1
POTENSI DAS CITARUM
• Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum merupakan DAS
terbesar dan terpanjang di Provinsi Jawa Barat, secara
geografis berada 106°51‘36‖ – 107°°51‘ BT dan 7°19‘ –
6°24‘ LS,
• Daerah Aliran Sungai ini meliputi 5 DAS yaitu DAS
Citarum, DAS Cipunegara, DAS Cilamaya, DAS
Cilalanang dan DAS Ciasem yang melalui 9 Kabupaten
dan 3 Kota meliputi Kabupaten Bandung Barat,
Kabupaten Bandung, Kabupaten Subang, Kabupaten
Purwakarta,Kabupaten Karawang, sebagian Kabupaten
Sumedang, sebagian Kabupaten Cianjur,sebagian
Kabupaten Bekasi, sebagian Kabupaten Indramayu,
serta Kota Bandung, Kota Bekasi dan Kota Cimahi
BAGAIMANA DESA DI SEKITAR
DAS CITARUM HULU MEMBANGUN?
• PENDEKATAN PEMBANGUNAN
DESA.
• PENDEKATAN KEWENANGAN
PENDEKATAN PEMBANGUNAN DESA
• PENYUSUNAN RPJM DESA
• PENYUSUNAN RKP DESA
RPJM DESA
RENCANA KEGIATAN
PEMBANGUNAN DESA UNTUK
JANGKA WAKTU 6 TAHUN.
6
PERENCANAAN PEMBANGUNAN DESA
RPJM Desa, ditetapkan dalam jangka
waktu paling lama 3 bulan terhitung
sejak pelantikan Kepala Desa.
RPJM Desa MEMUAT VISI DAN MISI KEPALA DESA,
RENCANA PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DESA,
PELAKSANAAN PEMBANGUNAN, PEMBINAAN
KEMASYARAKATAN, PEMBERDAYAAN MASYARAKAT,
DAN ARAH KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DESA.
8
PROSES PEMILIHAN KEPALA DESA
 Calon Kades dapat melakukan kampanye
sesuai dengan kondisi sosial budaya
masyarakat Desa yang memuat visi dan misi
bila terpilih sebagai kepala desa.
 Visi merupakan keinginan yang ingin
diwujudkan dalam jangka waktu masa jabatan
kepala desa.
 Misi berisi program yang akan dilaksanakan
dalam rangka mewujudkan visi.
9
BIDANG PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DESA
– Penetapan dan penegasan batas Desa;
– Pendataan Desa;
– Penyusunan tata ruang Desa;
– Penyelenggaraan musyawarah Desa;
– Pengelolaan informasi Desa;
– Penyelenggaraan perencanaan Desa;
– Penyelenggaraan evaluasi tingkat perkembangan
pemerintahan Desa;
– Penyelenggaraan kerjasama antar Desa;
– Pembangunan sarana dan prasarana kantor Desa;
– Kegiatan lainnya sesuai kondisi Desa.
10
BIDANG PELAKSANAAN PEMBANGUNAN DESA
• Pembangunan, pemanfaatan dan pemeliharaan infrasruktur dan lingkungan
Desa :
• tambatan perahu;
• jalan pemukiman;
• jalan Desa antar permukiman ke wilayah pertanian;
• pembangkit listrik tenaga mikrohidro ;
• lingkungan permukiman masyarakat Desa; dan
• infrastruktur Desa lainnya sesuai kondisi Desa.
• Pembangunan, pemanfaatan dan pemeliharaan sarana dan prasarana
kesehatan :
• air bersih berskala Desa;
• sanitasi lingkungan;
• pelayanan kesehatan Desa seperti posyandu; dan
• sarana dan prasarana kesehatan lainnya sesuai kondisi Desa.
11
• Pembangunan, pemanfaatan dan pemeliharaan
sarana dan prasarana pendidikan dan
kebudayaan antara lain:
• taman bacaan masyarakat;
• pendidikan anak usia dini;
• balai pelatihan/kegiatan belajar masyarakat;
• pengembangan dan pembinaan sanggar seni;
dan
• sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan
lainnya sesuai kondisi Desa.
12
PENGEMBANGAN USAHA EKONOMI PRODUKTIF SERTA PEMBANGUNAN,
PEMANFAATAN DAN PEMELIHARAAN SARANA DAN PRASARANA EKONOMI
• pasar Desa;
• pembentukan dan pengembangan BUM Desa;
• penguatan permodalan BUM Desa;
• pembibitan tanaman pangan;
• penggilingan padi;
• lumbung Desa;
• pembukaan lahan pertanian;
• pengelolaan usaha hutan Desa;
• kolam ikan dan pembenihan ikan;
• kapal penangkap ikan;
• cold storage (gudang pendingin);
• tempat pelelangan ikan;
• tambak garam;
• kandang ternak;
• instalasi biogas;
• mesin pakan ternak;
• sarana dan prasarana ekonomi lainnya sesuai kondisi Desa.
13
• Pelestarian lingkungan hidup antara lain:
• penghijauan;
• pembuatan terasering;
• pemeliharaan hutan bakau;
• perlindungan mata air;
• pembersihan daerah aliran sungai;
• perlindungan terumbu karang; dan
• kegiatan lainnya sesuai kondisi Desa.
14
BIDANG PEMBINAAN KEMASYARAKATAN
• Pembinaan lembaga kemasyarakatan;
• Penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban;
• Pembinaan kerukunan umat beragama;
• Pengadaan sarana dan prasarana olah raga;
• Pembinaan lembaga adat;
• Pembinaan kesenian dan sosial budaya masyarakat;
• Kegiatan lain sesuai kondisi Desa.
15
BIDANG PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
• Pelatihan usaha ekonomi, pertanian, perikanan dan perdagangan;
• Pelatihan teknologi tepat guna;
• Pendidikan, pelatihan, dan penyuluhan bagi kepala Desa, perangkat
Desa, dan Badan Pemusyawaratan Desa;
• Peningkatan kapasitas masyarakat, antara lain:
• kader pemberdayaan masyarakat Desa;
• kelompok usaha ekonomi produktif;
• kelompok perempuan,
• kelompok tani,
• kelompok masyarakat miskin,
• kelompok nelayan,
• kelompok pengrajin,
• kelompok pemerhati dan perlindungan anak,
• kelompok pemuda;dan
• kelompok lain sesuai kondisi Desa.
16
KEGIATAN PENYUSUNAN RPJM DESA
– Pembentukan tim penyusun RPJM Desa
– Penyelarasan arah kebijakan perencanaan
pembangunan Kab/Kota
– Pengkajian keadaan Desa
– Penyusunan rencana pembangunan Desa
melalui musyawarah Desa
– Penyusunan rancangan RPJM Desa
– Penyusunan rencana pembangunan Desa
melalui Musrenbangdes
– Penetapan RPJM Desa. 17
TIM PENYUSUN RPJM DESA
• Kepala Desa membentuk tim penyusun RPJM Desa,
ditetapkan dengan Keputusan Kepala Desa.
• Tim terdiri dari:
– kepala Desa selaku pembina;
– sekretaris Desa selaku ketua;
– ketua lembaga pemberdayaan masyarakat
selaku sekretaris; dan
– anggota yang berasal dari perangkat Desa,
lembaga pemberdayaan masyarakat, kader
pemberdayaan masyarakat Desa, dan unsur
masyarakat lainnya.
