Nasehat tentang . . . . . .
Kematian
Ust. Yazid bin Abdul Qodir Jawaz
Sesungguhnya dunia adalah negeri persinggahan bukan negeri untuk menetap,
dunia adalah tempat yang penuh dengan duka cita bukantempat tinggal untuk
bersuka cita. Maka sepatutnya bagi seorang mukmin menjadikan dunia sebagai
bagian perjalanan, mempersiapkan bekal dan hartanya untuk menuju ke perjalanan
yang pasti. Maka merupakan kebahagiaan bagi siapa yang menjadikan perjalanan ini
bekal yang akan menyampaikannya ke keridhaan Allah Ta’ala, yang
menghantarkannya kepada ganjaran surga-Nya dan kepada keselamatan dari
neraka-Nya.
1. Tujuan Hidup Manusia untuk beribadah kepada Allah Subhanahu Wata`ala
QS. Ad Dariyat ayat 56 s.d. 58 :
56. Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka
mengabdi kepada-Ku.
57. Aku tidak menghendaki rezeki sedikitpun dari mereka dan Aku tidak
menghendaki supaya mereka memberi-Ku makan.
58. Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rezeki Yang mempunyai Kekuatan
lagi Sangat Kokoh.
59. Maka sesungguhnya untuk orang-orang zalim ada bagian (siksa) seperti
bahagian teman mereka (dahulu); maka janganlah mereka meminta
kepada-Ku untuk menyegerakannya.
2. Tujuan hidup manusia adalah mendapatkan syurga
QS. Ali Imron ayat 185
185. Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari
kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan
dimasukkan ke dalam syurga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia
itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.
Dalam sebuah riwayat Rasulullah shalallahu `alaihi wasallam bersabda : “ Bukan
kefakiran yang aku takutkan pada kalian akan tetapi yang aku khawatirkan pada
kalian adalah dibukakan pintu-pintu dunia oleh Allah, kemudian kalian akan
berlomba-lomba mendapatkan harta lantas dunia membinasakan kalian
sebagaimana dunia membinasakan orang-orang sebelum kalian”
(HR. Bukhari Muslim)
Dalam sebuah riwayat Rasulullah shalallahu `alaihi wasallam bersabda : “Setiap
umat diberikan fitnah dan fitnah umatku adalah harta” (HR. Tirmidzi)
Dalam sebuah riwayat Rasulullah shalallahu `alaihi wasallam bersabda : “ Tidak
kutinggalkan fitnah yang lebih berbahaya bagi laki-laki,kecuali wanita”
(HR. Bukhari – Muslim)
3. Hakikat kehidupan di dunia
a. Orang mu'min hendaknya lebih menyukai kehidupan akhirat daripada dunia
Dari Mahmud bin Labid radhiyallahu ‘anhu, Rosululloh shallallahu ‘alaihi
wasallam bersabda:
"Ada dua perkara yang dibenci oleh anak Adam: (1) Kematian, padahal
kematian itu lebih baik bagi seorang mu'min daripada hidup penuh dengan
fitnah, (2) Benci bila hartanya sedikit, padahal sedikit harta meringankan
hisab (besok pada hari kiamat)." (HR. Ahmad: 22519 dishohihkan oleh al-
Albani: 3210, Shohih Targhib wa Tarhib 3/136)
b. Dunia tempat balak dan fitnah
Dari Mu'awiyah radhiyallahu ‘anhu, Rosululloh shallallahu ‘alaihi wasallam
bersabda: "Tidak ada (apapun) di dunia melainkan balak dan fitnah." (Shohih
Ibnu Majah 2/374)
c. Manusia rakus dunia
Dari Anas radhiyallahu ‘anhu, Rosululloh shallallahu ‘alaihi wasallam
bersabda:
"Andaikan anak Adam memiliki dua lembah berupa harta benda, tentu dia
ingin lembah yang ketiga, dan tidaklah merasa kenyang anak Adam
melainkan bila dia mati, dan Alloh menerima taubat bagi yang mau
bertaubat." (HR. Muslim: 1737)
Dari Ka'ab bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rosululloh shallallahu ‘alaihi
wasallam bersabda:
"Tidaklah dua serigala lapar yang dilepas di tempat pemeliharaan kambing
itu lebih berbahaya dibanding manusia yang rakus harta dan kedudukan."
