Sub-CPMK
• Mahasiswa mampumenerapkan konsep dasar Digital
Marketing Strategy Development. (C3, A3)
Materi
1. Digital marketing strategy
2. Digital branding and the marketing mix
3. Data-driven relationship marketing
1.1 Pengenalan Digital
MarketingStrategy
• Digital marketing strategy adalah rencana komprehensif
yang digunakan untuk mencapai tujuan pemasaran
bisnis dengan memanfaatkan saluran digital.
• Strategi ini melibatkan identifikasi audiens target,
pemilihan saluran pemasaran yang tepat, serta
pengukuran dan analisis hasil untuk memastikan bahwa
tujuan bisnis tercapai dengan cara yang paling efisien.
9.
1.2 Mengapa DigitalMarketing
Strategy Penting?
1. Meningkatkan Brand Awareness: Tanpa strategi yang
jelas, upaya pemasaran digital bisa berantakan dan
tidak mencapai audiens yang tepat.
2. Efisiensi Biaya: Dengan anggaran yang terbatas,
strategi pemasaran digital yang baik dapat membantu
mengalokasikan sumber daya secara efisien.
3. Pengukuran dan Pengoptimalan: Strategi digital
marketing memungkinkan pemasar untuk mengukur
dan mengoptimalkan kinerja kampanye secara real-
time.
10.
1.3 Langkah-Langkah Digital
MarketingStrategy
1. Menetapkan Tujuan Pemasaran yang Jelas
Tujuan adalah titik awal untuk setiap strategi
pemasaran. Tanpa tujuan yang jelas, Anda tidak akan
dapat mengukur keberhasilan kampanye.
2. Analisis Situasi
Setelah tujuan ditetapkan, langkah selanjutnya adalah
menganalisis keadaan saat ini, yang melibatkan
pemahaman pasar, audiens, pesaing, dan kondisi
internal perusahaan.
11.
1.3 Langkah-Langkah Digital
MarketingStrategy (Lanj.)
3. Pemilihan Saluran Digital yang Tepat
Pilih saluran pemasaran digital yang paling sesuai
dengan audiens target dan tujuan bisnis Anda.
4. Pengembangan Konten untuk Digital Marketing
Konten adalah bagian integral dari digital marketing
strategy. Konten yang menarik dan relevan dapat
membangun hubungan yang kuat dengan audiens.
12.
1.3 Langkah-Langkah Digital
MarketingStrategy (Lanj.)
5. Pengukuran dan Pengoptimalan
Pengukuran yang terus-menerus adalah kunci untuk
memastikan bahwa strategi digital marketing
berfungsi dan dapat disesuaikan untuk hasil yang lebih
baik.
2.1 Pengenalan DigitalBranding
• Digital branding adalah proses membangun dan
memelihara identitas merek melalui saluran digital.
• Tujuannya adalah untuk menciptakan pengalaman
merek yang konsisten dan positif di seluruh platform
digital dan membangun hubungan yang kuat dengan
audiens target.
15.
2.2 Mengapa DigitalBranding
Penting?
• Meningkatkan Keterkenalan Merek: Digital branding
membantu merek untuk dikenal lebih luas di pasar
global melalui saluran digital.
• Pengalaman yang Konsisten: Menggunakan berbagai
saluran digital untuk menyampaikan pesan merek yang
konsisten kepada audiens.
• Keterlibatan Pelanggan: Digital branding memberikan
peluang untuk berinteraksi langsung dengan audiens,
meningkatkan keterlibatan dan loyalitas.
16.
2.3 Langkah-langkah dalam
DigitalBranding
1. Menetapkan identitas merek digital;
2. Membangun presence online yang kuat;
3. Konten yang konsisten dan relevan;
4. Manajemen reputasi merek;
5. Mengukur kesuksesan digital branding.
17.
2.3.1 Menetapkan Identitas
MerekDigital
Identitas merek meliputi logo, warna, font, dan elemen
visual yang membuat merek mudah dikenali. Ini juga
mencakup suara dan gaya komunikasi merek.
Contoh
Nike dengan logo swoosh dan slogan "Just Do It", yang
konsisten di seluruh media sosial, website, dan kampanye
iklan mereka.
18.
2.3.2 Membangun Presence
Onlineyang Kuat
Merek harus aktif di berbagai platform digital yang
relevan untuk audiens mereka, seperti website, media
sosial, blog, dan aplikasi mobile.
Contoh
Coca-Cola yang hadir dengan identitas yang kuat di
seluruh saluran digital dengan konten yang menyentuh
emosi audiens mereka.
19.
2.3.3 Konten yangKonsisten
dan Relevan
Konten adalah inti dari digital branding. Merek perlu
menciptakan konten yang konsisten dengan nilai merek
dan menarik bagi audiens mereka.
