COUNTER SINKRON
DAN ASINKRON
Disusun Oleh :
Andien Pramudita 2201020058
Agus Widya Diputra 2201020063
Jihannada Tsaltsa Bila Najla 2201020060
Albertus Febri Boy Kristianto 2201020081
PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA
SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN
KOMPUTER
(STMIK) PRIMAKARA
2022
https://lp.primakara.ac.id/
2
KATA PENGANTAR
Pada dunia sistem digital terdapat sebuah
rangkaian logika yaitu pencacah atau counter, yaitu
counter sinkron dan asinkron. Counter atau pencacah
sederhana yaitu suatu rangkaian logika sekuensial yang
berfungsi mengingat berapa jumlah pulsa yang telah
masuk. Contoh dari penggunaan rangkaian pencacah
seperti jam digital, timbangan digital dan alat digital
lainnya. Secara umum counter dapat dibagi menjadi 2
yaitu counter sinkron dan counter asinkron. Pembuatan
artikel ini bertujuan untuk memahami apa itu pencacah,
counter sinkron dan asinkron, serta memberi
pemahaman bahwa di dalam dunia sistem digital
terdapat sebuah rangkaian logika yang digunakan untuk
mengontrol suatu program agar berjalan dengan baik.
Kata kunci : Pencacah, Counter Sinkron, Counter
Asinkron.
3
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.........................................................2
DAFTAR ISI .....................................................................3
BAB I.............................................................................4
Pendahuluan .................................................................4
1.1 Latar Belakang...........................................................4
1.2 Rumusan Masalah.....................................................5
1.3 Tujuan........................................................................5
BAB II............................................................................6
PEMBAHASAN...............................................................6
A. Counter/Pencacah ......................................................6
B. Pencacah (Counter) Sinkron........................................9
Kekurangan counter sinkron.......................................9
C. Pencacah (Counter) asinkron....................................10
 Pencacah Dekade Asinkron...............................10
 Pembagi Frekuensi ............................................11
Kelebihan dari Pencacah Asinkron............................11
Kekurangan Pencacah Asinkron....................................11
BAB III PENUTUP..........................................................13
D. Kesimpulan................................................................13
DAFTAR PUSTAKA........................................................15
4
BAB I
Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
Pada zaman sekarang teknologi semakin canggih.
Perkembangan teknologi memungkinkan hidup
masyarakat menjadi lebih mudah. Dibuatnya alat-alat
teknologi seperti Handphone, Laptop dan lain-lain
membuat semua menjadi lebih mudah. Didalam alat-alat
tersebut terdapat rangkaian-rangkaian elektronika
tersebut terdapat komponen-komponen contohnya
yaitu counter.
Terdapat 2 jenis counter yaitu : counter sinkron dan
asinkron. Counter sinkron, output flip-flop yang
digunakan bergulingan masing flip-flop tersebut
dikendalikan secara serempak oleh satu sinyal clock.
Oleh sebab itu syncronous counter disebut paralel
counter.
Sedangkan untuk asyncronous couter biasa disebut
ripple troough counter/serial counter, karena output
masing-masing flip-flop yang digunakan akan
bergulingan (berubah kondisi dari 0 ke 1 atau
sebaliknya) secara berurutan.
Perbedaan dari kedua jenis counter ini ada pada
pemicunya. Di counter sinkron dipicu dari satu sumber
(terjadi secara serempak) flip-flopnya tersusun secara
5
permanen. Sedangkan di counter asinkron dipicu dengan
menggunakan minimal 1 flip-flop dari keluaran flip-flop
lainnya. Flop-flopnya tersusun secara seri. Dengan peta
karnough atau timing diagram dan manipulasi flip-flop
bisa menghasilkan counter acak, up down counter, shit
counter.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa itu counter/pencacah?
2. Apa yang dimaksud dengan counter sinkron?
3. Apa yang dimaksud dengan counter
asinkron?
1.3 Tujuan
1. Untuk dapat memahami prinsip dasar,
kegunaan serta karakteristik counter.
2. Untuk dapat memahami counter sinkron
serta counter up/down pada counter
sinkron.
3. Untuk dapat memahami pencacah asinkron
serta bagian-bagian dari pencacah asinkron.
