Page 1
Research & Online
Brand Monitoring
Digital Marketing, Digicom, 2021
Page 2
Potret Konsumen Masa Kini.......e
ü Mau nya serba cepat dan instan
ü Mau nya serba murah
ü Ingin dibuatkan khusus untuknya (customized)
ü Kalau ingin tahu harus ada informasi saat itu juga
ü Mau nya ikut bicara, ikut menentukan – tidak hanya
menjadi obyek, tetapi juga subyek.
Page 3
Perusahaan Masa Kini Seharusnya.......e
ü Mengenal dengan baik karakter dan keinginan
konsumennya – Consumer insights
üMemberikan tempat (media) untuk konsumen ikut bicara
ü Database lengkap (bagian dari Customer Relationship
Management)
üProactive dan Responsive
Page 4
Consumer insights & Ethnographye
ü Definisi insights; “A clear, deep and sometimes sudden
understanding of a complicated problem or situation, or
the ability to have such an understanding”.
üDefinisi konsep consumer insights; “Proses mencari
tahu secara lebih mendalam dan holistik, tentang latar
belakang perbuatan, pemikiran dan perilaku seorang
konsumen yang berhubungan dengan produk dan
komunikasi iklannya”
Page 5
Consumer insights & Ethnographye
q Ibu rumah tangga diwawancarai dan diamati
perilakunya saat berada di rumah – sedang memasak,
membersihkan rumah atau mencuci baju.
q Seorang eksekutif diamati perilakunya ketika berada di
kantor tempat ia bekerja untuk merekam pola
penggunaan telepon selulernya.
q Remaja diamati dan diwawancarai di lingkungan
teman-temannya, apakah itu di cafe, lapangan basket
atau mal.
Page 6
Mengapa harus Ethnography?e
q Perusahaan mencari pendekatan terus bagaimana
dapat menjangkau konsumen untuk mengenalinya lebih
dalam.
q Ethnography – metode kontemporer dalam riset
pemasaran, membantu mengungkap fenomena yang sulit
terungkap dengan metode riset biasa.
Page 7
Konsumen dan Perilaku kompleksnyae
Remaja masa kini:
Ø Apa definisi ‘Cool’ atau ‘keren’ di mata mereka?
ØApa yang dimaksud oleh mereka dengan ‘gw banget’?
Gadget freak:
Ø Siapa mereka? Apa karakteristiknya?
Ø Produk seperti apa yang ‘oke’ di mata mereka?
Page 8
Ethnography in Marketinge
ü Adalah studi tentang konsumen dalam kesehariannya
di dalam habitat atau lingkungannya yang asli: di rumah,
di tempat pekerjaan, di lapangan olah raga, dll.
üStudi ini bertujuan untuk menangkap “the telling
moments” – apa yang konsumen lakukan dengan produk.
Page 9
Riset Pra-Kampanye Online
Technography Audience Social Media
Page 10
Technography Audience Social Mediae
üRiset khalayak yang dilakukan sebelum dilakukannya kampanye
komunikasi online. Selama ini hanya memetakan secara demografis
dan psikografis.
üRiset Technography memetakan khalayak berdasarkan perilakunya
di dunia maya (internet).
üOutput risetnya, misal: apakah khalayak termasuk orang-orang yang
setiap hari mengunggah konten, menulis blog, meng-update status
atau mengunggah video.
Page 11
Technography Audience Social Mediae
Technography memetakan para fans, follower, dan audience di dunia
maya, dalam hal:
üapakah mereka termasuk aktif melakukan conversation,
üatau bisa juga tidak aktif di social media, tapi lebih senang menjadi
reviewer atau mengelola blog sendiri,
üada juga yang senang sebagai joiner, tetapi tidak aktif di platform
manapun.
Page 12
Technography Audience Social Mediae
Setelah dipetakan, Perusahaan (merek) bisa memiliki pemahaman
yang jelas dalam melihat target audience-nya dan lalu memilih cara
pendekatan komunikasi yang lebih baik.
Jika target audience tergolong creator atau penulis blog dan
pengunggah video, aktivasi kampanye komunikasi online bisa berupa
lomba video di YouTube sebagai contoh.
Page 13
Technography Audience Social Mediae
Riset Technography juga meriset percakapan di social media sebelum
kampanye online dilakukan.
