IMT
(Indeks Massa Tubuh)
Dosen Pembimbing :
Finta Isti Kundarti, M.Keb.
Presented by :
Niluh Novita Kurniawati 1302200007
Ima Rahmawati 1302200027
SEMESTER III A
Indeks Massa Tubuh
Indeks massa tubuh (IMT) adalah nilai yang
diambil dari perhitungan antara berat badan (BB)
dan tinggi badan (TB) seseorang. IMT dipercayai
dapat menjadi indikator atau mengambarkan
kadar lemak dalam tubuh seseorang.
IMT merupakan altenatif untuk tindakan
pengukuran lemak tubuh karena murah serta
metode skrining kategori berat badan yang
mudah dilakukan.
Cara Perhitungan Indeks
Massa Tubuh
Berat badan (Kg)
IMT = ---------------------------
[Tinggi badan (m)]2
Contoh Menghitung IMT:
• Wanita dengan berat badan sebelum hamil 51 kg dan tinggi
badan 1,57 m. Maka, IMT-nya ????
51
IMT = ------ = 20,7
(1,57)2
?
? ?
?
Batas ambang IMT untuk Indonesia
Kategori Indeks Massa Tubuh
(IMT)
KATEGORI
< 18,5 Berat badan kurang
18,5 – 22,9 Berat badan normal
≥ 23,0 Kelebihan berat badan
23,0 – 24,9 Beresiko menjadi obes
25,0 – 29.9 Obes I
≥ 30,0 Obes II
Secara umum, IMT 25 ke atas
membawa arti pada obes. Standar baru untuk
IMT telah dipublikasikan pada tahun 1998
mengklasifikasikan BMI di bawah 18,5 sebagai
sangat kurus atau underweight, IMT melebihi
23 sebagai berat badan lebih atau overweight,
dan IMT melebihi 25 sebagai obesitas. IMT
yang ideal bagi orang dewasa adalah diantara
18,5 sehingga 22,9. Obesitas dikategorikan
pada tiga tingkat: tingkat I (25-29,9), tingkat II
(30-40), dan tingkat III (>40)
Rumus Berat Badan Ideal untuk Ibu
Hamil (BBIH)
BBIH = BBI + (UH ×0,35)
Keterangan :
a. BBIH adalah Berat Badan Ideal Ibu Hamil yang akan
dicari.
b. BBI adalah Berat Badan Ideal sebelum hamil dapat
dicari dengan cara sebagai berikut :
• BBI = ( TB – 110) jika TB diatas 160 cm
• (TB – 105 ) jika TB dibawah 160 cm.
• Berat badan ideal ini merupakan pengembangan
dari (TB-100) oleh Broca untuk orang Eropa dan
disesuaikan oleh Katsura untuk orang Indonesia
c. UH adalah umur kehamilan dalam minggu,
Diambil perminggu agar kontrol faktor resiko
penambahan berat badan dapat dengan dini
diketahui
d. Angka 0.35 adalah tambahan berat badan kg
per minggunya
Angka 0.35 diambil dari kisaran penambahan
berat badan ibu hamil 350-400 gram
perminggunya diambil nilai terendah 350 gram
atau 0.35 kg. Dasarnya diambil nilai terendah
adalah penambahan berat badan lebih
ditekankan pada kualitas (mutu) bukan pada
kuantitas (banyaknya).
Contoh menghitung berat badan ideal
ibu hamil
1. Pertama: tentang berat badan ideal jika Berat
Badan Nyata, kurang lebih sama dengan Berat
Badan Ideal.
Contoh :
Berat Badan Ideal jika Berat Badan Nyata = Berat
Badan Ideal
Diketahui : Seorang ibu dengan TB = 162 cm, BB
sebelum hamil 53 kg, umur kehamilan 30 minggu.
Ditanya : Berapa BBI Ibu hamil tersebut ?
Jawab :
• BBI sebelum hamil = 162 -110 = 52 kg (dikurangi
110 karena TB > 160 cm)
• BBI Hamil = 52 + (30 x 0.35) = 52 + 10.5 kg =
62,5 kg
Jadi, berat badan ideal ibu hamil tersebut
adalah 62,5 kg atau ada tambahan sebesar 9.5 kg
dari berat badan sebelum hamil.
Tambahan berat badan ibu hamil sampai
dengan 9.5 kg merupakan tambahan normal.
