PROSES REPLIKASI
VIRUS
TUGAS KELOMPOK BIOLOGI
NEXT
Oleh:
XMIA 4
Kelompok 6
 Tri Utari.HS
 Resma Octavyanti
 Rahayu Pratiwi
 Risnawati
 Samsidar
 Safira
NEXTBACK
REPLIKASI VIRUS
NEXTBACK
Virus adalah parasit berukuran mikroskopik yng
menginfeksi sel organisma biologis. Virus hanya dapat
berkembang biak pada sel atau jaringan hidup. Oleh karena itu
virus menginfeksi sel bakteri, sel hewan, dan sel tumbuhan untuk
bereproduksi. Cara reproduksi virus disebut dengan proliferasi
atau replikasi virus.
Pada bakteriofage reproduksi virus dibedakan menjadi dua
macam, yaitu daur litik dan daur lisogenik. namun pada prinsipnya
cara perkembang biakan virus pada hewan maupun pada
tumbuhan mirip dengan yang berlangsung pada bakteriofage.
NEXTBACK
Proses replikasi
virus
A. Daur Lisis/Litik
1. Fase adsorbsi (fase penempelan)
Pada fase ini ditandai dengan melekatnya ekor virus pada sel
bakteri. Setelah menempel virus mengeluarkan enzim
lisoenzim (enzim penghancur) sehingga terbentuk lubang pada
dinding bakteri unutu memasukan asam inti
DNA
NEXTBACK
4. Fase asemblin (fase perakitan)
NEXTBACK
Bagian-bagian virus yang telah
terbentuk oleh bakteri akan dirakit
menjadi virus sempurna.
5. Fase litik (fase pemecahan sel inang)
Ketika perakitan selesai, maka virus akan
menghancurkan dinding sel bakteri dengan
enzim lisoenzim, dan akhirnya virus akan
mencari inang baru.
2. Fase Injeksi (fase memasukkan asam inti)
NEXTBACK
setelah terbentuk lubang pada sel bakteri
maka virus akan memasukkan asam initi
yang berupa DNA ke dalam tubuh sel
bakteri. Jadi kapsid virus tetap berada di
luar sel bakteri dan berfungsi lagi.
3. Fase sintesis/replikasi (fase pembentukan)
DNA virus mengambil alih tugas DNA
bakteri dan mengunakan metabolik
bakteri untuk menghasilkan kompenen
kompenen virus, seperti kapsid, ekor
serabut, dan kepala. Setiap kompenen
fage kemudian bersatu dalam proses
pematangan. Virus baru yang terbentuk
dapat mencapai 200-1000 virus.
NEXTBACK
1
3
a
2
3
4
5
B. Daur Lisogenik
1. Fase adsorbsi (fase penempelan)
Pada fase ini ditandai dengan melekatnya ekor
virus pada sel bakteri. Setelah menempel virus
mengeluarkan enzim lisoenzim (enzim
penghancur) sehingga terbentuk lubang pada
dinding bakteri unutu memasukan asam inti.
BACK NEXT
2. Fase Injeksi
BACK NEXT
setelah terbentuk lubang pada sel
bakteri maka virus akan
memasukkan asam initi yang berupa
DNA ke dalam tubuh sel bakteri.
Jadi kapsid virus tetap berada di luar
sel bakteri dan berfungsi lagi.
3. Fase Penggabungan/penyisipan
Dalam menyisip ke DNA bakteri, DNA
virus harus memutus DNA bakteri.
Kemudian DNA virus menyisip diantara
benang DNA bakteri yang terputus
tersebut. Dengan kata lain, didalam DNA
bakteri terkandung materi genetik virus.
4. Fase Pembelahan
Setelah menyisip DNA virus yang tidak aktif disebut
profag. Kemudian DNA bakteri mereplikasi untuk
melakukan pembelahan.
BACK NEXT
1
2
3
4
BACK NEXT
SEKIAN
dan
TERIMA KASIH

PowerPoint Replikasi Virus

  • 1.
  • 2.
    Oleh: XMIA 4 Kelompok 6 Tri Utari.HS  Resma Octavyanti  Rahayu Pratiwi  Risnawati  Samsidar  Safira NEXTBACK
  • 3.
    REPLIKASI VIRUS NEXTBACK Virus adalahparasit berukuran mikroskopik yng menginfeksi sel organisma biologis. Virus hanya dapat berkembang biak pada sel atau jaringan hidup. Oleh karena itu virus menginfeksi sel bakteri, sel hewan, dan sel tumbuhan untuk bereproduksi. Cara reproduksi virus disebut dengan proliferasi atau replikasi virus. Pada bakteriofage reproduksi virus dibedakan menjadi dua macam, yaitu daur litik dan daur lisogenik. namun pada prinsipnya cara perkembang biakan virus pada hewan maupun pada tumbuhan mirip dengan yang berlangsung pada bakteriofage.
  • 4.
  • 5.
    A. Daur Lisis/Litik 1.Fase adsorbsi (fase penempelan) Pada fase ini ditandai dengan melekatnya ekor virus pada sel bakteri. Setelah menempel virus mengeluarkan enzim lisoenzim (enzim penghancur) sehingga terbentuk lubang pada dinding bakteri unutu memasukan asam inti DNA NEXTBACK
  • 6.
    4. Fase asemblin(fase perakitan) NEXTBACK Bagian-bagian virus yang telah terbentuk oleh bakteri akan dirakit menjadi virus sempurna. 5. Fase litik (fase pemecahan sel inang) Ketika perakitan selesai, maka virus akan menghancurkan dinding sel bakteri dengan enzim lisoenzim, dan akhirnya virus akan mencari inang baru.
  • 7.
    2. Fase Injeksi(fase memasukkan asam inti) NEXTBACK setelah terbentuk lubang pada sel bakteri maka virus akan memasukkan asam initi yang berupa DNA ke dalam tubuh sel bakteri. Jadi kapsid virus tetap berada di luar sel bakteri dan berfungsi lagi. 3. Fase sintesis/replikasi (fase pembentukan) DNA virus mengambil alih tugas DNA bakteri dan mengunakan metabolik bakteri untuk menghasilkan kompenen kompenen virus, seperti kapsid, ekor serabut, dan kepala. Setiap kompenen fage kemudian bersatu dalam proses pematangan. Virus baru yang terbentuk dapat mencapai 200-1000 virus.
  • 8.
  • 9.
    B. Daur Lisogenik 1.Fase adsorbsi (fase penempelan) Pada fase ini ditandai dengan melekatnya ekor virus pada sel bakteri. Setelah menempel virus mengeluarkan enzim lisoenzim (enzim penghancur) sehingga terbentuk lubang pada dinding bakteri unutu memasukan asam inti. BACK NEXT
  • 10.
    2. Fase Injeksi BACKNEXT setelah terbentuk lubang pada sel bakteri maka virus akan memasukkan asam initi yang berupa DNA ke dalam tubuh sel bakteri. Jadi kapsid virus tetap berada di luar sel bakteri dan berfungsi lagi. 3. Fase Penggabungan/penyisipan Dalam menyisip ke DNA bakteri, DNA virus harus memutus DNA bakteri. Kemudian DNA virus menyisip diantara benang DNA bakteri yang terputus tersebut. Dengan kata lain, didalam DNA bakteri terkandung materi genetik virus.
  • 11.
    4. Fase Pembelahan Setelahmenyisip DNA virus yang tidak aktif disebut profag. Kemudian DNA bakteri mereplikasi untuk melakukan pembelahan. BACK NEXT
  • 12.
  • 13.