Hal tersebut akan menjadi bahan perbandingan dalam mengukur
efektivitas aktivasi kampanye, dengan cara membandingkan
percakapan sebelum dan sesudah kampanye.
Page 14
Technography Audience Social Mediae
Salah satu communication Agency di Indonesia yang mempunyai
Divisi Riset dengan Technography adalah Maverick, yaitu Divisi
Racounter.
Page 15
Content Strategy on Social Mediae
Konten yang menarik sangat penting jika merek ingin mendapatkan
pengikut (fans atau follower).
Hasil riset menunjukkan bahwa audience akan menjadi pengikut
merek karena dua alasan; (1) audience tersebut adalah pengguna
merek, dan (2) karena content-nya menarik.
Page 16
Page 17
Page 18
Page 19
Page 20
Page 21
Page 22
Page 23
Page 24
Social Media Monitoring
“Social Media membuat khalayak (konsumen) bisa
berbicara apa saja tentang Merek Anda. Jika tidak
diawasi, pembicaraan tadi dapat dengan mudah
menghancurkan brand image”
Page 25
Concept of Social Media Monitoringe
Ø Merupakan proses menganalisa, memahami, dan merespon
percakapan tentang merek (perusahaan), produk, reputasi, atau opini
user di social media.
Ø Caranya dengan menjelajahi web untuk mencari aktivitas dan
pembicaraan yang sedang terjadi, menganalisa tren dari temuan tadi,
mengevaluasi opini positif dan negatif, dan menentukan bagaimana cara
yang tepat untuk mempengaruhi dan membentuk opini di social media.
ØTak terbatas pada mengawasi, social media monitoring bisa menjadi
sumber key learning bagaimana menciptakan kampanye yang sukses.
Page 26
Social Media Monitoring Stepse
Ø Identifikasi kebutuhan
Ø Setting-up pencarian
Ø Menspesifikasi hasil pencarian
Ø Identifikasi hasil pencarian
Ø Reporting dan Responding
Page 27
Social Media Monitoring Stepse
Ø Identifikasi kebutuhan
Mengidentifikasi tujuan memonitor percakapan di social media. Tentukan
goal terlebih dahulu. Apakah hanya ingin menjaga brand dari komentar
negatif, ataukah sampai ke langkah yang lebih rumit, misalnya:
- Menentukan lokasi geografis users yang merespon, memahami
demografinya secara lebih detil, atau sampai ke users yang memiliki
pengaruh besar dan mampu membentuk opini user lainnya.
- Memantau percakapan yang berhubungan dengan competitor brand
dan topik-topik di industri di mana tempat Anda bekerja.
Page 28
Social Media Monitoring Stepse
Ø Setting-up pencarian
Tahapan menentukan kata kunci pencarian adalah proses yang cukup
tricky. Nama merek dan perusahaan Anda bisa jadi khas dan jarang
sekali ada yang menyamai. Tapi hal tersebut belum cukup spesifik.
Maka, menambahkan kata “dan” biasanya akan cukup membantu
dalam memfokuskan pencarian.
Misal, brand Anda adalah “UMB”, maka masukkan pula spesifikasi
produk/jasa, yakni: “UMB” dan “Universitas”.
Page 29
Social Media Monitoring Stepse
Ø Menspesifikasi hasil pencarian
Tujuan dari proses ini adalah mendapatkan hasil percakapan
(conversation) yang cocok dengan kebutuhan dan membuang hasil
pencarian yang tidak sesuai keinginan.
Page 30
Social Media Monitoring Stepse
Ø Identifikasi hasil pencarian
Di hasil pencarian yang telah tersaring, khususnya pada tools monitoring
dengan fasilitas yang lengkap, Anda bisa melakukan identifikasi lebih
detil.
Misal, Anda mencari daftar orang-orang di social media yang
mempunyai pengaruh di wilayah tertentu, karena di area tersebut merek
Anda sangat populer.
Mengidentifikasi percakapan yang timbul, biasanya mampu memberikan
perspektif baru dan menginspirasi Anda dalam strategi selanjutnya.
Page 31
Social Media Monitoring Stepse
Ø Reporting dan Responding
Monitoring software yang Anda gunakan, sebaiknya mampu
memberikan report yang detil dan dapat dengan mudah dipahami.