Sampai dengan usia kehamilan 37 minggu saat
ibu tersebut akan melahirkan, berat badannya
bisa mencapai +12,5 kg sebagai kisaran normal.
2. Kedua: Contoh Berat Badan Ideal jika Berat
Badan Nyata lebih dari 10 %.
Contoh :
Diketahui : Berat Badan Ideal jika Berat Badan
Nyata 10 % > Berat Badan Ideal
Seorang ibu dengan TB = 162 cm, BB sebelum
hamil 57 kg, umur kehamilan 30 minggu.
Ditanya : Berapa BBI Ibu hamil tersebut ?
Jawab :
• BBI sebelum hamil = 162 -110 = 52 kg
(dikurangi 110 karena TB > 160 cm)
• BBI Hamil = 52 + (30 x 0.35) = 52 + 10.5 kg =
62,5 kg
Jadi berat badan ideal ibu hamil tersebut
adalah 62,5 kg atau ada tambahan sebesar 5.5
kg atau (62,5 – 57) dari berat badan sebelum
hamil.
3. Ketiga: Berat Badan Ideal jika Berat Badan
Nyata kurang dari 10%. Penjelasan masing-
masing contoh adalah sebagai berikut :
Contoh :
Diketahui : Berat Badan Ideal jika Berat Badan
Nyata 10% < Berat Badan Ideal
Seorang ibu dengan TB = 162 cm, BB sebelum
hamil 47 kg, umur kehamilan 30 minggu.
Ditanya : Berapa BBI Ibu hamil tersebut ?
Jawab :
• BBI sebelum hamil = 162 -110 = 52 kg
(dikurangi 110 karena TB > 160 cm
• BBI Hamil = 52+ (30 x 0.35) = 52 + 10.5 kg =
62,5 kg
• Jadi berat badan ideal ibu hamil tersebut
adalah 62,5 kg atau ada tambahan sebesar
15.5 kg atau (62,5 – 47) dari berat badan
sebelum hamil.
Sistem Berat Badan dan IMT
1. Trimester I
Pada dua bulan pertama kenaikan berat badan
belum terlihat, tetapi baru nampak dalam bulan
ketiga.
2. Trimester II
Kenaikan berat badan trimester II > trimester I.
Karena pada trimester II ini pertumbuhan janin juga
semakin besar. Penambahan berat badan kira – kira
0,4 – 0,5 kg/minggu.
3. Trimester III
Kenaikan berat badan sekitar 5,5 kg dan
sampai akhir kehamilan berat badan ibu hamil
rata-rata bertambah 11-12 kg. Kemungkinan
penambahan BB hingga maksimal 12,5 kg
adalah :
Tambahan Berat Badan
Berat Badan yang dianjurkan pada masa kehamilan
Profil Pertambahan berat badan
Berat Badan normal (IBM : 18.5 – 24.9) 11.5 – 16.0 kg
Berat Badan rendah (IBM : <18.5) 12.5 – 18.0 kg
Berusia di bawah 19 tahun 12.5 – 18.0 kg
Kelebihan berat badan (BMI : 25 – 29.9) 7.0 – 11.5 kg
Obese (BMI : 30 – 30.9) 6.8 kg
Hamil bayi kembar 16.0 – 20.5 kg
Berikut ini adalah beberapa hal yang
bisa dijadikan bahan pertimbangan untuk
penambahan berat badan selama hamil :
Jika sebelum berat badan seorang wanita
sudah normal maka kenaikan berat badan
sebaiknya 9 – 12 kg
 Jika berat badan sebelum hamil berlebih
sebaiknya penambahan berat badan cukup 6-
9 kg
Jika berat badan sebelum hamil kurang ,
sebaiknya penambahan 12-15 kg.
Pada trimester ke-2 dan ke-3 pada perempuan
dengan gizi baik dianjurkan menambah berat
badan per minggu sebesar 0,4 kg, sementara
pada perempuan dengan gizi kurang atau
berlebih dianjurkan menambah berat badan
per minggu masing-masing sebesar 0,5 kg dan
0,3kg
Penambahan berat badan selama kehamilan
rata-rata mencapai 12,5 kg. Oleh karena tubuh
seorang wanita yang sedang hamil
membutuhkan sekitar 70.000 – 80.000 kalori
saat hamil.
