13/09/13Edited Subardiyono 1
SMA NEGERI 1 KALIBAWANG
A. CIRI – CIRI VIRUS
B. STRUKTUR TUBUH VIRUS
C. REPRODUKSI / REPLIKASI ( Secara
LITIK dan LISOGENIK )
D. PERANAN VIRUS
MENGUNTUNGKAN
E. PERANAN VIRUS MERUGIKAN
F. Virus HIV dan AIDS
13/09/13Edited Subardiyono 2
Ciri – ciri Virus antara lain :
1. Sangat sederhana, Bukan sel atau Belum
berbentuk sel sebenarnya ( = Aceluler )
2. Organel sel tak ada
3. Ukuran sangat kecil, 20 – 120 nanometer
4. Dapat bereproduksi/replikasi, karena ada Asam
Nukleat
5. Asam Nukleat atau Materi Genetik hanya AND
atau ARN saja
6. Hidup, di sel makhluk hidup, berupa parasit
7. Dapat berupa kristal seperti benda mati
8. Peralihan benda mati dan benda hidup
13/09/13Edited Subardiyono 3
Faktor Awalan Simbol
101818
Eksa E
1015
Peta P
1012
Tera T
109
Giga G
106
Mega M
103
= 1.000. Kilo k
102
Hekto h
101
Deka da
10-1
Desi d
10-2
Senti c
10-3
= 0,001 Mili m
10-6
Mikro u
10-9
= 0,000000001 Nano n
10-12
Piko p
10-15
Femto f
10-18
Atto a 13/09/13Edited Subardiyono 4
1. Antony van Leeuwenhoek : penemu mikroskop
untuk penyelidikan mikroorganisme
2. Adolf Meyer : penemu penyakit bintik-bintik
( Mozaik ) pada daun tembakau
3. Dimitri Ivanowski : penularan penyakit pada
tembakau
4. M. Beijerink : organisme penyerang tembakau
sangat kecil dan hanya hidup pada makhluk
hidup
5. Wendell Stanlaey : berhasil mengkristalkan
makhluk penyebab penyakit tembakau, makhluk
itu dinamakan TMV ( Tobacco Mosaic Virus =
Virus Mosaik Tembakau )
13/09/13Edited Subardiyono 5
13/09/13Edited Subardiyono
AND / ARN
KEPALA
SELUBUNG
EKOR
SERABUT
EKOR
KAPSI
D
EKO
R
LEHER
6
13/09/13Edited Subardiyono
ARN
SELUBUNG
PROTEIN
PROTEIN
LEMAK ( Lipida )
KAPSUL
ENZIM
TRANSKRIPTASE
7
13/09/13Edited Subardiyono 8
NeuramidaseHaemagglutinin
Protein M2
RNA
Protein M1
Envelope
1. Kapsid / kapsul : tersusun dari Protein, untuk
melindungi materi genetik, di bagian dalamnya
2. AND / ARN = Asam Nukleat = materi genetik,
untuk replikasi atau reproduksi
3. Selubung ekor, untuk pelindung
4. Serabut ekor, untuk melekatkan diri pada sel inang
5. Enzim , untuk membentuk ARN ataupun ADN
6. Lemak ( Lipid ), untuk penyusun tubuh
7. Protein M1 untuk memberikan bentuk virus dan
kapsid
8. Protein M2 sebagai protein matriks ( penyusun )
13/09/13Edited Subardiyono 9
a. Secara Litik :
1. Adsorbsi / Penempelan
2. Penetrasi / Injeksi / Masuk
3. Replikasi / Eklipase / Bagian-bagian
4. Sintesis / Perakitan
5. Lisis
b. Secara Lisogenik :
1. Adsorbsi / Penempelan
2. Penetrasi / Injeksi / Masuk
3. Rekombinasi /Penggabungan
4. Cleavage / Pembelahan
5. Hasil reproduksi
13/09/13Edited Subardiyono 10
