IP ADDRESS
PENGERTIAN
• IP Address atau Alamat IP adalah alamat yang menjadi tanda pengenal untuk setiap
host yang terhubung ke jaringan dengan TCP/IP (internet), berdasarkan aturan dari
Internet Protocol (IP)
• Setiap host yang akan terhubung ke jaringan yang berbasis TCP/IP, harus memiliki IP
address.
• IP Address bersifat unik, artinya dalam satu jaringan tidak ada dua host atau lebih
yang menggunakan alamat IP yang sama
Format IP Address (V4)
• IP Address terdiri dari bilangan biner 32 bit yang dibagi dalam 4 oktet, dan dituliskan
dalam format 4 kelompok bilangan desimal
• Sebagian oktet (kelompok 8 bit) pertama dari IP Address menunjukkan Alamat
Jaringan dan oktet yang lainnya menunjukkan Alamat Host.
Format IP Address (V4)
11000000 10101000 00000000 00101000
32 bit
192 . 168 . 0 . 40
Alamat Jaringan
Alamat Host
Klasifikasi IP Address
IP Address Kelas A
0 . . . . . . .
32 bit
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Alamat
Jaringan
Alamat
Host
Range: 1 . 0 . 0 . 0 sampai 127 . 255 . 255 . 255
Klasifikasi IP Address
IP Address Kelas B
10 . . . . . .
32 bit
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Alamat
Jaringan
Alamat
Host
Range: 128 . 0 . 0 . 0 sampai 191 . 255 . 255 . 255
Klasifikasi IP Address
IP Address Kelas C
110 . . . . .
32 bit
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Alamat
Jaringan
Alamat
Host
Range: 192 . 0 . 0 . 0 sampai 223 . 255 . 255 . 255
Kategori IP Address
• IP Static: Merupakan IP Address yang secara permanen dimiliki oleh sebuah mesin
• IP Dynamic: IP Address pada sebuah mesin yang selalu berubah sesuai dengan
pemakaian IP Address dalam jaringan pada saat itu, yang diatur oleh DHCP Server
STRUKTUR IPV4 ADDRESS
STRUKTURIPV4ADDRESS
STRUKTUR IPV4 ADDRESS
• IPv4 address ditulis dalam bentuk decimal dengan digit angka 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6,
7, 8 dan 9.
• IPV4 address dibagi menjadi empat segmen, tiap segmen disebut dengan
octet.
• Tiap octet berukuran delapan binary digit (bit), jadi total alamatnya sama
dengan 32 bit.
STRUKTURIPV4ADDRESS
STRUKTUR IPV4 ADDRESS
Decimal 🡪 192 . 168 . 0 . 0
Octet 1 Octet 2 Octet 3 Octet 4
🡪 🡪 🡪 🡪
Binary 🡪 11000000 . 10101000 . 00000000 . 00000000
🡩 🡩 🡩 🡩
32 bit = 8 bit + 8 bit + 8 bit + 8 bit
STRUKTURIPV4ADDRESS
SISTEMBILANGAN
DIGIT
✔
BINARY
🗶
OCTAL
✔
DECIMAL
✔
HEXADECIMAL
Ke- Basis 2 Basis 8 Basis 10 Basis 16
0 0 0 0 0
1 1 1 1 1
2 2 2 2
3 3 3 3
4 4 4 4
5 5 5 5
6 6 6 6
7 7 7 7
8 8 8
9 9 9
10 A
11 B
12 C
13 D
14 E
15 F
STRUKTURIPV4ADDRESS
DERET UKUR BINARY
DIHAFAL!
← IPv6 ←
DAN
SETERUSN
YA
27 26 25 24 23 22 21 20
🡪 🡪 🡪 🡪 🡪 🡪 🡪 🡪
128 64 32 16 8 4 2 1
← IPv4 ←
Ilmu itu bukanyang dihafal, tetapiyang memberimanfaat
Imam Syafi’i rahimahullahu ta’ala
KONVERSIBILANGAN
Desimal ke Biner
• Cara mengkonversi bilangan desimal ke biner adalah dengan cara membagi
bilangan desimal dengan 2 (basis bilangan biner) dan menyimpan sisa hasil
bagi dari setiap pembagian sebagai bit-bit bilangan biner. Nilai konversinya
adalah urutan sisa hasil bagi dari yang paling akhir.