6
BAB II
PEMBAHASAN
A. Counter/Pencacah
Pencacah (counter) adalah rangkaian logika
sekuensial yang dapat berfungsi untuk menghitung
jumlah pulsa yang masuk yang dinyatakan bilangan
biner. Hampir seluruh peralatan elektronik yang
mempergunakan sistem digital di dalam rangkaian nya
berisi suatu alat yang dapat mengontrol urutan operasi
program. Alat tersebut dinamakan pencacah atau
counter. Pada umumnya counter ini dibentuk dari
beberapa buah rangkaian flip-flop atau bistabil
multivibrator yang jumlahnya disesuaikan dengan
kebutuhan. Menurut cara kerja masukan pulsa ke dalam
setiap flip-flop, maka counter dapat dibagi menjadi:
1. Asynchronous binary counter
2. Synchronous binary counter
Asynchronous counter (ripple counter
merupakan counter yang masukan clock pemicunya
tidak terhubung ke setiap Flip-Flop secara langsung.
Sedangkan Asynchronous counter merupakan
counter yang masukan clock pemicunya dihubungkan ke
setiap Flip-Flop, sehingga setiap flip-flop akan
beroperasi dengan masukan transisi clock yang sama.
7
Sedangkan menurut urutan hitungan yang terbentuk
pada outputnya, maka counter dapat dibagi menjadi:
1. Up counter yang dapat menghitung secara
berurutan mulai dari bilangan terkecil sampai
bilangan terbesar.
Misal : 0-1-2-3-4-5-6-7-0-1-2-.........
2. Down counter yang dapat menghitung secara
berurutan dari bilangan terbesar ke bilangan
terkecil.
8
3. Up down counter adalah sistem yang mencacah
atau menghitung suatu bilangan desimal.
Dimana segala sesuatunya di perintahkan oleh
masukan yang diberikan.
Adapun tiga faktor yang harus diperhatikan untuk
membangun pencacah naik atau turun yaitu :
1. Pada transisi mana Flip-Flop tersebut aktif.
Transisi pulsa dari positif ke negatif atau
sebaliknya.
2. Output Filp-Flop yang diumpankan ke Flip-Flop
berikutnya diambilkan dari mana. Dari output Q
atau not Q.
3. Indikator hasil cacahan dinyatakan sebagai
output yang sama. Output Q atau not Q. Ketiga
faktor tersebut di atas dapat dinyatakan dalam
persamaan EX-OR
9
B. Pencacah (Counter) Sinkron
Synchronous counter meupakan counter yang
masukan clock pemicunya dihubungkan ke setiap Flip-
Flop, sehingga setiap Flip-Flop akan beroperasi dengan
masukan transisi clock yang sama. Pada synchronous
counter harus dipastikan bahwa setiap flip-flop
menahan transisi iurannya sampai tiba gilirannya.
IC 74LS190 adalah synchronous BCD counter (0
sampai 9). IC ini mempunyai 4 masukan P0, P1, P2, dan
P3 yang digunakan untuk mengeset mulainya hitungan
dengan operasi Parallel Load (PL). Counter ini juga
menghitung up/down dengan menentukan masukan
U/D.
Kekurangan counter sinkron
mempunyai kemungkinan terjadi masalah yang
memerlukan signal clock yang deras untuk
menampung paket data secara bersamaan.
10
Kelebihan counter sinkron
Keunggulan dari Synchronous Counter mudah
didesain untuk keperluan aplikasi yang lebih kompleks.
Tidak terjadi propagation delay karena semua flip-flop
mendapat input clock secara bersamaan. Memiliki
kecepatan yang lebih baik dalam aplikasi counter atau
rangkaian yang lebih besar.
C. Pencacah (Counter) asinkron
Pencacah (Counter) Asinkron menggunakan flip-flop
yang dihubungkan secara seri sehingga pulsa clock input
nampak beriak melalui pencacah. Sebuah pencacah
Asinkron dapat memiliki 2n-1 mungkin keadaan
pencacahan misalnya MOD-16 untuk counter 4-bit, (0-
15) sehingga ideal untuk digunakan dalam aplikasi
pembagi frekuensi.
 Pencacah Dekade Asinkron
Tetapi mengapa kita ingin membuat [encacah
terpotong asinkron yang bukan MOD-4, MOD-8, atau
modulo lain yang sama dengan kekuatan dua.
Jawabannya adalah kita dapat menggunakan logika
kombinasional untuk mengambil keuntungan dari input
asinkron pada flip-flop.
