KELOMPOK :
•GEDE HUTAMA PUTRA (1)
•MIFTAHUL NIYANTO (12)
•RASYID FAJAR WIBAWA (13)
•R. SURYA LEGAWA K. (20)
XI-IPA 2
Bacille Calmette-Guérin (BCG) adalah vaksin
untuk tuberkulosis yang dibuat dari baksil
tuberkulosis (Mycobacterium bovis) yang
dilemahkan dengan dikulturkan di medium
buatan selama bertahun-tahun. Vaksin BCG
80% efektif dapat mencegah selama 15 tahun,
tetapi efeknya bervariasi tergantung kepada
kondisi geografis.
NAMA PENYAKIT
 Imunisasi BCG termasuk salah satu dari 5 imunisasi yang
diwajibkan.. Ketahanan terhadap penyakit TB (Tuberkulosis)
berkaitan dengan keberadaan virus tubercel bacili yang hidup di
dalam darah. Itulah mengapa, agar memiliki kekebalan aktif,
dimasukkanlah jenis basil tak berbahaya ke dalam tubuh, alias
vaksinasi BCG (Bacillus Calmette Guerin).
 Imunisasi BCG wajib diberikan, seperti diketahui, Indonesia
termasuk negara endemis TB dan salah satu negara dengan
penderita TB tertinggi di dunia. TB disebabkan kuman
Mycrobacterium tuberculosis, dan mudah sekali menular melalui
droplet, yaitu butiran air di udara yang terbawa keluar saat
penderita batuk, bernapas ataupun bersin. Masa inkubasi TB
rata-rata berlangsung antara 8-12 minggu.
Mycobacterium Tuberculosis adalah bakteri
penyebab dari penyakit TBC, kuman ini berbentuk
batang yang mengelompok atau disebut berkoloni.
Kuman ini paling sering menyerang organ
pernafasan atau paru-paru, walaupun masih bisa
menyerang organ tubuh yang lain. Infeksi primer
dapat terjadi pada indifidu yang belum memiliki
kekebalan terhadap basil ini. Nama lain dari TBC
adalah TB yaitu adalah singkatan dari tubercles
bacillus. Jadi antara TBC dan TB adalah penyakit
yang sama.
GEJALA
Gejalanya antara lain: berat badan anak susah
bertambah, sulit makan, mudah sakit, batuk
berulang, demam, berkeringat di malam hari, juga
diare persisten.
 Batuk lama lebih dari 30 hari yang disertai ataupun tidak
dengan dahak bahkan bisa disertai juga dengan batuk
darah.
 Demam lama dan berulang tanpa sebab yang jelas (bukan
tifoid, malaria, atau infeksi saluran nafas akut), dan
terkadang disertai dengan badan yang berkeringat di
malam hari.
 Nafsu makan menurun dan bila terjadi pada anak maka
terlihat gagal tumbuh serta penambahan berat badan tidak
memadai sesuai dengan usia anak tersebut.
 Berat badan menurun dengan drastis tanpa sebab yang
jelas
 Adanya pembesaran kelenjar seperti di leher atau ketiak.
 Untuk mendiagnosis anak terkena TB atau tidak, perlu
dilakukan tes rontgen untuk mengetahui adanya vlek, tes
Martoux untuk mendeteksi peningkatan kadar sel darah
putih, dan tes darah untuk mengetahui ada-tidak
gangguan laju endap darah.
 Jika anak positif terkena TB, dokter akan memberikan obat
antibiotik khusus TB yang harus diminum dalam jangka
panjang, minimal 6 bulan. Lama pengobatan tak bisa
diperpendek karena bakteri TB tergolong sulit mati dan
sebagian ada yang “tidur”. Karenanya, mencegah lebih baik
daripada mengobati. Selain menhindarianak berkontak
dengan penderita TB, juga meningkatkan daya tahan
tubuhnya yang salah satunya melalui pemberian imunisasi
BCG.
Dengan penyebaran melalui udara, TBC
dapat menyerang siapa saja. Dari organ
pernafasan, penderita dapat menularkan
melalui bersin, batuk, atau hembusan
udara yang melalui hidung ataupun mulut.
