DSD05 – Analisis Digital
Marketing
PERINGATAN HAK CIPTA
Segala materi ini merupakan milik Universitas Bunda Mulia yang
dilindungi oleh hak cipta.
Materi ini hanya untuk dipergunakan oleh mahasiswa Universitas Bunda
Mulia dalam rangkaian proses perkuliahan.
Dilarang keras untuk mendistribusikannya dalam bentuk apapun.
Pelanggaran terhadap hak cipta ini dapat dikenakan sanksi hukum sesuai
dengan perundang-undangan yang berlaku.
© Universitas Bunda Mulia
PERINGATAN HAK CIPTA
Segala materi ini merupakan milik Universitas Bunda Mulia yang
dilindungi oleh hak cipta.
Dilarang keras untuk mengunduh dan atau merekam dan atau
mendistribusikannya dalam bentuk apapun.
Materi ini hanya untuk dipergunakan oleh mahasiswa Universitas
Bunda Mulia dalam rangkaian proses perkuliahan.
Pelanggaran terhadap hak cipta ini dapat dikenakan sanksi hukum
sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku
© 2024 Universitas Bunda Mulia
Digital Marketing Strategy
Development
Pertemuan ke 3,4
Diadopsi dari sumber :
Sub-CPMK
• Mahasiswa mampu menerapkan konsep dasar Digital
Marketing Strategy Development. (C3, A3)
Materi
1. Digital marketing strategy
2. Digital branding and the marketing mix
3. Data-driven relationship marketing
1. Digital Marketing Strategy
1.1 Pengenalan Digital
Marketing Strategy
• Digital marketing strategy adalah rencana komprehensif
yang digunakan untuk mencapai tujuan pemasaran
bisnis dengan memanfaatkan saluran digital.
• Strategi ini melibatkan identifikasi audiens target,
pemilihan saluran pemasaran yang tepat, serta
pengukuran dan analisis hasil untuk memastikan bahwa
tujuan bisnis tercapai dengan cara yang paling efisien.
1.2 Mengapa Digital Marketing
Strategy Penting?
1. Meningkatkan Brand Awareness: Tanpa strategi yang
jelas, upaya pemasaran digital bisa berantakan dan
tidak mencapai audiens yang tepat.
2. Efisiensi Biaya: Dengan anggaran yang terbatas,
strategi pemasaran digital yang baik dapat membantu
mengalokasikan sumber daya secara efisien.
3. Pengukuran dan Pengoptimalan: Strategi digital
marketing memungkinkan pemasar untuk mengukur
dan mengoptimalkan kinerja kampanye secara real-
time.
1.3 Langkah-Langkah Digital
Marketing Strategy
1. Menetapkan Tujuan Pemasaran yang Jelas
Tujuan adalah titik awal untuk setiap strategi
pemasaran. Tanpa tujuan yang jelas, Anda tidak akan
dapat mengukur keberhasilan kampanye.
2. Analisis Situasi
Setelah tujuan ditetapkan, langkah selanjutnya adalah
menganalisis keadaan saat ini, yang melibatkan
pemahaman pasar, audiens, pesaing, dan kondisi
internal perusahaan.
1.3 Langkah-Langkah Digital
Marketing Strategy (Lanj.)
3. Pemilihan Saluran Digital yang Tepat
Pilih saluran pemasaran digital yang paling sesuai
dengan audiens target dan tujuan bisnis Anda.
4. Pengembangan Konten untuk Digital Marketing
Konten adalah bagian integral dari digital marketing
strategy. Konten yang menarik dan relevan dapat
membangun hubungan yang kuat dengan audiens.
1.3 Langkah-Langkah Digital
Marketing Strategy (Lanj.)
5. Pengukuran dan Pengoptimalan
Pengukuran yang terus-menerus adalah kunci untuk
memastikan bahwa strategi digital marketing
berfungsi dan dapat disesuaikan untuk hasil yang lebih
baik.
2. Digital Branding and The
Marketing Mix
2.1 Pengenalan Digital Branding
• Digital branding adalah proses membangun dan
memelihara identitas merek melalui saluran digital.