Tools yang memungkinkan Anda memperoleh Report Realtime
merupakan laporan yang sangat bermanfaat untuk brand building dan
manajemen krisis.
Melalui report yang berkala, Anda juga lebih dimudahkan dalam
membuat strategi yang tepat untuk menciptakan engagement dengan
khalayak yang sering berbicara tentang Merek Anda.
Page 32
Beberapa
Social Media Analytics Tools
Page 33
Social Media Analytics Toolse
Google Analytics (http://www.google.com/analytics/)
Tools gratis ini dapat melacak link yang masuk dan apa saja yang
dikirimkan penggunanya.
Page 34
Social Media Analytics Toolse
Omniture
Tools ini menyediakan layanan seperti pelacakan apa saja yang
terjadi di Facebook dan Twitter, dengan mengimpor data Twitter ke
SiteCatalyst, pelanggan dapat mengidentifikasi siapa saja yang
mendukung dan mengkritik merek mereka.
Page 35
Social Media Analytics Toolse
TweetMeme Analytics
Tools ini berguna untuk mengetahui berapa banyak orang yang me-
retweet pesan Anda. Tools ini mirip Google analytics, namun lebih
fokus.
Page 36
Social Media Analytics Toolse
Bit.ly
Tools ini dapat melacak informasi seperti jumlah klik, sumber lalu
lintas link, dan bahkan kapan suatu klik dilakukan.
Page 37
Social Media Analytics Toolse
PostRank
Tools ini sebelumnya dikenal sebagai AideRSS, PostRank
memberikan informasi rinci social engagement pada platform dan
layanan lain. Dengan alat ini Anda dapat melihat pesan dan komentar
dari situs lain tentang Anda.
Page 38
Social Media Analytics Toolse
SocialToo
Tools ini adalah alat yang komprehensif untuk melakukan survei
sosial dan pelacakan statistic sosial. Perangkat ini juga mengirimkan
email harian tentang follow dan unfollows di akun Twitter.
Page 39
Terima kasih.........

Digital marketing, sesi 9

  • 1.
    Page 1 Research &Online Brand Monitoring Digital Marketing, Digicom, 2021
  • 2.
    Page 2 Potret KonsumenMasa Kini.......e ü Mau nya serba cepat dan instan ü Mau nya serba murah ü Ingin dibuatkan khusus untuknya (customized) ü Kalau ingin tahu harus ada informasi saat itu juga ü Mau nya ikut bicara, ikut menentukan – tidak hanya menjadi obyek, tetapi juga subyek.
  • 3.
    Page 3 Perusahaan MasaKini Seharusnya.......e ü Mengenal dengan baik karakter dan keinginan konsumennya – Consumer insights üMemberikan tempat (media) untuk konsumen ikut bicara ü Database lengkap (bagian dari Customer Relationship Management) üProactive dan Responsive
  • 4.
    Page 4 Consumer insights& Ethnographye ü Definisi insights; “A clear, deep and sometimes sudden understanding of a complicated problem or situation, or the ability to have such an understanding”. üDefinisi konsep consumer insights; “Proses mencari tahu secara lebih mendalam dan holistik, tentang latar belakang perbuatan, pemikiran dan perilaku seorang konsumen yang berhubungan dengan produk dan komunikasi iklannya”
  • 5.
    Page 5 Consumer insights& Ethnographye q Ibu rumah tangga diwawancarai dan diamati perilakunya saat berada di rumah – sedang memasak, membersihkan rumah atau mencuci baju. q Seorang eksekutif diamati perilakunya ketika berada di kantor tempat ia bekerja untuk merekam pola penggunaan telepon selulernya. q Remaja diamati dan diwawancarai di lingkungan teman-temannya, apakah itu di cafe, lapangan basket atau mal.
  • 6.
    Page 6 Mengapa harusEthnography?e q Perusahaan mencari pendekatan terus bagaimana dapat menjangkau konsumen untuk mengenalinya lebih dalam. q Ethnography – metode kontemporer dalam riset pemasaran, membantu mengungkap fenomena yang sulit terungkap dengan metode riset biasa.
  • 7.