• Jumlah tim, 7 - 11 org ( ada keterwakilan
perempuan)
PENYELARASAN ARAH KEBIJAKAN
PEMBANGUNAN Kab/Kota
• Tim penyusun RPJM Desa melakukan penyelarasan arah kebijakan
pembangunan Kab/Kota.
• Penyelarasan arah kebijakan dilakukan untuk mengintegrasikan
program dan kegiatan pembangunan Kab/Kota dengan
pembangunan Desa.
• Penyelarasan arah kebijakan dilakukan dengan mengikuti sosialisasi
dan/atau mendapatkan informasi tentang arah kebijakan
pembangunan Kab/Kota.
• Informasi arah kebijakan pembangunan kab/kota min meliputi:
1. RPJMDKab/Kota;
2. Rencana strategis satuan kerja perangkat daerah;
3. Rencana umum tata ruang wilayah Kab/Kota;
4. Rencana rinci tata ruang wilayah Kab/Kota; dan
5. Rencana pembangunan kawasan perdesaan.
19
PENGKAJIAN KEADAAN DESA
• Pengkajian keadaan Desa meliputi kegiatan:
• penyelarasan data Desa;
• penggalian gagasan masyarakat; dan
• penyusunan laporan hasil pengkajian keadaan
Desa.
• Laporan hasil pengkajian menjadi bahan masukan
dalam musyawarah Desa dalam rangka
penyusunan perencanaan pembangunan Desa.
PENYUSUNAN RENCANA PEMBANGUNAN DESA
MELALUI MUSYAWARAH DESA• BPD menyelenggarakan musyawarah Desa berdasarkan
laporan hasil pengkajian keadaan desa.
• Musyawarah Desa, dilaksanakan sejak diterimanya
laporan dari kepala Desa.
• Musyawarah Desa, membahas dan menyepakati :
– Laporan hasil pengkajian keadaan Desa;
– Rumusan arah kebijakan pembangunan Desa yang
dijabarkan dari visi dan misi kepala Desa;
– Rencana prioritas kegiatan penyelenggaraan
pemerintahan Desa, pembangunan Desa, pembinaan
kemasyarakatan Desa, dan pemberdayaan masyarakat
Desa.
Lanjutan . . . .• Pembahasan rencana prioritas kegiatan, dilakukan
dengan diskusi kelompok dan dibagi berdasarkan
bidang penyelenggaraan pemerintahan Desa,
pembangunan Desa, pembinaan kemasyarakatan
Desa, dan pemberdayaan masyarakat Desa.
• Diskusi kelompok secara terarah, membahas sebagai
berikut:
• Laporan hasil pengkajian keadaan Desa;
• Prioritas rencana kegiatan desa utk waktu 6 tahun;
• Sumber pembiayaan rencana kegiatan
pembangunan Desa; dan
• Rencana pelaksana kegiatan Desa yang akan
dilaksanakan oleh perangkat Desa, unsur
masyarakat Desa, kerjasama antar Desa, dan/atau
PENYUSUNAN RANCANGAN RPJM DESA
• Tim penyusun RPJM Desa menyusun rancangan RPJM Desa
berdasarkan berita acara.
• Rancangan RPJM Desa dituangkan dalam format rancangan RPJM
Desa.
• Tim penyusun RPJM Desa membuat berita acara tentang hasil
penyusunan rancangan RPJM Desa yang dilampiri dokumen
rancangan RPJM Desa.
• Berita acara, disampaikan oleh tim penyusun RPJM Desa kepada
kepala Desa.
• Kepala Desa memeriksa dokumen rancangan RPJM Desa yang telah
disusun oleh Tim Penyusun RPJM Desa.
• Tim penyusun RPJM Desa melakukan perbaikan berdasarkan arahan
kepala Desa dalam hal kepala Desa belum menyetujui rancangan
RPJM Desa.
• Dalam hal rancangan RPJM Desa telah disetujui oleh kepala Desa,
dilaksanakan Musrenbangdes.
PENYUSUNAN RENCANA PEMBANGUNAN DESA
MELALUI MUSRENBANGDES
• Kepala Desa menyelenggarakan Musrenbangdes
yang diadakan untuk membahas dan
menyepakati rancangan RPJM Desa.
• Musrenbangdes diikuti oleh Pemerintah Desa,
BPD, dan unsur masyarakat.
• Musrenbangdes, membahas dan menyepakati
rancangan RPJM Desa.
• Hasil kesepakatan Musrenbangdes, dituangkan
dalam berita acara.
PENETAPAN RPJM DESA
• Kepala Desa mengarahkan Tim penyusun RPJM Desa
melakukan perbaikan dokumen rancangan RPJM Desa
berdasarkan hasil kesepakatan Musrenbangdes.
• Rancangan RPJM Desa menjadi lampiran rancangan
peraturan Desa tentang RPJM Desa.
• Kepala Desa menyusun rancangan Peraturan Desa
tentang RPJM Desa.
• Rancangan peraturan Desa tentang RPJM Desa dibahas
dan disepakati bersama oleh kepala Desa dan BPD
untuk ditetapkan menjadi Peraturan Desa tentang
RPJM Desa.
PERUBAHAN RPJM DESA
• Kepala Desa dapat mengubah RPJM Desa dalam
hal:
• terjadi peristiwa khusus, seperti bencana alam,
krisis politik, krisis ekonomi, dan/atau
kerusuhan sosial yang berkepanjangan; atau
• terdapat perubahan mendasar atas kebijakan
Pemerintah, Pemda provinsi, dan/atau Pemda
Kab/Kota.
• Perubahan RPJM Desa, dibahas dan disepakati
dalam Musrenbangdes dan selanjutnya
ditetapkan dengan peraturan Desa.
27
RANCANGAN RPJM DESA
TAHUN : ………………..
DESA : ………………………………………………………………………………………………………………….…………………………………………………..
KECAMATAN : ………………………………………………………………………………………………………………….…………………………………………………..
KABUPATEN : ………………………………………………………………………………………………………………….…………………………………………………..
PROVINSI : ………………………………………………………………………………………………………………….…………………………………………………..
No
Bidang/ Jenis Kegiatan
Lokasi
(RT/RW/
Dusun)
Prakiraan
Volume
Sasaran/
Manfaat
Waktu Pelaksanaan
Prakiraan Biaya dan Sumber
Pembiayaan
Prakiraan Pola Pelaksanaan
Bidang Sub Bidang Jenis Kegiatan Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 Tahun 4 Tahun 5 Tahun 6 Jlh (Rp) Sumber Swakelola
Kerjasama Antar
Desa
Kerjasama Pihak
Ketiga
a b c. d e f g h i j k l m n o p q r s
1
Penyelenggaraan
Pemerintahan Desa
a.
b.
c.
Jumlah Per Bidang 1 -
2 Pembangunan Desa
a.
b.
c.
Jumlah Per Bidang 2
3 Pembinaan Kemasyarakatan
a.
b.
c.
Jumlah Per Bidang 3 -
4 Pemberdayaan Masyarakat
a.
b.
c.
d.