• Tujuannya adalah untuk menciptakan pengalaman
merek yang konsisten dan positif di seluruh platform
digital dan membangun hubungan yang kuat dengan
audiens target.
2.2 Mengapa Digital Branding
Penting?
• Meningkatkan Keterkenalan Merek: Digital branding
membantu merek untuk dikenal lebih luas di pasar
global melalui saluran digital.
• Pengalaman yang Konsisten: Menggunakan berbagai
saluran digital untuk menyampaikan pesan merek yang
konsisten kepada audiens.
• Keterlibatan Pelanggan: Digital branding memberikan
peluang untuk berinteraksi langsung dengan audiens,
meningkatkan keterlibatan dan loyalitas.
2.3 Langkah-langkah dalam
Digital Branding
1. Menetapkan identitas merek digital;
2. Membangun presence online yang kuat;
3. Konten yang konsisten dan relevan;
4. Manajemen reputasi merek;
5. Mengukur kesuksesan digital branding.
2.3.1 Menetapkan Identitas
Merek Digital
Identitas merek meliputi logo, warna, font, dan elemen
visual yang membuat merek mudah dikenali. Ini juga
mencakup suara dan gaya komunikasi merek.
Contoh
Nike dengan logo swoosh dan slogan "Just Do It", yang
konsisten di seluruh media sosial, website, dan kampanye
iklan mereka.
2.3.2 Membangun Presence
Online yang Kuat
Merek harus aktif di berbagai platform digital yang
relevan untuk audiens mereka, seperti website, media
sosial, blog, dan aplikasi mobile.
Contoh
Coca-Cola yang hadir dengan identitas yang kuat di
seluruh saluran digital dengan konten yang menyentuh
emosi audiens mereka.
2.3.3 Konten yang Konsisten
dan Relevan
Konten adalah inti dari digital branding. Merek perlu
menciptakan konten yang konsisten dengan nilai merek
dan menarik bagi audiens mereka.
Contoh
GoPro menggunakan video dan gambar yang
menunjukkan petualangan pengguna produk mereka,
menciptakan kesan merek yang berani dan inspiratif.
2.3.4 Manajemen Reputasi Merek
Mengelola persepsi merek secara online melalui review
pelanggan, ulasan media sosial, dan interaksi dengan
audiens.
Tools
Menggunakan platform seperti Google Alerts untuk
memantau apa yang dikatakan orang tentang merek
Anda.
2.3.5 Mengukur Kesuksesan
Digital Branding
Menggunakan alat analitik untuk mengukur efektivitas
kampanye branding dan menentukan apakah pesan
merek diterima dengan baik oleh audiens.
Tools
Google Analytics, Social Media Insights, dan
Brandwatch.
2.4 Digital Branding dan
Marketing Mix
• Digital branding berhubungan erat dengan marketing
mix yang terdiri dari 4P: Product, Price, Place, dan
Promotion.
• Dengan memadukan elemen-elemen marketing mix ke
dalam branding digital, perusahaan dapat lebih efektif
dalam menjangkau audiens dan memengaruhi
keputusan pembelian.
2.4.1 Product (Produk) dalam
Digital Branding
• Produk adalah elemen pertama dalam marketing mix
yang mencakup semua atribut terkait barang atau
layanan yang ditawarkan kepada konsumen.
• Dalam konteks digital branding, produk perlu lebih dari
sekedar kualitas dan harga; produk harus disesuaikan
dengan kebutuhan dan harapan audiens yang
terhubung secara digital.
2.4.2 Price (Harga) dalam Digital
Branding
• Harga adalah salah satu faktor utama yang
memengaruhi keputusan pembelian.
• Dalam dunia digital, strategi penetapan harga harus
lebih fleksibel dan disesuaikan dengan perilaku
konsumen dan tren pasar.
2.4.3 Place (Tempat) dalam
Digital Branding
• Place mengacu pada distribusi produk dan cara produk
tersebut dapat diakses oleh konsumen.
• Di dunia digital, tempat tidak hanya mencakup lokasi
fisik, tetapi juga platform digital tempat produk dapat
dibeli.
2.4.4 Promotion (Promosi)
dalam Digital Branding
• Promosi adalah elemen yang digunakan untuk
mengkomunikasikan nilai produk kepada audiens dan
mendorong mereka untuk melakukan pembelian.
