Feeding Plate
FAUZAN ARIF, drg
KASUS
Seorang ibu beserta seorang bayi perempuan berusia 2
minggu datang ke klinik RSGMP FKG USU dengan
keluhan ingin perawatan terhadap bayinya karena sejak
lahir tidak dapat minum dengan baik. Setiap minum bayi
sering tersedak dan air susu kadang keluar dari hidung.
Dari hasil pemeriksaan klinis terlihat adanya celah bibir
dan langit-langit di kedua sisi. Keadaan umum bayi
menurut ibunya menderita penyakit jantung dan sesak
nafas.
PRODUK
1. Jelaskan klasifikasi celah bibir dan langit-langit beserta gambarnya?
2. Jelaskan kemungkinan etiologi celah bibir dan palatum pada bayi?
3. Jelaskan dampak dan masalah dari celah bibir dan palatum pada bayi?
4. Jelaskan kapan sebaiknya bayi tersebut dipasangkan feeding plate?
5. Jelaskan tujuan pembuatan feeding plate?
I. KLASIFIKASI
BIBIR
BIBIR DAN PALATUM
KOMPLIT
INKKOMPLIT
UNILATERAL
BILATERAL
PALATUM
UNILATERAL
BILATERAL
KLASIFIKASI
PERSPEKTIF
ANANTOMI
PERSPEKTIF
EMBRIOLOGI
American Cleft Palate –
Craniofacial Association
Classification (Harkins et al.,
1962)
International Classification
(Broadbent et al., 1969)
Spina (1973)
Striped-Y
ACPA
Reclassification
Committee (Whitaker
et al., 1981)
Davis and Ritchie
(1922)
ANANTOMI
Veau (1931)
Brophy (1921 to
1923)
Fogh-Andersen
(1942)
ANANTOMI
Kernahan and Stark
(1958)
ANANTOMI
Davis and Ritchie (1922)
MENGELOMPOKKAN KEDALAM TIGA KATEGORI SECARA TERPISAH YANG TERDIRI DARI BIBIR, PALATUM DAN TULANG
ALVEOLAR SERTA MENGGUNAKAN PROSESSUS ALVEOLARIS SEBAGAI GARIS PEMISAH
Veau (1931)
MEMBAGI MENJADI 16 BENTUK MORFOLOGI YANG BERBEDA DARI CLEFT LIP DAN PALATE, KLASIFIKASI INI BERDASARKAN
OTOT DAN TULANG YANG TERLIBAT DALAM DEFORMASI
Brophy (1921 to 1923)
Fogh-Andersen (1942)
Kernahan and Stark (1958)
1. Clefts of the prepalate (cleft of lip and embryologic primary palate)
a. Cleft lip (cheiloschisis)
b. Cleft alveolus (alveoloschisis)
c. Cleft lip, alveolus, and primary palate (cheiloalveoloschisis)
2. Clefts of the palate (cleft of the embryologic secondary palate)
a. Cleft of the hard palate (uranoschisis)
b. Cleft of the soft palate (staphyloschisis or veloschisis)
c. Cleft of the hard and soft palate (uranostaphyloschisis)
3. Clefts of the prepalate and palate (alveolocheilopalatoschisis)
4. Facial clefts other than prepalatal and palatal
a. Cleft of the mandibular process
b. Naso-ocular clefts
c. Oro-ocular clefts
d. Oroaural clefts
American Cleft Palate –Craniofacial Association Classification
(Harkins et al., 1962)
• Foramen insisivus sebagai
titik referensi
• Logo “Y” dibagi menjadi 3
bagian: mewakili bibir,
alveolus dan palatum
keras. Juga dibagi
menjadi 3 bagian yang
mewakili derajat celah
palatum lunak dan keras.
Striped-Y
• Blok 1 dan 4 : bibir
• Blok 2 dan 5 : alveolus
• Blok 3 dan 6 : palatum keras
anterior dari foramen insisivus
• Blok 7 dan 8 : palatum keras
posterior dari foramen insisivus
• Blok 9 : palatum lunak
Striped-Y
Klasifikasi dari bibir, alveolus dan palatum (berdasarkan prinsip embriologik):
1. Clefts of the anterior (primary) palate
2. Clefts of the anterior (primary) and posterior (secondary) palates
3. Clefts of the posterior (secondary) palate
Klasifikasi dari celah fasial yang jarang (berdasarkan topografi):
A. Median clefts of the upper lip, with/without hypoplasia or aplasia of the premaxilla
B. Oblique clefts (oro-orbital)
C. Transverse clefts (oroauricular)
D. Clefts of the lower lip, nose, and other very rare clefts
International Classification (Broadbent et al., 1969)
• Komite tahun1981 memutuskan
bahwa klasifikasi Kernahan dan
Stark pada tahun 1955 dan
klasifikasi dari ACPA tahun 1962
merupakan sistem klasifikasi
yang lebih baik
• Rekomendasi → diagram striped
“Y”
ACPA Reclassification Committee (Whitaker et al., 1981)
ETIOLOGI CLEFT LIP ATAU PALATE
GENETIK LINGKUNGAN
SINDROMA NON SINDROMA
Ekspose maternal pada awal kehamilan
LINGKUNGAN
Tembakau
Alkohol
Defesiensi nutrisi
Infeksi virus
Medikasi
Teratogen
Zinc
Asam Folat
Vit. A
Steroid
Antikonvulsan
Retinoids
Phenytoin
Asam valproic
Thalidomide
herbice spt dioxin
CLEFT LIP/PALATE DISERTAI DENGAN SINDROM YANG BERKAITAN
DENGAN MUTASI GEN
CLEFT LIP/PALATE AKIBAT FAKTOR LINGKUNGAN
DAMPAK PADA BAYI
• Kesulitan makan terjadi lebih banyak dengan kelainan celah langit-langit. Bayi
mungkin tidak dapat mengisap dengan baik karena langit-langit mulut tidak
terbentuk sepenuhnya.
