GASTROINTESTINAL 
TRIGGER 1 
TUTOR 4 
Fasilitator 
Prof. DR. dr. Nursal Asbiran 
FAKULTAS KEDOKTERAN 
UNIVERSITAS BAITURRAHMAH KOTA PADANG 
2014 / 2015
KATA PENGANTAR 
Assalamua’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh 
Dengan mengucapkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT atas rahmat dan hidayah-Nya 
kepada kita semua sehingga kami dapat menyelesaikan makalah Gastrointestinal Trigger 1 yang 
berjudul Sistem Pencernaan Atas . Tujuan kami membuat makalah ini untuk memberikan laporan 
tentang hasil tutorial kami tentang Trigger 1 Gastrointestinal. Semoga makalah yang kami buat 
bermanfaat bagi kita semua. 
Kami pun menyadari bahwa makalah yang kami buat jauh dari sempurna. Untuk itu, kami 
mengharapkan kritik dan saran dari pembaca, agar makalah kami menjadi sempurna. Kami 
mengucapkan terimakasih kepada fasilitator yang telah membimbing kami dalam menyelesaikan 
makalah ini. 
Wassalamu’alaikum Warahmatullahhi Wabarakatuh
Daftar Isi 
Kata Pengantar ................................................................................................................................. 
Daftar Isi ........................................................................................................................................... 
2.1. Anggota Tutor I ............................................................................................................ 
2.2. Trigger .......................................................................................................................... 
2.3. Step 1 – 7 ..................................................................................................................... 
2.4. Kesimpulan .................................................................................................................. 
2.5. Daftar Pustaka .............................................................................................................
Nama Anggota Kelompok Tutorial 4 
1. Tia Febindra Elza 
2. Biran Affandi Yusriono 
3. Ryan Aidil Hersyaf 
4. Lolyta Sucihara 
5. Isra’ Abdi Muthalib 
6. Haya Septiani Lestari 
7. Aditya Permana Putra 
8. Najla Lodhipa Meiliana 
9. Gebby Heriesya 
10. Aulia Khairunnisa 
11. Ilham Maulana
Trigger 1. Saluran Pencernaan Atas 
Bila kita makan atau minum bahan makanan yang mengandung karbohidrat, lemak, 
protein atau serat makanan maka makanan tersebut melalui berbagai organ dan jaringan 
didaerah saluran pencernaan bagian atas dimulai dari organ – organ mulut, esophagus, 
gaster, dan usus halus, dimana sejauh ini terjadi proses pencernaan dan penyerapan 
makanan. 
Beberapa hormon ikut dalam mengontrol proses pencernaan. Berbagai enzim, zat 
kimia dan bahan pelicin (mucin) dihasilkan berbeda-beda sesuai dengan dimana dia berada 
seperti dimulut, gaster, dan usus halus. Disamping itu terdapat berbagai organ seperti 
pankreas, hati, kandungan empedu yang menghasilkan berbagai enzim dan berbagai zat 
kimia untuk membantu proses pencernaan. 
Bagaimana anda menyimpulkan tentang apa dan dimana terjadinya proses – proses 
pencernaan dan penyerapan makanan?
STEP 1 ( Clarify Unfamiliar Terms) 
1. Saluran pencernaan : tempat lewat makanan yang akan dicerna 
dalam tubuh 
2. Organ : kumpulan beberapa jaringan 
3. Gaster : lambung 
4. Hormon : substansi kimia yang bekerja mensekresi zat yang berasal 
dalam tubuh 
5. Mucin : suatu zat yang berperan untuk pelicin yang terdapat pada 
organ pencernaan 
6. Usus halus : organ yang terletak antara lambung dengan usus halus 
7. Pankreas : organ yang terletak dibelakang,tepatnya dibawah lambung 
8. Kantung empedu : organ yang dibutuhkan tubuh untuk proses pencernaan 
STEP 2 ( Define The Problems) 
1. Gambarkan anatomi dari saluran pencernaan! 
2. Bagaimana proses pencernaan makanan dan penyerapan makanan? 
3. Sebutkan enzim yang berperan dalam organ pencernaan untuk mencerna makanan! 
4. Sebutkan hormon apa saja yang mengontrol proses pencernaan? 
5. Gambarkan histologi dari organ pencernaan ( cavum oris, pharynx,esophagus,gaster, 
intestinum tunue, intestinum crassum)! 