• Dalam digital marketing, promosi sering kali
menggunakan berbagai saluran digital untuk mencapai
audiens secara lebih langsung dan personal.
3. Data-driven Relationship
Marketing
3.1 Pengenalan Data-driven
Relationship Marketing
• Data-driven relationship marketing (pemasaran
berbasis data untuk hubungan pelanggan) adalah
pendekatan yang memanfaatkan data pelanggan untuk
mengembangkan strategi pemasaran yang lebih
personal, relevan, dan efektif.
• Tujuan utamanya adalah membangun hubungan jangka
panjang dengan pelanggan melalui pengalaman yang
dipersonalisasi berdasarkan data yang dikumpulkan.
3.2 Mengapa Data-driven
Relationship Marketing Penting?
• Personalisasi: Memungkinkan pemasaran yang lebih
relevan dengan menyesuaikan penawaran dan
komunikasi berdasarkan perilaku pelanggan.
• Efisiensi Sumber Daya: Menggunakan data untuk
menentukan audiens yang tepat, saluran yang efektif,
dan konten yang relevan, yang mengarah pada
penghematan biaya dan peningkatan ROI.
3.2 Mengapa Data-driven
Relationship Marketing Penting?
(Lanj.)
• Peningkatan Loyalitas Pelanggan: Menjalin hubungan
yang lebih dekat dengan pelanggan dan meningkatkan
retensi mereka dengan menawarkan pengalaman yang
sesuai dengan kebutuhan mereka.
3.3 Langkah-langkah Data-driven
Relationship Marketing
1. Pengumpulan dan Analisis Data Pelanggan;
2. Segmentasi Pasar dan Pengelompokan Pelanggan.
3.3.1 Pengumpulan dan Analisis
Data Pelanggan
• Sebelum dapat membangun hubungan berbasis data,
perusahaan harus mengumpulkan data yang relevan
dan menganalisisnya untuk mengidentifikasi pola
perilaku pelanggan.
3.3.1 Pengumpulan dan Analisis
Data Pelanggan (Lanj.)
Data Demografis: Informasi seperti usia, jenis kelamin,
lokasi, status pekerjaan, dan pendapatan.
Contoh
Menargetkan audiens berdasarkan usia dan lokasi
geografis (misalnya, promosi produk bayi di daerah yang
memiliki populasi keluarga muda).
3.3.1 Pengumpulan dan Analisis
Data Pelanggan (Lanj.)
Data Perilaku: Informasi tentang bagaimana pelanggan
berinteraksi dengan produk atau layanan, seperti riwayat
pembelian, frekuensi pembelian, atau interaksi dengan
iklan.
Contoh
Menggunakan data perilaku untuk menyesuaikan
rekomendasi produk atau menawarkan diskon
berdasarkan riwayat pembelian.
3.3.1 Pengumpulan dan Analisis
Data Pelanggan (Lanj.)
Data Transaksi: Catatan transaksi pembelian yang
mencakup produk yang dibeli, jumlah pembelian, harga,
dan waktu pembelian.
Contoh
Memanfaatkan data transaksi untuk mempersonalisasi
penawaran atau memberikan poin loyalitas.
3.3.1 Pengumpulan dan Analisis
Data Pelanggan (Lanj.)
Data Interaksi: Mengumpulkan data tentang bagaimana
pelanggan berinteraksi dengan saluran pemasaran, seperti
email, media sosial, dan situs web.
Contoh
Menganalisis siapa yang membuka email atau mengklik
iklan di media sosial untuk menyesuaikan kampanye
mendatang.
3.3.1 Pengumpulan dan Analisis
Data Pelanggan (Lanj.)
Sumber Data Pelanggan:
1. CRM (Customer Relationship Management): Sistem untuk
melacak interaksi dan mengelola informasi pelanggan.
2. Website Analytics: Data yang dikumpulkan dari pengunjung
website, termasuk perilaku mereka di halaman.
3. Social Media Analytics: Menganalisis data dari platform
media sosial untuk melihat bagaimana audiens berinteraksi
dengan merek.
