KONSEP TABARUK 
DALAM ISLAM 
MUHAMMAD IDRUS RAMLI
DEFINISI TABARUK 
Tabaruk diambil dari kata berkah, yang 
substansinya adalah bertambah dan 
berkembang. 
Tabaruk adalah mencari tambahan dan 
perkembangan dari sesuatu yang menjadi 
sarana tabaruk.
AL-QUR’AN DAN TABARUK 
Dan jadikanlah sebagian maqam 
Ibrahim tempat shalat.
AL-QUR’AN DAN TABARUK 
Dan Nabi mereka mengatakan kepada mereka: 
"Sesungguhnya tanda ia akan menjadi raja, ialah 
kembalinya tabut kepadamu, di dalamnya terdapat 
ketenangan dari Tuhanmu dan sisa dari peninggalan 
keluarga Musa dan keluarga Harun; tabut itu dibawa 
oleh Malaikat. Sesungguhnya pada yang demikian 
itu terdapat tanda bagimu, jika kamu orang yang 
beriman.
AL-QUR’AN DAN TABARUK 
Pergilah kamu dengan membawa baju 
gamisku ini, lalu letakkanlah dia ke wajah 
ayahku, nanti ia akan melihat kembali. (93). 
Tatkala telah tiba pembawa kabar gembira 
itu, maka diletakkannya baju gamis itu ke 
wajah Yakub, lalu kembalilah dia dapat 
melihat. (96)
KHILAFIYAH SUNNI - WAHABI 
NO TABARUK SUNNI WAHABI 
01 TABARUK DENGAN DZAT 
PARA NABI SEPERTI 
KERINGAT DAN BAJU 
MEREKA 
BOLEH BOLEH 
02 TABARUK DENGAN TEMPAT 
PARA NABI DAN TEMPAT 
YANG PERNAH DISENTUH 
OLEH MEREKA 
BOLEH SYIRIK 
03 TABARUK DENGAN DZAT 
DAN PENINGGALAN ORANG 
SHALIH 
BOLEH SYIRIK
RAMBUT NABI 
Rasulullah menyuruh tukang pangkas 
rambutnya, untuk mencukur rambut bagian 
kanan dan kirinya, lalu rambut-rambut itu 
dibagi-bagikannya kepada para sahabat
RAMBUT NABI 
Sahabat Khalid bin Walid bertabaruk 
dengan rambut ubun-ubun Rasulullah 
, ditaruh di dalam kopiahnya untuk 
kemenangan perang. Setiap 
peperangan, ia selalu menang.
LUDAH NABI 
Para 
sahabat 
bertabaruk 
dengan air 
sumur 
Bidha’ah, 
yang 
pernah 
diludahi 
oleh Nabi
DAHAK NABI 
Setiap Rasulullah berdahak, pasti dahak 
beliau jatuh ke tangan salah seorang 
sahabat yang menangkapnya, lalu ia 
gosokkan ke wajah dan kulitnya.
KERINGAT NABI 
Sahabat Ummu Sulaim 
mengambil keringat Nabi dan 
menaruhnya ke dalam botol, 
sebagai minyak wangi.
DARAH NABI 
Abdullah bin Zubair bertabaruk, meminum darah 
bekam Nabi , sehingga menjadikan tubuhnya 
sangat kuat.
AIR SENI NABI 
Barokah, pelayan Ummu Salamah (istri Nabi ), 
bertabaruk dengan menimun air seni Nabi yang 
akan menjadi pelindungnya dari api neraka.
TABARUK TIDAK SYIRIK 
Dalam hadits-hadits di atas, 
para sahabat bertabaruk 
dengan air wudhu, ludah, 
dahak, darah, keringat dan air 
seni Nabi , dan Nabi pun 
tidak melarangnya, pertanda 
bahwa tabaruk memang bukan 
syirik ketika dilakukan oleh 
seorang Mukmin sepanjang 
masa.
