Mengapa umat Islam menerima Pancasila
sebagai dasar negara dan tidak
mengusulkan Islam atau syariat Islam
sebagai dasar negara sebagaimana obsesi
aliran Islam radikal (NII, HTI, dan lain-
lain)?
NKRI DAN PANCASILA
MENURUT ISLAM
Islam Moderat vs Islam
Radikal
Indonesia, apakah harus
menjadi Negara Islam,
atau boleh menjadi
Negara Pancasila
Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam
Kontroversi antara Umat Islam dan Sekte-sekte
Radikal
Wajibkah umat Islam
menerapkan seluruh aturan
dalam syariat Islam?
Bolehkah umat Islam
menerima Pancasila, dan
bukan Islam, sebagai dasar
dan ideologi negara?
Wajibkah umat Islam menerapkan
seluruh aturan dalam syariat Islam?
Rasulullah 
tidak
membunuh
Abdullah bin
Ubai bin Salul,
pemimpin
kaum
munafiq,
karena alasan
politik,
menjaga
image beliau,
“Biarkan saja,
khawatir
orang-orang
akan
berbicara
Wajibkah umat Islam menerapkan
seluruh aturan dalam syariat Islam?
Abdullah bin
Abdullah bin
Ubai berkata
kepada Nabi ,
“Ayahku
menyakiti
Allah dan
Rasul-Nya,
perkenankan
aku
membunuhnya
.” Nabi 
menjawab:
“Jangan kau
bunuh
ayahmu.”
Wajibkah umat Islam menerapkan
seluruh aturan dalam syariat Islam?
Al-Imam al-Hafizh
al-Qurthubi
berkata: “Nabi 
tidak berkenan
membunuh
seorang Khawarij
(cikal-bakal
Khawarij), karena
kuatir ada rumor
bahwa Nabi 
membunuh
pengikutnya yang
shalat, sehingga
akan menjadi
image yang
negatif. Padahal
orang tersebut
harus dibunuh.”
Wajibkah umat Islam menerapkan
seluruh aturan dalam syariat Islam?
Nabi  tidak
membunuh
orang-orang
munafiq,
karena
mengambil hati
selain mereka,
menjaga
perasaan
kerabat mereka
yang beriman,
dan khawatir
ada image
negatif bahwa
Muhammad
juga membunuh
pengikutnya.
Wajibkah umat Islam menerapkan
seluruh aturan dalam syariat Islam?
Nabi  tidak
merekonstruksi
Ka’bah sesuai
dengan
konstruksi Nabi
Ibrahim 
karena menjaga
perasaan
bangsa Quraisy
yang baru
masuk Islam,
khawatir
menimbulkan
sentimen dari
mereka
terhadap beliau.
Wajibkah umat Islam menerapkan
seluruh aturan dalam syariat Islam?
Nabi  tidak
membunuh
orang-orang
munafiq, karena
mengambil hati
selain mereka,
menjaga
perasaan
kerabat mereka
yang beriman,
dan khawatir
ada image
negatif bahwa
Muhammad juga
membunuh
pengikutnya.
Bolehkah umat Islam menerima Pancasila,
dan bukan Islam, sebagai dasar dan ideologi
formal negara?
Nabi  menghapus gelar formalnya sebagai
Rasulullah dalam traktat perjanjian Hudaibiyah
atas permintaan Quraisy yang belum mengakui
kenabiannya.
Bolehkah umat Islam menerima Pancasila,
dan bukan Islam, sebagai dasar dan ideologi
formal negara?
Sebagian
ulama
memperboleh
kan
mengadakan
perjanjian
dengan non
Muslim
dengan
syarat-syarat
yang
menguntungk
an pihak non
Muslim.
Bolehkah umat Islam menerima Pancasila,
dan bukan Islam, sebagai dasar dan
ideologi formal negara?
Boleh berdamai dengan non
Muslim dengan syarat-
syarat yang tidak
menguntungkan kaum
Muslimin ketika ada
kemaslahatan yang kuat
dan menolak terjadinya hal

Islam dan Pancasila

  • 1.