Jumlah Per Bidang 4
JUMLAH TOTAL -
………………., Tanggal, …, …, ….
Mengetahui : Disusun oleh:
Kepala Desa,
Tim Penyusun
RPJM Desa
(..........................)
(.......................
.....)
KEMENTERIAN DALAM NEGERI
Rencana Pembangunan Tahunan Desa atau
yang disebut Rencana Kerja Pemerintah Desa.
RENCANA KERJA PEMERINTAH DESA
- DOKUMEN PERENCANAAN UNTUK PERIODE 1 TAHUN.
- PENJABARAN DARI RPJM-DESA.
- MEMPERTIMBANGKAN PENDANAAN, PROGRAM PRIORITAS
PEMBANGUNAN DESA.
- MENGACU KEPADA RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH.
29
• RKP Desa memuat rencana penyelenggaraan Pemerintahan Desa,
pelaksanaan pembangunan, pembinaan kemasyarakatan, dan
pemberdayaan masyarakat Desa.
• RKP Desa paling sedikit berisi uraian:
– evaluasi pelaksanaan RKP Desa tahun sebelumnya; prioritas
program, kegiatan, dan anggaran Desa yang dikelola oleh Desa;
– prioritas program, kegiatan, dan anggaran Desa yang dikelola
melalui kerja sama antar-Desa dan pihak ketiga;
– rencana program, kegiatan, dan anggaran Desa yang dikelola oleh
Desa sebagai kewenangan penugasan dari Pemerintah, Pemda
provinsi, dan Pemda kab/kota;
– pelaksana kegiatan Desa yang terdiri atas unsur perangkat Desa
dan/atau unsur masyarakat Desa.
30
PENYUSUNAN RKP DESA
• Penyusunan RKP Desa, bulan juli tahun anggaran
sebelumnya
• RKP Desa disusun sesuai dengan informasi dari
Pemda kab/kota berkaitan dengan pagu indikatif
Desa dan rencana kegiatan Pemerintah, Pemda
provinsi, dan Pemda kab/kota.
• RKP Desa ditetapkan dengan Perdes paling lambat
akhir September thn berjalan.
• RKP Desa menjadi dasar penetapan APB Desa.
KEGIATAN PENYUSUNAN RKP DESA
–Penyusunan perencanaan pembangunan Desa melalui
musyawarah Desa;
–Pembentukan tim penyusun RKP Desa;
–Pencermatan pagu indikatif Desa & penyelarasan
program/kegiatan ke Desa
–Pencermatan ulang dokumen RPJM Desa;
–Penyusunan rancangan RKP Desa;
–Penyusunan RKP Desa melalui Musrenbangdes;
–Penetapan RKP Desa;
–Perubahan RKP Desa; dan
–Pengajuan daftar usulan RKP Desa
32
PENYUSUNAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DESA
MELALUI MUSYAWARAH DESA
• BPD menyelenggarakan musyawarah Desa, paling lambat bulan Juni
tahun anggaran sebelumnya dalam rangka penyusunan rencana
pembangunan Desa.
• Musyawarah Desa melaksanakan kegiatan sebagai berikut:
– mencermati ulang dokumen RPJM Desa;
– menyepakati hasil pencermatan ulang dokumen RPJM Desa;
– membentuk tim verifikasi sesuai dengan jenis kegiatan dan
keahlian yang dibutuhkan.
• Tim verifikasi dapat berasal dari warga masyarakat Desa dan/atau
satuan kerja perangkat daerah Kab/Kota.
• Hasil kesepakatan, dituangkan dalam berita acara.
• Berita acara, menjadi pedoman kepala Desa dalam menyusun RKP
Desa.
• Hasil musyawarah Desa menjadi pedoman menyusun rancangan RKP
Desa dan daftar usulan RKP Desa.
TIM PENYUSUN RKP DESA
• Kepala Desa membentuk tim penyusun RKP Desa.
• Tim terdiri dari:
• kepala Desa selaku pembina;
• sekretaris Desa selaku ketua;
• ketua lembaga pemberdayaan masyarakat sebagai
sekretaris;
• anggota yang meliputi: perangkat desa, lembaga
pemberdayaan masyarakat, kader pemberdayaan
masyarakat desa, dan unsur masyarakat.
• Jumlah tim, 7 – 11 orang dan mengikutsertakan perempuan.
• Pembentukan tim paling lambat bulan Juni tahun anggaran
sebelumnya.
• Tim penyusun RKP Desa ditetapkan dengan keputusan
kepala Desa.
PENCERMATAN PAGU INDIKATIF DESA DAN
PENYELARASAN PROGRAM/KEGIATAN MASUK KE DESA
• Kepala Desa mendapatkan data dan informasi
dari Kab/Kota tentang:
–pagu indikatif Desa; dan
–rencana program/kegiatan Pemerintah,
Pemda provinsi, dan Pemda Kab/Kota yang
masuk ke Desa.
• Data dan informasi diterima kepala Desa dari
Kab/Kota paling lambat bulan Juli tahun
anggaran sebelumnya
• PEMERINTAH DESA DAPAT MENGUSULKAN KEBUTUHAN
PEMBANGUNAN DESA KEPADA PEMDA KAB/KOTA.
• DALAM HAL TERTENTU, PEMERINTAH DESA DAPAT MENGUSULKAN
KEBUTUHAN PEMBANGUNAN DESA KEPADA PEMERINTAH DAN PEMDA
PROVINSI.
• USULAN KEBUTUHAN PEMBANGUNAN DESA HARUS MENDAPATKAN
PERSETUJUAN BUPATI/WALIKOTA.
• DALAM HAL BUPATI/WALIKOTA MEMBERIKAN PERSETUJUAN, USULAN
DISAMPAIKAN OLEH BUPATI/WALIKOTA KEPADA PEMERINTAH
DAN/ATAU PEMDA PROVINSI.
• USULAN PEMERINTAH DESA DIHASILKAN DALAM MUSRENBANG DESA.
• DALAM HAL PEMERINTAH, PEMERINTAH DAERAH PROVINSI, DAN
PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN/KOTA MENYETUJUI USULAN,
USULAN TERSEBUT DIMUAT DALAM RKP DESA TAHUN BERIKUTNYA.
36
KEMENTERIAN DALAM NEGERI
 Perdes RKP Desa merupakan dokumen perencanaan
di Desa dan merupakan pedoman dalam penyusunan
APBDesa.
 Program Pemerintah dan/atau Pemerintah Daerah
yang berskala lokal Desa dikoordinasikan dan/atau
didelegasikan pelaksanaannya kepada Desa.
 Perencanaan Pembangunan Desa merupakan salah
satu sumber masukan dalam perencanaan
pembangunan Kabupaten/Kota.
PERUBAHAN RKP DESA
• Terjadi peristiwa khusus, seperti bencana
alam, krisis politik, krisis ekonomi,
dan/atau kerusuhan sosial yang
berkepanjangan; atau
• Terdapat perubahan mendasar atas
kebijakan Pemerintah, Pemda provinsi,
dan/atau Pemda Kab/Kota.
