GIZI IBU HAMIL
Oleh: Asyifa R.A.
Sebelum terjadi fertilisasi, oosit sekunder keluar dari fase
ovulasi dan masuk ke tuba falopi
Hanya 200 diantara 200 s/d 600 juta sperma menempel
pada oosit sekunder
Periode Prenatal
Terdapat 3 tahap kehamilan:
Periode
pembelahan
Periode
embrionik
Periode fetus
Periode prenatal terjadi selama 38
minggu dari konsepsi
Perubahan-perubahan yang Terjadi pada
Kehamilan
• Sistem gastrointestinal, endokrin, sirkulatori, ekskretori,
respiratori, skeletal dan muskular
Peningkatan aktivitas Fisiologis
• Perubahan hormon  progesteron, esterogen, human
plasental lactogen, human chorionic thyrotropin, human
growth hormon, TSH, hormon paratiroid, kalsitonin,
aldosteron, renin-angiotensin
Peningkatan aktivitas Metabolik
• Peningkatan volume darah ibu, peningkatan ukuran uterus ibu,
pertambahan ukuran payudara, pertumbuhan plasenta dan
janin
Peningkatan aktivitas Anatomis
Status Gizi Ibu sebelum Hamil Diukur
Terlebih Dahulu
Diukur oleh:
IMT (Indeks Massa Tubuh)=
BB(kg)
TB2 (m2)
Interpretasi:
Kategori IMT
Kurus Kekurangan berat badan tingkat berat <17,0
Kekurangan berat badan tingkat ringan 17,0 – 18,4
normal 18,5 – 25,0
gemuk Kelebihan berat badan tingkat ringan 25,1 – 27,0
Kelebihan berat badan tingkat berat > 27,0
Setelah itu bisa diketahui pertambahan berat badan
berdasarkan status gizi sebelum hamil
BMI < 16,0 16,0 - 16,9 17,0 - 18,4 > 18,5
Tingkat KEK III II I normal
Status gizi Indeks Massa
Tubuh
Pertambahan Berat
Badan (kg)
Kurus 17 - <18,5 13,0 – 18,0
Normal 18,5 – 25,0 11,5 – 13,0
Overweight > 25 – 27 7,0 – 11,5
Obesitas > 27 < 6,8
Kembar - 16,0 – 20,5
Pertambahan Berat Badan berdasarkan
Status Gizi Sebelum Hamil
Bahan-Bahan yang Ditransfer ke Janin
dan Plasenta Selama Hamil
Jenis Bahan Janin (g) Plasenta dan Cairan Amnion (g)
Total berat badan 3500 1450
Air 2530 1350
Protein 410 40
Lemak 480 4
Natrium 5,7 3,9
Kalium 6,4 1,1
Klorida 6,0 3,1
Kalsium 29,0 0,2
Fosfor 16,9 0,6
Magnesium 0,8 0,06
Zat Besi 0,3 0,01
Pertambahan Berat Badan Ibu dan Janin Selama
Periode Kehamilan
Bagian Tubuh
Pertambahan Berat Badan (g)
10 Minggu 20 Minggu 30 Minggu 40 Minggu
IBU
Deposit lemak 310 2050 3480 3345
Cairan antar-sel 0 30 80 1680
Darah 100 600 1300 1250
Uterus 140 320 600 970
Payudara 45 180 360 405
total 595 3150 5820 7650
JANIN
Janin 5 300 1500 3400
Cairan Amnion 30 350 750 800
Plasenta 20 170 430 650
Total 55 820 2680 4850
Total pertambahan berat badan 650 4000 8500 12500
Kebutuhan Tambahan Zat Gizi Selama Kehamilan
Energi Protein Karbohidrat Lemak
Vitamin B1, B2,
dan B3
Vitamin B6
(Piridoksin)
Folat dan
Vitamin B12 Vitamin C
Vitamin A Vitamin D Kalsium (Ca) Zat Besi (Fe)
Yodium (I)
Magnesium
(Mg)
Zink (Zn) Natrium (Na)
Air
• Metabolisme ibu hamil meningkat ±15% (meningkatnya aktivitas
muskular untuk medapatkan kualitas kehamilan yang baik)
• Tambahan energi utk ibu hamil ±300 kkal/hari (15%) selama
trimester 2 dan 3
• Pada trimester 1 sering terjadi gg. makan  dianjurkan
180kkal/hari
• Komposisi energi dari karbohidrat sebanyak 50 – 65%, protein 10 –
20%, dan lemak 20 – 30%
Energi
Kebutuhan Tambahan Zat Gizi Selama Kehamilan
• Tambahan protein diperlukan utk jaringan tubuh ibu, janin, dan
plasenta, serta melindungi kehamilan dan janin dari komplikasi dan
defisiensi asupan protein.