• Contoh :
• 88(10)= … (2)
88 : 2 = 44 sisa 0
44 : 2 = 22 sisa 0
22 : 2 = 11 sisa 0
11 : 2 = 5 sisa 1
5 : 2 = 2 sisa 1
2 : 2 = 1 sisa 0
• Maka hasil Konversinya = 1011000 (ditulis dengan urutan dari bawah ke atas)
Biner ke Desimal
• Cara mengkonversi bilangan biner ke desimal adalah dengan cara
mengalikan satu persatu bilangan dengan 2 (basis bilangan biner) pangkat 0,
pangkat 1 dan seterusnya sesuai dengan banyaknya bilangan biner yang
akan di konversi dan perhitungannya dimulai dari bilangan biner yang paling
kanan.
• Contoh :
• 00011(2) = … (10)
= (1x2
0
) + (1x2
1
) + (0x2
2
) + (0x2
3
) + (0x2
4
)
= 1 + 2 + 0 + 0 + 0
= 3
• Hasil Konversi : 3
Desimal ke Octal
• Cara mengkonversi bilangan desimal ke Oktal adalah dengan cara membagi
bilangan desimal dengan 8 (basis bilangan oktal) dan menyimpan sisa hasil
bagi dari setiap pembagian sebagai bit-bit bilangan oktal. Nilai konversinya
adalah urutan sisa hasil bagi dari yang paling akhir.
• Contoh :
• 1402(10) = … (8)
1402/8 = 175 sisa 2
175/8 = 21 sisa 7
21/8 = 2 sisa 5
• Maka hasil konversinya = 2572 (ditulis dari bawah)
Octal Ke Desimal
• Cara mengkonversi bilangan oktal ke desimal adalah dengan cara
mengalikan satu persatu bilangan dengan 8 (basis bilangan oktal) dengan
pangkat 0, 1 dan seterusnya dimulai dari bilangan oktal yang paling kanan.
Kemudian hasil dari semua pengalian dijumlahkan.
• Contoh :
62(8) = ... (10)
2x8
0
= 2
6x8
1
= 48
2+48 = 50
Hasil Konversi = 50
Desimal ke Hexadecimal
• Cara mengkonversi bilangan desimal ke hexadesimal adalah dengan cara membagi
bilangan desimal dengan 16 (basis bilangan hexadesimal) dan menyimpan sisa hasil
bagi dari setiap pembagian sebagai bit-bit bilangan heksadesimal. Apabila sisa bagi >
9 maka angkanya dirubah menjadi huruf. Untuk sisa bagi berjumlah 10 = A, 11 = B, 12
= C, 13 = D, 14 = E, 15 = F.
• Contoh :
• 19889(10) = … (16)
19889/16 = 1243 sisa 1
1243/16 = 77 sisa 11 (B)
77/16 = 4 sisa 13 (D)
4/16 = 0 sisa 4
• Maka hasil konversinya = 4DB1 (ditulis dari bawah)
Hexadecimal ke Desimal
• Cara mengkonversi bilangan biner ke desimal adalah dengan mengalikan
satu-satu bilangan dengan 16 (basis hexa) pangkat 0 atau 1 atau 2 dst.,
dimulai dari bilangan paling kanan. Kemudian hasilnya dijumlahkan.