• Dalam hal terjadi perubahan RKP Desa
dikarenakan terjadi peristiwa khusus, kepala
Desa melaksanakan kegiatan:
– berkoordinasi dengan pemerintah Kab/Kota
yang mempunyai kewenangan terkait dengan
kejadian khusus;
– mengkaji ulang kegiatan pembangunan dalam
RKP Desa yang terkena dampak terjadinya
peristiwa khusus;
– menyusun rancangan kegiatan yang disertai
rencana kegiatan dan RAB;
– menyusun rancangan RKP Desa perubahan.
PENDEKATAN KEWENANGAN
• KEWENANGAN ASAL USUL DAN LOKAL SKALA
DESA
• KEWENANGAN YANG DITUGASKAN DAN
KEWENANGAN LAIN YANG DITUGASKAN
Pasal 18 : Bidang-bidang kewenangan :
1. penyelenggaraan pemerintahan Desa.
2. Pelaksanaan pembangunan.
3. Pembinaan Kemasyarakatan.
4. Pemberdayaan masyarakat desa.
Pasal 19 kewenangan desa melputi :
1. Kewenangan berdasarkan Hak asal usul.
2. Kewenangan Lokal skala desa.
3. Kewenangan yang ditugaskan oleh Pemerintah pusat,
provinsi, kabupaten/kota.
4. Kewenangan lain yang ditugaskan oleh Pemerintah pusat,
provinsi, kabupaten/kota sesuai peraturan perundang-
undangan.
Kewenangan Desa (UU 6/2014) :
Pasal 18 : Bidang-bidang kewenangan lebih
menunjukkan kepada aktivitas/kegiatan yang
dilakukan pemerintah desa dalam
menyelenggarakan urusan pemerintahan dan
kepentinganmasyarakat setempat
Pasal 19 lebih menunjukkan jenis/sumber kewenangan
desa :
1. Hak asal usul.
2. Lokal skala desa.
3. Penugasan dari Pemerintah pusat, provinsi,
kabupaten/kota.
4. Penugasan lain dari Pemerintah pusat, provinsi,
kabupaten/kota sesuai peraturan perundang-
undangan.
Ket : 1 dan 2 kewenangan atributif.
3 dan 4 kewenangan delegatif.
Kewenangan 1 dan 2 dilaksanakan dengan
dengan cara (fungsi) mengatur dan
(fungsi) mengurus
Kewenangan 3 dan 4 dengan cara (fungsi)
mengurus.
FUNGSI MENGATUR
 Fungsi untuk melakukan alokasi nilai (materil dan non materil) untuk
menciptakan keteraturan warga negara yang beradab.
 Substansi pengaturan dapat tentang pengaturan peran,
status/kedudukan, hak, wewenang, kewajiban, tanggung Jawab, sanksi,
hubungan antar peran, dll
 Meski tidak mempunyai batasan yang tegas tentang apa yang perlu
diatur, namun batasan pengaturan pemerintah dapat diketahui dari
tujuannya yaitu menyelesaikan masalah publik (masalah antar satu
warga negara dengan warga negara laiannya atau antar warga negara
dengan pemerintah itu sendiri)
 Memelihara keteraturan/ketertiban.
FUNGSI MENGURUS
1. Production (pemerintah memproduksi sendiri) : barang dan jasa
publik atau barang/jasa privat penting yang belum diproduksi swasta.
Barang/jasa publik dengan karakteristik :
a. Konsumsi Bersama (joint Consumption) yaitu konsumsi oleh
satu orang tidak mengurangi kesempatan orang lain untuk
mengkonsumsi barang yang sama;
b. Penggunaannya tidak bisa dikecualikan (non excludable).
2. Provision (menjamin ketersediaan), barang/jasa penting kebutuhan
masyarakat. Produksi dan distribusi dapat dilakukan oleh swasta.
3. Subsidy (subsidi), untuk menjamin keterjangkauan barang/jasa
penting oleh masyarakat;
4. Menyediakan barang/jasa private terhadap warga negara yang tidak
mampu memenuhi sendiri kebutuhan dasarnya (walfare state)
melalui SPM.
Yang dimaksud dengan “hak asal usul” adalah hak
yang merupakan warisan yang masih hidup dan
prakarsa Desa atau prakarsa masyarakat Desa
sesuai dengan perkembangan kehidupan
masyarakat, antara lain (dalam PP 47/2015 disebut
paling sedikit terdiri atas) :
1. sistem organisasi masyarakat adat,
2. kelembagaan, pranata dan hukum adat,
3. tanah kas Desa,
4. serta kesepakatan dalam kehidupan
masyarakat Desa
5. Pengembangan peran masyarakat desa (PP
47/15).
Yang dimaksud dengan “kewenangan lokal berskala Desa” adalah
kewenangan untuk mengatur dan mengurus kepentingan
masyarakat Desa yang telah dijalankan oleh Desa atau mampu
dan efektif dijalankan oleh Desa atau yang muncul karena
perkembangan Desa dan prakasa masyarakat Desa, antara lain
(dalam PP 47/2015 disebut paling sedikit terdiri atas) :
1. tambatan perahu,
2. pasar Desa,
3. tempat pemandian umum,
4. saluran irigasi,
5. sanitasi lingkungan,
6. pos pelayanan terpadu,
7. sanggar seni dan belajar,
8. serta perpustakaan Desa,
9. embung Desa, dan
10. jalan Desa.
11. Pengelolaan air minum (PP 47/15)
• Untuk kewenangan dan kewenangan lain yang
ditugaskan pemerintah pusat, propinsi,
kabupaten/kota, Pasal 22 UU 6/2014
menyatakan Penugasan dari Pemerintah
dan/atau Pemerintah Daerah kepada Desa
meliputi penyelenggaraan Pemerintahan Desa,
pelaksanaan Pembangunan Desa, pembinaan
kemasyarakatan Desa, dan pemberdayaan
masyarakat Desa.
• (Hal ini merujuk pada bidang kewenangan pada
Pasal 18)
• Penjelasan Pasal 20 ayat (1) dan (3) serta
penjelasan Pasal 372 UU 23/2014 menyatakan
bahwa penugasan kepada desa bukan
merupakan pelasaknaan asas Tugas
pembantuan.
ASPEK KEWENANGAN DESA
SUMBER (JENIS)
PASAL 18
BIDANG (AKTIVITAS)
PASAL 19
KRITERIA OBJEK (URUSAN PEM)
1. Kewenangan berdasarkan
Hak asal usul.
2. Kewenangan Lokal skala
desa.
3. Kewenangan yang
ditugaskan oleh Pemerintah
pusat, provinsi,
kabupaten/kota.
4. Kewenangan lain yang
ditugaskan oleh Pemerintah
pusat, provinsi,
kabupaten/kota sesuai
peraturan perundang-
undangan.
1. penyelenggaraan
pemerintahan Desa.
2. Pelaksanaan pembangunan.
3. Pembinaan Kemasyarakatan.
4. Pemberdayaan masyarakat
desa.
Dirumuskan dan dirinci dari
defenisi sumber dan bidang
kewenangan
1. sistem organisasi masyarakat adat,
2. kelembagaan, pranata dan hukum
adat,
3. tanah kas Desa,
4. serta kesepakatan dalam
kehidupan masyarakat Desa
5. Pengembangan peran masyarakat
desa (PP 47/15).