4. Survei dan Umpan Balik Pelanggan: Mengumpulkan data
langsung dari pelanggan untuk memahami kebutuhan dan
persepsi mereka.
3.3.2 Segmentasi Pasar dan
Pelanggan
Segmentation atau segmentasi pasar adalah proses
membagi audiens ke dalam kelompok-kelompok yang
lebih kecil berdasarkan kesamaan karakteristik atau
perilaku mereka.
3.3.2 Segmentasi Pasar dan
Pelanggan (Lanj.)
1. Segmentasi Demografis
• Mengelompokkan pelanggan berdasarkan informasi
seperti usia, jenis kelamin, pendapatan, status
pernikahan, dll.
Contoh
Menargetkan kampanye iklan untuk produk teknologi
kepada pria berusia 25-40 tahun di kota besar.
3.3.2 Segmentasi Pasar dan
Pelanggan (Lanj.)
2. Segmentasi Psikografis
• Mengelompokkan pelanggan berdasarkan nilai, minat,
gaya hidup, atau sikap mereka.
Contoh
Menawarkan produk ramah lingkungan kepada pelanggan
yang sadar lingkungan dan memilih merek yang
berkelanjutan.
3.3.2 Segmentasi Pasar dan
Pelanggan (Lanj.)
3. Segmentasi Perilaku
• Berdasarkan perilaku pelanggan, seperti kebiasaan
pembelian, loyalitas, atau tingkat interaksi dengan
merek.
Contoh
Menyediakan diskon kepada pelanggan yang telah
membeli beberapa kali atau menawarkan promosi khusus
untuk pelanggan yang baru pertama kali berkunjung.
3.3.2 Segmentasi Pasar dan
Pelanggan (Lanj.)
4. Segmentasi Berdasarkan Geografis
• Mengelompokkan pelanggan berdasarkan lokasi
geografis mereka.
Contoh
Menargetkan kampanye yang berfokus pada cuaca atau
acara lokal, seperti pakaian musim dingin di daerah yang
lebih dingin.
3.3.2 Segmentasi Pasar dan
Pelanggan (Lanj.)
Menggunakan Data untuk Pengelompokan Pelanggan
• Clustering: Menggunakan teknik pembelajaran mesin
seperti k-means clustering atau DBSCAN untuk
mengelompokkan pelanggan berdasarkan pola perilaku
atau karakteristik yang serupa.
• RFM Analysis: Metode segmentasi berdasarkan tiga
kriteria utama: Recency (terakhir kali membeli),
Frequency (seberapa sering membeli), dan Monetary
(nilai transaksi).
Ringkasan
• Digital Marketing Strategy: Sebuah strategi yang jelas
dan terukur adalah kunci untuk keberhasilan digital
marketing.
• Digital Branding: Membangun merek yang kuat dan
mengelola citra merek secara digital sangat penting
dalam memenangkan hati konsumen.
• Data-driven Relationship Marketing: Dengan
menggunakan data untuk memahami dan
mempersonalisasi pengalaman pelanggan, perusahaan
dapat membangun hubungan yang lebih erat dan
meningkatkan loyalitas pelanggan.
PERINGATAN HAK CIPTA
Segala materi ini merupakan milik Universitas Bunda Mulia yang
dilindungi oleh hak cipta.
Dilarang keras untuk mengunduh dan atau merekam dan atau
mendistribusikannya dalam bentuk apapun.
Materi ini hanya untuk dipergunakan oleh mahasiswa Universitas
Bunda Mulia dalam rangkaian proses perkuliahan.
Pelanggaran terhadap hak cipta ini dapat dikenakan sanksi hukum
sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku
© 2024 Universitas Bunda Mulia
PERINGATAN HAK CIPTA
Segala materi ini merupakan milik Universitas Bunda Mulia yang
dilindungi oleh hak cipta.
Materi ini hanya untuk dipergunakan oleh mahasiswa Universitas Bunda
Mulia dalam rangkaian proses perkuliahan.
Dilarang keras untuk mendistribusikannya dalam bentuk apapun.
Pelanggaran terhadap hak cipta ini dapat dikenakan sanksi hukum sesuai
dengan perundang-undangan yang berlaku.
