G2P1A0 27 Tahun Gravida 20 Minggu
1 Hari + Oligohidramnion ec. KPSW
(PPROM)
Janin intrauterin, hidup, tunggal, persentasi kepala
BST-CBD-MiniCex
Gabriel Tangdirerung Rapa - 2215005
Pembimbing : dr. Arief Budiono, Sp.OG
Identitas Pasien
● Nama : Ny. NF
● Usia : 27 tahun
● Pekerjaan : Karyawan Swasta
● Pendidikan : Diploma
● Alamat : Cikembang Panundaan, Ciwidey,
Bandung
● TB : 147 cm
● BB : 61 kg (sebelum hamil 58 kg)
● Nama Suami : Tn. G
● Pekerjaan : Karyawan Swasta
● Menikah : Menikah 1x, menikah saat usia 22 tahun
● Tanggal masuk. : 28 Desember 2021 pukul 11.26
● Melalui : IGD
Keluhan utama: keluar cairan dari jalan lahir
Anamnesis khusus:
Seorang wanita usia 27 tahun G2P1A0 mengaku hamil 5 bulan datang ke poliklinik dengan
keluhan utama keluar cairan dari jalan lahir sejak usia kehamilan 12 minggu. Cairan yang
keluar berwarna bening, tidak berbau, keluar sedikit-sedikit, hanya mengisi ¼ bagian
pembalut berukuran 29 cm.
Keluhan juga disertai dengan mulas sejak usia kehamilan 6 minggu, terutama dirasakan
saat beraktivitas. Pasien menyangkal adanya keluhan keluar lendir maupun darah dari
jalan lahir.
Keluhan tidak disertai dengan adanya mual, muntah, dan demam. Pasien menyangkal
adanya nyeri sewaktu BAK dan tidak mempunyai riwayat trauma.
Anamnesis
● Riwayat Penyakit Dahulu : Hipertensi (-), Diabetes Melitus (-), PID (-)
● Riwayat Penyakit Keluarga : DM (+)
● Riwayat Kebiasaan : merokok (-), mengkonsumsi alkohol (-)
● Riwayat Alergi : (-)
● Riwayat Pengobatan : Belum berobat sebelumnya
● Riwayat ANC : Rutin ke dr. Sp.OG 2 minggu sekali
● Riwayat Menstruasi : Siklus 28 hari, teratur, durasi haid 5-6 hari,
tidak nyeri
● Riwayat KB : IUD setelah kelahiran anak pertama (sudah 3
tahun)
● HPHT : 6 Agustus 2022
● Tafsiran Partus : 13 Mei 2023
Riwayat Obstetri
Perkawinan Kehamilan
ke
Lama
kehamilan
Penolong Persalinan JK/BB Umur
sekarang
Keadaan
sekarang
1 1 9 bulan Dokter Spontan P/2.800gr 4 tahun Sehat
1 2 Hamil
sekarang
Pemeriksaan Fisik
Keadaan umum
● Kesadaran : Compos Mentis
● Kesan sakit : Ringan
Tanda Vital
● TD : 120/70 mmHg
● N : 84x/menit, regular,
equal, isi cukup
● R : 20x/menit
● S : 36.3 ⁰C
Status Gizi :
● BB : 61 kg (sebelum hamil 58 kg)
● TB : 147 cm
Kepala :
● konjungtiva anemis -/-, sklera ikterik -/-
Thorax :
● cor : bunyi jantung murni, murmur-
● pulmo : VBS ka=ki, Wh -/-, Rh -/-
Abdomen :
● Cembung gravida, nyeri tekan (-), bising
usus (+) normal, hepar lien tidak teraba,
bekas luka operasi (-), massa (-)
Ekstremitas :
● oedem -/-, CRT <2 detik, akral hangat
Pemeriksaan Luar :
● TFU : 2 jari di bawah pusat
● HIS : 1x dalam 10 menit selama 10
detik
● BJJ : 12-12-12→ 144x/ menit ,Regular
● Leopold I : tidak dilakukan
● Leopold II : tidak dilakukan
● Leopold III : tidak dilakukan
● Leopold IV : tidak dilakukan
Pemeriksaan dalam : tidak dilakukan
Status Obstetrikus
Hasil USG
Usulan Pemeriksaan : USG
G2P1A0 27 Tahun Gravida 20 Minggu
1 Hari + Oligohidramnion ec. KPSW
(PPROM)
Janin intrauterin, hidup, tunggal, persentasi kepala
Diagnosis Kerja
● Infus RL 1000cc/24 jam
● Gastrul ½ tab tiap 4 jam