(HR. Ahmad: 5181, dishohihkan al-Albani, al-Misykah 3/123)
d. Dunia bagi orang Islam seperti penjara
Dari Abu Huroiroh radhiyallahu ‘anhu, Rosululloh shallallahu ‘alaihi
wasallam bersabda: "Dunia itu penjara bagi orang mu'min dan surga bagi
orang kafir." (HR. Muslim: 5256)
Imam Nawawi rahimahullah berkata:
"Maksudnya, setiap mu'min itu terpenjara di dunia, karena dia dilarang
mengikuti hawa nafsunya mengerjakan yang haram dan yang makruh,
bahkan diwajibkan menaati perintah Alloh ‘Azza wa Jalla yang merupakan
perkara berat bagi dirinya, tetapi apabila dia telah meninggal dunia, hatinya
tenang karena akan memperoleh imbalan dari Alloh. (Syarah Muslim 18/93)
4. Berapa lamakah kita tinggal di bumi :
112. Allah bertanya: "Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?"
113. Mereka menjawab: "Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari, maka
tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung."
114. Allah berfirman: "Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu
sesungguhnya mengetahui[1027]"
[1027]. Maksudnya: mereka hendaknya harus mengetahui bahwa hidup di dunia itu hanyalah sebentar saja,
sebab itu mereka seharusnya janganlah hanya mencurahkan perhatian kepada urusan duniawi saja. (QS. Al
Mukminun (23) :112-114)
Firman Allah,
32. Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka[468].
Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka
tidakkah kamu memahaminya?
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
[468]. Maksudnya: kesenangan-kesenangan duniawi itu hanya sebentar dan tidak kekal.
Janganlah orang terperdaya dengan kesenangan-kesenangan dunia, serta lalai dari
memperhatikan urusan akhirat.
(QS. Al An,am (6) : 32)
45. Dan berilah perumpamaan kepada mereka (manusia), kehidupan dunia sebagai air
hujan yang Kami turunkan dari langit, maka menjadi subur karenanya tumbuh-tumbuhan
di muka bumi, kemudian tumbuh-tumbuhan itu menjadi kering yang diterbangkan oleh
angin. Dan adalah Allah, Maha Kuasa atas segala sesuatu.
46. Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang
kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk
menjadi harapan.
(QS. Al Kahfi (18) : 45-46)
Hai golongan jin dan manusia, apakah belum datang kepadamu rasul-rasul dari golongan
kamu sendiri, yang menyampaikan kepadamu ayat-ayatKu dan memberi peringatan
kepadamu terhadap pertemuanmu dengan hari ini? Mereka berkata: "Kami menjadi saksi
atas diri kami sendiri", kehidupan dunia telah menipu mereka, dan mereka menjadi saksi
atas diri mereka sendiri, bahwa mereka adalah orang-orang yang kafir.
(QS. Al An’am (6) : 130)
131. Dan janganlah kamu tujukan kedua matamu kepada apa yang telah Kami berikan
kepada golongan-golongan dari mereka, sebagai bunga kehidupan dunia untuk Kami
cobai mereka dengannya. Dan karunia Tuhan kamu adalah lebih baik dan lebih kekal.
(QS. Thaaha (20) : 31)
5. Nasehat tentang kematian
Pada suatu hari sahabat Umar bin Al Khatthab Radhiyallahu 'anhu bertanya kepada
Ka'ab Al Ahbaar:
"Wahai Ka'ab: Ceritakan kepada kita tentang kematian!. Ka'ab pun berkata: Wahai
Amirul Mukminin! Gambaran sakitnya kematian adalah bagaikan sebatang dahan
yang banyak berduri tajam, tersangkut di kerongkongan anda, sehingga setiap duri
menancap di setiap syarafnya. Selanjutnya dahan itu sekonyong-konyong ditarik
dengan sekuat tenaga oleh seorang yang gagah perkasa. Bayangkanlah, apa yang
akan turut tercabut bersama dahan itu dan apa yang akan tersisa!" [Riwayat Abu
Nu'aim Al Asfahani dalam kitabnya Hilyatul Auliya']
Syaddaad bin Al Aus berkata: "Kematian adalah pengalaman yang paling
menakutkan bagi seorang mukmin, baik di dunia ataupun di akhirat. Kematian itu
lebih menyakitkan dibanding anda digergaji, atau dipotong dengan gunting, atau
direbus dalam periuk. Andai ada seseorang yang telah mati diizinkan untuk
menceritakan tentang apa yang ia rasakan pada saat menghadapi kematian, niscaya
mereka tidak akan pernah bisa menikmati kehidupan dan juga tidak akan pernah
tidur nyenyak."
