Sistem Pencernaan
Oleh:
ACHMAD MAULUDIN
16121080004
Pendahuluan
Sistem pencernaan terdiri atas saluran
pencernaan dan kelenjar-kelenjar yang
berhubungan
Fungsi sistem pencernaan  memperoleh
metabolit-metabolit yang dibutuhkan untuk
pertumbuhan dan energi yang diperlukan
bagi tubuh dari makanan yang dimakan
Saluran Pencernaan
Rongga Mulut
 Tahap awal dari masuknya makanan ke dalam
saluran pencernaan.
  Sekresi saliva dari Kelenjar saliva  kelenjar
parotis, submandibularis, dan sublingualis
 Sekresi saliva normal sehari-hari 800 dan 1500
mililiter,
 Saliva mengandung dua tipe sekresi protein yang
utama: (1) sekresi serus yang mengandung ptialin
(suatu amilase),  enzim mencernakan serat, (2)
sekresi mukus  musin  pelumasan dan
perlindungan permukaan.
 Saliva  pH antara 6,0 dan 7,4  untuk kerja
pencernaan dari ptialin.
Lidah
Lidah  massa otot lurik yang diliputi oleh membran
mukosa
Papilae merupakan peninggian atau tonjolan-tonjolan
epitel  Terdapat 4 jenis papilae:
 A. Papilae filiformis  bentuk penonjolan konis,
sangat banyak, dan terdpat di seluruh permukaan
lidah.
 B. Papilae fungiformis : Papilae fungiformis
menyerupai jamur  mempunyai tangkai sempit dan
permukaan yang halus, bagian atasnya melebar
 C. Papilae foliatae :  tonjolan-tonjolan yang sangat
padat sepanjang pinggir lateral belakang lidah, 
banyak puting kecap,
 D. Papilae circumfalate:  papilae yang sangat
besar  permukaannya pipih meluas di atas papilae
lain papilae circumvalate tersebar pada daerah "V"
pada bagian posterior lidah.
Gigi
 Gigi tersusun dalam 2 lengkung yang terletak
pada tulang maxilla dan mandibula
 Saat Oklusi  besar daya 55 pound pada
incisivus dan 200 pound pada molar
 Proses penelanan dibagi menjadi (1) tahap volunter,
 mencetuskan proses menelan, (2) tahap faringeal,
yang bersifat involunter dan membantu jalannya
makanan melalui faring ke dalam esofagus; dan (3)
tahap esofageal, fase involunter lain yang
mempermudah jalannya makanan dari faring ke
lambung.
Struktur Saluran Pencernaan
 Struktur saluran pencernaan terdiri atas 4 lapisan
utama: lapisan mukosa, submukosa, lapisan otot,
dan lapisan serosa.
Lapisan mukosa terdiri atas :
 1. Epitel;
 2. Lamina propria dari jaringan penyambung
 3. Muskularis mukosa  lapisan tipis kontinyu dari
otot polos yang memisahkan lapisan mukosa dari
submukosa.
Fungsi utama epitel mukosa :
 permeabel selektif antara isi saluran dan jaringan
tubuh.
 Mempermudah transpor dan pencernaan makanan.
 Menaikkan absorpsi hasil-hasil pencernaan.
 menghasilkan mukus juga berperanan dalam
pencernaan atau absorpsi makanan.
Esofagus
  tabung otot yang berfungsi menyalurkan makanan
dari mulut ke lambung  diliputi oleh epitel berlapis
gepeng tanpa tanduk.
 Berfungsi  menyalurkan makanan dari faring ke
lambung,
 esofagus memperlihatkan gerakan peristaltik yang
dimulai di faring dan menyebar ke esofagus selama
tahap faringeal dari penelanan
 Sekresi esofagus  berkarakter mukoid dan
terutama memberi fungsi pelumasan untuk menelan
Lambung
  segmen saluran pencernaan yang melebar
 fungsi utamanya  menambah cairan pada
makanan yang dimakan, mengubahnya menjadi
lunak dan melanjutkan proses pencernaan.
 struktur histologis  korpus, fundus, dan pilorus
 Fungsi motorik lambung :
 (1) penyimpanan sejumlah besar makanan sampai
makanan dapat diproses di dalam duodenum,
 (2) pencampuran makanan ini dengan sekresi dari
lambung sampai membentuk suatu campuran
setengah cair disebut  kimus
 (3) pengosongan makanan dengan lambat dari
lambung ke dalam usus halus pada kecepatan yang
sesuai untuk pencernaan dan absorpsi yang tepat
oleh usus halus.