11
Jenis pencacah asinkron ini dihitung ke atas pada
setiap tepi trailing sinyal clock input mulai dari 0000
hingga mencapai output 1001 (desimal 9). Kedua output
QA dan QD sekarang sama dengan logika “1”.
 Pembagi Frekuensi
Kemampuan pencacah riak untuk memotong urutan
untuk menghasilkan output “divide-by-n” berati bahwa
pencacah dan terutama pencacah riak, dapat digunakan
sebagai pembagi frekuensi untuk mengurangi frekuensi
clock tinggi ke nilai yang lebih bermanfaat untuk
digunakan dalam digital clock dan aplikasi waktu.
Contoh, anggap kita memerlukan sinyal timing 1Hz yang
akurat untuk mengoperasikan clock digital.
Kelebihan dari Pencacah Asinkron
a. Pencacah Asinkron dapat dengan mudah
dibuat dari Toggle atau flip-flop tipe-D.
b. Setiap output dalam rantai tergantung pada
perubahan status dari output flip-flop ke
input berikutnya.
c. Pencacah terpotong dapat menghasilkan
jumlah nomor modulo.
Kekurangan Pencacah Asinkron
a. Flip-flop output “sinkronisasi ulang”
tambahan mungkin diperlukan.
12
b. Penundaan ini memberi mereka julukan
“Counter Propagation”.
c. Kesalahan pencacahan terjadi pada
frekuensi clocking tinggi.
13
BAB III
PENUTUP
D. Kesimpulan
Pencacahan atau counter merupakan rangkaian
logika yang hampir sama. Pencacahan atau counter
digunakan untuk menghitung pulsa clock dan isi
pencacahan satu dengan pencacahan lainnya.
Pencacahan atau counter juga digunakan untuk
mengingatkan banyak pulsa clock yang sudah di
masukkan. Biasanya pencacahan sering digunakan
untuk mengmenghitung kecepatan, menghitung jarak,
pembagian frekuensi, pembagi frekuensi.
Dilihat dari hitungan pencacahan, counter
dibedakan menjadi 2 yaitu up counter dan down
counter. Perbedaan antara up counter dan down
counter yaitu up counter pencacah yang dilakukan dari
kecil ke besar sedangkan down counter pencacah yang
dilakukan dari besar ke kecil.
Secara umum jenis pencacahan ada 2 yaitu
pencacahan sinkron dan pencacahan asinkron.
Perbedaan dari kedua jenis counter ini ada pada
pemicunya. Dicounter sinkron dipicu dari satu sumber
(terjadi secara serempak) flip-flopnya tersusun secara
permanen. Sedangkan di counter asinkron dipicu
dengan menggunakan minimal 1 flip-flop dari keluaran
flipfloplainnya. Flip-flopnya tersusun secara seri.
Dengan peta karnough atau timing diagram dan
14
manipulasi flip-flop bisa menghasilkan counter acak, up
down counter, shift counter.
Pencacahan sinkron:
- Input untuk clock dibalikan secara
serempak/bersamaan
- Waktu dalam penundaan counter sama dengan
penundaan satu flip-flop
- Memerlukan clock berdaya tinggi, karna harus
menggerakan flip-flop secara bersamaan/serentak
- Disebut juga dengan pencacahan paralel/sejajar
Pecacahan asinkron:
- Input untuk clock dikembalikan secara tak
serempak atau tidak berurutan
- Waktu dalam penundaan counter yaitu waktu
penundaan semua flip-flop
- Memerlukan clock berdaya rendah, karena flip-flop
pertama saja yang dikendalikan
- Disebut juga dengan pencacahan biner/seri
15
DAFTAR PUSTAKA
NURYANTO, Lilik Eko. APLIKASI JK FLIP-FLOP UNTUK
MERANCANG DECADE COUNTER ASINKRON. Orbit :
Pengembangan Rekayasa dan Sosial, 2017,13.2
Siregar, R.N.,Imran, W.Z., Sumanto,J.,Setyorini, N.D., &
Bukit, B. (2015). KARAKTERISASI COUNTER 5X16 BIT
PADA PERANGKAT RIA SAMPLE CHANGER AUTOMATIC
MULTI DETECTOR. Jurnal perangkat Nuklir,8(1)
Yanis,R.,Mamahit,D.J.,Allo,E.K., & Sompie,S.R(2013).
