Tata Pelaksanaan SOP
SECURITY
Gedung XXXXXXXX
DAFTAR ISI
Hal.
1. Pengantar Managemen 2
2. Daftar Isi 3
3. Standar Berpakaian/Penampilan 4-5
4. Menerima Tamu 6-8
5. Menerima Management /VIP/ Undangan Khusus 10
6. Menerima telepon 11-12
7. LP: Check lantai & Parkir 13-14
8. LP: Laporan kehilangan 15-18
9. LP: Tindakan preventif (pencegahan) 19-20
10. LP: Tindakan represih (aktif) 21
11. LP: Pencatatan kendaraan 22
12. KEADAAAN DARURAT:
a. Darurat Kebakaran 24
b. Kode darurat 25
c. Penggunaan APAR 26-27
d. Darurat Gempa 28
e. Darurat Medis 29
f. Darurat keamanan 30
g. Standar Evakuasi Gedung 31-33
Hal.4 dari 32
STANDAR PENAMPILAN
Hal.5 dari 32
Hal.6 dari 32
STANDAR MENERIMA TAMU 1
1. Salam – Senyum – Sapa 2. Konfirmasi
3. Isi Buku Tamu 4. Menerima ID/KTP/SIM
5. Menerima Kunci Mobil 6. Berikan ID Tamu
Hal.7 dari 32
STANDAR MENERIMA TAMU 2
6. Antar dan tekan lantai
tujuan lift
7. Mempersilahkan masuk lift
8. Konfirmasi kepada anggota
di area tunggu tamu
9. Menerima ID Tamu dan
mengembalikan ID/KTP/SIM
Tamu beserta kunci
kendaraan. Ucapkan
Terimakasih.
Hal.8 dari 32
Hal.9 dari 32
STANDAR MENERIMA MANAGEMENT
/ VIP / TAMU KHUSUS
1. Menerima Info
kedatangan Management
/ VIP / Tamu Khusus.
Kordinasikan seluruh
Team.
2. Persiapan kedatangan, siapkan area
Parkir, siapkan security yang
mengarahkan masuk ke TOP CENTER.
3. Arahkan ke area parkir yang sudah ditentukan. Sesaat mobil berhenti
bersiap membukakan pintu. Ucapkan “Selamat pagi/siang/Malam,
selamat datang di TOP CENTER”
Hal.10 dari 32
Hal.11 dari 32
STANDAR MENERIMA TELEPON
1. “Selamat (Pagi/Siang/Malam)”
2. “Dengan saya (SEBUTKAN NAMA), security (Loby/pos/parkir),
ada yang bisa kami bantu?”
3. (Dengarkan!, bila perlu persiapkan catatan)
4. (Konfirmasi Informasi) “Baik, saya ulangi Bapak/Ibu, bahwa……..”
a. Apakah penelepon membutuhkan bantuan?
b. Apakah penelepon menyampaikan informasi penting?
5. “Terimakasih sudah menghubungi, akan kami tindak lanjuti”
6. “Selamat (Pagi/siang/Malam) Bapak/Ibu…….”
Hal.12 dari 32
Hal.13 dari 32
STANDAR LOST PREVENTION :
CHECK RUANG DAN AREA PARKIR
Lakukan checking tiap lantai untuk memeriksa
kerusakan, kehilangan, resiko berbahaya.
Lakukan checking Parkir Motor dan Parkir Mobil untuk memeriksa
kerusakan, kehilangan, resiko berbahaya.
Hal.14 dari 32
Hal.15 dari 32
Hal.16 dari 32
STANDAR LOST PREVENTION :
LAPORAN KEHILANGAN 1
1. Menerima laporan 2. Investigasi mengumpulkan Bukti
3. Bukti dikordinasikan ke atasan 4. Ijin atasan tersangka
untuk geledah
4. Komunikasi ke Tersangka 5. Dengan HORMAT, sampaikan
tujuan. Hal.17 dari 32
STANDAR LOST PREVENTION :
LAPORAN KEHILANGAN 2 (TINDAKAN REPRESIF)
Proses Penggeledahan (Tindakan Represif):
1. Pastikan ybs mengerti tujuan penggeledahan.
2. Sampaikan permohonan maaf dan selalu bertindak
dengan Hormat.
3. Bila diketemukan: Amankan barang bukti dan ajak saat itu
juga ybs. Ke ruangan security untuk dimintai keterangan.
4. Bila tidak diketemukan: Sampaikan mohon maaf dan
terimakasih sudah bersedia untuk dilakukan
penggeledahan.