© Universitas Bunda Mulia
Terima Kasih

PB2MAT_P3-4ok.pdf Digital Marketing Strategy Development

  • 1.
    DSD05 – AnalisisDigital Marketing
  • 2.
    PERINGATAN HAK CIPTA Segalamateri ini merupakan milik Universitas Bunda Mulia yang dilindungi oleh hak cipta. Materi ini hanya untuk dipergunakan oleh mahasiswa Universitas Bunda Mulia dalam rangkaian proses perkuliahan. Dilarang keras untuk mendistribusikannya dalam bentuk apapun. Pelanggaran terhadap hak cipta ini dapat dikenakan sanksi hukum sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. © Universitas Bunda Mulia
  • 3.
    PERINGATAN HAK CIPTA Segalamateri ini merupakan milik Universitas Bunda Mulia yang dilindungi oleh hak cipta. Dilarang keras untuk mengunduh dan atau merekam dan atau mendistribusikannya dalam bentuk apapun. Materi ini hanya untuk dipergunakan oleh mahasiswa Universitas Bunda Mulia dalam rangkaian proses perkuliahan. Pelanggaran terhadap hak cipta ini dapat dikenakan sanksi hukum sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku © 2024 Universitas Bunda Mulia
  • 4.
  • 5.
  • 6.
    Sub-CPMK • Mahasiswa mampumenerapkan konsep dasar Digital Marketing Strategy Development. (C3, A3) Materi 1. Digital marketing strategy 2. Digital branding and the marketing mix 3. Data-driven relationship marketing
  • 7.
  • 8.
    1.1 Pengenalan Digital MarketingStrategy • Digital marketing strategy adalah rencana komprehensif yang digunakan untuk mencapai tujuan pemasaran bisnis dengan memanfaatkan saluran digital. • Strategi ini melibatkan identifikasi audiens target, pemilihan saluran pemasaran yang tepat, serta pengukuran dan analisis hasil untuk memastikan bahwa tujuan bisnis tercapai dengan cara yang paling efisien.
  • 9.
    1.2 Mengapa DigitalMarketing Strategy Penting? 1. Meningkatkan Brand Awareness: Tanpa strategi yang jelas, upaya pemasaran digital bisa berantakan dan tidak mencapai audiens yang tepat. 2. Efisiensi Biaya: Dengan anggaran yang terbatas, strategi pemasaran digital yang baik dapat membantu mengalokasikan sumber daya secara efisien. 3. Pengukuran dan Pengoptimalan: Strategi digital marketing memungkinkan pemasar untuk mengukur dan mengoptimalkan kinerja kampanye secara real- time.
  • 10.
    1.3 Langkah-Langkah Digital MarketingStrategy 1. Menetapkan Tujuan Pemasaran yang Jelas Tujuan adalah titik awal untuk setiap strategi pemasaran. Tanpa tujuan yang jelas, Anda tidak akan dapat mengukur keberhasilan kampanye. 2. Analisis Situasi Setelah tujuan ditetapkan, langkah selanjutnya adalah menganalisis keadaan saat ini, yang melibatkan pemahaman pasar, audiens, pesaing, dan kondisi internal perusahaan.
  • 11.
    1.3 Langkah-Langkah Digital MarketingStrategy (Lanj.) 3. Pemilihan Saluran Digital yang Tepat Pilih saluran pemasaran digital yang paling sesuai dengan audiens target dan tujuan bisnis Anda. 4. Pengembangan Konten untuk Digital Marketing Konten adalah bagian integral dari digital marketing strategy. Konten yang menarik dan relevan dapat membangun hubungan yang kuat dengan audiens.
  • 12.
    1.3 Langkah-Langkah Digital MarketingStrategy (Lanj.) 5. Pengukuran dan Pengoptimalan Pengukuran yang terus-menerus adalah kunci untuk memastikan bahwa strategi digital marketing berfungsi dan dapat disesuaikan untuk hasil yang lebih baik.
  • 13.
    2. Digital Brandingand The Marketing Mix
  • 14.