Perancangan Catu Daya Berbasis Up-Down Binary
Counter Dengan 32 Keluaran. Jurnal Teknik Elektro dan
Komputer.

COUNTER SINKRON DAN ASINKRONUS

  • 1.
    COUNTER SINKRON DAN ASINKRON DisusunOleh : Andien Pramudita 2201020058 Agus Widya Diputra 2201020063 Jihannada Tsaltsa Bila Najla 2201020060 Albertus Febri Boy Kristianto 2201020081 PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) PRIMAKARA 2022 https://lp.primakara.ac.id/
  • 2.
    2 KATA PENGANTAR Pada duniasistem digital terdapat sebuah rangkaian logika yaitu pencacah atau counter, yaitu counter sinkron dan asinkron. Counter atau pencacah sederhana yaitu suatu rangkaian logika sekuensial yang berfungsi mengingat berapa jumlah pulsa yang telah masuk. Contoh dari penggunaan rangkaian pencacah seperti jam digital, timbangan digital dan alat digital lainnya. Secara umum counter dapat dibagi menjadi 2 yaitu counter sinkron dan counter asinkron. Pembuatan artikel ini bertujuan untuk memahami apa itu pencacah, counter sinkron dan asinkron, serta memberi pemahaman bahwa di dalam dunia sistem digital terdapat sebuah rangkaian logika yang digunakan untuk mengontrol suatu program agar berjalan dengan baik. Kata kunci : Pencacah, Counter Sinkron, Counter Asinkron.
  • 3.
    3 DAFTAR ISI KATA PENGANTAR.........................................................2 DAFTARISI .....................................................................3 BAB I.............................................................................4 Pendahuluan .................................................................4 1.1 Latar Belakang...........................................................4 1.2 Rumusan Masalah.....................................................5 1.3 Tujuan........................................................................5 BAB II............................................................................6 PEMBAHASAN...............................................................6 A. Counter/Pencacah ......................................................6 B. Pencacah (Counter) Sinkron........................................9 Kekurangan counter sinkron.......................................9 C. Pencacah (Counter) asinkron....................................10  Pencacah Dekade Asinkron...............................10  Pembagi Frekuensi ............................................11 Kelebihan dari Pencacah Asinkron............................11 Kekurangan Pencacah Asinkron....................................11 BAB III PENUTUP..........................................................13 D. Kesimpulan................................................................13 DAFTAR PUSTAKA........................................................15
  • 4.
    4 BAB I Pendahuluan 1.1 LatarBelakang Pada zaman sekarang teknologi semakin canggih. Perkembangan teknologi memungkinkan hidup masyarakat menjadi lebih mudah. Dibuatnya alat-alat teknologi seperti Handphone, Laptop dan lain-lain membuat semua menjadi lebih mudah. Didalam alat-alat tersebut terdapat rangkaian-rangkaian elektronika tersebut terdapat komponen-komponen contohnya yaitu counter. Terdapat 2 jenis counter yaitu : counter sinkron dan asinkron. Counter sinkron, output flip-flop yang digunakan bergulingan masing flip-flop tersebut dikendalikan secara serempak oleh satu sinyal clock. Oleh sebab itu syncronous counter disebut paralel counter. Sedangkan untuk asyncronous couter biasa disebut ripple troough counter/serial counter, karena output masing-masing flip-flop yang digunakan akan bergulingan (berubah kondisi dari 0 ke 1 atau sebaliknya) secara berurutan. Perbedaan dari kedua jenis counter ini ada pada pemicunya. Di counter sinkron dipicu dari satu sumber (terjadi secara serempak) flip-flopnya tersusun secara
  • 5.
    5 permanen. Sedangkan dicounter asinkron dipicu dengan menggunakan minimal 1 flip-flop dari keluaran flip-flop lainnya. Flop-flopnya tersusun secara seri. Dengan peta karnough atau timing diagram dan manipulasi flip-flop bisa menghasilkan counter acak, up down counter, shit counter. 1.2 Rumusan Masalah 1. Apa itu counter/pencacah? 2. Apa yang dimaksud dengan counter sinkron? 3. Apa yang dimaksud dengan counter asinkron? 1.3 Tujuan 1. Untuk dapat memahami prinsip dasar, kegunaan serta karakteristik counter. 2. Untuk dapat memahami counter sinkron serta counter up/down pada counter sinkron. 3. Untuk dapat memahami pencacah asinkron serta bagian-bagian dari pencacah asinkron.
