Kalimat dan
Kalimat Efektif
Jafar Fakhrurozi, S.Pd., M.Hum.
Bahasa Indonesia
Tujuan Pembelajaran
Menjelaskan fungsi predikat, subjek,
objek, pelengkap, dan keterangan dalam
kalimat;
Menyusun kalimat dan membuat
perluasannya;
Membedakan kalimat berdasarkan
bentuk dan fungsinya.
Mahasiswa dapat menggunakan kalimat
efektif secara lisan maupun tertulis.
Materi
Satuan bahasa berupa kata atau
rangkaian kata yang memiliki struktur
minimal subjek dan predikat serta
menyatakan makna yang lengkap.
Apa itu Kalimat?
Struktur Kalimat
Subjek
Predikat
Pelengkap
Objek
Keterangan
Subjek
AYAHKU sedang melukis.
YANG BERBAJU BATIK dosen saya.
Subjek adalahunsur yang mewakili seseorang yang
melakukan perbuatan atau aktivitas tertentu. Secara umum
berupa kata benda semisal nama seseorang, sapaan
seseorang, hewan, benda, tumbuhan, dan lain sebagainya.
Predikat
Predikat merupakan unsur yang dinyatakan sebagai perbuatan atau
aktivitas yang dilakukan oleh subyek (S).
Ayahku SEDANG MELUKIS
Saya SUKA Singkong
Objek
merupakan unsur kalimat yang dikenai perbuatan atau tindakan oleh
subyek (S). sama halnya dengan subyek (S), obyek juga berupa kata
benda. Dalam kalimat pasif obyek bisa berubah menjadi subyek.
Sebaliknya jika kalimat tersebut adalah kalimat aktif maka subyek
bisa berubah menjadi obyek.
Kami belajar BAHASA INDONESIA.
Saya menendang BOLA dengan keras
Keterangan
Keterangan adalah unsur dalam kalimat yang berfungsi untuk
menerangkan keseluruhan bagian kalimat. Adanya keterangan pada
suatu kalimat akan menjelaskan bagaimana, kapan, dan di mana
peristiwa dalam kalimat tersebut. Suatu keterangan dapat terletak di
mana saja.
PAGI-PAGI SEKALI kami berlari
Saya bermain bola DI LAPANGAN
Pelengkap
Pelengkap berfungsi untuk melengkapi unsur kalimat lainnya seperti subjek,
predikat, dan ojek.
1.Pelengkap tidak dapat diubah menjadi subjek
Ibu membuatkan adik bubur ayam ketika sakit.
2. Unsur pelengkap dapat berupa nomina, frasa, ataupun klausa
Ayah membelikan adik sepeda baru.
Para pejuang itu bersenjatakan bambu runcing.
Ayah berpendapat bahwa semua anaknya harus bekerja keras.
3. Posisinya di belakang predikat
Bu Rahmi berjualan ketupat tahu.
S P Pel
1. SP : - Mahasiswa itu cantik.
- Bumi berputar.
2. SPO : Saya mencintai bahasa Indonesia.
3. SPPel : Mahasiswa itu menjadi asisten dosen.
4. SPOPel : Dosen mengajari kami tata bahasa.
5. SPK : Materi ini terdapat dalam buku
Sintaksis.
6. SPOK : Kami mempelajari bahasa Indonesia di
kelas.
Pola Dasar Kalimat
Jenis
Kalimat
Fungsi
isinya
Kelengkapan
unsurnya
tunggal
majemuk
setara
bertingkat
Nominal
Ajektival
Verbal
Numeral
Berita
Perintah
Tanya
Seru
Emfatik
Jumlah
klausa
Susunan S-P
inversi
versi
mayor
minor
1. Kalimat tunggal : Kalimat yang terdiri atas satu
klausa.
2. Kalimat majemuk : Kalimat yang terdiri atas
dua klausa atau lebih yang saling berhubungan.
a. Kalimat Majemuk Setara (KMS)
Ciri: 1. dibentuk dari dua /lebih kalimat tunggal.