    2.1 Pengenalan DigitalBranding • Digital branding adalah proses membangun dan memelihara identitas merek melalui saluran digital. • Tujuannya adalah untuk menciptakan pengalaman merek yang konsisten dan positif di seluruh platform digital dan membangun hubungan yang kuat dengan audiens target.
  • 15.
    2.2 Mengapa DigitalBranding Penting? • Meningkatkan Keterkenalan Merek: Digital branding membantu merek untuk dikenal lebih luas di pasar global melalui saluran digital. • Pengalaman yang Konsisten: Menggunakan berbagai saluran digital untuk menyampaikan pesan merek yang konsisten kepada audiens. • Keterlibatan Pelanggan: Digital branding memberikan peluang untuk berinteraksi langsung dengan audiens, meningkatkan keterlibatan dan loyalitas.
  • 16.
    2.3 Langkah-langkah dalam DigitalBranding 1. Menetapkan identitas merek digital; 2. Membangun presence online yang kuat; 3. Konten yang konsisten dan relevan; 4. Manajemen reputasi merek; 5. Mengukur kesuksesan digital branding.
  • 17.
    2.3.1 Menetapkan Identitas MerekDigital Identitas merek meliputi logo, warna, font, dan elemen visual yang membuat merek mudah dikenali. Ini juga mencakup suara dan gaya komunikasi merek. Contoh Nike dengan logo swoosh dan slogan "Just Do It", yang konsisten di seluruh media sosial, website, dan kampanye iklan mereka.
  • 18.
    2.3.2 Membangun Presence Onlineyang Kuat Merek harus aktif di berbagai platform digital yang relevan untuk audiens mereka, seperti website, media sosial, blog, dan aplikasi mobile. Contoh Coca-Cola yang hadir dengan identitas yang kuat di seluruh saluran digital dengan konten yang menyentuh emosi audiens mereka.
  • 19.
    2.3.3 Konten yangKonsisten dan Relevan Konten adalah inti dari digital branding. Merek perlu menciptakan konten yang konsisten dengan nilai merek dan menarik bagi audiens mereka. Contoh GoPro menggunakan video dan gambar yang menunjukkan petualangan pengguna produk mereka, menciptakan kesan merek yang berani dan inspiratif.
  • 20.
    2.3.4 Manajemen ReputasiMerek Mengelola persepsi merek secara online melalui review pelanggan, ulasan media sosial, dan interaksi dengan audiens. Tools Menggunakan platform seperti Google Alerts untuk memantau apa yang dikatakan orang tentang merek Anda.
  • 21.
    2.3.5 Mengukur Kesuksesan DigitalBranding Menggunakan alat analitik untuk mengukur efektivitas kampanye branding dan menentukan apakah pesan merek diterima dengan baik oleh audiens. Tools Google Analytics, Social Media Insights, dan Brandwatch.
  • 22.
    2.4 Digital Brandingdan Marketing Mix • Digital branding berhubungan erat dengan marketing mix yang terdiri dari 4P: Product, Price, Place, dan Promotion. • Dengan memadukan elemen-elemen marketing mix ke dalam branding digital, perusahaan dapat lebih efektif dalam menjangkau audiens dan memengaruhi keputusan pembelian.
  • 23.
    2.4.1 Product (Produk)dalam Digital Branding • Produk adalah elemen pertama dalam marketing mix yang mencakup semua atribut terkait barang atau layanan yang ditawarkan kepada konsumen. • Dalam konteks digital branding, produk perlu lebih dari sekedar kualitas dan harga; produk harus disesuaikan dengan kebutuhan dan harapan audiens yang terhubung secara digital.
  • 24.
    2.4.2 Price (Harga)dalam Digital Branding • Harga adalah salah satu faktor utama yang memengaruhi keputusan pembelian. • Dalam dunia digital, strategi penetapan harga harus lebih fleksibel dan disesuaikan dengan perilaku konsumen dan tren pasar.
  • 25.
    2.4.3 Place (Tempat)dalam Digital Branding • Place mengacu pada distribusi produk dan cara produk tersebut dapat diakses oleh konsumen. • Di dunia digital, tempat tidak hanya mencakup lokasi fisik, tetapi juga platform digital tempat produk dapat dibeli.
  • 26.
