IP ADDRESSING
R E F I TA D I N D A C A H YA N I P U T R I
IP ADDRESS ?
• Internet Protocol Address atau sering disingkat IP adalah deretan angka biner yang
dipakai sebagai alamat identifikasi untuk setiap komputer atau host dalam jaringan
internet.
• IP Addres terbagi menjadi 2 yaitu : IPv4 dan IPv6
• Proses memecah suatu IP ke sub jaringan yang lebih kecil disebut subneting.
• Sebelum mempelajari IP Address alangkah baiknya jika kita paham tentang sistem
bilangan desimal,biner dan hexadesimal, karena ipv4 menggunakan binery dalam
perhitungan sedangkan ipv6 menggnakan hexadesimal.
SISTEM BILANGAN
&
KONVERSI BILANGAN
SISTEM BILANGAN
Sistem Radiks Himpunan elemen/Digit
Desimal R = 10 {0,1,2,3,4,5,6,7,8,9}
Biner R=2 {0,1}
Heksadesimal R=16 {0,1,2,3,4,5,6,7,8,9,A,B,C,D,E,F}
BINARY KE DESIMAL
Cara mudahnya.....
Contoh : Konversi bianary 00101000 ke dalam bentuk desimal
Jawab : 00101000(2) = 0x(2^7) + 0x(2^6) + 1x(2^5) + 0x(2^4) + 1x(2^3) + 0x(2^2) + 0x(2^1) +
0x(2^0)
= 0+0+32+0+8+0+0+0 => 40 (10)
KONVERSI BILANGAN BINER KE
HEXADESIMAL
• Untuk mengkonversi bilangan biner ke bilangan hexadesimal, gunakan
pengelompokan 4 digit bilangan biner.
Contoh:
• konversikan 10110011(2) ke bilangan oktal
Jawab :
– 1011 0011
B 3
• Jadi: 10110011(2) = B3(16)
KONVERSI BILANGAN
DESIMAL KE BINARY
Gunakan pembagian dengan 2 secara urut sampai sisanya = 0. Sisa-sisa pembagian
membentuk jawaban, yaitu sisa yang pertama akan menjadi least significant bit (LSB) dan
sisa yang terakhir menjadi most significant bit (MSB).
Contoh: Ubahlah 179(10) ke biner:
179/2 = 89 sisa 1 (LSB)
89/2 = 44 sisa 1
44/2 = 22 sisa 0
22/2 = 11 sisa 0
11/2 = 5 sisa 1
5/2 = 2 sisa 1
2/2 = 1 sisa 0
1/2 = 0 sisa 1 (MSB)
179(10) = 10110011(2)
KONVERSI BILANGAN
DESIMAL KE HEXADESIMAL
• Pembagian beruntun menggunakan angka 16 sampai sisanya = 0. Sisa-sisa pembagian
membentuk jawaban, yaitu sisa yang pertama akan menjadi least significant bit (LSB)
dan sisa yang terakhir menjadi most significant bit (MSB).
Contoh: Konversi 179(10) ke hexadesimal:
179 / 16 = 11 sisa 3 (LSB)
16/ 16 = 0 sisa 11 (dalam hexadesimal 11= B)MSB
 179(10) = B3(16)
KONVERSI HEXADESIMAL KE
BILANGAN DESIMAL
• Contoh:
2A(16) = 2x(16^1) + 10x(16^0) = 32 + 10 = 42(10)
KONVERSI BILANGAN
HEXADESIMAL KE BINER
• Contoh: Konversi B3(16) ke bilangan biner.
• B 3
1011 0011
Jadi: B3(16) = 10110011(2)
IPV4
ADDRESSING
IPV4
• Merupakan versi keempat dari Internet Protokol yang terdapat dalam TCP/IP.
• Ditetapkan oleh Internet Assigned Numbers Authority (IANA)
• Menggunakan sistem bilangan biner dan bilangan desimal
• Tugas utamanya hanyalah memberikan fungsi yang diperlukan untuk mengirim sebuah
paket dari sumber ke tujuan melalui suatu sistem jaringan yang saling terhubung.