5. Bila bukti ada/kuat namun barang bukti tidak
diketemukan, konfrontasi ybs. atau perlihatkan kepada
ybs bukti yang ada (misal: rekaman CCTV atau keterangan
saksi mata).
6. Kordinasi dengan atasan/manajemen apakah Tersangka
yang terbukti akan diproses secara hukum atau tidak.
Hal.18 dari 32
Hal.19 dari 32
STANDAR LOST PREVENTION :
TINDAKAN PREVENTIF
Contoh tindakan Preventif: Menanyakan ID Card, Menegur karyawan
yang merokok disembarang tempat, menegur karyawan yang
melakukan hal berpotensi kecelakaan dll.
Salam,senyum,sapa, “Mohon maaf saya boleh minta waktu sebentar”
Tanyakan kenapa karyawan tidak memakai ID Card, atau bisa dengan
“Bapak/Ibu mohon gunakan ID Card selalu, bila tidak akan saya
laporkan hal ini ke atasan Bapak/Ibu” Hal.20 dari 32
Hal.21 dari 32
Hal.22 dari 32
STANDAR LOST PREVENTION :
PENCATATAN KENDARAAN
1. Melakukan pencatatan kendaraan yang berada di
gedung TOP CENTER (Khususnya saat Keluar-Masuk).
2. Check kondisi kendaraan (Khususnya Operasional)
mencatatnya dan kemudian melaporkan ke bagian
terkait (GA, atau Service staff divisi Property)
Hal.23 dari 32
Hal.24 dari 32
STANDAR KODE DARURAT
: KODE MERAH; adalah kode
darurat untuk menjelaskan
adanya Kebakaran.
: KODE HITAM; adalah kode
darurat untuk menjelaskan
adanya Gempa Bumi.
: KODE BIRU; adalah kode
darurat untuk menjelaskan
adanya Darurat Medis pada
Karyawan atau Tamu yang ada.
: KODE ABU-ABU; adalah
kode darurat untuk menjelaskan
adanya gangguan keamanan,
Ancaman keamanan, tindakan
terorisme.
Hal.25 dari 32
STANDAR PENGGUNAAN APAR (ALAT
PEMADAM API RINGAN) 1
1.Menuju titik
APAR terdekat.
2.Ambil dan taruh
dilantai.
3.Tarik PIN
PENGAMAN dari tuas.
4.Tes apakah APAR berfungsi 5.Bergegas menuju TKP
Hal.26 dari 32
STANDAR PENGGUNAAN APAR (ALAT
PEMADAM API RINGAN) 2
6. Gunakan APAR pada SUMBER API, bukan pada kobaran api.
7. Usahakan jarak anda 2-3meter dari sumber Api.
8. Pastikan SUMBER API sudah padam.
9. Bila tidak padam dan api makin membesar, hubungi DINAS
PEMADAM KEBAKARAN.
10. Bila perlu evakuasi Gedung TOP Center; KODE:MERAH.
Hal.27 dari 32
Hal.28 dari 32
Hal.29 dari 32
Hal.30 dari 32
STANDAR EVAKUASI DADURAT 1
1. Kordinasi Evakuasi
kepada Management
2. Informasikan KODE DARURAT
dan mekanismenya.
3. Membuka dan
arahkan Karyawan dan
Tamu ke TANGGA
DARURAT.
4. Terus memandu dan meminta
untuk TIDAK PANIK.
Hal.31 dari 32
STANDAR EVAKUASI DADURAT 2
5. Terus memandu dan meminta
untuk TIDAK PANIK.
6. Arahkan ke ASSEMBLY POIN /
TITIK KUMPUL.
7. Check kelengkapan jumlah
karyawan (Minta bantuan
masing-masing Divisi), check
apakah ada yang terluka.
8. Meminta karyawan untuk
tidak Panik. Laporkan keadaan
kepada atasan.
9. Kordinasi ke Kantor polisi Polsek Gambir, Polres Jakpus, atau Polda
Jaya. Dinas pemadam kebakaran Jakarta pusat. Instalasi medis atau
Rumah sakit terdekat.
Hal.32 dari 32
STANDAR DARURAT MEDIS
1. Menerima laporan
darurat Medis, kordinasi.
2. Bergegas menuju karyawan yang
mengalami darurat Medis.
3. Tanyakan kronologis
dan keterangan dari
penderita atau karyawan
lain yang mengetahui.
JANGAN MENCOBA
MENOLONG BILA ANDA
TIDAK YAKIN APA YANG
AKAN ANDA LAKUKAN.
4. Hubungi RS/Klinik/Dokter
terdekat. Bila bisa mendatangkan
AMBULANCE akan lebih baik.