Bila demikian dahsyatnya rasa sakit yang menimpa seorang mukmin ketika
menghadapi sakaratul maut, maka bagaimana dengan diri anda? Betapa banyak
dosa dan kemaksiatan yang menodai lembaran amal anda? Anda ingin tahu
bagaimana rasanya sakaratul maut bila anda tidak segera bertaubat dari
kemaksiatan dan beristiqamah dalam ketaatan? Simaklah kelanjutan hadits riwayat
Imam Ahmad dan Ibnu Majah di atas:
"Bila orang kafir, pada riwayat lain: Bila orang jahat hendak meninggal dunia dan
memasuki kehidupan akhirat, ia didatangi oleh segerombol malaikat dari langit.
Mereka berwajahkan hitam kelam, membawa kain yang kasar, dan selanjutnya
mereka duduk darinya sejauh mata memandang. Pada saat itulah Malaikat Maut
'alaihissalam menghampirinya dan duduk didekat kepalanya. Setibanya Malaikat
Maut, ia segera berkata: "Wahai jiwa yang buruk, bergegas engkau keluarlah dari
ragamu menuju kepada kebencian dan kemurkaan Allah". Segera ruh orang jahat itu
menyebar keseluruh raganya. Tanpa menunda-nunda malaikat maut segera
mencabut ruhnya dengan keras, bagaikan mencabut kawat bergerigi dari bulu
domba yang basah. Begitu ruhnya telah keluar, segera Malaikat Maut
menyambutnya. Dan bila ruhnya telah berada di tangan Malaikat Maut, para
malaikat yang telah terlebih dahulu duduk sejauh mata memandang tidak
membiarkanya sekejappun berada di tangannya. Para malaikat segera mengambil
ruh orang jahat itu dan membukusnya dengan kain kasar yang mereka bawa. Dari
kain itu tercium aroma busuk bagaikan bau bangkai paling menyengat yang pernah
tercium di dunia. Selanjutnya para malaikat akan membawa ruh itu naik ke langit.
Tidaklah para malaikat itu melintasi segerombolan malaikat lainnya, melainkan
mereka akan bertanya: "Ruh siapakah ini, begitu buruk." Malaikat pembawa ruh
itupun menjawab: Ini adalah arwah Fulan bin Fulan (disebut dengan namanya yang
terburuk yang dahulu semasa hidup di dunia ia pernah dipanggil dengannya)."
Saudaraku! Coba anda ingat kembali, rasa pedih dan sakit yang pernah anda rasakan
ketika tertusuk atau tersengat api! Sangat menyakitkan bukan? Padahal syaraf yang
merasakan rasa sakit hanyalah sebagiannya. Walau demikian, rasanya begitu
menyakitkan, sehingga susah untuk dilupakan?
Nah bagaimana halnya bila kelak pada saat sakaratul maut seluruh syaraf anda
merasakan sakit. Disaat ruh anda berusaha berpegangan erat-erat dengan setiap
syaraf anda sedangkan Malaikat Maut mencabutnya dengan keras dan kuat. Betul-
betul menyakitkan.
Penampilan Rasa Malaikat Maut yang begitu seram dan menakutkan akan semakin
menambah pedih rasa sakit yang anda rasakan.
Saudaraku! Siapkah anda menjalani pengalaman yang begitu menakutkan dan
begitu menyakitkan?
Bila saudara tidak kuasa menjalani sakaratul maut yang sangat menyakitkan seperti
ini, maka mengapa noda-noda maksiat terus mengotori lembaran amal dan
menghitamkan hati anda? Mengapa kaki anda terasa kaku, tangan serasa
terbelenggu, mata seakan melekat dan pintu hati seakan terkunci ketika ada seruan
beribadah kepada Allah?
