MODUL 2
Model-Model Pembelajaran IPA
KEGIATAN BELAJAR 1
Konstruktivisme dalam Pembelajaran IPA
A.Pandangan Tentang Belajar dan Mengajar
Dua kutub belajar dalam pendidikan ,yaitu tabularasa dan konstruktivisme.
Rujukan tabularasa : siswa diibaratkan kertas putih yang bisa dicorat coret oleh
gurunya atau seperti wadah kosong yang dapat diisi apa saja oleh
gurunya.Tabularasa ,menganggap siswa pasif dan memiliki keterbatasan dalam
belajar.
Rujukan konstruktivisme : setiap orang yang belajar sesungguhnya membangun
pengetahuannya sendiri. Jadi siswa aktif dan dapat terus meningkatkan dari dalam
kondisi tertentu.
1. Struktur Kognitif
Struktur kognitif seseorang pada suatu saat meliputi segala sesuatu yang telah
dipelajari oleh seseorang.Konsep,prinsip,dan struktur pengetahuan ,pemecahan
masalah merupakan hasil belajar yang penting dalam ranah kognitif.
2. Konsep dan Konsepsi
Konsep bersifat lebih umum dan dikenal atau diumumkan berdasarkan
kesepakatan. Konsepsi bersifat khusus atau spesifik dan individual.Pembentukan
prinsip dari konsep melibatkan hubungan antar konsep. 4 tipe dasar hubungn yang
dinyatakan dalam prinsip :
a. Sebab akibat
b. Korelasional
c. Peluang
d. Aksioma
B.Pandangan Konstruktivis Tentang Belajar IPA
1. Belajar sebagai Perubahan Konsepsi
Menurut pandangan konstruktivisme keberhasilan belajar bergantung bukan
hanya pada lingkungan atau kondisi belajar, tetapi juga pada pengetahuan awal
siswa.
2. Perubahan Konsepsi dalam Pembelajaran IPA
Implikasi dari pandangan konstruktivisme di sekolah adalah pengetahuan tidak
dapat dipindahkan secara utuh dari guru ke siswa,namun secara aktif dibangun
oleh siswa sendiri.
Pembelajaran dan perspektif konstruktivisme mengandung empat kegiatan inti
a. Prakonsepsi atau pengetahuan awal (prior knowledge) siswa
b. Kegiatan pengalaman nyata ( experience)
c. Interaksi sosial (sosial interaction )
d. Kepekaan terhadap lingkungan ( sense making ).
Kebaikan pembelajaran berdasar konstruktivisme adalah sebagai berikut :
a. Memberikan kesempatan siswa untuk mengungkapkan gagasan secara eksplisit
dengan menggunakan bahasa sendiri,berbagi gagasan dengan temanya,dan
mendorong siswa memberikan penjelasan tentang gagasanya.
b. Gagasan awal siswa sebagai bukti awal agar siswa
memperluas pengetahuan tentang fenomena dan memiliki kesempatan untuk
memadukan gagasan-gagasan berikutnya.
c. Siswa berpikir kreatif dan imajinatif
d. Mencoba gagasan baru agar siswa memiliki kepercayaan
diri.
e. Memikirkan perubahan gagasan
f. Mengungkapkan gagasan ,saling menyimak. Perspektif konstruktivisme belajar
merupakan proses perubahan konsepsi.
3. Pentingnya Konteks
Informasi dan pengalaman yang dirancang guru untuk siswa seharusnya koheren
dengan konsep yang dibawa anak/ disesuaikan dengan pengetahuan awal anak.