    Page 7 Konsumen danPerilaku kompleksnyae Remaja masa kini: Ø Apa definisi ‘Cool’ atau ‘keren’ di mata mereka? ØApa yang dimaksud oleh mereka dengan ‘gw banget’? Gadget freak: Ø Siapa mereka? Apa karakteristiknya? Ø Produk seperti apa yang ‘oke’ di mata mereka?
  • 8.
    Page 8 Ethnography inMarketinge ü Adalah studi tentang konsumen dalam kesehariannya di dalam habitat atau lingkungannya yang asli: di rumah, di tempat pekerjaan, di lapangan olah raga, dll. üStudi ini bertujuan untuk menangkap “the telling moments” – apa yang konsumen lakukan dengan produk.
  • 9.
    Page 9 Riset Pra-KampanyeOnline Technography Audience Social Media
  • 10.
    Page 10 Technography AudienceSocial Mediae üRiset khalayak yang dilakukan sebelum dilakukannya kampanye komunikasi online. Selama ini hanya memetakan secara demografis dan psikografis. üRiset Technography memetakan khalayak berdasarkan perilakunya di dunia maya (internet). üOutput risetnya, misal: apakah khalayak termasuk orang-orang yang setiap hari mengunggah konten, menulis blog, meng-update status atau mengunggah video.
  • 11.
    Page 11 Technography AudienceSocial Mediae Technography memetakan para fans, follower, dan audience di dunia maya, dalam hal: üapakah mereka termasuk aktif melakukan conversation, üatau bisa juga tidak aktif di social media, tapi lebih senang menjadi reviewer atau mengelola blog sendiri, üada juga yang senang sebagai joiner, tetapi tidak aktif di platform manapun.
  • 12.
    Page 12 Technography AudienceSocial Mediae Setelah dipetakan, Perusahaan (merek) bisa memiliki pemahaman yang jelas dalam melihat target audience-nya dan lalu memilih cara pendekatan komunikasi yang lebih baik. Jika target audience tergolong creator atau penulis blog dan pengunggah video, aktivasi kampanye komunikasi online bisa berupa lomba video di YouTube sebagai contoh.
  • 13.
    Page 13 Technography AudienceSocial Mediae Riset Technography juga meriset percakapan di social media sebelum kampanye online dilakukan. Hal tersebut akan menjadi bahan perbandingan dalam mengukur efektivitas aktivasi kampanye, dengan cara membandingkan percakapan sebelum dan sesudah kampanye.
  • 14.
    Page 14 Technography AudienceSocial Mediae Salah satu communication Agency di Indonesia yang mempunyai Divisi Riset dengan Technography adalah Maverick, yaitu Divisi Racounter.
  • 15.
    Page 15 Content Strategyon Social Mediae Konten yang menarik sangat penting jika merek ingin mendapatkan pengikut (fans atau follower). Hasil riset menunjukkan bahwa audience akan menjadi pengikut merek karena dua alasan; (1) audience tersebut adalah pengguna merek, dan (2) karena content-nya menarik.
  • 16.
  • 17.
  • 18.
  • 19.
  • 20.
  • 21.
  • 22.
  • 23.
  • 24.
    Page 24 Social MediaMonitoring “Social Media membuat khalayak (konsumen) bisa berbicara apa saja tentang Merek Anda. Jika tidak diawasi, pembicaraan tadi dapat dengan mudah menghancurkan brand image”
  • 25.
    Page 25 Concept ofSocial Media Monitoringe Ø Merupakan proses menganalisa, memahami, dan merespon percakapan tentang merek (perusahaan), produk, reputasi, atau opini user di social media. Ø Caranya dengan menjelajahi web untuk mencari aktivitas dan pembicaraan yang sedang terjadi, menganalisa tren dari temuan tadi, mengevaluasi opini positif dan negatif, dan menentukan bagaimana cara yang tepat untuk mempengaruhi dan membentuk opini di social media. ØTak terbatas pada mengawasi, social media monitoring bisa menjadi sumber key learning bagaimana menciptakan kampanye yang sukses.
  • 26.
    Page 26 Social MediaMonitoring Stepse Ø Identifikasi kebutuhan Ø Setting-up pencarian Ø Menspesifikasi hasil pencarian Ø Identifikasi hasil pencarian Ø Reporting dan Responding
  • 27.
