Sistem Cerdas (Logika Fuzi) 1
Konsep Dasar Logika Fuzi
Nuryono S.W.,S.T., M.Eng.
Sistem Cerdas (Logika Fuzi) 2
Pendahuluan
• Sampai sejauh ini kita telah terbiasa
dengan apa yang disebut himpunan
tegas/himpunan klasik (crisp/classic set)
• Teori Himpunan ini yang telah kita pelajari
sejak sekolah dasar
Sistem Cerdas (Logika Fuzi) 3
Himpunan Tegas (Crisp Set)
• Pada himpunan tegas (crisp), nilai
keanggotaan suatu item x dalam suatu
himpunan A, yang sering ditulis dengan
µA[x], memiliki 2 kemungkinan, yaitu:
– satu (1), yang berarti bahwa suatu item
menjadi anggota dalam suatu himpunan, atau
– nol (0), yang berarti bahwa suatu item tidak
menjadi anggota dalam suatu himpunan
Sistem Cerdas (Logika Fuzi) 4
Himpunan Tegas (Crisp Set)
• Jika diketahui:
– S = {1, 2, 3, 4, 5, 6} adalah semesta pembicaraan.
– A = {1, 2, 3}
– B = {3, 4, 5}
• bisa dikatakan bahwa:
• Nilai keanggotaan 2 pada himpunan A, µA[2]=1, karena
2∈A.
• Nilai keanggotaan 3 pada himpunan A, µA[3]=1, karena
3∈A.
• Nilai keanggotaan 4 pada himpunan A, µA[4]=0, karena
4∉A.
• Nilai keanggotaan 2 pada himpunan B, µB[2]=0, karena
2∉B.
• Nilai keanggotaan 3 pada himpunan B, µB[3]=1, karena
3∈B.
Sistem Cerdas (Logika Fuzi) 5
Himpunan Tegas (Crisp Set)
• Misalkan variabel umur dibagi menjadi 3
kategori, yaitu:
– MUDA umur < 35 tahun
– PAROBAYA 35 ≤ umur ≤ 55 tahun
– TUA umur > 55 tahun
• Nilai keanggotaan secara grafis, himpunan
MUDA, PAROBAYA dan TUA ini dapat
digambarkan sebagai berikut
Sistem Cerdas (Logika Fuzi) 6
Himpunan Tegas (Crisp Set)
• Himpunan: MUDA, PAROBAYA, dan TUA.
Sistem Cerdas (Logika Fuzi) 7
Himpunan Tegas (Crisp Set)
• apabila seseorang berusia 34 tahun, maka
ia dikatakan MUDA (µMUDA[34]=1);
• apabila seseorang berusia 35 tahun, maka
ia dikatakan TIDAKMUDA(µMUDA[35]=0);
• apabila seseorang berusia 35 tahun
kurang 1 hari, maka ia dikatakan TIDAK
MUDA (µMUDA[35 th -1hr]=0);
• apabila seseorang berusia 35 tahun,
maka ia dikatakan PAROBAYA
(µPAROBAYA[35]=1);
Sistem Cerdas (Logika Fuzi) 8
Himpunan Tegas (Crisp Set)
• apabila seseorang berusia 34 tahun, maka
ia dikatakan TIDAK PAROBAYA
(µPAROBAYA[34]=0);
• apabila seseorang berusia 35 tahun,
maka ia dikatakan PAROBAYA
(µPAROBAYA[35]=1);
• apabila seseorang berusia 35 tahun
kurang 1 hari, maka ia dikatakan TIDAK
PAROBAYA (µPAROBAYA[35 th - 1
hr]=0);
Sistem Cerdas (Logika Fuzi) 9
Himpunan Tegas (Crisp Set)
• Dari sini bisa dikatakan bahwa pemakaian
himpunan crisp untuk menyatakan umur
sangat tidak adil, adanya perubahan kecil
saja pada suatu nilai mengakibatkan
perbedaan kategori yang cukup signifikan
• Himpunan fuzzy digunakan untuk
mengantisipasi hal tersebut
Sistem Cerdas (Logika Fuzi) 10
Himpunan Fuzi
• Pada himpunan fuzi seseorang dapat
masuk dalam 2 himpunan yang berbeda,
MUDA dan PAROBAYA, PAROBAYA dan
TUA, dsb. Seberapa besar eksistensinya
dalam himpunan tersebut dapat dilihat
pada nilai keanggotaannya
• Grafik berikut menunjukkan himpunan
fuzzy untuk variabel umur
Sistem Cerdas (Logika Fuzi) 11
Himpunan Fuzi
• Himpunan fuzzy untuk variabel Umur
Sistem Cerdas (Logika Fuzi) 12
Himpunan Fuzi
• Seseorang yang berumur 40 tahun,
termasuk dalam himpunan MUDA dengan
µMUDA[40]=0,25; namun dia juga
termasuk dalam himpunan PAROBAYA
dengan µPABOBAYA[40]=0,5.
