SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS
Pendahuluan
 Spektrofotometri adalah metode
pengukuran kuantitatif yang di dasarkan
pada pengukuran absorbsi (penyerapan)
radiasi gelombang elektromagnetik
 Spektrofotometer adalah instrument yang
digunakan untuk mengukur energi secara
relatif jika energi tersebut ditransmisikan,
direfleksikan atau diemisikan.
 Spektrofotometer: instrumen yang
digunakan untuk mengukur jumlah cahaya
yang diserap atau intensitas warna yang
sesuai dengan panjang gelombang
 Pengukuran kuantitatif dari cahaya yang
diserap terukur dalam bentuk Transmitansi
dan absorbansi
Prinsip Dasar Spektrofotometri UV-Vis
 Spektrofotometri UV/Vis adalah teknik analisis
spektroskopi yang memakai sumber radiasi
elektromagnetik ultra violet dekat (190 nm –380
nm) dan sinar tampak (380 nm –780 nm) dengan
menggunakan instrumen spektrofotometer.
 Spektrofotometri UV/Vis melibatkan energi
elektronik yang cukup besar pada molekul yang
dianalisis, sehingga spetrofotometer UV/Vis
lebih banyak dipakai untuk analisis kuantitatif
dibanding kualitatif.
 Prinsip kerja Spektrofotometri UV-Vis
(Spektroskopi Absorbsi) berdasarkan hukum
Lambert – Beer :
Jika suatu berkas cahaya melewati suatu medium
homogen, sebagian dari cahaya datang (Po)
diabsorpsi sebanyak (P), sebagian dapat
diabaikan dipantulkan (Pr), sedangkan sisanya
ditransmisikan (Pt) dengan efek intensitas murni
sebesar :
Po = P + Pt + Pr
 Po = intensitas cahaya masuk,
 P = intensitas cahaya diabsorpsi,
 Pr = intensitas cahaya dipantulkan,
 Pt = intensitas cahaya ditransmisikan. Pada prakteknya, nilai
Pr adalah kecil ( - 4 %), sehingga untuk tujuan praktis :
Po = Pa + Pt
Lambert (1760), Beer (1852) dan Bouger
menunjukkan hubungan berikut :
T = Pt/ Po = 10-abc
log (T) = log = -abc
log = log = -abc = A ---- -log T =abc=A=Ԑbc
Po
Pt
T
1
Po
Pt
Interaksi Materi dengan Cahaya UV-Vis
 Absorbansi spesies pada UV-Vis berlangsung dalam
dua tahap :
Tahap 1 : M + hv M*
merupakan eksitasi spesies akibat absorpsi foton (hv)
dengan waktu hidup terbatas (10-8 - 10-9 detik)
Tahap 2 : relaksasi dengan berubahnya M* menjadi
spesies baru dengan reaksi fotokimia
Absorpsi pada daerah UV –Vis menyebabkan eksitasi
elektron ikatan
 Spesies yang mengabsorpsi dapat melakukan transisi
yang meliputi :
A. Transisi elektron yang meliputi : elektron phi (π),
elektron sigma (σ) , elektron tidak berpasangan (n)
B. Absorpsi yang melibatkan elektron d dan f : unsur –
unsur blok d mengabsorpsi pada daerah UV dan
daerah tampak. Terjadinya transisi logam golongan f
karena elektron-elektron pada orbital f.
C.Spektrum absorbsi transfer muatan. Spektrum
absorpsi merupakan cara yang peka untuk
menentukan spesies absorpsi. Kompleks yang
memiliki muatan misalnya : [Fe(SCN)6]3+, [Fe2+ Fe3+
(CN)6]+ mengabsorpsi pada h yang lebih panjang,
karena bertambahnya transfer elektron memerlukan
energi radiasi yang lebih kecil.
Instrumentasi spektrofotometri UV-Vis
Filter Photometer
Gambar alat Kolorimeter
(Filter Photometer)
 Instrument yang memakai monokromator
untuk menyeleksi panjang gelombang
dinamakan spektrometer.