1. tambatan perahu,
2. pasar Desa,
3. tempat pemandian umum,
4. saluran irigasi,
5. sanitasi lingkungan,
6. pos pelayanan terpadu,
7. sanggar seni dan belajar,
8. serta perpustakaan Desa,
9. embung Desa, dan
10. jalan Desa.
11. Pengelolaan air minum (PP 47/15)
Psl 22 Objek penugasan adl bidang
kewenangan
50

Das citarum

  • 1.
  • 2.
    POTENSI DAS CITARUM •Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum merupakan DAS terbesar dan terpanjang di Provinsi Jawa Barat, secara geografis berada 106°51‘36‖ – 107°°51‘ BT dan 7°19‘ – 6°24‘ LS, • Daerah Aliran Sungai ini meliputi 5 DAS yaitu DAS Citarum, DAS Cipunegara, DAS Cilamaya, DAS Cilalanang dan DAS Ciasem yang melalui 9 Kabupaten dan 3 Kota meliputi Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bandung, Kabupaten Subang, Kabupaten Purwakarta,Kabupaten Karawang, sebagian Kabupaten Sumedang, sebagian Kabupaten Cianjur,sebagian Kabupaten Bekasi, sebagian Kabupaten Indramayu, serta Kota Bandung, Kota Bekasi dan Kota Cimahi
  • 4.
    BAGAIMANA DESA DISEKITAR DAS CITARUM HULU MEMBANGUN? • PENDEKATAN PEMBANGUNAN DESA. • PENDEKATAN KEWENANGAN
  • 5.
    PENDEKATAN PEMBANGUNAN DESA •PENYUSUNAN RPJM DESA • PENYUSUNAN RKP DESA
  • 6.
    RPJM DESA RENCANA KEGIATAN PEMBANGUNANDESA UNTUK JANGKA WAKTU 6 TAHUN. 6
  • 7.
    PERENCANAAN PEMBANGUNAN DESA RPJMDesa, ditetapkan dalam jangka waktu paling lama 3 bulan terhitung sejak pelantikan Kepala Desa.
  • 8.
    RPJM Desa MEMUATVISI DAN MISI KEPALA DESA, RENCANA PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DESA, PELAKSANAAN PEMBANGUNAN, PEMBINAAN KEMASYARAKATAN, PEMBERDAYAAN MASYARAKAT, DAN ARAH KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DESA. 8
  • 9.
    PROSES PEMILIHAN KEPALADESA  Calon Kades dapat melakukan kampanye sesuai dengan kondisi sosial budaya masyarakat Desa yang memuat visi dan misi bila terpilih sebagai kepala desa.  Visi merupakan keinginan yang ingin diwujudkan dalam jangka waktu masa jabatan kepala desa.  Misi berisi program yang akan dilaksanakan dalam rangka mewujudkan visi. 9
  • 10.
    BIDANG PENYELENGGARAAN PEMERINTAHANDESA – Penetapan dan penegasan batas Desa; – Pendataan Desa; – Penyusunan tata ruang Desa; – Penyelenggaraan musyawarah Desa; – Pengelolaan informasi Desa; – Penyelenggaraan perencanaan Desa; – Penyelenggaraan evaluasi tingkat perkembangan pemerintahan Desa; – Penyelenggaraan kerjasama antar Desa; – Pembangunan sarana dan prasarana kantor Desa; – Kegiatan lainnya sesuai kondisi Desa. 10
  • 11.
    BIDANG PELAKSANAAN PEMBANGUNANDESA • Pembangunan, pemanfaatan dan pemeliharaan infrasruktur dan lingkungan Desa : • tambatan perahu; • jalan pemukiman; • jalan Desa antar permukiman ke wilayah pertanian; • pembangkit listrik tenaga mikrohidro ; • lingkungan permukiman masyarakat Desa; dan • infrastruktur Desa lainnya sesuai kondisi Desa. • Pembangunan, pemanfaatan dan pemeliharaan sarana dan prasarana kesehatan : • air bersih berskala Desa; • sanitasi lingkungan; • pelayanan kesehatan Desa seperti posyandu; dan • sarana dan prasarana kesehatan lainnya sesuai kondisi Desa. 11
  • 12.
    • Pembangunan, pemanfaatandan pemeliharaan sarana dan prasarana pendidikan dan kebudayaan antara lain: • taman bacaan masyarakat; • pendidikan anak usia dini; • balai pelatihan/kegiatan belajar masyarakat; • pengembangan dan pembinaan sanggar seni; dan • sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan lainnya sesuai kondisi Desa. 12
  • 13.
    PENGEMBANGAN USAHA EKONOMIPRODUKTIF SERTA PEMBANGUNAN, PEMANFAATAN DAN PEMELIHARAAN SARANA DAN PRASARANA EKONOMI • pasar Desa; • pembentukan dan pengembangan BUM Desa; • penguatan permodalan BUM Desa; • pembibitan tanaman pangan; • penggilingan padi; • lumbung Desa; • pembukaan lahan pertanian; • pengelolaan usaha hutan Desa; • kolam ikan dan pembenihan ikan; • kapal penangkap ikan; • cold storage (gudang pendingin); • tempat pelelangan ikan; • tambak garam; • kandang ternak; • instalasi biogas; • mesin pakan ternak; • sarana dan prasarana ekonomi lainnya sesuai kondisi Desa. 13
  • 14.
    • Pelestarian lingkunganhidup antara lain: • penghijauan; • pembuatan terasering; • pemeliharaan hutan bakau; • perlindungan mata air; • pembersihan daerah aliran sungai; • perlindungan terumbu karang; dan • kegiatan lainnya sesuai kondisi Desa. 14
  • 15.
    BIDANG PEMBINAAN KEMASYARAKATAN •Pembinaan lembaga kemasyarakatan; • Penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban; • Pembinaan kerukunan umat beragama; • Pengadaan sarana dan prasarana olah raga; • Pembinaan lembaga adat; • Pembinaan kesenian dan sosial budaya masyarakat; • Kegiatan lain sesuai kondisi Desa. 15
  • 16.
    BIDANG PEMBERDAYAAN MASYARAKAT •Pelatihan usaha ekonomi, pertanian, perikanan dan perdagangan; • Pelatihan teknologi tepat guna; • Pendidikan, pelatihan, dan penyuluhan bagi kepala Desa, perangkat Desa, dan Badan Pemusyawaratan Desa; • Peningkatan kapasitas masyarakat, antara lain: • kader pemberdayaan masyarakat Desa; • kelompok usaha ekonomi produktif; • kelompok perempuan, • kelompok tani, • kelompok masyarakat miskin, • kelompok nelayan, • kelompok pengrajin, • kelompok pemerhati dan perlindungan anak, • kelompok pemuda;dan • kelompok lain sesuai kondisi Desa. 16
  • 17.
    KEGIATAN PENYUSUNAN RPJMDESA – Pembentukan tim penyusun RPJM Desa – Penyelarasan arah kebijakan perencanaan pembangunan Kab/Kota – Pengkajian keadaan Desa – Penyusunan rencana pembangunan Desa melalui musyawarah Desa – Penyusunan rancangan RPJM Desa – Penyusunan rencana pembangunan Desa melalui Musrenbangdes – Penetapan RPJM Desa. 17
  • 18.