2. kedudukan tiap kalimat sederajat.
Penanda hubungan/konjungsi dalam kalimat
majemuk setara:
a. Penggabungan : dan, serta, baik, maupun.
b. Pertentangan : tetapi, sedangkan, namun, melainkan
c. Pilihan : atau
d. Urutan : lalu, kemudian, lantas
b. Kalimat Majemuk Bertingkat (KMB)
Ciri: 1. Kalimat yang hubungan pola-polanya tidak sederajat.
2. Bagian kalimatnya terdiri atas klausa utama (induk
kalimat) dan klausa sematan (anak kalimat).
1. Waktu : hingga, sebelum, ketika, sejak,
setelah
2. Sebab : karena, sebab
3. Akibat : hingga, sehingga, maka
4. Syarat : jika, asalkan, apabila, andaikata,
kalau
5. Perlawanan : meskipun, walaupun
6. Pengandaian : andaikata, seandainya
7. Tujuan : agar, supaya, untuk, biar
8. Perbandingan : seperti, laksana,
Penanda hubungan/konjungsi dalam
kalimat majemuk bertingkat
9. Pembatasan : kecuali, selain
10. Alat :dengan, tanpa
11. Kesertaan : dengan + orang
12. Konsesif : walau(pun), meski(pun),
sekali(pun), biar(pun),
kendati(pun), sungguh(pun)
13. Kemiripan : seolah-olah, seakan-akan.
14. Kenyataan : padahal, nyatanya
15. penjelasan/
kelengkapan : bahwa
Penanda hubungan/konjungsi dalam
kalimat majemuk bertingkat
Kalimat minor: kalimat yang ditampilkan dengan unsur-
unsur yang tidak lengkap.
Kalimat mayor: kalimat yang ditampilkan dengan unsur-
unsur yang lengkap.
Kalimat Berdasarkan Susunan S-P
Kalimat Versi: kalimat yang susunan polanya sesuai dengan
struktur bahasa Indonesia.
Kalimat Inversi : Kalimat yang predikatnya mendahului
subjek sehingga terbentuk pola P-S
Kalimat Berdasarkan Kelengkapan
Unsurnya
Kalimat Efektif
Kalimat yang dapat mewakili pikiran
penulis atau pembicara secara tepat
sehingga pendengar/pembaca dapat
memahami pikiran tersebut dengan
mudah, jelas dan lengkap seperti apa yang
dimaksud oleh penulis atau pembicara.
1. Secara tepat mewakili pikiran pembicara atau
penulisnya.
2. Mengemukakan pemahaman yang sama
tepatnya antara pikiran pendengar atau
pembaca dengan yang dipikirkan pembicara
atau penulisnya.
Syarat-Syarat Kalimat Efektif
CIRI-CIRI
KALIMAT
EFEKTIF
Kesatuan
Kepaduan
Kelogisan
Kesejajaran
Ketepatan
Kehematan
Dalam sebuah pernyataan terdapat satu ide pokok, sehingga
informasi yang disampaikan tidak terpecah.
Contoh kalimat yang jelas kesatuannya :
Berdasarkan agenda sekretaris, manajer personalia akan
memberi pengarahan kepada pegawai baru.
Contoh kalimat yang tidak jelas kesatuan gagasannya :
Berdasarkan agenda sekretaris manajer personalia akan
memberi pengarahan kepada pegawai baru.
(tidak jelas siapa yang memberi pengarahan).
Kesatuan
Adanya hubungan yang padu antar unsur-unsur pembentuk
kalimat. Suatu kalimat bisa dikatakan memenuhi koherensi bila
terdapat subjek, objek, predikat dan keterangan di dalam kalimat
tersebut.
Contoh kalimat yang koheren:
Setiap pengemudi mobil harus memiliki surat izin mengemudi.
` Contoh kalimat yang tidak koheren :
Kepada setiap pengemudi mobil harus memiliki surat izin
mengemudi. (tidak memiliki subjek / subjeknya tidak jelas)
Kepaduan (koherensi)
Adanya kesejajaran pola atau susunan kata
dan frasa yang dipakai dalam kalimat.
