MENINGITIS
Dwi Kartika R
Nursing Department of
STIKES A.Yani
Yogyakarta
Definisi
Meningitis adalah inflamasi pada selaput
pembungkus otak/ meningen
Meningen adalah membran yang melapisi
seluruh sistem saraf pusat meliputi otak dan
tulang belakang.
Selaput pembungkus otak (meningen)
terdiri dari tiga bagian yaitu durameter,
arachnoidmeter dan piameter
MENINGEN
MENINGEN
EPIDEMIOLOGI MENINGITIS
JENIS MENINGITIS
Meningitis virus/serosa : paling umum,
disebabkan karena virus, jarang menyebabkan
sakit serius.
Meningitis bakterial/purulenta : umum,
disebabkan karena bakteri, harus segera ditangani
supaya tidak menyebabkan kerusakan otak dan
kematian.
Meningitis dapat disebabkan karena organisme
lain atau beberapa obat obatan  jarang
PENYEBAB
VIRUS
BAKTERI
Mikroorganisme lain seperti fungus
Parasit
Obat obatan
Kondisi sakit lama seperti kanker atau penyakit
autoimun
Penyebab lain seperti cedera/operasi kepala
atauwajah
INFECTIOUS CAUSES
Penyebab Umum Tidak Umum Jarang
Virus •Enterovirus: polioviruses,
echoviruses,
coxsackieviruses, numbered
enterovirus
•Herpes simplex virus type 2
•Arboviruses: eastern and
western equine enchepalitis,
st louis encephalitis, la crosse
encephalitis, west nile
MUMPS
HIV
•Respiratory viruses:
adenovirus, influenza,
parainfluenza
•Lymphocytic
choriomeningitis virus
•Measles
•Parvovirus B19
•Rotavirus
•Herpes viruses:herpes
simplex virus type 1,
human herpes virus 6,
Epstein barr virus,
Varicella zooster,
Cytomegalovirus
•Arboviruses: powassan
virus
Bakteri •Streptococcus pneumoniae
•Neisseria meningitidis
•Haemohilus influenza
•Group B streptococci
•Listeria monocytogenes
•Borrelia burgdorferi (lyme
disease)
•Mycobacterium
tuberculosis
•Bartonella sp
•Syphilis
•Leptospira sp
•Brucella
•Mycoplasma
pneumoniae
•Rickettsia
INFECTIOUS CAUSES
Penyebab Umum Tidak Umum Jarang
Fungi •Cryptococcus
•Coccidioides
•Histoplasma
•Blastomyces
•Candida spp
•Aspergilus spp
•Sporothrix schenkii
Parasit •Taenia solium
•Trichinella spinalis
•Toxoplasma gondii
NON INFECTIOUS CAUSES
Penyebab Umum Tidak Umum Jarang
Obat obatan •Ibuprofen
•Trimethoprim –
sulfamethoxazole
•Other NSAIDS
•Pyridium
•Anti CD3 monocional
antibody
•Azathioprine
Keganasan •Lymphoma
•Leukemia
Penyakit
autoimmune
•Sarcoid
•Behcet’s disease
•SLE
Penyebab lain •Epidermoid cyst
•Post vaccination
•Heavy metal poisoning
•Intranial hemorraghea
PENYEBARAN
Persalinan
Feses
Batuk dan bersin
Berciuman
Kontak seksual
Kontak dengan darah yang telah terinfeksi
Makanan
Serangga dan binatang pengerat
PATOFISIOLOGI MENINGITIS
TANDA DAN GEJALA
Gejala dari meningitis bakterial sifatnya tiba tiba
Gejala meningitis virus dapat tiba tiba atau bertahap, ex:
meningitis karena virus mumps  bisa 2 – 3 minggu
Gejala meningitis viral dengan bakterial hampir sama
hanya saja yang meningitis viral lebih ringan gejalanya
Diagnosa banding adalah flu, hepatitis virus, enchepalitis
dan malaria
FAKTOR RESIKO MENINGITIS
Genetik
Laki laki
Lingkungan yang padat
Terpapar serangga atau binatang pengerat
Tidak mendapatkan imunisasi saat anak anak
Orang dewasa yang tidak mendapatkan imunisasi
pneumococal
Limpa yang tidak bekerja dengan baik
Bepergian kedaerah endemi meningitis
FAKTOR RESIKO MENINGITIS
Kelainan bawaan dari tulang kepala
Cedera kepala, operasi otak
Dialisis ginjal
Infeksi lain
Cochlear implant
Lahir dari ibu yang terinfeksi meningitis
Riwayat pernah terkena meningitis
PEMERIKSAAN MENINGITIS
Diagnosis berdasarkan rekam medis, pemeriksaan fisik dan
tes
PEMERIKSAAN YANG DILAKUKAN:
a. Lumbal pungsi
b. Hitung darah lengkap
c. Kultur darah
d. Tes urine
e. Rotngen thorak
f. Biopsi
g. CT Scan atau MRI
Clinical features: rash
Tumbler test
Karena gejala susah dibedakan antara bakterial
dan viral meningitis
Karena hasil akhir yang bisa sangat berbeda antara
bakterial dan viral meningitis
LUMBAL PUNGSI menjadi hal yang wajib
dilakukan
ALGORITMA MENINGITIS
Keperawatan Dewasa
IImeningitisalgoritma meningitis.pdf
TREATMENT
Clin Infect Dis. (2004) 39 (9):1267-1284.