Kuman yang bertebaran di udara akan
terhisap oleh orang yang ada disekitar
melalui pernafasan dan masuk kedalam
paru-paru, kemudian masuk ke saluran
limfe paru. Dari limfe inilah menyebar ke
seluruh tubuh melalui aliran darah.
Selain menyerang organ paru, bakteria ini dapat
menyerang organ-organ tubuh yang lainnya seperti
sendi, otot, tulang, saluran kencing, sistem syaraf
pusat, sumsum tulang, dan sistem limfa. Tidak semua
organ yang terserang menimbulkan gejala yang secara
langsung dapat kita rasakan, tergantung dari bagian
mana yang diserang. Sebagai contoh apabila yang
terserang bagian tulang belakang maka gejala yang
dirasakan adalah rasa sakit pada bagian tulang
belakang. Dan apabila bakteria menyerang bagian
organ ginjal maka, penderita mungkin akan
mengalami masalah kencing darah.
GAMBAR BEKAS
IMUNISASI BCG
PENCEGAHAN
TBC bisa diobati, asalkan benar-benar mempunyai
keinginan dan semangat yang besar untuk sembuh.
Dorongan dari keluarga dan orang disekitar anda
sangatlah diperlukan. Pemeriksaan yang intensif dan
teliti serta disiplin minum obat yang diberikan
dokter harus dilakukan penderita agar penyakit yang
dideritanya segera sembuh. Pengobatan yang
dilakukan dapat bertujuan untuk
menyembuhkan, mencegah kematian, dan
kekambuhan.
Adapun obat TBC yang utama adalah
Isoniazid, Rifampisin, Pirazinamid, Streptomisin
dan Etambutol. Sedangkan jenis obat
tambahan yang sering digunakan adalah
Kanamisin, Kuinolon, Makroloid, dan Amoksilin
dikombinasikan dengan Klavulanat.
Pengobatan ini dilakukan selama 12 bulan
untuk keseluruhan. Faktor utama dari pada
kesembuhan adalah prilaku dan lingkungan
dimana sipenderita itu tinggal, kedisiplinan
dalam minum obat dan dan dukungan orang-
orang disekitar si penderita.
IMUNISASI
TELAT
BAYI SEKARAT
SEKIAN
TERIMA KASIH

Bcg

  • 1.
    KELOMPOK : •GEDE HUTAMAPUTRA (1) •MIFTAHUL NIYANTO (12) •RASYID FAJAR WIBAWA (13) •R. SURYA LEGAWA K. (20) XI-IPA 2
  • 2.
    Bacille Calmette-Guérin (BCG)adalah vaksin untuk tuberkulosis yang dibuat dari baksil tuberkulosis (Mycobacterium bovis) yang dilemahkan dengan dikulturkan di medium buatan selama bertahun-tahun. Vaksin BCG 80% efektif dapat mencegah selama 15 tahun, tetapi efeknya bervariasi tergantung kepada kondisi geografis.
  • 3.
    NAMA PENYAKIT  ImunisasiBCG termasuk salah satu dari 5 imunisasi yang diwajibkan.. Ketahanan terhadap penyakit TB (Tuberkulosis) berkaitan dengan keberadaan virus tubercel bacili yang hidup di dalam darah. Itulah mengapa, agar memiliki kekebalan aktif, dimasukkanlah jenis basil tak berbahaya ke dalam tubuh, alias vaksinasi BCG (Bacillus Calmette Guerin).  Imunisasi BCG wajib diberikan, seperti diketahui, Indonesia termasuk negara endemis TB dan salah satu negara dengan penderita TB tertinggi di dunia. TB disebabkan kuman Mycrobacterium tuberculosis, dan mudah sekali menular melalui droplet, yaitu butiran air di udara yang terbawa keluar saat penderita batuk, bernapas ataupun bersin. Masa inkubasi TB rata-rata berlangsung antara 8-12 minggu.
  • 4.
    Mycobacterium Tuberculosis adalahbakteri penyebab dari penyakit TBC, kuman ini berbentuk batang yang mengelompok atau disebut berkoloni. Kuman ini paling sering menyerang organ pernafasan atau paru-paru, walaupun masih bisa menyerang organ tubuh yang lain. Infeksi primer dapat terjadi pada indifidu yang belum memiliki kekebalan terhadap basil ini. Nama lain dari TBC adalah TB yaitu adalah singkatan dari tubercles bacillus. Jadi antara TBC dan TB adalah penyakit yang sama.