Saudaraku! Agar hati anda kembali menjadi lunak dan pintu hati anda terbuka
lebar-lebar untuk menerima dan mengamalkan kebenaran, maka alangkah baiknya
bila anda sering-sering berziarah ke kuburan. Dengan berziarah ke kuburan,
diharapkan anda akan senantiasa menyadari, cepat atau lambat anda pasti menjadi
salah seorang dari penghuni kuburan.

Nasehat tentang kematian

  • 1.
    Nasehat tentang .. . . . . Kematian Ust. Yazid bin Abdul Qodir Jawaz Sesungguhnya dunia adalah negeri persinggahan bukan negeri untuk menetap, dunia adalah tempat yang penuh dengan duka cita bukantempat tinggal untuk bersuka cita. Maka sepatutnya bagi seorang mukmin menjadikan dunia sebagai bagian perjalanan, mempersiapkan bekal dan hartanya untuk menuju ke perjalanan yang pasti. Maka merupakan kebahagiaan bagi siapa yang menjadikan perjalanan ini bekal yang akan menyampaikannya ke keridhaan Allah Ta’ala, yang menghantarkannya kepada ganjaran surga-Nya dan kepada keselamatan dari neraka-Nya. 1. Tujuan Hidup Manusia untuk beribadah kepada Allah Subhanahu Wata`ala QS. Ad Dariyat ayat 56 s.d. 58 : 56. Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. 57. Aku tidak menghendaki rezeki sedikitpun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi-Ku makan. 58. Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rezeki Yang mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh. 59. Maka sesungguhnya untuk orang-orang zalim ada bagian (siksa) seperti bahagian teman mereka (dahulu); maka janganlah mereka meminta kepada-Ku untuk menyegerakannya.
  • 2.
    2. Tujuan hidupmanusia adalah mendapatkan syurga QS. Ali Imron ayat 185 185. Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. Dalam sebuah riwayat Rasulullah shalallahu `alaihi wasallam bersabda : “ Bukan kefakiran yang aku takutkan pada kalian akan tetapi yang aku khawatirkan pada kalian adalah dibukakan pintu-pintu dunia oleh Allah, kemudian kalian akan berlomba-lomba mendapatkan harta lantas dunia membinasakan kalian sebagaimana dunia membinasakan orang-orang sebelum kalian” (HR. Bukhari Muslim) Dalam sebuah riwayat Rasulullah shalallahu `alaihi wasallam bersabda : “Setiap umat diberikan fitnah dan fitnah umatku adalah harta” (HR. Tirmidzi) Dalam sebuah riwayat Rasulullah shalallahu `alaihi wasallam bersabda : “ Tidak kutinggalkan fitnah yang lebih berbahaya bagi laki-laki,kecuali wanita” (HR. Bukhari – Muslim) 3. Hakikat kehidupan di dunia a. Orang mu'min hendaknya lebih menyukai kehidupan akhirat daripada dunia Dari Mahmud bin Labid radhiyallahu ‘anhu, Rosululloh shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: "Ada dua perkara yang dibenci oleh anak Adam: (1) Kematian, padahal kematian itu lebih baik bagi seorang mu'min daripada hidup penuh dengan fitnah, (2) Benci bila hartanya sedikit, padahal sedikit harta meringankan hisab (besok pada hari kiamat)." (HR. Ahmad: 22519 dishohihkan oleh al- Albani: 3210, Shohih Targhib wa Tarhib 3/136)
  • 3.