 Pada spektroskopi Absorbansi dimana
transmitansinya adalah perbandingan dua
kekuatan cahaya disebut spektrofotometer
 Spektrofotometer paling sederhana adalah
single beam spektrofotometer, contoh :
Spectronic 20
Gambar alat spektrofotometri
single beam
Gambar alat spektrofotometri
double beam
 Semua spektroskopi membutuhkan sumber
energi
 Pada spektroskopi absorpsi dan scattering
sumber energinya adalah photon
 Spektroskopi emisi dan pemendaraan sumber
energinya adalah panas, cahaya (photon),
atau energi kimia
Penyeleksi Panjang Gelombang (Wavelength
Selection)
1. Filter Wavelength Selection : dipakai pada
filter absorpsi
 Filter absorpsi bekerja dengan menyeleksi
radiasi yang terabsorpsi dari spektrum
elektromagnetik.
 Contoh : Gelas berwarna (filter gelas ungu
akan menyeleksi warna komplementer hijau
pada 500-560 nm)
2. Monokromator Wavelength Selection
Bagan monokromator
Detektor
 Modern detektor = Transduser ( merubah
sinyal yang mengandung photon kedalam
sinyal elektrik yang mudah diukur)
 Detektor (transduser ) terbagi 2 :
1. Photon transduser
2. Thermal transducer
Signal Processors
 Sinyal elektrik yang dihasilkan transduser
dikirim ke signal prosesor yang menjukkan
hasil analisis.
 Contoh signal prosesor : analog atau digital
meter, recorder, perlengkapan komputer yang
dilengkapi dengan data hasil.
Aplikasi kuantitatif
 Pengujian Kimia Lingkungan
Bidang Kesehatan
 Bidang Industri : pada industri farmasi ,makanan,
cat, kaca, dan logam. Metode sama dengan pada
bidang lingkungan dan kesehatan
 Bidang forensik : Penentuan alkohol dalam darah
dengan menggunakan tes Breathalyzer. Dalam
tes ini 52,5-mL sampel nafas digelembungkan
dalam larutan asam K2Cr2O7. Setiap etanol yang
terdapat dalam sampel nafas dioksidasi dengan
dikromat, menghasilkan asam asetat dan Cr3+
sebagai produk. Konsentrasi etanol dalam sampel
nafas ditentukan dari penurunan absorbansi pada
440 nm dimana ion dikromat diserap.

SPEKTROFOTOMETRI UV-Vis.pptx

  • 1.
  • 2.
    Pendahuluan  Spektrofotometri adalahmetode pengukuran kuantitatif yang di dasarkan pada pengukuran absorbsi (penyerapan) radiasi gelombang elektromagnetik  Spektrofotometer adalah instrument yang digunakan untuk mengukur energi secara relatif jika energi tersebut ditransmisikan, direfleksikan atau diemisikan.
  • 3.
     Spektrofotometer: instrumenyang digunakan untuk mengukur jumlah cahaya yang diserap atau intensitas warna yang sesuai dengan panjang gelombang  Pengukuran kuantitatif dari cahaya yang diserap terukur dalam bentuk Transmitansi dan absorbansi
  • 4.
    Prinsip Dasar SpektrofotometriUV-Vis  Spektrofotometri UV/Vis adalah teknik analisis spektroskopi yang memakai sumber radiasi elektromagnetik ultra violet dekat (190 nm –380 nm) dan sinar tampak (380 nm –780 nm) dengan menggunakan instrumen spektrofotometer.  Spektrofotometri UV/Vis melibatkan energi elektronik yang cukup besar pada molekul yang dianalisis, sehingga spetrofotometer UV/Vis lebih banyak dipakai untuk analisis kuantitatif dibanding kualitatif.
  • 5.
     Prinsip kerjaSpektrofotometri UV-Vis (Spektroskopi Absorbsi) berdasarkan hukum Lambert – Beer : Jika suatu berkas cahaya melewati suatu medium homogen, sebagian dari cahaya datang (Po) diabsorpsi sebanyak (P), sebagian dapat diabaikan dipantulkan (Pr), sedangkan sisanya ditransmisikan (Pt) dengan efek intensitas murni sebesar : Po = P + Pt + Pr
  • 6.
