HIPERTENSI
&
HIPOTENSI
KELOMPOK III
ANDI REZKI MUTMAINNAH

VIKA ARIESTA PRATIWI

FITRAH ARINI ARIFIN

SYALWAHYUDI NUR

RAHAYU NURUL ILMI
Hipertensi (HTN) atau tekanan darah tinggi,
kadang-kadang disebut juga dengan
hipertensi arteri, adalah kondisi medis
kronis dengan tekanan darah di arteri
meningkat. Peningkatan ini menyebabkan
jantung harus bekerja lebih keras dari
biasanya untuk mengedarkan darah
melalui pembuluh darah. Tekanan darah
melibatkan dua pengukuran, sistolik dan
diastolik, tergantung apakah otot jantung
berkontraksi (sistole) atau berelaksasi di
antara denyut (diastole). Tekanan darah
normal pada saat istirahat adalah dalam
kisaran sistolik (bacaan atas) 100–140
mmHg dan diastolik (bacaan bawah) 60–90
mmHg. Tekanan darah tinggi terjadi bila
terus-menerus berada pada 140/90 mmHg
atau lebih. Hipertensi adalah faktor
resiko utama untuk stroke, infark
miokard (serangan jantung), gagal
jantung, aneurisma arteri (misalnya
aneurisma aorta), penyakit arteri perifer,
dan penyebab penyakit ginjal kronik

PENGERTIAN
Hipertensi terbagi menjadi hipertensi primer
(esensial) atau hipertensi sekunder. Sekitar 90–95%
kasus tergolong "hipertensi primer", yang berarti
tekanan darah tinggi tanpa penyebab medis yang
jelas. Kondisi lain yang mempengaruhi
ginjal, arteri, jantung, atau sistem endokrin
menyebabkan 5-10% kasus lainnya (hipertensi
sekunder).
PENYEBAB
Dalam hampir semua masyarakat
kontemporer, tekanan darah
meningkat seiring penuaan dan
risiko untuk menjadi hipertensi di
kemudian hari cukup tinggi.
Hipertensi diakibatkan oleh
interaksi gen yang kompleks dan
faktor lingkungan. Berbagai gen
yang sering ditemukan sedikit
berpengaruh pada tekanan darah,
sudah diidentifikasi , demikian juga
beberapa gen yang jarang yang
berpengaruh besar pada tekanan
darah tetapi dasar genetik dari
hipertensi masih belum sepenuhnya
dimengerti. Beberapa faktor
lingkungan mempengaruhi tekanan
darah. Penyakit ginjal adalah
penyebab sekunder tersering dari
TANDA &
GEJALA

Hipertensi jarang
menunjukkan gejala, dan
pengenalannya biasanya
melalui skrining, atau
saat mencari penanganan
medis untuk masalah
kesehatan yang tidak
berkaitan. Beberapa
orang dengan tekanan
darah tinggi melaporkan
sakit kepala (terutama di
bagian belakang kepala
dan pada pagi hari), serta
pusing, vertigo, tinitus
(dengung atau desis di
dalam telinga), gangguan
penglihatan atau pingsan.
Cukup banyak orang yang mengalami hipertensi
tetapi tidak menyadarinya. Dianjurkan perubahan gaya
hidup untuk menurunkan tekanan darah, sebelum memulai
terapi obat. Misalnya :
1. Menjaga berat badan .
2. Melakukan aktivitas fisik aerobik secara teratur,
misalnya jalan cepat (≥30 menit per hari, pada hampir
setiap hari dalam seminggu).
3. Batasi konsumsi alkohol tidak lebih dari 3 unit/hari
pada laki-laki dan tidak lebih dari 2 unit/hari pada
perempuan.
4. Mengonsumsi makanan yang kaya buah dan sayuran
(misalnya, sedikitnya lima porsi per hari).
5. dianjurkan untuk tidak merokok, diet rendah garam dan
rendah lemak, olahraga secara teratur, dan istirahat bila
lelah atau tegang.
Perubahan gaya hidup yang efektif dapat menurunkan
tekanan darah setara dengan masing-masing obat
antihipertensi. Kombinasi dari dua atau lebih perubahan
Saat ini tersedia beberapa golongan
obat yang secara keseluruhan disebut
obat antihipertensi, untuk pengobatan
hipertensi.
Risiko
kardiovaskuler
(termasuk risiko infark miokard dan
stroke) dan hasil pemeriksaan tekanan
darah menjadi pertimbangan ketika
meresepkan obat.
Dalam fisiologi dan obat-obatan,
hipotensi adalah tekanan darah
normal rendah. Hal ini paling baik
dipahami sebagai negara fisiologis,
bukan penyakit. Hal ini sering
dikaitkan dengan syok, meskipun
tidak selalu menunjukkan hal itu.
Hipotensi adalah kebalikan dari
hipertensi, yang merupakan tekanan
darah tinggi.