• Seseorang yang berumur 50 tahun,
termasuk dalam himpunan MUDA dengan
µTUA[50]=0,25; namun dia juga termasuk
dalam himpunan PAROBAYA dengan
µPABOBAYA[50]=0,5.
Sistem Cerdas (Logika Fuzi) 13
Himpunan Fuzi
• Kalau pada himpunan crisp, nilai
keanggotaan hanya ada 2 kemungkinan,
yaitu 0 atau 1, pada himpunan fuzzy nilai
keanggotaan terletak pada rentang 0
sampai 1.
• Apabila x memiliki nilai keanggotaan fuzzy
µA[x]=0 berarti x tidak menjadi anggota
himpunan A, demikian pula apabila x
memiliki nilai keanggotaan fuzzy µA[x]=1
berarti x menjadi anggota penuh pada
himpunan A
Sistem Cerdas (Logika Fuzi) 14
Himpunan Fuzi
• Himpunan fuzzy memiliki 2 atribut, yaitu:
– Linguistik, yaitu penamaan suatu grup yang
mewakili suatu keadaan atau kondisi tertentu
dengan menggunakan bahasa alami, seperti:
MUDA,PAROBAYA, TUA.
– Numeris, yaitu suatu nilai (angka) yang
menunjukkan ukuran dari suatu variabel
seperti: 40, 25, 50, dsb
Sistem Cerdas (Logika Fuzi) 15
Sistem Fuzi
• Ada beberapa hal yang perlu diketahui
dalam memahami sistem fuzzy, yaitu:
a. Variabel Fuzi
b. Himpunan fuzzy
c. Semesta Pembicaraan
d. Domain
Sistem Cerdas (Logika Fuzi) 16
Variabel Fuzi
• Variabel fuzzy merupakan variabel yang hendak
dibahas dalam suatu sistem fuzzy. Contoh:
umur, temperatur, permintaan, dsb
• Contoh:
– Variabel umur, terbagi menjadi 3 himpunan fuzzy,
yaitu: MUDA ,PAROBAYA, dan TUA.
– Variabel temperatur, terbagi menjadi 5 himpunan
fuzzy, yaitu: DINGIN, SEJUK, NORMAL, HANGAT,
dan PANAS.
Variabel fuzzy merupakan variabel yang hendak
dibahas dalam suatu sistem fuzzy. Contoh: umur,
temperatur, permintaan, dsb.
Sistem Cerdas (Logika Fuzi) 17
Himpunan Fuzi
• Himpunan fuzzy merupakan suatu grup
yang mewakili suatu kondisi atau keadaan
tertentu dalam suatu variabel fuzzy.
• Himpunan fuzzy pada variabel temperatur
Sistem Cerdas (Logika Fuzi) 18
Semesta Pembicaraan
• Semesta pembicaraan adalah keseluruhan nilai
yang diperbolehkan untuk dioperasikan dalam
suatu variabel fuzzy. Semesta pembicaraan
merupakan himpunan bilangan real yang
senantiasa naik (bertambah) secara monoton
dari kiri ke kanan. Nilai semesta pembicaraan
dapat berupa bilangan positif maupun negatif.