• Menggunakan sistem bilangan biner dan desimal
STRUKTUR IPV4 ADDRESS
• IP Address terdiri 32 bits.
• Terbagi menjadi dua bagian Bagian networkID dan Bagian HostID, hal ini tergantung
dari subnetmask (akan dibicarakan lebih lanjut).
• 32 bit dibagi menjadi 4 bagian setiap bagian terdiri dari 8 bit.
• Untuk kemudahan dikonversi menjadi desimal
IP ADDRESSES
Terdiri dari 2 bagian:
– Nomor network, Biasa disebut NetworkID (NetId)
• Dalam satu jaringan NetID untuk semua jaringan sama
– Nomor host (HostId)
• Ini yang biasa disebut IP Address, dalam satu jaringan tidak ada yang nomor IP-nya sama
IP ADDRESS VERSI 4 – PREFIX LENGTH
• Bentuk penulisan singkat dari subnet
mask.
• Nilainya sama dengan jumlah bit 1 pada
subnet mask
• Dituliskan dalam bentuk notasi / (slash
notation) dan diikuti jumlah network
(disebut prefix)
• Letak prefix akan mempengaruhi dalam
perhitungan Alamat IP
NETMASK/SUBNETMASK
• Pada Pengalamatan Logik, selain butuh nomor IP dibutuhkan netmask atau
subnetmask.
• Netmask besarnya sama dengan nomor IP yaitu 32 bit.
• Ada tiga pengelompokan besar subnet mask :
– 255.0.0.0
– 255.255.0.0
– 255.255.255.0.
• Hal tadi biasa disebut class, dikenal tiga class :
– Class A, adalah semua nomor IP yang mempunyai subnetmask 255.0.0.0
– Class B, adalah semua nomor IP yang mempunyai subnetmask 255.255.0.0
– Class C, adalah semua nomor IP yang mempunyai subnetmask 255.255.255.0
IP DAN NETMASK
• Pengalamatan Logik merupakan Gabungan antara IP dan
Netmask
• Penulisan biasanya sbb :
– IP : 202.95.151.129
– Netmask : 255.255.255.0
• Perhitungan antara IP dan Netmask akan menghasilkan
NetworkID
PENGGUNAAN SUBNET MASK
• Subnet mask sebenarnya merupakan alat yang dipakai untuk melihat dalam IP address
mana bagian dari NetID dan HostID.
• Untuk melihat NetID pada jaringan kita lakukan operasi AND antara Netmask dan IP
Address
• Misal :
– 10.252.240.6 Netmask 255.255.255.0
– Konversi menjadi biner dan AND-kan
– 00001010.11111100.11110000.00000110
– 11111111.11111111.11111111.00000000 AND
– 00001010.11111100.11110000.00000000
– Jadi NetID kita adalah 10.252.240.0
• Dalam satu jaringan NetID akan sama
Netmask Class A
Netmask Class C
11111111 00000000 00000000 00000000
11111111 11111111 00000000 00000000
11111111 11111111 11111111 00000000
 Misal 192.168.2.3 dan netmask 255.255.255.0
 yang bitnya 1 pada netmask berarti pada IP itulah
NetID komputer kita.