6. Bagaimana peranan mucin dalam saluran pencernaan? 
7. Bagaimana proses pembusukan makanan dalam tubuh? 
8. Sistem saraf apa yang mengatur gerak peristaltik dan produksi kelenjar pencernaan? 
STEP 3 (Brainstorm possible hypothesis or explanation) 
1. Pending 
2. Proses pencernaan makanan : 
a. Mulut 
- Mekanik : mengubah makanan dari bentuk kasar menjadi bentuk halus 
- Kimiawi : kelenjar saliva  amilase mengubah amilum menjadi maltosa 
b. Esophagus : peristaltik  bulatan makanan (bolus) 
c. Lambung : HCL + peristaltik  kimus
d. Usus halus 
- makanan bersifat asam  bikarbonat  netral 
- kimiawi  sari-sari makanan 
- vili ( jonjot)  pembuluh darah 
e. Usus besar : tidak terjadi pencernaan mekanis dan kimiawi  penyerapan air dan 
pembentukan feses. 
Proses penyerapan makanan : 
1. Mulut 
Dimulut zat makanan belum dapat diserap, tetapi dapat mengekskresikan alkohol 
dan obat-obatan 
2. Gaster 
Hanya alkohol (etanol) yang dapat diserap karena molekulnya kecil 
3. Usus halus 
- 90% zat gizi diserap, air diserap bersama 
- KH yang diserap : glukosa, fruktosa, galaktosa 
- 10% keusus besar untuk diserap oleh bakteri usus 
- Lemak diserap dalam bentuk : asam lemak + gliserol 
- Kolesterol ester diserap : asam lemak + kolesterol 
- Fosfolipid diserap : asam lemak, gliserol, fosfat, dan zat lain AA 
- Protein diserap dalam bentuk AA 
4. Usus besar 
- Peningkatan penyerapan air 
- Feses menjadi padat 
- 
3. Enzim – enzim yang berperan dalam organ pencernaan : 
a. Mulut 
- Amilase (amilum  maltosa) 
- Lipase ( lipid FFA,digliserida) 
b. Lambung 
- Pepsin ( protein  pepton) 
- Renin ( mengumpal protein susu) 
- Lipase ( lipid  FFA, digliserida) 
c. Usus halus 
- Enterokinase ( tripsinogen  tripsin) 
- Sukrase 
- Maltase 
- Laktase 
- erepsinogen
4. Hormon yang mengontrol proses pencernaan : 
- Gastrin 
- Esterogastron (sekretin) 
- Cholecytokinin (CCK) 
- Enterogastron 
5. Pending 
6. Peranan mucin : suatu mukoolisakarida (protein + KH) dalam bantuk lendir yang 
berfungsi untuk melicinkan makanan 
7. Proses pembusukan makanan dalam tubuh : Pending 
8. Sistem saraf yang mengatur gerak peristaltik : 
a. Sistem saraf ekstrinsik : sistem simpatik dan sistem parasimpatik dari SSP. 
b. Sistem saraf instrinsik (sistem saraf enterik) : pleksus mienterikus (Auerbach), yang 
meningkatkan motilitas otot polos, dan pleksus submukosa (Meissner), yang 
mengendalikan sekresi dan aliran darah. 
c. Sistem saraf enterik menggunakan Ach, dopamin dan serotonin sebagai 
neurotransmitter. 
Sistem saraf yang mengatur produksi kelenjar pencernaan : Pending
STEP 4 (Arrange explanation in to a tentative solution) 
STEP 5 (Define Learning Objective) 
Mahasiswa mampu mengetahui, memahami dan menjelaskan : 
1. Anatomi dari sistem pencernaan atas 
2. Fisiologi dari sistem pencernaan atas 
3. Biokimia dari sistem pencernaan atas 
4. Histologi dari sistem pencernaan atas 
GIT 
SISTEM PENCERNAAN 
ATAS 
ANATOMI FISIOLOGI 
PENCERNAAN, PENYERAPAN, DAN 
PEMBUSUKAN 
BIOKIMIA HISTOLOGI
STEP 7 (Share the result information gathering and 
private study) 
1. Anatomi sstem pencernaan atas 
2. Fisiologi sistem pencernaan atas 
a. Mulut 
 Refleks mengunyah 
Refleks mengunyah menyebabkan gerakan turun – naik rahang bawah. 
Gerakan ini berfungsi untuk mecampur bolus makanan dengan saliva (air 
liur) yang melumasinya dan enzim salivarius disamping untuk untuk 
menghasilkan potongan kecil –kecil makanan agar mudah ditelan. 
