“ Jika resultan gaya pada suatu benda 
sama dengan nol, maka benda yang 
diam akan tetap diam dan benda 
yang bergerak akan tetap bergerak 
dengan kecepatan tetap”.
Kesimpulan Newton tersebut dikenal 
sebagai hukum I 
Newton. Secara matematis dapat dituliskan 
sebagai berikut. 
ΣF=0
“Percepatan yang dihasilkan oleh resultan 
gaya yang bekerja pada suatu benda 
berbanding lurus dengan resultan gaya, 
dan berbanding terbalik dengan massa 
benda”.
Secara matematis dapat dituliskan sebagai 
berikut : 
a ~ f → ΣF = m×a 
Keterangan: 
a : percepatan benda (ms-2) 
ΣF : resultan gaya yang bekerja pada benda (N) 
m : massa benda (kg)
Sebuah truk dapat menghasilkan gaya sebesar 7.000 N. 
Jika truk 
tersebut dapat bergerak dengan percepatan 3,5 m/s, 
maka tentukan 
massa truk tersebut! 
Diketahui : a. ΣF = 7.000 N 
b. a = 3,5 m/s 
Ditanyakan: m = …? 
Jawab : 
a Σ /F → m= ΣF/ a 
= 
7.000 
3,5 
= 2.000 kg = 2 ton 
Jadi, massa truk tersebut adalah 2 ton.
“Jika benda A mengerjakan gaya 
pada benda B, maka benda B 
akan mengerjakan gaya pada 
benda A, yang besarnya sama 
tetapi arahnya berlawanan”.
Secara matematis hukum III Newton dapat 
di tulis sebagai berikut: 
F aksi = -F reaksi
Secara matematis dapat ditulis 
sebagai berikut. 
w = m × g 
Keterangan : 
w : gaya berat (N) 
m : massa benda (kg) 
g : percepatan gravitasi (ms-2)
Gaya normal (N) adalah gaya yang 
bekerja pada bidang yang 
bersentuhan antara dua 
permukaan benda, yang arahnya 
selalu tegak lurus dengan bidang 
sentuh.
Gaya gesek adalah gaya 
yang bekerja antara dua 
permukaan benda yang saling 
bersentuhan. Arah 
gaya gesek berlawanan arah 
dengan kecenderungan arah gerak 
benda.
Secara matematis dapat ditulis sebagai 
berikut
Fs (Gaya Sentripetal) adalah gaya yang bekerja 
pada sebuah benda yang bergerak melingkar 
dimana arah F selalu menuju ke pusat lingkaran. 
atau dapat juga dikatakan Fs (Gaya Sentripetal) 
adalah gaya yang membuat benda untuk 
bergerak melingkar.
hubungan antara percepatan sentripetal, 
massa benda, dan gaya sentripetal dapat 
dituliskan sebagai berikut. 
percepatan sentripetal 
Fs = m . as 
Fs= m . (v2/R) as = v2/R 
keterangan : 
Fs = kecepatan sentripetal 
m = massa 
as = percepatan sentripetal 
R = jari-jari lingkaran 
v = kecepatan
F 
Fx = F × cos
Sebuah balok es yang memiliki massa 25 kg 
didorong Rafli, 
dengan sudut 30°. Jika balok es bergerak dengan 
percepatan 
konstan 1/4√3 m/s2, maka tentukan besar gaya 
dorongan Rafli! 
Diketahui : a. m = 25 kg 
b. a = 1/4√3 m/s2 
c. = 30° 
Ditanyakan : F = ….?
a = 1/4√3 m/s2 
= 30° 
m = 25 kg 
Fx = F × cos 30º 
30º 
y 
x 
F
Jawab : 
F cos = m a 
F cos 30° = 25 × 1/4√3 m/s2 
F =25 × 1/4√3 : ½√3 
= 25 : 2 
= 12,5 N 
Jadi, Rafli mendorong balok es tersebut 
dengan gaya sebesar 
123,5 N.