MENCIUM MAKAM NABI 
Sahabat Abu Ayyub al-Anshari 
, bertabaruk dengan mencium 
makam Nabi
MENCIUM MAKAM NABI 
Imam Ahmad bin Hanbal 
membolehkan bertabaruk 
dengan cara mengusap 
dan mencium mimbar dan 
makam Nabi dengan 
maksud taqarub kepada 
Allah
UNTA NABI SHALEH 
Rasulullah 
melarang para 
sahabat 
mengambil air 
dari daerah 
kaum Tsamud 
yang diazab oleh 
Allah, dan 
memerintahkan 
mereka 
mengambil air 
tempat minum 
unta Nabi Sholeh
TANGAN MENYENTUH NABI 
Abdurrahman bin Razin, 
ulama tabi’in, bertabaruk 
dengan mencium tangan 
sahabat Salamah bin al- 
Akwa’ , yang pernah 
disentuh dan dibai’at 
Rasulullah
TANGAN MENYENTUH NABI 
Tsabit al-Bunani, 
ulama tabi’in, 
mencium tangan 
sahabat Anas bin 
Malik , yang 
pernah 
menyentuh 
Rasulullah
TANGAN DAN KAKI NABI 
Sahabat Wazi’ bin 
Amir , mencium 
kedua tangan dan 
kedua kaki Nabi
TANGAN DAN KAKI ORANG SHALEH 
Sahabat Ali bin 
Abi Thalib , 
mencium tangan 
dan kedua kaki 
sahabat Abbas , 
paman Nabi
TANGAN DAN KAKI ORANG SHALEH 
Imam Muslim mencium wajah 
gurunya al-Imam al-Bukhari, 
lalu meminta restu untuk 
mencium kedua kaki al-Imam 
al-Bukhari.
BENDA DISENTUH TANGAN 
YANG DISENTUH NABI 
Abu al-Aliyah, ulama salaf, mencium 
apel pemberian sahabat Anas bin 
Malik , sahabat Nabi
KITAB KHUSUS TENTANG MENCIUM 
TANGAN DAN KAKI 
Al-Imam al-Hafizh 
Abu Bakar bin al- 
Muqri’ al- 
Ashbahani (w. 381 
H) menulis kitab 
khusus tentang 
mencium tangan, 
berjudul al- 
Rukhshah fi 
Taqbil al-Yad.
KITAB KHUSUS TENTANG MENCIUM 
TANGAN DAN KAKI 
Al-Imam al-Hafizh 
Abu Sa’id Ibnu al- 
A’rabi (w. 381 H) 
menulis kitab 
khusus tentang 
mencium tangan, 
berjudul al-Qubal 
wa al-Mu’anaqah 
wa al-Mushafahah
KITAB KHUSUS TENTANG MENCIUM 
TANGAN DAN KAKI 
Al-Imam Abu al- 
Fadhl Abdullah bin 
Muhammad al- 
Shiddiq al-Ghumari 
(w. 1990) menulis 
kitab khusus 
tentang mencium 
tangan dan kaki, 
berjudul I’lam al- 
Nabil bi-Jawaz al- 
Taqbil.
BERKAH AIR HUJAN 
Sahabat Ibnu Abbas , 
bertabaruk dengan air 
hujan dengan cara 
menghujankan pelana 
dan baju-bajunya.
AIR WUDHU KAUM MUSLIMIN 
Rasulullah bertabaruk dengan air 
wudhu kaum Muslimin dengan cara 
menyuruh mengambilkan air dari tempat 
bersesuci kaum Muslimin lalu 
meminumnya karena mengharap berkah 
kaum Muslimin.
AIR WUDHU KAUM MUSLIMIN 
Rasulullah bertabaruk 
dengan air wudhu kaum 
Muslimin dengan cara 
menyuruh mengambilkan 
air dari tempat bersuci 
kaum Muslimin lalu 
meminumnya karena 
mengharap berkah kaum 
Muslimin.
MAKAM NABI 
Pada musim paceklik, para sahabat bertabaruk 
dengan makam Nabi , dengan cara membuatkan 
lubang dari makam itu ke langit, sehingga antara 
makam dan langit tidak ada atap yang 
menghalanginya. Sehingga setelah itu, hujan pun 
turun dengan lebat sekali, rerumputan tumbuh 
dengan subur dan unta-unta menjadi sangat gemuk
MAKAM ABU HANIFAH 
Imam al-Syafi’i bertabaruk dengan makam 
al-Imam Abu Hanifah, ketika ada hajat, 
beliau menunaikan sholat dua raka’at, lalu 
berziarah ke makam Abu Hanifah dan 
berdoa di sana, dan hajatnya segera 
dikabulkan oleh Allah.
MAKAM AHLUL BAIT 
Al-Imam al-Hafizh Ibnu Hibban, pengarang 
Shahih Ibn Hibban, ketika menghadapi 
kesulitan, berziarah ke makam Sayyidina Ali 
ar-Ridha bin Musa al-Kazhim, berdoa di 
sampingnya, dari selalu dikabulkan oleh Allah.