Pankreas
  terletak sejajar dan di belakang lambung,
  kelenjar campuran yang besar dengan struktur
bagian dalam = kelenjar saliva
 Menyekresi insulin oleh pulau-pulau Langerhans di
dalam pankreas, enzim-enzim pencernaan
disekresikan oleh sel-sel asini, dan sejumlah besar
larutan natrium bikarbonat disekresi oleh kedua
duktus kecil dan duktus lebih besar yang berasal dari
asini.
 Enzim-enzim proteolitik yang paling penting 
tripsin, kimotripsin, dan karboksipolipeptidase
3 rangsangan  menyebabkan sekresi pankreatik:
 Asetilkolin,  dilepaskan dari ujung-ujung nervus
vagus parasimpatis
 Kolesistokinin,  disekresikan oleh mukosa
duodenum clan jejenum bagian alas ketika makanan
masuk ke dalam usus halus.
 Sekretin,  disekresikan oleh mukosa duodenum
dan jejenum yang sama ketika makanan yang sangat
asam masuk ke usus halus.
Usus Halus
 dlm usus halus  proses pencernaan
diselesaikan dan hasil-hasil pencernaan
diabsorpsi
 Usus halus relatif panjang kira-kira 6 m
 Usus halus terdiri atas 3 : duodenum, jejujum,
dan ileum.
 Kimus didorong melalui usus halus oleh gelombang
peristaltik  bergerak menuju anus dengan
kecepatan 0,5 sampai 2,0 cm/detik, lebih cepat di
usus bagian proksimal dan lebih lambat di usus
bagian terminal.
 Aktivitas peristaltik usus halus  meningkat sesudah
makan.  disebabkan oleh awal masuknya kimus ke
dalam duodenum dan adanya refleks gastroenterik
yang dimulai dengan peregangan lambung
diteruskan terutama melalui pleksus mienterikus dari
lambung turun di sepanjang dinding usus halus
Usus Besar
 Usus besar terdiri atas membran mukosa tanpa
lipatan kecuali pada bagian distalnya (rektum)
 Sekresi yang dominan  mukus.
 Mukus ini mengandung sejumlah besar ion
bikarbonat  dari transpor aktif melalui sel-sel
epitel lain yang terletak di antara sel epitel yang
menyekresi mukus.
 Kecepatan sekresi mukus  diatur oleh
rangsangan taktil, langsung dari sel-sel mukus
pada permukaan mukosa dan refleks saraf
setempat  sel-sel mukus pada kriptus
Lieberkiihn.
Fungsi utama kolon
 (1) absorpsi air dan elektrolit dari kimus
 (2) penimbunan bahan feses sampai dapat
dikeluarkan.
Gerakan Haustrae
 Kontraksi gabungan (gerakan pencampuran) 
pita otot sirkular dan longitudinal
Kontraksi haustrae  sekali timbul, biasanya
mencapai intensitas puncak dalam waktu sekitar 30
detik dan kemudian menghilang selama 60 detik
berikutnya.
Gerakan Massa
  jenis peristaltik yang timbul sebuah konstriksi pada
titik yang teregang atau teriritasi di kolon
konstriksi tadi akan kehilangan haustrasinya dan
malah berkontraksi sebagai satu unit, mendorong
materi feses dalam segmen ini  turun dr kolon
pergerakan mendorong massa feses ke dalam rektum
 akan terasa keinginan untuk defekasi
 Kontraksi secara progresif  menimbulkan
tekanan yang lebih besar (30 detik),  terjadi
relaksasi selama 2 sampai 3 menit berikutnya
sebelum terjadi pergerakan massa yang lain
Defekasi
 Defekasi  refleks defekasi  refleks intrinsik
yang dipersarafi saraf enterik
Proses :
 Bila feses memasuki rektum  peregangan
dinding rektum menimbulkan sinyal-sinyal aferen
yang menyebar melalui pleksus mienterikus
menimbulkan gelombang peristaltik di dalam
kolon desenden, sigmoid, dan rektum, 
mendorong feses ke arah anus.
Kesimpulan
 Sistem pencernaan  fisiologi dalam tubuh
dalam proses metabolisme Untuk 
memperoleh metabolit yang dibutuhkan untuk
pertumbuhan dan energi yang diperlukan bagi
tubuh dari makanan yang dimakan.
 Sebelum disimpan atau digunakan sebagai
energi, makanan dicernakan dan diubah menjadi
molekul-molekul kecil yang dapat dengan mudah
diabsorpsi melalui dinding saluran pencernaan
 Sisa metabolisme yang tidak diabsorbsi tubuh 
dikeluarkan tubuh melalui proses defekasi

Sist Pencernaan.ppt

  • 1.