Sebagian besar otot mastikasi diinervasi oleh nervus trigeminus (N.V). 
 Kelenjar saliva 
 Sekresi mukus kedalam mulut 
 Fungsi membasahi dan melumasi pertikel makanan sebelum 
ditelan 
 Disekresi 3 kelenjar eksokrin : 
1. Parotis 
2. Submandibularis 
3. Sublingualis 
 Fungsi saliva : 
- Mamudahkan proses menelan 
- Membasahi mulut, membantu proses bicara 
- Melarutkan molekul yang merangsang reseptor kecap 
- Anti bakteri 
- Mempertahankan Ph mulut (7,0) 
 Proses menelan (deglutisi) 
Deglutisi merupakan proses yang diatur oleh refleks menelan dan 
dikoordinasikan dalam medulla oblongata (pusat menelan). Secara 
sederhana proses menelan merupakan gerakan lobus makanan yang 
terdorong lewat faring sementara pernafasan tersekat untuk sementara 
waktu. Ketiga tahap pada proses menelan meliputi tahap volunter, 
faringeal,dan esofageal. 
b. Faring dan Esophagus 
 Tidak ikut serta dalam proses pencernaan 
 Jalur masuk makanan dan minuman kelambung
 Motilitas segmen ini berkaitan dengan proses menelan, karena 
perangsangan reseptor dinding faring oleh bolus. 
 Esophagus dengan cepat menggerakkan makanan kerah lambung dengan 
kontraksi peristaltik yang dikendalikan oleh : 
1. Sistem saraf ekstrinsik : sistem simpatik dan sistem parasimpatik dari 
SSP. 
2. Sistem saraf instrinsik (sistem saraf enterik) : pleksus mienterikus 
(Auerbach), yang meningkatkan motilitas otot polos, dan pleksus 
submukosa (Meissner), yang mengendalikan sekresi dan aliran darah. 
3. Sistem saraf enterik menggunakan Ach, dopamin dan serotonin 
sebagai neurotransmitter. 
c. Lambung 
 Kantung muskuler terletak antara esophagus dan usus halus 
 Bagian corpus dan fundus (berdinding tipis) 
 Sekresi mukus, asam HCL, proenzim pepsinogen, faktor intrinsik (castle) 
 Bagian bawah lambung : antrum mempunyai otot lebih tebal 
 Sekresi hormon gastrin. 
 HCL lambung : 
1. Memecah partikel makanan 
2. Membentuk larutan molekul yang disebut kimus 
3. Tidak mampu memecah protein dan lemak 
4. Memusnahkan bakteri yang masuk lambung 
 Fungsi lambung : 
1. Menyimpan, melarutkan, mencerna parsial makanan yang masuk 
lambung 
2. Meneruskan makanan keusus untuk di absorbsi secara maksimal 
3. Produksi enzim pepsin (memecah ikatan peptide) 
 Dalam lambung makanan disimpan selama sekitar 45 menit dan 
kemudian menjalani proses pencampuran sebelum dipaksa mengalir 
lewat sfingter pilorus. Gelombang kontraksi yeng memiliki beberapa fase 
dapat mempersempit orifisium sfingter pilorus dan memaksa bolus 
makanan kembali kedalam lambung untuk menjalani pencampuran yang 
lebih efisien. 
 Pengosongan lambung dikemungkinkan oleh suatu kontraksi yang kuat 
untuk mendorong makanan melewati sfingter pilorus. Kecepatan 
pengosongan lambung dikendalikan oleh kandungan makanan. 
d. Usus halus 
 Fungsi usus halus : 
1. Absorbsi bahan makanan
2. Berlangsung terutama diduodenum dan jejenum 
3. Absorbsi cairan elektrolit 
 Pada usus halus, terjadi kontraksi mixing dan kontraksi propulsif. Chyme 
dicampur lewat kontraksi segmental dan kemudian didorong kedepan 
oleh kontraksi peristaltik ( yang mengalami peningkatan bersama dengan 
stimulasi parasimpatik dari nervus vagus dan penurunan bersama dengan 
stimulasi simpatik dari ganglion mesenterika). 
 Kompleks motilitas bermigrasi atau MMC dalam keadaan puasa terjadi 
setiap 90 menit sekali. 