Perubahan konsepsi akan terjadi apabila kondisi yang memungkinkan terjadi
perubahan konsepsi terpenuhi dan teredia konteks ekologi konsepsi untuk
perubahan . ekologi konsepsi yang dimaksud adalah
a. Anak merasa tidak puas dengan gagasan yang dimilikinya
b. Gagasan baru harus dapat dimengerti
c. Konsepsi yang baru harus masuk akal
d. Konsepsi yang baru harus dapat member suatu kegunaan
C. Model-Model Pembelajaran untuk Perubahan konsepsi
Model pembelajaran yang dilandasi konstruktivisme antara laian
a. Model siklus belajar ( learning cycle model )
b. Model pembelajaran generative ( generative learningmodel )
c. Model pembelajaran interaktif ( interactive learning model )
d. Model CLIS ( Children learning in science )
e. Model strategi pembelajaran kooperatif ( Cooperativelearning strategies ) / CLS
Fase –fase Pembelajaran pada Kelompok Model Pembelajaran konstruktivis
MODEL FASE – FASE PEMBELAJRAN
I II III IV V
Siklus Belajar Eksplorasi Pengenalan Konsep Penerapan konsep Pembelajaran
Generatif Persiapan Fokus Tantangan Aplikasi – Pembelajaran Interaktif
Persiapan Eksplorasi Pertanyaan Siswa Refleksi –CLIS Orientasi Elisitasi
Restrukturisasi Aplikasi Refleksi Pembelajaran Kooperatif Orientasi Elisitasi
Restrukturisasi Aplikasi Refleksi
D. Contoh Model Pembelajaran Konstruktivisme
1. Fase Eksplorasi
a. Diperlihatkan tanah berisi cacing dan diajukan pertanyaan:
“Apa yang kamu ketahui tentang cacing tanah ?”
b. Semua jawaban siswa ditampung
c. Siswa diberi kesempatan untuk memeriksa keadaan yang
sesungguhnya dan diberi kesempatan untuk erumuskan hal-hal yang tidak sesuai
dengan jawaban mereka semula.
2. Fase Klarifikasi
a. Guru memperkenalkan macam-macam cacing dan spesifikasinya
b. Siswa merumuskan kembali pengetahuan mereka tentang cacing tanah.
c. Guru memberikan masalah berupa pemilihan cacing yang cocok untuk
dikembangbiakkan
d. Siswa mendiskusikannya secara berkelompok dan merencanakan
penyelidikkannya
e. Secara berkelompok siswa melakukan penyelidikan untuk menguji rencananya
f. Siswa mencari tambahan rujukan tentang manfaat cacing tanah dulu dan
sekarang
3. Fase Aplikasi
a. Secara berkelompok siswa melaporkan hasilnya, dilanjutkan dengan penyajian
oleh wakil kelompok dalam diskusi kelas
b. Secara bersama-sama siswa merumuskan rekomendasi untuk para pemula yang
ingin ber-“ternak” cacing tanah.
c. Secara perorangan siswa membuat tulisan tentang perikehidupan jenis cacing
tanah tertentu sesuai hasil pengamatannya.
Kegiatan Belajar 2
Model Pembelajaran
A. Model Pembelajaran Interaktif
1. Pengertian
Model pembelajaran interaktif sering disebut pendekatan pertanyaan anak. Model
ini dirancang agar siswa bertanya dan kemudian menemukan jawaban dari
pertanyaan mereka sendiri.
2. Langkah-langkah Model Pembelajaran Interaktif
a. Persiapan :
Guru dan siswa memilih topic dan menemukan informasi yang
melatarbelakanginya
b. Kegiatan Pembelajaran :
Lebih melibatkan siswa pada topic yang sedang dibahas
c. Pertanyaan anak :
Saat guru mengundang siswa untuk mengajukan pertanyaan tentang topic yang
dibahas
d. Penyelidikan :
Guru dan siswa memilih pertanyaan untuk diekspliorasi, selama
2-3 hari , dalam selang 3-4 hari.
e. Refleksi :
Melakukan evaluasi untuk memantapkan hal-hal yang terbukti dan memisahkan
hal-hal yang masih perlu diperbaiki.