Contoh
GoPro menggunakan video dan gambar yang
menunjukkan petualangan pengguna produk mereka,
menciptakan kesan merek yang berani dan inspiratif.
20.
2.3.4 Manajemen ReputasiMerek
Mengelola persepsi merek secara online melalui review
pelanggan, ulasan media sosial, dan interaksi dengan
audiens.
Tools
Menggunakan platform seperti Google Alerts untuk
memantau apa yang dikatakan orang tentang merek
Anda.
21.
2.3.5 Mengukur Kesuksesan
DigitalBranding
Menggunakan alat analitik untuk mengukur efektivitas
kampanye branding dan menentukan apakah pesan
merek diterima dengan baik oleh audiens.
Tools
Google Analytics, Social Media Insights, dan
Brandwatch.
22.
2.4 Digital Brandingdan
Marketing Mix
• Digital branding berhubungan erat dengan marketing
mix yang terdiri dari 4P: Product, Price, Place, dan
Promotion.
• Dengan memadukan elemen-elemen marketing mix ke
dalam branding digital, perusahaan dapat lebih efektif
dalam menjangkau audiens dan memengaruhi
keputusan pembelian.
23.
2.4.1 Product (Produk)dalam
Digital Branding
• Produk adalah elemen pertama dalam marketing mix
yang mencakup semua atribut terkait barang atau
layanan yang ditawarkan kepada konsumen.
• Dalam konteks digital branding, produk perlu lebih dari
sekedar kualitas dan harga; produk harus disesuaikan
dengan kebutuhan dan harapan audiens yang
terhubung secara digital.
24.
2.4.2 Price (Harga)dalam Digital
Branding
• Harga adalah salah satu faktor utama yang
memengaruhi keputusan pembelian.
• Dalam dunia digital, strategi penetapan harga harus
lebih fleksibel dan disesuaikan dengan perilaku
konsumen dan tren pasar.
25.
2.4.3 Place (Tempat)dalam
Digital Branding
• Place mengacu pada distribusi produk dan cara produk
tersebut dapat diakses oleh konsumen.
• Di dunia digital, tempat tidak hanya mencakup lokasi
fisik, tetapi juga platform digital tempat produk dapat
dibeli.
26.
2.4.4 Promotion (Promosi)
dalamDigital Branding
• Promosi adalah elemen yang digunakan untuk
mengkomunikasikan nilai produk kepada audiens dan
mendorong mereka untuk melakukan pembelian.
• Dalam digital marketing, promosi sering kali
menggunakan berbagai saluran digital untuk mencapai
audiens secara lebih langsung dan personal.
3.1 Pengenalan Data-driven
RelationshipMarketing
• Data-driven relationship marketing (pemasaran
berbasis data untuk hubungan pelanggan) adalah
pendekatan yang memanfaatkan data pelanggan untuk
mengembangkan strategi pemasaran yang lebih
personal, relevan, dan efektif.
• Tujuan utamanya adalah membangun hubungan jangka
panjang dengan pelanggan melalui pengalaman yang
dipersonalisasi berdasarkan data yang dikumpulkan.
29.
3.2 Mengapa Data-driven
RelationshipMarketing Penting?
• Personalisasi: Memungkinkan pemasaran yang lebih
relevan dengan menyesuaikan penawaran dan
komunikasi berdasarkan perilaku pelanggan.
• Efisiensi Sumber Daya: Menggunakan data untuk
menentukan audiens yang tepat, saluran yang efektif,
dan konten yang relevan, yang mengarah pada
penghematan biaya dan peningkatan ROI.
30.
3.2 Mengapa Data-driven
RelationshipMarketing Penting?
(Lanj.)
• Peningkatan Loyalitas Pelanggan: Menjalin hubungan
yang lebih dekat dengan pelanggan dan meningkatkan
retensi mereka dengan menawarkan pengalaman yang
sesuai dengan kebutuhan mereka.
3.3.1 Pengumpulan danAnalisis
Data Pelanggan
• Sebelum dapat membangun hubungan berbasis data,
perusahaan harus mengumpulkan data yang relevan
dan menganalisisnya untuk mengidentifikasi pola
perilaku pelanggan.
33.
3.3.1 Pengumpulan danAnalisis
Data Pelanggan (Lanj.)
Data Demografis: Informasi seperti usia, jenis kelamin,
lokasi, status pekerjaan, dan pendapatan.
Contoh
Menargetkan audiens berdasarkan usia dan lokasi
geografis (misalnya, promosi produk bayi di daerah yang
memiliki populasi keluarga muda).
34.
3.3.1 Pengumpulan danAnalisis
Data Pelanggan (Lanj.)