Contoh kalimat yang paralel :
Kakakmu menjadi dosen atau menjadi
pengusaha?
Contoh kalimat yang tidak paralel :
Kakakmu menjadi dosen atau sebagai
pengusaha ?
Keparalelan (Kesejajaran)
Adanya kesesuaian/kecocokan pemakaian unsur-unsur yang
membangun suatu kalimat sehingga terbentuk pengertian yang
bulat dan pasti.
Con toh kalimat yang memiliki ketepatan :
Adapun tujuan dari acara ini adalah membumikan bahasa
Indonesia sebagai bahasa negara.
Contoh kalimat yang tidak memiliki ketepatan:
Adapun tujuan daripada acara ini adalah membumikan bahasa
Indonesia sebagai bahasa negara.
Ketepatan
Adanya upaya menghindari pemakaian kata yang tidak perlu,
artinya tidak memakai kata-kata yang mubazir, tidak mengulang
subjek, tidak menjamakkan kata yang memang sudah berbentuk
jamak.
Contoh kalimat yang hemat kata :
Saya melihat sendiri mahasiswa itu belajar dari pagi sampai
petang.
Contoh kalimat yang tidak hemat kata :
Saya melihatnya dengan mata kepala saya sendiri mahasiswa itu
belajar seharian dari pagi sampai petang.
Kehematan
Unsur-unsur kalimat memiliki hubungan yang logis atau masuk
akal. Ide atau gagasan yang menjiwai kalimat/pernyataan harus
mengandung kelogisan.
Contoh kaliamat yang tidak logis :
Kambing sangat senang bermain hujan.
(Padahal kambing tergolong binatang anti air).
Kepada Bapak Dekan, waktu dan tempat kami persilakan.
(Waktu dan tempat tidak perlu dipersilakan).
Kelogisan
Kasus kalimat tidak efektif
1. Penggunaan dua kata yang memiliki arti sama
Sejak dari usia delapan tahun ia telah ditinggalkan
ayahnya.
(sejak usia delapan tahun ia telah ditinggal ayahnya )
2. Penggunaan kata berlebih yang mengganggu struktur
kalimat
Kepada yang bersalah harus dijatuhi hukuman setimpal
(yang bersalah harus dijatuhi hukuman setimpal)
3. Penggunaan imbuhan yang kacau
  Ia diperingati oleh Rektor agar tidak mengulangi kesalahannya
(Ia diperingatkan oleh Rektor agar tidak mengulangi 
kesalahannya)
4. Kalimat tak selesai
Rumah yang besar yang terbakar itu.
(Rumah yang besar itu terbakar )
5. Penggunaan kata dengan struktur dan ejaan yang tidak baku
Kita harus bisa merubah kebiasaan yang buruk
(Kita harus bisa mengubah kebiasaan yang buruk )
6.  Penggunaan tidak tepat kata “di mana” dan “yang mana”
Rumah sakit di mana orang-orang mencari kesembuhan harus 
selalu bersih.
(Rumah sakit tempat orang-orang mencari kesembuhan harus 
selalu bersih)
7.  Penggunaan kata “daripada” yang tidak tepat
Seseorang daripada pembantunya pulang ke kampong 
kemarin
(Seorang di antara pembantunya pulang ke kampong kemarin)
8. Pilihan kata yang tidak tepat
    Dalam kunjungan itu Presiden Yudhoyono 
menyempatkan waktu untuk berbincang-
     bincang  dengan mayarakat.
    (Dalam kunjungan itu Presiden Yudhoyono 
menyempatkan diri untuk berbincang-
bincang dengan masyarakat )
JENIS KESALAHAN DALAM
MENYUSUN KALIMAT
1. Pelonastis ( pemakaian kata yeng berlebihan /
mubazir)
Contoh : Banyak tombol-tombol yang anda gunakan
=> Banyak tombol yang dapat anda gunakan
2. Kontaminasi
Contoh : fitur terbarunya Adobe Photoshop ini lebih
menarik
=> Fitur terbaru Adobe Photoshop ini lebih menarik
3. Salah pemilihan kata
Contoh : Saya mengetahui kalau ia kecewa.