• Contoh :
• 7A(16) = ... (10)
= (7x16
1
) + (10x16
0
)
= 112 + 10
= 122
• Hasil Konversi = 122
• Kerjakan Soal dan berikan Caranya di selembar kertas Kel A:
1. Konversi bilangan Biner berikut ke bilangan desimal
a. 00101100 (2) = (10) b. 11101101 (2) = (10)
2. Konversi bilangan Desimal berikut ke bilangan Biner
a. 241 (10) = (2) b. 185 (10) = (2)
3. Konversi bilangan oktal berikut ke bilangan desimal
a. 193 (8) b. 77 (8)
4. Konversi bilangan desimal berikut ini ke bilangan oktal
a. 351 (10) = (8) b. 629 (10) = (8)
5. Konversi bilangan desimal berikut ini ke bilangan HexaDesimal
a. 19734 (10) = (16) b. 12345 (10) = (16)
6. Konversi bilangan HexaDesimal berikut ini ke bilangan Desimal
a. 9EBC (16) = (10) b. 12DF (16) = (10)
SUBNETTING
Penghitungan Subnetting
• Penghitungan subnetting bisa dilakukan dengan dua cara, cara binary yang relatif
lambat dan cara khusus yang lebih cepat. Pada hakekatnya semua pertanyaan
tentang subnetting akan berkisar di empat masalah: Jumlah Subnet, Jumlah Host
per Subnet, Blok Subnet, dan Alamat Host- Broadcast.
• Penulisan IP address umumnya adalah dengan 192.168.1.2.
• Namun adakalanya ditulis dengan 192.168.1.2/24, apa ini artinya? Artinya bahwa IP
address 192.168.1.2 dengan subnet mask 255.255.255.0. Lho kok bisa seperti itu?
Ya, /24 diambil dari penghitungan bahwa 24 bit subnet mask diselubung dengan
binari 1. Atau dengan kata lain, subnet masknya adalah:
11111111.11111111.11111111.00000000 (255.255.255.0). Konsep ini yang disebut
dengan CIDR (Classless Inter-Domain Routing) yang diperkenalkan pertama
kali tahun 1992 oleh IEFT.
• Subnet Mask berapa saja yang bisa digunakan untuk melakukan subnetting? Ini
terjawab dengan tabel di bawah:
Subnet Mask Nilai
CIDR 255.128.0.0 /9
255.192.0.0 /10
255.224.0.0 /11
255.240.0.0 /12
255.248.0.0 /13
255.252.0.0 /14
255.254.0.0 /15
255.255.0.0 /16
255.255.128.0 /17
255.255.192.0 /18
255.255.224.0 /19
Subnet Mask Nilai CIDR
255.255.240.0 /20
255.255.248.0 /21
255.255.252.0 /22
255.255.254.0 /23
255.255.255.0 /24
255.255.255.128 /25
255.255.255.192 /26
255.255.255.224 /27
255.255.255.240 /28
255.255.255.248 /29
255.255.255.252 /30
SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS
C
• Subnetting seperti apa yang terjadi dengan sebuah NETWORK ADDRESS
192.168.1.0/26 ?
• Analisa: 192.168.1.0 berarti kelas C dengan Subnet Mask /26 berarti
11111111.11111111.11111111.11000000 (255.255.255.192).
• Penghitungan: Seperti sudah saya sebutkan sebelumnya semua pertanyaan tentang
subnetting akan berpusat di 4 hal, jumlah subnet, jumlah host per subnet, blok
subnet, alamat host dan broadcast yang valid. Jadi kita selesaikan dengan urutan
seperti itu:
1. Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada oktet terakhir
subnet mask (2 oktet terakhir untuk kelas B, dan 3 oktet terakhir untuk kelas A).
Jadi Jumlah Subnet adalah 22= 4 subnet
2. Jumlah Host per Subnet = 2y– 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x
yaitu banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnet. Jadi jumlah host per subnet
adalah 26– 2 = 62 host
3. Blok Subnet = 256 – 192 (nilai oktet terakhir subnet mask) = 64. Subnet
berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah
0, 64, 128, 192. 4. Bagaimana dengan alamat host dan broadcast yang valid? Kita
langsung buat tabelnya. Sebagai catatan, host pertama adalah 1 angka setelah
subnet, dan broadcast adalah 1 angka sebelum subnet berikutnya.
4. Tabel IP
Network IP Valid Broadcast
192.168.1.0 192.168.1.1 - 192.168.1.62 192.168.1.63
192.168.1.64 192.168.1.65 - 192.168.1.126 192.168.1.127
192.168.1.128 192.168.1.129 - 192.168.1.190 192.168.1.191
192.168.1.192 192.168.1.193 - 192.168.1.254 192.168.1.255

IP ADDRESS .pptx

  • 1.