• Tambahan protein yang berkualitas baik adalah 10gr/hari
• Asam amino yang sering mengalami defisiensi  treonin,
triptofan, dan lisin
Protein
• Tambahan karbohidrat diperlukan untuk sumber energi dan
mencegah terjadinya glukoneogenesis yang tidak efisien
• Kecukupan karbohidrat utk ibu hamil adalah 130 – 210 gr/hari
Karbohidrat
Kebutuhan Tambahan Zat Gizi Selama Kehamilan
• Tambahan lemak diperlukan utk melengkapi kebutuhan energi
guna mempertahankan pertambahan berat badan
• Lemak yang dikonsumsi tidak melebihi 30% dari total kecukupan
energi.
• Terdiri dari 8% dari lemak jenuh (asam lemak PUFA yg diperlukan
utk membran sel  dalam otak janin terdapat 60%) sebagian di
antaranya terdiri dari omega-6 (asam arakidonat/AA), dan
sebagiannya adalah omega-3 (asam dokosaheksanoat/DHA).
• DHA berfungsi utk tumbuh kembang sistem saraf pusat dan retina
janin. Makanan sumber DHA  lemak ikan air dingin (23x /minggu
selama hamil)
Lemak
• Kebutuhan Vitamin B1, B2, dan B3 proporsional
dengan peningkatan kebutuhan energi
• Apabila terjadi defisiensi Vitamin B1, B2, eritrosit
di saluran penghubung plasenta menurun 
faktor terjadinya BBLR
Vitamin B1, B2, dan B3
Kebutuhan Tambahan Zat Gizi Selama Kehamilan
• Peningkatan kebutuhan Vitamin B6 (Piridoksin)
selaras dengan kebutuhan protein.
• Defisiensi Vitamin B6 mengakibatkan aktivitas di
jaringan plasenta menurun
Vitamin B6 (Piridoksin)
• Tambahan asam folat sebanyak 200µg/hari utk produksi
eritrosit dan pertumbuhan sel-sel baru pada saat
pembentukan janin.
• Pada saat bersamaan massa eritrosit ibu juga berkembang
• Defisiensi asam folat menyebabkan anemia makrositik
pada ibu hamil.
• Tambahan Vitamin B12 diperlukan utk mengaktifkan asam
folat
• Apabila kandungan folat dari makanan tidak mencukupi,
harus didapatkan dari suplemen setiap hari  terutama
ibu berisiko tinggi (sering hamil, penderita anemia
hemolitik kronis, dan pengguna obat antikonvulsan)
Folat dan Vitamin B12
Kebutuhan Tambahan Zat Gizi Selama Kehamilan
• Ibu hamil memerlukan tambahan vitamin C karena kebutuhan
vitamin C di plasenta meningkat sejalan dengan peningkatan
progesteron.
• Terdapat hubungan antara rendahnya kadar vitamin C dalam
plasma dengan kejadian pre-eklampsia. Semakin tua umur
kehamilan, kadar vitamin C dalam darah semakin menurun (Brown,
2010)
Asam Askorbat (Vitamin C)
Kebutuhan Tambahan Zat Gizi Selama Kehamilan
• Ibu hamil memerlukan tambahan vitamin A utk
meningkatkan simpanan vitamin A pada ibu hamil,
meningkatkan vitamin A pada janin, berperan dalam
integritas jaringan epitel (peningkatan lapisan mukosa),
stabilitas membran sel saraf dan sistem reproduksi, serta
pembentukan tulang dan kerangka tubuh janin.