3. Contoh Model Pembelajaran Interaktif
a. Persiapan
Sebelum pembelajaran dimulai guru menugasi siswa membawa hewan peliharaan
dan mempersiapkan diri untuk menceritakan tentang hewan masing-masing.
b. Kegiatan pembelajaran
Siswa mengamati hewan-hewan yang dibawa temannya
(meraba,mengelus,menggendong),lalu mengajukan pertanyaan
c. Pertanyaan anak
Pertanyaan siswa diarahkan guru sekitar proses pemeliharaan.
d. Penyelidikan
Guru dan siswa memilih pertanyaan untuk dieksplorasi lebih jauh.
e. Refleksi
Pada pertemuan berikutnya dikleas dibahas hasil penyelidikan siswa,lalu
membandingkan antara hewan peliharaan dan hewan liar.
4. Kebaikan dan Keterbatasannya
Kebaikan
Siswa belajar mengajukan pertanyaan ,merumuskan pertanyaan,menemukan
jawaban pertanyaan sendiri dengan melakukan kegiatan ( observasi ,
penyelidikan),pertanyaan anak serius dikumpulkan dan ditindaklanjuti.
Keterbatasannya Karena sudah berpola model menjadi rutin dan kehilangan yang
esensial.
B. Model Pembelajaran Terpadu
1. Pengertian
Berdasar sifatnya model pembelajaran terpadu dibedakan menjadi 3 yaitu
a. Model daalam satu disiplin ilmu
b. Model antar bidang
c. Model dalam lintas siswa
Empat kriteria yang harus dipertimbangkan dalam mengembangkan model
pembelajaran terpadu :
a. Kebutuhan anak
b. Karakteristik mata pelajaran
c. Lingkungan senagai sarana belajar
d. Masing-masing kriteria memberikan sumbangan tersendiri.
2. Langkah-langkah Penyusunan Model pembelajaran Terpadu
a. Mengkaji GBPP IPA untuk menganalisis konsep-konsep penting yang akan
diajarkan
b. Membuat bagan konsep yang menghubungkan konsep satu dengan yang
lainnya.
c. Memilih tema sentral yang dapat menjadi payung untuk memadukan konsep-
konsep tersebut
d. Membuat TPK dan deskripsi kegiatan pembelajaran yang disesuiakan dengan
tingkat perkembangan setiap konsep.
e. Membuat bahan bacaan berupa cerita yang mengacu pada tema,disertai gambar
dan permainan
f. Menyusun jadwal kegiatan dan alokasi waktu yang diperlukan secara
proporsional.
g. Menyusun kisi-kisi perangkat tes dan soal tes.
3. Contoh model pembelajaran terpadu
a. Tujuan :
Siswa dapat mengklasifikasi tumbuhan,hewan,dan benda berdasrkan kriteria
tertentu.
b. Alat dan bahan :
Setiap siswa bebas membawa hewan,tumbuhan,dan benda untuk menjadi arena
kebun binatang. (guru membagi tugas agar terorganisir)
c. Langkah kerja :
1. Kumpulkan tumbuhan,hewan,dan benda lain yang dibawa siswa.
2. Susun yang rapi tumbuhan,hewan,dan benda yang dibawa
3. Tugasi siswa untuk mengisi Lembar Pengamatan secara berkelompok
4. Diskusikan jawaban siswa. Mantapkan jika benar dan perbaiki jika kurang
tepat.
4. Kebaikan dan keterbatasannya
Kebaikan
Siswa diajak mengamati gejala alam apa adanya Tidak dipilah-pilah menurut
biologi atau fisika Tidak dibedakan siswa melihat dan mengamati terkotak-kotak
Keterbatasannya
Jika konsep sudah kompleks,sulit dipadukan /guru mengalami kesulitan untuk
memadukan.
C. Model Pembelajaran Siklus Belajar (learning Cycle)
1. Pengertian
Model silus belajar ada tiga fase yaitu : eksplorasi,pengealan konsep,dan
penerapan konsep
2. Urutan pembelajaran
a. Eksplorasi
Siswa diberi kebebasan untuk melakukan penjelajahan/ eksplorasi bebas.