Adakalanya nilai semesta pembicaraan ini tidak
dibatasi batas atasnya
• Contoh:
– Semesta pembicaraan untuk variabel umur: [0 +∞)
– Semesta pembicaraan untuk variabel temperatur: [0
40]
Sistem Cerdas (Logika Fuzi) 19
Domain
• Domain himpunan fuzzy adalah keseluruhan nilai yang
diijinkan dalam semesta pembicaraan dan boleh
dioperasikan dalam suatu himpunan fuzzy. Seperti
halnya semesta pembicaraan, domain merupakan
himpunan bilangan real yang senantiasa naik
(bertambah) secara monoton dari kiri ke kanan. Nilai
domain dapat berupa bilangan positif maupun negatif.
• Contoh domain himpunan fuzzy:
– MUDA = [0 45]
– PABOBAYA = [35 55]
– TUA = [45 +∞)
– DINGIN = [0 20]
– SEJUK = [15 25]
– NORMAL = [20 30]
– HANGAT = [25 35]
– PANAS = [30 40]
Sistem Cerdas (Logika Fuzi) 20
FUNGSI KEANGGOTAAN
• Fungsi Keanggotaan (membership
function) adalah suatu kurva yang
menunjukkan pemetaan titik-titik input
data ke dalam nilai keanggotaannya
(sering juga disebut dengan derajat
keanggotaan) yang memiliki interval
antara 0 sampai 1. Salah satu cara yang
dapat digunakan untuk mendapatkan
nilai keanggotaan adalah dengan melalui
pendekatan fungsi.
Sistem Cerdas (Logika Fuzi) 21
FUNGSI KEANGGOTAAN
• Ada beberapa fungsi yang bisa
digunakan.
a. Representasi Linear
b. Representasi Kurva Segitiga
c. Representasi Kurva Trapesium
d. Representasi Kurva Bentuk Bahu
e. Representasi Kurva-S
f. Representasi Kurva Bentuk Lonceng (Bell
Curve)
g. Koordinat Keanggotaan
Sistem Cerdas (Logika Fuzi) 22
FUNGSI KEANGGOTAAN
• Representasi Linear
– Pada representasi linear, pemetaan input ke derajat
keanggotannya digambarkan sebagai suatu garis
lurus. Bentuk ini paling sederhana dan menjadi
pilihan yang baik untuk mendekati suatu konsep yang
kurang jelas. Ada 2 keadaan himpunan fuzzy yang
linear
– Pertama, kenaikan himpunan dimulai pada nilai
domain yang memiliki derajat keanggotaan nol [0]
bergerak ke kanan menuju ke nilai domain yang
memiliki derajatkeanggotaan lebih tinggi
– Kedua, merupakan kebalikan yang pertama. Garis
lurus dimulai dari nilai domain dengan derajat
keanggotaan tertinggi pada sisi kiri, kemudian
bergerak menurun ke nilai domain yang memiliki
derajat keanggotaan lebih rendah
Sistem Cerdas (Logika Fuzi) 23
FUNGSI KEANGGOTAAN
• Linear Naik
Sistem Cerdas (Logika Fuzi) 24
FUNGSI KEANGGOTAAN
• Linear Turun
Sistem Cerdas (Logika Fuzi) 25
FUNGSI KEANGGOTAAN
• Representasi Kurva Segitiga
Sistem Cerdas (Logika Fuzi) 26
FUNGSI KEANGGOTAAN
• Representasi Kurva Trapesium
Sistem Cerdas (Logika Fuzi) 27
FUNGSI KEANGGOTAAN
• Representasi Kurva Bentuk Bahu
Sistem Cerdas (Logika Fuzi) 28
FUNGSI KEANGGOTAAN
• Representasi Kurva Bentuk Bahu
– Daerah yang terletak di tengah-tengah suatu variabel
yang direpresentasikan dalam bentuk segitiga, pada
sisi kanan dan kirinya akan naik dan turun (misalkan:
DINGIN bergerak ke SEJUK bergerak ke HANGAT
dan bergerak ke PANAS). Tetapi terkadang salah
satu sisi dari variabel tersebut tidak mengalami
perubahan. Sebagai contoh, apabila telah mencapai
kondisi PANAS, kenaikan temperatur akan tetap
beradapada kondisi PANAS. Himpunan fuzzy ‘bahu’,
bukan segitiga, digunakan untuk mengakhiri variabel
suatu daerah fuzzy. Bahu kiri bergerak daribenar ke
salah, demikian juga bahu kanan bergerak dari salah
ke benar.