MAKAM AHLUL BAIT 
Al-Imam Abu Ali al-Khallal, guru para ulama 
madzhab Hanbali, setiap ada problem, bertabaruk 
dengan berziarah ke makam Sayyidina Musa al- 
Kazhim bin Ja’far as-Shadiq dan bertawasul 
dengannya, sehingga Allah memudahkan 
keinginannya.
MAKAM AHLUL BAIT 
Imam Ibnu Khuzaimah, ulama salaf dan 
pengarang kitab Shahih Ibn Khuzaimah, 
bertabaruk dengan berziarah dan berdoa di 
depan makam Sayidina Ali ar-Ridha bin Musa 
al-Kazhim di Thus
MAKAM AHLUL BAIT 
Di pintu al-Bardan, Baghdad ada 
makam cucu Sayidina Ali bin Abi 
Thalib . Masyarakat Muslim 
bertabaruk dengan berziarah ke sana, 
agar hajat segera dikabulkan.
MAKAM AHLI HADITS 
Al-Imam Abu Ali an-Naisaburi, guru al-Imam al- 
Hakim pengarang kitab al-Mustadrak bertabaruk 
dengan berziarah dan berdoa di makam Imam 
Yahya bin Yahya sesuai dengan petunjuk Nabi 
melalui mimpinya.
MAKAM WALI ALLAH 
Menurut al-Imam al-Dzahabi, 
makam Ibnu Zirak banyak 
diziarahi orang dengan tujuan 
tabaruk
MAKAM WALI ALLAH 
Imam Ibrahim al-Harbi, murid al-Imam 
Ahmad bin Hanbal berkata: “Makam 
Ma’ruf al-Karakhi penawar yang mujarab”. 
Maksudnya, berdoa di sampingnya, 
mempermudah terkabulnya permohonan.
MAKAM ORANG SHALEH 
Makam orang-orang 
shaleh 
mengalirkan 
berkah bagi 
peziarahnya.
MAKAM ORANG SHALEH 
Al-Imam al-Hafizh al-Dzahabi: 
“Makam para wali itu berkah, 
berdoa di sana memudahkan 
terkabulnya doa.”
MAKAM ORANG SHALEH 
Al-Imam al-Hafizh Abdul Ghani bin 
Sa’id al-Maqdisi al-Hanbali 
bertabaruk dengan makam Imam 
Ahmad bin Hanbal, ketika terkena 
bisul tidak sembuh-sembuh begitu 
lama. Ia usapkan tangan itu ke 
makam Imam Ahmad, lalu sembuh 
dan tidak kambuh lagi
MAKAM ORANG SHALEH 
Al-Imam al-Hafizh al-Khathib al- 
Baghdadi (w. 463 H), pengarang Tarikh 
Baghdad, bertabaruk dengan makam 
Imam Bisyr al-Hafi, ulama shufi dan 
wali Allah, agar dimakamkan di 
samping makam beliau
MAKAM ORANG SHALEH 
Pada masa Ibnu 
Taimiyah (abad ke-7 dan 
8 H), banyak ulama yang 
ahli ibadah dan memiliki 
karomah memilih berdoa 
dan beribadah kepada 
Allah di depan makam 
orang-orang shaleh
BAJU ORANG SHALEH 
Imam al-Syafi’i bertabaruk dengan air rendaman 
baju al-Imam Ahmad bin Hanbal. Baju tersebut 
dipakai oleh Imam Ahmad ketika disiksa oleh 
penguasa Bani Abbasiyah dalam tragedi mihnah 
kemakhlukan al-Qur’an
TEMPAT ORANG SHALEH 
Al-Imam al-Hafizh al-Mujtahid 
Taqiyuddin as-Subki bertabaruk 
dengan tempat duduk al-Imam 
an-Nawawi ketika mengajar di 
Madrasah Darul Hadits al- 
Asyrafiyyah, dengan cara 
mengguling-gulingkan wajah dan 
jenggotnya pada tempat tersebut
TANAH MAKAM WALI ALLAH 
Mengambil debu makam para ulama, 
syuhada dan orang shaleh untuk tujuan 
tabaruk, hukumnya boleh dan bukan bid’ah 
yang diharamkan.