Vitamin A
• Vitamin D dibutuhkan utk pembentukan dan pertumbuhan tulang.
Vitamin D berperan dalam absorpsi dan utilisasi kalsium. Bersama
dengan mineral pembentuk tulang seperti kalsium, fosfor, dan
magnesium. Vitamin D dibutuhkan dalam jumlah banyak selama
kehamilan.
• Defisiensi vitamin D menghambat pertumbuhan tulang dan gigi
janin serta osteomalasia pada ibu
Vitamin D
Kebutuhan Tambahan Zat Gizi Selama Kehamilan
• Pada masa kehamilan, kalsium diperlukan untuk mineralisasi rangka
tulang dan gigi janin. Absorpsi kalsium pada awal kehamilan
meningkat menjadi dua kali lipat dan disimpan dalam tubuh ibu.
• Selama trimester akhir, saat proses kalsifikasi tulang janin, transfer
kalsium ke plasenta menjadi lebih deras. Pada minggu kedua terakhir
kehamilan, lebih dari 300 mg kalsium ditransfer ke janin setiap hari
Kalsium (Ca)
• Asupan zat besi pada ibu hamil diperlukan utk meningkatkan
simpanan zat besi ibu.
• Dari simpanan zat besi ibu, janin akan mendeposit zat besi yang
akan digunakan utk mencukupi kebutuhan saat bayi lahir s/d
usia 46 bulan, terutama jika ASI kurang zat besi.
Zat Besi (Fe)
Kebutuhan Tambahan Zat Gizi Selama Kehamilan
• Tambahan yodium (iodin) pada ibu hamil diperlukan karena terjadi
peningkatan laju metabolisme basal.
• Besar tambahan yg disarankan adalah 50μg/hari pada masing-
masing trimester.
• Apabila hasil pengamatan klinis menunjukkan bahwa ibu hamil
menderita pembengkakan kelenjar tiroid, maka ibu hamil
mengalami defisiensi yodium.
• Defisiensi yodium pada ibu hamil akan memperbesar peluang anak
menderita gondok.
Yodium (I)
• Ibu hamil memerlukan tambahan magnesium karena magnesium
bersama dengan kalsium berperan selain sebagai unsur
pembentuk tulang, juga berperan antagonistik dalam mengatur
impuls saraf, yaitu kalsium utk stimulator dan magnesium utk
relaksor.
• Defisiensi magnesium mengakibatkan penegangan pada pembuluh
darah, plasenta, dan umbilikal.
Magnesium (Mg)
Kebutuhan Tambahan Zat Gizi Selama Kehamilan
• Asupan zink pada ibu hamil diperlukan karena pada ibu hamil terjadi
penurunan kadar zink dlm sirkulasi, bersamaan dengan periode
organogenesis
• Kadar zink yg rendah dpt mengakibatkan janin sangat peka terhadap
teratogen  serangan toksin penyebab janin abnormal, berisiko tinggi
terkena cacat bawaan atau aborsi spontan
• Kadar zink yg rendah dlm darah merupakan prediktor Bayi Berat Lahir
Rendah (BBLR)
Zink (Zn)
• Peningkatan produksi hormon sewaktu hamil, metabolisme
natrium, volume darah ibu hamil, laju filtrasi, dan laju filtrasi
natrium di glomerulus dapat menyebabkan retensi natrium
• Mekanisme kompensasi diperlukan utk menjaga keseimbangan
cairan dengan elektrolit. Yaitu tidak disarankan utk menurunkan
konsumsi natrium secara berlebihan
Natrium (Na)
Kebutuhan Tambahan Zat Gizi Selama Kehamilan
• Perlu peningkatan konsumsi air sekurang-kurangnya 8 gelas,
yaitu utk merangsang buang air besar termasuk mencegah