Sistem Cerdas (Logika Fuzi) 29
FUNGSI KEANGGOTAAN
• Representasi Kurva S
– Kurva PERTUMBUHAN dan PENYUSUTAN
merupakan kurva-S atau sigmoid yang berhubungan
dengan kenaikan dan penurunan permukaan secara
tak linear.
– Kurva-S untuk PERTUMBUHAN akan bergerak dari
sisi paling kiri (nilaikeanggotaan = 0) ke sisi paling
kanan(nilai keanggotaan = 1). Fungsi
keanggotaannya akan tertumpu pada 50% nilai
keanggotaannya yang sering disebut dengan titik
infleksi
– Kurva-S untuk PENYUSUTAN akan bergerak dari sisi
paling kanan (nilai keanggotaan = 1) ke sisi paling kiri
(nilai keanggotaan = 0)
Sistem Cerdas (Logika Fuzi) 30
FUNGSI KEANGGOTAAN
• Representasi Kurva S pertumbuhan
Sistem Cerdas (Logika Fuzi) 31
FUNGSI KEANGGOTAAN
• Representasi Kurva S penyusutan
Sistem Cerdas (Logika Fuzi) 32
FUNGSI KEANGGOTAAN
• Kurva-S didefinisikan dengan menggunakan 3
parameter, yaitu: nilaikeanggotaan nol (α), nilai
keanggotaan lengkap (γ), dan titik infleksi atau crossover
(β) yaitu titik yang memiliki domain 50% benar.
Sistem Cerdas (Logika Fuzi) 33
FUNGSI KEANGGOTAAN
• Representasi Kurva S pertumbuhan
Sistem Cerdas (Logika Fuzi) 34
FUNGSI KEANGGOTAAN
• Contoh
Sistem Cerdas (Logika Fuzi) 35
FUNGSI KEANGGOTAAN
Sistem Cerdas (Logika Fuzi) 36
FUNGSI KEANGGOTAAN
• Representasi Kurva Bentuk Lonceng (Bell
Curve)
– Untuk merepresentasikan bilangan fuzzy,
biasanya digunakan kurva berbentuk lonceng.
Kurva berbentuk lonceng ini terbagi atas 3
kelas,yaitu: himpunan fuzzy PI, beta, dan
Gauss. Perbedaan ketiga kurva initerletak
pada gradiennya.
Sistem Cerdas (Logika Fuzi) 37
FUNGSI KEANGGOTAAN
Sistem Cerdas (Logika Fuzi) 38
FUNGSI KEANGGOTAAN
Sistem Cerdas (Logika Fuzi) 39
FUNGSI KEANGGOTAAN
Sistem Cerdas (Logika Fuzi) 40
FUNGSI KEANGGOTAAN
Sistem Cerdas (Logika Fuzi) 41
FUNGSI KEANGGOTAAN
Sistem Cerdas (Logika Fuzi) 42
FUNGSI KEANGGOTAAN
Sistem Cerdas (Logika Fuzi) 43
FUNGSI KEANGGOTAAN
Sistem Cerdas (Logika Fuzi) 44
FUNGSI KEANGGOTAAN
Sistem Cerdas (Logika Fuzi) 45
FUNGSI KEANGGOTAAN
Sistem Cerdas (Logika Fuzi) 46
Referensi
• Jun Yan, Ryan M., Power J., 1994, Using
Fuzzy Logic Toward Intelligent System,
Prentice Hall
• Nie J., Linkens D. A., 1998, Fuzzy Neural
Control Principles & Applications,
Prentice Hall
• Mathwork, 2000, Fuzzy Logic Toolbox for
use with Matlab, The Mathwork Inc.
• Ross, 2000, Fuzzy Logic with
Engineering Applications, Mc Graw Hill

Fuzi11 1

  • 1.