SAYIDINA UMAR DAN TABARUK 
Sebagian kelompok ada yang berasumsi bahwa Sayidina 
Umar bin al-Khatthab melarang tabaruk dengan 
atsar/peninggalan orang-orang shaleh, dengan dasar, 
hadits mauquf riwayat Ibnu Abi Syaibah dan lain-lain, 
ketika melihat orang-orang mengunjungi masjid yang 
pernah ditempati Rasulullah shalat, Umar berkata: 
“Begitulah Ahlul-Kitab itu celaka, menjadikan 
peninggalan para nabi sebagai gereja.”
SAYIDINA UMAR DAN TABARUK 
Pernyataan Sayidina Umar bin al-Khatthab 
tersebut, bukan dimaksudkan melarang tabaruk 
dengan atsar orang-orang shaleh, akan tetapi 
Umar tidak suka orang-orang berziarah tanpa 
menunaikan sholat di situ, atau khawatir 
persoalannya disalahpahami oleh sebagian orang 
dan dianggapnya sebagai perkara wajib.
SAYIDINA UMAR DAN TABARUK 
Umar berkata: “Wahai Rasulullah, 
bagaimana seandainya maqam Ibrahim ini 
kita jadikan tempat sholat?” Lalu turunlah 
ayat: “Dan jadikanlah maqam Ibrahim 
sebagai tempat sholat.”
SAYIDINA UMAR DAN TABARUK 
Ketika penaklukan Baitul Maqdis di Palestina, 
Sayidina Umar menunaikan sholat di 
tempat Rasulullah menunaikan sholat.
SAYIDINA UMAR DAN TABARUK 
Umar sangat memperhatikan Masjid Quba’, 
masjid yang sering didatangi Rasulullah 
Umar : “Seandainya Masjid Quba’ ada di 
tempat yang jauh, tentu kita akan 
mendatanginya dengan mengendarai unta.”
SAYIDINA UMAR DAN TABARUK 
Umar sangat 
memperhatikan talang rumah 
Abbas, yang pernah ditaruh 
oleh Rasulullah
WAHABI ANTI ATSAR RASULULLAH , 
TETAPI PRO ATSAR ULAMA WAHABI
WAHABI ANTI ATSAR RASULULLAH , 
TETAPI PRO ATSAR ULAMA WAHABI 
Pena terakhir Syaikh Utsaimin yang 
dikeramatkan kaum Wahabi
WAHABI ANTI ATSAR RASULULLAH , 
TETAPI PRO ATSAR ULAMA WAHABI 
Wahabi yang mengkafirkan acara 
maulid dan haul, ternyata menggelar 
haul Syaikh Utsaimin

Konsep tabaruk

  • 1.
    KONSEP TABARUK DALAMISLAM MUHAMMAD IDRUS RAMLI
  • 2.
    DEFINISI TABARUK Tabarukdiambil dari kata berkah, yang substansinya adalah bertambah dan berkembang. Tabaruk adalah mencari tambahan dan perkembangan dari sesuatu yang menjadi sarana tabaruk.
  • 3.
    AL-QUR’AN DAN TABARUK Dan jadikanlah sebagian maqam Ibrahim tempat shalat.
  • 4.
    AL-QUR’AN DAN TABARUK Dan Nabi mereka mengatakan kepada mereka: "Sesungguhnya tanda ia akan menjadi raja, ialah kembalinya tabut kepadamu, di dalamnya terdapat ketenangan dari Tuhanmu dan sisa dari peninggalan keluarga Musa dan keluarga Harun; tabut itu dibawa oleh Malaikat. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda bagimu, jika kamu orang yang beriman.
  • 5.
    AL-QUR’AN DAN TABARUK Pergilah kamu dengan membawa baju gamisku ini, lalu letakkanlah dia ke wajah ayahku, nanti ia akan melihat kembali. (93). Tatkala telah tiba pembawa kabar gembira itu, maka diletakkannya baju gamis itu ke wajah Yakub, lalu kembalilah dia dapat melihat. (96)
  • 6.
    KHILAFIYAH SUNNI -WAHABI NO TABARUK SUNNI WAHABI 01 TABARUK DENGAN DZAT PARA NABI SEPERTI KERINGAT DAN BAJU MEREKA BOLEH BOLEH 02 TABARUK DENGAN TEMPAT PARA NABI DAN TEMPAT YANG PERNAH DISENTUH OLEH MEREKA BOLEH SYIRIK 03 TABARUK DENGAN DZAT DAN PENINGGALAN ORANG SHALIH BOLEH SYIRIK
  • 7.