=> Saya mengetahui bahwa ia kecewa
4. Salah nalar
Contoh : Dia sedang mengambil absen.
=> Dia sedang mengambil daftar hadir.
5. Interferensi (pengaruh bahasa asing atau daerah)
Contoh : Anak-anak sudah pada datang
=> Anak-anak sudah datang
5. Kata depan yang tidak perlu
Contoh : Di program ini menyediakan berbagai 
fitur baru
=>Progran ini menyediakan berbagai fitur baru.
TERIMA KASIH

Kalimat dan kalimat_efektif

  • 1.
    Kalimat dan Kalimat Efektif JafarFakhrurozi, S.Pd., M.Hum. Bahasa Indonesia
  • 2.
    Tujuan Pembelajaran Menjelaskan fungsipredikat, subjek, objek, pelengkap, dan keterangan dalam kalimat; Menyusun kalimat dan membuat perluasannya; Membedakan kalimat berdasarkan bentuk dan fungsinya. Mahasiswa dapat menggunakan kalimat efektif secara lisan maupun tertulis.
  • 3.
  • 4.
    Satuan bahasa berupakata atau rangkaian kata yang memiliki struktur minimal subjek dan predikat serta menyatakan makna yang lengkap. Apa itu Kalimat?
  • 5.
  • 6.
    Subjek AYAHKU sedang melukis. YANGBERBAJU BATIK dosen saya. Subjek adalahunsur yang mewakili seseorang yang melakukan perbuatan atau aktivitas tertentu. Secara umum berupa kata benda semisal nama seseorang, sapaan seseorang, hewan, benda, tumbuhan, dan lain sebagainya.
  • 7.
    Predikat Predikat merupakan unsuryang dinyatakan sebagai perbuatan atau aktivitas yang dilakukan oleh subyek (S). Ayahku SEDANG MELUKIS Saya SUKA Singkong
  • 8.
    Objek merupakan unsur kalimatyang dikenai perbuatan atau tindakan oleh subyek (S). sama halnya dengan subyek (S), obyek juga berupa kata benda. Dalam kalimat pasif obyek bisa berubah menjadi subyek. Sebaliknya jika kalimat tersebut adalah kalimat aktif maka subyek bisa berubah menjadi obyek. Kami belajar BAHASA INDONESIA. Saya menendang BOLA dengan keras
  • 9.
    Keterangan Keterangan adalah unsurdalam kalimat yang berfungsi untuk menerangkan keseluruhan bagian kalimat. Adanya keterangan pada suatu kalimat akan menjelaskan bagaimana, kapan, dan di mana peristiwa dalam kalimat tersebut. Suatu keterangan dapat terletak di mana saja. PAGI-PAGI SEKALI kami berlari Saya bermain bola DI LAPANGAN
  • 10.
    Pelengkap Pelengkap berfungsi untukmelengkapi unsur kalimat lainnya seperti subjek, predikat, dan ojek. 1.Pelengkap tidak dapat diubah menjadi subjek Ibu membuatkan adik bubur ayam ketika sakit. 2. Unsur pelengkap dapat berupa nomina, frasa, ataupun klausa Ayah membelikan adik sepeda baru. Para pejuang itu bersenjatakan bambu runcing. Ayah berpendapat bahwa semua anaknya harus bekerja keras. 3. Posisinya di belakang predikat Bu Rahmi berjualan ketupat tahu. S P Pel
  • 11.
    1. SP :- Mahasiswa itu cantik. - Bumi berputar. 2. SPO : Saya mencintai bahasa Indonesia. 3. SPPel : Mahasiswa itu menjadi asisten dosen. 4. SPOPel : Dosen mengajari kami tata bahasa. 5. SPK : Materi ini terdapat dalam buku Sintaksis. 6. SPOK : Kami mempelajari bahasa Indonesia di kelas. Pola Dasar Kalimat
  • 12.
  • 13.