Dinamika partikel

  • 2.
    “ Jika resultangaya pada suatu benda sama dengan nol, maka benda yang diam akan tetap diam dan benda yang bergerak akan tetap bergerak dengan kecepatan tetap”.
  • 3.
    Kesimpulan Newton tersebutdikenal sebagai hukum I Newton. Secara matematis dapat dituliskan sebagai berikut. ΣF=0
  • 4.
    “Percepatan yang dihasilkanoleh resultan gaya yang bekerja pada suatu benda berbanding lurus dengan resultan gaya, dan berbanding terbalik dengan massa benda”.
  • 5.
    Secara matematis dapatdituliskan sebagai berikut : a ~ f → ΣF = m×a Keterangan: a : percepatan benda (ms-2) ΣF : resultan gaya yang bekerja pada benda (N) m : massa benda (kg)
  • 6.
    Sebuah truk dapatmenghasilkan gaya sebesar 7.000 N. Jika truk tersebut dapat bergerak dengan percepatan 3,5 m/s, maka tentukan massa truk tersebut! Diketahui : a. ΣF = 7.000 N b. a = 3,5 m/s Ditanyakan: m = …? Jawab : a Σ /F → m= ΣF/ a = 7.000 3,5 = 2.000 kg = 2 ton Jadi, massa truk tersebut adalah 2 ton.
  • 7.
    “Jika benda Amengerjakan gaya pada benda B, maka benda B akan mengerjakan gaya pada benda A, yang besarnya sama tetapi arahnya berlawanan”.
  • 8.
    Secara matematis hukumIII Newton dapat di tulis sebagai berikut: F aksi = -F reaksi
  • 9.
    Secara matematis dapatditulis sebagai berikut. w = m × g Keterangan : w : gaya berat (N) m : massa benda (kg) g : percepatan gravitasi (ms-2)
  • 10.
    Gaya normal (N)adalah gaya yang bekerja pada bidang yang bersentuhan antara dua permukaan benda, yang arahnya selalu tegak lurus dengan bidang sentuh.
  • 11.
    Gaya gesek adalahgaya yang bekerja antara dua permukaan benda yang saling bersentuhan. Arah gaya gesek berlawanan arah dengan kecenderungan arah gerak benda.
  • 12.
    Secara matematis dapatditulis sebagai berikut
  • 13.
    Fs (Gaya Sentripetal)adalah gaya yang bekerja pada sebuah benda yang bergerak melingkar dimana arah F selalu menuju ke pusat lingkaran. atau dapat juga dikatakan Fs (Gaya Sentripetal) adalah gaya yang membuat benda untuk bergerak melingkar.
  • 14.
    hubungan antara percepatansentripetal, massa benda, dan gaya sentripetal dapat dituliskan sebagai berikut. percepatan sentripetal Fs = m . as Fs= m . (v2/R) as = v2/R keterangan : Fs = kecepatan sentripetal m = massa as = percepatan sentripetal R = jari-jari lingkaran v = kecepatan
  • 15.
    F Fx =F × cos
  • 16.
    Sebuah balok esyang memiliki massa 25 kg didorong Rafli, dengan sudut 30°. Jika balok es bergerak dengan percepatan konstan 1/4√3 m/s2, maka tentukan besar gaya dorongan Rafli! Diketahui : a. m = 25 kg b. a = 1/4√3 m/s2 c. = 30° Ditanyakan : F = ….?
  • 17.
    a = 1/4√3m/s2 = 30° m = 25 kg Fx = F × cos 30º 30º y x F
  • 18.
    Jawab : Fcos = m a F cos 30° = 25 × 1/4√3 m/s2 F =25 × 1/4√3 : ½√3 = 25 : 2 = 12,5 N Jadi, Rafli mendorong balok es tersebut dengan gaya sebesar 123,5 N.