PENGERTIAN
Pada orang yang mengalami tekanan
darah rendah biasanya ditandai
dengan gejala seperti berikut ini :
Sering pusing dan keringat dingin
Mudah merasakan kantu dan sering
menguap
Mata sering terasa berkunang-kunang
dan penglihatan kurang jelas
terutama setelah duduk lama lalu
berjalan
Mudah kelelahan dan tak bertenaga
bahkan sering mengalami pingsan.
Wajah terlihat pucatkarena suplai
darah keseluruh jaringan tubuh tidak
maksimal.

GEJALA
Ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya
penurunan tensi darah :
Kurangnya pemompaan darah dari jantung. Semakin
banyaknya darah yang dipompa dari jantung setiap
menitnya, maka semakin tinggi juga tekanan darahnya.
Selain itu, seseorang yang memiliki kelainan atau
penyakit jantung yang mengakibatkan irama jantung
abnormal, kerusakan atau kelainan fungsi otot
jantung, penyakit katup jantung, maka akan
berdampak juga pada berkurangnya pemompaan
darah (curah jantung) keseluruh tubuh.
Pendarahaan yang hebat sehingga menyebabkan jumlah
darah berkurang, diare yang tidak cepat teratasi,
keringat berlebihan, buang air kecil atau berkemih
berlebihan juga menjadi faktor terjadinya penurunan
tensi darah.
Pelebaran pembuluh darah juga mampu menyebabkan
turunnya tekanan darah. Situasi ini biasanya sebagai
dampak dari syok septik, pemaparan oleh panas,
Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk memperbaiki kondisi tekanan
darah rendah (hipotensi), seperti berikut ini :
Mengkonsumsi air putih dalam jumlah yang cukup banyak antara delapan
sampai 10 gelas per hari. Sesekali mengkonsumsi kopi untuk memacu
peningkatan degup jantung sehingga tekanan darah akan meningkat.
Mengkonsumsi makanan yang cukup mengandung kadar garam.
Berolahraga teratur minimal tiga kali seminggu untuk mengurangi
gejalanya.
Pemberian obat-obatan untuk meningkatkan darah, hanya bisa dilakukan
apabila gejala hipotensi yang dirasakan benar-benar mengganggu aktivitas
sehari-hari.
Kaum wanita, dianjurkan untuk mengenakan stocking elastis.