    1. Kalimat tunggal: Kalimat yang terdiri atas satu klausa. 2. Kalimat majemuk : Kalimat yang terdiri atas dua klausa atau lebih yang saling berhubungan. a. Kalimat Majemuk Setara (KMS) Ciri: 1. dibentuk dari dua /lebih kalimat tunggal. 2. kedudukan tiap kalimat sederajat.
  • 14.
    Penanda hubungan/konjungsi dalamkalimat majemuk setara: a. Penggabungan : dan, serta, baik, maupun. b. Pertentangan : tetapi, sedangkan, namun, melainkan c. Pilihan : atau d. Urutan : lalu, kemudian, lantas b. Kalimat Majemuk Bertingkat (KMB) Ciri: 1. Kalimat yang hubungan pola-polanya tidak sederajat. 2. Bagian kalimatnya terdiri atas klausa utama (induk kalimat) dan klausa sematan (anak kalimat).
  • 15.
    1. Waktu :hingga, sebelum, ketika, sejak, setelah 2. Sebab : karena, sebab 3. Akibat : hingga, sehingga, maka 4. Syarat : jika, asalkan, apabila, andaikata, kalau 5. Perlawanan : meskipun, walaupun 6. Pengandaian : andaikata, seandainya 7. Tujuan : agar, supaya, untuk, biar 8. Perbandingan : seperti, laksana, Penanda hubungan/konjungsi dalam kalimat majemuk bertingkat
  • 16.
    9. Pembatasan :kecuali, selain 10. Alat :dengan, tanpa 11. Kesertaan : dengan + orang 12. Konsesif : walau(pun), meski(pun), sekali(pun), biar(pun), kendati(pun), sungguh(pun) 13. Kemiripan : seolah-olah, seakan-akan. 14. Kenyataan : padahal, nyatanya 15. penjelasan/ kelengkapan : bahwa Penanda hubungan/konjungsi dalam kalimat majemuk bertingkat
  • 17.
    Kalimat minor: kalimatyang ditampilkan dengan unsur- unsur yang tidak lengkap. Kalimat mayor: kalimat yang ditampilkan dengan unsur- unsur yang lengkap. Kalimat Berdasarkan Susunan S-P Kalimat Versi: kalimat yang susunan polanya sesuai dengan struktur bahasa Indonesia. Kalimat Inversi : Kalimat yang predikatnya mendahului subjek sehingga terbentuk pola P-S Kalimat Berdasarkan Kelengkapan Unsurnya
  • 18.
    Kalimat Efektif Kalimat yangdapat mewakili pikiran penulis atau pembicara secara tepat sehingga pendengar/pembaca dapat memahami pikiran tersebut dengan mudah, jelas dan lengkap seperti apa yang dimaksud oleh penulis atau pembicara.
  • 19.
    1. Secara tepatmewakili pikiran pembicara atau penulisnya. 2. Mengemukakan pemahaman yang sama tepatnya antara pikiran pendengar atau pembaca dengan yang dipikirkan pembicara atau penulisnya. Syarat-Syarat Kalimat Efektif
  • 20.
  • 21.
    Dalam sebuah pernyataanterdapat satu ide pokok, sehingga informasi yang disampaikan tidak terpecah. Contoh kalimat yang jelas kesatuannya : Berdasarkan agenda sekretaris, manajer personalia akan memberi pengarahan kepada pegawai baru. Contoh kalimat yang tidak jelas kesatuan gagasannya : Berdasarkan agenda sekretaris manajer personalia akan memberi pengarahan kepada pegawai baru. (tidak jelas siapa yang memberi pengarahan). Kesatuan
  • 22.
    Adanya hubungan yangpadu antar unsur-unsur pembentuk kalimat. Suatu kalimat bisa dikatakan memenuhi koherensi bila terdapat subjek, objek, predikat dan keterangan di dalam kalimat tersebut. Contoh kalimat yang koheren: Setiap pengemudi mobil harus memiliki surat izin mengemudi. ` Contoh kalimat yang tidak koheren : Kepada setiap pengemudi mobil harus memiliki surat izin mengemudi. (tidak memiliki subjek / subjeknya tidak jelas) Kepaduan (koherensi)
  • 23.