    TIM PENYUSUN RPJMDESA • Kepala Desa membentuk tim penyusun RPJM Desa, ditetapkan dengan Keputusan Kepala Desa. • Tim terdiri dari: – kepala Desa selaku pembina; – sekretaris Desa selaku ketua; – ketua lembaga pemberdayaan masyarakat selaku sekretaris; dan – anggota yang berasal dari perangkat Desa, lembaga pemberdayaan masyarakat, kader pemberdayaan masyarakat Desa, dan unsur masyarakat lainnya. • Jumlah tim, 7 - 11 org ( ada keterwakilan perempuan)
  • 19.
    PENYELARASAN ARAH KEBIJAKAN PEMBANGUNANKab/Kota • Tim penyusun RPJM Desa melakukan penyelarasan arah kebijakan pembangunan Kab/Kota. • Penyelarasan arah kebijakan dilakukan untuk mengintegrasikan program dan kegiatan pembangunan Kab/Kota dengan pembangunan Desa. • Penyelarasan arah kebijakan dilakukan dengan mengikuti sosialisasi dan/atau mendapatkan informasi tentang arah kebijakan pembangunan Kab/Kota. • Informasi arah kebijakan pembangunan kab/kota min meliputi: 1. RPJMDKab/Kota; 2. Rencana strategis satuan kerja perangkat daerah; 3. Rencana umum tata ruang wilayah Kab/Kota; 4. Rencana rinci tata ruang wilayah Kab/Kota; dan 5. Rencana pembangunan kawasan perdesaan. 19
  • 20.
    PENGKAJIAN KEADAAN DESA •Pengkajian keadaan Desa meliputi kegiatan: • penyelarasan data Desa; • penggalian gagasan masyarakat; dan • penyusunan laporan hasil pengkajian keadaan Desa. • Laporan hasil pengkajian menjadi bahan masukan dalam musyawarah Desa dalam rangka penyusunan perencanaan pembangunan Desa.
  • 21.
    PENYUSUNAN RENCANA PEMBANGUNANDESA MELALUI MUSYAWARAH DESA• BPD menyelenggarakan musyawarah Desa berdasarkan laporan hasil pengkajian keadaan desa. • Musyawarah Desa, dilaksanakan sejak diterimanya laporan dari kepala Desa. • Musyawarah Desa, membahas dan menyepakati : – Laporan hasil pengkajian keadaan Desa; – Rumusan arah kebijakan pembangunan Desa yang dijabarkan dari visi dan misi kepala Desa; – Rencana prioritas kegiatan penyelenggaraan pemerintahan Desa, pembangunan Desa, pembinaan kemasyarakatan Desa, dan pemberdayaan masyarakat Desa.
  • 22.
    Lanjutan . .. .• Pembahasan rencana prioritas kegiatan, dilakukan dengan diskusi kelompok dan dibagi berdasarkan bidang penyelenggaraan pemerintahan Desa, pembangunan Desa, pembinaan kemasyarakatan Desa, dan pemberdayaan masyarakat Desa. • Diskusi kelompok secara terarah, membahas sebagai berikut: • Laporan hasil pengkajian keadaan Desa; • Prioritas rencana kegiatan desa utk waktu 6 tahun; • Sumber pembiayaan rencana kegiatan pembangunan Desa; dan • Rencana pelaksana kegiatan Desa yang akan dilaksanakan oleh perangkat Desa, unsur masyarakat Desa, kerjasama antar Desa, dan/atau
  • 23.
    PENYUSUNAN RANCANGAN RPJMDESA • Tim penyusun RPJM Desa menyusun rancangan RPJM Desa berdasarkan berita acara. • Rancangan RPJM Desa dituangkan dalam format rancangan RPJM Desa. • Tim penyusun RPJM Desa membuat berita acara tentang hasil penyusunan rancangan RPJM Desa yang dilampiri dokumen rancangan RPJM Desa. • Berita acara, disampaikan oleh tim penyusun RPJM Desa kepada kepala Desa. • Kepala Desa memeriksa dokumen rancangan RPJM Desa yang telah disusun oleh Tim Penyusun RPJM Desa. • Tim penyusun RPJM Desa melakukan perbaikan berdasarkan arahan kepala Desa dalam hal kepala Desa belum menyetujui rancangan RPJM Desa. • Dalam hal rancangan RPJM Desa telah disetujui oleh kepala Desa, dilaksanakan Musrenbangdes.
  • 24.
    PENYUSUNAN RENCANA PEMBANGUNANDESA MELALUI MUSRENBANGDES • Kepala Desa menyelenggarakan Musrenbangdes yang diadakan untuk membahas dan menyepakati rancangan RPJM Desa. • Musrenbangdes diikuti oleh Pemerintah Desa, BPD, dan unsur masyarakat. • Musrenbangdes, membahas dan menyepakati rancangan RPJM Desa. • Hasil kesepakatan Musrenbangdes, dituangkan dalam berita acara.
  • 25.
    PENETAPAN RPJM DESA •Kepala Desa mengarahkan Tim penyusun RPJM Desa melakukan perbaikan dokumen rancangan RPJM Desa berdasarkan hasil kesepakatan Musrenbangdes. • Rancangan RPJM Desa menjadi lampiran rancangan peraturan Desa tentang RPJM Desa. • Kepala Desa menyusun rancangan Peraturan Desa tentang RPJM Desa. • Rancangan peraturan Desa tentang RPJM Desa dibahas dan disepakati bersama oleh kepala Desa dan BPD untuk ditetapkan menjadi Peraturan Desa tentang RPJM Desa.
  • 26.
    PERUBAHAN RPJM DESA •Kepala Desa dapat mengubah RPJM Desa dalam hal: • terjadi peristiwa khusus, seperti bencana alam, krisis politik, krisis ekonomi, dan/atau kerusuhan sosial yang berkepanjangan; atau • terdapat perubahan mendasar atas kebijakan Pemerintah, Pemda provinsi, dan/atau Pemda Kab/Kota. • Perubahan RPJM Desa, dibahas dan disepakati dalam Musrenbangdes dan selanjutnya ditetapkan dengan peraturan Desa.
  • 27.
    27 RANCANGAN RPJM DESA TAHUN: ……………….. DESA : ………………………………………………………………………………………………………………….………………………………………………….. KECAMATAN : ………………………………………………………………………………………………………………….………………………………………………….. KABUPATEN : ………………………………………………………………………………………………………………….………………………………………………….. PROVINSI : ………………………………………………………………………………………………………………….………………………………………………….. No Bidang/ Jenis Kegiatan Lokasi (RT/RW/ Dusun) Prakiraan Volume Sasaran/ Manfaat Waktu Pelaksanaan Prakiraan Biaya dan Sumber Pembiayaan Prakiraan Pola Pelaksanaan Bidang Sub Bidang Jenis Kegiatan Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 Tahun 4 Tahun 5 Tahun 6 Jlh (Rp) Sumber Swakelola Kerjasama Antar Desa Kerjasama Pihak Ketiga a b c. d e f g h i j k l m n o p q r s 1 Penyelenggaraan Pemerintahan Desa a. b. c. Jumlah Per Bidang 1 - 2 Pembangunan Desa a. b. c. Jumlah Per Bidang 2 3 Pembinaan Kemasyarakatan a. b. c. Jumlah Per Bidang 3 - 4 Pemberdayaan Masyarakat a. b. c. d. Jumlah Per Bidang 4 JUMLAH TOTAL - ………………., Tanggal, …, …, …. Mengetahui : Disusun oleh: Kepala Desa, Tim Penyusun RPJM Desa (..........................) (....................... .....)