    Sistem Cerdas (LogikaFuzi) 1 Konsep Dasar Logika Fuzi Nuryono S.W.,S.T., M.Eng.
  • 2.
    Sistem Cerdas (LogikaFuzi) 2 Pendahuluan • Sampai sejauh ini kita telah terbiasa dengan apa yang disebut himpunan tegas/himpunan klasik (crisp/classic set) • Teori Himpunan ini yang telah kita pelajari sejak sekolah dasar
  • 3.
    Sistem Cerdas (LogikaFuzi) 3 Himpunan Tegas (Crisp Set) • Pada himpunan tegas (crisp), nilai keanggotaan suatu item x dalam suatu himpunan A, yang sering ditulis dengan µA[x], memiliki 2 kemungkinan, yaitu: – satu (1), yang berarti bahwa suatu item menjadi anggota dalam suatu himpunan, atau – nol (0), yang berarti bahwa suatu item tidak menjadi anggota dalam suatu himpunan
  • 4.
    Sistem Cerdas (LogikaFuzi) 4 Himpunan Tegas (Crisp Set) • Jika diketahui: – S = {1, 2, 3, 4, 5, 6} adalah semesta pembicaraan. – A = {1, 2, 3} – B = {3, 4, 5} • bisa dikatakan bahwa: • Nilai keanggotaan 2 pada himpunan A, µA[2]=1, karena 2∈A. • Nilai keanggotaan 3 pada himpunan A, µA[3]=1, karena 3∈A. • Nilai keanggotaan 4 pada himpunan A, µA[4]=0, karena 4∉A. • Nilai keanggotaan 2 pada himpunan B, µB[2]=0, karena 2∉B. • Nilai keanggotaan 3 pada himpunan B, µB[3]=1, karena 3∈B.
  • 5.
    Sistem Cerdas (LogikaFuzi) 5 Himpunan Tegas (Crisp Set) • Misalkan variabel umur dibagi menjadi 3 kategori, yaitu: – MUDA umur < 35 tahun – PAROBAYA 35 ≤ umur ≤ 55 tahun – TUA umur > 55 tahun • Nilai keanggotaan secara grafis, himpunan MUDA, PAROBAYA dan TUA ini dapat digambarkan sebagai berikut
  • 6.
    Sistem Cerdas (LogikaFuzi) 6 Himpunan Tegas (Crisp Set) • Himpunan: MUDA, PAROBAYA, dan TUA.
  • 7.
    Sistem Cerdas (LogikaFuzi) 7 Himpunan Tegas (Crisp Set) • apabila seseorang berusia 34 tahun, maka ia dikatakan MUDA (µMUDA[34]=1); • apabila seseorang berusia 35 tahun, maka ia dikatakan TIDAKMUDA(µMUDA[35]=0); • apabila seseorang berusia 35 tahun kurang 1 hari, maka ia dikatakan TIDAK MUDA (µMUDA[35 th -1hr]=0); • apabila seseorang berusia 35 tahun, maka ia dikatakan PAROBAYA (µPAROBAYA[35]=1);
  • 8.
    Sistem Cerdas (LogikaFuzi) 8 Himpunan Tegas (Crisp Set) • apabila seseorang berusia 34 tahun, maka ia dikatakan TIDAK PAROBAYA (µPAROBAYA[34]=0); • apabila seseorang berusia 35 tahun, maka ia dikatakan PAROBAYA (µPAROBAYA[35]=1); • apabila seseorang berusia 35 tahun kurang 1 hari, maka ia dikatakan TIDAK PAROBAYA (µPAROBAYA[35 th - 1 hr]=0);
  • 9.
    Sistem Cerdas (LogikaFuzi) 9 Himpunan Tegas (Crisp Set) • Dari sini bisa dikatakan bahwa pemakaian himpunan crisp untuk menyatakan umur sangat tidak adil, adanya perubahan kecil saja pada suatu nilai mengakibatkan perbedaan kategori yang cukup signifikan • Himpunan fuzzy digunakan untuk mengantisipasi hal tersebut
  • 10.