a. Siklus Litik, Virus T , dalam sel Bakteri,
urutannya :
1. Fase Adsorbsi /Penempelan : Virus menempel pada
dinding sel inang
2. Fase Penetrasi/Injeksi : ada saluran, AND Virus
masuk dan campur sitoplasma Bakteri
3. Fase Replikasi/Eklifase : AND Virus mengambil alih,
untuk pembentukan bagian-bagian tubuh Virus
4. Fase Sintesis /Perakitan : merangkai AND Virus
dengan bagian lain menjadi tubuh Virus baru lebih
banyak
5. Fase Lisis /Pemecahan : sel inang pecah, Virus yang
baru keluar, mencari sel inang lain
13/09/13Edited Subardiyono 11
13/09/13Edited Subardiyono
Virus T
bebas
Virus T ( Bakteriofage ) menempel pada dinding
sel Bakteri Escherichia coli di daerah reseptor
site , menggunakan bagian serabut ekor
BAKTERI
12
13/09/13Edited Subardiyono
AND sel Bakteri
AND Virus masuk melalui saluran dan
bercampur dengan sitoplasma Bakteri
Dinding sel Bakteri
berlubang
13
13/09/13Edited Subardiyono
AND Virus
Protein Virus
AND Virus mengambil alih fungsi AND
Bakteri, untuk membentuk bagian-bagian
tubuh Virus
14
Kapsid Virus
13/09/13Edited Subardiyono
4 Virus baru
Merakit / sintesis Virus baru bisa 100,
dari bagian – bagian tubuh Virus yang
dibentuk
15
13/09/13Edited Subardiyono
Virus keluar
Sel bakteri
pecah
Dinding sel Bakteri pecah ( Lisis ), Virus yang
terbentuk keluar, mencari sel inang ( Bakteri )
lain
16
b. Siklus Lisogenik, urutannya :
1. Fase Adsorbsi /Penempelan : Virus
menempel pada dinding sel inang
2. Fase Penetrasi/Injeksi : ada saluran, AND
Virus masuk dan campur sitoplasma Bakteri
3. Fase Rekombinasi / penggabungan : AND
Virus menyatu dengan AND bakteri,
membentuk Profage ( Calon Virus )
4. Fase Cleavage / pembelahan : sel bakteri
membelah diri, profage ikut membelah jadi
dua, Profage jika keluar dari sel bakteri
berubah menjadi Fage ( Virus T )
5. Fase pembentukan 2 sel anak
13/09/13Edited Subardiyono 17
13/09/13Edited Subardiyono
Virus T
bebas
Virus T ( Bakteriofage ) menempel pada dinding
sel Bakteri Escherichia coli menggunakan
bagian serabut ekor
BAKTERI
18
13/09/13Edited Subardiyono
AND sel Bakteri
AND Virus masuk melalui saluran dan
bercampur dengan sitoplasma Bakteri
Dinding sel Bakteri
berlubang
19
Profage
13/09/13Edited Subardiyono
AND Virus menyatu / rekombinasi dengan
AND Bakteri, membentuk Profage
20
Profage
13/09/13Edited Subardiyono
Sel bakteri mulai membelah diri,
sehingga Profage ikut membelah jadi
dua, Profage jika keluar berubah
menjadi Fage ( Virus T )
21
Profage
Sel anak Sel anak
13/09/13Edited Subardiyono
Sel bakteri membelah diri menjadi dua sel
anak, sehingga Profage ikut membelah jadi
dua , Profage jika keluar berubah menjadi
Fage ( Virus T )