Data Perilaku: Informasi tentang bagaimana pelanggan
berinteraksi dengan produk atau layanan, seperti riwayat
pembelian, frekuensi pembelian, atau interaksi dengan
iklan.
Contoh
Menggunakan data perilaku untuk menyesuaikan
rekomendasi produk atau menawarkan diskon
berdasarkan riwayat pembelian.
35.
3.3.1 Pengumpulan danAnalisis
Data Pelanggan (Lanj.)
Data Transaksi: Catatan transaksi pembelian yang
mencakup produk yang dibeli, jumlah pembelian, harga,
dan waktu pembelian.
Contoh
Memanfaatkan data transaksi untuk mempersonalisasi
penawaran atau memberikan poin loyalitas.
36.
3.3.1 Pengumpulan danAnalisis
Data Pelanggan (Lanj.)
Data Interaksi: Mengumpulkan data tentang bagaimana
pelanggan berinteraksi dengan saluran pemasaran, seperti
email, media sosial, dan situs web.
Contoh
Menganalisis siapa yang membuka email atau mengklik
iklan di media sosial untuk menyesuaikan kampanye
mendatang.
37.
3.3.1 Pengumpulan danAnalisis
Data Pelanggan (Lanj.)
Sumber Data Pelanggan:
1. CRM (Customer Relationship Management): Sistem untuk
melacak interaksi dan mengelola informasi pelanggan.
2. Website Analytics: Data yang dikumpulkan dari pengunjung
website, termasuk perilaku mereka di halaman.
3. Social Media Analytics: Menganalisis data dari platform
media sosial untuk melihat bagaimana audiens berinteraksi
dengan merek.
4. Survei dan Umpan Balik Pelanggan: Mengumpulkan data
langsung dari pelanggan untuk memahami kebutuhan dan
persepsi mereka.
38.
3.3.2 Segmentasi Pasardan
Pelanggan
Segmentation atau segmentasi pasar adalah proses
membagi audiens ke dalam kelompok-kelompok yang
lebih kecil berdasarkan kesamaan karakteristik atau
perilaku mereka.
39.
3.3.2 Segmentasi Pasardan
Pelanggan (Lanj.)
1. Segmentasi Demografis
• Mengelompokkan pelanggan berdasarkan informasi
seperti usia, jenis kelamin, pendapatan, status
pernikahan, dll.
Contoh
Menargetkan kampanye iklan untuk produk teknologi
kepada pria berusia 25-40 tahun di kota besar.
40.
3.3.2 Segmentasi Pasardan
Pelanggan (Lanj.)
2. Segmentasi Psikografis
• Mengelompokkan pelanggan berdasarkan nilai, minat,
gaya hidup, atau sikap mereka.
Contoh
Menawarkan produk ramah lingkungan kepada pelanggan
yang sadar lingkungan dan memilih merek yang
berkelanjutan.
41.
3.3.2 Segmentasi Pasardan
Pelanggan (Lanj.)
3. Segmentasi Perilaku
• Berdasarkan perilaku pelanggan, seperti kebiasaan
pembelian, loyalitas, atau tingkat interaksi dengan
merek.
Contoh
Menyediakan diskon kepada pelanggan yang telah
membeli beberapa kali atau menawarkan promosi khusus
untuk pelanggan yang baru pertama kali berkunjung.
42.
3.3.2 Segmentasi Pasardan
Pelanggan (Lanj.)
4. Segmentasi Berdasarkan Geografis
• Mengelompokkan pelanggan berdasarkan lokasi
geografis mereka.
Contoh
Menargetkan kampanye yang berfokus pada cuaca atau
acara lokal, seperti pakaian musim dingin di daerah yang
lebih dingin.
43.
3.3.2 Segmentasi Pasardan
Pelanggan (Lanj.)
Menggunakan Data untuk Pengelompokan Pelanggan
• Clustering: Menggunakan teknik pembelajaran mesin
seperti k-means clustering atau DBSCAN untuk
mengelompokkan pelanggan berdasarkan pola perilaku
atau karakteristik yang serupa.
• RFM Analysis: Metode segmentasi berdasarkan tiga
kriteria utama: Recency (terakhir kali membeli),
Frequency (seberapa sering membeli), dan Monetary
(nilai transaksi).
44.
Ringkasan
• Digital MarketingStrategy: Sebuah strategi yang jelas
dan terukur adalah kunci untuk keberhasilan digital
marketing.
• Digital Branding: Membangun merek yang kuat dan
mengelola citra merek secara digital sangat penting
dalam memenangkan hati konsumen.
• Data-driven Relationship Marketing: Dengan
menggunakan data untuk memahami dan
mempersonalisasi pengalaman pelanggan, perusahaan
dapat membangun hubungan yang lebih erat dan
meningkatkan loyalitas pelanggan.