Penambahan kalori tersebut diperlukan
terutama pada 20 minggu terakhir kehamilan,
yaitu ketika pertumbuhan janin berlangsung
sangat pesat.
o Pertambahan berat badan ibu hamil
menggambarkan status gizi selama hamil, oleh
karena itu perlu dipantau setiap bulan.
o Jika terdapat kelambatan dalam pertambahan
berat badan pada ibu ini dapat
mengindikasikan adanya malnutrisi sehingga
dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan
janin
Rincian penambahan berat badan bumil
sampai kehamilan aterm
Pertambahan berat badan dalam Gram
Jaringan / cairan 10 minggu 20 minggu 30 minggu 40 minggu
Janin 5 300 1.500 3.400
Plasenta 20 170 430 650
Cairan Amnion 30 350 750 800
Uterus 140 320 600 970
Payudara 45 180 360 405
Darah 100 600 1.300 1.250
Cairan ekstraseluler 0 30 80 1.680
Sub total 340 1.950 5.020 9.155
Cadangan ibu 310 2.050 3.480 3.345
Penambahan BB total 650 4.000 8.500 12.500
Bahaya Berat badan kurang dari normal
1. Bahayanya berat badan (BB) kurang bagi
ibu dan janin:
• Persalinan sulit dan lama
• Persalinan sebelum waktunya atau
prematur
• Pendarahan setelah persalinan
• Meningkatkan kemungkinan persalinan
melalui operasi
2. Kesehatan dan keadaan janin:
• Kurang BB pada trimester I, bisa lahir
prematur dan kelainan sistem saraf pusat
bayi.
• Kurang energi pada trimester II dan
III, dapat menghambat pertumbuhan
janin.
• Bayi lahir mati, kematian neonatal atau
bayimati dalam kandungan
• Cacat bawaan dan anemia pada bayi
• Bayi lahir dengan berat badan lahir rendah
Kegiatan yang harus dilakukan ibu:
• Atur pola makan, dengan konsumsi makanan
yang beraneka ragam, pola makan sedikit tapi
sering, tambahkan suplemen (seperti asam folat,
zat besi dan vitamin lain), dan perhatikan jumlah
cairan yang terkandung dalam makanan. Sebab
minum air putih, jus atau makanan yang
mengandung kadar air tinggi selain mudah
mengenyangkan juga dapat memancing rasa
mual.
• Pantau kenaikan berat badan
Bahaya Kelebihan Indeks Massa Tubuh
Pada Ibu dan Bayipada Masa Kehamilan
1. Bahaya pada Ibu
• Meningkatkan risiko Anda untuk menderita
diabetes gestasional (diabetes dalam kehamilan),
sakit punggung, dan tekanan darah tinggi.
• Cenderung melahirkan bayi besar (bayi dengan
berat >4 kg) sehingga meningkatkan risiko
persalinan dengan operasi Caesar.
• Sulit untuk kembali ke berat badan Anda semula
sebelum hamil, dan berat badan ekstra tersebut
akan meningkatkan risiko Anda untuk menderita
berbagai gangguan kesehatan kronis.
2. Bahaya pada Bayi
Sementara bayi berisiko terkena berbagai
gangguan kesehatan yang berhubungan
dengan berat badan berlebih dan lebih tinggi
risikonya untuk mengalami obesitas di masa
kanak-kanak.
Cara Agar Ibu Hamil dapat Mencapai
Kenaikan Berat Badan yang Ideal
Pada 3 bulan pertama kehamilan, jika berat
badan Anda tergolong normal, tidak mengapa jika
berat badan Anda hanya bertambah sedikit saja
(<2 kg) atau bahkan sedikit menurun jika Anda
mengalami mual muntah di awal kehamilan
(morning sickness).
Tambahan kalori ekstra 150-200 kalori, yaitu
setara dengan 170 gram yogurt rendah lemak,
biasanya bisa mencukupi kebutuhan kalori ibu
hamil di masa kehamilan ini.
Kenaikan berat badan ibu hamil lebih penting
harus diperhatikan pada trimester 2 dan
3,khususnya bila berat badan Anda tergolong
normal/kurang yang umumnya bisa tercukupi
dengan ekstra 340 kalori/hari pada trimester 2
dan 450 ekstra kalori/hari pada trimester 3.
Sementara, bila Anda tergolong berberat
badan berlebih/obesitas di awal kehamilan, selain
pengaturan diet, bidan mungkin juga akan
menganjurkan Anda untuk berolahraga yang
aman untuk ibu hamil, seperti jalan kaki santai
atau berenang.