22
NO PEMBEDA SIKLUS LITIK SIKLUS LISOGENIK
1 Fase - fasenya 1. Adsorbsi, 2.
Penetrasi, 3. Eklipase,
4. Sintesis, 5. Lisis
1. Adsorbsi, 2. Penetrasi,
3. Rekombinasi, 4.
Cleavage, 5. Dua sel
anak
2 AND Virus dan Inang AND Virus masuk dan
mengambil alih AND
Bakteri untuk aktifitas
virus
AND Virus masuk dan
bergabung
( rekombinasi ) dengan
AND Bakteri membentuk
Profage
3 Keadaan Sel Inang Sel inang pecah mati Sel iang masih hidup,
membelah
4 Daya tahan sel Inang
terhadap Virus
Sel inang tidak ada
daya tahan hidup
terhadap virus
Sel inang ada yang tahan
hidup
5 Hasil Reproduksi Sangat banyak tiap
kali reproduksi
Hanya 2 tiap satu kali
reproduksi
13/09/13Edited Subardiyono 23
a. Menguntungkan
1. Di bidang Genetika :
a. Gen penyebab penyakit diubah jadi gen
penyembuh
b. Membuat peta kromosom
2. Di Bidang kedokteran :
a. Mengubah Bakteri bahaya jadi manfaat
b. Gen sakit jadi gen sehat
3. Di Bidang Farmasi :
a. Membuat Interferon : bagian protein dari sel normal
sebagai respon dari virus
b. Membuat vaksin : virus yang telah dilemahkan
sehingga patogenitasnya hilang, misal vaksin cacar,
campak, polio dll
13/09/13Edited Subardiyono 24
b. Merugikan : menyebabkan penyakit pada ,
1. Tumbuhan : TMV, CVPDV, Tungro, PMV
2. Hewan : NCD, FMD, Rabies, RSV, AI
3. Manusia : campak, Influensa, Polio, Demam, Gondong,
Ebola, Herpes, Cacar air, Trakhoma, Hepatitis, AIDS,
SARS, Kanker
Contoh :
Penyakit AIDS ( Acquired Immuno Deficiensi Syndroma ),
penyebabnya HIV ( Human Immunodeficiency Virus ),
yang diserang Leukosit ( sistem kekebalan tubuh ).
Penularannya : 1. Jarum suntik, 2. Transfusi darah, 3.
Kandungan ibu, 4. Luka dikulit, 5. Hubungan seksual
13/09/13Edited Subardiyono 25
No Nama Virus Nama Penyakit Bagian Tubuh Manusia
Yang Diserang
1
2
3
13/09/13Edited Subardiyono 26
Menurut pada peneliti kedua penyakit diakibatkan jenis
virus influensa tipe A dari familia Orthomyxoviridae.
Bersifat patogen pada manusia, unggas, kuda dan babi.
Perbedaan flu burung dengan flu babi terletak pada
struktur envelope ( kapsul ). Virus flu burung disebabkan
H5N1, sementara flu babi disebabkan H1N1. Kedua Virus
bersifat drift dan shift, atau sangat mudah bermutasi
( berubah – ubah )
Kedua virus memiliki persamaan : 1. selubung
berdiameter 80 – 120 nm, 2. mengandung genom RNA,
3. beruntai tunggal, 4. envelope berupa lipida bilayer
( lemak dua lapis ),
13/09/13Edited Subardiyono 27
 5. permukaannya ada protein transmembran glikoprotein,
yaitu Haemagglutinin ( HA ) dan Neuramidase ( NA )
Kedua protein digunakan sebagai identifikasi kode
subtipe flu burung yang banyak jenisnya. Virus influensa
tipe A memiliki 15 antigen H yaitu H1 - H15 dan 9
antigen N, yaitu N1 – N9. Kalau antigen H dan N
dikombinasi menghasilkan lebih dari 135 kombinasi subtipe
virus influensa pada manuasia antara lain : H1N1, H2N2,
H3N3, H4N4, H5N1, H9N2, H15N9 dll.
Cara patogenitas virus influensa disebabkan
kemampuannya memicu respon hilangnya daya tahan
tubuh. Jika virus masuk ke sel epitel respiratori, maka
Haemagglutinin membelah kemudian masuk ke sel inang
tersebut, tetapi kapsid virus tidak ikut masuk.