  • 2.
    Pendahuluan Sistem pencernaan terdiriatas saluran pencernaan dan kelenjar-kelenjar yang berhubungan Fungsi sistem pencernaan  memperoleh metabolit-metabolit yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan energi yang diperlukan bagi tubuh dari makanan yang dimakan
  • 3.
  • 4.
    Rongga Mulut  Tahapawal dari masuknya makanan ke dalam saluran pencernaan.   Sekresi saliva dari Kelenjar saliva  kelenjar parotis, submandibularis, dan sublingualis  Sekresi saliva normal sehari-hari 800 dan 1500 mililiter,  Saliva mengandung dua tipe sekresi protein yang utama: (1) sekresi serus yang mengandung ptialin (suatu amilase),  enzim mencernakan serat, (2) sekresi mukus  musin  pelumasan dan perlindungan permukaan.  Saliva  pH antara 6,0 dan 7,4  untuk kerja pencernaan dari ptialin.
  • 5.
    Lidah Lidah  massaotot lurik yang diliputi oleh membran mukosa Papilae merupakan peninggian atau tonjolan-tonjolan epitel  Terdapat 4 jenis papilae:  A. Papilae filiformis  bentuk penonjolan konis, sangat banyak, dan terdpat di seluruh permukaan lidah.  B. Papilae fungiformis : Papilae fungiformis menyerupai jamur  mempunyai tangkai sempit dan permukaan yang halus, bagian atasnya melebar
  • 6.
     C. Papilaefoliatae :  tonjolan-tonjolan yang sangat padat sepanjang pinggir lateral belakang lidah,  banyak puting kecap,  D. Papilae circumfalate:  papilae yang sangat besar  permukaannya pipih meluas di atas papilae lain papilae circumvalate tersebar pada daerah "V" pada bagian posterior lidah.
  • 7.
    Gigi  Gigi tersusundalam 2 lengkung yang terletak pada tulang maxilla dan mandibula  Saat Oklusi  besar daya 55 pound pada incisivus dan 200 pound pada molar
  • 8.
     Proses penelanandibagi menjadi (1) tahap volunter,  mencetuskan proses menelan, (2) tahap faringeal, yang bersifat involunter dan membantu jalannya makanan melalui faring ke dalam esofagus; dan (3) tahap esofageal, fase involunter lain yang mempermudah jalannya makanan dari faring ke lambung.
  • 9.
    Struktur Saluran Pencernaan Struktur saluran pencernaan terdiri atas 4 lapisan utama: lapisan mukosa, submukosa, lapisan otot, dan lapisan serosa.
  • 10.
    Lapisan mukosa terdiriatas :  1. Epitel;  2. Lamina propria dari jaringan penyambung  3. Muskularis mukosa  lapisan tipis kontinyu dari otot polos yang memisahkan lapisan mukosa dari submukosa. Fungsi utama epitel mukosa :  permeabel selektif antara isi saluran dan jaringan tubuh.  Mempermudah transpor dan pencernaan makanan.  Menaikkan absorpsi hasil-hasil pencernaan.  menghasilkan mukus juga berperanan dalam pencernaan atau absorpsi makanan.
  • 11.
    Esofagus   tabungotot yang berfungsi menyalurkan makanan dari mulut ke lambung  diliputi oleh epitel berlapis gepeng tanpa tanduk.  Berfungsi  menyalurkan makanan dari faring ke lambung,  esofagus memperlihatkan gerakan peristaltik yang dimulai di faring dan menyebar ke esofagus selama tahap faringeal dari penelanan  Sekresi esofagus  berkarakter mukoid dan terutama memberi fungsi pelumasan untuk menelan
  • 12.
    Lambung   segmensaluran pencernaan yang melebar  fungsi utamanya  menambah cairan pada makanan yang dimakan, mengubahnya menjadi lunak dan melanjutkan proses pencernaan.  struktur histologis  korpus, fundus, dan pilorus
  • 14.
     Fungsi motoriklambung :  (1) penyimpanan sejumlah besar makanan sampai makanan dapat diproses di dalam duodenum,  (2) pencampuran makanan ini dengan sekresi dari lambung sampai membentuk suatu campuran setengah cair disebut  kimus  (3) pengosongan makanan dengan lambat dari lambung ke dalam usus halus pada kecepatan yang sesuai untuk pencernaan dan absorpsi yang tepat oleh usus halus.
  • 15.