● Ceftriaxone 1 x 2 g drip NaCl 0.9%
● Observasi TTV
Penatalaksanaan awal
Follow Up
Tanggal Jam S O A P
29/12/22 08.00 Keadaan
pasien baik,
keluar cairan
dari jalan
lahir, mules (-)
● KU : baik
● Kesadaran :
CM
● TD : 110/70
mmHg
● N :
87x/menit,
regular,
equal, isi
cukup
● R :
20x/menit
● S : 36.4 ⁰C
G2P1A0 Gravida
20 minggu 1
hari +
oligohidramnio
n ec. KPSW
(PPROM)
● Infus RL
1000cc/24
jam
● Gastrul ½ tab
tiap 4 jam
● Ceftriaxone 1
x 2 g drip
NaCl 0.9%
● Observasi
TTV, His, DJJ,
kemajuan
persalinan
Follow Up
Tanggal Jam S O A P
30/12/22 10.00 Keadaan pasien
baik, keluar cairan
dari jalan lahir,
mules (-)
● KU : baik
● Kesadaran :
CM
● TD : 110/70
mmHg
● N : 90x/menit,
regular,
equal, isi
cukup
● R : 20x/menit
● S : 36.7 ⁰C
G2P1A0 Gravida
20 minggu 1 hari
+ oligohidramnion
ec. KPSW
(PPROM)
● Infus RL
1000cc/24 jam
● Observasi
TTV, His, DJJ,
kemajuan
persalinan
● Obat
dilanjutkan
Oligohidramnion
Suatu kondisi kehamilan dimana volum cairan
amnion di bawah normal (<500cc)
● Faktor predisposisi : insufisiensi placenta
Definisi
● Oligohidramnion berdampak buruk pada janin,
karena dengan adanya adhesi janin dengan
amnion dapat menyebabkan pertumbuhan janin
terganggu dan menyebabkan abnormalitas seperti
deformitas, agenesis ginjal, obstruksi traktus
urinarius
● Dapat menyebabkan hipoplasia pulmoner, karena
kompresi akibat tidak adanya cairan, terjadi
inhalasi cairan yang menghambat pertumbuhan
paru-paru dan terjadi defek paru intrinsik
Etiologi
↓ aliran darah
plasenta
↓ produksi urine
janin
↓ volume cairan amnion
Amniotic fluid
loss
Faktor maternal :
● Preeklamsia
● Diabetes
● Letak plasenta
abnormal
Faktor janin :
● Anomali traktus urinarius
(agenesis renal)
● Pertumbuhan janin terhambat
● Kematian janin Faktor maternal :
● Premature rupture of
membranes (PROM)
Oligohidramnion berat bila indeks cairan amnion ≤5 cm
Diagnosis
● Ukuran rahim lebih kecil dari usia
kehamilan
● Bunyi jantung janin sudah terdengar
sebelum bulan ke -5 dan terdengar lebih
jelas (dengan stetoskop)
● Pergerakan janin berkurang dan dirasa nyeri
oleh ibu
● Sering berakhir dengan partus prematurus
Manifestasi Klinis
Penatalaksanaan
● Jika tanpa kelainan kongenital mayor → amnioinfusi
● Seksio caesarea atas indikasi obstetri atau deselerasi
berulang setelah amnioinfusi
● Resusitasi jantung pulmoner untuk kemungkinan
hipoplasia paru
● Bila terdapat kelainan kongenital upayakan lahir
pervaginam
Ketuban Pecah
Dini
Definisi
Pecahnya selaput ketuban (amnion dan chorion) tanpa
diikuti persalinan pada kehamilan aterm atau
pecahnya ketuban pada kehamilan preterm
● KPD aterm terjadi pada sekitar 6,46-15,6%
kehamilan aterm
● PPROM terjadi pada terjadi pada sekitar 2-3% dari
semua kehamilan tunggal dan 7,4% dari kehamilan
kembar
KPD Preterm (Preterm Premature Rupture of Membranes/ PPROM)
● Pecah ketuban yang terbukti dengan vaginal pooling, tes nitrazin
dan, tes fern atau IGFBP-1 (+) pada usia <37 minggu sebelum onset
persalinan
● KPD sangat preterm adalah pecah ketuban saat umur kehamilan ibu
antara 24 - < 34 minggu
● KPD preterm saat umur kehamilan antara 34 minggu - < 37 minggu