    RAMBUT NABI Rasulullahmenyuruh tukang pangkas rambutnya, untuk mencukur rambut bagian kanan dan kirinya, lalu rambut-rambut itu dibagi-bagikannya kepada para sahabat
  • 8.
    RAMBUT NABI SahabatKhalid bin Walid bertabaruk dengan rambut ubun-ubun Rasulullah , ditaruh di dalam kopiahnya untuk kemenangan perang. Setiap peperangan, ia selalu menang.
  • 9.
    LUDAH NABI Para sahabat bertabaruk dengan air sumur Bidha’ah, yang pernah diludahi oleh Nabi
  • 10.
    DAHAK NABI SetiapRasulullah berdahak, pasti dahak beliau jatuh ke tangan salah seorang sahabat yang menangkapnya, lalu ia gosokkan ke wajah dan kulitnya.
  • 11.
    KERINGAT NABI SahabatUmmu Sulaim mengambil keringat Nabi dan menaruhnya ke dalam botol, sebagai minyak wangi.
  • 12.
    DARAH NABI Abdullahbin Zubair bertabaruk, meminum darah bekam Nabi , sehingga menjadikan tubuhnya sangat kuat.
  • 13.
    AIR SENI NABI Barokah, pelayan Ummu Salamah (istri Nabi ), bertabaruk dengan menimun air seni Nabi yang akan menjadi pelindungnya dari api neraka.
  • 14.
    TABARUK TIDAK SYIRIK Dalam hadits-hadits di atas, para sahabat bertabaruk dengan air wudhu, ludah, dahak, darah, keringat dan air seni Nabi , dan Nabi pun tidak melarangnya, pertanda bahwa tabaruk memang bukan syirik ketika dilakukan oleh seorang Mukmin sepanjang masa.
  • 15.
    MENCIUM MAKAM NABI Sahabat Abu Ayyub al-Anshari , bertabaruk dengan mencium makam Nabi
  • 16.
    MENCIUM MAKAM NABI Imam Ahmad bin Hanbal membolehkan bertabaruk dengan cara mengusap dan mencium mimbar dan makam Nabi dengan maksud taqarub kepada Allah
  • 17.
    UNTA NABI SHALEH Rasulullah melarang para sahabat mengambil air dari daerah kaum Tsamud yang diazab oleh Allah, dan memerintahkan mereka mengambil air tempat minum unta Nabi Sholeh
  • 18.
    TANGAN MENYENTUH NABI Abdurrahman bin Razin, ulama tabi’in, bertabaruk dengan mencium tangan sahabat Salamah bin al- Akwa’ , yang pernah disentuh dan dibai’at Rasulullah
  • 19.
    TANGAN MENYENTUH NABI Tsabit al-Bunani, ulama tabi’in, mencium tangan sahabat Anas bin Malik , yang pernah menyentuh Rasulullah
  • 20.
    TANGAN DAN KAKINABI Sahabat Wazi’ bin Amir , mencium kedua tangan dan kedua kaki Nabi
  • 21.
    TANGAN DAN KAKIORANG SHALEH Sahabat Ali bin Abi Thalib , mencium tangan dan kedua kaki sahabat Abbas , paman Nabi
  • 22.
    TANGAN DAN KAKIORANG SHALEH Imam Muslim mencium wajah gurunya al-Imam al-Bukhari, lalu meminta restu untuk mencium kedua kaki al-Imam al-Bukhari.
  • 23.
    BENDA DISENTUH TANGAN YANG DISENTUH NABI Abu al-Aliyah, ulama salaf, mencium apel pemberian sahabat Anas bin Malik , sahabat Nabi
  • 24.
    KITAB KHUSUS TENTANGMENCIUM TANGAN DAN KAKI Al-Imam al-Hafizh Abu Bakar bin al- Muqri’ al- Ashbahani (w. 381 H) menulis kitab khusus tentang mencium tangan, berjudul al- Rukhshah fi Taqbil al-Yad.
  • 25.
    KITAB KHUSUS TENTANGMENCIUM TANGAN DAN KAKI Al-Imam al-Hafizh Abu Sa’id Ibnu al- A’rabi (w. 381 H) menulis kitab khusus tentang mencium tangan, berjudul al-Qubal wa al-Mu’anaqah wa al-Mushafahah
  • 26.
