Tugas Nanomaterial
Ahmad Dzikrullah
24030114140097
Karakterisasi BET
Metode BET (Brunaur, Emmett and Teller) pertama kali ditemukan oleh
Stephen Brunauer, Paul Hugh Emmett, and Edward Teller pada tahun 1938. Metode
ini digunakan untuk permukaan yang datar (tidak ada lekukan) dan tidak ada batas
dalam setiap layer yang dapat digunakan dalam menjelaskan luas permukaan.
Metode ini digunakan berdasarkan asumsi bahwa pada setiap permukaan
mempunyai tingkat energi yang homogen (energi adsorpsi tidak mengalami
perubahan dengan adanya adsorpsi di layer yang sama) dan tidak ada interaksi
selama molekul teradsorpsi. BET sering juga disebut SAA (surface Area Analysis).
Surface Area Analyzer (SAA) merupakan salah satu alat utama dalam karakterisasi
material. Alat ini berfungsi untuk menentukan luas permukaan material, distribusi
pori dari material, dan isotherm adsorpsi suatu gas pada suatu bahan. Adsorbsi
adalah gejala pengumpulan molekul-molekul suatu zat pada permukaan zat lain,
sebagai akibat dari ketidakjenuhan gaya-gaya pada permukaaan zat tersebut. Proses
adsorpsi dalam larutan, jumlah zat teradsorpsi tergantung pada beberapa faktor,
yaitu jenis adsorben, jenis adsorbat, luas permukaan adsorben, konsentrasi zat
terlarut, dan temperatur Desorpsi adalah peristiwa pelepasan molekul, ion, dsb dr
permukaan zat padat sehingga molekul atau ion itu menjadi gas atau Desorpsi
adalah proses pelepasan kembali ion/molekul yang telah berikatan dengan gugus
aktif pada adsorben.
Prinsip kerja alat ini menggunakan mekanisme adsorpsi gas, pada umumnya
nitrogen, argon dan helium, pada permukaan suatu bahan padat yang akan
dikarakterisasi pada suhu konstan biasanya suhu didih dari gas tersebut. Alat
tersebut mengukur jumlah gas yang dapat diadsorb oleh suatu permukaan padatan
pada tekanan dan suhu tertentu. Alat ini hanya memerlukan sampel dalam jumlah
yang kecil. Biasanya berkisar 0.01 sampai 0.1 gram. Persiapan utama dari sampel
sebelum dianalisis adalah dengan menghilangkan gas–gas yang terserap
Tugas Nanomaterial
Ahmad Dzikrullah
24030114140097
(degassing). Alat ini terdiri dari dua bagian utama yaitu Degasser dan Analyzer .
Degasser berfungsi untuk memberikan perlakuan awal pada bahan uji sebelum
dianalisa. Fungsinya adalah untuk menghilangkan gas – gas yang terserap pada
permukaan padatan dengan cara memanaskan dalam kondisi vakum. Biasanya
degassing dilakukan selama 2 jam dengan suhu berkisar antara 200 – 300 oC
tergantung dari karakteristik bahan uji.
Tugas Nanomaterial
Ahmad Dzikrullah
24030114140097
Pada bidang nanomaterial BET dapat digunakan untuk mengukur ukuran
pori dan luas permukaan. Luas permukaan merupakan luasan yang ditempati satu
molekul adsorbat/zat terlarut yang merupakan fungsi langsung dari luas permukaan
sample. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa luas permukaan merupakan
jumlah pori disetiap satuan luas dari sample dan luas permukaan spesifiknya
merupakan luas permukaan per gram. Luas permukaan dipengaruhi oleh ukuran
partikel/pori, bentuk pori dan susunan pori dalam partikel. Pengukuran luas
permukaan zat padat dengan alat Surface Area Analyser merupakan metode
adsorpsi gas. Adsorpsi yang terjadi termasuk jenis adsorpsi fisik dan merupakan
jenis adsorpsi system gas padat. Adsorpsi gas dengan zat padat berlangsung pada
temperatur nitrogen cair (-197oC). Zat yang menyerap disebut adsorben dan zat
yang terserap disebut adsorbat

Karakterisasi bet

  • 1.