infeksi ginjal. Saat hamil terjadi pembesaran uterus sehingga
menekan usus bagian bawah dan menyebabkan sulit buang
air besar
Air
1. Biasakan mengkonsumsi aneka ragam pangan yang
lebih banyak
Bahan
makanan
Ibu hamil
(2500 kkal)
Nasi 6 porsi
Sayuran 4 porsi
Buah 4 porsi
Tempe 4 porsi
Daging 3 porsi
Susu 1 porsi
Minyak 6 porsi
Gula 2 porsi
Keterangan:
1. Nasi 1 porsi = ¾ gelas = 100gr = 175 kkal
2. Sayuran 1 porsi = 1 gelas = 100gr = 25 kkal
3. Buah 1 porsi = 1 buah pisang ambon = 50gr
= 50 kkal
4. Tempe 1 porsi = 2 potong sedang = 50gr =
80 kkal
5. Daging 1 porsi = 1 potong sedang = 35gr =
50kkal
6. Ikan segar 1 porsi = 1/3 ekor = 45gr = 50 kkal
7. Susu sapi cair 1 porsi = 1 gelas = 200gr =
50kkal
8. Susu rendah lemak 1 porsi = 4 sdm = 20gr =
75kkal
9. Minyak 1 porsi = 1sdt = 5gr = 50kkal
10. Gula = 1 sdm = 20gr = 50kkal
Sdm: sendok makan; sdt sendok teh
2. Minumlah air putih lebih banyak
3. Batasi minum kopi (kandungan
kafein dalam kopi dapat menjadi
inhibitor zat besi)
Rekomendasi penting dari WHO ttg
PERAWATAN ANTENATAL IBU HAMIL
WHO (2016) meluncurkan buku yang berjudul WHO
Recommendations on Antenatal Care for A Positive
Pregnancy Experience:
• Ibu hamil tidak direkomendasikan utk mengkonsumsi suplemen
multimikronutrien seperti: Vitamin B6 (piridoksin), vitamin E, vitamin
C, dan vitamin D secara tunggal utk memperbaiki hasil akhir maternal
dan perinatal.
• Suplementasi Fe dan asam folat masih direkomendasikan
• Suplementasi zink direkomendasikan hanya dalam konteks penelitian
• Suplementasi kalsium hanya direkomendasikan bagi penduduk yang
asupan kalsium dari makanannya rendah (1,5 – 2,0 gram kalsium
elemental secara oral)
• Suplemen vitamin A hanya diberikan kpd ibu hamil di daerah dengan
kasus kurang vitamin A (KVA) yg sudah masuk ke masalah masyrakat.
PERMASALAHAN GIZI
PADA IBU HAMIL
Proporsi KEK pada WANITA USIA SUBUR di Indonesia
(perbandingan antara Wanita Hamil dan Tidak Hamil)
Proporsi KEK pada WANITA USIA SUBUR di Indonesia
(perbandingan antara Wanita Hamil dan Tidak Hamil
berdasarkan umur)
Proporsi REMAJA PUTRI dan IBU HAMIL mendapatkan
Tablet Tambah Darah (TTD) di Indonesia
Proporsi ANEMIA IBU HAMIL tahun 2018 berdasarkan
UMUR di Indonesia
Hamil dengan keadaan Gizi yang
Kurang
• Kemiskinan
• Sulitnya akses terhadap
makanan
• Sakit yang berulang
• Kebiasaan praktik pemberian
makanan yang kurang tepat
• Kurangnya perawatan dan
kebersihan
Penyebab
utama kurang
makan pada
ibu hamil
Kekurangan asupan gizi pada
trimester pertama
• Terkait dengan tingginya kejadian bayi
lahir prematur, kematian janin, dan
kelainan pada sistem saraf pusat bayi
Kekurangan energi pada
Trimester II dan III
• Menghambat pertumbuhan janin atau
janin tidak berkembang sesuai usia
kehamilan
Anemia
Konstipasi
Hyperemesis gravidarum
Eklampsia
Hipertensi dan preeklampisa
DM dan obesitas
Penyakit jantung
Macam-Macam permasalahan gizi pada ibu
hamil dgn komplikasi kehamilan

Gizi ibu hamil

  • 1.