3. Biokimia sistem pencernaan atas 
a. Mulut : mengunyah/ menghancurkan makanan secara fisik 
Dimulut terjadi pemecahan karbohidrat 
Dalam mulut terdapat saliva yang membntu proses pencernaan makanan : 
 99,5% air, Ph 6,8 
 ion anorganik : K+, Ca++, HCO3 
-, thiocyanate (SCN-), iodine, imunoglobulin ( 
Ig A), 
 enzim : amilase, lipase 
 mucin : suatu mukopolisakarida ( protein + KH )dalam bentuk lendir yang 
berfungsi untuk melicinkan makanan 
b. Lambung 
Liur lambung : 
- HCL : denaturasi protein dan membunuh bakteri, lebih kuat dari 
IgA 
- Pepsin : dihasilkan oleh chief cell ( pricipal calls),inaktif zimogen 
(pepsinogen) 
Protein pepsin protease (polipeptida) 2 pepton 
- Renin (cymosin rennet) 
a. Koagulasi susu (tidak untuk memecah protein) 
b. Casein Ca++ renin paracasein 
c. Penting untuk bayi 
Dimulut tidak memecah protein, sedangkan di lambung protein sudah mulai 
dipecah. Dalam hal ini, lipase sangat mudah memecah “lemak susu” 
c. Pankreas 
Sekresi pankreas : 
- 97 – 99% air 
- Enzim/zat organik lainnya.
Enzim pertama yang menghancurkan seluruh makanan yang kita 
makan. 
Zat organik berperan dalam menetralisir asam 
- Ion organik : untukmenetralisir asam lambung 
Na+, K+, Ca2+, 2N+, HCO- 
2, CL-, SO4 
-3 
- Ph 7,5 – 8,0 atau lebih 
- Enzim pankreas yang memecah protein : trypsin, chymotripsin, 
elastase, carboxypeptidase. 
- Enzim pankreas yang memecah lemak : lipase 
- Enzim pankreas yang memecah KH : pancraetic amylase 
d. Empedu 
 Diproduksi oleh hati 
 Fungsi : 
1. Emulsifikasi 
Lemak Garam emulsi 
Ester vit. A,D,E,K empedu 
2. Netralisasi asam 
Chyme (asam) ph 7 netralisasi 
3. Ekskresi cairan empedu 
- Asam empedu 
- Kolesterol 
- Obat-obatan 
- Toksin 
- Pigmen 
- Cu, Hg, 2n 
4. Kelarutan kolesterol dapat menyebabkan batu empedu 
e. Usus halus 
 Pencernaan yang telah dimulai dimulut dan lambung dilanjutkan diusus 
halus 
 Chyme-chyme intermitten masuk duedonum : 
- Sangat asam 
- Netralisir oleh alkali dan bile dan pankreas 
- Basa : 
Perlu untuk aktivitas enzim-enzim diusus halus 
In aktif pepsin 
 Getah duodenum berasal dari : 
- Pankreas 
- Bile/hati 
- Mukosa usus halus
4. Histologi sistem pencernaan atas 
a. Rongga mulut 
 Epitel berlapis gepeng 
 Mukosa 
- Mukosa batas 
- Mukosa kunyah (masticatory mucosa) 
- Mukosa khusus : taste bud 
 Duktus kelenjar liur 
 Pembentukan bolus 
1. Bibir 
Permukaan : 
- Kulit 
- Zona vermillion : 
a. Kulit tipis 
b. Kelenjar keringat 
c. Folikel rambut 
d. Gl. Sebasea 
e. Rete apparatus : kapiler dekat permukaan 
- Mukosa internal : 
Kelenjar saliva minor 
2. Lidah 
Otot ekstrinsik : Gerakan lidah
Otot intrinsik : merubah bentuk lidah 
Papila lidah : 
- Filiformis 
- Fungiformis 
- Foliata 
- Vallata
3. Gigi 
Komponen bermineral : 
- Enamel (email) 
- Dentin 
- Sementum 
b. Esophagus 
Mukosa : epitel berlapis gepeng tanpa keratin 
Muskularis eksterna : 
Otot polos dan otot skelt 
a. 1/3 esophagus atas : hampis semua otot skelet 
b. Esophagus tengah : otot polos dan otot skelet 
c. 1/3 esophagus bawah : otot polos
c. Lambung 
Mukosa : epitel selapis silindris 
- Mucous neck cell 
- Sel HCL 
- Sel zimogen/principal 
d. Usus halus 
1. Duodenum 
Mukosa : epitel selapis silidris, mikrovili 
Submukosa : kelenjar brunner 
Muskularis eksterna : sirkular dan longitudinal
2. Ileum 
3. Apendix 
Mukosa : epitel selapis silidris, sel piala sangat banyak, tidak punya vilus, 
hanya adakriptus liberkuhn. 