    Adanya kesejajaran polaatau susunan kata dan frasa yang dipakai dalam kalimat. Contoh kalimat yang paralel : Kakakmu menjadi dosen atau menjadi pengusaha? Contoh kalimat yang tidak paralel : Kakakmu menjadi dosen atau sebagai pengusaha ? Keparalelan (Kesejajaran)
  • 24.
    Adanya kesesuaian/kecocokan pemakaianunsur-unsur yang membangun suatu kalimat sehingga terbentuk pengertian yang bulat dan pasti. Con toh kalimat yang memiliki ketepatan : Adapun tujuan dari acara ini adalah membumikan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara. Contoh kalimat yang tidak memiliki ketepatan: Adapun tujuan daripada acara ini adalah membumikan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara. Ketepatan
  • 25.
    Adanya upaya menghindaripemakaian kata yang tidak perlu, artinya tidak memakai kata-kata yang mubazir, tidak mengulang subjek, tidak menjamakkan kata yang memang sudah berbentuk jamak. Contoh kalimat yang hemat kata : Saya melihat sendiri mahasiswa itu belajar dari pagi sampai petang. Contoh kalimat yang tidak hemat kata : Saya melihatnya dengan mata kepala saya sendiri mahasiswa itu belajar seharian dari pagi sampai petang. Kehematan
  • 26.
    Unsur-unsur kalimat memilikihubungan yang logis atau masuk akal. Ide atau gagasan yang menjiwai kalimat/pernyataan harus mengandung kelogisan. Contoh kaliamat yang tidak logis : Kambing sangat senang bermain hujan. (Padahal kambing tergolong binatang anti air). Kepada Bapak Dekan, waktu dan tempat kami persilakan. (Waktu dan tempat tidak perlu dipersilakan). Kelogisan
  • 27.
    Kasus kalimat tidakefektif 1. Penggunaan dua kata yang memiliki arti sama Sejak dari usia delapan tahun ia telah ditinggalkan ayahnya. (sejak usia delapan tahun ia telah ditinggal ayahnya ) 2. Penggunaan kata berlebih yang mengganggu struktur kalimat Kepada yang bersalah harus dijatuhi hukuman setimpal (yang bersalah harus dijatuhi hukuman setimpal)
  • 28.
    3. Penggunaan imbuhan yang kacau   Ia diperingatioleh Rektor agar tidak mengulangi kesalahannya (Ia diperingatkan oleh Rektor agar tidak mengulangi  kesalahannya) 4. Kalimat tak selesai Rumah yang besar yang terbakar itu. (Rumah yang besar itu terbakar ) 5. Penggunaan kata dengan struktur dan ejaan yang tidak baku Kita harus bisa merubah kebiasaan yang buruk (Kita harus bisa mengubah kebiasaan yang buruk )
  • 29.
  • 30.
  • 31.
    JENIS KESALAHAN DALAM MENYUSUNKALIMAT 1. Pelonastis ( pemakaian kata yeng berlebihan / mubazir) Contoh : Banyak tombol-tombol yang anda gunakan => Banyak tombol yang dapat anda gunakan 2. Kontaminasi Contoh : fitur terbarunya Adobe Photoshop ini lebih menarik => Fitur terbaru Adobe Photoshop ini lebih menarik
  • 32.
    3. Salah pemilihankata Contoh : Saya mengetahui kalau ia kecewa. => Saya mengetahui bahwa ia kecewa 4. Salah nalar Contoh : Dia sedang mengambil absen. => Dia sedang mengambil daftar hadir. 5. Interferensi (pengaruh bahasa asing atau daerah) Contoh : Anak-anak sudah pada datang => Anak-anak sudah datang
  • 33.
    5. Kata depanyang tidak perlu Contoh : Di program ini menyediakan berbagai  fitur baru =>Progran ini menyediakan berbagai fitur baru.
  • 34.