• Infeksi telinga sering disebabkan oleh disfungsi tuba yang menghubungkan telinga
tengah dan tenggorokan. Infeksi berulang dapat menyebabkan gangguan
pendengaran.
• Karena pembukaan atap mulut dan bibir, fungsi otot dapat menurun, yang dapat
menyebabkan keterlambatan bicara atau bicara abnormal. Rujukan ke ahli terapi
bicara harus didiskusikan dengan dokter anak Anda.
• Sebagai akibat dari ketidaknormalan, gigi mungkin tidak erupsi secara normal dan
perawatan ortodontik biasanya diperlukan.
MASALAH
WAKTU PERAWATAN
• Feeding Plate dibuatkan segera
setelah bayi lahir (mulai 1-3 hari s.d
1-2 minggu)
• Feeding Plate dipasang sampai
pasien berusia 10 minggu o/k
sudah dapat dilakukan Labioplasty
• Feeding Plate digunakan setiap
hari terutama saat makan,
menyusu dan bicara.
TUJUAN PEMBUATAN FEEDING PLATE
• Menciptakan hubungan yang kaku dimana bayi akan dapat menekan kepala
putting dan memperoleh susu
• Membantu dalam membentuk tekanan negatif yang akan mengurangi regurgitasi
nasal, tersedak yang akan menurunkan lama waktu memberi makan.
• Membantu posisi lidah yang tepat yang akan mencegah perkembangan lidah
pada palatal shelf dan memungkinkan perkembangan fungsional rahang
• Berkontribusi dalam perkembangan bicara.
• Mengurangi infeksi nasopharyngeal dengan mencegah regurgitasi makanan
pada nasofaring.
TERIMA KASIH

Feeding plate review

  • 1.
  • 2.
    KASUS Seorang ibu besertaseorang bayi perempuan berusia 2 minggu datang ke klinik RSGMP FKG USU dengan keluhan ingin perawatan terhadap bayinya karena sejak lahir tidak dapat minum dengan baik. Setiap minum bayi sering tersedak dan air susu kadang keluar dari hidung. Dari hasil pemeriksaan klinis terlihat adanya celah bibir dan langit-langit di kedua sisi. Keadaan umum bayi menurut ibunya menderita penyakit jantung dan sesak nafas.
  • 3.
    PRODUK 1. Jelaskan klasifikasicelah bibir dan langit-langit beserta gambarnya? 2. Jelaskan kemungkinan etiologi celah bibir dan palatum pada bayi? 3. Jelaskan dampak dan masalah dari celah bibir dan palatum pada bayi? 4. Jelaskan kapan sebaiknya bayi tersebut dipasangkan feeding plate? 5. Jelaskan tujuan pembuatan feeding plate?
  • 4.
    I. KLASIFIKASI BIBIR BIBIR DANPALATUM KOMPLIT INKKOMPLIT UNILATERAL BILATERAL PALATUM UNILATERAL BILATERAL
  • 5.
    KLASIFIKASI PERSPEKTIF ANANTOMI PERSPEKTIF EMBRIOLOGI American Cleft Palate– Craniofacial Association Classification (Harkins et al., 1962) International Classification (Broadbent et al., 1969) Spina (1973) Striped-Y ACPA Reclassification Committee (Whitaker et al., 1981) Davis and Ritchie (1922) ANANTOMI Veau (1931) Brophy (1921 to 1923) Fogh-Andersen (1942) ANANTOMI Kernahan and Stark (1958) ANANTOMI
  • 6.
    Davis and Ritchie(1922) MENGELOMPOKKAN KEDALAM TIGA KATEGORI SECARA TERPISAH YANG TERDIRI DARI BIBIR, PALATUM DAN TULANG ALVEOLAR SERTA MENGGUNAKAN PROSESSUS ALVEOLARIS SEBAGAI GARIS PEMISAH
  • 7.
  • 8.
    MEMBAGI MENJADI 16BENTUK MORFOLOGI YANG BERBEDA DARI CLEFT LIP DAN PALATE, KLASIFIKASI INI BERDASARKAN OTOT DAN TULANG YANG TERLIBAT DALAM DEFORMASI Brophy (1921 to 1923)
  • 10.