4. Colon – rectum 
- Epitel selapis silidris 
- Tidak memiliki vilus
Kesimpulan 
Jadi pada sistem gastro intestnal track sangat berhubungan dari anatominya 
sistem fisiologinya dan biokimianya, serta gambaran penampang histologinya.

Git trigger 1 sistem pencernaan atas

  • 1.
    GASTROINTESTINAL TRIGGER 1 TUTOR 4 Fasilitator Prof. DR. dr. Nursal Asbiran FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BAITURRAHMAH KOTA PADANG 2014 / 2015
  • 2.
    KATA PENGANTAR Assalamua’alaikumWarahmatullahi Wabarakatuh Dengan mengucapkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT atas rahmat dan hidayah-Nya kepada kita semua sehingga kami dapat menyelesaikan makalah Gastrointestinal Trigger 1 yang berjudul Sistem Pencernaan Atas . Tujuan kami membuat makalah ini untuk memberikan laporan tentang hasil tutorial kami tentang Trigger 1 Gastrointestinal. Semoga makalah yang kami buat bermanfaat bagi kita semua. Kami pun menyadari bahwa makalah yang kami buat jauh dari sempurna. Untuk itu, kami mengharapkan kritik dan saran dari pembaca, agar makalah kami menjadi sempurna. Kami mengucapkan terimakasih kepada fasilitator yang telah membimbing kami dalam menyelesaikan makalah ini. Wassalamu’alaikum Warahmatullahhi Wabarakatuh
  • 3.
    Daftar Isi KataPengantar ................................................................................................................................. Daftar Isi ........................................................................................................................................... 2.1. Anggota Tutor I ............................................................................................................ 2.2. Trigger .......................................................................................................................... 2.3. Step 1 – 7 ..................................................................................................................... 2.4. Kesimpulan .................................................................................................................. 2.5. Daftar Pustaka .............................................................................................................
  • 4.
    Nama Anggota KelompokTutorial 4 1. Tia Febindra Elza 2. Biran Affandi Yusriono 3. Ryan Aidil Hersyaf 4. Lolyta Sucihara 5. Isra’ Abdi Muthalib 6. Haya Septiani Lestari 7. Aditya Permana Putra 8. Najla Lodhipa Meiliana 9. Gebby Heriesya 10. Aulia Khairunnisa 11. Ilham Maulana
  • 5.
    Trigger 1. SaluranPencernaan Atas Bila kita makan atau minum bahan makanan yang mengandung karbohidrat, lemak, protein atau serat makanan maka makanan tersebut melalui berbagai organ dan jaringan didaerah saluran pencernaan bagian atas dimulai dari organ – organ mulut, esophagus, gaster, dan usus halus, dimana sejauh ini terjadi proses pencernaan dan penyerapan makanan. Beberapa hormon ikut dalam mengontrol proses pencernaan. Berbagai enzim, zat kimia dan bahan pelicin (mucin) dihasilkan berbeda-beda sesuai dengan dimana dia berada seperti dimulut, gaster, dan usus halus. Disamping itu terdapat berbagai organ seperti pankreas, hati, kandungan empedu yang menghasilkan berbagai enzim dan berbagai zat kimia untuk membantu proses pencernaan. Bagaimana anda menyimpulkan tentang apa dan dimana terjadinya proses – proses pencernaan dan penyerapan makanan?
  • 6.