13/09/13Edited Subardiyono 28
1. Mencari satu artikel tentang Virus dari media
cetak atau elektronik
2. Tempelkan dalam kertas HVS.
3. Dukumpulkan paling lambat, Jumat, tanggal 16
Oktober 2009
13/09/13Edited Subardiyono 29

Kbm biologi virus

  • 1.
  • 2.
    A. CIRI –CIRI VIRUS B. STRUKTUR TUBUH VIRUS C. REPRODUKSI / REPLIKASI ( Secara LITIK dan LISOGENIK ) D. PERANAN VIRUS MENGUNTUNGKAN E. PERANAN VIRUS MERUGIKAN F. Virus HIV dan AIDS 13/09/13Edited Subardiyono 2
  • 3.
    Ciri – ciriVirus antara lain : 1. Sangat sederhana, Bukan sel atau Belum berbentuk sel sebenarnya ( = Aceluler ) 2. Organel sel tak ada 3. Ukuran sangat kecil, 20 – 120 nanometer 4. Dapat bereproduksi/replikasi, karena ada Asam Nukleat 5. Asam Nukleat atau Materi Genetik hanya AND atau ARN saja 6. Hidup, di sel makhluk hidup, berupa parasit 7. Dapat berupa kristal seperti benda mati 8. Peralihan benda mati dan benda hidup 13/09/13Edited Subardiyono 3
  • 4.
    Faktor Awalan Simbol 101818 EksaE 1015 Peta P 1012 Tera T 109 Giga G 106 Mega M 103 = 1.000. Kilo k 102 Hekto h 101 Deka da 10-1 Desi d 10-2 Senti c 10-3 = 0,001 Mili m 10-6 Mikro u 10-9 = 0,000000001 Nano n 10-12 Piko p 10-15 Femto f 10-18 Atto a 13/09/13Edited Subardiyono 4
  • 5.
    1. Antony vanLeeuwenhoek : penemu mikroskop untuk penyelidikan mikroorganisme 2. Adolf Meyer : penemu penyakit bintik-bintik ( Mozaik ) pada daun tembakau 3. Dimitri Ivanowski : penularan penyakit pada tembakau 4. M. Beijerink : organisme penyerang tembakau sangat kecil dan hanya hidup pada makhluk hidup 5. Wendell Stanlaey : berhasil mengkristalkan makhluk penyebab penyakit tembakau, makhluk itu dinamakan TMV ( Tobacco Mosaic Virus = Virus Mosaik Tembakau ) 13/09/13Edited Subardiyono 5
  • 6.
    13/09/13Edited Subardiyono AND /ARN KEPALA SELUBUNG EKOR SERABUT EKOR KAPSI D EKO R LEHER 6
  • 7.
  • 8.
  • 9.
    1. Kapsid /kapsul : tersusun dari Protein, untuk melindungi materi genetik, di bagian dalamnya 2. AND / ARN = Asam Nukleat = materi genetik, untuk replikasi atau reproduksi 3. Selubung ekor, untuk pelindung 4. Serabut ekor, untuk melekatkan diri pada sel inang 5. Enzim , untuk membentuk ARN ataupun ADN 6. Lemak ( Lipid ), untuk penyusun tubuh 7. Protein M1 untuk memberikan bentuk virus dan kapsid 8. Protein M2 sebagai protein matriks ( penyusun ) 13/09/13Edited Subardiyono 9
  • 10.
    a. Secara Litik: 1. Adsorbsi / Penempelan 2. Penetrasi / Injeksi / Masuk 3. Replikasi / Eklipase / Bagian-bagian 4. Sintesis / Perakitan 5. Lisis b. Secara Lisogenik : 1. Adsorbsi / Penempelan 2. Penetrasi / Injeksi / Masuk 3. Rekombinasi /Penggabungan 4. Cleavage / Pembelahan 5. Hasil reproduksi 13/09/13Edited Subardiyono 10
  • 11.
    a. Siklus Litik,Virus T , dalam sel Bakteri, urutannya : 1. Fase Adsorbsi /Penempelan : Virus menempel pada dinding sel inang 2. Fase Penetrasi/Injeksi : ada saluran, AND Virus masuk dan campur sitoplasma Bakteri 3. Fase Replikasi/Eklifase : AND Virus mengambil alih, untuk pembentukan bagian-bagian tubuh Virus 4. Fase Sintesis /Perakitan : merangkai AND Virus dengan bagian lain menjadi tubuh Virus baru lebih banyak 5. Fase Lisis /Pemecahan : sel inang pecah, Virus yang baru keluar, mencari sel inang lain 13/09/13Edited Subardiyono 11
  • 12.