    Sistem Cerdas (LogikaFuzi) 10 Himpunan Fuzi • Pada himpunan fuzi seseorang dapat masuk dalam 2 himpunan yang berbeda, MUDA dan PAROBAYA, PAROBAYA dan TUA, dsb. Seberapa besar eksistensinya dalam himpunan tersebut dapat dilihat pada nilai keanggotaannya • Grafik berikut menunjukkan himpunan fuzzy untuk variabel umur
  • 11.
    Sistem Cerdas (LogikaFuzi) 11 Himpunan Fuzi • Himpunan fuzzy untuk variabel Umur
  • 12.
    Sistem Cerdas (LogikaFuzi) 12 Himpunan Fuzi • Seseorang yang berumur 40 tahun, termasuk dalam himpunan MUDA dengan µMUDA[40]=0,25; namun dia juga termasuk dalam himpunan PAROBAYA dengan µPABOBAYA[40]=0,5. • Seseorang yang berumur 50 tahun, termasuk dalam himpunan MUDA dengan µTUA[50]=0,25; namun dia juga termasuk dalam himpunan PAROBAYA dengan µPABOBAYA[50]=0,5.
  • 13.
    Sistem Cerdas (LogikaFuzi) 13 Himpunan Fuzi • Kalau pada himpunan crisp, nilai keanggotaan hanya ada 2 kemungkinan, yaitu 0 atau 1, pada himpunan fuzzy nilai keanggotaan terletak pada rentang 0 sampai 1. • Apabila x memiliki nilai keanggotaan fuzzy µA[x]=0 berarti x tidak menjadi anggota himpunan A, demikian pula apabila x memiliki nilai keanggotaan fuzzy µA[x]=1 berarti x menjadi anggota penuh pada himpunan A
  • 14.
    Sistem Cerdas (LogikaFuzi) 14 Himpunan Fuzi • Himpunan fuzzy memiliki 2 atribut, yaitu: – Linguistik, yaitu penamaan suatu grup yang mewakili suatu keadaan atau kondisi tertentu dengan menggunakan bahasa alami, seperti: MUDA,PAROBAYA, TUA. – Numeris, yaitu suatu nilai (angka) yang menunjukkan ukuran dari suatu variabel seperti: 40, 25, 50, dsb
  • 15.
    Sistem Cerdas (LogikaFuzi) 15 Sistem Fuzi • Ada beberapa hal yang perlu diketahui dalam memahami sistem fuzzy, yaitu: a. Variabel Fuzi b. Himpunan fuzzy c. Semesta Pembicaraan d. Domain
  • 16.
    Sistem Cerdas (LogikaFuzi) 16 Variabel Fuzi • Variabel fuzzy merupakan variabel yang hendak dibahas dalam suatu sistem fuzzy. Contoh: umur, temperatur, permintaan, dsb • Contoh: – Variabel umur, terbagi menjadi 3 himpunan fuzzy, yaitu: MUDA ,PAROBAYA, dan TUA. – Variabel temperatur, terbagi menjadi 5 himpunan fuzzy, yaitu: DINGIN, SEJUK, NORMAL, HANGAT, dan PANAS. Variabel fuzzy merupakan variabel yang hendak dibahas dalam suatu sistem fuzzy. Contoh: umur, temperatur, permintaan, dsb.
  • 17.
    Sistem Cerdas (LogikaFuzi) 17 Himpunan Fuzi • Himpunan fuzzy merupakan suatu grup yang mewakili suatu kondisi atau keadaan tertentu dalam suatu variabel fuzzy. • Himpunan fuzzy pada variabel temperatur
  • 18.
    Sistem Cerdas (LogikaFuzi) 18 Semesta Pembicaraan • Semesta pembicaraan adalah keseluruhan nilai yang diperbolehkan untuk dioperasikan dalam suatu variabel fuzzy. Semesta pembicaraan merupakan himpunan bilangan real yang senantiasa naik (bertambah) secara monoton dari kiri ke kanan. Nilai semesta pembicaraan dapat berupa bilangan positif maupun negatif. Adakalanya nilai semesta pembicaraan ini tidak dibatasi batas atasnya • Contoh: – Semesta pembicaraan untuk variabel umur: [0 +∞) – Semesta pembicaraan untuk variabel temperatur: [0 40]
  • 19.