    STEP 1 (Clarify Unfamiliar Terms) 1. Saluran pencernaan : tempat lewat makanan yang akan dicerna dalam tubuh 2. Organ : kumpulan beberapa jaringan 3. Gaster : lambung 4. Hormon : substansi kimia yang bekerja mensekresi zat yang berasal dalam tubuh 5. Mucin : suatu zat yang berperan untuk pelicin yang terdapat pada organ pencernaan 6. Usus halus : organ yang terletak antara lambung dengan usus halus 7. Pankreas : organ yang terletak dibelakang,tepatnya dibawah lambung 8. Kantung empedu : organ yang dibutuhkan tubuh untuk proses pencernaan STEP 2 ( Define The Problems) 1. Gambarkan anatomi dari saluran pencernaan! 2. Bagaimana proses pencernaan makanan dan penyerapan makanan? 3. Sebutkan enzim yang berperan dalam organ pencernaan untuk mencerna makanan! 4. Sebutkan hormon apa saja yang mengontrol proses pencernaan? 5. Gambarkan histologi dari organ pencernaan ( cavum oris, pharynx,esophagus,gaster, intestinum tunue, intestinum crassum)! 6. Bagaimana peranan mucin dalam saluran pencernaan? 7. Bagaimana proses pembusukan makanan dalam tubuh? 8. Sistem saraf apa yang mengatur gerak peristaltik dan produksi kelenjar pencernaan? STEP 3 (Brainstorm possible hypothesis or explanation) 1. Pending 2. Proses pencernaan makanan : a. Mulut - Mekanik : mengubah makanan dari bentuk kasar menjadi bentuk halus - Kimiawi : kelenjar saliva  amilase mengubah amilum menjadi maltosa b. Esophagus : peristaltik  bulatan makanan (bolus) c. Lambung : HCL + peristaltik  kimus
  • 7.
    d. Usus halus - makanan bersifat asam  bikarbonat  netral - kimiawi  sari-sari makanan - vili ( jonjot)  pembuluh darah e. Usus besar : tidak terjadi pencernaan mekanis dan kimiawi  penyerapan air dan pembentukan feses. Proses penyerapan makanan : 1. Mulut Dimulut zat makanan belum dapat diserap, tetapi dapat mengekskresikan alkohol dan obat-obatan 2. Gaster Hanya alkohol (etanol) yang dapat diserap karena molekulnya kecil 3. Usus halus - 90% zat gizi diserap, air diserap bersama - KH yang diserap : glukosa, fruktosa, galaktosa - 10% keusus besar untuk diserap oleh bakteri usus - Lemak diserap dalam bentuk : asam lemak + gliserol - Kolesterol ester diserap : asam lemak + kolesterol - Fosfolipid diserap : asam lemak, gliserol, fosfat, dan zat lain AA - Protein diserap dalam bentuk AA 4. Usus besar - Peningkatan penyerapan air - Feses menjadi padat - 3. Enzim – enzim yang berperan dalam organ pencernaan : a. Mulut - Amilase (amilum  maltosa) - Lipase ( lipid FFA,digliserida) b. Lambung - Pepsin ( protein  pepton) - Renin ( mengumpal protein susu) - Lipase ( lipid  FFA, digliserida) c. Usus halus - Enterokinase ( tripsinogen  tripsin) - Sukrase - Maltase - Laktase - erepsinogen
  • 8.
    4. Hormon yangmengontrol proses pencernaan : - Gastrin - Esterogastron (sekretin) - Cholecytokinin (CCK) - Enterogastron 5. Pending 6. Peranan mucin : suatu mukoolisakarida (protein + KH) dalam bantuk lendir yang berfungsi untuk melicinkan makanan 7. Proses pembusukan makanan dalam tubuh : Pending 8. Sistem saraf yang mengatur gerak peristaltik : a. Sistem saraf ekstrinsik : sistem simpatik dan sistem parasimpatik dari SSP. b. Sistem saraf instrinsik (sistem saraf enterik) : pleksus mienterikus (Auerbach), yang meningkatkan motilitas otot polos, dan pleksus submukosa (Meissner), yang mengendalikan sekresi dan aliran darah. c. Sistem saraf enterik menggunakan Ach, dopamin dan serotonin sebagai neurotransmitter. Sistem saraf yang mengatur produksi kelenjar pencernaan : Pending
  • 9.
    STEP 4 (Arrangeexplanation in to a tentative solution) STEP 5 (Define Learning Objective) Mahasiswa mampu mengetahui, memahami dan menjelaskan : 1. Anatomi dari sistem pencernaan atas 2. Fisiologi dari sistem pencernaan atas 3. Biokimia dari sistem pencernaan atas 4. Histologi dari sistem pencernaan atas GIT SISTEM PENCERNAAN ATAS ANATOMI FISIOLOGI PENCERNAAN, PENYERAPAN, DAN PEMBUSUKAN BIOKIMIA HISTOLOGI
  • 10.