The goal of treatment is to maintain cerebral perfusion
pressure by preserving the mean arterial pressure (e.g. fluid
resuscitation) and normalizing intracranial pressure (e.g.
elevating the head, hyperventilation, controlling seizure
activity; hyperventilation causes hypocapnia-mediated cerebral
vasoconstriction).
Cerebral perfusion pressure = Mean arterial pressure – ICP
MAP = (2xDP)+SP  normal 70 – 110 mmHg
3
BAKTERIAL MENINGITIS
Obat obatan: antibiotik, kortikosterioid, antipiretik
Obat untuk mengatasi kejang
Obat untuk mengurangi tekanan pada otak
Obat untuk mengurangi demam dan nyeri otot  NSAIDS
dan asetaminofen
Terapi oksigen  jika ada masalah kesulitan bernafas
Supportive care IV line
PILIHAN OBAT
MENINGITIS VIRUS
Tidak membutuhkan antibiotik
Istirahat
Kurangi demam: kompres, mandi air dingin, obat obatan
seperti asitaminofen, ibuprofen
Kurangi nyeri kepala dan nyeri otot : asetaminofen,
ibuprofen
Mencegah dehidrasi
Awasi gejala dari komplikasi atau keparahan: tidak
membaik dalam 3 hari perawatan rumah
 Akan akan mulai membaik 3 hari paska infeksi dan
semakin membaik dalam dua minggu
PENCEGAHAN
Vaksinasi
a. MMR (measles, mumps and rubella)
b. Chickenpox
c. HIB disease
d. Pneumococcal disease (PPSV or PCV)  utk memproteksi seseorang dari bakteri
penyebab meningitis yang mematikan
e. Meningococcal disease  diberikan pada orang yang beresiko tinggi misalnya sehabis
bepergian dari daerah endemi
Cochlear implants : vaksim pneumococcal untuk mencegah meningitis
Menurunkan faktor resiko
a. Menjaga jarak dengan orang yang terjangkit meningitis
b. Memisahkan orang yang menderita meningitis saat perawatan rumah
c. Mencuci tangan secara rutin
d. Mencegah kontak dengan binatang liar
e. Jika kontak dengan orang yang mengidap bakterial meningitis, pertimbangkan untuk
meminum antibiotik sesuai anjuran dokter
Meningitis - Complications
Septic shock
Cerebral oedema
Seizures
Arteritis/venous thrombosis
Subdural effusions
Hydrocephalus . Abscess . Brain damage
Deafness
ASUHAN KEPERAWATAN
PENGKAJIAN
DIAGNOSIS
Ineffective Cerebral Tissue perfusion
Hyperthermia
Disturbed thought processes
NOC
1. Circulation Status: Cardiac Pump
Effectiveness, Tissue Perfusion, Cardiac
Tissue Perfusion, Cerebral Tissue
Perfusion, Peripheral, Fluid Balance,
Hydration, Urinary Elimination
2. Thermoregulation
3. Cognitive orientation; communication
NIC
1. Circulatory Care: Arterial Insufficiency
2. Fever Treatment, Temperature regulation,
Vital sign monitoring
3. Reality orientation; hallucination
management
EVALUASI
Source
American College Health Association, Baltimore, MD (2007)
www.acha.org/meningitis
Centers for Disease Control and Prevention
(2007).www.cdc.gov/ncidod/dbmd/diseaseinfo/meningococcal_
g.htm.
http://www.cdc.gov/meningitis/index.html
http://www.wvidep.org/AZIndexofInfectiousDiseases/Meningoc
occalDiseaseInvasive/tabid/1529/Default.aspx
http://www.pathophys.org/meningitis/
http://bmb.oxfordjournals.org/content/75-76/1/1.full
Nigrovic LE, et al. Meta-analysis of bacterial meningitis score
validation studies.Arch Dis Child. (2012) 97(9):799-805.