5. Bila AMBULANCE tidak bisa
datang, segera evakuasi ke RS
terdekat menggunakan kendaraan
yang tersedia, kordinasikan!.-End

Contoh sop security pengamanan - code of conduct

  • 1.
  • 2.
    DAFTAR ISI Hal. 1. PengantarManagemen 2 2. Daftar Isi 3 3. Standar Berpakaian/Penampilan 4-5 4. Menerima Tamu 6-8 5. Menerima Management /VIP/ Undangan Khusus 10 6. Menerima telepon 11-12 7. LP: Check lantai & Parkir 13-14 8. LP: Laporan kehilangan 15-18 9. LP: Tindakan preventif (pencegahan) 19-20 10. LP: Tindakan represih (aktif) 21 11. LP: Pencatatan kendaraan 22 12. KEADAAAN DARURAT: a. Darurat Kebakaran 24 b. Kode darurat 25 c. Penggunaan APAR 26-27 d. Darurat Gempa 28 e. Darurat Medis 29 f. Darurat keamanan 30 g. Standar Evakuasi Gedung 31-33
  • 3.
  • 4.
  • 5.
  • 6.
    STANDAR MENERIMA TAMU1 1. Salam – Senyum – Sapa 2. Konfirmasi 3. Isi Buku Tamu 4. Menerima ID/KTP/SIM 5. Menerima Kunci Mobil 6. Berikan ID Tamu Hal.7 dari 32
  • 7.
    STANDAR MENERIMA TAMU2 6. Antar dan tekan lantai tujuan lift 7. Mempersilahkan masuk lift 8. Konfirmasi kepada anggota di area tunggu tamu 9. Menerima ID Tamu dan mengembalikan ID/KTP/SIM Tamu beserta kunci kendaraan. Ucapkan Terimakasih. Hal.8 dari 32
  • 8.
  • 9.
    STANDAR MENERIMA MANAGEMENT /VIP / TAMU KHUSUS 1. Menerima Info kedatangan Management / VIP / Tamu Khusus. Kordinasikan seluruh Team. 2. Persiapan kedatangan, siapkan area Parkir, siapkan security yang mengarahkan masuk ke TOP CENTER. 3. Arahkan ke area parkir yang sudah ditentukan. Sesaat mobil berhenti bersiap membukakan pintu. Ucapkan “Selamat pagi/siang/Malam, selamat datang di TOP CENTER” Hal.10 dari 32
  • 10.
  • 11.
    STANDAR MENERIMA TELEPON 1.“Selamat (Pagi/Siang/Malam)” 2. “Dengan saya (SEBUTKAN NAMA), security (Loby/pos/parkir), ada yang bisa kami bantu?” 3. (Dengarkan!, bila perlu persiapkan catatan) 4. (Konfirmasi Informasi) “Baik, saya ulangi Bapak/Ibu, bahwa……..” a. Apakah penelepon membutuhkan bantuan? b. Apakah penelepon menyampaikan informasi penting? 5. “Terimakasih sudah menghubungi, akan kami tindak lanjuti” 6. “Selamat (Pagi/siang/Malam) Bapak/Ibu…….” Hal.12 dari 32
  • 12.
  • 13.
    STANDAR LOST PREVENTION: CHECK RUANG DAN AREA PARKIR Lakukan checking tiap lantai untuk memeriksa kerusakan, kehilangan, resiko berbahaya. Lakukan checking Parkir Motor dan Parkir Mobil untuk memeriksa kerusakan, kehilangan, resiko berbahaya. Hal.14 dari 32
  • 14.
  • 15.
  • 16.
    STANDAR LOST PREVENTION: LAPORAN KEHILANGAN 1 1. Menerima laporan 2. Investigasi mengumpulkan Bukti 3. Bukti dikordinasikan ke atasan 4. Ijin atasan tersangka untuk geledah 4. Komunikasi ke Tersangka 5. Dengan HORMAT, sampaikan tujuan. Hal.17 dari 32
  • 17.
    STANDAR LOST PREVENTION: LAPORAN KEHILANGAN 2 (TINDAKAN REPRESIF) Proses Penggeledahan (Tindakan Represif): 1. Pastikan ybs mengerti tujuan penggeledahan. 2. Sampaikan permohonan maaf dan selalu bertindak dengan Hormat. 3. Bila diketemukan: Amankan barang bukti dan ajak saat itu juga ybs. Ke ruangan security untuk dimintai keterangan. 4. Bila tidak diketemukan: Sampaikan mohon maaf dan terimakasih sudah bersedia untuk dilakukan penggeledahan. 5. Bila bukti ada/kuat namun barang bukti tidak diketemukan, konfrontasi ybs. atau perlihatkan kepada ybs bukti yang ada (misal: rekaman CCTV atau keterangan saksi mata). 6. Kordinasi dengan atasan/manajemen apakah Tersangka yang terbukti akan diproses secara hukum atau tidak. Hal.18 dari 32
  • 18.