    b. Dunia tempatbalak dan fitnah Dari Mu'awiyah radhiyallahu ‘anhu, Rosululloh shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: "Tidak ada (apapun) di dunia melainkan balak dan fitnah." (Shohih Ibnu Majah 2/374) c. Manusia rakus dunia Dari Anas radhiyallahu ‘anhu, Rosululloh shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: "Andaikan anak Adam memiliki dua lembah berupa harta benda, tentu dia ingin lembah yang ketiga, dan tidaklah merasa kenyang anak Adam melainkan bila dia mati, dan Alloh menerima taubat bagi yang mau bertaubat." (HR. Muslim: 1737) Dari Ka'ab bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rosululloh shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: "Tidaklah dua serigala lapar yang dilepas di tempat pemeliharaan kambing itu lebih berbahaya dibanding manusia yang rakus harta dan kedudukan." (HR. Ahmad: 5181, dishohihkan al-Albani, al-Misykah 3/123) d. Dunia bagi orang Islam seperti penjara Dari Abu Huroiroh radhiyallahu ‘anhu, Rosululloh shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: "Dunia itu penjara bagi orang mu'min dan surga bagi orang kafir." (HR. Muslim: 5256) Imam Nawawi rahimahullah berkata: "Maksudnya, setiap mu'min itu terpenjara di dunia, karena dia dilarang mengikuti hawa nafsunya mengerjakan yang haram dan yang makruh, bahkan diwajibkan menaati perintah Alloh ‘Azza wa Jalla yang merupakan perkara berat bagi dirinya, tetapi apabila dia telah meninggal dunia, hatinya tenang karena akan memperoleh imbalan dari Alloh. (Syarah Muslim 18/93) 4. Berapa lamakah kita tinggal di bumi :
  • 4.
    112. Allah bertanya:"Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?" 113. Mereka menjawab: "Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung." 114. Allah berfirman: "Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui[1027]" [1027]. Maksudnya: mereka hendaknya harus mengetahui bahwa hidup di dunia itu hanyalah sebentar saja, sebab itu mereka seharusnya janganlah hanya mencurahkan perhatian kepada urusan duniawi saja. (QS. Al Mukminun (23) :112-114) Firman Allah, 32. Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka[468]. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka tidakkah kamu memahaminya? --------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- [468]. Maksudnya: kesenangan-kesenangan duniawi itu hanya sebentar dan tidak kekal. Janganlah orang terperdaya dengan kesenangan-kesenangan dunia, serta lalai dari memperhatikan urusan akhirat. (QS. Al An,am (6) : 32)
  • 5.
    45. Dan berilahperumpamaan kepada mereka (manusia), kehidupan dunia sebagai air hujan yang Kami turunkan dari langit, maka menjadi subur karenanya tumbuh-tumbuhan di muka bumi, kemudian tumbuh-tumbuhan itu menjadi kering yang diterbangkan oleh angin. Dan adalah Allah, Maha Kuasa atas segala sesuatu. 46. Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan. (QS. Al Kahfi (18) : 45-46) Hai golongan jin dan manusia, apakah belum datang kepadamu rasul-rasul dari golongan kamu sendiri, yang menyampaikan kepadamu ayat-ayatKu dan memberi peringatan kepadamu terhadap pertemuanmu dengan hari ini? Mereka berkata: "Kami menjadi saksi atas diri kami sendiri", kehidupan dunia telah menipu mereka, dan mereka menjadi saksi atas diri mereka sendiri, bahwa mereka adalah orang-orang yang kafir. (QS. Al An’am (6) : 130)
  • 6.
    131. Dan janganlahkamu tujukan kedua matamu kepada apa yang telah Kami berikan kepada golongan-golongan dari mereka, sebagai bunga kehidupan dunia untuk Kami cobai mereka dengannya. Dan karunia Tuhan kamu adalah lebih baik dan lebih kekal. (QS. Thaaha (20) : 31) 5. Nasehat tentang kematian Pada suatu hari sahabat Umar bin Al Khatthab Radhiyallahu 'anhu bertanya kepada Ka'ab Al Ahbaar: "Wahai Ka'ab: Ceritakan kepada kita tentang kematian!. Ka'ab pun berkata: Wahai Amirul Mukminin! Gambaran sakitnya kematian adalah bagaikan sebatang dahan yang banyak berduri tajam, tersangkut di kerongkongan anda, sehingga setiap duri menancap di setiap syarafnya. Selanjutnya dahan itu sekonyong-konyong ditarik