ITP 
IDIOPATIK THROMBOSITOPENIK 
PURPURA 
Oleh : Ariandita Cahyaning Atias 
STIKes Harapan Bangsa 
Purwokerto
PENGERTIAN ITP 
Idiopatik Trombositopenia Purpura (ITP) 
adalah suatu gangguan autoimun yang 
ditandai dengan trombositopenia yang 
menetap (angka trombosit darah perifer kurang 
dari 150.000/mL) akibat autoantibodi yang 
mengikat antigen trombosit menyebabkan 
destruksi prematur trombosit dalam sistem 
retikuloendotel terutama di limpa (Ilmu 
Penyakit Dalam, IPD 2006)
KLASIFIKASI 
 ITP AKUT 
jika waktu terjadi kurang dari 6 bulan, Akut 
ITP sering terjadi pada anak-anak . 
 ITP KRONIK 
jika waktu terjadi lebih dari 6 bulan. kronik 
ITP sering terjadi pada dewasa
TANDA DAN GEJALA 
 Manifestasi perdarahan (ekimosis multipel, 
petekie, epistaksis). 
 Bintik-bintik merah pada kulit (terutama di 
daerah kaki) 
 Memar atau daerah kebiruan pada kulit atau 
membran mukosa (seperti di bawah mulut) 
disebabkan pendarahan di bawah kulit. 
 hematoma
Lanjutan… 
 Hidung mengeluarkan darah atau 
pendarahan pada gusi. 
 Ada darah pada urin dan feses. 
 Beberapa macam pendarahan yang sukar 
dihentikan dapat menjadi tanda ITP.
PATOFISIOLOGI 
Kerusakan trombosit pada ITP melibatkan 
autoantibody terhadap gliko protein yang 
terdapat pada membran trombosit. 
Penghancuran terjadi terhadap trombosit 
yang diselimuti antibody, hal tersebut 
dilakukan oleh magkrofag yang terdapat 
pada limpa dan organ retikulo endotelial 
lainnya.
Megakariosit pada sumsum tulang bisa 
normal atau meningkat pada ITP. 
Sedangkan kadar trombopoitein dalam 
plasma, yang merupakan progenitor 
proliferasi dan maturasi dari trombosit 
mengalami penurunan yang berarti, terutama 
pada ITP kronis.
ETIOLOGI 
Penyebab dari ITP tidak diketahui secara 
pasti, mekanisme yang terjadi melalui 
pembentukan antibodi yang menyerang sel 
trombosit, sehingga sel trombosit mati
Penyakit ini diduga melibatkan reaksi 
autoimun, dimana tubuh menghasilkan 
antibodi yang menyerang trombositnya 
sendiri. Dalam kondisi normal, antibodi 
adalah respons tubuh yang sehat terhadap 
bakteri atau virus yang masuk ke dalam 
tubuh. Tetapi untuk penderita ITP, 
antibodinya bahkan menyerang sel-sel 
keping darah tubuhnya sendiri.
ITP kemungkinan juga disebabkan oleh 
hipersplenisme, infeksi virus, intoksikasi 
makanan atau obat atau bahan kimia, 
pengaruh fisis (radiasi, panas), kekurangan 
factor pematangan (misalnya malnutrisi), 
koagulasi intravascular diseminata (KID), 
autoimun.
PEMERIKSAAN PENUNJANG 
 Pemeriksaan darah rutin 
 Gambaran sumsum tulang 
 Pemeriksaan sumsum tulang 
 Uji penapisan koagulasi 
 Pemeriksaan imunologi
PENATALAKSANAAN 
1. ITP AKUT 
 tanpa pengobatan, karena dapat sembuh 
secara spontan. 
 pada keadaan yang berat dapat diberikan 
kortikosteraid (prednison) peroral dengan 
atau tanpa transfusi darah.
 Bila setelah 2 minggu tanpa pengobata 
belum terlihat tanda kenaikan jumlah 
trombosit, dapat dianjurkan pemberian 
kortikosteroid karena biasanya perjalanan 
penyakit sudah menjurus kepada ITP 
menahun. 
 Bila keadaan sangat gawat (perdarahan 
otak) hendaknya diberikan tranfusi suspensi 
trombosit.
2. ITP MENAHUN 
 kortikosteroid, diberikan selama 6 bulan 
 obat imunosupresif (misalnya 6- 
merkaptopurin, azation, siklofosfamid). 
 splenekotomi dianjurkan bila tidak diperoleh 
hasil dengan penambahan obat 
iminosupresif selama 2-3 bulan
 Kasus ini seperti dianggap telah resisten 
terhadap prednison dan obat imunosupresif, 
sebagai akibat produks antibodi terhadap 
trombosit yang berlebihan oleh limpa. 
Splenektomi seharusnya dikerjaka dalam 
waktu 1 tahun sejak permulaan timbulnya 
penyakit,
KOMPLIKASI 
 Perdarahan intrakranial (pada kepala). 
Ini penyebab utama kematian penderita ITP. 
 Kehilangan darah yang luar biasa dari 
saluran pencernaan 
 efek samping dari kortikosteroid infeksi 
pneumococcal. Infeksi ini biasanya didapat 
setelah pasien mendapat terapi splenektomi. 
umumnya akan mengalami demam sekitar 
38.8 C.
TERIMA KASIH

ITP (IDIOPATIK THROMBOSITOPENIK PURPURA)

  • 1.