Kegiatan ini member siswa pengalaman fisik dan interaksi sosial dengan teman
dan gurunya.
b. Pengenalan konsep
Guru menjelaskan konsep dan teori-teori yang dapat membantu siswa untuk
menjawab permasalahan yang muncul.
c. Penerapan konsep
Dengan konsep yang telah dikuasai siswa memecahkan masalah yang dapat
dipecahkan berdasar konsep yang telah diperoleh siswa.
3. Contoh model pembelajaran siklus belajar
a. Tujuan
Tujuan Pembelajaran Umum
Siswa memahami saling ketergantungan antarmakhluk hidup,dengan melakukan
pengamatan dan menafsirkan hasil
pengamatan
Tujuan Pembelajaran KHusus
1. Setelah meneliti jenis makanan sejumlah hewan,siswa dapat mengelompokkan
hewan yang termasuk pemakan tumbuhan
2. Setelah meneliti jenis makanan sejumlah hewan,siswa dapat mengelompokkan
hewan yang termasuk pemakan hewan
3. Setelah meneliti jenis makanan sejumlah hewan,siswa dapat mengelompokkan
hewan yang termasuk pemakan daging dan
tubuhan
4. Setelah berdiskusi mengenai sumber makanan hewan,siswa dapat
menyimpulkan bahwa semua hewan memperoleh makanan dengan cara memakan
makhluk hidup lain.
b. Konsep : hubungan antarmakhluk hidup
Definisi konsep :
1. Pemakan tumbuhan (herbivore)
2. Pemakan daging (karnivora)
3. Pemakan segala (omnivore)
4. Pemakan (konsumen)memakan makhluk hidup lain sebagai sumber makanan
4. Kebaikan dan keterbatasannya
Kebaikan
Jumlah tahapan tiga termasuk sederhana dan mudah diingat Keterbatasannya
Namun memunculkan situasi konflik tidak selalu berhasil
D. Model Pembelajaran Belajar IPA atau CLIS (Children
Learning In Science )
1. Pengertian
Model CLIS dikembangkan oleh kelompok Children’s learning in
science
2. Urutan pembelajaran
a. Orientasi
Upaya guru untuk memusatkan perhatian siswa.
b. Pemunculan gagasan
Upaya guru untuk memunculkan konsepsi awal siswa.
c. Penyusunan ulang gagasan
Upaya guru untuk memperjelas atau mengungkapkan gagasan awal siswa tentang
suatu topic secara umum.
d. Penerapan gagasan
Siswa diminta menjawab pertanyaan yang disusun untuk menerapkan konsep
ilmiah yang telah dikembangkan siswa.
e. Pemantapan gagasan
Umpan balik oleh guru untuk memperkuat konsep ilmiah tersebut
3. Contoh model pembelajaran CLIS
NO Tahap Kegiatan Guru Kegiatan siswa Keterangan
1 orientasi Menunjukkan kantong kresek warna hitam dan
mengajukan pertanyaan Siswa menjawab pertanyaan Guru meminta siswa
memperagakan
2. Pemunculan gagasan Menginstruksikan siswa menjawab pertanyaan dari LKS
no 1-4 Masing – masing siswa mengerjakan LKS no 1-4 Siswa ingin mengetahui
alat pernapasan pada manusia,hewan dan tumbuhan
3. Penyusunan ulang gagasan Membimbing kegiatan percobaan yang kurang
mengerti Diskusi kelompok dan mengerjakan kegiatan Semua anggota kelompok
aktif
4. Penerapan gagasan Mengamati dan membimbing kegiatan
siswa Diskusi menjawab pertanyaan no 5-7 di LKS Periksa jawaban yang belum
konsisten dengan konsep ilmiah
5. Pemantapan gagasan Mengungkapkan salah satu kosepsi
awal kemudian membandingkan denganhasil percobaan Mengemukakan
argumentasi Siswa dibimbing untuk membedakan oksigen dan udara

Ipa modul 2

  • 1.