  • 2.
    PENGERTIAN • IP Addressatau Alamat IP adalah alamat yang menjadi tanda pengenal untuk setiap host yang terhubung ke jaringan dengan TCP/IP (internet), berdasarkan aturan dari Internet Protocol (IP) • Setiap host yang akan terhubung ke jaringan yang berbasis TCP/IP, harus memiliki IP address. • IP Address bersifat unik, artinya dalam satu jaringan tidak ada dua host atau lebih yang menggunakan alamat IP yang sama
  • 3.
    Format IP Address(V4) • IP Address terdiri dari bilangan biner 32 bit yang dibagi dalam 4 oktet, dan dituliskan dalam format 4 kelompok bilangan desimal • Sebagian oktet (kelompok 8 bit) pertama dari IP Address menunjukkan Alamat Jaringan dan oktet yang lainnya menunjukkan Alamat Host.
  • 4.
    Format IP Address(V4) 11000000 10101000 00000000 00101000 32 bit 192 . 168 . 0 . 40 Alamat Jaringan Alamat Host
  • 5.
    Klasifikasi IP Address IPAddress Kelas A 0 . . . . . . . 32 bit . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Alamat Jaringan Alamat Host Range: 1 . 0 . 0 . 0 sampai 127 . 255 . 255 . 255
  • 6.
    Klasifikasi IP Address IPAddress Kelas B 10 . . . . . . 32 bit . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Alamat Jaringan Alamat Host Range: 128 . 0 . 0 . 0 sampai 191 . 255 . 255 . 255
  • 7.
    Klasifikasi IP Address IPAddress Kelas C 110 . . . . . 32 bit . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Alamat Jaringan Alamat Host Range: 192 . 0 . 0 . 0 sampai 223 . 255 . 255 . 255
  • 8.
    Kategori IP Address •IP Static: Merupakan IP Address yang secara permanen dimiliki oleh sebuah mesin • IP Dynamic: IP Address pada sebuah mesin yang selalu berubah sesuai dengan pemakaian IP Address dalam jaringan pada saat itu, yang diatur oleh DHCP Server
  • 9.
  • 10.
    STRUKTURIPV4ADDRESS STRUKTUR IPV4 ADDRESS •IPv4 address ditulis dalam bentuk decimal dengan digit angka 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8 dan 9. • IPV4 address dibagi menjadi empat segmen, tiap segmen disebut dengan octet. • Tiap octet berukuran delapan binary digit (bit), jadi total alamatnya sama dengan 32 bit.
  • 11.
    STRUKTURIPV4ADDRESS STRUKTUR IPV4 ADDRESS Decimal🡪 192 . 168 . 0 . 0 Octet 1 Octet 2 Octet 3 Octet 4 🡪 🡪 🡪 🡪 Binary 🡪 11000000 . 10101000 . 00000000 . 00000000 🡩 🡩 🡩 🡩 32 bit = 8 bit + 8 bit + 8 bit + 8 bit
  • 12.
    STRUKTURIPV4ADDRESS SISTEMBILANGAN DIGIT ✔ BINARY 🗶 OCTAL ✔ DECIMAL ✔ HEXADECIMAL Ke- Basis 2Basis 8 Basis 10 Basis 16 0 0 0 0 0 1 1 1 1 1 2 2 2 2 3 3 3 3 4 4 4 4 5 5 5 5 6 6 6 6 7 7 7 7 8 8 8 9 9 9 10 A 11 B 12 C 13 D 14 E 15 F
  • 13.
    STRUKTURIPV4ADDRESS DERET UKUR BINARY DIHAFAL! ←IPv6 ← DAN SETERUSN YA 27 26 25 24 23 22 21 20 🡪 🡪 🡪 🡪 🡪 🡪 🡪 🡪 128 64 32 16 8 4 2 1 ← IPv4 ←
  • 14.
    Ilmu itu bukanyangdihafal, tetapiyang memberimanfaat Imam Syafi’i rahimahullahu ta’ala KONVERSIBILANGAN
  • 15.
