DISUSUN OLEH:
DEWI PERTIWI
HANA ROSMAWATI
TIA WULAN
“KOMPETENSI SEORANG
AUDITOR PROFESIONAL”
DAFTAR ISI
• Definisi kompetensi
• Definisi kompetensi
Auditor
• Mutu personal
,pengetahuan
umum,keahlian khusus
• 4 Komponen kompetensi
Definisi Kompetensi
• Kompetensi adalah keseluruhan pengetahuan,
kemampuan, atau keterampilan dan sikap kerja
ditambah atribut kepribadian yang dimiliki oleh
seseorang yang mencakup kemampuan berfikir
kreatif, keluasan pengetahuan, kecerdasan
emosional, pengalaman, pelatihan, sikap positif,
keterampilan kerja serta kondisi kesehatan yang
baik dan bisa dibuktikan dalam pelaksanaan tugas
dan tanggung jawab yang dibebankan kepadanya
(Iskandar Dinata, 2006:36)
Definisi kompetensi Auditor
• Kompetensi auditor adalah
kualifikasi yang dibutuhkan oleh
auditor untuk melaksanakan audit
dengan benar. Untuk memperoleh
kompetensi tersebut, dibutuhkan
pendidikan dan pelatiha bagi
auditor yang dikenal dengan nama
pendidikan professional
berkelanjutan (continuing
professional education). Ada
beberapa komponen dari
“kompetensi auditor”, yakni mutu
personal, pengetahuan umum, dan
keahlian khusus. 
Mutu Personal
Dalam menjalankan tugasnya, seorang auditor
harus memiliki mutu personal yang baik,
seperti:
• 1.       Berpikiran terbuka (open-minded);
• 2.       Berpikiran luas (broad-minded);
• 3.       Mampu menangani ketidakpastian;
• 4.       Mampu bekerjasama dalam tim;
• 5.       Rasa ingin tahu (inquisitive);
• 6.       Mampu menerima bahwa tidak ada solusi
yang mudah;
• 7.       Menyadari bahwa beberapa temuan
dapat bersifat subjektif
Pengetahuan Umum
• Seorang auditor harus memiliki pengetahuan
umum untuk memahami entitas yang diaudit
dan membantu pelaksanaan audit.
Pengetahuan dasar ini meliputi kemampuan
untuk melakukan reviu analitis (analytical
review), pengetahuan teori organisasi untuk
memahami suatu organisasi, pengetahuan
auditing, dan pengetahuan tentang sektor
public. Yang tak boleh dilupakan, adalah
pengetahuan akuntansi untuk membantu
dalam memahami siklus entitas dan laporan
keuangan serta mengolah data dan angka
yang diperiksa.
Keahlian Khusus
• Keahlian khusus yang harus
dimiliki seorang auditor antara
lain keahlian untuk melakukan
wawancara, kemampuan
membaca cepat, statistic,
keterampilan mengoperasikan
computer, serta kemampuan
menulis dan mempresentasikan
laporan dengan baik.
4 KOMPONEN KOMPETENSI
(SPAP, PSA NO.04, 2001)
• Pengetahuan
Pengetahuan menurut Meinhard et.al (1987)
diukur dari seberapa tinggi pendidikan seorang
auditor karena dengan demikian auditor akan
mempunyai semakin banyak pengetahuan
(pandangan) mengenai bidang yang digelutinya
sehingga dapat mengetahui berbagai masalah
secara lebih mendalam, selain itu auditor akan
lebih mudah dalam mengikuti perkembangan
yang semakin kompleks (Harhinto, 2004:35)
• Pengalaman
Didalam SPAP Seksi 210 PSA No.04 (2001:210.1) yang
tercantum dalam standar umum pertama berbunyi : “Audit
harus dilaksanakan oleh seorang atau lebih yang memiliki
keahlian dan pelatihan teknis yang cukup sebagai auditor”.
• Pendidikan
Auditor eksternal harus selalu memelihara atau
mempertahankan kualitas profesionalnya serta kemampuan
teknisnya melalui pendidikan secara berkesinambungan. Mereka
harus berusaha memperoleh informasi tentang kemajuan dan
perkembangan baru dalam standar, prosedur dan teknik-teknik
audit.
• Pelatihan
kompetensi auditor dapat dibentuk
diantaranya melalui pengetahuan dan
pengalaman, keahlian dan pemahaman
dibidangnya untuk dapat mendukung kualitas
dari pekerjaan yang dilakukan serta
keterkaitannya dengan peraturan-peraturan
yang telah ditetapkan dalam menjalankan
suatu pekerjaan auditnya untuk selalu
mempertahankan sikap auditor yang kompeten
dan berkualitas.
Kesimpulan:
• Jadi, bisa disimpulkan bahwa kompetensi dan
independensi adalah sepasang kualitas yang harus
dimiliki oleh auditor. Kompetensi berhubungan dengan
independensi praktisi (Mautz dan Sharaf, 1961: 205).
Seorang auditor yang memiliki pendidikan, keahlian,
pelatihan, dan pengalaman yang memadai akan bisa
merencanakan program audit, memverifikasi bukti,
dan menyusun laporan secara independen. Artinya,
auditor hanya akan bisa independen, jika ia memiliki
keahlian yang memadai dalam melakukan pekerjaannya
dan memberikan opininya. Sebaliknya, auditor yang
tidak kompeten sulit untuk bisa menjadi independen
karena ia tidak memiliki syarat utama untuk menjadi
independen, yaitu kompetensi
THANK YOU

Competency Audit

  • 1.