  • 11.
  • 12.
    1. Clefts ofthe prepalate (cleft of lip and embryologic primary palate) a. Cleft lip (cheiloschisis) b. Cleft alveolus (alveoloschisis) c. Cleft lip, alveolus, and primary palate (cheiloalveoloschisis) 2. Clefts of the palate (cleft of the embryologic secondary palate) a. Cleft of the hard palate (uranoschisis) b. Cleft of the soft palate (staphyloschisis or veloschisis) c. Cleft of the hard and soft palate (uranostaphyloschisis) 3. Clefts of the prepalate and palate (alveolocheilopalatoschisis) 4. Facial clefts other than prepalatal and palatal a. Cleft of the mandibular process b. Naso-ocular clefts c. Oro-ocular clefts d. Oroaural clefts American Cleft Palate –Craniofacial Association Classification (Harkins et al., 1962)
  • 13.
    • Foramen insisivussebagai titik referensi • Logo “Y” dibagi menjadi 3 bagian: mewakili bibir, alveolus dan palatum keras. Juga dibagi menjadi 3 bagian yang mewakili derajat celah palatum lunak dan keras. Striped-Y
  • 14.
    • Blok 1dan 4 : bibir • Blok 2 dan 5 : alveolus • Blok 3 dan 6 : palatum keras anterior dari foramen insisivus • Blok 7 dan 8 : palatum keras posterior dari foramen insisivus • Blok 9 : palatum lunak Striped-Y
  • 15.
    Klasifikasi dari bibir,alveolus dan palatum (berdasarkan prinsip embriologik): 1. Clefts of the anterior (primary) palate 2. Clefts of the anterior (primary) and posterior (secondary) palates 3. Clefts of the posterior (secondary) palate Klasifikasi dari celah fasial yang jarang (berdasarkan topografi): A. Median clefts of the upper lip, with/without hypoplasia or aplasia of the premaxilla B. Oblique clefts (oro-orbital) C. Transverse clefts (oroauricular) D. Clefts of the lower lip, nose, and other very rare clefts International Classification (Broadbent et al., 1969)
  • 16.
    • Komite tahun1981memutuskan bahwa klasifikasi Kernahan dan Stark pada tahun 1955 dan klasifikasi dari ACPA tahun 1962 merupakan sistem klasifikasi yang lebih baik • Rekomendasi → diagram striped “Y” ACPA Reclassification Committee (Whitaker et al., 1981)
  • 17.
    ETIOLOGI CLEFT LIPATAU PALATE GENETIK LINGKUNGAN SINDROMA NON SINDROMA
  • 18.
    Ekspose maternal padaawal kehamilan LINGKUNGAN Tembakau Alkohol Defesiensi nutrisi Infeksi virus Medikasi Teratogen Zinc Asam Folat Vit. A Steroid Antikonvulsan Retinoids Phenytoin Asam valproic Thalidomide herbice spt dioxin
  • 19.
    CLEFT LIP/PALATE DISERTAIDENGAN SINDROM YANG BERKAITAN DENGAN MUTASI GEN
  • 20.
    CLEFT LIP/PALATE AKIBATFAKTOR LINGKUNGAN
  • 21.
    DAMPAK PADA BAYI •Kesulitan makan terjadi lebih banyak dengan kelainan celah langit-langit. Bayi mungkin tidak dapat mengisap dengan baik karena langit-langit mulut tidak terbentuk sepenuhnya. • Infeksi telinga sering disebabkan oleh disfungsi tuba yang menghubungkan telinga tengah dan tenggorokan. Infeksi berulang dapat menyebabkan gangguan pendengaran. • Karena pembukaan atap mulut dan bibir, fungsi otot dapat menurun, yang dapat menyebabkan keterlambatan bicara atau bicara abnormal. Rujukan ke ahli terapi bicara harus didiskusikan dengan dokter anak Anda. • Sebagai akibat dari ketidaknormalan, gigi mungkin tidak erupsi secara normal dan perawatan ortodontik biasanya diperlukan.
  • 23.
  • 24.
    WAKTU PERAWATAN • FeedingPlate dibuatkan segera setelah bayi lahir (mulai 1-3 hari s.d 1-2 minggu) • Feeding Plate dipasang sampai pasien berusia 10 minggu o/k sudah dapat dilakukan Labioplasty • Feeding Plate digunakan setiap hari terutama saat makan, menyusu dan bicara.
  • 27.
    TUJUAN PEMBUATAN FEEDINGPLATE • Menciptakan hubungan yang kaku dimana bayi akan dapat menekan kepala putting dan memperoleh susu • Membantu dalam membentuk tekanan negatif yang akan mengurangi regurgitasi nasal, tersedak yang akan menurunkan lama waktu memberi makan. • Membantu posisi lidah yang tepat yang akan mencegah perkembangan lidah pada palatal shelf dan memungkinkan perkembangan fungsional rahang • Berkontribusi dalam perkembangan bicara. • Mengurangi infeksi nasopharyngeal dengan mencegah regurgitasi makanan pada nasofaring.
  • 28.