    Sistem Cerdas (LogikaFuzi) 19 Domain • Domain himpunan fuzzy adalah keseluruhan nilai yang diijinkan dalam semesta pembicaraan dan boleh dioperasikan dalam suatu himpunan fuzzy. Seperti halnya semesta pembicaraan, domain merupakan himpunan bilangan real yang senantiasa naik (bertambah) secara monoton dari kiri ke kanan. Nilai domain dapat berupa bilangan positif maupun negatif. • Contoh domain himpunan fuzzy: – MUDA = [0 45] – PABOBAYA = [35 55] – TUA = [45 +∞) – DINGIN = [0 20] – SEJUK = [15 25] – NORMAL = [20 30] – HANGAT = [25 35] – PANAS = [30 40]
  • 20.
    Sistem Cerdas (LogikaFuzi) 20 FUNGSI KEANGGOTAAN • Fungsi Keanggotaan (membership function) adalah suatu kurva yang menunjukkan pemetaan titik-titik input data ke dalam nilai keanggotaannya (sering juga disebut dengan derajat keanggotaan) yang memiliki interval antara 0 sampai 1. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mendapatkan nilai keanggotaan adalah dengan melalui pendekatan fungsi.
  • 21.
    Sistem Cerdas (LogikaFuzi) 21 FUNGSI KEANGGOTAAN • Ada beberapa fungsi yang bisa digunakan. a. Representasi Linear b. Representasi Kurva Segitiga c. Representasi Kurva Trapesium d. Representasi Kurva Bentuk Bahu e. Representasi Kurva-S f. Representasi Kurva Bentuk Lonceng (Bell Curve) g. Koordinat Keanggotaan
  • 22.
    Sistem Cerdas (LogikaFuzi) 22 FUNGSI KEANGGOTAAN • Representasi Linear – Pada representasi linear, pemetaan input ke derajat keanggotannya digambarkan sebagai suatu garis lurus. Bentuk ini paling sederhana dan menjadi pilihan yang baik untuk mendekati suatu konsep yang kurang jelas. Ada 2 keadaan himpunan fuzzy yang linear – Pertama, kenaikan himpunan dimulai pada nilai domain yang memiliki derajat keanggotaan nol [0] bergerak ke kanan menuju ke nilai domain yang memiliki derajatkeanggotaan lebih tinggi – Kedua, merupakan kebalikan yang pertama. Garis lurus dimulai dari nilai domain dengan derajat keanggotaan tertinggi pada sisi kiri, kemudian bergerak menurun ke nilai domain yang memiliki derajat keanggotaan lebih rendah
  • 23.
    Sistem Cerdas (LogikaFuzi) 23 FUNGSI KEANGGOTAAN • Linear Naik
  • 24.
    Sistem Cerdas (LogikaFuzi) 24 FUNGSI KEANGGOTAAN • Linear Turun
  • 25.
    Sistem Cerdas (LogikaFuzi) 25 FUNGSI KEANGGOTAAN • Representasi Kurva Segitiga
  • 26.
    Sistem Cerdas (LogikaFuzi) 26 FUNGSI KEANGGOTAAN • Representasi Kurva Trapesium
  • 27.
    Sistem Cerdas (LogikaFuzi) 27 FUNGSI KEANGGOTAAN • Representasi Kurva Bentuk Bahu
  • 28.
    Sistem Cerdas (LogikaFuzi) 28 FUNGSI KEANGGOTAAN • Representasi Kurva Bentuk Bahu – Daerah yang terletak di tengah-tengah suatu variabel yang direpresentasikan dalam bentuk segitiga, pada sisi kanan dan kirinya akan naik dan turun (misalkan: DINGIN bergerak ke SEJUK bergerak ke HANGAT dan bergerak ke PANAS). Tetapi terkadang salah satu sisi dari variabel tersebut tidak mengalami perubahan. Sebagai contoh, apabila telah mencapai kondisi PANAS, kenaikan temperatur akan tetap beradapada kondisi PANAS. Himpunan fuzzy ‘bahu’, bukan segitiga, digunakan untuk mengakhiri variabel suatu daerah fuzzy. Bahu kiri bergerak daribenar ke salah, demikian juga bahu kanan bergerak dari salah ke benar.