    ITP IDIOPATIK THROMBOSITOPENIK PURPURA Oleh : Ariandita Cahyaning Atias STIKes Harapan Bangsa Purwokerto
  • 2.
    PENGERTIAN ITP IdiopatikTrombositopenia Purpura (ITP) adalah suatu gangguan autoimun yang ditandai dengan trombositopenia yang menetap (angka trombosit darah perifer kurang dari 150.000/mL) akibat autoantibodi yang mengikat antigen trombosit menyebabkan destruksi prematur trombosit dalam sistem retikuloendotel terutama di limpa (Ilmu Penyakit Dalam, IPD 2006)
  • 3.
    KLASIFIKASI  ITPAKUT jika waktu terjadi kurang dari 6 bulan, Akut ITP sering terjadi pada anak-anak .  ITP KRONIK jika waktu terjadi lebih dari 6 bulan. kronik ITP sering terjadi pada dewasa
  • 4.
    TANDA DAN GEJALA  Manifestasi perdarahan (ekimosis multipel, petekie, epistaksis).  Bintik-bintik merah pada kulit (terutama di daerah kaki)  Memar atau daerah kebiruan pada kulit atau membran mukosa (seperti di bawah mulut) disebabkan pendarahan di bawah kulit.  hematoma
  • 6.
    Lanjutan…  Hidungmengeluarkan darah atau pendarahan pada gusi.  Ada darah pada urin dan feses.  Beberapa macam pendarahan yang sukar dihentikan dapat menjadi tanda ITP.
  • 8.
    PATOFISIOLOGI Kerusakan trombositpada ITP melibatkan autoantibody terhadap gliko protein yang terdapat pada membran trombosit. Penghancuran terjadi terhadap trombosit yang diselimuti antibody, hal tersebut dilakukan oleh magkrofag yang terdapat pada limpa dan organ retikulo endotelial lainnya.
  • 9.
    Megakariosit pada sumsumtulang bisa normal atau meningkat pada ITP. Sedangkan kadar trombopoitein dalam plasma, yang merupakan progenitor proliferasi dan maturasi dari trombosit mengalami penurunan yang berarti, terutama pada ITP kronis.
  • 10.
    ETIOLOGI Penyebab dariITP tidak diketahui secara pasti, mekanisme yang terjadi melalui pembentukan antibodi yang menyerang sel trombosit, sehingga sel trombosit mati
  • 11.
    Penyakit ini didugamelibatkan reaksi autoimun, dimana tubuh menghasilkan antibodi yang menyerang trombositnya sendiri. Dalam kondisi normal, antibodi adalah respons tubuh yang sehat terhadap bakteri atau virus yang masuk ke dalam tubuh. Tetapi untuk penderita ITP, antibodinya bahkan menyerang sel-sel keping darah tubuhnya sendiri.
  • 12.
    ITP kemungkinan jugadisebabkan oleh hipersplenisme, infeksi virus, intoksikasi makanan atau obat atau bahan kimia, pengaruh fisis (radiasi, panas), kekurangan factor pematangan (misalnya malnutrisi), koagulasi intravascular diseminata (KID), autoimun.
  • 13.
    PEMERIKSAAN PENUNJANG Pemeriksaan darah rutin  Gambaran sumsum tulang  Pemeriksaan sumsum tulang  Uji penapisan koagulasi  Pemeriksaan imunologi
  • 14.
    PENATALAKSANAAN 1. ITPAKUT  tanpa pengobatan, karena dapat sembuh secara spontan.  pada keadaan yang berat dapat diberikan kortikosteraid (prednison) peroral dengan atau tanpa transfusi darah.
  • 15.
     Bila setelah2 minggu tanpa pengobata belum terlihat tanda kenaikan jumlah trombosit, dapat dianjurkan pemberian kortikosteroid karena biasanya perjalanan penyakit sudah menjurus kepada ITP menahun.  Bila keadaan sangat gawat (perdarahan otak) hendaknya diberikan tranfusi suspensi trombosit.
  • 16.
    2. ITP MENAHUN  kortikosteroid, diberikan selama 6 bulan  obat imunosupresif (misalnya 6- merkaptopurin, azation, siklofosfamid).  splenekotomi dianjurkan bila tidak diperoleh hasil dengan penambahan obat iminosupresif selama 2-3 bulan
  • 17.
     Kasus iniseperti dianggap telah resisten terhadap prednison dan obat imunosupresif, sebagai akibat produks antibodi terhadap trombosit yang berlebihan oleh limpa. Splenektomi seharusnya dikerjaka dalam waktu 1 tahun sejak permulaan timbulnya penyakit,
  • 18.
    KOMPLIKASI  Perdarahanintrakranial (pada kepala). Ini penyebab utama kematian penderita ITP.  Kehilangan darah yang luar biasa dari saluran pencernaan  efek samping dari kortikosteroid infeksi pneumococcal. Infeksi ini biasanya didapat setelah pasien mendapat terapi splenektomi. umumnya akan mengalami demam sekitar 38.8 C.
  • 19.