia pun mendengar jawaban salam dari bawah tanah, sehingga bulu roma nya bangun semua.
  • 21.
    KEHIDUPAN SEORANG MUKMIN “Sesungguhnya amal perbuatan kalian diperlihatkan kepada kerabat dan keluarga jauh kalian yang telah meninggal, jika amal kalian baik, mereka merasa senang, dan jika tidak baik, mereka berkata: “Ya Allah, jangan Engkau matikan mereka sebelum Engkau beri hidayah seperti halnya kami.”
  • 22.
    KEHIDUPAN SEORANG MUKMIN Ulama salaf bersepakat bahwa orang yang telah meninggal dunia mengetahui kunjungan orang yang masih hidup kepadanya serta merasa senang dengannya.
  • 23.
    KEHIDUPAN SEORANG MUKMIN Fadhal bin Muwaffaq (ulama salaf) rutin mengunjungi makam ayahnya. Suatu ketika ia mengantarkan jenazah ke dekat makam ayahnya, karena terburu-buru, ia segera pergi, tidak mengunjungi makam ayahnya. Malam harinya, ia bermimpi, ayahnya berkata: “Anakku, mengapa tidak mengunjungiku?” Ia menjawab: “Ayah tahu kalau aku berkunjung?” Ia menjawab: “Ya nak, aku tahu sejak kamu muncul dari jembatan, lalu duduk di dekatku sampai kamu pergi dan melewati jembatan.”
  • 24.
    KEHIDUPAN SEORANG MUKMIN Orang mati akan mengetahui para pengunjungnya pada hari Jum’at, sehari sebelumnya dan sehari sesudahnya.
  • 25.
    KEHIDUPAN SEORANG MUKMIN Ibn Abi al-Dunya meriwayatkan dengan sanad yang hasan dari Rasyid bin Sa’ad, berkata: “Ada seorang laki-laki yang istrinya meninggal. Malam harinya ia bermimpi melihat banyak perempuan yang sudah meninggal, kecuali istrinya yang tidak kelihatan bersama mereka. Lalu ia bertanya kepada mereka tentang istrinya yang tidak nampak bersama mereka. Mereka menjawab: “Kalian telah memberinya kafan yang kurang bagus, sehingga ia malu untuk keluar bersama kami”. Lalu laki-laki tersebut datang kepada Nabi dan menceritakan tentang istrinya yang meninggal serta mimpi yang dialaminya. Lalu Nabi bersabda: “Coba lihat, apakah ada orang yang dipercaya untuk menyampaikannya?” Lalu laki-laki itu mendatangi seorang lelaki Anshar yang sedang menghadapi detik-detik kematian dan menyampaikan keinginannya untuk menitipkan kain kafan kepada istrinya nanti kalau ia sudah meninggal. Lelaki Anshar menjawab: “Kalau memang, orang yang sudah meninggal dapat menyampaikan titipan kepada orang yang juga sudah meninggal, tentu titipanmu akan saya sampaikan.” Lalu lelaki Anshar itu pun meninggal. Kemudian laki-laki tadi datang membawa dua kain kafan yang dilengkapi dengan za’faran (cat pewarna kuning) dan kemudian diletakkannya di dalam kafan lelaki Anshar yang baru meninggal itu. Malam harinya, laki-laki tersebut bermimpi melihat perempuan-perempuan yang sudah meninggal, dan istrinya juga tampak bersama mereka dengan mengenakan dua baju berwarna kuning.”
  • 26.
    KEHIDUPAN SEORANG MUKMIN Ibnu Taimiyah berkata: “Riwayat bahwa suatu kaum mendengar jawaban salam dari dalam makam Nabi atau makam orang-orang shaleh, Sa’id bin al-Musayyab mendengar suara adzan dari dalam makam Nabi pada hari-hari peperangan Harrah, itu benar. Bahkan aku tahu kejadian yang serupa pada orang-orang di bawah Nabi .”