    KITAB KHUSUS TENTANGMENCIUM TANGAN DAN KAKI Al-Imam Abu al- Fadhl Abdullah bin Muhammad al- Shiddiq al-Ghumari (w. 1990) menulis kitab khusus tentang mencium tangan dan kaki, berjudul I’lam al- Nabil bi-Jawaz al- Taqbil.
  • 27.
    BERKAH AIR HUJAN Sahabat Ibnu Abbas , bertabaruk dengan air hujan dengan cara menghujankan pelana dan baju-bajunya.
  • 28.
    AIR WUDHU KAUMMUSLIMIN Rasulullah bertabaruk dengan air wudhu kaum Muslimin dengan cara menyuruh mengambilkan air dari tempat bersesuci kaum Muslimin lalu meminumnya karena mengharap berkah kaum Muslimin.
  • 29.
    AIR WUDHU KAUMMUSLIMIN Rasulullah bertabaruk dengan air wudhu kaum Muslimin dengan cara menyuruh mengambilkan air dari tempat bersuci kaum Muslimin lalu meminumnya karena mengharap berkah kaum Muslimin.
  • 30.
    MAKAM NABI Padamusim paceklik, para sahabat bertabaruk dengan makam Nabi , dengan cara membuatkan lubang dari makam itu ke langit, sehingga antara makam dan langit tidak ada atap yang menghalanginya. Sehingga setelah itu, hujan pun turun dengan lebat sekali, rerumputan tumbuh dengan subur dan unta-unta menjadi sangat gemuk
  • 31.
    MAKAM ABU HANIFAH Imam al-Syafi’i bertabaruk dengan makam al-Imam Abu Hanifah, ketika ada hajat, beliau menunaikan sholat dua raka’at, lalu berziarah ke makam Abu Hanifah dan berdoa di sana, dan hajatnya segera dikabulkan oleh Allah.
  • 32.
    MAKAM AHLUL BAIT Al-Imam al-Hafizh Ibnu Hibban, pengarang Shahih Ibn Hibban, ketika menghadapi kesulitan, berziarah ke makam Sayyidina Ali ar-Ridha bin Musa al-Kazhim, berdoa di sampingnya, dari selalu dikabulkan oleh Allah.
  • 33.
    MAKAM AHLUL BAIT Al-Imam Abu Ali al-Khallal, guru para ulama madzhab Hanbali, setiap ada problem, bertabaruk dengan berziarah ke makam Sayyidina Musa al- Kazhim bin Ja’far as-Shadiq dan bertawasul dengannya, sehingga Allah memudahkan keinginannya.
  • 34.
    MAKAM AHLUL BAIT Imam Ibnu Khuzaimah, ulama salaf dan pengarang kitab Shahih Ibn Khuzaimah, bertabaruk dengan berziarah dan berdoa di depan makam Sayidina Ali ar-Ridha bin Musa al-Kazhim di Thus
  • 35.
    MAKAM AHLUL BAIT Di pintu al-Bardan, Baghdad ada makam cucu Sayidina Ali bin Abi Thalib . Masyarakat Muslim bertabaruk dengan berziarah ke sana, agar hajat segera dikabulkan.
  • 36.
    MAKAM AHLI HADITS Al-Imam Abu Ali an-Naisaburi, guru al-Imam al- Hakim pengarang kitab al-Mustadrak bertabaruk dengan berziarah dan berdoa di makam Imam Yahya bin Yahya sesuai dengan petunjuk Nabi melalui mimpinya.
  • 37.
    MAKAM WALI ALLAH Menurut al-Imam al-Dzahabi, makam Ibnu Zirak banyak diziarahi orang dengan tujuan tabaruk
  • 38.
    MAKAM WALI ALLAH Imam Ibrahim al-Harbi, murid al-Imam Ahmad bin Hanbal berkata: “Makam Ma’ruf al-Karakhi penawar yang mujarab”. Maksudnya, berdoa di sampingnya, mempermudah terkabulnya permohonan.
  • 39.
    MAKAM ORANG SHALEH Makam orang-orang shaleh mengalirkan berkah bagi peziarahnya.
  • 40.
    MAKAM ORANG SHALEH Al-Imam al-Hafizh al-Dzahabi: “Makam para wali itu berkah, berdoa di sana memudahkan terkabulnya doa.”
  • 41.
