dr. Sri Wangi
Auditory system
Sistem sensori
 Fungsi pendengaran (audition)
 Mendeteksi suara
 Diteruskan dan dipersepsi
 Fungsi keseimbangan (vestibular system)
 Lokalisasi kepala dan tubuh
 Pergerakan kepala dan tubuh
Struktur sistem pendengaran
 Auditory System
Suara
 Frekuensi yang bisa diderngar: 20-20.000
Hz
 Frekuensi: jumlah siklus per-detik yang
dinyatakan dalam satuan Hertz (Hz)
Auditory pathway
 Gelombang suara
 Membran timpani
 Ossicles
 Oval window
 Cairan koklea
 Respon saraf sensorik
 Components of the Middle Ear
The Middle Ear
The Inner Ear
 Anatomy of the Cochlea
 The Organ of Corti and Associated Structures
The Inner Ear
Gangguan pendengaran
 Sering terjadi
 Mencakup semua umur
 1/1000 anak mengalami kehilangan
pendengaran yg signifikan
 10% dari populasi kehilangan pendengaran
 Insidennya meningkat pada populasi usia
lanjut
Conductive hearing loss
 Ditemukan gangguan pada telinga luar atau
telinga tengah
 Terjadi hambatan konduksi suara ke telinga
dalam
 Beberapa penyebabnya: serumen, otitis
eksterna, exostoses, perforasi membran
timpani, otitis media dg efusi, gang.
Ossicular, otosclerosis dll
Sensorineural hearing loss
 Gangguan pada koklea, cochlear nerve, atau
jalur sentral
 Kongenital
 Viral mumps, varicela, rubela, CMV, HIV
 Ototoksik obat-obatan
 Trauma /pembedahan
 Penyakit Meniere
 Acoustic neuroma
Diagnosis klinis
 Bayi membutuhkan perhatian orang tua
kadang terlewatkan lakukan tes
 Skrining : Otoacoustic Emissions (OAEs)
Auditory Brainstem Responses (ABR)
Cont,…
 Durasi
 Menetap, progresif, berfluktuasi
 Ditemukan ear discharge
 Otalgia
 Tinitus, vertigo
 Riwayat keluarga-otosklerosis
Pemeriksaan
 Pinna
 External auditory canal /KAE
 Membran timpani
 Ruang telinga tengah
 Pneumatic otoscopy
 Saraf kranial yang lain
 Tes garpu tala
 Audiogram
Tes Rinne
Konduksi udara > konduksi tulang =
normal atau SNHL
Konduksi tulang > konduksi udara =
CHL
Tes Rinne
Tes Weber
Suara dikonduksikan pada sisi yang
mengalami CHL atau pada sisi telinga
yang lebih baik jika mengalami SNHL
Sifatnya sangat subyektif pasien
biasanya terkejut ketika
pendengarannya lebih baik pada sisi
yang mengalami CHL
Tes Weber
Audiogram-CHL
Audiogram - SNHL
Conductive hearing loss
Serumen biasanya memerlukan
jumlah yang banyak untuk dpt
menyebabkan gangguan konduksi
Exostoses Jika tidak parah jarang
menyebabkan gangguan kecuali terjadi
infeksi
Exostoses (surfer’s ear)
- Sering terjadi
- Biasanya tidak memerlukan terapi
- Pembedahan dilakukan jika terjadi
infeksi berulang, ketulian, atau
terdapat retensi cairan
Surfer’s ear
Perforasi membran timpani
- Biasanya karena infeksi
- Dapat juga terjadi karena trauma atau
barotrauma
- Derajat gangguan pendengaran yang
terjadi bervariasi
Perforasi membran timpani
Perforasi membran timpani
Otitis media dengan efusi
 Sering terjadi pada anak-anak
 Membaik dalam waktu > 1 bln pada 90%
kasus
 Diagnosis kadang sulit pd anak-anak, perlu
dibantu tympanometry
 Pada dewasa  susp. Nasofaringeal tumor
Otitis media dg efusi
Grommets/ventilation tubes
Indikasi
- OME > 3 bulan
- Infeksi telinga berulang
- Gangguan pendengaran/ gangguan
bicara karena OME
- Komplikasi dari otitis media akut
- Otitis adesiva
Grommets
Cholesteatoma
 “skin cyst” pada telinga tengah
 Berupa kantong yang berisi “keratin debris”
 Dapat menyebabkan erosi tulang dan
infeksi sekunder yg dapat menyebabkan
kerusakan membran timpani, ossicles,
telinga dalam bahkan nervus fasialis
 Infeksi intrakranial
Cholesteatoma
Cholesteatoma
Cholesteatoma
Cholesteatoma
Penanganan dengan pembedahan
kecuali penderita secara medis tidak
sehat untuk dioperasi
Mastoidectomy perbaikan kanal
apabila terjadi destruksi
Otosklerosis
 Pertumbuhan tulang abnormal di sekitar “otic
capsule” yang biasanya menyebabkan perlekatan
pd stapes sehingga terjadi CHL
 Jika progresif dapat terjadi SNHL
 Biasanya dimulai saat usia 20-30
 Sering bilateral (80%)
 Riwayat keluarga
 Terapi: observasi, alat bantu dengar atau
stapedectomy
Otosklerosis
Stapedectomy
Stapedectomy
Sensorineural hearing loss
 Cochlear vs retrocochlear
 Presbyacusis berhubungan dg umur
 Obat-obat ototoksik
 Pada orang-orang dg gangguan bicara > 70%
alat bantu dengar bermanfaat
Acoustic neuroma
Penanganan dg pembedahan,
radioterapi atau observasi dg MRI
serial
Pilihan terapi tergantung umur, ukuran
tumor, kondisi medis pasien dan
pilihan pasien
Acoustic neuroma
Cochlear inplant
 Untuk anak-anak atau orang dewasa yg
tidak mendapat manfaat alat bantu dengar
 Anak-anak tidak menunjukkan perbaikan
yg signifikan setelah > 6 bln memakai alat
bantu dengar
 Dewasa tidak dpt menggunakan fasilitas
telephon dg alat bantu dengar
Cochlear inplant
Kesimpulan
Penyebab ketulian bermacam-macam
Asesment klinis penting untuk tiap
kasus
Pemeriksaan audiologi sangat
diperlukan
Siapa yg harus dirujuk?
 Perforasi membran timpani
 Conductive hearing loss
 Keluar cairan dari telinga > 1 minggu
 Assymetric SNHL
 Cholesteatoma
 Infeksi berulang
 Setiap orang tuli harus diaudiologi
GANGGUAN PENDENGARAN.ppt

GANGGUAN PENDENGARAN.ppt