  • 2.
    Sebelum terjadi fertilisasi,oosit sekunder keluar dari fase ovulasi dan masuk ke tuba falopi Hanya 200 diantara 200 s/d 600 juta sperma menempel pada oosit sekunder
  • 4.
    Periode Prenatal Terdapat 3tahap kehamilan: Periode pembelahan Periode embrionik Periode fetus Periode prenatal terjadi selama 38 minggu dari konsepsi
  • 16.
    Perubahan-perubahan yang Terjadipada Kehamilan • Sistem gastrointestinal, endokrin, sirkulatori, ekskretori, respiratori, skeletal dan muskular Peningkatan aktivitas Fisiologis • Perubahan hormon  progesteron, esterogen, human plasental lactogen, human chorionic thyrotropin, human growth hormon, TSH, hormon paratiroid, kalsitonin, aldosteron, renin-angiotensin Peningkatan aktivitas Metabolik • Peningkatan volume darah ibu, peningkatan ukuran uterus ibu, pertambahan ukuran payudara, pertumbuhan plasenta dan janin Peningkatan aktivitas Anatomis
  • 17.
    Status Gizi Ibusebelum Hamil Diukur Terlebih Dahulu Diukur oleh: IMT (Indeks Massa Tubuh)= BB(kg) TB2 (m2)
  • 18.
    Interpretasi: Kategori IMT Kurus Kekuranganberat badan tingkat berat <17,0 Kekurangan berat badan tingkat ringan 17,0 – 18,4 normal 18,5 – 25,0 gemuk Kelebihan berat badan tingkat ringan 25,1 – 27,0 Kelebihan berat badan tingkat berat > 27,0 Setelah itu bisa diketahui pertambahan berat badan berdasarkan status gizi sebelum hamil BMI < 16,0 16,0 - 16,9 17,0 - 18,4 > 18,5 Tingkat KEK III II I normal
  • 19.
    Status gizi IndeksMassa Tubuh Pertambahan Berat Badan (kg) Kurus 17 - <18,5 13,0 – 18,0 Normal 18,5 – 25,0 11,5 – 13,0 Overweight > 25 – 27 7,0 – 11,5 Obesitas > 27 < 6,8 Kembar - 16,0 – 20,5 Pertambahan Berat Badan berdasarkan Status Gizi Sebelum Hamil
  • 20.
    Bahan-Bahan yang Ditransferke Janin dan Plasenta Selama Hamil Jenis Bahan Janin (g) Plasenta dan Cairan Amnion (g) Total berat badan 3500 1450 Air 2530 1350 Protein 410 40 Lemak 480 4 Natrium 5,7 3,9 Kalium 6,4 1,1 Klorida 6,0 3,1 Kalsium 29,0 0,2 Fosfor 16,9 0,6 Magnesium 0,8 0,06 Zat Besi 0,3 0,01
  • 21.
    Pertambahan Berat BadanIbu dan Janin Selama Periode Kehamilan Bagian Tubuh Pertambahan Berat Badan (g) 10 Minggu 20 Minggu 30 Minggu 40 Minggu IBU Deposit lemak 310 2050 3480 3345 Cairan antar-sel 0 30 80 1680 Darah 100 600 1300 1250 Uterus 140 320 600 970 Payudara 45 180 360 405 total 595 3150 5820 7650 JANIN Janin 5 300 1500 3400 Cairan Amnion 30 350 750 800 Plasenta 20 170 430 650 Total 55 820 2680 4850 Total pertambahan berat badan 650 4000 8500 12500
  • 23.
    Kebutuhan Tambahan ZatGizi Selama Kehamilan Energi Protein Karbohidrat Lemak Vitamin B1, B2, dan B3 Vitamin B6 (Piridoksin) Folat dan Vitamin B12 Vitamin C Vitamin A Vitamin D Kalsium (Ca) Zat Besi (Fe) Yodium (I) Magnesium (Mg) Zink (Zn) Natrium (Na) Air
  • 24.