    Pankreas   terletaksejajar dan di belakang lambung,   kelenjar campuran yang besar dengan struktur bagian dalam = kelenjar saliva  Menyekresi insulin oleh pulau-pulau Langerhans di dalam pankreas, enzim-enzim pencernaan disekresikan oleh sel-sel asini, dan sejumlah besar larutan natrium bikarbonat disekresi oleh kedua duktus kecil dan duktus lebih besar yang berasal dari asini.
  • 16.
     Enzim-enzim proteolitikyang paling penting  tripsin, kimotripsin, dan karboksipolipeptidase 3 rangsangan  menyebabkan sekresi pankreatik:  Asetilkolin,  dilepaskan dari ujung-ujung nervus vagus parasimpatis  Kolesistokinin,  disekresikan oleh mukosa duodenum clan jejenum bagian alas ketika makanan masuk ke dalam usus halus.  Sekretin,  disekresikan oleh mukosa duodenum dan jejenum yang sama ketika makanan yang sangat asam masuk ke usus halus.
  • 17.
    Usus Halus  dlmusus halus  proses pencernaan diselesaikan dan hasil-hasil pencernaan diabsorpsi  Usus halus relatif panjang kira-kira 6 m  Usus halus terdiri atas 3 : duodenum, jejujum, dan ileum.
  • 18.
     Kimus didorongmelalui usus halus oleh gelombang peristaltik  bergerak menuju anus dengan kecepatan 0,5 sampai 2,0 cm/detik, lebih cepat di usus bagian proksimal dan lebih lambat di usus bagian terminal.  Aktivitas peristaltik usus halus  meningkat sesudah makan.  disebabkan oleh awal masuknya kimus ke dalam duodenum dan adanya refleks gastroenterik yang dimulai dengan peregangan lambung diteruskan terutama melalui pleksus mienterikus dari lambung turun di sepanjang dinding usus halus
  • 19.
    Usus Besar  Ususbesar terdiri atas membran mukosa tanpa lipatan kecuali pada bagian distalnya (rektum)  Sekresi yang dominan  mukus.  Mukus ini mengandung sejumlah besar ion bikarbonat  dari transpor aktif melalui sel-sel epitel lain yang terletak di antara sel epitel yang menyekresi mukus.  Kecepatan sekresi mukus  diatur oleh rangsangan taktil, langsung dari sel-sel mukus pada permukaan mukosa dan refleks saraf setempat  sel-sel mukus pada kriptus Lieberkiihn.
  • 20.
    Fungsi utama kolon (1) absorpsi air dan elektrolit dari kimus  (2) penimbunan bahan feses sampai dapat dikeluarkan. Gerakan Haustrae  Kontraksi gabungan (gerakan pencampuran)  pita otot sirkular dan longitudinal Kontraksi haustrae  sekali timbul, biasanya mencapai intensitas puncak dalam waktu sekitar 30 detik dan kemudian menghilang selama 60 detik berikutnya.
  • 21.
    Gerakan Massa  jenis peristaltik yang timbul sebuah konstriksi pada titik yang teregang atau teriritasi di kolon konstriksi tadi akan kehilangan haustrasinya dan malah berkontraksi sebagai satu unit, mendorong materi feses dalam segmen ini  turun dr kolon pergerakan mendorong massa feses ke dalam rektum  akan terasa keinginan untuk defekasi
  • 22.
     Kontraksi secaraprogresif  menimbulkan tekanan yang lebih besar (30 detik),  terjadi relaksasi selama 2 sampai 3 menit berikutnya sebelum terjadi pergerakan massa yang lain
  • 23.
    Defekasi  Defekasi refleks defekasi  refleks intrinsik yang dipersarafi saraf enterik Proses :  Bila feses memasuki rektum  peregangan dinding rektum menimbulkan sinyal-sinyal aferen yang menyebar melalui pleksus mienterikus menimbulkan gelombang peristaltik di dalam kolon desenden, sigmoid, dan rektum,  mendorong feses ke arah anus.
  • 24.
    Kesimpulan  Sistem pencernaan fisiologi dalam tubuh dalam proses metabolisme Untuk  memperoleh metabolit yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan energi yang diperlukan bagi tubuh dari makanan yang dimakan.  Sebelum disimpan atau digunakan sebagai energi, makanan dicernakan dan diubah menjadi molekul-molekul kecil yang dapat dengan mudah diabsorpsi melalui dinding saluran pencernaan  Sisa metabolisme yang tidak diabsorbsi tubuh  dikeluarkan tubuh melalui proses defekasi