    13/09/13Edited Subardiyono Virus T bebas VirusT ( Bakteriofage ) menempel pada dinding sel Bakteri Escherichia coli di daerah reseptor site , menggunakan bagian serabut ekor BAKTERI 12
  • 13.
    13/09/13Edited Subardiyono AND selBakteri AND Virus masuk melalui saluran dan bercampur dengan sitoplasma Bakteri Dinding sel Bakteri berlubang 13
  • 14.
    13/09/13Edited Subardiyono AND Virus ProteinVirus AND Virus mengambil alih fungsi AND Bakteri, untuk membentuk bagian-bagian tubuh Virus 14 Kapsid Virus
  • 15.
    13/09/13Edited Subardiyono 4 Virusbaru Merakit / sintesis Virus baru bisa 100, dari bagian – bagian tubuh Virus yang dibentuk 15
  • 16.
    13/09/13Edited Subardiyono Virus keluar Selbakteri pecah Dinding sel Bakteri pecah ( Lisis ), Virus yang terbentuk keluar, mencari sel inang ( Bakteri ) lain 16
  • 17.
    b. Siklus Lisogenik,urutannya : 1. Fase Adsorbsi /Penempelan : Virus menempel pada dinding sel inang 2. Fase Penetrasi/Injeksi : ada saluran, AND Virus masuk dan campur sitoplasma Bakteri 3. Fase Rekombinasi / penggabungan : AND Virus menyatu dengan AND bakteri, membentuk Profage ( Calon Virus ) 4. Fase Cleavage / pembelahan : sel bakteri membelah diri, profage ikut membelah jadi dua, Profage jika keluar dari sel bakteri berubah menjadi Fage ( Virus T ) 5. Fase pembentukan 2 sel anak 13/09/13Edited Subardiyono 17
  • 18.
    13/09/13Edited Subardiyono Virus T bebas VirusT ( Bakteriofage ) menempel pada dinding sel Bakteri Escherichia coli menggunakan bagian serabut ekor BAKTERI 18
  • 19.
    13/09/13Edited Subardiyono AND selBakteri AND Virus masuk melalui saluran dan bercampur dengan sitoplasma Bakteri Dinding sel Bakteri berlubang 19
  • 20.
    Profage 13/09/13Edited Subardiyono AND Virusmenyatu / rekombinasi dengan AND Bakteri, membentuk Profage 20
  • 21.
    Profage 13/09/13Edited Subardiyono Sel bakterimulai membelah diri, sehingga Profage ikut membelah jadi dua, Profage jika keluar berubah menjadi Fage ( Virus T ) 21
  • 22.
    Profage Sel anak Selanak 13/09/13Edited Subardiyono Sel bakteri membelah diri menjadi dua sel anak, sehingga Profage ikut membelah jadi dua , Profage jika keluar berubah menjadi Fage ( Virus T ) 22
  • 23.