    MODUL 2 Model-Model PembelajaranIPA KEGIATAN BELAJAR 1 Konstruktivisme dalam Pembelajaran IPA A.Pandangan Tentang Belajar dan Mengajar Dua kutub belajar dalam pendidikan ,yaitu tabularasa dan konstruktivisme. Rujukan tabularasa : siswa diibaratkan kertas putih yang bisa dicorat coret oleh gurunya atau seperti wadah kosong yang dapat diisi apa saja oleh gurunya.Tabularasa ,menganggap siswa pasif dan memiliki keterbatasan dalam belajar. Rujukan konstruktivisme : setiap orang yang belajar sesungguhnya membangun pengetahuannya sendiri. Jadi siswa aktif dan dapat terus meningkatkan dari dalam kondisi tertentu. 1. Struktur Kognitif Struktur kognitif seseorang pada suatu saat meliputi segala sesuatu yang telah dipelajari oleh seseorang.Konsep,prinsip,dan struktur pengetahuan ,pemecahan masalah merupakan hasil belajar yang penting dalam ranah kognitif. 2. Konsep dan Konsepsi Konsep bersifat lebih umum dan dikenal atau diumumkan berdasarkan kesepakatan. Konsepsi bersifat khusus atau spesifik dan individual.Pembentukan prinsip dari konsep melibatkan hubungan antar konsep. 4 tipe dasar hubungn yang dinyatakan dalam prinsip : a. Sebab akibat b. Korelasional c. Peluang d. Aksioma B.Pandangan Konstruktivis Tentang Belajar IPA 1. Belajar sebagai Perubahan Konsepsi
  • 2.
    Menurut pandangan konstruktivismekeberhasilan belajar bergantung bukan hanya pada lingkungan atau kondisi belajar, tetapi juga pada pengetahuan awal siswa. 2. Perubahan Konsepsi dalam Pembelajaran IPA Implikasi dari pandangan konstruktivisme di sekolah adalah pengetahuan tidak dapat dipindahkan secara utuh dari guru ke siswa,namun secara aktif dibangun oleh siswa sendiri. Pembelajaran dan perspektif konstruktivisme mengandung empat kegiatan inti a. Prakonsepsi atau pengetahuan awal (prior knowledge) siswa b. Kegiatan pengalaman nyata ( experience) c. Interaksi sosial (sosial interaction ) d. Kepekaan terhadap lingkungan ( sense making ). Kebaikan pembelajaran berdasar konstruktivisme adalah sebagai berikut : a. Memberikan kesempatan siswa untuk mengungkapkan gagasan secara eksplisit dengan menggunakan bahasa sendiri,berbagi gagasan dengan temanya,dan mendorong siswa memberikan penjelasan tentang gagasanya. b. Gagasan awal siswa sebagai bukti awal agar siswa memperluas pengetahuan tentang fenomena dan memiliki kesempatan untuk memadukan gagasan-gagasan berikutnya. c. Siswa berpikir kreatif dan imajinatif d. Mencoba gagasan baru agar siswa memiliki kepercayaan diri. e. Memikirkan perubahan gagasan f. Mengungkapkan gagasan ,saling menyimak. Perspektif konstruktivisme belajar merupakan proses perubahan konsepsi. 3. Pentingnya Konteks Informasi dan pengalaman yang dirancang guru untuk siswa seharusnya koheren dengan konsep yang dibawa anak/ disesuaikan dengan pengetahuan awal anak. Perubahan konsepsi akan terjadi apabila kondisi yang memungkinkan terjadi perubahan konsepsi terpenuhi dan teredia konteks ekologi konsepsi untuk perubahan . ekologi konsepsi yang dimaksud adalah
  • 3.
