INFLAMASI BOWEL SYNDROME
Inflamatory bowel disease (IBD, Penyakit inflamasi usus)
dipakai secara umum untuk menggabungkan 2 jenis
penyakit yaitu Kolitis Ulseratif (KU) dan penyakit Chron (PC)
dalam satu istilah yang belum diketahui penyebab pastinya.
 EPIDEMIOLOGI
Umur 25- 30 thn
Ras—Orang berkulit putih jauh lebih byk
terkena dibanding orang berkulit hitam
Tingkat Sosial Ekonomi Tinggi
 Patogenesis
Adanya Infeksi Toksin
Produk bakteri atau diet intralumenal kolon
Defek Imun
Lingkungan--- sehingga terjadi kaskade proses
inflamasi pada dinding usus
 Manifestasi Klinik dan Gejala
Diare Kronik disertai atau tanpa darah dan
nyeri perut
Gangguan Nutrisi
 Pemeriksaan
1. Laboratorium
a. Kadar Hemoglobin
b. kadar Hematokrit
c. Kadar Besi Serum
- Untuk Menilai kehilangan darah dalam
usus, Laju endap darah untuk menilai
aktifitas inflamasi, serta kadar albumin
serum untuk status nutrisi
2. Endoskopi
3. Radiologi
 Pengobatan
1. Asam aminosalisilat 2-4gr/ Hari
2. Imunosupresif (6-merkaptopurin,
Metotreksat, Siklosporin, dan Azatioprin)
3. Kortikosteroid
- Bila Terjadi Komplikasi atau terapi
Konservatif gagal dilakukan Surgikal
 Kesimpulan
IBD sampai saat ini merupakan penyakit
yang belum diketahui penyebab pastinya
bermanifestasi terutama dalam bentuk diare
kronik dengan manifestasi sistemik dan
ekstraintestinalnya, serta bersifat kronik
kekambuhan, maka pengobatannya lebih di
tekankan pada penghambatan kaskade
Proses Inflamasi.

Inflamasi bowel disease

  • 1.
  • 2.
    Inflamatory bowel disease(IBD, Penyakit inflamasi usus) dipakai secara umum untuk menggabungkan 2 jenis penyakit yaitu Kolitis Ulseratif (KU) dan penyakit Chron (PC) dalam satu istilah yang belum diketahui penyebab pastinya.
  • 3.
     EPIDEMIOLOGI Umur 25-30 thn Ras—Orang berkulit putih jauh lebih byk terkena dibanding orang berkulit hitam Tingkat Sosial Ekonomi Tinggi
  • 4.
     Patogenesis Adanya InfeksiToksin Produk bakteri atau diet intralumenal kolon Defek Imun Lingkungan--- sehingga terjadi kaskade proses inflamasi pada dinding usus
  • 5.
     Manifestasi Klinikdan Gejala Diare Kronik disertai atau tanpa darah dan nyeri perut Gangguan Nutrisi
  • 6.
     Pemeriksaan 1. Laboratorium a.Kadar Hemoglobin b. kadar Hematokrit c. Kadar Besi Serum - Untuk Menilai kehilangan darah dalam usus, Laju endap darah untuk menilai aktifitas inflamasi, serta kadar albumin serum untuk status nutrisi
  • 7.
  • 8.
     Pengobatan 1. Asamaminosalisilat 2-4gr/ Hari 2. Imunosupresif (6-merkaptopurin, Metotreksat, Siklosporin, dan Azatioprin) 3. Kortikosteroid - Bila Terjadi Komplikasi atau terapi Konservatif gagal dilakukan Surgikal
  • 9.
     Kesimpulan IBD sampaisaat ini merupakan penyakit yang belum diketahui penyebab pastinya bermanifestasi terutama dalam bentuk diare kronik dengan manifestasi sistemik dan ekstraintestinalnya, serta bersifat kronik kekambuhan, maka pengobatannya lebih di tekankan pada penghambatan kaskade Proses Inflamasi.