  • 6.
    6 BAB II PEMBAHASAN A. Counter/Pencacah Pencacah(counter) adalah rangkaian logika sekuensial yang dapat berfungsi untuk menghitung jumlah pulsa yang masuk yang dinyatakan bilangan biner. Hampir seluruh peralatan elektronik yang mempergunakan sistem digital di dalam rangkaian nya berisi suatu alat yang dapat mengontrol urutan operasi program. Alat tersebut dinamakan pencacah atau counter. Pada umumnya counter ini dibentuk dari beberapa buah rangkaian flip-flop atau bistabil multivibrator yang jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan. Menurut cara kerja masukan pulsa ke dalam setiap flip-flop, maka counter dapat dibagi menjadi: 1. Asynchronous binary counter 2. Synchronous binary counter Asynchronous counter (ripple counter merupakan counter yang masukan clock pemicunya tidak terhubung ke setiap Flip-Flop secara langsung. Sedangkan Asynchronous counter merupakan counter yang masukan clock pemicunya dihubungkan ke setiap Flip-Flop, sehingga setiap flip-flop akan beroperasi dengan masukan transisi clock yang sama.
  • 7.
    7 Sedangkan menurut urutanhitungan yang terbentuk pada outputnya, maka counter dapat dibagi menjadi: 1. Up counter yang dapat menghitung secara berurutan mulai dari bilangan terkecil sampai bilangan terbesar. Misal : 0-1-2-3-4-5-6-7-0-1-2-......... 2. Down counter yang dapat menghitung secara berurutan dari bilangan terbesar ke bilangan terkecil.
  • 8.
    8 3. Up downcounter adalah sistem yang mencacah atau menghitung suatu bilangan desimal. Dimana segala sesuatunya di perintahkan oleh masukan yang diberikan. Adapun tiga faktor yang harus diperhatikan untuk membangun pencacah naik atau turun yaitu : 1. Pada transisi mana Flip-Flop tersebut aktif. Transisi pulsa dari positif ke negatif atau sebaliknya. 2. Output Filp-Flop yang diumpankan ke Flip-Flop berikutnya diambilkan dari mana. Dari output Q atau not Q. 3. Indikator hasil cacahan dinyatakan sebagai output yang sama. Output Q atau not Q. Ketiga faktor tersebut di atas dapat dinyatakan dalam persamaan EX-OR
  • 9.
    9 B. Pencacah (Counter)Sinkron Synchronous counter meupakan counter yang masukan clock pemicunya dihubungkan ke setiap Flip- Flop, sehingga setiap Flip-Flop akan beroperasi dengan masukan transisi clock yang sama. Pada synchronous counter harus dipastikan bahwa setiap flip-flop menahan transisi iurannya sampai tiba gilirannya. IC 74LS190 adalah synchronous BCD counter (0 sampai 9). IC ini mempunyai 4 masukan P0, P1, P2, dan P3 yang digunakan untuk mengeset mulainya hitungan dengan operasi Parallel Load (PL). Counter ini juga menghitung up/down dengan menentukan masukan U/D. Kekurangan counter sinkron mempunyai kemungkinan terjadi masalah yang memerlukan signal clock yang deras untuk menampung paket data secara bersamaan.
  • 10.
    10 Kelebihan counter sinkron Keunggulandari Synchronous Counter mudah didesain untuk keperluan aplikasi yang lebih kompleks. Tidak terjadi propagation delay karena semua flip-flop mendapat input clock secara bersamaan. Memiliki kecepatan yang lebih baik dalam aplikasi counter atau rangkaian yang lebih besar. C. Pencacah (Counter) asinkron Pencacah (Counter) Asinkron menggunakan flip-flop yang dihubungkan secara seri sehingga pulsa clock input nampak beriak melalui pencacah. Sebuah pencacah Asinkron dapat memiliki 2n-1 mungkin keadaan pencacahan misalnya MOD-16 untuk counter 4-bit, (0- 15) sehingga ideal untuk digunakan dalam aplikasi pembagi frekuensi.  Pencacah Dekade Asinkron Tetapi mengapa kita ingin membuat [encacah terpotong asinkron yang bukan MOD-4, MOD-8, atau modulo lain yang sama dengan kekuatan dua. Jawabannya adalah kita dapat menggunakan logika kombinasional untuk mengambil keuntungan dari input asinkron pada flip-flop.
  • 11.