KPD pada Kehamilan Aterm (Premature Rupture of Membranes /PROM)
● Pecahnya ketuban sebelum waktunya yang terbukti dengan vaginal
pooling, tes nitrazin dan tes fern (+), IGFBP-1 (+) pada usia kehamilan
≥ 37 minggu
Klasifikasi
● Status sosioekonomi rendah
● Perokok
● Mempunyai riwayat infeksi menular seksual
● Memiliki riwayat persalinan prematur, riwayat
ketuban pecah dini pada kehamilan sebelumnya
● Perdarahan pervaginam, atau distensi uterus
(kehamilan multiple dan polihidramnion)
● Prosedur yang dapat berakibat pada kejadian KPD
(amniosentesis)
● Infeksi atau inflamasi koriodesidua
● Penurunan jumlah kolagen dari membran amnion
Faktor Resiko
Patogenesis
Diagnosis
● Keluar cairan ketuban dari vagina
● Umur kehamilan > 20 minggu
● Pemeriksaan spekulum → keluar cairan dari ostium
uteri eksternum
● Kertas nitrazin merah → biru
(pH cairan amnion 7.1-7.3 sedangkan sekret vagina 4.5
- 6)
Pemeriksaan Penunjang
● USG
○ Menilai indeks cairan amnion
■ Jika indeks cairan amnion berkurang tanpa adanya
abnormalitas ginjal janin dan tidak adanya pertumbuhan
janin terhambat (PJT) → curiga ketuban pecah
● Pemeriksaan laboratorium
○ Untuk menyingkirkan kemungkinan lain keluarnya cairan/
duh dari vagina
○ Jika diagnosis KPD aterm belum jelas setelah menjalani
pemeriksaan fisik → tes nitrazin dan tes fern
○ Pemeriksaan insulin-like growth factor binding protein
1(IGFBP-1) sebagai penanda dari persalinan preterm, kebocoran
cairan amnion, atau infeksi vagina
Penatalaksanaan
KPD
Usia kehamilan
26-28 minggu
Usia kehamilan
28-34 minggu
Usia kehamilan
> 34 minggu
Konservatif
rawat 2 hari
Gawat janin,
His (+), infeksi
aktif
Tanpa
komplikasi lain
Pulang dengan saran : tidak
melakukan coitus dan irigasi
vagina, segera kontrol bila
ada tanda infeksi atau gerak
janin berkurang
PNC setiap
minggu sampai
34 minggu
aktif
aktif
Penatalaksanaan Konservatif
1. Observasi kemungkinan adanya amnionitis/ tanda-tanda infeksi :
○ Febris
○ Takikardia ibu dan janin
○ Leukositosis
○ Nyeri pada rahim
○ Sekret vagina purulen
2. Pengawasan timbulnya persalinan
3. Pemberian antibiotik → Cefadroxil 2 x 500 mg, Eritromycin 4 x 500 mg
3-5 hari PO
4. Tokolitik → jika terbukti tidak ada infeksi
5. USG untuk menilai kesejahteraan janin
6. Jika ada indikasi persalinan, dilakukan pematangan paru dan proteksi
otak janin
Penatalaksanaan Aktif
Dilakukan atas indikasi :
1. KPD dengan usia kehamilan 20 - < 26 minggu dan > 34
minggu
2. Adanya tanda- tanda infeksi
3. Timbulnya tanda-tanda persalinan
4. Gawat janin
Kriteria diagnosis amnionitis :
● Febris
● Leukositosis
● Takikardia
● Cairan ketuban yang berbau
Komplikasi
Komplikasi Janin :
● Kelahiran premature
● Malpresentasi
● kompresi tali pusat
● Oligohidramnion
● necrotizing enterocolitis,
● gangguan neurologi
● perdarahan
intraventrikel
● sindrom distress
pernapasan
Komplikasi Ibu :
● Infeksi intrauterin
○ Endomyometritis
○ korioamnionitis
● Sepsis
● Sebagian pasien yang
melahirkan setelah mengalami
KPD harus dikuret untuk
mengeluarkan sisa plasenta
● Kehilangan darah secara
signifikan
Oligohidramnion

Oligohidramnion

  • 1.