    2.4.4 Promotion (Promosi) dalamDigital Branding • Promosi adalah elemen yang digunakan untuk mengkomunikasikan nilai produk kepada audiens dan mendorong mereka untuk melakukan pembelian. • Dalam digital marketing, promosi sering kali menggunakan berbagai saluran digital untuk mencapai audiens secara lebih langsung dan personal.
  • 27.
  • 28.
    3.1 Pengenalan Data-driven RelationshipMarketing • Data-driven relationship marketing (pemasaran berbasis data untuk hubungan pelanggan) adalah pendekatan yang memanfaatkan data pelanggan untuk mengembangkan strategi pemasaran yang lebih personal, relevan, dan efektif. • Tujuan utamanya adalah membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan melalui pengalaman yang dipersonalisasi berdasarkan data yang dikumpulkan.
  • 29.
    3.2 Mengapa Data-driven RelationshipMarketing Penting? • Personalisasi: Memungkinkan pemasaran yang lebih relevan dengan menyesuaikan penawaran dan komunikasi berdasarkan perilaku pelanggan. • Efisiensi Sumber Daya: Menggunakan data untuk menentukan audiens yang tepat, saluran yang efektif, dan konten yang relevan, yang mengarah pada penghematan biaya dan peningkatan ROI.
  • 30.
    3.2 Mengapa Data-driven RelationshipMarketing Penting? (Lanj.) • Peningkatan Loyalitas Pelanggan: Menjalin hubungan yang lebih dekat dengan pelanggan dan meningkatkan retensi mereka dengan menawarkan pengalaman yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
  • 31.
    3.3 Langkah-langkah Data-driven RelationshipMarketing 1. Pengumpulan dan Analisis Data Pelanggan; 2. Segmentasi Pasar dan Pengelompokan Pelanggan.
  • 32.
    3.3.1 Pengumpulan danAnalisis Data Pelanggan • Sebelum dapat membangun hubungan berbasis data, perusahaan harus mengumpulkan data yang relevan dan menganalisisnya untuk mengidentifikasi pola perilaku pelanggan.
  • 33.
    3.3.1 Pengumpulan danAnalisis Data Pelanggan (Lanj.) Data Demografis: Informasi seperti usia, jenis kelamin, lokasi, status pekerjaan, dan pendapatan. Contoh Menargetkan audiens berdasarkan usia dan lokasi geografis (misalnya, promosi produk bayi di daerah yang memiliki populasi keluarga muda).
  • 34.
    3.3.1 Pengumpulan danAnalisis Data Pelanggan (Lanj.) Data Perilaku: Informasi tentang bagaimana pelanggan berinteraksi dengan produk atau layanan, seperti riwayat pembelian, frekuensi pembelian, atau interaksi dengan iklan. Contoh Menggunakan data perilaku untuk menyesuaikan rekomendasi produk atau menawarkan diskon berdasarkan riwayat pembelian.
  • 35.
    3.3.1 Pengumpulan danAnalisis Data Pelanggan (Lanj.) Data Transaksi: Catatan transaksi pembelian yang mencakup produk yang dibeli, jumlah pembelian, harga, dan waktu pembelian. Contoh Memanfaatkan data transaksi untuk mempersonalisasi penawaran atau memberikan poin loyalitas.
  • 36.
    3.3.1 Pengumpulan danAnalisis Data Pelanggan (Lanj.) Data Interaksi: Mengumpulkan data tentang bagaimana pelanggan berinteraksi dengan saluran pemasaran, seperti email, media sosial, dan situs web. Contoh Menganalisis siapa yang membuka email atau mengklik iklan di media sosial untuk menyesuaikan kampanye mendatang.
  • 37.
    3.3.1 Pengumpulan danAnalisis Data Pelanggan (Lanj.) Sumber Data Pelanggan: 1. CRM (Customer Relationship Management): Sistem untuk melacak interaksi dan mengelola informasi pelanggan. 2. Website Analytics: Data yang dikumpulkan dari pengunjung website, termasuk perilaku mereka di halaman. 3. Social Media Analytics: Menganalisis data dari platform media sosial untuk melihat bagaimana audiens berinteraksi dengan merek. 4. Survei dan Umpan Balik Pelanggan: Mengumpulkan data langsung dari pelanggan untuk memahami kebutuhan dan persepsi mereka.