 Bit 0 pada Netmask berhubungan dengan nomor Host
 NetID 192.168.2.0
 Nomor Hostnya 3
IP Address
IP Address
IP Address
Network Host Host Host
Network Network Host Host
Network Network Network Host
Netmask Class B
BROADCAST
• Alamat yang digunakan untuk mengirim/menerima informasi yang
harus diketahui oleh seluruh host yang ada pada suatu jaringan
• Jika suatu host ingin mengirim paket kepada seluruh host yang ada
pada jaringannya, tidak perlu membuat replikasi paket sebanyak jumlah
host tujuan, Host cukup mengirim ke alamat broadcast, maka seluruh
host yang ada pada network akan menerima paket tersebut
• Seluruh host pada jaringan yang sama harus memiliki broadcast address
yang sama dan alamat tersebut tidak boleh digunakan sebagai nomor
IP untuk host tertentu
• Nomor Broadcast adalah nomor terakhir IP pada suatu jaringan
(Segment host yang nilai bitnya 1)
M E N C A R I N E T I D H O S T I D
( F I R S T H O S T D A N L A S T H O S T )
&
B R O A D C A S T
MENCARI ALAMAT NETWORK,HOST
DAN BROADCAST
• Alamat Network - host portion adalah semua bit 0 (.00000000)
• Host address Pertama - host portion adalah semua bit 0 dan diakhiri dengan bit 1
(.00000001)
• Host address Terakhir - host portion adalah semua bit 1 dan diakhir dengan bit 0
(.11111110)
• Broadcast Address - host portion dengan semua diset menjadi bit 1 (.11111111)
NetworkID
Netmask Class C
Broadcast
IP Address
First Host
192 168 2 3
255 255 255 0
11000000 10101000 00000010 00000011
11000000 10101000 00000010 00000000
11000000 10101000 00000010 00000001
11000000 10101000 00000010 11111110Last Host
11000000 10101000 00000010 11111111
192 168 2 255IP Broadcast
11111111 11111111 11111111 00000000
192 168 2 254IP Last Host
192 168 2 1
192 168 2 0
IP First Host
IP Network
/24
/24
/24
/24
/24
/24
CONTOH L AIN
NetworkID
Netmask Class C
Broadcast
IP Address
First Host
192 168 2 3
255 255 255 192
11000000 10101000 00000010 00000011
11000000 10101000 00000010 00000000
11000000 10101000 00000010 00000001
11000000 10101000 00000010 00111110Last Host
11000000 10101000 00000010 00111111
192 168 2 63IP Broadcast
11111111 11111111 11111111 11000000
192 168 2 62IP Last Host
192 168 2 1
192 168 2 0
IP First Host
IP Network /26
/26
/26
/26
/26
/26
TERIMA KASIH 
SEMOGA BERMANFAAT

IP Address,Sistem Bilangan dan Konversinya

  • 1.
    IP ADDRESSING R EF I TA D I N D A C A H YA N I P U T R I
  • 2.
    IP ADDRESS ? •Internet Protocol Address atau sering disingkat IP adalah deretan angka biner yang dipakai sebagai alamat identifikasi untuk setiap komputer atau host dalam jaringan internet. • IP Addres terbagi menjadi 2 yaitu : IPv4 dan IPv6 • Proses memecah suatu IP ke sub jaringan yang lebih kecil disebut subneting. • Sebelum mempelajari IP Address alangkah baiknya jika kita paham tentang sistem bilangan desimal,biner dan hexadesimal, karena ipv4 menggunakan binery dalam perhitungan sedangkan ipv6 menggnakan hexadesimal.
  • 3.
  • 4.
    SISTEM BILANGAN Sistem RadiksHimpunan elemen/Digit Desimal R = 10 {0,1,2,3,4,5,6,7,8,9} Biner R=2 {0,1} Heksadesimal R=16 {0,1,2,3,4,5,6,7,8,9,A,B,C,D,E,F}
  • 5.
    BINARY KE DESIMAL Caramudahnya..... Contoh : Konversi bianary 00101000 ke dalam bentuk desimal Jawab : 00101000(2) = 0x(2^7) + 0x(2^6) + 1x(2^5) + 0x(2^4) + 1x(2^3) + 0x(2^2) + 0x(2^1) + 0x(2^0) = 0+0+32+0+8+0+0+0 => 40 (10)
  • 6.
    KONVERSI BILANGAN BINERKE HEXADESIMAL • Untuk mengkonversi bilangan biner ke bilangan hexadesimal, gunakan pengelompokan 4 digit bilangan biner. Contoh: • konversikan 10110011(2) ke bilangan oktal Jawab : – 1011 0011 B 3 • Jadi: 10110011(2) = B3(16)
  • 7.