    G2P1A0 27 TahunGravida 20 Minggu 1 Hari + Oligohidramnion ec. KPSW (PPROM) Janin intrauterin, hidup, tunggal, persentasi kepala BST-CBD-MiniCex Gabriel Tangdirerung Rapa - 2215005 Pembimbing : dr. Arief Budiono, Sp.OG
  • 2.
    Identitas Pasien ● Nama: Ny. NF ● Usia : 27 tahun ● Pekerjaan : Karyawan Swasta ● Pendidikan : Diploma ● Alamat : Cikembang Panundaan, Ciwidey, Bandung ● TB : 147 cm ● BB : 61 kg (sebelum hamil 58 kg) ● Nama Suami : Tn. G ● Pekerjaan : Karyawan Swasta ● Menikah : Menikah 1x, menikah saat usia 22 tahun ● Tanggal masuk. : 28 Desember 2021 pukul 11.26 ● Melalui : IGD
  • 3.
    Keluhan utama: keluarcairan dari jalan lahir Anamnesis khusus: Seorang wanita usia 27 tahun G2P1A0 mengaku hamil 5 bulan datang ke poliklinik dengan keluhan utama keluar cairan dari jalan lahir sejak usia kehamilan 12 minggu. Cairan yang keluar berwarna bening, tidak berbau, keluar sedikit-sedikit, hanya mengisi ¼ bagian pembalut berukuran 29 cm. Keluhan juga disertai dengan mulas sejak usia kehamilan 6 minggu, terutama dirasakan saat beraktivitas. Pasien menyangkal adanya keluhan keluar lendir maupun darah dari jalan lahir. Keluhan tidak disertai dengan adanya mual, muntah, dan demam. Pasien menyangkal adanya nyeri sewaktu BAK dan tidak mempunyai riwayat trauma. Anamnesis
  • 4.
    ● Riwayat PenyakitDahulu : Hipertensi (-), Diabetes Melitus (-), PID (-) ● Riwayat Penyakit Keluarga : DM (+) ● Riwayat Kebiasaan : merokok (-), mengkonsumsi alkohol (-) ● Riwayat Alergi : (-) ● Riwayat Pengobatan : Belum berobat sebelumnya ● Riwayat ANC : Rutin ke dr. Sp.OG 2 minggu sekali ● Riwayat Menstruasi : Siklus 28 hari, teratur, durasi haid 5-6 hari, tidak nyeri ● Riwayat KB : IUD setelah kelahiran anak pertama (sudah 3 tahun) ● HPHT : 6 Agustus 2022 ● Tafsiran Partus : 13 Mei 2023
  • 5.
    Riwayat Obstetri Perkawinan Kehamilan ke Lama kehamilan PenolongPersalinan JK/BB Umur sekarang Keadaan sekarang 1 1 9 bulan Dokter Spontan P/2.800gr 4 tahun Sehat 1 2 Hamil sekarang
  • 6.
    Pemeriksaan Fisik Keadaan umum ●Kesadaran : Compos Mentis ● Kesan sakit : Ringan Tanda Vital ● TD : 120/70 mmHg ● N : 84x/menit, regular, equal, isi cukup ● R : 20x/menit ● S : 36.3 ⁰C Status Gizi : ● BB : 61 kg (sebelum hamil 58 kg) ● TB : 147 cm Kepala : ● konjungtiva anemis -/-, sklera ikterik -/- Thorax : ● cor : bunyi jantung murni, murmur- ● pulmo : VBS ka=ki, Wh -/-, Rh -/- Abdomen : ● Cembung gravida, nyeri tekan (-), bising usus (+) normal, hepar lien tidak teraba, bekas luka operasi (-), massa (-) Ekstremitas : ● oedem -/-, CRT <2 detik, akral hangat
  • 7.
    Pemeriksaan Luar : ●TFU : 2 jari di bawah pusat ● HIS : 1x dalam 10 menit selama 10 detik ● BJJ : 12-12-12→ 144x/ menit ,Regular ● Leopold I : tidak dilakukan ● Leopold II : tidak dilakukan ● Leopold III : tidak dilakukan ● Leopold IV : tidak dilakukan Pemeriksaan dalam : tidak dilakukan Status Obstetrikus
  • 8.
  • 9.