     Po =intensitas cahaya masuk,  P = intensitas cahaya diabsorpsi,  Pr = intensitas cahaya dipantulkan,  Pt = intensitas cahaya ditransmisikan. Pada prakteknya, nilai Pr adalah kecil ( - 4 %), sehingga untuk tujuan praktis : Po = Pa + Pt Lambert (1760), Beer (1852) dan Bouger menunjukkan hubungan berikut : T = Pt/ Po = 10-abc log (T) = log = -abc log = log = -abc = A ---- -log T =abc=A=Ԑbc Po Pt T 1 Po Pt
  • 11.
  • 12.
     Absorbansi spesiespada UV-Vis berlangsung dalam dua tahap : Tahap 1 : M + hv M* merupakan eksitasi spesies akibat absorpsi foton (hv) dengan waktu hidup terbatas (10-8 - 10-9 detik) Tahap 2 : relaksasi dengan berubahnya M* menjadi spesies baru dengan reaksi fotokimia Absorpsi pada daerah UV –Vis menyebabkan eksitasi elektron ikatan
  • 13.
     Spesies yangmengabsorpsi dapat melakukan transisi yang meliputi : A. Transisi elektron yang meliputi : elektron phi (π), elektron sigma (σ) , elektron tidak berpasangan (n)
  • 14.
    B. Absorpsi yangmelibatkan elektron d dan f : unsur – unsur blok d mengabsorpsi pada daerah UV dan daerah tampak. Terjadinya transisi logam golongan f karena elektron-elektron pada orbital f. C.Spektrum absorbsi transfer muatan. Spektrum absorpsi merupakan cara yang peka untuk menentukan spesies absorpsi. Kompleks yang memiliki muatan misalnya : [Fe(SCN)6]3+, [Fe2+ Fe3+ (CN)6]+ mengabsorpsi pada h yang lebih panjang, karena bertambahnya transfer elektron memerlukan energi radiasi yang lebih kecil.
  • 17.
    Instrumentasi spektrofotometri UV-Vis FilterPhotometer Gambar alat Kolorimeter (Filter Photometer)
  • 18.
     Instrument yangmemakai monokromator untuk menyeleksi panjang gelombang dinamakan spektrometer.  Pada spektroskopi Absorbansi dimana transmitansinya adalah perbandingan dua kekuatan cahaya disebut spektrofotometer  Spektrofotometer paling sederhana adalah single beam spektrofotometer, contoh : Spectronic 20
  • 19.
  • 20.
  • 21.
     Semua spektroskopimembutuhkan sumber energi  Pada spektroskopi absorpsi dan scattering sumber energinya adalah photon  Spektroskopi emisi dan pemendaraan sumber energinya adalah panas, cahaya (photon), atau energi kimia
  • 23.
    Penyeleksi Panjang Gelombang(Wavelength Selection) 1. Filter Wavelength Selection : dipakai pada filter absorpsi  Filter absorpsi bekerja dengan menyeleksi radiasi yang terabsorpsi dari spektrum elektromagnetik.  Contoh : Gelas berwarna (filter gelas ungu akan menyeleksi warna komplementer hijau pada 500-560 nm)
  • 24.
    2. Monokromator WavelengthSelection Bagan monokromator
  • 25.
    Detektor  Modern detektor= Transduser ( merubah sinyal yang mengandung photon kedalam sinyal elektrik yang mudah diukur)  Detektor (transduser ) terbagi 2 : 1. Photon transduser 2. Thermal transducer
  • 27.
    Signal Processors  Sinyalelektrik yang dihasilkan transduser dikirim ke signal prosesor yang menjukkan hasil analisis.  Contoh signal prosesor : analog atau digital meter, recorder, perlengkapan komputer yang dilengkapi dengan data hasil.
  • 28.
  • 30.
  • 31.
     Bidang Industri: pada industri farmasi ,makanan, cat, kaca, dan logam. Metode sama dengan pada bidang lingkungan dan kesehatan  Bidang forensik : Penentuan alkohol dalam darah dengan menggunakan tes Breathalyzer. Dalam tes ini 52,5-mL sampel nafas digelembungkan dalam larutan asam K2Cr2O7. Setiap etanol yang terdapat dalam sampel nafas dioksidasi dengan dikromat, menghasilkan asam asetat dan Cr3+ sebagai produk. Konsentrasi etanol dalam sampel nafas ditentukan dari penurunan absorbansi pada 440 nm dimana ion dikromat diserap.