    • Metabolisme ibuhamil meningkat ±15% (meningkatnya aktivitas muskular untuk medapatkan kualitas kehamilan yang baik) • Tambahan energi utk ibu hamil ±300 kkal/hari (15%) selama trimester 2 dan 3 • Pada trimester 1 sering terjadi gg. makan  dianjurkan 180kkal/hari • Komposisi energi dari karbohidrat sebanyak 50 – 65%, protein 10 – 20%, dan lemak 20 – 30% Energi Kebutuhan Tambahan Zat Gizi Selama Kehamilan • Tambahan protein diperlukan utk jaringan tubuh ibu, janin, dan plasenta, serta melindungi kehamilan dan janin dari komplikasi dan defisiensi asupan protein. • Tambahan protein yang berkualitas baik adalah 10gr/hari • Asam amino yang sering mengalami defisiensi  treonin, triptofan, dan lisin Protein
  • 25.
    • Tambahan karbohidratdiperlukan untuk sumber energi dan mencegah terjadinya glukoneogenesis yang tidak efisien • Kecukupan karbohidrat utk ibu hamil adalah 130 – 210 gr/hari Karbohidrat Kebutuhan Tambahan Zat Gizi Selama Kehamilan • Tambahan lemak diperlukan utk melengkapi kebutuhan energi guna mempertahankan pertambahan berat badan • Lemak yang dikonsumsi tidak melebihi 30% dari total kecukupan energi. • Terdiri dari 8% dari lemak jenuh (asam lemak PUFA yg diperlukan utk membran sel  dalam otak janin terdapat 60%) sebagian di antaranya terdiri dari omega-6 (asam arakidonat/AA), dan sebagiannya adalah omega-3 (asam dokosaheksanoat/DHA). • DHA berfungsi utk tumbuh kembang sistem saraf pusat dan retina janin. Makanan sumber DHA  lemak ikan air dingin (23x /minggu selama hamil) Lemak
  • 26.
    • Kebutuhan VitaminB1, B2, dan B3 proporsional dengan peningkatan kebutuhan energi • Apabila terjadi defisiensi Vitamin B1, B2, eritrosit di saluran penghubung plasenta menurun  faktor terjadinya BBLR Vitamin B1, B2, dan B3 Kebutuhan Tambahan Zat Gizi Selama Kehamilan • Peningkatan kebutuhan Vitamin B6 (Piridoksin) selaras dengan kebutuhan protein. • Defisiensi Vitamin B6 mengakibatkan aktivitas di jaringan plasenta menurun Vitamin B6 (Piridoksin)
  • 27.
    • Tambahan asamfolat sebanyak 200µg/hari utk produksi eritrosit dan pertumbuhan sel-sel baru pada saat pembentukan janin. • Pada saat bersamaan massa eritrosit ibu juga berkembang • Defisiensi asam folat menyebabkan anemia makrositik pada ibu hamil. • Tambahan Vitamin B12 diperlukan utk mengaktifkan asam folat • Apabila kandungan folat dari makanan tidak mencukupi, harus didapatkan dari suplemen setiap hari  terutama ibu berisiko tinggi (sering hamil, penderita anemia hemolitik kronis, dan pengguna obat antikonvulsan) Folat dan Vitamin B12 Kebutuhan Tambahan Zat Gizi Selama Kehamilan
  • 28.
    • Ibu hamilmemerlukan tambahan vitamin C karena kebutuhan vitamin C di plasenta meningkat sejalan dengan peningkatan progesteron. • Terdapat hubungan antara rendahnya kadar vitamin C dalam plasma dengan kejadian pre-eklampsia. Semakin tua umur kehamilan, kadar vitamin C dalam darah semakin menurun (Brown, 2010) Asam Askorbat (Vitamin C) Kebutuhan Tambahan Zat Gizi Selama Kehamilan • Ibu hamil memerlukan tambahan vitamin A utk meningkatkan simpanan vitamin A pada ibu hamil, meningkatkan vitamin A pada janin, berperan dalam integritas jaringan epitel (peningkatan lapisan mukosa), stabilitas membran sel saraf dan sistem reproduksi, serta pembentukan tulang dan kerangka tubuh janin. Vitamin A
  • 29.