    11 Jenis pencacah asinkronini dihitung ke atas pada setiap tepi trailing sinyal clock input mulai dari 0000 hingga mencapai output 1001 (desimal 9). Kedua output QA dan QD sekarang sama dengan logika “1”.  Pembagi Frekuensi Kemampuan pencacah riak untuk memotong urutan untuk menghasilkan output “divide-by-n” berati bahwa pencacah dan terutama pencacah riak, dapat digunakan sebagai pembagi frekuensi untuk mengurangi frekuensi clock tinggi ke nilai yang lebih bermanfaat untuk digunakan dalam digital clock dan aplikasi waktu. Contoh, anggap kita memerlukan sinyal timing 1Hz yang akurat untuk mengoperasikan clock digital. Kelebihan dari Pencacah Asinkron a. Pencacah Asinkron dapat dengan mudah dibuat dari Toggle atau flip-flop tipe-D. b. Setiap output dalam rantai tergantung pada perubahan status dari output flip-flop ke input berikutnya. c. Pencacah terpotong dapat menghasilkan jumlah nomor modulo. Kekurangan Pencacah Asinkron a. Flip-flop output “sinkronisasi ulang” tambahan mungkin diperlukan.
  • 12.
    12 b. Penundaan inimemberi mereka julukan “Counter Propagation”. c. Kesalahan pencacahan terjadi pada frekuensi clocking tinggi.
  • 13.
    13 BAB III PENUTUP D. Kesimpulan Pencacahanatau counter merupakan rangkaian logika yang hampir sama. Pencacahan atau counter digunakan untuk menghitung pulsa clock dan isi pencacahan satu dengan pencacahan lainnya. Pencacahan atau counter juga digunakan untuk mengingatkan banyak pulsa clock yang sudah di masukkan. Biasanya pencacahan sering digunakan untuk mengmenghitung kecepatan, menghitung jarak, pembagian frekuensi, pembagi frekuensi. Dilihat dari hitungan pencacahan, counter dibedakan menjadi 2 yaitu up counter dan down counter. Perbedaan antara up counter dan down counter yaitu up counter pencacah yang dilakukan dari kecil ke besar sedangkan down counter pencacah yang dilakukan dari besar ke kecil. Secara umum jenis pencacahan ada 2 yaitu pencacahan sinkron dan pencacahan asinkron. Perbedaan dari kedua jenis counter ini ada pada pemicunya. Dicounter sinkron dipicu dari satu sumber (terjadi secara serempak) flip-flopnya tersusun secara permanen. Sedangkan di counter asinkron dipicu dengan menggunakan minimal 1 flip-flop dari keluaran flipfloplainnya. Flip-flopnya tersusun secara seri. Dengan peta karnough atau timing diagram dan
  • 14.
    14 manipulasi flip-flop bisamenghasilkan counter acak, up down counter, shift counter. Pencacahan sinkron: - Input untuk clock dibalikan secara serempak/bersamaan - Waktu dalam penundaan counter sama dengan penundaan satu flip-flop - Memerlukan clock berdaya tinggi, karna harus menggerakan flip-flop secara bersamaan/serentak - Disebut juga dengan pencacahan paralel/sejajar Pecacahan asinkron: - Input untuk clock dikembalikan secara tak serempak atau tidak berurutan - Waktu dalam penundaan counter yaitu waktu penundaan semua flip-flop - Memerlukan clock berdaya rendah, karena flip-flop pertama saja yang dikendalikan - Disebut juga dengan pencacahan biner/seri
  • 15.
    15 DAFTAR PUSTAKA NURYANTO, LilikEko. APLIKASI JK FLIP-FLOP UNTUK MERANCANG DECADE COUNTER ASINKRON. Orbit : Pengembangan Rekayasa dan Sosial, 2017,13.2 Siregar, R.N.,Imran, W.Z., Sumanto,J.,Setyorini, N.D., & Bukit, B. (2015). KARAKTERISASI COUNTER 5X16 BIT PADA PERANGKAT RIA SAMPLE CHANGER AUTOMATIC MULTI DETECTOR. Jurnal perangkat Nuklir,8(1) Yanis,R.,Mamahit,D.J.,Allo,E.K., & Sompie,S.R(2013). Perancangan Catu Daya Berbasis Up-Down Binary Counter Dengan 32 Keluaran. Jurnal Teknik Elektro dan Komputer.