    KONVERSI BILANGAN DESIMAL KEBINARY Gunakan pembagian dengan 2 secara urut sampai sisanya = 0. Sisa-sisa pembagian membentuk jawaban, yaitu sisa yang pertama akan menjadi least significant bit (LSB) dan sisa yang terakhir menjadi most significant bit (MSB). Contoh: Ubahlah 179(10) ke biner: 179/2 = 89 sisa 1 (LSB) 89/2 = 44 sisa 1 44/2 = 22 sisa 0 22/2 = 11 sisa 0 11/2 = 5 sisa 1 5/2 = 2 sisa 1 2/2 = 1 sisa 0 1/2 = 0 sisa 1 (MSB) 179(10) = 10110011(2)
  • 8.
    KONVERSI BILANGAN DESIMAL KEHEXADESIMAL • Pembagian beruntun menggunakan angka 16 sampai sisanya = 0. Sisa-sisa pembagian membentuk jawaban, yaitu sisa yang pertama akan menjadi least significant bit (LSB) dan sisa yang terakhir menjadi most significant bit (MSB). Contoh: Konversi 179(10) ke hexadesimal: 179 / 16 = 11 sisa 3 (LSB) 16/ 16 = 0 sisa 11 (dalam hexadesimal 11= B)MSB  179(10) = B3(16)
  • 9.
    KONVERSI HEXADESIMAL KE BILANGANDESIMAL • Contoh: 2A(16) = 2x(16^1) + 10x(16^0) = 32 + 10 = 42(10)
  • 10.
    KONVERSI BILANGAN HEXADESIMAL KEBINER • Contoh: Konversi B3(16) ke bilangan biner. • B 3 1011 0011 Jadi: B3(16) = 10110011(2)
  • 11.
  • 12.
    IPV4 • Merupakan versikeempat dari Internet Protokol yang terdapat dalam TCP/IP. • Ditetapkan oleh Internet Assigned Numbers Authority (IANA) • Menggunakan sistem bilangan biner dan bilangan desimal • Tugas utamanya hanyalah memberikan fungsi yang diperlukan untuk mengirim sebuah paket dari sumber ke tujuan melalui suatu sistem jaringan yang saling terhubung. • Menggunakan sistem bilangan biner dan desimal
  • 13.
    STRUKTUR IPV4 ADDRESS •IP Address terdiri 32 bits. • Terbagi menjadi dua bagian Bagian networkID dan Bagian HostID, hal ini tergantung dari subnetmask (akan dibicarakan lebih lanjut). • 32 bit dibagi menjadi 4 bagian setiap bagian terdiri dari 8 bit. • Untuk kemudahan dikonversi menjadi desimal
  • 14.
    IP ADDRESSES Terdiri dari2 bagian: – Nomor network, Biasa disebut NetworkID (NetId) • Dalam satu jaringan NetID untuk semua jaringan sama – Nomor host (HostId) • Ini yang biasa disebut IP Address, dalam satu jaringan tidak ada yang nomor IP-nya sama
  • 15.
    IP ADDRESS VERSI4 – PREFIX LENGTH • Bentuk penulisan singkat dari subnet mask. • Nilainya sama dengan jumlah bit 1 pada subnet mask • Dituliskan dalam bentuk notasi / (slash notation) dan diikuti jumlah network (disebut prefix) • Letak prefix akan mempengaruhi dalam perhitungan Alamat IP
  • 16.
    NETMASK/SUBNETMASK • Pada PengalamatanLogik, selain butuh nomor IP dibutuhkan netmask atau subnetmask. • Netmask besarnya sama dengan nomor IP yaitu 32 bit. • Ada tiga pengelompokan besar subnet mask : – 255.0.0.0 – 255.255.0.0 – 255.255.255.0. • Hal tadi biasa disebut class, dikenal tiga class : – Class A, adalah semua nomor IP yang mempunyai subnetmask 255.0.0.0 – Class B, adalah semua nomor IP yang mempunyai subnetmask 255.255.0.0 – Class C, adalah semua nomor IP yang mempunyai subnetmask 255.255.255.0
  • 17.