  • 29.
    Sistem Cerdas (LogikaFuzi) 29 FUNGSI KEANGGOTAAN • Representasi Kurva S – Kurva PERTUMBUHAN dan PENYUSUTAN merupakan kurva-S atau sigmoid yang berhubungan dengan kenaikan dan penurunan permukaan secara tak linear. – Kurva-S untuk PERTUMBUHAN akan bergerak dari sisi paling kiri (nilaikeanggotaan = 0) ke sisi paling kanan(nilai keanggotaan = 1). Fungsi keanggotaannya akan tertumpu pada 50% nilai keanggotaannya yang sering disebut dengan titik infleksi – Kurva-S untuk PENYUSUTAN akan bergerak dari sisi paling kanan (nilai keanggotaan = 1) ke sisi paling kiri (nilai keanggotaan = 0)
  • 30.
    Sistem Cerdas (LogikaFuzi) 30 FUNGSI KEANGGOTAAN • Representasi Kurva S pertumbuhan
  • 31.
    Sistem Cerdas (LogikaFuzi) 31 FUNGSI KEANGGOTAAN • Representasi Kurva S penyusutan
  • 32.
    Sistem Cerdas (LogikaFuzi) 32 FUNGSI KEANGGOTAAN • Kurva-S didefinisikan dengan menggunakan 3 parameter, yaitu: nilaikeanggotaan nol (α), nilai keanggotaan lengkap (γ), dan titik infleksi atau crossover (β) yaitu titik yang memiliki domain 50% benar.
  • 33.
    Sistem Cerdas (LogikaFuzi) 33 FUNGSI KEANGGOTAAN • Representasi Kurva S pertumbuhan
  • 34.
    Sistem Cerdas (LogikaFuzi) 34 FUNGSI KEANGGOTAAN • Contoh
  • 35.
    Sistem Cerdas (LogikaFuzi) 35 FUNGSI KEANGGOTAAN
  • 36.
    Sistem Cerdas (LogikaFuzi) 36 FUNGSI KEANGGOTAAN • Representasi Kurva Bentuk Lonceng (Bell Curve) – Untuk merepresentasikan bilangan fuzzy, biasanya digunakan kurva berbentuk lonceng. Kurva berbentuk lonceng ini terbagi atas 3 kelas,yaitu: himpunan fuzzy PI, beta, dan Gauss. Perbedaan ketiga kurva initerletak pada gradiennya.
  • 37.
    Sistem Cerdas (LogikaFuzi) 37 FUNGSI KEANGGOTAAN
  • 38.
    Sistem Cerdas (LogikaFuzi) 38 FUNGSI KEANGGOTAAN
  • 39.
    Sistem Cerdas (LogikaFuzi) 39 FUNGSI KEANGGOTAAN
  • 40.
    Sistem Cerdas (LogikaFuzi) 40 FUNGSI KEANGGOTAAN
  • 41.
    Sistem Cerdas (LogikaFuzi) 41 FUNGSI KEANGGOTAAN
  • 42.
    Sistem Cerdas (LogikaFuzi) 42 FUNGSI KEANGGOTAAN
  • 43.
    Sistem Cerdas (LogikaFuzi) 43 FUNGSI KEANGGOTAAN
  • 44.
    Sistem Cerdas (LogikaFuzi) 44 FUNGSI KEANGGOTAAN
  • 45.
    Sistem Cerdas (LogikaFuzi) 45 FUNGSI KEANGGOTAAN
  • 46.
    Sistem Cerdas (LogikaFuzi) 46 Referensi • Jun Yan, Ryan M., Power J., 1994, Using Fuzzy Logic Toward Intelligent System, Prentice Hall • Nie J., Linkens D. A., 1998, Fuzzy Neural Control Principles & Applications, Prentice Hall • Mathwork, 2000, Fuzzy Logic Toolbox for use with Matlab, The Mathwork Inc. • Ross, 2000, Fuzzy Logic with Engineering Applications, Mc Graw Hill