Gangguan pada Sistem Peredaran Darah

  • 1.
  • 2.
  • 3.
    ANDI REZKI MUTMAINNAH VIKAARIESTA PRATIWI FITRAH ARINI ARIFIN SYALWAHYUDI NUR RAHAYU NURUL ILMI
  • 5.
    Hipertensi (HTN) atautekanan darah tinggi, kadang-kadang disebut juga dengan hipertensi arteri, adalah kondisi medis kronis dengan tekanan darah di arteri meningkat. Peningkatan ini menyebabkan jantung harus bekerja lebih keras dari biasanya untuk mengedarkan darah melalui pembuluh darah. Tekanan darah melibatkan dua pengukuran, sistolik dan diastolik, tergantung apakah otot jantung berkontraksi (sistole) atau berelaksasi di antara denyut (diastole). Tekanan darah normal pada saat istirahat adalah dalam kisaran sistolik (bacaan atas) 100–140 mmHg dan diastolik (bacaan bawah) 60–90 mmHg. Tekanan darah tinggi terjadi bila terus-menerus berada pada 140/90 mmHg atau lebih. Hipertensi adalah faktor resiko utama untuk stroke, infark miokard (serangan jantung), gagal jantung, aneurisma arteri (misalnya aneurisma aorta), penyakit arteri perifer, dan penyebab penyakit ginjal kronik PENGERTIAN
  • 6.
    Hipertensi terbagi menjadihipertensi primer (esensial) atau hipertensi sekunder. Sekitar 90–95% kasus tergolong "hipertensi primer", yang berarti tekanan darah tinggi tanpa penyebab medis yang jelas. Kondisi lain yang mempengaruhi ginjal, arteri, jantung, atau sistem endokrin menyebabkan 5-10% kasus lainnya (hipertensi sekunder).
  • 7.
    PENYEBAB Dalam hampir semuamasyarakat kontemporer, tekanan darah meningkat seiring penuaan dan risiko untuk menjadi hipertensi di kemudian hari cukup tinggi. Hipertensi diakibatkan oleh interaksi gen yang kompleks dan faktor lingkungan. Berbagai gen yang sering ditemukan sedikit berpengaruh pada tekanan darah, sudah diidentifikasi , demikian juga beberapa gen yang jarang yang berpengaruh besar pada tekanan darah tetapi dasar genetik dari hipertensi masih belum sepenuhnya dimengerti. Beberapa faktor lingkungan mempengaruhi tekanan darah. Penyakit ginjal adalah penyebab sekunder tersering dari
  • 8.
    TANDA & GEJALA Hipertensi jarang menunjukkangejala, dan pengenalannya biasanya melalui skrining, atau saat mencari penanganan medis untuk masalah kesehatan yang tidak berkaitan. Beberapa orang dengan tekanan darah tinggi melaporkan sakit kepala (terutama di bagian belakang kepala dan pada pagi hari), serta pusing, vertigo, tinitus (dengung atau desis di dalam telinga), gangguan penglihatan atau pingsan.
  • 9.
    Cukup banyak orangyang mengalami hipertensi tetapi tidak menyadarinya. Dianjurkan perubahan gaya hidup untuk menurunkan tekanan darah, sebelum memulai terapi obat. Misalnya : 1. Menjaga berat badan . 2. Melakukan aktivitas fisik aerobik secara teratur, misalnya jalan cepat (≥30 menit per hari, pada hampir setiap hari dalam seminggu). 3. Batasi konsumsi alkohol tidak lebih dari 3 unit/hari pada laki-laki dan tidak lebih dari 2 unit/hari pada perempuan. 4. Mengonsumsi makanan yang kaya buah dan sayuran (misalnya, sedikitnya lima porsi per hari). 5. dianjurkan untuk tidak merokok, diet rendah garam dan rendah lemak, olahraga secara teratur, dan istirahat bila lelah atau tegang. Perubahan gaya hidup yang efektif dapat menurunkan tekanan darah setara dengan masing-masing obat antihipertensi. Kombinasi dari dua atau lebih perubahan
  • 10.
    Saat ini tersediabeberapa golongan obat yang secara keseluruhan disebut obat antihipertensi, untuk pengobatan hipertensi. Risiko kardiovaskuler (termasuk risiko infark miokard dan stroke) dan hasil pemeriksaan tekanan darah menjadi pertimbangan ketika meresepkan obat.
  • 12.
    Dalam fisiologi danobat-obatan, hipotensi adalah tekanan darah normal rendah. Hal ini paling baik dipahami sebagai negara fisiologis, bukan penyakit. Hal ini sering dikaitkan dengan syok, meskipun tidak selalu menunjukkan hal itu. Hipotensi adalah kebalikan dari hipertensi, yang merupakan tekanan darah tinggi. PENGERTIAN
  • 13.
    Pada orang yangmengalami tekanan darah rendah biasanya ditandai dengan gejala seperti berikut ini : Sering pusing dan keringat dingin Mudah merasakan kantu dan sering menguap Mata sering terasa berkunang-kunang dan penglihatan kurang jelas terutama setelah duduk lama lalu berjalan Mudah kelelahan dan tak bertenaga bahkan sering mengalami pingsan. Wajah terlihat pucatkarena suplai darah keseluruh jaringan tubuh tidak maksimal. GEJALA
  • 14.
    Ada beberapa faktoryang menyebabkan terjadinya penurunan tensi darah : Kurangnya pemompaan darah dari jantung. Semakin banyaknya darah yang dipompa dari jantung setiap menitnya, maka semakin tinggi juga tekanan darahnya. Selain itu, seseorang yang memiliki kelainan atau penyakit jantung yang mengakibatkan irama jantung abnormal, kerusakan atau kelainan fungsi otot jantung, penyakit katup jantung, maka akan berdampak juga pada berkurangnya pemompaan darah (curah jantung) keseluruh tubuh. Pendarahaan yang hebat sehingga menyebabkan jumlah darah berkurang, diare yang tidak cepat teratasi, keringat berlebihan, buang air kecil atau berkemih berlebihan juga menjadi faktor terjadinya penurunan tensi darah. Pelebaran pembuluh darah juga mampu menyebabkan turunnya tekanan darah. Situasi ini biasanya sebagai dampak dari syok septik, pemaparan oleh panas,
  • 15.
    Ada beberapa halyang bisa dilakukan untuk memperbaiki kondisi tekanan darah rendah (hipotensi), seperti berikut ini : Mengkonsumsi air putih dalam jumlah yang cukup banyak antara delapan sampai 10 gelas per hari. Sesekali mengkonsumsi kopi untuk memacu peningkatan degup jantung sehingga tekanan darah akan meningkat. Mengkonsumsi makanan yang cukup mengandung kadar garam. Berolahraga teratur minimal tiga kali seminggu untuk mengurangi gejalanya. Pemberian obat-obatan untuk meningkatkan darah, hanya bisa dilakukan apabila gejala hipotensi yang dirasakan benar-benar mengganggu aktivitas sehari-hari. Kaum wanita, dianjurkan untuk mengenakan stocking elastis.