Teori kutub pertumbuhan menjelaskan bagaimana konsentrasi industri di lokasi tertentu dapat mendorong pertumbuhan ekonomi regional serta pemerataan pembangunan. Konsep ini menunjukkan bahwa industri-industri utama dapat meningkatkan perkembangan daerah sekitarnya, namun juga dapat menyebabkan polarisasi sumber daya dan masalah lingkungan. Efek aglomerasi, seperti keuntungan skala dan lokalisasi, menjadi penting meskipun dihadapkan pada tantangan seperti kerugian aglomerasi yang dapat muncul seiring dengan pertumbuhan populasi dan kegiatan ekonomi.