    STEP 7 (Sharethe result information gathering and private study) 1. Anatomi sstem pencernaan atas 2. Fisiologi sistem pencernaan atas a. Mulut  Refleks mengunyah Refleks mengunyah menyebabkan gerakan turun – naik rahang bawah. Gerakan ini berfungsi untuk mecampur bolus makanan dengan saliva (air liur) yang melumasinya dan enzim salivarius disamping untuk untuk menghasilkan potongan kecil –kecil makanan agar mudah ditelan. Sebagian besar otot mastikasi diinervasi oleh nervus trigeminus (N.V).  Kelenjar saliva  Sekresi mukus kedalam mulut  Fungsi membasahi dan melumasi pertikel makanan sebelum ditelan  Disekresi 3 kelenjar eksokrin : 1. Parotis 2. Submandibularis 3. Sublingualis  Fungsi saliva : - Mamudahkan proses menelan - Membasahi mulut, membantu proses bicara - Melarutkan molekul yang merangsang reseptor kecap - Anti bakteri - Mempertahankan Ph mulut (7,0)  Proses menelan (deglutisi) Deglutisi merupakan proses yang diatur oleh refleks menelan dan dikoordinasikan dalam medulla oblongata (pusat menelan). Secara sederhana proses menelan merupakan gerakan lobus makanan yang terdorong lewat faring sementara pernafasan tersekat untuk sementara waktu. Ketiga tahap pada proses menelan meliputi tahap volunter, faringeal,dan esofageal. b. Faring dan Esophagus  Tidak ikut serta dalam proses pencernaan  Jalur masuk makanan dan minuman kelambung
  • 11.
     Motilitas segmenini berkaitan dengan proses menelan, karena perangsangan reseptor dinding faring oleh bolus.  Esophagus dengan cepat menggerakkan makanan kerah lambung dengan kontraksi peristaltik yang dikendalikan oleh : 1. Sistem saraf ekstrinsik : sistem simpatik dan sistem parasimpatik dari SSP. 2. Sistem saraf instrinsik (sistem saraf enterik) : pleksus mienterikus (Auerbach), yang meningkatkan motilitas otot polos, dan pleksus submukosa (Meissner), yang mengendalikan sekresi dan aliran darah. 3. Sistem saraf enterik menggunakan Ach, dopamin dan serotonin sebagai neurotransmitter. c. Lambung  Kantung muskuler terletak antara esophagus dan usus halus  Bagian corpus dan fundus (berdinding tipis)  Sekresi mukus, asam HCL, proenzim pepsinogen, faktor intrinsik (castle)  Bagian bawah lambung : antrum mempunyai otot lebih tebal  Sekresi hormon gastrin.  HCL lambung : 1. Memecah partikel makanan 2. Membentuk larutan molekul yang disebut kimus 3. Tidak mampu memecah protein dan lemak 4. Memusnahkan bakteri yang masuk lambung  Fungsi lambung : 1. Menyimpan, melarutkan, mencerna parsial makanan yang masuk lambung 2. Meneruskan makanan keusus untuk di absorbsi secara maksimal 3. Produksi enzim pepsin (memecah ikatan peptide)  Dalam lambung makanan disimpan selama sekitar 45 menit dan kemudian menjalani proses pencampuran sebelum dipaksa mengalir lewat sfingter pilorus. Gelombang kontraksi yeng memiliki beberapa fase dapat mempersempit orifisium sfingter pilorus dan memaksa bolus makanan kembali kedalam lambung untuk menjalani pencampuran yang lebih efisien.  Pengosongan lambung dikemungkinkan oleh suatu kontraksi yang kuat untuk mendorong makanan melewati sfingter pilorus. Kecepatan pengosongan lambung dikendalikan oleh kandungan makanan. d. Usus halus  Fungsi usus halus : 1. Absorbsi bahan makanan
  • 12.