dengan sekuat tenaga oleh seorang yang gagah perkasa. Bayangkanlah, apa yang akan turut tercabut bersama dahan itu dan apa yang akan tersisa!" [Riwayat Abu Nu'aim Al Asfahani dalam kitabnya Hilyatul Auliya'] Syaddaad bin Al Aus berkata: "Kematian adalah pengalaman yang paling menakutkan bagi seorang mukmin, baik di dunia ataupun di akhirat. Kematian itu lebih menyakitkan dibanding anda digergaji, atau dipotong dengan gunting, atau direbus dalam periuk. Andai ada seseorang yang telah mati diizinkan untuk menceritakan tentang apa yang ia rasakan pada saat menghadapi kematian, niscaya mereka tidak akan pernah bisa menikmati kehidupan dan juga tidak akan pernah tidur nyenyak." Bila demikian dahsyatnya rasa sakit yang menimpa seorang mukmin ketika menghadapi sakaratul maut, maka bagaimana dengan diri anda? Betapa banyak dosa dan kemaksiatan yang menodai lembaran amal anda? Anda ingin tahu bagaimana rasanya sakaratul maut bila anda tidak segera bertaubat dari kemaksiatan dan beristiqamah dalam ketaatan? Simaklah kelanjutan hadits riwayat Imam Ahmad dan Ibnu Majah di atas: "Bila orang kafir, pada riwayat lain: Bila orang jahat hendak meninggal dunia dan memasuki kehidupan akhirat, ia didatangi oleh segerombol malaikat dari langit. Mereka berwajahkan hitam kelam, membawa kain yang kasar, dan selanjutnya mereka duduk darinya sejauh mata memandang. Pada saat itulah Malaikat Maut 'alaihissalam menghampirinya dan duduk didekat kepalanya. Setibanya Malaikat Maut, ia segera berkata: "Wahai jiwa yang buruk, bergegas engkau keluarlah dari ragamu menuju kepada kebencian dan kemurkaan Allah". Segera ruh orang jahat itu menyebar keseluruh raganya. Tanpa menunda-nunda malaikat maut segera
  • 7.
    mencabut ruhnya dengankeras, bagaikan mencabut kawat bergerigi dari bulu domba yang basah. Begitu ruhnya telah keluar, segera Malaikat Maut menyambutnya. Dan bila ruhnya telah berada di tangan Malaikat Maut, para malaikat yang telah terlebih dahulu duduk sejauh mata memandang tidak membiarkanya sekejappun berada di tangannya. Para malaikat segera mengambil ruh orang jahat itu dan membukusnya dengan kain kasar yang mereka bawa. Dari kain itu tercium aroma busuk bagaikan bau bangkai paling menyengat yang pernah tercium di dunia. Selanjutnya para malaikat akan membawa ruh itu naik ke langit. Tidaklah para malaikat itu melintasi segerombolan malaikat lainnya, melainkan mereka akan bertanya: "Ruh siapakah ini, begitu buruk." Malaikat pembawa ruh itupun menjawab: Ini adalah arwah Fulan bin Fulan (disebut dengan namanya yang terburuk yang dahulu semasa hidup di dunia ia pernah dipanggil dengannya)." Saudaraku! Coba anda ingat kembali, rasa pedih dan sakit yang pernah anda rasakan ketika tertusuk atau tersengat api! Sangat menyakitkan bukan? Padahal syaraf yang merasakan rasa sakit hanyalah sebagiannya. Walau demikian, rasanya begitu menyakitkan, sehingga susah untuk dilupakan? Nah bagaimana halnya bila kelak pada saat sakaratul maut seluruh syaraf anda merasakan sakit. Disaat ruh anda berusaha berpegangan erat-erat dengan setiap syaraf anda sedangkan Malaikat Maut mencabutnya dengan keras dan kuat. Betul- betul menyakitkan. Penampilan Rasa Malaikat Maut yang begitu seram dan menakutkan akan semakin menambah pedih rasa sakit yang anda rasakan. Saudaraku! Siapkah anda menjalani pengalaman yang begitu menakutkan dan begitu menyakitkan? Bila saudara tidak kuasa menjalani sakaratul maut yang sangat menyakitkan seperti ini, maka mengapa noda-noda maksiat terus mengotori lembaran amal dan menghitamkan hati anda? Mengapa kaki anda terasa kaku, tangan serasa terbelenggu, mata seakan melekat dan pintu hati seakan terkunci ketika ada seruan beribadah kepada Allah? Saudaraku! Agar hati anda kembali menjadi lunak dan pintu hati anda terbuka lebar-lebar untuk menerima dan mengamalkan kebenaran, maka alangkah baiknya bila anda sering-sering berziarah ke kuburan. Dengan berziarah ke kuburan, diharapkan anda akan senantiasa menyadari, cepat atau lambat anda pasti menjadi salah seorang dari penghuni kuburan.