Imt

Imt

  • 1.
    IMT (Indeks Massa Tubuh) DosenPembimbing : Finta Isti Kundarti, M.Keb.
  • 2.
    Presented by : NiluhNovita Kurniawati 1302200007 Ima Rahmawati 1302200027 SEMESTER III A
  • 3.
    Indeks Massa Tubuh Indeksmassa tubuh (IMT) adalah nilai yang diambil dari perhitungan antara berat badan (BB) dan tinggi badan (TB) seseorang. IMT dipercayai dapat menjadi indikator atau mengambarkan kadar lemak dalam tubuh seseorang. IMT merupakan altenatif untuk tindakan pengukuran lemak tubuh karena murah serta metode skrining kategori berat badan yang mudah dilakukan.
  • 4.
    Cara Perhitungan Indeks MassaTubuh Berat badan (Kg) IMT = --------------------------- [Tinggi badan (m)]2 Contoh Menghitung IMT: • Wanita dengan berat badan sebelum hamil 51 kg dan tinggi badan 1,57 m. Maka, IMT-nya ???? 51 IMT = ------ = 20,7 (1,57)2 ? ? ? ?
  • 5.
    Batas ambang IMTuntuk Indonesia Kategori Indeks Massa Tubuh (IMT) KATEGORI < 18,5 Berat badan kurang 18,5 – 22,9 Berat badan normal ≥ 23,0 Kelebihan berat badan 23,0 – 24,9 Beresiko menjadi obes 25,0 – 29.9 Obes I ≥ 30,0 Obes II
  • 7.
    Secara umum, IMT25 ke atas membawa arti pada obes. Standar baru untuk IMT telah dipublikasikan pada tahun 1998 mengklasifikasikan BMI di bawah 18,5 sebagai sangat kurus atau underweight, IMT melebihi 23 sebagai berat badan lebih atau overweight, dan IMT melebihi 25 sebagai obesitas. IMT yang ideal bagi orang dewasa adalah diantara 18,5 sehingga 22,9. Obesitas dikategorikan pada tiga tingkat: tingkat I (25-29,9), tingkat II (30-40), dan tingkat III (>40)
  • 8.
    Rumus Berat BadanIdeal untuk Ibu Hamil (BBIH) BBIH = BBI + (UH ×0,35) Keterangan : a. BBIH adalah Berat Badan Ideal Ibu Hamil yang akan dicari. b. BBI adalah Berat Badan Ideal sebelum hamil dapat dicari dengan cara sebagai berikut : • BBI = ( TB – 110) jika TB diatas 160 cm • (TB – 105 ) jika TB dibawah 160 cm. • Berat badan ideal ini merupakan pengembangan dari (TB-100) oleh Broca untuk orang Eropa dan disesuaikan oleh Katsura untuk orang Indonesia
  • 9.
    c. UH adalahumur kehamilan dalam minggu, Diambil perminggu agar kontrol faktor resiko penambahan berat badan dapat dengan dini diketahui d. Angka 0.35 adalah tambahan berat badan kg per minggunya Angka 0.35 diambil dari kisaran penambahan berat badan ibu hamil 350-400 gram perminggunya diambil nilai terendah 350 gram atau 0.35 kg. Dasarnya diambil nilai terendah adalah penambahan berat badan lebih ditekankan pada kualitas (mutu) bukan pada kuantitas (banyaknya).
  • 10.
    Contoh menghitung beratbadan ideal ibu hamil 1. Pertama: tentang berat badan ideal jika Berat Badan Nyata, kurang lebih sama dengan Berat Badan Ideal. Contoh : Berat Badan Ideal jika Berat Badan Nyata = Berat Badan Ideal Diketahui : Seorang ibu dengan TB = 162 cm, BB sebelum hamil 53 kg, umur kehamilan 30 minggu. Ditanya : Berapa BBI Ibu hamil tersebut ?
  • 11.
    Jawab : • BBIsebelum hamil = 162 -110 = 52 kg (dikurangi 110 karena TB > 160 cm) • BBI Hamil = 52 + (30 x 0.35) = 52 + 10.5 kg = 62,5 kg Jadi, berat badan ideal ibu hamil tersebut adalah 62,5 kg atau ada tambahan sebesar 9.5 kg dari berat badan sebelum hamil. Tambahan berat badan ibu hamil sampai dengan 9.5 kg merupakan tambahan normal. Sampai dengan usia kehamilan 37 minggu saat ibu tersebut akan melahirkan, berat badannya bisa mencapai +12,5 kg sebagai kisaran normal.