  • 38.
    3.3.2 Segmentasi Pasardan Pelanggan Segmentation atau segmentasi pasar adalah proses membagi audiens ke dalam kelompok-kelompok yang lebih kecil berdasarkan kesamaan karakteristik atau perilaku mereka.
  • 39.
    3.3.2 Segmentasi Pasardan Pelanggan (Lanj.) 1. Segmentasi Demografis • Mengelompokkan pelanggan berdasarkan informasi seperti usia, jenis kelamin, pendapatan, status pernikahan, dll. Contoh Menargetkan kampanye iklan untuk produk teknologi kepada pria berusia 25-40 tahun di kota besar.
  • 40.
    3.3.2 Segmentasi Pasardan Pelanggan (Lanj.) 2. Segmentasi Psikografis • Mengelompokkan pelanggan berdasarkan nilai, minat, gaya hidup, atau sikap mereka. Contoh Menawarkan produk ramah lingkungan kepada pelanggan yang sadar lingkungan dan memilih merek yang berkelanjutan.
  • 41.
    3.3.2 Segmentasi Pasardan Pelanggan (Lanj.) 3. Segmentasi Perilaku • Berdasarkan perilaku pelanggan, seperti kebiasaan pembelian, loyalitas, atau tingkat interaksi dengan merek. Contoh Menyediakan diskon kepada pelanggan yang telah membeli beberapa kali atau menawarkan promosi khusus untuk pelanggan yang baru pertama kali berkunjung.
  • 42.
    3.3.2 Segmentasi Pasardan Pelanggan (Lanj.) 4. Segmentasi Berdasarkan Geografis • Mengelompokkan pelanggan berdasarkan lokasi geografis mereka. Contoh Menargetkan kampanye yang berfokus pada cuaca atau acara lokal, seperti pakaian musim dingin di daerah yang lebih dingin.
  • 43.
    3.3.2 Segmentasi Pasardan Pelanggan (Lanj.) Menggunakan Data untuk Pengelompokan Pelanggan • Clustering: Menggunakan teknik pembelajaran mesin seperti k-means clustering atau DBSCAN untuk mengelompokkan pelanggan berdasarkan pola perilaku atau karakteristik yang serupa. • RFM Analysis: Metode segmentasi berdasarkan tiga kriteria utama: Recency (terakhir kali membeli), Frequency (seberapa sering membeli), dan Monetary (nilai transaksi).
  • 44.
    Ringkasan • Digital MarketingStrategy: Sebuah strategi yang jelas dan terukur adalah kunci untuk keberhasilan digital marketing. • Digital Branding: Membangun merek yang kuat dan mengelola citra merek secara digital sangat penting dalam memenangkan hati konsumen. • Data-driven Relationship Marketing: Dengan menggunakan data untuk memahami dan mempersonalisasi pengalaman pelanggan, perusahaan dapat membangun hubungan yang lebih erat dan meningkatkan loyalitas pelanggan.
  • 45.
    PERINGATAN HAK CIPTA Segalamateri ini merupakan milik Universitas Bunda Mulia yang dilindungi oleh hak cipta. Dilarang keras untuk mengunduh dan atau merekam dan atau mendistribusikannya dalam bentuk apapun. Materi ini hanya untuk dipergunakan oleh mahasiswa Universitas Bunda Mulia dalam rangkaian proses perkuliahan. Pelanggaran terhadap hak cipta ini dapat dikenakan sanksi hukum sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku © 2024 Universitas Bunda Mulia
  • 46.
    PERINGATAN HAK CIPTA Segalamateri ini merupakan milik Universitas Bunda Mulia yang dilindungi oleh hak cipta. Materi ini hanya untuk dipergunakan oleh mahasiswa Universitas Bunda Mulia dalam rangkaian proses perkuliahan. Dilarang keras untuk mendistribusikannya dalam bentuk apapun. Pelanggaran terhadap hak cipta ini dapat dikenakan sanksi hukum sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. © Universitas Bunda Mulia
  • 47.