    MAKAM ORANG SHALEH Al-Imam al-Hafizh Abdul Ghani bin Sa’id al-Maqdisi al-Hanbali bertabaruk dengan makam Imam Ahmad bin Hanbal, ketika terkena bisul tidak sembuh-sembuh begitu lama. Ia usapkan tangan itu ke makam Imam Ahmad, lalu sembuh dan tidak kambuh lagi
  • 42.
    MAKAM ORANG SHALEH Al-Imam al-Hafizh al-Khathib al- Baghdadi (w. 463 H), pengarang Tarikh Baghdad, bertabaruk dengan makam Imam Bisyr al-Hafi, ulama shufi dan wali Allah, agar dimakamkan di samping makam beliau
  • 43.
    MAKAM ORANG SHALEH Pada masa Ibnu Taimiyah (abad ke-7 dan 8 H), banyak ulama yang ahli ibadah dan memiliki karomah memilih berdoa dan beribadah kepada Allah di depan makam orang-orang shaleh
  • 44.
    BAJU ORANG SHALEH Imam al-Syafi’i bertabaruk dengan air rendaman baju al-Imam Ahmad bin Hanbal. Baju tersebut dipakai oleh Imam Ahmad ketika disiksa oleh penguasa Bani Abbasiyah dalam tragedi mihnah kemakhlukan al-Qur’an
  • 45.
    TEMPAT ORANG SHALEH Al-Imam al-Hafizh al-Mujtahid Taqiyuddin as-Subki bertabaruk dengan tempat duduk al-Imam an-Nawawi ketika mengajar di Madrasah Darul Hadits al- Asyrafiyyah, dengan cara mengguling-gulingkan wajah dan jenggotnya pada tempat tersebut
  • 46.
    TANAH MAKAM WALIALLAH Mengambil debu makam para ulama, syuhada dan orang shaleh untuk tujuan tabaruk, hukumnya boleh dan bukan bid’ah yang diharamkan.
  • 47.
    SAYIDINA UMAR DANTABARUK Sebagian kelompok ada yang berasumsi bahwa Sayidina Umar bin al-Khatthab melarang tabaruk dengan atsar/peninggalan orang-orang shaleh, dengan dasar, hadits mauquf riwayat Ibnu Abi Syaibah dan lain-lain, ketika melihat orang-orang mengunjungi masjid yang pernah ditempati Rasulullah shalat, Umar berkata: “Begitulah Ahlul-Kitab itu celaka, menjadikan peninggalan para nabi sebagai gereja.”
  • 48.
    SAYIDINA UMAR DANTABARUK Pernyataan Sayidina Umar bin al-Khatthab tersebut, bukan dimaksudkan melarang tabaruk dengan atsar orang-orang shaleh, akan tetapi Umar tidak suka orang-orang berziarah tanpa menunaikan sholat di situ, atau khawatir persoalannya disalahpahami oleh sebagian orang dan dianggapnya sebagai perkara wajib.
  • 49.
    SAYIDINA UMAR DANTABARUK Umar berkata: “Wahai Rasulullah, bagaimana seandainya maqam Ibrahim ini kita jadikan tempat sholat?” Lalu turunlah ayat: “Dan jadikanlah maqam Ibrahim sebagai tempat sholat.”
  • 50.
    SAYIDINA UMAR DANTABARUK Ketika penaklukan Baitul Maqdis di Palestina, Sayidina Umar menunaikan sholat di tempat Rasulullah menunaikan sholat.
  • 51.
    SAYIDINA UMAR DANTABARUK Umar sangat memperhatikan Masjid Quba’, masjid yang sering didatangi Rasulullah Umar : “Seandainya Masjid Quba’ ada di tempat yang jauh, tentu kita akan mendatanginya dengan mengendarai unta.”
  • 52.
    SAYIDINA UMAR DANTABARUK Umar sangat memperhatikan talang rumah Abbas, yang pernah ditaruh oleh Rasulullah
  • 53.
    WAHABI ANTI ATSARRASULULLAH , TETAPI PRO ATSAR ULAMA WAHABI
  • 54.
    WAHABI ANTI ATSARRASULULLAH , TETAPI PRO ATSAR ULAMA WAHABI Pena terakhir Syaikh Utsaimin yang dikeramatkan kaum Wahabi
  • 55.
    WAHABI ANTI ATSARRASULULLAH , TETAPI PRO ATSAR ULAMA WAHABI Wahabi yang mengkafirkan acara maulid dan haul, ternyata menggelar haul Syaikh Utsaimin