  • 12.
    2. Kedua: ContohBerat Badan Ideal jika Berat Badan Nyata lebih dari 10 %. Contoh : Diketahui : Berat Badan Ideal jika Berat Badan Nyata 10 % > Berat Badan Ideal Seorang ibu dengan TB = 162 cm, BB sebelum hamil 57 kg, umur kehamilan 30 minggu. Ditanya : Berapa BBI Ibu hamil tersebut ?
  • 13.
    Jawab : • BBIsebelum hamil = 162 -110 = 52 kg (dikurangi 110 karena TB > 160 cm) • BBI Hamil = 52 + (30 x 0.35) = 52 + 10.5 kg = 62,5 kg Jadi berat badan ideal ibu hamil tersebut adalah 62,5 kg atau ada tambahan sebesar 5.5 kg atau (62,5 – 57) dari berat badan sebelum hamil.
  • 14.
    3. Ketiga: BeratBadan Ideal jika Berat Badan Nyata kurang dari 10%. Penjelasan masing- masing contoh adalah sebagai berikut : Contoh : Diketahui : Berat Badan Ideal jika Berat Badan Nyata 10% < Berat Badan Ideal Seorang ibu dengan TB = 162 cm, BB sebelum hamil 47 kg, umur kehamilan 30 minggu. Ditanya : Berapa BBI Ibu hamil tersebut ?
  • 15.
    Jawab : • BBIsebelum hamil = 162 -110 = 52 kg (dikurangi 110 karena TB > 160 cm • BBI Hamil = 52+ (30 x 0.35) = 52 + 10.5 kg = 62,5 kg • Jadi berat badan ideal ibu hamil tersebut adalah 62,5 kg atau ada tambahan sebesar 15.5 kg atau (62,5 – 47) dari berat badan sebelum hamil.
  • 16.
    Sistem Berat Badandan IMT 1. Trimester I Pada dua bulan pertama kenaikan berat badan belum terlihat, tetapi baru nampak dalam bulan ketiga. 2. Trimester II Kenaikan berat badan trimester II > trimester I. Karena pada trimester II ini pertumbuhan janin juga semakin besar. Penambahan berat badan kira – kira 0,4 – 0,5 kg/minggu.
  • 17.
    3. Trimester III Kenaikanberat badan sekitar 5,5 kg dan sampai akhir kehamilan berat badan ibu hamil rata-rata bertambah 11-12 kg. Kemungkinan penambahan BB hingga maksimal 12,5 kg adalah :
  • 18.
  • 19.
    Berat Badan yangdianjurkan pada masa kehamilan Profil Pertambahan berat badan Berat Badan normal (IBM : 18.5 – 24.9) 11.5 – 16.0 kg Berat Badan rendah (IBM : <18.5) 12.5 – 18.0 kg Berusia di bawah 19 tahun 12.5 – 18.0 kg Kelebihan berat badan (BMI : 25 – 29.9) 7.0 – 11.5 kg Obese (BMI : 30 – 30.9) 6.8 kg Hamil bayi kembar 16.0 – 20.5 kg
  • 20.
    Berikut ini adalahbeberapa hal yang bisa dijadikan bahan pertimbangan untuk penambahan berat badan selama hamil : Jika sebelum berat badan seorang wanita sudah normal maka kenaikan berat badan sebaiknya 9 – 12 kg  Jika berat badan sebelum hamil berlebih sebaiknya penambahan berat badan cukup 6- 9 kg
  • 21.
    Jika berat badansebelum hamil kurang , sebaiknya penambahan 12-15 kg. Pada trimester ke-2 dan ke-3 pada perempuan dengan gizi baik dianjurkan menambah berat badan per minggu sebesar 0,4 kg, sementara pada perempuan dengan gizi kurang atau berlebih dianjurkan menambah berat badan per minggu masing-masing sebesar 0,5 kg dan 0,3kg
  • 22.
    Penambahan berat badanselama kehamilan rata-rata mencapai 12,5 kg. Oleh karena tubuh seorang wanita yang sedang hamil membutuhkan sekitar 70.000 – 80.000 kalori saat hamil. Penambahan kalori tersebut diperlukan terutama pada 20 minggu terakhir kehamilan, yaitu ketika pertumbuhan janin berlangsung sangat pesat.