    a. Anak merasatidak puas dengan gagasan yang dimilikinya b. Gagasan baru harus dapat dimengerti c. Konsepsi yang baru harus masuk akal d. Konsepsi yang baru harus dapat member suatu kegunaan C. Model-Model Pembelajaran untuk Perubahan konsepsi Model pembelajaran yang dilandasi konstruktivisme antara laian a. Model siklus belajar ( learning cycle model ) b. Model pembelajaran generative ( generative learningmodel ) c. Model pembelajaran interaktif ( interactive learning model ) d. Model CLIS ( Children learning in science ) e. Model strategi pembelajaran kooperatif ( Cooperativelearning strategies ) / CLS Fase –fase Pembelajaran pada Kelompok Model Pembelajaran konstruktivis MODEL FASE – FASE PEMBELAJRAN I II III IV V Siklus Belajar Eksplorasi Pengenalan Konsep Penerapan konsep Pembelajaran Generatif Persiapan Fokus Tantangan Aplikasi – Pembelajaran Interaktif Persiapan Eksplorasi Pertanyaan Siswa Refleksi –CLIS Orientasi Elisitasi Restrukturisasi Aplikasi Refleksi Pembelajaran Kooperatif Orientasi Elisitasi Restrukturisasi Aplikasi Refleksi D. Contoh Model Pembelajaran Konstruktivisme 1. Fase Eksplorasi a. Diperlihatkan tanah berisi cacing dan diajukan pertanyaan: “Apa yang kamu ketahui tentang cacing tanah ?” b. Semua jawaban siswa ditampung c. Siswa diberi kesempatan untuk memeriksa keadaan yang sesungguhnya dan diberi kesempatan untuk erumuskan hal-hal yang tidak sesuai dengan jawaban mereka semula. 2. Fase Klarifikasi a. Guru memperkenalkan macam-macam cacing dan spesifikasinya b. Siswa merumuskan kembali pengetahuan mereka tentang cacing tanah.
  • 4.
    c. Guru memberikanmasalah berupa pemilihan cacing yang cocok untuk dikembangbiakkan d. Siswa mendiskusikannya secara berkelompok dan merencanakan penyelidikkannya e. Secara berkelompok siswa melakukan penyelidikan untuk menguji rencananya f. Siswa mencari tambahan rujukan tentang manfaat cacing tanah dulu dan sekarang 3. Fase Aplikasi a. Secara berkelompok siswa melaporkan hasilnya, dilanjutkan dengan penyajian oleh wakil kelompok dalam diskusi kelas b. Secara bersama-sama siswa merumuskan rekomendasi untuk para pemula yang ingin ber-“ternak” cacing tanah. c. Secara perorangan siswa membuat tulisan tentang perikehidupan jenis cacing tanah tertentu sesuai hasil pengamatannya. Kegiatan Belajar 2 Model Pembelajaran A. Model Pembelajaran Interaktif 1. Pengertian Model pembelajaran interaktif sering disebut pendekatan pertanyaan anak. Model ini dirancang agar siswa bertanya dan kemudian menemukan jawaban dari pertanyaan mereka sendiri. 2. Langkah-langkah Model Pembelajaran Interaktif a. Persiapan : Guru dan siswa memilih topic dan menemukan informasi yang melatarbelakanginya b. Kegiatan Pembelajaran : Lebih melibatkan siswa pada topic yang sedang dibahas c. Pertanyaan anak : Saat guru mengundang siswa untuk mengajukan pertanyaan tentang topic yang dibahas
  • 5.