    Mengapa umat Islammenerima Pancasila sebagai dasar negara dan tidak mengusulkan Islam atau syariat Islam sebagai dasar negara sebagaimana obsesi aliran Islam radikal (NII, HTI, dan lain- lain)? NKRI DAN PANCASILA MENURUT ISLAM
  • 2.
    Islam Moderat vsIslam Radikal Indonesia, apakah harus menjadi Negara Islam, atau boleh menjadi Negara Pancasila
  • 3.
    Negara Kesatuan RepublikIndonesia dalam Kontroversi antara Umat Islam dan Sekte-sekte Radikal Wajibkah umat Islam menerapkan seluruh aturan dalam syariat Islam? Bolehkah umat Islam menerima Pancasila, dan bukan Islam, sebagai dasar dan ideologi negara?
  • 4.
    Wajibkah umat Islammenerapkan seluruh aturan dalam syariat Islam? Rasulullah  tidak membunuh Abdullah bin Ubai bin Salul, pemimpin kaum munafiq, karena alasan politik, menjaga image beliau, “Biarkan saja, khawatir orang-orang akan berbicara
  • 5.
    Wajibkah umat Islammenerapkan seluruh aturan dalam syariat Islam? Abdullah bin Abdullah bin Ubai berkata kepada Nabi , “Ayahku menyakiti Allah dan Rasul-Nya, perkenankan aku membunuhnya .” Nabi  menjawab: “Jangan kau bunuh ayahmu.”
  • 6.
    Wajibkah umat Islammenerapkan seluruh aturan dalam syariat Islam? Al-Imam al-Hafizh al-Qurthubi berkata: “Nabi  tidak berkenan membunuh seorang Khawarij (cikal-bakal Khawarij), karena kuatir ada rumor bahwa Nabi  membunuh pengikutnya yang shalat, sehingga akan menjadi image yang negatif. Padahal orang tersebut harus dibunuh.”
  • 7.
    Wajibkah umat Islammenerapkan seluruh aturan dalam syariat Islam? Nabi  tidak membunuh orang-orang munafiq, karena mengambil hati selain mereka, menjaga perasaan kerabat mereka yang beriman, dan khawatir ada image negatif bahwa Muhammad juga membunuh pengikutnya.
  • 8.
    Wajibkah umat Islammenerapkan seluruh aturan dalam syariat Islam? Nabi  tidak merekonstruksi Ka’bah sesuai dengan konstruksi Nabi Ibrahim  karena menjaga perasaan bangsa Quraisy yang baru masuk Islam, khawatir menimbulkan sentimen dari mereka terhadap beliau.
  • 9.
    Wajibkah umat Islammenerapkan seluruh aturan dalam syariat Islam? Nabi  tidak membunuh orang-orang munafiq, karena mengambil hati selain mereka, menjaga perasaan kerabat mereka yang beriman, dan khawatir ada image negatif bahwa Muhammad juga membunuh pengikutnya.
  • 10.
    Bolehkah umat Islammenerima Pancasila, dan bukan Islam, sebagai dasar dan ideologi formal negara? Nabi  menghapus gelar formalnya sebagai Rasulullah dalam traktat perjanjian Hudaibiyah atas permintaan Quraisy yang belum mengakui kenabiannya.
  • 11.
    Bolehkah umat Islammenerima Pancasila, dan bukan Islam, sebagai dasar dan ideologi formal negara? Sebagian ulama memperboleh kan mengadakan perjanjian dengan non Muslim dengan syarat-syarat yang menguntungk an pihak non Muslim.
  • 12.
    Bolehkah umat Islammenerima Pancasila, dan bukan Islam, sebagai dasar dan ideologi formal negara? Boleh berdamai dengan non Muslim dengan syarat- syarat yang tidak menguntungkan kaum Muslimin ketika ada kemaslahatan yang kuat dan menolak terjadinya hal