    • Vitamin Ddibutuhkan utk pembentukan dan pertumbuhan tulang. Vitamin D berperan dalam absorpsi dan utilisasi kalsium. Bersama dengan mineral pembentuk tulang seperti kalsium, fosfor, dan magnesium. Vitamin D dibutuhkan dalam jumlah banyak selama kehamilan. • Defisiensi vitamin D menghambat pertumbuhan tulang dan gigi janin serta osteomalasia pada ibu Vitamin D Kebutuhan Tambahan Zat Gizi Selama Kehamilan • Pada masa kehamilan, kalsium diperlukan untuk mineralisasi rangka tulang dan gigi janin. Absorpsi kalsium pada awal kehamilan meningkat menjadi dua kali lipat dan disimpan dalam tubuh ibu. • Selama trimester akhir, saat proses kalsifikasi tulang janin, transfer kalsium ke plasenta menjadi lebih deras. Pada minggu kedua terakhir kehamilan, lebih dari 300 mg kalsium ditransfer ke janin setiap hari Kalsium (Ca)
  • 30.
    • Asupan zatbesi pada ibu hamil diperlukan utk meningkatkan simpanan zat besi ibu. • Dari simpanan zat besi ibu, janin akan mendeposit zat besi yang akan digunakan utk mencukupi kebutuhan saat bayi lahir s/d usia 46 bulan, terutama jika ASI kurang zat besi. Zat Besi (Fe) Kebutuhan Tambahan Zat Gizi Selama Kehamilan • Tambahan yodium (iodin) pada ibu hamil diperlukan karena terjadi peningkatan laju metabolisme basal. • Besar tambahan yg disarankan adalah 50μg/hari pada masing- masing trimester. • Apabila hasil pengamatan klinis menunjukkan bahwa ibu hamil menderita pembengkakan kelenjar tiroid, maka ibu hamil mengalami defisiensi yodium. • Defisiensi yodium pada ibu hamil akan memperbesar peluang anak menderita gondok. Yodium (I)
  • 31.
    • Ibu hamilmemerlukan tambahan magnesium karena magnesium bersama dengan kalsium berperan selain sebagai unsur pembentuk tulang, juga berperan antagonistik dalam mengatur impuls saraf, yaitu kalsium utk stimulator dan magnesium utk relaksor. • Defisiensi magnesium mengakibatkan penegangan pada pembuluh darah, plasenta, dan umbilikal. Magnesium (Mg) Kebutuhan Tambahan Zat Gizi Selama Kehamilan • Asupan zink pada ibu hamil diperlukan karena pada ibu hamil terjadi penurunan kadar zink dlm sirkulasi, bersamaan dengan periode organogenesis • Kadar zink yg rendah dpt mengakibatkan janin sangat peka terhadap teratogen  serangan toksin penyebab janin abnormal, berisiko tinggi terkena cacat bawaan atau aborsi spontan • Kadar zink yg rendah dlm darah merupakan prediktor Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) Zink (Zn)
  • 32.
    • Peningkatan produksihormon sewaktu hamil, metabolisme natrium, volume darah ibu hamil, laju filtrasi, dan laju filtrasi natrium di glomerulus dapat menyebabkan retensi natrium • Mekanisme kompensasi diperlukan utk menjaga keseimbangan cairan dengan elektrolit. Yaitu tidak disarankan utk menurunkan konsumsi natrium secara berlebihan Natrium (Na) Kebutuhan Tambahan Zat Gizi Selama Kehamilan • Perlu peningkatan konsumsi air sekurang-kurangnya 8 gelas, yaitu utk merangsang buang air besar termasuk mencegah infeksi ginjal. Saat hamil terjadi pembesaran uterus sehingga menekan usus bagian bawah dan menyebabkan sulit buang air besar Air
  • 34.