    d. Penyelidikan : Gurudan siswa memilih pertanyaan untuk diekspliorasi, selama 2-3 hari , dalam selang 3-4 hari. e. Refleksi : Melakukan evaluasi untuk memantapkan hal-hal yang terbukti dan memisahkan hal-hal yang masih perlu diperbaiki. 3. Contoh Model Pembelajaran Interaktif a. Persiapan Sebelum pembelajaran dimulai guru menugasi siswa membawa hewan peliharaan dan mempersiapkan diri untuk menceritakan tentang hewan masing-masing. b. Kegiatan pembelajaran Siswa mengamati hewan-hewan yang dibawa temannya (meraba,mengelus,menggendong),lalu mengajukan pertanyaan c. Pertanyaan anak Pertanyaan siswa diarahkan guru sekitar proses pemeliharaan. d. Penyelidikan Guru dan siswa memilih pertanyaan untuk dieksplorasi lebih jauh. e. Refleksi Pada pertemuan berikutnya dikleas dibahas hasil penyelidikan siswa,lalu membandingkan antara hewan peliharaan dan hewan liar. 4. Kebaikan dan Keterbatasannya Kebaikan Siswa belajar mengajukan pertanyaan ,merumuskan pertanyaan,menemukan jawaban pertanyaan sendiri dengan melakukan kegiatan ( observasi , penyelidikan),pertanyaan anak serius dikumpulkan dan ditindaklanjuti. Keterbatasannya Karena sudah berpola model menjadi rutin dan kehilangan yang esensial. B. Model Pembelajaran Terpadu 1. Pengertian Berdasar sifatnya model pembelajaran terpadu dibedakan menjadi 3 yaitu
  • 6.
    a. Model daalamsatu disiplin ilmu b. Model antar bidang c. Model dalam lintas siswa Empat kriteria yang harus dipertimbangkan dalam mengembangkan model pembelajaran terpadu : a. Kebutuhan anak b. Karakteristik mata pelajaran c. Lingkungan senagai sarana belajar d. Masing-masing kriteria memberikan sumbangan tersendiri. 2. Langkah-langkah Penyusunan Model pembelajaran Terpadu a. Mengkaji GBPP IPA untuk menganalisis konsep-konsep penting yang akan diajarkan b. Membuat bagan konsep yang menghubungkan konsep satu dengan yang lainnya. c. Memilih tema sentral yang dapat menjadi payung untuk memadukan konsep- konsep tersebut d. Membuat TPK dan deskripsi kegiatan pembelajaran yang disesuiakan dengan tingkat perkembangan setiap konsep. e. Membuat bahan bacaan berupa cerita yang mengacu pada tema,disertai gambar dan permainan f. Menyusun jadwal kegiatan dan alokasi waktu yang diperlukan secara proporsional. g. Menyusun kisi-kisi perangkat tes dan soal tes. 3. Contoh model pembelajaran terpadu a. Tujuan : Siswa dapat mengklasifikasi tumbuhan,hewan,dan benda berdasrkan kriteria tertentu. b. Alat dan bahan : Setiap siswa bebas membawa hewan,tumbuhan,dan benda untuk menjadi arena kebun binatang. (guru membagi tugas agar terorganisir)
  • 7.
    c. Langkah kerja: 1. Kumpulkan tumbuhan,hewan,dan benda lain yang dibawa siswa. 2. Susun yang rapi tumbuhan,hewan,dan benda yang dibawa 3. Tugasi siswa untuk mengisi Lembar Pengamatan secara berkelompok 4. Diskusikan jawaban siswa. Mantapkan jika benar dan perbaiki jika kurang tepat. 4. Kebaikan dan keterbatasannya Kebaikan Siswa diajak mengamati gejala alam apa adanya Tidak dipilah-pilah menurut biologi atau fisika Tidak dibedakan siswa melihat dan mengamati terkotak-kotak Keterbatasannya Jika konsep sudah kompleks,sulit dipadukan /guru mengalami kesulitan untuk memadukan. C. Model Pembelajaran Siklus Belajar (learning Cycle) 1. Pengertian Model silus belajar ada tiga fase yaitu : eksplorasi,pengealan konsep,dan penerapan konsep 2. Urutan pembelajaran a. Eksplorasi Siswa diberi kebebasan untuk melakukan penjelajahan/ eksplorasi bebas. Kegiatan ini member siswa pengalaman fisik dan interaksi sosial dengan teman dan gurunya. b. Pengenalan konsep Guru menjelaskan konsep dan teori-teori yang dapat membantu siswa untuk menjawab permasalahan yang muncul. c. Penerapan konsep Dengan konsep yang telah dikuasai siswa memecahkan masalah yang dapat dipecahkan berdasar konsep yang telah diperoleh siswa. 3. Contoh model pembelajaran siklus belajar a. Tujuan Tujuan Pembelajaran Umum
  • 8.