  • 19.
    STANDAR LOST PREVENTION: TINDAKAN PREVENTIF Contoh tindakan Preventif: Menanyakan ID Card, Menegur karyawan yang merokok disembarang tempat, menegur karyawan yang melakukan hal berpotensi kecelakaan dll. Salam,senyum,sapa, “Mohon maaf saya boleh minta waktu sebentar” Tanyakan kenapa karyawan tidak memakai ID Card, atau bisa dengan “Bapak/Ibu mohon gunakan ID Card selalu, bila tidak akan saya laporkan hal ini ke atasan Bapak/Ibu” Hal.20 dari 32
  • 20.
  • 21.
  • 22.
    STANDAR LOST PREVENTION: PENCATATAN KENDARAAN 1. Melakukan pencatatan kendaraan yang berada di gedung TOP CENTER (Khususnya saat Keluar-Masuk). 2. Check kondisi kendaraan (Khususnya Operasional) mencatatnya dan kemudian melaporkan ke bagian terkait (GA, atau Service staff divisi Property) Hal.23 dari 32
  • 23.
  • 24.
    STANDAR KODE DARURAT :KODE MERAH; adalah kode darurat untuk menjelaskan adanya Kebakaran. : KODE HITAM; adalah kode darurat untuk menjelaskan adanya Gempa Bumi. : KODE BIRU; adalah kode darurat untuk menjelaskan adanya Darurat Medis pada Karyawan atau Tamu yang ada. : KODE ABU-ABU; adalah kode darurat untuk menjelaskan adanya gangguan keamanan, Ancaman keamanan, tindakan terorisme. Hal.25 dari 32
  • 25.
    STANDAR PENGGUNAAN APAR(ALAT PEMADAM API RINGAN) 1 1.Menuju titik APAR terdekat. 2.Ambil dan taruh dilantai. 3.Tarik PIN PENGAMAN dari tuas. 4.Tes apakah APAR berfungsi 5.Bergegas menuju TKP Hal.26 dari 32
  • 26.
    STANDAR PENGGUNAAN APAR(ALAT PEMADAM API RINGAN) 2 6. Gunakan APAR pada SUMBER API, bukan pada kobaran api. 7. Usahakan jarak anda 2-3meter dari sumber Api. 8. Pastikan SUMBER API sudah padam. 9. Bila tidak padam dan api makin membesar, hubungi DINAS PEMADAM KEBAKARAN. 10. Bila perlu evakuasi Gedung TOP Center; KODE:MERAH. Hal.27 dari 32
  • 27.
  • 28.
  • 29.
  • 30.
    STANDAR EVAKUASI DADURAT1 1. Kordinasi Evakuasi kepada Management 2. Informasikan KODE DARURAT dan mekanismenya. 3. Membuka dan arahkan Karyawan dan Tamu ke TANGGA DARURAT. 4. Terus memandu dan meminta untuk TIDAK PANIK. Hal.31 dari 32
  • 31.
    STANDAR EVAKUASI DADURAT2 5. Terus memandu dan meminta untuk TIDAK PANIK. 6. Arahkan ke ASSEMBLY POIN / TITIK KUMPUL. 7. Check kelengkapan jumlah karyawan (Minta bantuan masing-masing Divisi), check apakah ada yang terluka. 8. Meminta karyawan untuk tidak Panik. Laporkan keadaan kepada atasan. 9. Kordinasi ke Kantor polisi Polsek Gambir, Polres Jakpus, atau Polda Jaya. Dinas pemadam kebakaran Jakarta pusat. Instalasi medis atau Rumah sakit terdekat. Hal.32 dari 32
  • 32.
    STANDAR DARURAT MEDIS 1.Menerima laporan darurat Medis, kordinasi. 2. Bergegas menuju karyawan yang mengalami darurat Medis. 3. Tanyakan kronologis dan keterangan dari penderita atau karyawan lain yang mengetahui. JANGAN MENCOBA MENOLONG BILA ANDA TIDAK YAKIN APA YANG AKAN ANDA LAKUKAN. 4. Hubungi RS/Klinik/Dokter terdekat. Bila bisa mendatangkan AMBULANCE akan lebih baik. 5. Bila AMBULANCE tidak bisa datang, segera evakuasi ke RS terdekat menggunakan kendaraan yang tersedia, kordinasikan!.-End