Meningitis

Meningitis

  • 1.
    MENINGITIS Dwi Kartika R NursingDepartment of STIKES A.Yani Yogyakarta
  • 2.
    Definisi Meningitis adalah inflamasipada selaput pembungkus otak/ meningen Meningen adalah membran yang melapisi seluruh sistem saraf pusat meliputi otak dan tulang belakang. Selaput pembungkus otak (meningen) terdiri dari tiga bagian yaitu durameter, arachnoidmeter dan piameter
  • 3.
  • 4.
  • 5.
  • 6.
    JENIS MENINGITIS Meningitis virus/serosa: paling umum, disebabkan karena virus, jarang menyebabkan sakit serius. Meningitis bakterial/purulenta : umum, disebabkan karena bakteri, harus segera ditangani supaya tidak menyebabkan kerusakan otak dan kematian. Meningitis dapat disebabkan karena organisme lain atau beberapa obat obatan  jarang
  • 7.
    PENYEBAB VIRUS BAKTERI Mikroorganisme lain sepertifungus Parasit Obat obatan Kondisi sakit lama seperti kanker atau penyakit autoimun Penyebab lain seperti cedera/operasi kepala atauwajah
  • 8.
    INFECTIOUS CAUSES Penyebab UmumTidak Umum Jarang Virus •Enterovirus: polioviruses, echoviruses, coxsackieviruses, numbered enterovirus •Herpes simplex virus type 2 •Arboviruses: eastern and western equine enchepalitis, st louis encephalitis, la crosse encephalitis, west nile MUMPS HIV •Respiratory viruses: adenovirus, influenza, parainfluenza •Lymphocytic choriomeningitis virus •Measles •Parvovirus B19 •Rotavirus •Herpes viruses:herpes simplex virus type 1, human herpes virus 6, Epstein barr virus, Varicella zooster, Cytomegalovirus •Arboviruses: powassan virus Bakteri •Streptococcus pneumoniae •Neisseria meningitidis •Haemohilus influenza •Group B streptococci •Listeria monocytogenes •Borrelia burgdorferi (lyme disease) •Mycobacterium tuberculosis •Bartonella sp •Syphilis •Leptospira sp •Brucella •Mycoplasma pneumoniae •Rickettsia
  • 9.
    INFECTIOUS CAUSES Penyebab UmumTidak Umum Jarang Fungi •Cryptococcus •Coccidioides •Histoplasma •Blastomyces •Candida spp •Aspergilus spp •Sporothrix schenkii Parasit •Taenia solium •Trichinella spinalis •Toxoplasma gondii
  • 10.
    NON INFECTIOUS CAUSES PenyebabUmum Tidak Umum Jarang Obat obatan •Ibuprofen •Trimethoprim – sulfamethoxazole •Other NSAIDS •Pyridium •Anti CD3 monocional antibody •Azathioprine Keganasan •Lymphoma •Leukemia Penyakit autoimmune •Sarcoid •Behcet’s disease •SLE Penyebab lain •Epidermoid cyst •Post vaccination •Heavy metal poisoning •Intranial hemorraghea
  • 12.
    PENYEBARAN Persalinan Feses Batuk dan bersin Berciuman Kontakseksual Kontak dengan darah yang telah terinfeksi Makanan Serangga dan binatang pengerat
  • 13.
  • 14.
    TANDA DAN GEJALA Gejaladari meningitis bakterial sifatnya tiba tiba Gejala meningitis virus dapat tiba tiba atau bertahap, ex: meningitis karena virus mumps  bisa 2 – 3 minggu Gejala meningitis viral dengan bakterial hampir sama hanya saja yang meningitis viral lebih ringan gejalanya Diagnosa banding adalah flu, hepatitis virus, enchepalitis dan malaria
  • 17.
    FAKTOR RESIKO MENINGITIS Genetik Lakilaki Lingkungan yang padat Terpapar serangga atau binatang pengerat Tidak mendapatkan imunisasi saat anak anak Orang dewasa yang tidak mendapatkan imunisasi pneumococal Limpa yang tidak bekerja dengan baik Bepergian kedaerah endemi meningitis
  • 18.
    FAKTOR RESIKO MENINGITIS Kelainanbawaan dari tulang kepala Cedera kepala, operasi otak Dialisis ginjal Infeksi lain Cochlear implant Lahir dari ibu yang terinfeksi meningitis Riwayat pernah terkena meningitis
  • 19.