  • 28.
    KEMENTERIAN DALAM NEGERI RencanaPembangunan Tahunan Desa atau yang disebut Rencana Kerja Pemerintah Desa.
  • 29.
    RENCANA KERJA PEMERINTAHDESA - DOKUMEN PERENCANAAN UNTUK PERIODE 1 TAHUN. - PENJABARAN DARI RPJM-DESA. - MEMPERTIMBANGKAN PENDANAAN, PROGRAM PRIORITAS PEMBANGUNAN DESA. - MENGACU KEPADA RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH. 29
  • 30.
    • RKP Desamemuat rencana penyelenggaraan Pemerintahan Desa, pelaksanaan pembangunan, pembinaan kemasyarakatan, dan pemberdayaan masyarakat Desa. • RKP Desa paling sedikit berisi uraian: – evaluasi pelaksanaan RKP Desa tahun sebelumnya; prioritas program, kegiatan, dan anggaran Desa yang dikelola oleh Desa; – prioritas program, kegiatan, dan anggaran Desa yang dikelola melalui kerja sama antar-Desa dan pihak ketiga; – rencana program, kegiatan, dan anggaran Desa yang dikelola oleh Desa sebagai kewenangan penugasan dari Pemerintah, Pemda provinsi, dan Pemda kab/kota; – pelaksana kegiatan Desa yang terdiri atas unsur perangkat Desa dan/atau unsur masyarakat Desa. 30
  • 31.
    PENYUSUNAN RKP DESA •Penyusunan RKP Desa, bulan juli tahun anggaran sebelumnya • RKP Desa disusun sesuai dengan informasi dari Pemda kab/kota berkaitan dengan pagu indikatif Desa dan rencana kegiatan Pemerintah, Pemda provinsi, dan Pemda kab/kota. • RKP Desa ditetapkan dengan Perdes paling lambat akhir September thn berjalan. • RKP Desa menjadi dasar penetapan APB Desa.
  • 32.
    KEGIATAN PENYUSUNAN RKPDESA –Penyusunan perencanaan pembangunan Desa melalui musyawarah Desa; –Pembentukan tim penyusun RKP Desa; –Pencermatan pagu indikatif Desa & penyelarasan program/kegiatan ke Desa –Pencermatan ulang dokumen RPJM Desa; –Penyusunan rancangan RKP Desa; –Penyusunan RKP Desa melalui Musrenbangdes; –Penetapan RKP Desa; –Perubahan RKP Desa; dan –Pengajuan daftar usulan RKP Desa 32
  • 33.
    PENYUSUNAN PERENCANAAN PEMBANGUNANDESA MELALUI MUSYAWARAH DESA • BPD menyelenggarakan musyawarah Desa, paling lambat bulan Juni tahun anggaran sebelumnya dalam rangka penyusunan rencana pembangunan Desa. • Musyawarah Desa melaksanakan kegiatan sebagai berikut: – mencermati ulang dokumen RPJM Desa; – menyepakati hasil pencermatan ulang dokumen RPJM Desa; – membentuk tim verifikasi sesuai dengan jenis kegiatan dan keahlian yang dibutuhkan. • Tim verifikasi dapat berasal dari warga masyarakat Desa dan/atau satuan kerja perangkat daerah Kab/Kota. • Hasil kesepakatan, dituangkan dalam berita acara. • Berita acara, menjadi pedoman kepala Desa dalam menyusun RKP Desa. • Hasil musyawarah Desa menjadi pedoman menyusun rancangan RKP Desa dan daftar usulan RKP Desa.
  • 34.
    TIM PENYUSUN RKPDESA • Kepala Desa membentuk tim penyusun RKP Desa. • Tim terdiri dari: • kepala Desa selaku pembina; • sekretaris Desa selaku ketua; • ketua lembaga pemberdayaan masyarakat sebagai sekretaris; • anggota yang meliputi: perangkat desa, lembaga pemberdayaan masyarakat, kader pemberdayaan masyarakat desa, dan unsur masyarakat. • Jumlah tim, 7 – 11 orang dan mengikutsertakan perempuan. • Pembentukan tim paling lambat bulan Juni tahun anggaran sebelumnya. • Tim penyusun RKP Desa ditetapkan dengan keputusan kepala Desa.
  • 35.
    PENCERMATAN PAGU INDIKATIFDESA DAN PENYELARASAN PROGRAM/KEGIATAN MASUK KE DESA • Kepala Desa mendapatkan data dan informasi dari Kab/Kota tentang: –pagu indikatif Desa; dan –rencana program/kegiatan Pemerintah, Pemda provinsi, dan Pemda Kab/Kota yang masuk ke Desa. • Data dan informasi diterima kepala Desa dari Kab/Kota paling lambat bulan Juli tahun anggaran sebelumnya
  • 36.
    • PEMERINTAH DESADAPAT MENGUSULKAN KEBUTUHAN PEMBANGUNAN DESA KEPADA PEMDA KAB/KOTA. • DALAM HAL TERTENTU, PEMERINTAH DESA DAPAT MENGUSULKAN KEBUTUHAN PEMBANGUNAN DESA KEPADA PEMERINTAH DAN PEMDA PROVINSI. • USULAN KEBUTUHAN PEMBANGUNAN DESA HARUS MENDAPATKAN PERSETUJUAN BUPATI/WALIKOTA. • DALAM HAL BUPATI/WALIKOTA MEMBERIKAN PERSETUJUAN, USULAN DISAMPAIKAN OLEH BUPATI/WALIKOTA KEPADA PEMERINTAH DAN/ATAU PEMDA PROVINSI. • USULAN PEMERINTAH DESA DIHASILKAN DALAM MUSRENBANG DESA. • DALAM HAL PEMERINTAH, PEMERINTAH DAERAH PROVINSI, DAN PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN/KOTA MENYETUJUI USULAN, USULAN TERSEBUT DIMUAT DALAM RKP DESA TAHUN BERIKUTNYA. 36
  • 37.
    KEMENTERIAN DALAM NEGERI Perdes RKP Desa merupakan dokumen perencanaan di Desa dan merupakan pedoman dalam penyusunan APBDesa.  Program Pemerintah dan/atau Pemerintah Daerah yang berskala lokal Desa dikoordinasikan dan/atau didelegasikan pelaksanaannya kepada Desa.  Perencanaan Pembangunan Desa merupakan salah satu sumber masukan dalam perencanaan pembangunan Kabupaten/Kota.
  • 38.
    PERUBAHAN RKP DESA •Terjadi peristiwa khusus, seperti bencana alam, krisis politik, krisis ekonomi, dan/atau kerusuhan sosial yang berkepanjangan; atau • Terdapat perubahan mendasar atas kebijakan Pemerintah, Pemda provinsi, dan/atau Pemda Kab/Kota.
  • 39.