    Page 27 Social MediaMonitoring Stepse Ø Identifikasi kebutuhan Mengidentifikasi tujuan memonitor percakapan di social media. Tentukan goal terlebih dahulu. Apakah hanya ingin menjaga brand dari komentar negatif, ataukah sampai ke langkah yang lebih rumit, misalnya: - Menentukan lokasi geografis users yang merespon, memahami demografinya secara lebih detil, atau sampai ke users yang memiliki pengaruh besar dan mampu membentuk opini user lainnya. - Memantau percakapan yang berhubungan dengan competitor brand dan topik-topik di industri di mana tempat Anda bekerja.
  • 28.
    Page 28 Social MediaMonitoring Stepse Ø Setting-up pencarian Tahapan menentukan kata kunci pencarian adalah proses yang cukup tricky. Nama merek dan perusahaan Anda bisa jadi khas dan jarang sekali ada yang menyamai. Tapi hal tersebut belum cukup spesifik. Maka, menambahkan kata “dan” biasanya akan cukup membantu dalam memfokuskan pencarian. Misal, brand Anda adalah “UMB”, maka masukkan pula spesifikasi produk/jasa, yakni: “UMB” dan “Universitas”.
  • 29.
    Page 29 Social MediaMonitoring Stepse Ø Menspesifikasi hasil pencarian Tujuan dari proses ini adalah mendapatkan hasil percakapan (conversation) yang cocok dengan kebutuhan dan membuang hasil pencarian yang tidak sesuai keinginan.
  • 30.
    Page 30 Social MediaMonitoring Stepse Ø Identifikasi hasil pencarian Di hasil pencarian yang telah tersaring, khususnya pada tools monitoring dengan fasilitas yang lengkap, Anda bisa melakukan identifikasi lebih detil. Misal, Anda mencari daftar orang-orang di social media yang mempunyai pengaruh di wilayah tertentu, karena di area tersebut merek Anda sangat populer. Mengidentifikasi percakapan yang timbul, biasanya mampu memberikan perspektif baru dan menginspirasi Anda dalam strategi selanjutnya.
  • 31.
    Page 31 Social MediaMonitoring Stepse Ø Reporting dan Responding Monitoring software yang Anda gunakan, sebaiknya mampu memberikan report yang detil dan dapat dengan mudah dipahami. Tools yang memungkinkan Anda memperoleh Report Realtime merupakan laporan yang sangat bermanfaat untuk brand building dan manajemen krisis. Melalui report yang berkala, Anda juga lebih dimudahkan dalam membuat strategi yang tepat untuk menciptakan engagement dengan khalayak yang sering berbicara tentang Merek Anda.
  • 32.
  • 33.
    Page 33 Social MediaAnalytics Toolse Google Analytics (http://www.google.com/analytics/) Tools gratis ini dapat melacak link yang masuk dan apa saja yang dikirimkan penggunanya.
  • 34.
    Page 34 Social MediaAnalytics Toolse Omniture Tools ini menyediakan layanan seperti pelacakan apa saja yang terjadi di Facebook dan Twitter, dengan mengimpor data Twitter ke SiteCatalyst, pelanggan dapat mengidentifikasi siapa saja yang mendukung dan mengkritik merek mereka.
  • 35.
    Page 35 Social MediaAnalytics Toolse TweetMeme Analytics Tools ini berguna untuk mengetahui berapa banyak orang yang me- retweet pesan Anda. Tools ini mirip Google analytics, namun lebih fokus.
  • 36.
    Page 36 Social MediaAnalytics Toolse Bit.ly Tools ini dapat melacak informasi seperti jumlah klik, sumber lalu lintas link, dan bahkan kapan suatu klik dilakukan.
  • 37.
    Page 37 Social MediaAnalytics Toolse PostRank Tools ini sebelumnya dikenal sebagai AideRSS, PostRank memberikan informasi rinci social engagement pada platform dan layanan lain. Dengan alat ini Anda dapat melihat pesan dan komentar dari situs lain tentang Anda.
  • 38.
    Page 38 Social MediaAnalytics Toolse SocialToo Tools ini adalah alat yang komprehensif untuk melakukan survei sosial dan pelacakan statistic sosial. Perangkat ini juga mengirimkan email harian tentang follow dan unfollows di akun Twitter.
  • 39.