  • 5.
    GEJALA Gejalanya antara lain:berat badan anak susah bertambah, sulit makan, mudah sakit, batuk berulang, demam, berkeringat di malam hari, juga diare persisten.
  • 6.
     Batuk lamalebih dari 30 hari yang disertai ataupun tidak dengan dahak bahkan bisa disertai juga dengan batuk darah.  Demam lama dan berulang tanpa sebab yang jelas (bukan tifoid, malaria, atau infeksi saluran nafas akut), dan terkadang disertai dengan badan yang berkeringat di malam hari.  Nafsu makan menurun dan bila terjadi pada anak maka terlihat gagal tumbuh serta penambahan berat badan tidak memadai sesuai dengan usia anak tersebut.  Berat badan menurun dengan drastis tanpa sebab yang jelas  Adanya pembesaran kelenjar seperti di leher atau ketiak.
  • 7.
     Untuk mendiagnosisanak terkena TB atau tidak, perlu dilakukan tes rontgen untuk mengetahui adanya vlek, tes Martoux untuk mendeteksi peningkatan kadar sel darah putih, dan tes darah untuk mengetahui ada-tidak gangguan laju endap darah.  Jika anak positif terkena TB, dokter akan memberikan obat antibiotik khusus TB yang harus diminum dalam jangka panjang, minimal 6 bulan. Lama pengobatan tak bisa diperpendek karena bakteri TB tergolong sulit mati dan sebagian ada yang “tidur”. Karenanya, mencegah lebih baik daripada mengobati. Selain menhindarianak berkontak dengan penderita TB, juga meningkatkan daya tahan tubuhnya yang salah satunya melalui pemberian imunisasi BCG.
  • 8.
    Dengan penyebaran melaluiudara, TBC dapat menyerang siapa saja. Dari organ pernafasan, penderita dapat menularkan melalui bersin, batuk, atau hembusan udara yang melalui hidung ataupun mulut. Kuman yang bertebaran di udara akan terhisap oleh orang yang ada disekitar melalui pernafasan dan masuk kedalam paru-paru, kemudian masuk ke saluran limfe paru. Dari limfe inilah menyebar ke seluruh tubuh melalui aliran darah.
  • 9.
    Selain menyerang organparu, bakteria ini dapat menyerang organ-organ tubuh yang lainnya seperti sendi, otot, tulang, saluran kencing, sistem syaraf pusat, sumsum tulang, dan sistem limfa. Tidak semua organ yang terserang menimbulkan gejala yang secara langsung dapat kita rasakan, tergantung dari bagian mana yang diserang. Sebagai contoh apabila yang terserang bagian tulang belakang maka gejala yang dirasakan adalah rasa sakit pada bagian tulang belakang. Dan apabila bakteria menyerang bagian organ ginjal maka, penderita mungkin akan mengalami masalah kencing darah.
  • 10.
  • 12.
    PENCEGAHAN TBC bisa diobati,asalkan benar-benar mempunyai keinginan dan semangat yang besar untuk sembuh. Dorongan dari keluarga dan orang disekitar anda sangatlah diperlukan. Pemeriksaan yang intensif dan teliti serta disiplin minum obat yang diberikan dokter harus dilakukan penderita agar penyakit yang dideritanya segera sembuh. Pengobatan yang dilakukan dapat bertujuan untuk menyembuhkan, mencegah kematian, dan kekambuhan.
  • 13.
    Adapun obat TBCyang utama adalah Isoniazid, Rifampisin, Pirazinamid, Streptomisin dan Etambutol. Sedangkan jenis obat tambahan yang sering digunakan adalah Kanamisin, Kuinolon, Makroloid, dan Amoksilin dikombinasikan dengan Klavulanat. Pengobatan ini dilakukan selama 12 bulan untuk keseluruhan. Faktor utama dari pada kesembuhan adalah prilaku dan lingkungan dimana sipenderita itu tinggal, kedisiplinan dalam minum obat dan dan dukungan orang- orang disekitar si penderita.
  • 14.
  • 15.