    Siswa memahami salingketergantungan antarmakhluk hidup,dengan melakukan pengamatan dan menafsirkan hasil pengamatan Tujuan Pembelajaran KHusus 1. Setelah meneliti jenis makanan sejumlah hewan,siswa dapat mengelompokkan hewan yang termasuk pemakan tumbuhan 2. Setelah meneliti jenis makanan sejumlah hewan,siswa dapat mengelompokkan hewan yang termasuk pemakan hewan 3. Setelah meneliti jenis makanan sejumlah hewan,siswa dapat mengelompokkan hewan yang termasuk pemakan daging dan tubuhan 4. Setelah berdiskusi mengenai sumber makanan hewan,siswa dapat menyimpulkan bahwa semua hewan memperoleh makanan dengan cara memakan makhluk hidup lain. b. Konsep : hubungan antarmakhluk hidup Definisi konsep : 1. Pemakan tumbuhan (herbivore) 2. Pemakan daging (karnivora) 3. Pemakan segala (omnivore) 4. Pemakan (konsumen)memakan makhluk hidup lain sebagai sumber makanan 4. Kebaikan dan keterbatasannya Kebaikan Jumlah tahapan tiga termasuk sederhana dan mudah diingat Keterbatasannya Namun memunculkan situasi konflik tidak selalu berhasil D. Model Pembelajaran Belajar IPA atau CLIS (Children Learning In Science ) 1. Pengertian Model CLIS dikembangkan oleh kelompok Children’s learning in science 2. Urutan pembelajaran a. Orientasi
  • 9.
    Upaya guru untukmemusatkan perhatian siswa. b. Pemunculan gagasan Upaya guru untuk memunculkan konsepsi awal siswa. c. Penyusunan ulang gagasan Upaya guru untuk memperjelas atau mengungkapkan gagasan awal siswa tentang suatu topic secara umum. d. Penerapan gagasan Siswa diminta menjawab pertanyaan yang disusun untuk menerapkan konsep ilmiah yang telah dikembangkan siswa. e. Pemantapan gagasan Umpan balik oleh guru untuk memperkuat konsep ilmiah tersebut 3. Contoh model pembelajaran CLIS NO Tahap Kegiatan Guru Kegiatan siswa Keterangan 1 orientasi Menunjukkan kantong kresek warna hitam dan mengajukan pertanyaan Siswa menjawab pertanyaan Guru meminta siswa memperagakan 2. Pemunculan gagasan Menginstruksikan siswa menjawab pertanyaan dari LKS no 1-4 Masing – masing siswa mengerjakan LKS no 1-4 Siswa ingin mengetahui alat pernapasan pada manusia,hewan dan tumbuhan 3. Penyusunan ulang gagasan Membimbing kegiatan percobaan yang kurang mengerti Diskusi kelompok dan mengerjakan kegiatan Semua anggota kelompok aktif 4. Penerapan gagasan Mengamati dan membimbing kegiatan siswa Diskusi menjawab pertanyaan no 5-7 di LKS Periksa jawaban yang belum konsisten dengan konsep ilmiah 5. Pemantapan gagasan Mengungkapkan salah satu kosepsi awal kemudian membandingkan denganhasil percobaan Mengemukakan argumentasi Siswa dibimbing untuk membedakan oksigen dan udara