    G2P1A0 27 TahunGravida 20 Minggu 1 Hari + Oligohidramnion ec. KPSW (PPROM) Janin intrauterin, hidup, tunggal, persentasi kepala Diagnosis Kerja
  • 10.
    ● Infus RL1000cc/24 jam ● Gastrul ½ tab tiap 4 jam ● Ceftriaxone 1 x 2 g drip NaCl 0.9% ● Observasi TTV Penatalaksanaan awal
  • 11.
    Follow Up Tanggal JamS O A P 29/12/22 08.00 Keadaan pasien baik, keluar cairan dari jalan lahir, mules (-) ● KU : baik ● Kesadaran : CM ● TD : 110/70 mmHg ● N : 87x/menit, regular, equal, isi cukup ● R : 20x/menit ● S : 36.4 ⁰C G2P1A0 Gravida 20 minggu 1 hari + oligohidramnio n ec. KPSW (PPROM) ● Infus RL 1000cc/24 jam ● Gastrul ½ tab tiap 4 jam ● Ceftriaxone 1 x 2 g drip NaCl 0.9% ● Observasi TTV, His, DJJ, kemajuan persalinan
  • 12.
    Follow Up Tanggal JamS O A P 30/12/22 10.00 Keadaan pasien baik, keluar cairan dari jalan lahir, mules (-) ● KU : baik ● Kesadaran : CM ● TD : 110/70 mmHg ● N : 90x/menit, regular, equal, isi cukup ● R : 20x/menit ● S : 36.7 ⁰C G2P1A0 Gravida 20 minggu 1 hari + oligohidramnion ec. KPSW (PPROM) ● Infus RL 1000cc/24 jam ● Observasi TTV, His, DJJ, kemajuan persalinan ● Obat dilanjutkan
  • 13.
  • 14.
    Suatu kondisi kehamilandimana volum cairan amnion di bawah normal (<500cc) ● Faktor predisposisi : insufisiensi placenta Definisi
  • 15.
    ● Oligohidramnion berdampakburuk pada janin, karena dengan adanya adhesi janin dengan amnion dapat menyebabkan pertumbuhan janin terganggu dan menyebabkan abnormalitas seperti deformitas, agenesis ginjal, obstruksi traktus urinarius ● Dapat menyebabkan hipoplasia pulmoner, karena kompresi akibat tidak adanya cairan, terjadi inhalasi cairan yang menghambat pertumbuhan paru-paru dan terjadi defek paru intrinsik
  • 16.
    Etiologi ↓ aliran darah plasenta ↓produksi urine janin ↓ volume cairan amnion Amniotic fluid loss Faktor maternal : ● Preeklamsia ● Diabetes ● Letak plasenta abnormal Faktor janin : ● Anomali traktus urinarius (agenesis renal) ● Pertumbuhan janin terhambat ● Kematian janin Faktor maternal : ● Premature rupture of membranes (PROM)
  • 17.
    Oligohidramnion berat bilaindeks cairan amnion ≤5 cm Diagnosis
  • 18.
    ● Ukuran rahimlebih kecil dari usia kehamilan ● Bunyi jantung janin sudah terdengar sebelum bulan ke -5 dan terdengar lebih jelas (dengan stetoskop) ● Pergerakan janin berkurang dan dirasa nyeri oleh ibu ● Sering berakhir dengan partus prematurus Manifestasi Klinis
  • 19.
    Penatalaksanaan ● Jika tanpakelainan kongenital mayor → amnioinfusi ● Seksio caesarea atas indikasi obstetri atau deselerasi berulang setelah amnioinfusi ● Resusitasi jantung pulmoner untuk kemungkinan hipoplasia paru ● Bila terdapat kelainan kongenital upayakan lahir pervaginam
  • 20.
  • 21.
    Definisi Pecahnya selaput ketuban(amnion dan chorion) tanpa diikuti persalinan pada kehamilan aterm atau pecahnya ketuban pada kehamilan preterm ● KPD aterm terjadi pada sekitar 6,46-15,6% kehamilan aterm ● PPROM terjadi pada terjadi pada sekitar 2-3% dari semua kehamilan tunggal dan 7,4% dari kehamilan kembar
  • 22.