    Desimal ke Biner •Cara mengkonversi bilangan desimal ke biner adalah dengan cara membagi bilangan desimal dengan 2 (basis bilangan biner) dan menyimpan sisa hasil bagi dari setiap pembagian sebagai bit-bit bilangan biner. Nilai konversinya adalah urutan sisa hasil bagi dari yang paling akhir. • Contoh : • 88(10)= … (2) 88 : 2 = 44 sisa 0 44 : 2 = 22 sisa 0 22 : 2 = 11 sisa 0 11 : 2 = 5 sisa 1 5 : 2 = 2 sisa 1 2 : 2 = 1 sisa 0 • Maka hasil Konversinya = 1011000 (ditulis dengan urutan dari bawah ke atas)
  • 16.
    Biner ke Desimal •Cara mengkonversi bilangan biner ke desimal adalah dengan cara mengalikan satu persatu bilangan dengan 2 (basis bilangan biner) pangkat 0, pangkat 1 dan seterusnya sesuai dengan banyaknya bilangan biner yang akan di konversi dan perhitungannya dimulai dari bilangan biner yang paling kanan. • Contoh : • 00011(2) = … (10) = (1x2 0 ) + (1x2 1 ) + (0x2 2 ) + (0x2 3 ) + (0x2 4 ) = 1 + 2 + 0 + 0 + 0 = 3 • Hasil Konversi : 3
  • 17.
    Desimal ke Octal •Cara mengkonversi bilangan desimal ke Oktal adalah dengan cara membagi bilangan desimal dengan 8 (basis bilangan oktal) dan menyimpan sisa hasil bagi dari setiap pembagian sebagai bit-bit bilangan oktal. Nilai konversinya adalah urutan sisa hasil bagi dari yang paling akhir. • Contoh : • 1402(10) = … (8) 1402/8 = 175 sisa 2 175/8 = 21 sisa 7 21/8 = 2 sisa 5 • Maka hasil konversinya = 2572 (ditulis dari bawah)
  • 18.
    Octal Ke Desimal •Cara mengkonversi bilangan oktal ke desimal adalah dengan cara mengalikan satu persatu bilangan dengan 8 (basis bilangan oktal) dengan pangkat 0, 1 dan seterusnya dimulai dari bilangan oktal yang paling kanan. Kemudian hasil dari semua pengalian dijumlahkan. • Contoh : 62(8) = ... (10) 2x8 0 = 2 6x8 1 = 48 2+48 = 50 Hasil Konversi = 50
  • 19.
    Desimal ke Hexadecimal •Cara mengkonversi bilangan desimal ke hexadesimal adalah dengan cara membagi bilangan desimal dengan 16 (basis bilangan hexadesimal) dan menyimpan sisa hasil bagi dari setiap pembagian sebagai bit-bit bilangan heksadesimal. Apabila sisa bagi > 9 maka angkanya dirubah menjadi huruf. Untuk sisa bagi berjumlah 10 = A, 11 = B, 12 = C, 13 = D, 14 = E, 15 = F. • Contoh : • 19889(10) = … (16) 19889/16 = 1243 sisa 1 1243/16 = 77 sisa 11 (B) 77/16 = 4 sisa 13 (D) 4/16 = 0 sisa 4 • Maka hasil konversinya = 4DB1 (ditulis dari bawah)
  • 20.
    Hexadecimal ke Desimal •Cara mengkonversi bilangan biner ke desimal adalah dengan mengalikan satu-satu bilangan dengan 16 (basis hexa) pangkat 0 atau 1 atau 2 dst., dimulai dari bilangan paling kanan. Kemudian hasilnya dijumlahkan. • Contoh : • 7A(16) = ... (10) = (7x16 1 ) + (10x16 0 ) = 112 + 10 = 122 • Hasil Konversi = 122
  • 21.