    PEMERIKSAAN MENINGITIS Diagnosis berdasarkanrekam medis, pemeriksaan fisik dan tes PEMERIKSAAN YANG DILAKUKAN: a. Lumbal pungsi b. Hitung darah lengkap c. Kultur darah d. Tes urine e. Rotngen thorak f. Biopsi g. CT Scan atau MRI
  • 21.
  • 22.
    Karena gejala susahdibedakan antara bakterial dan viral meningitis Karena hasil akhir yang bisa sangat berbeda antara bakterial dan viral meningitis LUMBAL PUNGSI menjadi hal yang wajib dilakukan
  • 28.
  • 29.
    TREATMENT Clin Infect Dis.(2004) 39 (9):1267-1284. The goal of treatment is to maintain cerebral perfusion pressure by preserving the mean arterial pressure (e.g. fluid resuscitation) and normalizing intracranial pressure (e.g. elevating the head, hyperventilation, controlling seizure activity; hyperventilation causes hypocapnia-mediated cerebral vasoconstriction). Cerebral perfusion pressure = Mean arterial pressure – ICP MAP = (2xDP)+SP  normal 70 – 110 mmHg 3
  • 30.
    BAKTERIAL MENINGITIS Obat obatan:antibiotik, kortikosterioid, antipiretik Obat untuk mengatasi kejang Obat untuk mengurangi tekanan pada otak Obat untuk mengurangi demam dan nyeri otot  NSAIDS dan asetaminofen Terapi oksigen  jika ada masalah kesulitan bernafas Supportive care IV line
  • 31.
  • 32.
    MENINGITIS VIRUS Tidak membutuhkanantibiotik Istirahat Kurangi demam: kompres, mandi air dingin, obat obatan seperti asitaminofen, ibuprofen Kurangi nyeri kepala dan nyeri otot : asetaminofen, ibuprofen Mencegah dehidrasi Awasi gejala dari komplikasi atau keparahan: tidak membaik dalam 3 hari perawatan rumah  Akan akan mulai membaik 3 hari paska infeksi dan semakin membaik dalam dua minggu
  • 33.
    PENCEGAHAN Vaksinasi a. MMR (measles,mumps and rubella) b. Chickenpox c. HIB disease d. Pneumococcal disease (PPSV or PCV)  utk memproteksi seseorang dari bakteri penyebab meningitis yang mematikan e. Meningococcal disease  diberikan pada orang yang beresiko tinggi misalnya sehabis bepergian dari daerah endemi Cochlear implants : vaksim pneumococcal untuk mencegah meningitis Menurunkan faktor resiko a. Menjaga jarak dengan orang yang terjangkit meningitis b. Memisahkan orang yang menderita meningitis saat perawatan rumah c. Mencuci tangan secara rutin d. Mencegah kontak dengan binatang liar e. Jika kontak dengan orang yang mengidap bakterial meningitis, pertimbangkan untuk meminum antibiotik sesuai anjuran dokter
  • 34.
    Meningitis - Complications Septicshock Cerebral oedema Seizures Arteritis/venous thrombosis Subdural effusions Hydrocephalus . Abscess . Brain damage Deafness
  • 35.
  • 36.
  • 37.
    DIAGNOSIS Ineffective Cerebral Tissueperfusion Hyperthermia Disturbed thought processes
  • 38.
    NOC 1. Circulation Status:Cardiac Pump Effectiveness, Tissue Perfusion, Cardiac Tissue Perfusion, Cerebral Tissue Perfusion, Peripheral, Fluid Balance, Hydration, Urinary Elimination 2. Thermoregulation 3. Cognitive orientation; communication
  • 39.
    NIC 1. Circulatory Care:Arterial Insufficiency 2. Fever Treatment, Temperature regulation, Vital sign monitoring 3. Reality orientation; hallucination management
  • 40.
  • 41.
    Source American College HealthAssociation, Baltimore, MD (2007) www.acha.org/meningitis Centers for Disease Control and Prevention (2007).www.cdc.gov/ncidod/dbmd/diseaseinfo/meningococcal_ g.htm. http://www.cdc.gov/meningitis/index.html http://www.wvidep.org/AZIndexofInfectiousDiseases/Meningoc occalDiseaseInvasive/tabid/1529/Default.aspx http://www.pathophys.org/meningitis/ http://bmb.oxfordjournals.org/content/75-76/1/1.full Nigrovic LE, et al. Meta-analysis of bacterial meningitis score validation studies.Arch Dis Child. (2012) 97(9):799-805.