    KPD Preterm (PretermPremature Rupture of Membranes/ PPROM) ● Pecah ketuban yang terbukti dengan vaginal pooling, tes nitrazin dan, tes fern atau IGFBP-1 (+) pada usia <37 minggu sebelum onset persalinan ● KPD sangat preterm adalah pecah ketuban saat umur kehamilan ibu antara 24 - < 34 minggu ● KPD preterm saat umur kehamilan antara 34 minggu - < 37 minggu KPD pada Kehamilan Aterm (Premature Rupture of Membranes /PROM) ● Pecahnya ketuban sebelum waktunya yang terbukti dengan vaginal pooling, tes nitrazin dan tes fern (+), IGFBP-1 (+) pada usia kehamilan ≥ 37 minggu Klasifikasi
  • 23.
    ● Status sosioekonomirendah ● Perokok ● Mempunyai riwayat infeksi menular seksual ● Memiliki riwayat persalinan prematur, riwayat ketuban pecah dini pada kehamilan sebelumnya ● Perdarahan pervaginam, atau distensi uterus (kehamilan multiple dan polihidramnion) ● Prosedur yang dapat berakibat pada kejadian KPD (amniosentesis) ● Infeksi atau inflamasi koriodesidua ● Penurunan jumlah kolagen dari membran amnion Faktor Resiko
  • 24.
  • 25.
    Diagnosis ● Keluar cairanketuban dari vagina ● Umur kehamilan > 20 minggu ● Pemeriksaan spekulum → keluar cairan dari ostium uteri eksternum ● Kertas nitrazin merah → biru (pH cairan amnion 7.1-7.3 sedangkan sekret vagina 4.5 - 6)
  • 26.
    Pemeriksaan Penunjang ● USG ○Menilai indeks cairan amnion ■ Jika indeks cairan amnion berkurang tanpa adanya abnormalitas ginjal janin dan tidak adanya pertumbuhan janin terhambat (PJT) → curiga ketuban pecah ● Pemeriksaan laboratorium ○ Untuk menyingkirkan kemungkinan lain keluarnya cairan/ duh dari vagina ○ Jika diagnosis KPD aterm belum jelas setelah menjalani pemeriksaan fisik → tes nitrazin dan tes fern ○ Pemeriksaan insulin-like growth factor binding protein 1(IGFBP-1) sebagai penanda dari persalinan preterm, kebocoran cairan amnion, atau infeksi vagina
  • 27.
    Penatalaksanaan KPD Usia kehamilan 26-28 minggu Usiakehamilan 28-34 minggu Usia kehamilan > 34 minggu Konservatif rawat 2 hari Gawat janin, His (+), infeksi aktif Tanpa komplikasi lain Pulang dengan saran : tidak melakukan coitus dan irigasi vagina, segera kontrol bila ada tanda infeksi atau gerak janin berkurang PNC setiap minggu sampai 34 minggu aktif aktif
  • 28.
    Penatalaksanaan Konservatif 1. Observasikemungkinan adanya amnionitis/ tanda-tanda infeksi : ○ Febris ○ Takikardia ibu dan janin ○ Leukositosis ○ Nyeri pada rahim ○ Sekret vagina purulen 2. Pengawasan timbulnya persalinan 3. Pemberian antibiotik → Cefadroxil 2 x 500 mg, Eritromycin 4 x 500 mg 3-5 hari PO 4. Tokolitik → jika terbukti tidak ada infeksi 5. USG untuk menilai kesejahteraan janin 6. Jika ada indikasi persalinan, dilakukan pematangan paru dan proteksi otak janin
  • 29.
    Penatalaksanaan Aktif Dilakukan atasindikasi : 1. KPD dengan usia kehamilan 20 - < 26 minggu dan > 34 minggu 2. Adanya tanda- tanda infeksi 3. Timbulnya tanda-tanda persalinan 4. Gawat janin Kriteria diagnosis amnionitis : ● Febris ● Leukositosis ● Takikardia ● Cairan ketuban yang berbau
  • 30.
    Komplikasi Komplikasi Janin : ●Kelahiran premature ● Malpresentasi ● kompresi tali pusat ● Oligohidramnion ● necrotizing enterocolitis, ● gangguan neurologi ● perdarahan intraventrikel ● sindrom distress pernapasan Komplikasi Ibu : ● Infeksi intrauterin ○ Endomyometritis ○ korioamnionitis ● Sepsis ● Sebagian pasien yang melahirkan setelah mengalami KPD harus dikuret untuk mengeluarkan sisa plasenta ● Kehilangan darah secara signifikan