    • Kerjakan Soaldan berikan Caranya di selembar kertas Kel A: 1. Konversi bilangan Biner berikut ke bilangan desimal a. 00101100 (2) = (10) b. 11101101 (2) = (10) 2. Konversi bilangan Desimal berikut ke bilangan Biner a. 241 (10) = (2) b. 185 (10) = (2) 3. Konversi bilangan oktal berikut ke bilangan desimal a. 193 (8) b. 77 (8) 4. Konversi bilangan desimal berikut ini ke bilangan oktal a. 351 (10) = (8) b. 629 (10) = (8) 5. Konversi bilangan desimal berikut ini ke bilangan HexaDesimal a. 19734 (10) = (16) b. 12345 (10) = (16) 6. Konversi bilangan HexaDesimal berikut ini ke bilangan Desimal a. 9EBC (16) = (10) b. 12DF (16) = (10)
  • 22.
  • 23.
    Penghitungan Subnetting • Penghitungansubnetting bisa dilakukan dengan dua cara, cara binary yang relatif lambat dan cara khusus yang lebih cepat. Pada hakekatnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berkisar di empat masalah: Jumlah Subnet, Jumlah Host per Subnet, Blok Subnet, dan Alamat Host- Broadcast. • Penulisan IP address umumnya adalah dengan 192.168.1.2. • Namun adakalanya ditulis dengan 192.168.1.2/24, apa ini artinya? Artinya bahwa IP address 192.168.1.2 dengan subnet mask 255.255.255.0. Lho kok bisa seperti itu? Ya, /24 diambil dari penghitungan bahwa 24 bit subnet mask diselubung dengan binari 1. Atau dengan kata lain, subnet masknya adalah: 11111111.11111111.11111111.00000000 (255.255.255.0). Konsep ini yang disebut dengan CIDR (Classless Inter-Domain Routing) yang diperkenalkan pertama kali tahun 1992 oleh IEFT.
  • 24.
    • Subnet Maskberapa saja yang bisa digunakan untuk melakukan subnetting? Ini terjawab dengan tabel di bawah: Subnet Mask Nilai CIDR 255.128.0.0 /9 255.192.0.0 /10 255.224.0.0 /11 255.240.0.0 /12 255.248.0.0 /13 255.252.0.0 /14 255.254.0.0 /15 255.255.0.0 /16 255.255.128.0 /17 255.255.192.0 /18 255.255.224.0 /19 Subnet Mask Nilai CIDR 255.255.240.0 /20 255.255.248.0 /21 255.255.252.0 /22 255.255.254.0 /23 255.255.255.0 /24 255.255.255.128 /25 255.255.255.192 /26 255.255.255.224 /27 255.255.255.240 /28 255.255.255.248 /29 255.255.255.252 /30
  • 25.
    SUBNETTING PADA IPADDRESS CLASS C • Subnetting seperti apa yang terjadi dengan sebuah NETWORK ADDRESS 192.168.1.0/26 ? • Analisa: 192.168.1.0 berarti kelas C dengan Subnet Mask /26 berarti 11111111.11111111.11111111.11000000 (255.255.255.192). • Penghitungan: Seperti sudah saya sebutkan sebelumnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berpusat di 4 hal, jumlah subnet, jumlah host per subnet, blok subnet, alamat host dan broadcast yang valid. Jadi kita selesaikan dengan urutan seperti itu:
  • 26.
    1. Jumlah Subnet= 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada oktet terakhir subnet mask (2 oktet terakhir untuk kelas B, dan 3 oktet terakhir untuk kelas A). Jadi Jumlah Subnet adalah 22= 4 subnet 2. Jumlah Host per Subnet = 2y– 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnet. Jadi jumlah host per subnet adalah 26– 2 = 62 host 3. Blok Subnet = 256 – 192 (nilai oktet terakhir subnet mask) = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192. 4. Bagaimana dengan alamat host dan broadcast yang valid? Kita langsung buat tabelnya. Sebagai catatan, host pertama adalah 1 angka setelah subnet, dan broadcast adalah 1 angka sebelum subnet berikutnya. 4. Tabel IP Network IP Valid Broadcast 192.168.1.0 192.168.1.1 - 192.168.1.62 192.168.1.63 192.168.1.64 192.168.1.65 - 192.168.1.126 192.168.1.127 192.168.1.128 192.168.1.129 - 192.168.1.190 192.168.1.191 192.168.1.192 192.168.1.193 - 192.168.1.254 192.168.1.255