    1. Biasakan mengkonsumsianeka ragam pangan yang lebih banyak Bahan makanan Ibu hamil (2500 kkal) Nasi 6 porsi Sayuran 4 porsi Buah 4 porsi Tempe 4 porsi Daging 3 porsi Susu 1 porsi Minyak 6 porsi Gula 2 porsi Keterangan: 1. Nasi 1 porsi = ¾ gelas = 100gr = 175 kkal 2. Sayuran 1 porsi = 1 gelas = 100gr = 25 kkal 3. Buah 1 porsi = 1 buah pisang ambon = 50gr = 50 kkal 4. Tempe 1 porsi = 2 potong sedang = 50gr = 80 kkal 5. Daging 1 porsi = 1 potong sedang = 35gr = 50kkal 6. Ikan segar 1 porsi = 1/3 ekor = 45gr = 50 kkal 7. Susu sapi cair 1 porsi = 1 gelas = 200gr = 50kkal 8. Susu rendah lemak 1 porsi = 4 sdm = 20gr = 75kkal 9. Minyak 1 porsi = 1sdt = 5gr = 50kkal 10. Gula = 1 sdm = 20gr = 50kkal Sdm: sendok makan; sdt sendok teh
  • 35.
    2. Minumlah airputih lebih banyak 3. Batasi minum kopi (kandungan kafein dalam kopi dapat menjadi inhibitor zat besi)
  • 36.
    Rekomendasi penting dariWHO ttg PERAWATAN ANTENATAL IBU HAMIL WHO (2016) meluncurkan buku yang berjudul WHO Recommendations on Antenatal Care for A Positive Pregnancy Experience: • Ibu hamil tidak direkomendasikan utk mengkonsumsi suplemen multimikronutrien seperti: Vitamin B6 (piridoksin), vitamin E, vitamin C, dan vitamin D secara tunggal utk memperbaiki hasil akhir maternal dan perinatal. • Suplementasi Fe dan asam folat masih direkomendasikan • Suplementasi zink direkomendasikan hanya dalam konteks penelitian • Suplementasi kalsium hanya direkomendasikan bagi penduduk yang asupan kalsium dari makanannya rendah (1,5 – 2,0 gram kalsium elemental secara oral) • Suplemen vitamin A hanya diberikan kpd ibu hamil di daerah dengan kasus kurang vitamin A (KVA) yg sudah masuk ke masalah masyrakat.
  • 37.
  • 38.
    Proporsi KEK padaWANITA USIA SUBUR di Indonesia (perbandingan antara Wanita Hamil dan Tidak Hamil)
  • 39.
    Proporsi KEK padaWANITA USIA SUBUR di Indonesia (perbandingan antara Wanita Hamil dan Tidak Hamil berdasarkan umur)
  • 40.
    Proporsi REMAJA PUTRIdan IBU HAMIL mendapatkan Tablet Tambah Darah (TTD) di Indonesia
  • 41.
    Proporsi ANEMIA IBUHAMIL tahun 2018 berdasarkan UMUR di Indonesia
  • 42.
    Hamil dengan keadaanGizi yang Kurang • Kemiskinan • Sulitnya akses terhadap makanan • Sakit yang berulang • Kebiasaan praktik pemberian makanan yang kurang tepat • Kurangnya perawatan dan kebersihan Penyebab utama kurang makan pada ibu hamil
  • 43.
    Kekurangan asupan gizipada trimester pertama • Terkait dengan tingginya kejadian bayi lahir prematur, kematian janin, dan kelainan pada sistem saraf pusat bayi Kekurangan energi pada Trimester II dan III • Menghambat pertumbuhan janin atau janin tidak berkembang sesuai usia kehamilan
  • 44.
    Anemia Konstipasi Hyperemesis gravidarum Eklampsia Hipertensi danpreeklampisa DM dan obesitas Penyakit jantung Macam-Macam permasalahan gizi pada ibu hamil dgn komplikasi kehamilan