  • 23.
    o Pertambahan beratbadan ibu hamil menggambarkan status gizi selama hamil, oleh karena itu perlu dipantau setiap bulan. o Jika terdapat kelambatan dalam pertambahan berat badan pada ibu ini dapat mengindikasikan adanya malnutrisi sehingga dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan janin
  • 24.
    Rincian penambahan beratbadan bumil sampai kehamilan aterm Pertambahan berat badan dalam Gram Jaringan / cairan 10 minggu 20 minggu 30 minggu 40 minggu Janin 5 300 1.500 3.400 Plasenta 20 170 430 650 Cairan Amnion 30 350 750 800 Uterus 140 320 600 970 Payudara 45 180 360 405 Darah 100 600 1.300 1.250 Cairan ekstraseluler 0 30 80 1.680 Sub total 340 1.950 5.020 9.155 Cadangan ibu 310 2.050 3.480 3.345 Penambahan BB total 650 4.000 8.500 12.500
  • 25.
    Bahaya Berat badankurang dari normal 1. Bahayanya berat badan (BB) kurang bagi ibu dan janin: • Persalinan sulit dan lama • Persalinan sebelum waktunya atau prematur • Pendarahan setelah persalinan • Meningkatkan kemungkinan persalinan melalui operasi
  • 26.
    2. Kesehatan dankeadaan janin: • Kurang BB pada trimester I, bisa lahir prematur dan kelainan sistem saraf pusat bayi. • Kurang energi pada trimester II dan III, dapat menghambat pertumbuhan janin. • Bayi lahir mati, kematian neonatal atau bayimati dalam kandungan • Cacat bawaan dan anemia pada bayi • Bayi lahir dengan berat badan lahir rendah
  • 27.
    Kegiatan yang harusdilakukan ibu: • Atur pola makan, dengan konsumsi makanan yang beraneka ragam, pola makan sedikit tapi sering, tambahkan suplemen (seperti asam folat, zat besi dan vitamin lain), dan perhatikan jumlah cairan yang terkandung dalam makanan. Sebab minum air putih, jus atau makanan yang mengandung kadar air tinggi selain mudah mengenyangkan juga dapat memancing rasa mual. • Pantau kenaikan berat badan
  • 28.
    Bahaya Kelebihan IndeksMassa Tubuh Pada Ibu dan Bayipada Masa Kehamilan 1. Bahaya pada Ibu • Meningkatkan risiko Anda untuk menderita diabetes gestasional (diabetes dalam kehamilan), sakit punggung, dan tekanan darah tinggi. • Cenderung melahirkan bayi besar (bayi dengan berat >4 kg) sehingga meningkatkan risiko persalinan dengan operasi Caesar. • Sulit untuk kembali ke berat badan Anda semula sebelum hamil, dan berat badan ekstra tersebut akan meningkatkan risiko Anda untuk menderita berbagai gangguan kesehatan kronis.
  • 29.
    2. Bahaya padaBayi Sementara bayi berisiko terkena berbagai gangguan kesehatan yang berhubungan dengan berat badan berlebih dan lebih tinggi risikonya untuk mengalami obesitas di masa kanak-kanak.
  • 30.
    Cara Agar IbuHamil dapat Mencapai Kenaikan Berat Badan yang Ideal Pada 3 bulan pertama kehamilan, jika berat badan Anda tergolong normal, tidak mengapa jika berat badan Anda hanya bertambah sedikit saja (<2 kg) atau bahkan sedikit menurun jika Anda mengalami mual muntah di awal kehamilan (morning sickness). Tambahan kalori ekstra 150-200 kalori, yaitu setara dengan 170 gram yogurt rendah lemak, biasanya bisa mencukupi kebutuhan kalori ibu hamil di masa kehamilan ini.
  • 31.
    Kenaikan berat badanibu hamil lebih penting harus diperhatikan pada trimester 2 dan 3,khususnya bila berat badan Anda tergolong normal/kurang yang umumnya bisa tercukupi dengan ekstra 340 kalori/hari pada trimester 2 dan 450 ekstra kalori/hari pada trimester 3. Sementara, bila Anda tergolong berberat badan berlebih/obesitas di awal kehamilan, selain pengaturan diet, bidan mungkin juga akan menganjurkan Anda untuk berolahraga yang aman untuk ibu hamil, seperti jalan kaki santai atau berenang.