    • Dalam halterjadi perubahan RKP Desa dikarenakan terjadi peristiwa khusus, kepala Desa melaksanakan kegiatan: – berkoordinasi dengan pemerintah Kab/Kota yang mempunyai kewenangan terkait dengan kejadian khusus; – mengkaji ulang kegiatan pembangunan dalam RKP Desa yang terkena dampak terjadinya peristiwa khusus; – menyusun rancangan kegiatan yang disertai rencana kegiatan dan RAB; – menyusun rancangan RKP Desa perubahan.
  • 40.
    PENDEKATAN KEWENANGAN • KEWENANGANASAL USUL DAN LOKAL SKALA DESA • KEWENANGAN YANG DITUGASKAN DAN KEWENANGAN LAIN YANG DITUGASKAN
  • 41.
    Pasal 18 :Bidang-bidang kewenangan : 1. penyelenggaraan pemerintahan Desa. 2. Pelaksanaan pembangunan. 3. Pembinaan Kemasyarakatan. 4. Pemberdayaan masyarakat desa. Pasal 19 kewenangan desa melputi : 1. Kewenangan berdasarkan Hak asal usul. 2. Kewenangan Lokal skala desa. 3. Kewenangan yang ditugaskan oleh Pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota. 4. Kewenangan lain yang ditugaskan oleh Pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota sesuai peraturan perundang- undangan. Kewenangan Desa (UU 6/2014) :
  • 42.
    Pasal 18 :Bidang-bidang kewenangan lebih menunjukkan kepada aktivitas/kegiatan yang dilakukan pemerintah desa dalam menyelenggarakan urusan pemerintahan dan kepentinganmasyarakat setempat Pasal 19 lebih menunjukkan jenis/sumber kewenangan desa : 1. Hak asal usul. 2. Lokal skala desa. 3. Penugasan dari Pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota. 4. Penugasan lain dari Pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota sesuai peraturan perundang- undangan. Ket : 1 dan 2 kewenangan atributif. 3 dan 4 kewenangan delegatif.
  • 43.
    Kewenangan 1 dan2 dilaksanakan dengan dengan cara (fungsi) mengatur dan (fungsi) mengurus Kewenangan 3 dan 4 dengan cara (fungsi) mengurus.
  • 44.
    FUNGSI MENGATUR  Fungsiuntuk melakukan alokasi nilai (materil dan non materil) untuk menciptakan keteraturan warga negara yang beradab.  Substansi pengaturan dapat tentang pengaturan peran, status/kedudukan, hak, wewenang, kewajiban, tanggung Jawab, sanksi, hubungan antar peran, dll  Meski tidak mempunyai batasan yang tegas tentang apa yang perlu diatur, namun batasan pengaturan pemerintah dapat diketahui dari tujuannya yaitu menyelesaikan masalah publik (masalah antar satu warga negara dengan warga negara laiannya atau antar warga negara dengan pemerintah itu sendiri)  Memelihara keteraturan/ketertiban.
  • 45.
    FUNGSI MENGURUS 1. Production(pemerintah memproduksi sendiri) : barang dan jasa publik atau barang/jasa privat penting yang belum diproduksi swasta. Barang/jasa publik dengan karakteristik : a. Konsumsi Bersama (joint Consumption) yaitu konsumsi oleh satu orang tidak mengurangi kesempatan orang lain untuk mengkonsumsi barang yang sama; b. Penggunaannya tidak bisa dikecualikan (non excludable). 2. Provision (menjamin ketersediaan), barang/jasa penting kebutuhan masyarakat. Produksi dan distribusi dapat dilakukan oleh swasta. 3. Subsidy (subsidi), untuk menjamin keterjangkauan barang/jasa penting oleh masyarakat; 4. Menyediakan barang/jasa private terhadap warga negara yang tidak mampu memenuhi sendiri kebutuhan dasarnya (walfare state) melalui SPM.
  • 46.
    Yang dimaksud dengan“hak asal usul” adalah hak yang merupakan warisan yang masih hidup dan prakarsa Desa atau prakarsa masyarakat Desa sesuai dengan perkembangan kehidupan masyarakat, antara lain (dalam PP 47/2015 disebut paling sedikit terdiri atas) : 1. sistem organisasi masyarakat adat, 2. kelembagaan, pranata dan hukum adat, 3. tanah kas Desa, 4. serta kesepakatan dalam kehidupan masyarakat Desa 5. Pengembangan peran masyarakat desa (PP 47/15).
  • 47.
    Yang dimaksud dengan“kewenangan lokal berskala Desa” adalah kewenangan untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat Desa yang telah dijalankan oleh Desa atau mampu dan efektif dijalankan oleh Desa atau yang muncul karena perkembangan Desa dan prakasa masyarakat Desa, antara lain (dalam PP 47/2015 disebut paling sedikit terdiri atas) : 1. tambatan perahu, 2. pasar Desa, 3. tempat pemandian umum, 4. saluran irigasi, 5. sanitasi lingkungan, 6. pos pelayanan terpadu, 7. sanggar seni dan belajar, 8. serta perpustakaan Desa, 9. embung Desa, dan 10. jalan Desa. 11. Pengelolaan air minum (PP 47/15)
  • 48.
    • Untuk kewenangandan kewenangan lain yang ditugaskan pemerintah pusat, propinsi, kabupaten/kota, Pasal 22 UU 6/2014 menyatakan Penugasan dari Pemerintah dan/atau Pemerintah Daerah kepada Desa meliputi penyelenggaraan Pemerintahan Desa, pelaksanaan Pembangunan Desa, pembinaan kemasyarakatan Desa, dan pemberdayaan masyarakat Desa. • (Hal ini merujuk pada bidang kewenangan pada Pasal 18) • Penjelasan Pasal 20 ayat (1) dan (3) serta penjelasan Pasal 372 UU 23/2014 menyatakan bahwa penugasan kepada desa bukan merupakan pelasaknaan asas Tugas pembantuan.
  • 49.
    ASPEK KEWENANGAN DESA SUMBER(JENIS) PASAL 18 BIDANG (AKTIVITAS) PASAL 19 KRITERIA OBJEK (URUSAN PEM) 1. Kewenangan berdasarkan Hak asal usul. 2. Kewenangan Lokal skala desa. 3. Kewenangan yang ditugaskan oleh Pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota. 4. Kewenangan lain yang ditugaskan oleh Pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota sesuai peraturan perundang- undangan. 1. penyelenggaraan pemerintahan Desa. 2. Pelaksanaan pembangunan. 3. Pembinaan Kemasyarakatan. 4. Pemberdayaan masyarakat desa. Dirumuskan dan dirinci dari defenisi sumber dan bidang kewenangan 1. sistem organisasi masyarakat adat, 2. kelembagaan, pranata dan hukum adat, 3. tanah kas Desa, 4. serta kesepakatan dalam kehidupan masyarakat Desa 5. Pengembangan peran masyarakat desa (PP 47/15). 1. tambatan perahu, 2. pasar Desa, 3. tempat pemandian umum, 4. saluran irigasi, 5. sanitasi lingkungan, 6. pos pelayanan terpadu, 7. sanggar seni dan belajar, 8. serta perpustakaan Desa, 9. embung Desa, dan 10. jalan Desa. 11. Pengelolaan air minum (PP 47/15) Psl 22 Objek penugasan adl bidang kewenangan
  • 50.