    Tugas Nanomaterial Ahmad Dzikrullah 24030114140097 KarakterisasiBET Metode BET (Brunaur, Emmett and Teller) pertama kali ditemukan oleh Stephen Brunauer, Paul Hugh Emmett, and Edward Teller pada tahun 1938. Metode ini digunakan untuk permukaan yang datar (tidak ada lekukan) dan tidak ada batas dalam setiap layer yang dapat digunakan dalam menjelaskan luas permukaan. Metode ini digunakan berdasarkan asumsi bahwa pada setiap permukaan mempunyai tingkat energi yang homogen (energi adsorpsi tidak mengalami perubahan dengan adanya adsorpsi di layer yang sama) dan tidak ada interaksi selama molekul teradsorpsi. BET sering juga disebut SAA (surface Area Analysis). Surface Area Analyzer (SAA) merupakan salah satu alat utama dalam karakterisasi material. Alat ini berfungsi untuk menentukan luas permukaan material, distribusi pori dari material, dan isotherm adsorpsi suatu gas pada suatu bahan. Adsorbsi adalah gejala pengumpulan molekul-molekul suatu zat pada permukaan zat lain, sebagai akibat dari ketidakjenuhan gaya-gaya pada permukaaan zat tersebut. Proses adsorpsi dalam larutan, jumlah zat teradsorpsi tergantung pada beberapa faktor, yaitu jenis adsorben, jenis adsorbat, luas permukaan adsorben, konsentrasi zat terlarut, dan temperatur Desorpsi adalah peristiwa pelepasan molekul, ion, dsb dr permukaan zat padat sehingga molekul atau ion itu menjadi gas atau Desorpsi adalah proses pelepasan kembali ion/molekul yang telah berikatan dengan gugus aktif pada adsorben. Prinsip kerja alat ini menggunakan mekanisme adsorpsi gas, pada umumnya nitrogen, argon dan helium, pada permukaan suatu bahan padat yang akan dikarakterisasi pada suhu konstan biasanya suhu didih dari gas tersebut. Alat tersebut mengukur jumlah gas yang dapat diadsorb oleh suatu permukaan padatan pada tekanan dan suhu tertentu. Alat ini hanya memerlukan sampel dalam jumlah yang kecil. Biasanya berkisar 0.01 sampai 0.1 gram. Persiapan utama dari sampel sebelum dianalisis adalah dengan menghilangkan gas–gas yang terserap
  • 2.
    Tugas Nanomaterial Ahmad Dzikrullah 24030114140097 (degassing).Alat ini terdiri dari dua bagian utama yaitu Degasser dan Analyzer . Degasser berfungsi untuk memberikan perlakuan awal pada bahan uji sebelum dianalisa. Fungsinya adalah untuk menghilangkan gas – gas yang terserap pada permukaan padatan dengan cara memanaskan dalam kondisi vakum. Biasanya degassing dilakukan selama 2 jam dengan suhu berkisar antara 200 – 300 oC tergantung dari karakteristik bahan uji.
  • 3.
    Tugas Nanomaterial Ahmad Dzikrullah 24030114140097 Padabidang nanomaterial BET dapat digunakan untuk mengukur ukuran pori dan luas permukaan. Luas permukaan merupakan luasan yang ditempati satu molekul adsorbat/zat terlarut yang merupakan fungsi langsung dari luas permukaan sample. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa luas permukaan merupakan jumlah pori disetiap satuan luas dari sample dan luas permukaan spesifiknya merupakan luas permukaan per gram. Luas permukaan dipengaruhi oleh ukuran partikel/pori, bentuk pori dan susunan pori dalam partikel. Pengukuran luas permukaan zat padat dengan alat Surface Area Analyser merupakan metode adsorpsi gas. Adsorpsi yang terjadi termasuk jenis adsorpsi fisik dan merupakan jenis adsorpsi system gas padat. Adsorpsi gas dengan zat padat berlangsung pada temperatur nitrogen cair (-197oC). Zat yang menyerap disebut adsorben dan zat yang terserap disebut adsorbat