    IP DAN NETMASK •Pengalamatan Logik merupakan Gabungan antara IP dan Netmask • Penulisan biasanya sbb : – IP : 202.95.151.129 – Netmask : 255.255.255.0 • Perhitungan antara IP dan Netmask akan menghasilkan NetworkID
  • 18.
    PENGGUNAAN SUBNET MASK •Subnet mask sebenarnya merupakan alat yang dipakai untuk melihat dalam IP address mana bagian dari NetID dan HostID. • Untuk melihat NetID pada jaringan kita lakukan operasi AND antara Netmask dan IP Address • Misal : – 10.252.240.6 Netmask 255.255.255.0 – Konversi menjadi biner dan AND-kan – 00001010.11111100.11110000.00000110 – 11111111.11111111.11111111.00000000 AND – 00001010.11111100.11110000.00000000 – Jadi NetID kita adalah 10.252.240.0 • Dalam satu jaringan NetID akan sama
  • 19.
    Netmask Class A NetmaskClass C 11111111 00000000 00000000 00000000 11111111 11111111 00000000 00000000 11111111 11111111 11111111 00000000  Misal 192.168.2.3 dan netmask 255.255.255.0  yang bitnya 1 pada netmask berarti pada IP itulah NetID komputer kita.  Bit 0 pada Netmask berhubungan dengan nomor Host  NetID 192.168.2.0  Nomor Hostnya 3 IP Address IP Address IP Address Network Host Host Host Network Network Host Host Network Network Network Host Netmask Class B
  • 20.
    BROADCAST • Alamat yangdigunakan untuk mengirim/menerima informasi yang harus diketahui oleh seluruh host yang ada pada suatu jaringan • Jika suatu host ingin mengirim paket kepada seluruh host yang ada pada jaringannya, tidak perlu membuat replikasi paket sebanyak jumlah host tujuan, Host cukup mengirim ke alamat broadcast, maka seluruh host yang ada pada network akan menerima paket tersebut • Seluruh host pada jaringan yang sama harus memiliki broadcast address yang sama dan alamat tersebut tidak boleh digunakan sebagai nomor IP untuk host tertentu • Nomor Broadcast adalah nomor terakhir IP pada suatu jaringan (Segment host yang nilai bitnya 1)
  • 21.
    M E NC A R I N E T I D H O S T I D ( F I R S T H O S T D A N L A S T H O S T ) & B R O A D C A S T
  • 22.
    MENCARI ALAMAT NETWORK,HOST DANBROADCAST • Alamat Network - host portion adalah semua bit 0 (.00000000) • Host address Pertama - host portion adalah semua bit 0 dan diakhiri dengan bit 1 (.00000001) • Host address Terakhir - host portion adalah semua bit 1 dan diakhir dengan bit 0 (.11111110) • Broadcast Address - host portion dengan semua diset menjadi bit 1 (.11111111)
  • 23.
    NetworkID Netmask Class C Broadcast IPAddress First Host 192 168 2 3 255 255 255 0 11000000 10101000 00000010 00000011 11000000 10101000 00000010 00000000 11000000 10101000 00000010 00000001 11000000 10101000 00000010 11111110Last Host 11000000 10101000 00000010 11111111 192 168 2 255IP Broadcast 11111111 11111111 11111111 00000000 192 168 2 254IP Last Host 192 168 2 1 192 168 2 0 IP First Host IP Network /24 /24 /24 /24 /24 /24
  • 24.
    CONTOH L AIN NetworkID NetmaskClass C Broadcast IP Address First Host 192 168 2 3 255 255 255 192 11000000 10101000 00000010 00000011 11000000 10101000 00000010 00000000 11000000 10101000 00000010 00000001 11000000 10101000 00000010 00111110Last Host 11000000 10101000 00000010 00111111 192 168 2 63IP Broadcast 11111111 11111111 11111111 11000000 192 168 2 62IP Last Host 192 168 2 1 192 168 2 0 IP First Host IP Network /26 /26 /26 /26 /26 /26
  • 25.