    DISUSUN OLEH: DEWI PERTIWI HANAROSMAWATI TIA WULAN “KOMPETENSI SEORANG AUDITOR PROFESIONAL”
  • 2.
    DAFTAR ISI • Definisikompetensi • Definisi kompetensi Auditor • Mutu personal ,pengetahuan umum,keahlian khusus • 4 Komponen kompetensi
  • 3.
    Definisi Kompetensi • Kompetensiadalah keseluruhan pengetahuan, kemampuan, atau keterampilan dan sikap kerja ditambah atribut kepribadian yang dimiliki oleh seseorang yang mencakup kemampuan berfikir kreatif, keluasan pengetahuan, kecerdasan emosional, pengalaman, pelatihan, sikap positif, keterampilan kerja serta kondisi kesehatan yang baik dan bisa dibuktikan dalam pelaksanaan tugas dan tanggung jawab yang dibebankan kepadanya (Iskandar Dinata, 2006:36)
  • 4.
    Definisi kompetensi Auditor •Kompetensi auditor adalah kualifikasi yang dibutuhkan oleh auditor untuk melaksanakan audit dengan benar. Untuk memperoleh kompetensi tersebut, dibutuhkan pendidikan dan pelatiha bagi auditor yang dikenal dengan nama pendidikan professional berkelanjutan (continuing professional education). Ada beberapa komponen dari “kompetensi auditor”, yakni mutu personal, pengetahuan umum, dan keahlian khusus. 
  • 5.
    Mutu Personal Dalam menjalankantugasnya, seorang auditor harus memiliki mutu personal yang baik, seperti: • 1.       Berpikiran terbuka (open-minded); • 2.       Berpikiran luas (broad-minded); • 3.       Mampu menangani ketidakpastian; • 4.       Mampu bekerjasama dalam tim; • 5.       Rasa ingin tahu (inquisitive); • 6.       Mampu menerima bahwa tidak ada solusi yang mudah; • 7.       Menyadari bahwa beberapa temuan dapat bersifat subjektif
  • 6.
    Pengetahuan Umum • Seorangauditor harus memiliki pengetahuan umum untuk memahami entitas yang diaudit dan membantu pelaksanaan audit. Pengetahuan dasar ini meliputi kemampuan untuk melakukan reviu analitis (analytical review), pengetahuan teori organisasi untuk memahami suatu organisasi, pengetahuan auditing, dan pengetahuan tentang sektor public. Yang tak boleh dilupakan, adalah pengetahuan akuntansi untuk membantu dalam memahami siklus entitas dan laporan keuangan serta mengolah data dan angka yang diperiksa.
  • 7.
    Keahlian Khusus • Keahliankhusus yang harus dimiliki seorang auditor antara lain keahlian untuk melakukan wawancara, kemampuan membaca cepat, statistic, keterampilan mengoperasikan computer, serta kemampuan menulis dan mempresentasikan laporan dengan baik.
  • 8.
    4 KOMPONEN KOMPETENSI (SPAP,PSA NO.04, 2001) • Pengetahuan Pengetahuan menurut Meinhard et.al (1987) diukur dari seberapa tinggi pendidikan seorang auditor karena dengan demikian auditor akan mempunyai semakin banyak pengetahuan (pandangan) mengenai bidang yang digelutinya sehingga dapat mengetahui berbagai masalah secara lebih mendalam, selain itu auditor akan lebih mudah dalam mengikuti perkembangan yang semakin kompleks (Harhinto, 2004:35)
  • 9.
    • Pengalaman Didalam SPAPSeksi 210 PSA No.04 (2001:210.1) yang tercantum dalam standar umum pertama berbunyi : “Audit harus dilaksanakan oleh seorang atau lebih yang memiliki keahlian dan pelatihan teknis yang cukup sebagai auditor”. • Pendidikan Auditor eksternal harus selalu memelihara atau mempertahankan kualitas profesionalnya serta kemampuan teknisnya melalui pendidikan secara berkesinambungan. Mereka harus berusaha memperoleh informasi tentang kemajuan dan perkembangan baru dalam standar, prosedur dan teknik-teknik audit.
  • 10.
    • Pelatihan kompetensi auditordapat dibentuk diantaranya melalui pengetahuan dan pengalaman, keahlian dan pemahaman dibidangnya untuk dapat mendukung kualitas dari pekerjaan yang dilakukan serta keterkaitannya dengan peraturan-peraturan yang telah ditetapkan dalam menjalankan suatu pekerjaan auditnya untuk selalu mempertahankan sikap auditor yang kompeten dan berkualitas.
  • 11.
    Kesimpulan: • Jadi, bisadisimpulkan bahwa kompetensi dan independensi adalah sepasang kualitas yang harus dimiliki oleh auditor. Kompetensi berhubungan dengan independensi praktisi (Mautz dan Sharaf, 1961: 205). Seorang auditor yang memiliki pendidikan, keahlian, pelatihan, dan pengalaman yang memadai akan bisa merencanakan program audit, memverifikasi bukti, dan menyusun laporan secara independen. Artinya, auditor hanya akan bisa independen, jika ia memiliki keahlian yang memadai dalam melakukan pekerjaannya dan memberikan opininya. Sebaliknya, auditor yang tidak kompeten sulit untuk bisa menjadi independen karena ia tidak memiliki syarat utama untuk menjadi independen, yaitu kompetensi
  • 12.