    2. Berlangsung terutamadiduodenum dan jejenum 3. Absorbsi cairan elektrolit  Pada usus halus, terjadi kontraksi mixing dan kontraksi propulsif. Chyme dicampur lewat kontraksi segmental dan kemudian didorong kedepan oleh kontraksi peristaltik ( yang mengalami peningkatan bersama dengan stimulasi parasimpatik dari nervus vagus dan penurunan bersama dengan stimulasi simpatik dari ganglion mesenterika).  Kompleks motilitas bermigrasi atau MMC dalam keadaan puasa terjadi setiap 90 menit sekali. 3. Biokimia sistem pencernaan atas a. Mulut : mengunyah/ menghancurkan makanan secara fisik Dimulut terjadi pemecahan karbohidrat Dalam mulut terdapat saliva yang membntu proses pencernaan makanan :  99,5% air, Ph 6,8  ion anorganik : K+, Ca++, HCO3 -, thiocyanate (SCN-), iodine, imunoglobulin ( Ig A),  enzim : amilase, lipase  mucin : suatu mukopolisakarida ( protein + KH )dalam bentuk lendir yang berfungsi untuk melicinkan makanan b. Lambung Liur lambung : - HCL : denaturasi protein dan membunuh bakteri, lebih kuat dari IgA - Pepsin : dihasilkan oleh chief cell ( pricipal calls),inaktif zimogen (pepsinogen) Protein pepsin protease (polipeptida) 2 pepton - Renin (cymosin rennet) a. Koagulasi susu (tidak untuk memecah protein) b. Casein Ca++ renin paracasein c. Penting untuk bayi Dimulut tidak memecah protein, sedangkan di lambung protein sudah mulai dipecah. Dalam hal ini, lipase sangat mudah memecah “lemak susu” c. Pankreas Sekresi pankreas : - 97 – 99% air - Enzim/zat organik lainnya.
  • 13.
    Enzim pertama yangmenghancurkan seluruh makanan yang kita makan. Zat organik berperan dalam menetralisir asam - Ion organik : untukmenetralisir asam lambung Na+, K+, Ca2+, 2N+, HCO- 2, CL-, SO4 -3 - Ph 7,5 – 8,0 atau lebih - Enzim pankreas yang memecah protein : trypsin, chymotripsin, elastase, carboxypeptidase. - Enzim pankreas yang memecah lemak : lipase - Enzim pankreas yang memecah KH : pancraetic amylase d. Empedu  Diproduksi oleh hati  Fungsi : 1. Emulsifikasi Lemak Garam emulsi Ester vit. A,D,E,K empedu 2. Netralisasi asam Chyme (asam) ph 7 netralisasi 3. Ekskresi cairan empedu - Asam empedu - Kolesterol - Obat-obatan - Toksin - Pigmen - Cu, Hg, 2n 4. Kelarutan kolesterol dapat menyebabkan batu empedu e. Usus halus  Pencernaan yang telah dimulai dimulut dan lambung dilanjutkan diusus halus  Chyme-chyme intermitten masuk duedonum : - Sangat asam - Netralisir oleh alkali dan bile dan pankreas - Basa : Perlu untuk aktivitas enzim-enzim diusus halus In aktif pepsin  Getah duodenum berasal dari : - Pankreas - Bile/hati - Mukosa usus halus
  • 14.
    4. Histologi sistempencernaan atas a. Rongga mulut  Epitel berlapis gepeng  Mukosa - Mukosa batas - Mukosa kunyah (masticatory mucosa) - Mukosa khusus : taste bud  Duktus kelenjar liur  Pembentukan bolus 1. Bibir Permukaan : - Kulit - Zona vermillion : a. Kulit tipis b. Kelenjar keringat c. Folikel rambut d. Gl. Sebasea e. Rete apparatus : kapiler dekat permukaan - Mukosa internal : Kelenjar saliva minor 2. Lidah Otot ekstrinsik : Gerakan lidah
  • 15.
    Otot intrinsik :merubah bentuk lidah Papila lidah : - Filiformis - Fungiformis - Foliata - Vallata
  • 16.
    3. Gigi Komponenbermineral : - Enamel (email) - Dentin - Sementum b. Esophagus Mukosa : epitel berlapis gepeng tanpa keratin Muskularis eksterna : Otot polos dan otot skelt a. 1/3 esophagus atas : hampis semua otot skelet b. Esophagus tengah : otot polos dan otot skelet c. 1/3 esophagus bawah : otot polos
  • 17.
    c. Lambung Mukosa: epitel selapis silindris - Mucous neck cell - Sel HCL - Sel zimogen/principal d. Usus halus 1. Duodenum Mukosa : epitel selapis silidris, mikrovili Submukosa : kelenjar brunner Muskularis eksterna : sirkular dan longitudinal
  • 18.
    2. Ileum 3.Apendix Mukosa : epitel selapis silidris, sel piala sangat banyak, tidak punya vilus, hanya adakriptus liberkuhn. 4. Colon – rectum - Epitel selapis silidris - Tidak memiliki vilus
  • 19.
    Kesimpulan Jadi padasistem gastro intestnal track sangat berhubungan dari anatominya sistem fisiologinya dan biokimianya, serta gambaran penampang histologinya.