    NO PEMBEDA SIKLUSLITIK SIKLUS LISOGENIK 1 Fase - fasenya 1. Adsorbsi, 2. Penetrasi, 3. Eklipase, 4. Sintesis, 5. Lisis 1. Adsorbsi, 2. Penetrasi, 3. Rekombinasi, 4. Cleavage, 5. Dua sel anak 2 AND Virus dan Inang AND Virus masuk dan mengambil alih AND Bakteri untuk aktifitas virus AND Virus masuk dan bergabung ( rekombinasi ) dengan AND Bakteri membentuk Profage 3 Keadaan Sel Inang Sel inang pecah mati Sel iang masih hidup, membelah 4 Daya tahan sel Inang terhadap Virus Sel inang tidak ada daya tahan hidup terhadap virus Sel inang ada yang tahan hidup 5 Hasil Reproduksi Sangat banyak tiap kali reproduksi Hanya 2 tiap satu kali reproduksi 13/09/13Edited Subardiyono 23
  • 24.
    a. Menguntungkan 1. Dibidang Genetika : a. Gen penyebab penyakit diubah jadi gen penyembuh b. Membuat peta kromosom 2. Di Bidang kedokteran : a. Mengubah Bakteri bahaya jadi manfaat b. Gen sakit jadi gen sehat 3. Di Bidang Farmasi : a. Membuat Interferon : bagian protein dari sel normal sebagai respon dari virus b. Membuat vaksin : virus yang telah dilemahkan sehingga patogenitasnya hilang, misal vaksin cacar, campak, polio dll 13/09/13Edited Subardiyono 24
  • 25.
    b. Merugikan :menyebabkan penyakit pada , 1. Tumbuhan : TMV, CVPDV, Tungro, PMV 2. Hewan : NCD, FMD, Rabies, RSV, AI 3. Manusia : campak, Influensa, Polio, Demam, Gondong, Ebola, Herpes, Cacar air, Trakhoma, Hepatitis, AIDS, SARS, Kanker Contoh : Penyakit AIDS ( Acquired Immuno Deficiensi Syndroma ), penyebabnya HIV ( Human Immunodeficiency Virus ), yang diserang Leukosit ( sistem kekebalan tubuh ). Penularannya : 1. Jarum suntik, 2. Transfusi darah, 3. Kandungan ibu, 4. Luka dikulit, 5. Hubungan seksual 13/09/13Edited Subardiyono 25
  • 26.
    No Nama VirusNama Penyakit Bagian Tubuh Manusia Yang Diserang 1 2 3 13/09/13Edited Subardiyono 26
  • 27.
    Menurut pada penelitikedua penyakit diakibatkan jenis virus influensa tipe A dari familia Orthomyxoviridae. Bersifat patogen pada manusia, unggas, kuda dan babi. Perbedaan flu burung dengan flu babi terletak pada struktur envelope ( kapsul ). Virus flu burung disebabkan H5N1, sementara flu babi disebabkan H1N1. Kedua Virus bersifat drift dan shift, atau sangat mudah bermutasi ( berubah – ubah ) Kedua virus memiliki persamaan : 1. selubung berdiameter 80 – 120 nm, 2. mengandung genom RNA, 3. beruntai tunggal, 4. envelope berupa lipida bilayer ( lemak dua lapis ), 13/09/13Edited Subardiyono 27
  • 28.
     5. permukaannyaada protein transmembran glikoprotein, yaitu Haemagglutinin ( HA ) dan Neuramidase ( NA ) Kedua protein digunakan sebagai identifikasi kode subtipe flu burung yang banyak jenisnya. Virus influensa tipe A memiliki 15 antigen H yaitu H1 - H15 dan 9 antigen N, yaitu N1 – N9. Kalau antigen H dan N dikombinasi menghasilkan lebih dari 135 kombinasi subtipe virus influensa pada manuasia antara lain : H1N1, H2N2, H3N3, H4N4, H5N1, H9N2, H15N9 dll. Cara patogenitas virus influensa disebabkan kemampuannya memicu respon hilangnya daya tahan tubuh. Jika virus masuk ke sel epitel respiratori, maka Haemagglutinin membelah kemudian masuk ke sel inang tersebut, tetapi kapsid virus tidak ikut masuk. 13/09/13Edited Subardiyono 28
  • 29.
    1. Mencari satuartikel tentang Virus dari media cetak atau elektronik 2. Tempelkan dalam kertas HVS. 3. Dukumpulkan paling lambat, Jumat, tanggal 16 Oktober 2009 13/09/13Edited Subardiyono 29